Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH RESTORASI GIGI

“ Penumpatan Kelas I Oklusal Dengan Bahan Tambalan GI”

Dosen Pengampu :

Etty Yuniarly , S.ST., MPH

Disusun Oleh :

Naomi W N (P07125119001)

Muh. Nashir A (P07125119002)

Maulida Firdausy (P07125119003)

Cendhyca Afira N (P07125119004)

Ellystia Amanda P (P07125119005)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih terhadap
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan materinya.
Saya berharap semoga makalah ini yang berjudul ” Penumpatan Kelas I Oklusal
Dengan Bahan Tambalan GI” Mata kuliah Restorasi Gigi. Dapat menambah pengetahuan
dan pengalaman untuk para pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini
bisa pembaca praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya. Untuk itu saya sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Yogyakarta, 02 November 2020

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI.............................................................................................................ii

BAB I PENDAHLUAN

1.1 Latar Belakang...............................................................................................1


1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................2
1.3 Tujuan............................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Alat, dan Bahan Penanaman Gigi Pada Phantom..........................................4


2.2 Cara Penanaman Gigi.....................................................................................5
2.3 Operator Kerja................................................................................................6
2.4 Alat dan Penumpatan Penumpatan Gigi........................................................6
2.5 Cara Preparasi Gigidan..................................................................................8
2.6 Tahapan Pengadukan.....................................................................................8
2.7 Cara Penumpatan Kelas 1 Oklusal.................................................................9
2.8 Tahapan Setelah Praktikum...........................................................................9

BAB III PENUTUP

3.2 Kesimpulan....................................................................................................10
3.3 Saran...............................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA

ii
ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan gigi dan mulut secara tidak langsung menjadi bagian penting dan
tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh sccara umum sehingga merupakan
irvestasi seumur hidup. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan di
masyarakat luas yaitu karies gigi, karies tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi
dapat pula terjadi pada anak. Salah satu cara penanggulangan karies adalah dengan
membuang jaringan karies dan menumpatnya dengan bahan restorasi.

Bahan restorasi berfungsi untuk memperbaiki dan merestorasi struktur gigi


yang rusak. Bahan yang sering digunakan untuk merestorasi baik gigi sulung maupun
gigi tetap dalam praktek kedokteran gigi adalah bahan restorasi adhesif sewarna gigi.
Bahan restorasi sewarna gigi yang banyak beredar di pasaran salah satunya adalah
Glass lonomer Cement (GIC). Bahan GIC yang pertama kali diperkenalkan pada
bidang kedakteran gigi oleh Wilson dan Kent tahun 1972. Mereka menggabungkan
keunggulan sifat translusen dan pelepasan ion fluor dari semen silikat serta
biokompatibilitas dan sifat adhesif dari semen polikarboksilat.

GIC pada awalnya hanya diindikasikan untuk restorasi karies servik:al atau
lesi abrasi karena tekanan mekanis yang rendah. GIC terus mengallami perbaikan
dalam beberapa sifat fisik dan mekanik dalamn upaya untuk memnperluas aplikasi
GIC dalam bidang kedokteran gigi. Terdapat beberapa jenis GIC berdasarkan
penggunaannya, tipe I untuk material perekat, tipe Il untuk material restorasi dan tipe:
Ill untuk basis atau pelapis. GIC tipe II secara umum merpunyai sifat lebih keras dan
kuat dibandingkan tipe I, karena mempunyai rasio bubuk terhadap cairan lebih tinggi.
Material ini amat berguna dalam merawat pasien gigi anak yang mempunyai risilko
karies tinggi karena melepas fluor dan estetik dapat diterima, juga untuk rest orasi
kelasIll dan V pada dewasa. Bahan GIC terdiri dan bubuk dan cairan. Bubuk pada
GIC adalah kaca calcium fuaroaluminasilicate terdiri dari Silica (SiO.), Alumina (AL,
O), Aluminium Fluoride (AIF ),Calcium Fluoride (CaF. ). Natrium Fluonide (Naf),
dan Aluminium Fosfat (AIPO,) yang larut dalam cairan asam. Lanthanum, stronsium,

1
barium, dan oksida seng ditambahkan untuk mendapatkan sifat radioopak. Cairan GIC
adalah cairan dari asam

1
poliakrilat dengan konsentrasi 40- 50%. Bahan GIC memiliki sifat adhesif dan
mampu melepaskan ion fuor. Pada GiC terdapat 10 hingga 23% ion fuors: lon fluor
terletak di dalam matriks yang dilepaskan dari bubuk kaca pada saat pencampuran
bubuk dan cairan.

