Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS JURNAL

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Judul Jurnal : Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri

Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di RSU

PKU MUHAMMADIYAH Delanggu Klaten Tahun

2015.

Nama Peneliti : Sri Wahyuni dan Endang Wahyuningsih

Publikasi Jurnal : Jurnal Involusi Kebidanan, Vol. 5, No. 10, Juni 2015

A. Analisa Jurnal PICO

1. Problem (P)

Kala I persalinan adalah permulaan kontraksi persalinan sejati, yang

ditandai oleh perubahan serviks yang progresif yang diakhiri dengan

pembukaan lengkap (10 cm) pada primigravida kala I berlangsung kira-

kira 13 jam, sedangkan pada multigravida kira-kira 7 jam (Prawirohardjo,

2008). Proses kala I disertai nyeri yang merupakan suatu proses fisiologi,

merupakan pengalaman yang subjektif tentang sensasi fisik yang terkait

dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks (Arifin, 2008).

Upaya untuk mengatasi nyeri persalinan dapat menggunakan metode

non farmakologi. Metode non farmakologi mempunyai efek non invasif,

sederhana, efektif, dan tanpa efek yang membahayakan, meningkatkan

kepuasan selama persalinan karena ibu dapat mengontol perasaannya dan

kekuatannya. Untuk itu masyarakat banyak yang memilih metode non

farmakologi di bandingkan metode farmakologi. Metode non farmakologi


yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri persalinan antara lain

homeopathy, massage effleurage, imajinasi, umpan balik biologis, terapi

musik, akupresure, massage counterpresure, hipnobirthing, waterbirth,

relaksasi dan akupuntur (Danuatmaja B & Meliasari M, 2008).

Studi Pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 12

Januari 2014 di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten, yaitu

persalinan pada bulan 01 Desember 2014 – 31 Desember 2014 berjumlah

265 ibu bersalin, 43 diantaranya ibu bersalin secara tindakan seperti

induksi/stimulasi, 60 ibu bersalin secara SC, 20 ibu bersalin secara VE,

dan 142 sisanya ibu bersalin secara normal.Dari studi pendahuluan yang

dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil banyak ibu inpartu belum

mengetahui tentang teknik pengurangan rasa nyeri persalinan. Nyeri

persalinan yang tidak dapat diatasi dapat berakibat pada kegawatan janin

dan kegawatan pada ibu.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage

effleurage terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu

bersalin di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten.Jenis penelitian

yang digunakan adalah kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan

quasy eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest tanpa

kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah

dengan non probobality sampling dengan metode purposive sampling

sebanyak 28 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar

observasi skala nyeri NRS.


2. Intervention (I)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh massage

effleurage terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu

bersalin. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 28

pasien. Penelitian ini menggunakan lembar observasi untuk data

demogravi dengan skala nyeri (Numerik Rating Scale/NRS) sebelum dan

setelah diberikan intervensi. Observasi nyeri dilakukan pada saat pasien

mengalami nyeri sebelum dan setelah dilakukan teknik effleurage

massage. Pretest dilakukan pada saat ibu mengalami nyeri, kemudia

dilakukan teknik effleurage massage selama kontraksi berlangsung,

setelah itu dilakukan posttest.

3. Comparison (C)

a. Jurnal yang dianalisa :

Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri

Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di RSU PKU

Muhammadiyah Delanggu Klaten Tahun 2015. Hasil penelitian

memperlihatkan bahwa rata-rata nyeri sebelum dilakukan massage

effleurage rata-rata nyeri persalinan yang dialami responden adalah

5,11 dengan tingkat nyeri sedang dan rata-rata nyeri persalinan

sesudah pemberian massage effleurage sebesar 2 dengan tingkat nyeri

ringan. Hasil penelitian menunjukan bahwa massage effleurage

berpengaruh untuk menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif pada

ibu bersalin di bangsal Bersalin RSU PKU Muhammadiyah Delanggu

Klaten.
b. Jurnal Pembanding

Efektivitas Perlakuan Pijat Effleurage Pada Kala 1 Fase Aktif

Persalinan Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ibu Bersalin Di BPM

Yusnaeni. Penelitian ini senada dengan penelitian Iswari Paramita

(2013) melaporkan bahwa hasil perhitungan menggunakan Wilcoxon

Signed Ranks Test tersebut juga diketahui bahwa Zhitung>Ztabel (-

2,873>-1,96) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas

perlakuan pijat effleurage pada kala I fase aktif persalinan untuk

mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin di BPM Yusnaeni. Dari data

diketahui bahwa dari 10 responden sebelum dilakukan pijat effleurage

sebanyak 6 responden menunjukkan raut wajah menderita dan

sebanyak 4 responden menunjukkan raut wajah sangat menderita.

Sedangkan sesudah dilakukan pijat effleurage dari 10 responden

sebanyak 6 responden menunjukkan raut wajah Nyeri ringan, dan

sebanyak 4 responden menunjukkan raut wajah nyeri sedang.

4. Outcome (O)

Hasil penelitian menunjukkan analisis pengaruh massage effleurage

terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif didapatkan

nilai p=0,000; α=0,05, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

pemberian massage effleurage sangat berpengaruh terhadap nyeri

persalinan kala I fase aktif di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun

2015. Perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pemberian massage

effleurage dapat digunakan untuk intervensi pada saat mengalami nyeri

persalinan. Saran yang direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya


adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui seminar

ataupun pelatihan mengenai manajemen atau teknik rasa nyeri saat

persalinan dengan kolaborasi staf bagian fisioterapi dan mengaplikasikan

tindakan ini untuk menangani masalah nyeri persalinan saat kala I fase

aktif sehingga penggunaan obat analgesik dapat diminimalkan.

B. Kritisi Isi Jurnal

Didalam metodologi penelitian tidak dijelaskan bagaimana cara pengumpulan

data dan bagaimana cara melakukan intervensi yang diteliti seperti Effleurage

Massage.