Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

LINTASAN DAN SIRKUIT EULER SERTA LINTASAN DAN SIRKUIT


HAMILTON
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Matematika Diskrit
Dosen Pengampu: Anggar Titis Prayitno, M.Pd.

Disusun Oleh :
1. Adilla Dwi Septia (20181610019)
2. Deby Try Meliana Pertiwi (20181610018)
3. Nazma Yu’tika Fisabqi (20181610002)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KUNINGAN
KUNINGAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat,
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Matematika Diskrit
yang berjudul “Lintasan dan Sirkuit Euler serta Lintasan dan Sirkuit Hamilton”
dengan tepat waktu. Solawat serta salam tak lupa kami curahkan kepada nabi kita
Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan tak lupa kepada kita
selaku umatnya yang insyallah akan selalu taat dan patuh kepada ajarannya hingga
akhir zaman. Aamiin ya robbal alamiin.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada


Bapak Anggar selaku dosen pembimbing mata kuliah Matematika Diskrit yang
telah memberikan tugas ini sehingga kami memperoleh banyak ilmu pengetahuan
dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan tugas ini sehingga kami banyak memperoleh wawasan dan kami juga
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang yang turut terlibat
secara langsung maupun tidak langsung dalam terselesainya makalah ini.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab
itu, diharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah kami untuk
kedepannya. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua terutama
bagi mahasiswa yang mempelajari materi ini.

Kuningan, 23 Desember 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB 1 ..................................................................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2

C. Tujuan .......................................................................................................... 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

A. Lintasan dan Sirkuit Euler ............................................................................ 3

B. Lintasan dan Sirkuit Hamilton ..................................................................... 6

BAB III ................................................................................................................... 9

A. Kesimpulan .................................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 11

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu cabang ilmu matematika yang bermanfaat dalam kehidupan
sehari-hari dan menarik untuk dipelajari adalah teori graf. Teori graf
merupajan pokok bahasan yang sudah tua usianya namun memiliki banyak
terapan sampai saat ini. Graf digunakan untuk merepresentasikan obyek-
obyek diskrit dan hubungan antara obyek-obyek tersebut. Representasi visual
dari graf adalah dengan menyatakan obyek dinyatakan sebagai noktah,
bulatan, atau titik, sedangkan hubungan hubungan antara obyek dinyatakan
dengan sisi. Sebagai contoh adalah sebuah peta jaringan jalan raya yang
menghubungkan sejumlah kota. Sesungguhnya peta tersebut adalah sebuah
graf, yang dalam hal ini kota dinyatakan sebagai titik sedangkan jalan
dinyatakan sebagai sisi.

Seiring dengan perkembangan teori tentang graf, jenis-jenis graf pun


semakin banyak. Dimulai dari graf sederhana, graf ganda, dan hingga
ditemukannya graf komplit. Bahkan masih banyak lagi graf yang lain seperti
sirkuit Euler, sirkuit Hamilton, pohon dan lain-lain.

Lintasan dan sirkuit Euler dilatarbelakangi oleh permasalahan Tujuh


Jembatan Konigsberg yang terkenal pada tahun 1736. Permasalahan tersebut
berbuyi, apakah mungkin seseorang berjalan mengunjungi kota yang dimulai
dan diakhiri pada tempat yang sama dengan melintasi 7 jembatan masing-
masing tepat satu kali? Kemudian masalah Tujuh Jembatan ini dapat
dipecahkan oleh seorang matematikawan dan fisikawan pionir dari Swiss,
beliau menyatakan bahwa masalah Tujuh Jembatan ini dapat dinyatakan
secara matematis yaitu dengan sebuah graf.

Sedangkan lintasan dan sirkuit Hamilton dikembangkan oleh seorang


Matematikawan dari Irish bernama Sir William Rowan Hamilton pada tahun
1859. Sir William Rowan Hamilton mengembangkan permainan yang di beli
dari perusahaan mainan di Dubli. Permainan itu dinamakan Prominent Cities.

1
Tujuan dari permainan itu adalah mencari sirkuit sepanjang jalan yang
terbentuk sehingga di dalam itu terdapat 20 kota dan dapat dilwati tepat satu
kali.

Berdasarkan yang disebutkan di atas, penulis tertarik untuk lebih


mengetahui lagi lebih dalam mengenai lintasan dan sirkuit Euler serta lintasan
dan sirkuit Hamilton.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan lintasan dan sirkuit Euler?
2. Apa yang dimaksud dengan lintasan dan sirkuit Hamilton?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari lintasan dan sirkuit Euler.
2. Untuk mengetahui definisi dari lintasan dan sirkuit Hamilton.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Lintasan dan Sirkuit Euler


Lintasan Euler adalah lintasan yang melalui masing-masing sisi di dalam
graf tepat satu kali. Bila lintasan tersebut kembali ke simpul asal, membentuk
lintasan tertutup (sirkuit), maka lintasan tertutup itu dinamakan sirkuit Euler.
Jadi, sirkuit Euler adalah sirkuit yang melewati masing-masing sisi tepat satu
kali.

