Anda di halaman 1dari 1

Terapi utama diabetes mellitus pada ibu hamil: Insulin kecuali Glulisine dan Glargine (kedua

insuline tsb kategori C, insulin selain glulisine dan glargine kategori B) (ADA, 2015. Management of
Diabetes in Pregnancy)

Umumnya, pada kehamilan trimester pertama, dosis insulin harian diturunkan. Pada trimester
kedua, peningkatan resistensi insulin menyebabkan butuhnya peningkatan dosis. Sebaiknya dosis insulin
pada ibu hamil dititrasi secara rutin sesuai dengan target kadar gula darah dan kondisi ibu hamil yang
diperiksa lab klinik (ADA, 2015. Management of Diabetes in Pregnancy).

Pemilihan terapi insulin pada T1DM dan diabetes mellitus pada ibu hamil: rapid-acting atau
short-acting dikombinasikan dengan intermediate-acting atau long-acting. rapid-acting atau short-
acting digunakan sebelum makan untuk menurunkan kadar glukosa setelah makan (insulin prandial).
intermediate-acting atau long-acting digunakan untuk menurunkan kadar glukosa ketika rapid-acting
atau short-acting berhenti bekerja., serta mengontrol gula darah puasa dengan menyediakan insulin puasa
(insulin basal) (Silver et al. 2018. EADSG Guidelines: Insulin Therapy in Diabetes).

Nb. Berarti kalau gula darah puasa saja yang tinggi, cukup dengan intermediate-acting atau
long-acting. Kalau gula darah prandial tinggi, berarti butuh rapid-acting atau short-acting. (Konsensus
Perkeni DM Tipe 2)

Pramlintide, analog amylin, bekerja dengan menunda pengosongan lambung, mengurangi sekresi
glukagon pankreas, dan meningkatkan rasa kenyang pada T1DM. Telah terbukti menginduksi penurunan
berat badan dan menurunkan dosis insulin pada T1DM (Silver et al. 2018. EADSG Guidelines: Insulin
Therapy in Diabetes).