Anda di halaman 1dari 10

Antifungi

Secara garis besar Antifungi ada 4 golongan: azol, polien, allylamin, echinocandin.
a. Khusus dermatofit, golongan allylamin (misal: terbinafin) lebih aman, baru
setelahnya golongan azol karena azol memiliki efek samping spt Anafilaksis
b. Untuk golongan azol paling aman dengan spektrum luas itu azol yang grup triazol
yaitu Flukonazol, Itrakonazol juga termasuk pd grup triazol namun peringatan untuk
pasien gagal jantung. Setelahnya azol yang grup imidazol (misal: klotrimazol,
mikonazol, ekonazol,tiokonazol ketokonazol). Ketokonazol efek samping
hepatotoksik
c. Golongan polien luas spektrumnya di bawah azol, toksisitasnya tinggi, makanya
amfoterisin B dibikin pake liposom untuk mengurangi toksisitas. Contoh lain
golongan ini adalah nistatin(u/ candida). Amfoterisin B berisfat Nefrotoksik.
d. Echinocandin (caspofungin, micafungin, anidulafungin) paling aman, tapi cuma
berbentuk IV

(https://www.uspharmacist.com/article/the-fungus-among-us-an-antifungal-review)

Obat antifungi dibagi menjadi dua yaitu sistemik dan topikal.

1. Antifungi Topikal
- Alilamin : Amorolfine, Terbinafin, Butenafin, Naftifin
- Azole (Imidazol) : Klotrimazol, Ekonazol, Mikonazol, Ketokonazol, Sulkonazol,
Oksikonazol, Terkonazol, Tiokonazol, Sertakonazol
- Poliene : Nystatin
- Obat anti jamur topikal lain : Siklopiroks

Kalo mau disimpulin untuk topikal scr Umum:


- 1st Line: Clotrimazol / golongan alilamin
- khusus kuku; kalau kuku yg rusak masih sedikit (katanya kalo msh kurang dari 3
kuku Amorolfine, kalo udh lbh dari 3 atau gadibilangin kukunya brp biji yg rusak
pilih Terbinafin tp yg oral biar lbh efektif)
- Untuk Panu yg dikulit kepala bisa pake selenium sulfida shampoo
- Butenafine (gol. Alilamin) adalah salah satu antijamur topikal terbaru diperkenalkan
dalam pengobatan tinea kruris (lokasi pd bokong, genital) dalam dua minggu
pengobatan dimana angka kesembuhan sekitar 70%.
2. Antifungi SIstemik
Terapi sistemik atau oral diberikan jika
- Gagal dengan terapi lokal
- Infeksi luas
- Tinea kapitis ( Infeksi pada kepala)
- Tinea mempengaruhi banyak kuku
- Tinea melibatkan lebih dari satu daerah tubuh secara bersamaan, misalnya, tinea
cruris dan korporis, atau tinea cruris dan tinea pedis
-

Kalo mau disimpulin scr umum ( Semoga bener ya bismillah)


 Oral untuk kuku 1st line : Terbinafine
 Oral untuk drmatofit lain 1st line: Flukonazol atau griseofulvin
 Oral untuk panu : Flukonazol (Tapi panu biasanya pake topikal dulu ya,
kalo paaraaahhh bgt baru)
 Oral untuk Candidiasis
Catatan:
- Untuk vaginal biasanya topikal dulu; Clotrimazol atau nistatin
- Penyakit flukonazol-refraktori (antijamur seperti flukonazol dapat menyebabkan
timbulnya resistensi dan infeksi refraktori)
a. Alternatif untuk penyakit refraktori flukonazol: suspense oral amphoterisin B
deoxycholate 100mg/mL 4x sehari.
b. Alternatif lain untuk refraktori flukonazol: Echinocandin intravena (caspofungin:
dosis pemuatan 70mg, kemudian 50mg setiap hari; micafungin: 100 mg setiap
hari; atau anidulafungin: dosis pemuatan 200 mg, kemudian 100 mg setiap hari)
atau deoksikolat Amphoterisin B intravena 0,3mg/kgBB setiap hari.
DOSIS SISTEMIK

AMAN UNTUK IBU HAMIL


 Clotrimazole
 Terbinafine
 Ciklopirox
 Nistatin ovula juga aman
JAWABAN KUIS KEMARIN
Pasien 45 thn beli obat, kuku-kukunya pecah dan warna putih bentuk tidak bertauran. Obat yang
direkomendasiakn adalah?
Jawab
Terbinafine golongan Allylamin. Terbinafine memiliki efek fungisida yang luas dan kuat
terhadap dermatofita, terutama T.rubrum dan T. Mentagrophytes. Dimana T.rubrum dan T.
Mentagrophytes adalah jamur penyebab Tine Unguium (Tinea yang tempatnya pada kuku).
Karena infeksi pada kuku jadi terapi terbinafine oral/ sistemik karena lebih nyaman efektif kalau
topikal pecicilan dikit ilang krim nya.

