Anda di halaman 1dari 20

PANDUAN

PENGGUNAAN OBAT YANG


PERLU DIWASPADAI (HIGH
ALERT MEDICATIONS)

RUMAH SAKIT BINA HUSADA


TAHUN 2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................... i
BAB I DEFINISI............................................................................................................. 1
BAB II RUANG LINGKUP............................................................................................ 5
BAB III KEBIJAKAN ................................................................................................... 6
BAB IV TATALAKSANA...............................................................................................9
BAB IV DOKUMENTASI............................................................................................ 11
BAB I
DEFINISI

A. Latar Belakang
High-Alert Medication atau obat dengan kewaspadaan tinggi adalah
obat-obat yang secara signifikan berisiko membahayakan pasien bila
digunakan dengan salah atau pengelolaan yang kurang tepat. Di Indonesia,
pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 72 Tahun 2016 Tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit mengharuskan rumah sakit
untuk mengembangkan kebijakan pengelolaan obat untuk meningkatkan
keamanan khususnya obat yang perlu diwaspadai (high-alert medications).
Obat ini sering menyebabkan kesalahan serius (sentinel event) dan dapat
menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD). Kelompok Obat
high-alert diantaranya:
1. Obat yang terlihat mirip dan kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa
dan Ucapan Mirip/NORUM, atau Look Alike Sound Alike/LASA).
2. Elektrolit konsentrasi tinggi (misalnya kalium klorida 2meq/ml atau
yang lebih pekat, kalium fosfat, natrium klorida lebih pekat dari 0,9%, dan
magnesium sulfat = 50% atau lebih pekat).
3. Obat-Obat sitostatika.
Pada rumah sakit yang menggunakan obat high alert, banyak kasus
yang terjadi dan terus terulang terkait pengelolaan penggunaan obat high
alert tersebut. Hal tersebut terbukti dalam beberapa literatur dan
laporan-laporan yang dikirimkan pada ISMP National Medication Errors
Reporting Program (ISMP MERP). The Joint Commision memiliki standar
yang menyebutkan bahwa rumah sakit harus mengembangkan sendiri daftar
obat high alert, memiliki proses pengelolaan obat high alert, dan melaksanakan
proses tersebut. Namun daftar obat high alert yang dimiliki suatu rumah sakit
akan menjadi tidak bermanfaat apabila tidak di update, diketahui oleh staf
klinisi, dan dilengkapi dengan strategi pengurangan risiko
yang lebih efektif. Rumah sakit perlu memikirkan dengan baik daftar oba
high alert dan proses yang efektif berpengaruh mengurangi risiko kesalahan
dengan obat tersebut.
B. Tujuan
1. Memberikan panduan dalam manajemen rumah sakit dan pemberian obat
yang perlu diwaspadai (high-alert medications) sesuai standar pelayanan
farmasi dan keselamatan pasien di rumah sakit.
2. Meningkatkan kewaspadaan akan high alert medications sehingga dapat
meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit.
3. Mencegah terjadinya kesalahan serius (sentinel event).
4. Mencegah terjadinya kesalahan dalam pelayanan obat yang perlu
diwaspadai (high-alert medications) kepada pasien.
5. Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

C. Manfaat
1. Untuk Pasien
Memperoleh pengobatan yang aman dan efektif terutama kaitannya
dengan penggunaan obat-obatan high alert.
2. Untuk Perawat
Sebagai panduan dalam memberikan obat-obatan yang masuk dalam
golongan high alert sehingga dalam penggunaannya aman dan efektif.
3. Untuk Farmasi
Sebagai panduan dalam pengelolaan obat-obatan high alert dan
menjamin keamanan serta efektivitasnya.