Bubuk dan cairan dari GIC bercampur, reaksi setting dimulai dengan
pelepasan ion fluor dari bubuk dengan ion kalsium dan aluminium untuk membangun
matriks semen sebagai ion, garam dan gel. Pada GIC yang baru saja setting memiliki
kandungan fluor lebih banyak danipada kandungan fuor di gigi. Hal ini menyebabkan
terjadinya difusi ion fluor dari GIC ke gigi dengan membentuk kristal ffuoroapatite
untuk membantu gigi melawan proses terjadinya karies gigi. Bahan restoratif yang
memiliki kemampuan pelepasan ion fluor dapat mengurangi terjadinya demineralisasi
gigi di sekitar restorasi. Bahan restorasi GIC menunjukkan efektivitas yang lebih
besar daripada bahan restorasi berbasis resin. lon fluor mampu mengurangi
demineralisasi email dengan mengubah hidroksiapatit dalam.

Pada praktikum pre klinik restorasi ini, kasus yang digunakan tidak
menggunaan pasien melaikan menggunakan phantom cop. Phantom cop itu sendri
dibuat dengan cara penanaman pada phantom gigi. Penanaman gigi pada phantom
adalah pemasang atau menanam gigi pada bahan gips yang sudah di cetak
menggunakan cetakan phantom. Pada menanam phantom gigi yang digunakan adalah
gigi asli yang lengkap sesuai anatomi gigi dan memiliki masalah atau kasus gigi yang
berbeda beda.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja alat dan bahan penanaman gigi pada phantom?
2. Bagaimana cara menanam gigi di phantom?
3. Apa yang perlu kita di persiapkan sebelum memulai melakukan tindakan
penumpatan?
4. Alat dan Bahan apa saja yang digunakan untuk penumpatan kelas 1 oklusal?
5. Apa saja tahapan dalam preparasi dan bagaimana cara mengaduk bahan GI?
6. Bagaimana cara penumpatan kelas 1 oklusal ?
7. Apa yang perlu dilakukan setelah selesai praktikum ?

2
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui alat dan bahan penanaman gigi pada phantom.
2. Untuk mengetahui cara menanam gigi di phantom.
3. Untuk mengetahuipersiapkan sebelum memulai melakukan tindakan penumpatan.
4. Untuk mengetahui lat dan Bahan apa saja yang digunakan untuk penumpatan
kelas 1 oklusal.
5. Untuk mengetahui tahapan dalam preparasi dan bagaimana cara mengaduk bahan
GI.
6. Untuk mengetahui cara penumpatan kelas 1 oklusal.
7. Untuk mengetahui pembersihan setelah selesai praktikum.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Alat , dan Bahan Penanaman gigi :


A. Alat :
1. Phantom

2. Bowl Gips

3. Gips Spatel

4
4. Sendok Takar

5. Koran dan kain

B. Bahan :

1. Gips

2. Air

5
3. Gigi

2.2 Car a Penanaman gigi :


1. Gips dan air dituang dalam bowl
2. Aduk dengan spatula
3. Tuang adonan kedalam phantom
4. Susun gigi pada phantom sesuai dengan
anatomi
5. Biarkan adonan hingga mengeras

2.3 Operator Kerja


A. Persiapan Operator :
1. Memakai Jas Lab
2. Memakai papan nama ( sesuai mahasiswa)
3. Memakai pelindung kepala
4. Memakai Hand scone
5. Memakai Masker
6. Rambut di tata rapi ( Jika yang non hijab )
7. Kuku dipotong rapi

6
2.4 Alat dan Bahan Penumpatan
Alat :
 Handpiece
 Alat OD (Mirror, pincet, excavator, sonde, + bengkok)
 Round bur , fissure bur
 Agate Spatel
 Plastis filling instrumen
 Carver
 Paper pad
 Articulating paper
 Dappen dish
 Bengkok stainless dan bengkok plastic
 Mikromotor

Bahan :
 Powder dan liquid Fuji II GIC (Glass Ionomer Cement)
 Dentin conditioner
 Varnish/ cocoa butter
 Cotton roll dan cotton pelet
 Aquadest

7
2.5 Tahap Preparasi
1. Memasang round bur di micromotor
2. Bersihkan kavitas gigi premolar atau molar dari sisa makanan
3. Membuat acces form/ membuat jalan masuk menggunakan round bur
4. Membuat out line form yaitu bentuk dan batas preparasi dengan cara membuka
lubang karies dengan round bur sampai karies dan kavitas yang kasar terbuang
5. Melebarkan dan membuang jaringan karies dengan fissure bur
6. Membentuk preparasi dimana tumpatan tidak pecah atau tahan terhadap tekanan
kunyah
7. Membersihkan jaringan karies dengan excavator, sampai jaringan karies tidak
ada lagi.
Caranya: dengan menggunakan sonde, ketika sonde digesekan tidak ada lagi
yang menyangkut maka karies sudah hilang
8. Menyelesaikan preparasi kavitas: membersihkan kavitas dari sisa pengeburan,
lalu menyeterilkan kavitas dengan water srynge/ aquadest
9. Pengolesan dentin conditioner selama 15 detik kemudian kavitas dibersihkan
dengan aquadest, dibersihkan dengan cotton pellet sampai warna biru hilang
10. Dikeringkan dan diisolasi menggunakan cotton roll

