Anda di halaman 1dari 4

Untuk ibu dan anak pengobatan sama, penggunaan obat dengan resep dokter.

Apa itu Sjogren syndrom :

Gangguan sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan mata kering dan mulut kering.

Gangguan ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat sendiri yang
memproduksi air liur dan air mata. Sjögren sering terjadi dengan gangguan lainnya semacam
ini, seperti rheumatoid artritis dan lupus.

Gejala Mata Kering :

- Penglihatan buram

- Mata terasa kering dan berpasir

- Mata merah

- Terdapat lendir di dalam atau sekitar mata

- Mata terasa cepat lelah

- Sensitif terhadap cahaya matahari

- Susah membuka mata saat bangun tidur karena kelopak menempel


Pengobatan :

● Artificial tears atau air mata buatan : merupakan produk yang paling sering
dipakai untuk mengatasi mata kering karena mengandung antara lain
Hydroxypropylmetil cellulose (HPMC), gliserine, CMC, poliviniylpyrrolidone (PVP),
polietilen glikol 400 zat- zat tersebut dapat mengatasi mata kering, membasahi,
menjaga kelembapan, meredakan sensasi mata terbakar karena terlalu lama menatap
layar computer atau HP dan menyejukan mata. Ada juga artificial tears yang
mengandung garam isotonic seperti NaCl dan KCl. Sebaiknya hindari penggunaan
tetes mata yang memgandung pengawet

Contoh : Konimex Braito Tears, Refresh Tears, Cendo lyteers, Insto Dry Eyes, Visine
tears
● Apabila mata lelah disertai dengan mata kering sebaiknya gunakan tetes mata yang
mengandung pelembab dan vitamin A. contoh : ProtagentA (mengandung PVP dan
Vitamin A)
● Sodium hyaluronate juga sering digunakan untuk mengatasi mata kering
● Golongan imidazoline seperti Tetryzoline HCl sering digunakan sebagai sebagai
pereda iritasi pada mata dan mata merah serta mata kering.
● Siklosporin A
Siklosporin A topikal merupakan imunomodulator yang telah disetujui oleh FDA
sebagai terapi dry eye syndrome. Penggunaan siklosporin A topikal mengurangi
infiltrasi sel T pada konjungtiva, mengurangi kadar sitokin pada air mata, serta secara
signifikan memperbaiki gejala yang dialami oleh pasien. Siklosporin A dapat
diberikan sebanyak 1 tetes selang 12 jam.
● Lifitegrast
Lifitegrast 5% merupakan antiinflamasi topikal yang disetujui oleh FDA sebagai
terapi dry eye syndrome. Pemberian lifitegrast menunjukkan perbaikan kondisi pasien
dengan dry eye syndrome setelah pemberian terapi selama 3 bulan.Cara kerja obat ini
adalah dengan menghambat interaksi antara molekul adhesi interselular-1 dan antigen
limfosit fungsional-1, yang berperan penting dalam migrasi APC ke limfonodus,
aktivasi sel T CD4 dan migrasinya ke permukaan mata.
● Autologous Serum Tears
Autologous serum tears merupakan komponen darah yang diperoleh setelah proses
pembekuan. Autologous serum tears mengandung sitokin, growth factors, fibronectin,
vitamin A, dan zat-zat antiinflamasi. Pada sebuah penelitian observasional
retrospektif pada satu center, penggunaan obat ini bermanfaat mengurangi gejala dry
eye syndrome dengan skor OSDI berkurang signifikan 19,32 ± 29,37 poin.
● Kortikosteroid
Kortikosteroid terbukti memberikan perbaikan pada dry eye syndrome di beberapa uji
coba klinis. Kortikosteroid mengurangi produksi sitokin proinflamasi dan MMP-9
pada epitel kornea.
● Antibiotik
Antibiotik mungkin perlu diresepkan pada kasus dry eye syndrome dengan komplikasi
pada kornea atau akibat meibomitis atau rosacea okular. Antibiotik seperti tetrasiklin
memiliki efek antiinflamasi juga. Tetrasiklin dapat menurunkan ekspresi matrix
metalloproteinase dan produksi beberapa sitokin seperti IL-1 dan TNF-α pada epitel
kornea. Pada kasus rosacea okular, pemberian tetrasiklin juga bisa mencegah
terjadinya angiogenesis. Antibiotik derivat tetrasiklin lain yakni doksisiklin, juga
memiliki manfaat dalam mengurangi transkrip MMP-9 dan produksi IL-1 dan TNF-α.
Selain itu doksisiklin juga memiliki efek memperbaiki susunan permukaan kornea dan
fungsi barrier kornea.
● Pilokarpin Oral.
Pemberian pilokarpin oral pada dry eye Sjogren syndrome selama 3 bulan dapat
memberikan perbaikan gejala dry eye syndrome. Penelitian dilakukan terhadap kasus
yang tidak memberikan respon terhadap terapi konvensional. Perbaikan yang
signifikan pada pemeriksaan staining permukaan mata dan TBUT pada bulan pertama
dan ketiga dapat ditemukan pada pemberian pilokarpin oral dengan dosis 3 kali 2,5-5
mg per hari. Pemberian pilokarpin oral masih membutuhkan penelitian lebih lanjut
mengenai efektivitas dan keamanan terapi tersebut pada populasi yang lebih besar.