D. Pengertian
High Alert Medications adalah obat-obatan yang memiliki resiko lebih
tinggi untuk menyebabkan/menimbulkan adanya komplikasi atau
membahayakan pasien secara signifikan jika terdapat kesalahan dalam
penggunaan.
Kategori Obat yang Perlu Kewaspadaan Tinggi (High-Alert Medications)
Kategori/Kelas Obat Jenis Obat

Agonis adrenergik (IV) Epinephrine, phenylephrine,


norepinephrine

Antagonis adrenergik (IV) Propanolol, metoprolol, labetalol

Agen anestesi (umum,inhalasi dan IV) Propofol, ketamine

Antiaritmia (IV) Lidocaine, amiodarone

Agen antitrombotik, meliputi:


Antikoagulan Warfarin, Low Molecular Weight
Heparin, IV unfractionated heparin

Inhibitor faktor Xa Fondaparinux, apixaban, rivaroxaban


Direct thrombin inhibitor Argatroban, bivalirudin, dabigatran
etexilate

Trombolitik Alteplase, reteplase, tenecteplase


Inhibitor glikoprotein IIb/IIIa eptifibatide

Larutan/solutio kardioplegik

Agen kemoterapi (parenteral dan oral)

Dekstrosa (hipertonik, 20% atau lebih)

Larutan dialisis (peritoneal dan hemodialisis)

Obat epidural atau intratekal

Obat hipoglikemik (oral)

Obat inotropik (IV) Digoxin, milrinone

Insulin (subkutan dan IV)

Obat-obatan dengan bentuk liposomal Liposomal amphotericin B

Agen sedasi moderat/sedang Dexmedetomidine, midazolam

Agen sedasi moderat/sedang Chloral hydrate


(oral,untuk anak)

Opioid/narkotik:
IV
Transdermal
Oral (termasuk konsentrat cair, formula rapid dan lepas lambat)

Agen blok neuromuskular Succinylcholine, rocuronium,


vecuronium

Sediaan nutrisi parenteral

Agen radiokontras (IV)

Aquabidestilasa, inhalasi dan irigasi (dalam kemasan ≥ 100ml)

NaCl untuk injeksi (hipertonik, konsentrasi diatas 0,9%)


Dengan adanya daftar obat di atas, diharapkan bisa mengurangi kesalahan dalam
pemberian high alert medications. Pemberian high-alert medications harus teliti. Hal-
hal yang dilakukan untuk meningkatkan keamanan high alert medications adalah harus
melakukan pengecekan ganda (double check) terhadap semua high-alert medications
sebelum diberikan kepada pasien. Selain itu,
persiapan dan penyimpanannya pun harus jelas.
BAB II RUANG
LINGKUP

Panduan ini diterapkan kepada pelayanan yang melayani langsung pada


pasien yaitu Unit Rawat Inap, Unit Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat dan
Instalasi Farmasi. Pelaksana panduan ini adalah para tenaga kesehatan yang
berhubungan langsung dengan penggunaan obat-obat yang perlu diwaspadai di
Unit/Instalasi masing-masing.
BAB III
KEBIJAKAN

1. Kebijakan pelayanan farmasi untuk obat-obat high alert meliputi


identifikasi obat golongan high alert pada waktu awal penerimaan barang
2. Kebijakan pelayanan farmasi tentang label obat high alert yang ditandai
dengan stiker segitiga merah dengan tulisan high alert di tengahnya dan
penempelan stiker tidak boleh menutupi identitas, nomer batch dan
tanggal kadaluarsa obat.
3. Kebijakan pelayanan farmasi tentang penyimpanan obat high alert (konsentrasi
pekat) yang di letakkan pada lemari khusus dengan lambang high alert yang
tertempel pada bagian luar pintu lemari.
4. Penggolongan obat NORUM LASA sesuai ketentuan farmasi Rumah
Sakit Mitra Keluarga Kenjeran dan diberikan tanda LASA pada obat
termasuk golongan NORUM/LASA
BAB IV TATA
LAKSANA

