Anda di halaman 1dari 3

PENGELOLAAN OBAT EMERGENSI RUANGAN

No. Dokumen Revisi Halaman


067/FAR-RSBH/SPO 00 1/'1

STANDARPROSEDU TanggalTerbit
R OPERASIONAL 07 Februari 2019
(SPO)

INO'::,.'!...
Dr. Arina Yuli Roswiyati, MS
Obat emergensi adalah obat yang diperlukan untuk keadaan emergensi atau
gawat darurat yang dapat mengancam pasien.
PENGERTIAN Pengelolaan obat emergensi ruangan adalah suatu cara yang dilakukan untuk
mengelola dalam hal ini menambah, menggantikan dan controlling obat
emergensi ruangan.
Obat emergensi hanya dipakai dalam keadaan kondisi darurat dan
penyimpanannya harus dijaga, disimpan dalam troll emergensi dengan kondisi
terkunci dimana nomor kuncinya telah teregistrasi di farmasi.
1. Memenuhi ketersediaan jumlah obat emergensi agar selalu tersedia dan
siap pakai.
TUJUAN 2. Obat emergensi dipastikan disimpan pada kondisi yang sesuai dan
terjaga.
3. Melindungi obat emergensi terhadap bahaya kehilangan dan menjaga
agar tidak melewati batas kadaluarsa.
KEBIJAKAN Menjamin ketersediaan obat psikotropika sesuai spesifikasinya dan fungsinya
di rumah sakit

Petugasfarmasi:
PROSEDUR 1. Distribusikan obat emergensi ke ruang perawatan dalam troli emergensi
disertai kunci yang sudah teregister di farmasi
2. Apabila ada pemakaian obat atau alkes emergensi, petugas ruangan
menggunting kunci tersebut

Dokter: Menulis resep pemakaian obat emergency ke farmasi

Perawat:
3. Segera melapor dan menulis pemakaian di formulir dan kepada petugas
farmasi untuk penggantian obat atau alkes dan kunci register dengan
membawa form pemakaian obat/ alkes emergensi dan kunci yang lama
ke instalasi farmasi
PENGELOLAAN OBAT EMERGENSI RUANGAN
RUMAH~A Jl No. Dokumen Revisi Halaman
91 AHUSAOA. 067/FAR-RSBH/SPO 00 2/2

Petugasfarmasi
4. Cocokkan antara resep dengan form pemakaian obat/alkes
PROSEDUR
5. Hargai resep obat/alkes yang terpakai
6. Siapkan obat/alkes emergensi dan memasukkan kembali ke troli
emergensi disertai form pemakaian obat/alkes, kemudian mengunci
dengan kunci plastik bernomor register paling lambat 2 jam setelah
perawat melapor
7. Catat dalam buku ekspedisi tanggal, ruangan, nama obat/alkes, jumlah,
nomor register kunci, tandatangan perawat dan petugas farmasi
8. lakukan monitoring obat/alkes seminggu 3 kali yang meliputi jumlah,
kondisi fisik dan kadaluarsa, obat/alkes yang tiga bulan mendekati
kadaluarsa harus ditarik dar; daftar troll emergensi.
9. Apabila ditemukan troll emergensi tidak dalam kondisi terkunci dan ada
kekurangan obat/alkes, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab
ruangan

UNITTERKAIT Instalasi Rawat Inap, IGD, Radiologi