Kalo mau tau kerja nya sama ke jamur apa yg lebih spesifik:
Golongan Nama Obat Fungisidal Fungiostatik Nama Jamur
Allylamine Terbinafin v v T.rubrum dan T.
Mentagrophytes

Butenafine v V - c. albicans
- Sporothrix
schenckii
- Trichophyton
mentagrophytes
- T. Rubrum
- T. Tonsurans
- T. Mentagrophytes
- T. Verrucosum
- T. Schoenlenii
- Microsporum:
canis, audouinii,
and gypseum
- Epidermophyton:
floccosum
Naftifline v - - c. albicans
- Trichophyton
rubrum
- T. mentagrophytes
- T. tonsurans
- Epidermophyton
floccosum
- Microsporum canis
Amorofine v V - Trichophyton
mentagrophytes
- T. Rubrum
- T. Tonsurans
- T. Mentagrophytes
- T. Verrucosum
- T. Schoenlenii
- Microsporum:
canis, audouinii,
and gypseum
- Epidermophyton:
floccosum
Poliena Amfosterin b v v Aspergillus
sp.,
Mucorales
sp.,
Blastomyces
dermatitidid
, candida sp.,
Coccidiodiodes
immitis
, Cryptococcus
neoformans
,
Histoplasma
capsulatum
,
paracoccidioides
brasiliensis
,
Penicillium
marneffei
Nistatin v v Candida albicans, C.
parapsilosis, C.
tropicalis, C.
guilermondi
Kandisidin v v Candida albicans

Imidazole Ketoconazole Blastomyces


dermatitidis, Candida
sp, Coccidiodes
immitis,  Histoplasma
capsulatum,
Malasezzia furfur,
Paracoccidiodes
brasiliensis

Ekonazole Trichophyton
rubrum,
Trichophyton
mentagrophytes,
Trichophyton
tonsurans,
Microsporum canis,
Microsporum
audouini,
Microsporum
gypseum, and
Epidermophyton
floccosum
Klotrimazole Trichophyton
rubrum,
Trichophyton
mentagrophytes,
Epidermophyton
floccosum, Candida
albicans, Malassezia
furfur
Miconazole Trichophyton
rubrum,
Trichophyton
mentagrophytes, and
Epidermophyton
floccosum
Tiokonazole v Candida albicans,
Torulopsis glabrata
Butokonazole Candida albicans
Sertaconazole v Trichophyton
rubrum,
Trichophyton
mentagrophytes, and
Epidermophyton
floccosum.

Triazole Itrakonazol v Candida sp.


Cryptococcus sp.
Dermatophytes
(Broad spectrum)
Flukonazol v Candida sp.
(Spektrum terbatas
pada golongan ragi)
Vorikonazol v Candida sp.
Cryptococcus sp.
Fungi dimorfik
(misal: Blastomyces
dermatitidis,
Coccidioides immitis
Histoplasma
capsulatum)
Dermatophytes
(Broad spectrum)
Posakonazol v Candida sp.
Cryptococcus sp.
Fusarium sp.
Dermatophytes
Zygomycetes
(Broad spectrum)
Echiocandin Anidula Candida albicans
fungin Candida glabrata
Candida parapsilosis
Candida tropicalis
Candida krusei
Candida lusitaniae
Candida lusitaniae
Caspofungin Candida albicans
Candida glabrata
Candida parapsilosis
Candida tropicalis
Candida krusei
Candida lusitaniae
Candida lusitaniae
Aspergilus fumigatus

Micafungin Candida albicans


Candida glabrata
Candida parapsilosis
Candida tropicalis
Candida krusei
Candida lusitaniae
Candida lusitaniae
candidiasis pada
pasien transplantasi
stem cell
hematopoietic( HSCT
)

Ciclopirox v Dermatofita
Malassezia furfur,
Malassezia restrica
dan Malassezia
globosa
Selenium v Malassezia furfur,
Sulfida Malassezia restrica
dan Malassezia
globosa
Zink Piritio v Malassezia furfur,
Malassezia restrica
dan Malassezia
globosa