A. Prosedur
Identifikasi area yang membutuhkan elektrolit konsentrat
Berdasarkan pelayanan medis yang diberikan kepada pasien, maka unit yang
dinilai membutuhkan penempatan elektrolit konsentrasi tinggi di unit pelayanan
hanya berada di Unit Gawat Darurat, Kamar Bedah, Perina, Hemodialisa, dan
Kamar Bersalin dengan syarat disimpan di tempat terpisah, akses terbatas, jumlah
terbatas, dan diberi label yang jelas untuk menghindari penggunaan yang tidak
disengaja.
Peresepan, penyimpanan, penyiapan, pemberian elektrolit konsentrat di
ruangan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang manajemen
obat-obatan high alert.
Peresepan dan instruksi medis
Penulisan resep untuk obat yang termasuk kelompok obat high alert harus sesuai
dengan ketentuan penulisan resep yang baku serta beberapa hal berikut:
1. Memeriksa kelengkapan dan ketepatan resep dokter: penulisan resep,
indikasi, ketepatan obat, dosis, dan rute pemberian.
2. Penulisan obat yang termasuk kelompok LASA harus menggunakan
huruf kapital semua serta mencantumkan dengan jelas dosis dan satuan
obat.
3. Instruksi lisan hendaknya dihindari, jika terpaksa diperbolehkan dalam
keadaan emergensi.
4. Apoteker atau asisten apoteker yang menerima resep harus melakukan
kajian terhadap resep atau instruksi yang diberikan berupa ketepatan
pasien, obat, dosis, waktu pemberian dan rute, apabila dijumpai ketidak
sesuaian maka konfirmasi terhadap dokter yang menuliskan resep atau
yang memberikan instruksi.
Penyimpanan
1. Obat-obatan high alert disimpan di dalam rak tersendiri, dipisahkan
dengan tanda garis merah dan memiliki penanda khusus seperti berikut ini:

2. Semua tempat penyimpanan harus diberikan label yang jelas dan


dipisahkan dengan obat-obatan lainnya. Jika obat-obatan high alert
harus disimpan di area perawatan pasien, kuncilah tempat penyimpanan
dengan diberikan label high alert pada tutup luar tempat penyimpanan.
3. Khusus untuk cairan elektrolit pekat (KCl 7,4%, MGSO4 20% dan 40%,
Meylon 8,4%, NaCl 3%) diberi label:

4. Untuk obat-obatan yang termasuk LASA (look alike sound alike)


memiliki penanda khusus obat LASA seperti berikut ini:

5. Untuk obat-obatan yang termasuk golongan narkotik opioid maka


penyimpanan di unit farmasi dan diletakkan pada lemari penyimpanan
narkotika. Ruangan perawatan hanya diizinkan menyimpan narkotika untuk
pasien sesuai dengan resep dokter.
6. Infus intravena obat-obatan high alert harus diberikan label yang jelas
dengan menggunakan huruf / tulisan yang berbeda dengan sekitarnya.

Pemberian Obat
1. Pemberian obat-obatan high alert oleh perawat harus selalu dilakukan
dengan pengecekan dengan 2 orang perawat sebelum diberikan kepada
pasien.
2. Kedua petugas perawat yang melakukan pengecekan harus melakukan
paraf pada lembar daftar obat. Pengecekan tambahan dapat dilakukan
sesuai dengan instruksi dari dokter.
3. Untuk larutan elektrolit pekat, maka wajib ditempelkan stiker identitas
pasien, yang berisi identitas pasien, obat yang ditambahkan dan
pengencerannya, serta harus diisikan tanggal pemberian dan staf yang
melakukan. Stiker identitas pasien seperti gambar berikut ini:

B. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring
Monitoring oleh farmasi dilakukan mulai dari pengadaan, hingga
pengecekan ganda sebelum dimasukkan ke pasien. Pelaporan monitoring
obat-obatan high alert dilakukan secara berkala setiap bulannya. Aspek yang
perlu dilakukan pelaporan antara lain:
1. Pengadaan
2. Penyimpanan di unit farmasi dan keperawatan
3. Pengkajian resep dan instruksi pemberian
4. Penyiapan sediaan
5. Pelabelan high alert
6. Distribusi ke unit keperawatan
7. Pengecekan ganda oleh 2 perawat
Form untuk monitoring obat-obatan high alert oleh unit farmasi seperti
pada lampiran 3.

Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada monitoring yang telah dilakukan dibuat setiap awal
bulan untuk bulan sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan secara kuantitatif dengan
nilai skor berdasarkan kelengkapan aspek yang dilakukan monitoring. Target
pada evaluasi adalah ketercapaian 100% untuk seluruh aspek. Evaluasi jangka
panjang dilakukan setiap 6 bulan. Ketercapaian dari skor tiap bulan diharuskan tetap
pada 100%, apabila belum tercapai, maka dilakukan tindakan identifikasi masalah dan
koreksi terhadap masalah tersebut. Evaluasi dilakukan pada unit farmasi dan
keperawatan untuk masing-masing aspek yang telah dimonitoring.
BAB V
DOKUMENTAS
I

1. Dokumentasi dari lembar monitoring dan lembar evaluasi tiap bulan


disimpan pada unit masing-masing
Lampiran 1. Daftar Obat High Alert RS Bina Husada

Kategori/Kelas Obat Jenis Obat

Agonis adrenergik (IV) Epinephrine, norepinephrine

Agen anestesi (umum,inhalasi dan IV) Propofol

Antiaritmia (IV) Lidocaine, amiodarone, kendaron

Agen antitrombotik, meliputi:


Antikoagulan Warfarin (simarc), Low Molecular Weight
Heparin (lovenox), IV unfractionated
heparin (inviclot)
Inhibitor faktor Xa
Direct thrombin inhibitor Fondaparinux (arixtra)

Larutan/solutio kardioplegik (KCl 7.46% , NaCl 3% , MgSO4 >40%)

Dekstrosa (hipertonik, 20% atau lebih) D 40%

Larutan dialisis (peritoneal dan hemodialisis)

Produk Nutrisi Meylon, Renxamin, Kidmin Aminofluid, Aminileban, Tutofusin,


Amiparen, Gelafusin, Aminofusin Paed, Aminofusin L600, Kabiven, Clinimix,
Manintol, Comafusin Hepar

Obat inotropik (IV) Digoxin, Fargoxin

Insulin (subkutan dan IV) Lantus, Apidra, Novorapid, Novomix, Levemir

Opioid/narkotik: Morphine, Pethidin, Fentanyl


Lampiran 2. Daftar Obat LASA RS Bina Husada

Sediaan Nama Obat ObatLASA


INJEKSI CefOTAXime CefTAZIDime
Citicoline 250mg Citicoline 500mg
EPINEPHrine
EPHEDrine
Granon 1mg Granon 3mg
Lovenox 4000 Lovenox 6000
Ondansentron 4mg Ondansetron 8mg

INFUS AMINOfusin Hepar COMAfusin Hepar


Aminofusin HEPAR Aminofusin L-600
Aminofusin PAED Aminofusin HEPAR
Aminofusin PAED Aminofusin L-600mg
Asering-5 500ml Asering 500ml

LOTION/CREAM/ Burnazin 35 g Burnazin PLUS 25 g


OINTMENT/PASTA
Dermovel 0.1% 10g Dermovel 0.1% 5g
Desolex 0.05% Desolex-N
Diprogenta 5g CREAM Diprogenta 5g OINT
Diprosone OV 0.05% 5g CREAM Diprosone OV 0.05% 5g OINT

EYE DROPS/ EYE C.Fenicol 0,25% 5ml ED C.Fenicol 0,5% 5ml ED


OINTMENT

C.Timolol Maleat 0.25% 5ml ED C.Timolol Maleat 0.5% 5ml ED

SYRUP Mucopect 15mg Mucopect 30mg


Plantacid Plantacid FORTE
VeCTRInE VeSTEIn
Rhinofed Rhinos Yunior
Cefadroxil Cefadroxil Forte
Clabat Clabat Forte
Contusi Contusi Strawberi
Imboost Imboost Force
Mucopect For Adult Mucopect For Children
Proris Proris Forte
Tempra Tempra Forte
Curliv Curvit CL
Lyvit Lycalvit