2.6 Tahap Pengadukan

1. Ambil serbuk Glass Ionomer Kaca (SIK) seberat 2,7 gr/ setara dengan 1 sendok

takar, letakkan di atas paper pad disebelah kiri

2. Teteskan 1 tetes liquid letakkan di sebelah kanan dari serbuk

3. Bagi serbuk menjadi 2 bagian yg sama, bagian pertama dicampur dengan cairan

selama 10 detik, bagian kedua ditambahkan dan diaduk selama 10 detik sampai

didapatkan campuran yg homogen dan konsistensi seperti permen karet (ditarik

keatas tidak terputus)

4. Waktu pengadukan tidak boleh lebih dari 40 detik

5. Cara pengadukan bahan dengan cara melipat/ menggulung

8
2.7 Tahap Penumpatan

1. Masukan adonan GI ke dalam kavitas menggunakan filling instrumen lalu

diratakan dengan carver berbentuk pipih, lalu dibentuk sesuai anatomi gigi

menggunakan carver.

2. Menunggu selama 30 detik, kemudian dipastikan apakah tumpatan sudah sesuai

anatomi gigi dan tidak mengganjal lagi

3. Kemudian tahap terakhir diolesi varnish pada hasil tumpatan, dan ditunggu

selama 30 detik

4. Mengambil cotton roll & cotton pellet dari mulut pasien

Instruksi setelah penumpatan

 Gigi yang ditumpat untuk sementara tidak boleh digunakan makan/ mengunyah

selama ± 1 jam

 Informasi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut

 Informasi cara menyikat gigi yang baik dan benar agar gigi tidak mudah berlubang

dan karies.

 Informasi menyikat gigi setelah makan pagi dan saat mau tidur di waktu malam

hari

2.8 Tahapan setelah Praktikum

1. Mengemas alat dan mencuci nya hingga bersih. Mensterilkan alat yang telah di

cuci.

2. Membersihkan ruangan agar kembali dalam keadaan bersih dan rapi kembali.

3. Setelah mensterilkan alat, langkah selanjutnya alat tadi di kembalikan ke loker

masing masing mahasiswa.

4. Setelah selesai kunci kembali loker tersebut

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Restorasi penumpatan kelas 1 perbaikan gigi yang berlubang atau rusak pada bagian
oklusal (pit dan fissure) gigi posterior, foramen gigi anterior, pit bukal gigi posterior
untuk mengembalikan kepada fungsi bentuk dan penampilan normal.
Dengan disusunnya laporan ini, kami menjadi tahu apa saja alat dan bahan
serta tahapan apa saja yang harus dilakukan dengan benar saat penumpatan kelas 1
oklusal dengan bahan glass ionomer serta mengetahui bagaimana cara reparasi yang
benar, cara mengaduk bahan glass ionomer, teknik penumpatan kelas 1 hingga
tahapan setelah selesai menggunakan ruangan pre klinik.

B. Saran
Mahasiswa mengikuti arahan dosen pembimbing dengan baik, Agar sebelum masuk
ke klinik,
Semua orang diimbau untuk menjaga kesehatan gigi dengan cara menyikat
gigi dengan rutin serta mengurangi makanan yang manis sehingga kebersihan gigi
dan mulut terjaga sehingga tidak menyebabkan karies. Setelah penumpatan, gigi yang
ditumpat untuk sementara tidak diperbolehkan untuk makan ataupun mengunyah
selama kurang lebih 1 jam

10
DAFTAR PUSTAKA

https://classroom.google.com/c/MTQxNjcxNzI4NjE0/m/MTQxNjcwOTE4Mjc2/details

http://fkg.ub.ac.id/wp-content/uploads/2018/07/UN10F14-43-HK0102a-005-SOP-
Requirement-Klinik-IKGA.pdf

https://www.academia.edu/28387478/AKTIVITAS_OPERATOR_DAN_ASSISTANT_SEB
AGAI_FOUR_HANDED_DENTISTRY_TEAM

https://www.google.com/search?

q=google+classroom&oq=google&aqs=chrome.2.69i57j35i39j0i433j0i131i433l2.2238

j0j4&client=ms-android-vivo&sourceid=chrome-

https://www.google.com/search?
q=mikromotor&tbm=isch&ved=2ahUKEwjagpCc877sAhVbzHMBHUrBDsUQ2-
cCegQIABAA&oq=mi&gs_lcp=CgNpbWcQARgAMgQIIxAnMgQIABBDMgUIABCxAzI
FCAAQsQMyBQgAELEDMgUIABCxAzIICAAQsQMQgwEyBQgAELEDMgUIABCxAzI
FCAAQsQM6AggAULHwG1jP8Rtg1IEcaABwAHgAgAHCAYgBvwKSAQMwLjKYAQC
gAQGqAQtnd3Mtd2l6LWltZ8ABAQ&sclient=img&ei=spqMX9rhNduYz7sPyoK7qAw#im
grc=VoJppyguuHGueM