NARCOTICS/ Codipront Syrup Codipront CUM EXP Syrup


PSYCHOTROPICS Codipront Kapsul Codipront CUM EXP Kapsul
Stesolid rectal 10mg Stesolid rectal 5mg
Zypraz 0,5mg Zypraz 1mg
GENERIC Acyclovir 200mg Acyclovir 400mg
Allopurinol 100mg Allopurinol 300mg
Amlodipine 5mg Amlodipine 10mg
Captopril 12,5mg Captopril 25mg
Glimepiride 1mg Glimepiride 2mg
Glimepiride 1mg Glimepiride 3mg
Glimepiride 2mg Glimepiride 3mg
Methyl Prednisolone 4mg Methyl Prednisolone 8mg
Methyl Prednisolone 4mg Methyl Prednisolone 16mg
Methyl Prednisolone 8mg Methyl Prednisolone 16mg
Piracetam 800mg Piracetam 1200mg
Rifampicin 300mg Rifampicin 450mg
Rifampicin 300mg Rifampicin 600mg
Rifampicin 450mg Rifampicin 600mg
Salbutamol 2mg Salbutamol 4mg
Simvastatin 10mg Simvastatin 20mg
Meloxicam 750 Meloxicam 15
Candesartan 8 Candesartan 16
Cefixime 100 Cefixime 200
Clindamycin 150 Clindamycin 300
Ketoproven 50 Ketoproven 100
Mecobalamin 250 Mecobalamin 500
Ondansetron 4mg Ondansetron 8mg
Salbutamol 2mg Salbutamol 4mg
Simfastatin 10mg Simfastatin 20mg
Spironalactone 25 Spironalactone 100

TABLET A Amaryl 1mg Amaryl 3mg


Anfix 100mg Anfix 200mg

TABLET B Buscopan Buscopan Plus


Brainact 500mg Brainact 1000mg

TABLET C Canderin 8mg Canderin 16mg


Cefspan 100mg Cefspan 200mg
Cataflam 25mg Cataflam 50mg
Celebrex 100mg Celebrex 200mg
Ceptix 100mg Ceptix 200mg
Coxiron 90mg Coxiron 60mg
Coxiron 60mg Coxiron 120mg
Crestor 10mg Crestor 20mg

TABLET D
Divask 5mg Divask 10mg
Doloneurobion Doloscaneuron

TABLET E Euphyllin Retard 250mg Euphyllin Retard MITE 125mg


TABLET F Frego 5mg Frego 10mg
Fluimucil Cap Fluimucil Zak

TABLET G Gastridin Gastrolan


Glucobay 50mg Glucobay 100mg
Glucophage 500mg Glucophage 850mg
Glucophage 500mg SR Glucophage 850mg
Glucovance 500/2,5mg Glucovance 500/5mg
Glumin 500mg Glumin XR 500mg
Glumin XR 500mg Glumin XR 750mg
Glumin XR 750mg Glumin 500mg

TABLET H Hexilon 4mg Hexilon 8mg


Hyperil 5mg Hyperil 10mg

TABLET I Imboost Force Imboost Tablet


Intidrol 4mg Intidrol 16mg

TABLET K Kalnex 250mg Kalnex 500mg


Kaltrofen 50mg Kaltrofen 100mg

TABLET L Lanfix 100mg Lanfix 200mg

TABLET M Medixon 4mg Medixon 8mg


Medixon 4mg Medixon 16mg
Medixon 8mg Medixon 16mg
Mertigo 12 mg SR Mertigo 6 mg
Metrix 1mg Metrix 2mg
Metrix 1mg Metrix 3mg
Metrix 1mg Metrix 4mg
Metrix 2mg Metrix 3mg
Metrix 2mg Metrix 4mg
Metrix 3mg Metrix 4mg
Meloxin 7,5mg Meloxin 15mg
Merislon 6mg Merislon 12mg
Mertigo Mertigo SR

TABLET P Pariet 10mg Pariet 20mg


Pantozol 20mg Pantozol 40mg
Planrtacid Planrtacid Forte
Provital Provital Plus

TABLET R Rosufer 10mg Rosufer 20mg

TABLET T Telfast HD 180mg Telfast OD 120mg


Tensivask 5mg Tensivask 10mg

TABLET U Utrogestan 100mg Utrogestan 200mg


LAMPIRAN 3
Monitoring Pengelolaan Obat-obatan High Alert
Bulan:
No Nama Pasien Nama Obat Penyimpanan Pengkajian Label Distribusi pada Pengecekan Paraf
Resep High Alert unit sesuai Ganda Farmasi

TOTAL
Keterangan skoring: Isi skor 1: bila telah dilakukan; Isi skor 0: bila tidak dilakukan
Persentase Kelengkapan Rumus Menghitung Persentase:
Penyimpanan : Jumlah total yang lengkap x 100%=......%
Pengkajian Resep : Jumlah total obat
Pelabelan high alert :
Distribusi pada unit sesuai :
Pengecekan Ganda :
Total :