Graf yang mempunyai sirkuit Euler disebut graf Euler (Eulerian graph)
sedangkan graf yang mempunyai lintasan Euler disebut graf semi-Euler
(semi-Eulerian graph).

Contoh :

Gambar 1.
Keterangan :
 (a) dan (b) Graf yang mempunyai lintasan Euler (graf semi-Euler)
 (c) dan (d) Graf yang mempunyai sirkuit Euler (graf Euler)
 (e) dan (f) Graf yang tidak memiliki lintasan dan sirkuit Euler

3
Dibawah ini akan diberikan beberapa bukti terkait gambar diatas

1. Lintasan Euler pada graf Gambar 1(a) : 3, 1, 2, 3, 4, 1


Gambar lintasannya (dimulai dari 3)

2. Lintasan Euler pada graf Gambar 1(c) : 1, 2, 3, 4, 7, 3, 5, 7, 6, 5, 2, 6,


Gambar sirkuitnya (dimulai dari 1)

Syarat cukup dan perlu mengenai keberadaan lintasan Euler maupun


sirkuit Euler di dalam suatu graf sangat sederhana yang ditemukan ketika
Euler memecahkan masalah jembatan kӧnigsberg, yang dinyatakan dengan
biimplikasi dalam teorema berikut.

Teorema a.1: Graf terhubung tak-berarah G adalah graf Euler (memiliki


sirkuit Euler) jika dan hanya jika setiap simpul di dalam graf tersebut
berdrajat genap.

Jadi, ketika membuat graf yang memiliki sirkuit Euler harus memenuhi
kondisi berikut:

1. Graf harus terhubung;


2. Semua simpul pada graf berderajat genap.

Jika lintasan yang dilalui tidak membentuk sirkuit, maka lintasan yang
terbentuk adalah lintasan terbuka yang disebut lintasan Euler. Disini, simpul
awal tidak sama dengan simpul akhir. Baik simpul awal maupun akhir di
dalam lintasan Euler berdrajar 1 (ganjil). Karena itu, agar sebuah graf

4
mempunyai lintasan Euler (tetapi bukan sirkuit Euler), maka graf tersebut
harus memiliki tepat dua buah simpul berdrajat ganjil. Persyaratan ini
dinyatakan dalam teorema berikut.

Teorema a.2: Graf terhubung tak-berarah G adalah graf semi-Euler


(memiliki lintasan Euler) jika dan hanya jika di dalam graf tersebut terdapat
tepat dua simpul berderajat ganjil.

Grafik yang memiliki sirkuit Euler pasti mempunyai lintasan Euler, tetapi
tidak sebaliknya. Jika membuat graf yang mempunyai lintasan Euler (tanpa
membentuk sirkuit), maka harus dipenuhi kondisi sebagai berikut:

1. Graf harus terhubung;


2. Gaf memiliki tepat dua buah simpul berderajat ganjil.

Lintasan dan sirkuit Euler juga terdapat pada graf berarah. Teorema yang
menyatakan syarat keberadaan lintasan dan sirkuit Euler pada graf berarah
dinyatakan dengan teorema berikut.

Teorema a.3: Graf terhubung berarah G memiliki sirkuit Euler jika dan
hanya jika G terhubung dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan
derajat-keluar sama. G memiliki lintasan Euler jika dan hanya jika G
terhubung dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan derajak-keluar sama
kecuali dua simpul, yang pertama memiliki derajat-keluar satu lebih besar
derajat-masuk, dan yang kedua memiliki derajat-masuk satu lebih besar dari
derajat-keluar.

Contoh :

Gambar 2

5
Keterangan :

 (a) Graf berarah yang mempunyai sirkuit Euler (a, g, c, b, g, e, d, f, a)


 (b) Graf berarah yang mempunyai lintasan Euler (d, a, b, d, c, b)
 (c) Graf berarah yang tidak memiliki lintasan dan sirkuit Euler.

B. Lintasan dan Sirkuit Hamilton


Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap simpul di dalam graf
tepat satu kali. Bila lintasan itu kembali ke simpul asal membentuk lintasan
tertutup (sirkuit), maka lintasan tertutup itu dinamakan sirkuit Hamilton.
Dengan kata lain, sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap simpul di
dalam graf tepat satu kali, kecuali simpul asal (Sekaligus simpul akhir) yang
dilalui dua kali.

Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan Graf Hamilton,


sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf Semi-
Hamilton.

Gambar 3

Keterangan:

 (a) graf yang memiliki lintasan Hamilton (misal: 3, 2, 1, 4)


 (b) graf yang memiliki sirkuit Hamilton (1, 2, 3, 4, 1)
 (c) graf yang tidak memiliki lintasan maupun sirkuit Hamilton.

Walaupun masalah penentuan lintasan atau sirkuit Hamilton mempunyai


kemiripan dengan masalah lintasan atau sirkuit Euler, namun belum
ditentukan syarat cukup dan syarat perlu yang sederhana. Untuk

6
menunjukkannya digunakan cara pembuatan eksplisit lintasan atau sirkuit
Hamilton.

Diberikan beberapa hasil umum tentang lintasan atau sirkuit Hamilton


dengan menggunakan beberapa syarat cukup (bukan syarat perlu) beberapa
teorema Dirac dan teorema Ore.

Teorema b.1 (Teorema Dirac): Jika G adalah graf sederhana dengan


buah simpul ( ) sedemikian sehingga derajat tiap simpul paling sedikit
⁄ (yaitu, ⁄ untuk setiap simpul di G), maka G adalah graf
Hamilton.

Teorema b.2 (Teorema Ore): Jika G adalah graf sederhana dengan buah
simpul ( ) sedemikian sehingga untuk setiap pasang
simpul tidak-bertetangga dan , maka G adalah graf Hamilton.

Teorema b.3: Setiap graf lengkap adalah graf Hamilton.

Teorema b.4: Di dalam graf lengkap G dengan buah simpul ( )


terdapat sebanyak buah sirkuit Hamilton.

Teorema b.5: Di dalam graf lengkap G dengan buah simpul ( dan


ganjil), terdapat buah sirkuit Hamilton yang saling lepas (tidak
ada sisi yang beririsan). Jika genap dan , maka di dalam G (terdapat
buah sirkuit Hamilton yang saling lepas.

Contoh:

(Persoalan pengaturan tempat duduk). Sembilan anggota sebuah klub


bertemu tiap hari untuk makan siang pada sebuah meja bundar. Mereka
memutuskan duduk sedemikian sehingga setiap anggota mempunyai tetangga
duduk berbeda pada setiap makan siang. Berapa hari pengaturan tersebut
dapat dilaksanakan?

7
Penyelesaian:

Persoalan di atas dapat direpresentasikan oleh sebuah graf dengan


sembilan buah simpul sedemikian sehingga setiap simpul menyatakan
anggota klub, dan sisi yang menghubungkan dua buah simpul menyatakan
kedua simpul tersebut bertetangga tempat duduk (Gambar 4).

Contoh pengaturan tempat duduk adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 1 (garis


tebal) l, dan 1, 3, 5, 2, 7, 4, 9, 6, 8, 1 (garis putus-putus). Ini adalah dua buah
sirkuit Hamilton yang saling lepas. Jumlah pengaturan tempat duduk yang
berbeda adalah (9 – 1)/2 = 4. Jadi, pengaturan tempat duduk yang berbeda itu
dapat diterapkan selama 4 hari, yang setiap harinya setiap peserta mempunyai
tetangga duduk yang berbeda dengan hari sebelumnya.

Gambar 4

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Lintasan Euler adalah lintasan yang melalui masing-masing sisi di dalam
graf tepat satu kali. Ketika lintasan tersebut kembali ke simpul asal,
membentuk lintasan tertutup (sirkuit), maka lintasan tertutup itu dinamakan
sirkuit Euler.

Graf yang mempunyai sirkuit Euler disebut graf Euler (Eulerian graph)
sedangkan graf yang mempunyai lintasan Euler disebut graf semi-Euler
(semi-Eulerian graph).

Terdapat beberapa kondisi yang harus dipenuhi ketika membuat graf


yang memiliki sirkuit Euler, kondisi tersebut yaitu:

1. Graf harus terhubung;


2. Semua simpul pada graf berderajat genap.

Namun ketika membuat graf yang mempunyai lintasan Euler (tanpa


membentuk sirkuit), maka harus memenuhi kondisi sebagai berikut:

1. Graf harus terhubung;


2. Graf memiliki tepat dua buah simpul berderajat ganjil.

Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap simpul di dalam graf
tepat satu kali. Bila lintasan itu kembali ke simpul asal membentuk lintasan
tertutup (sirkuit), maka lintasan tertutup itu dinamakan sirkuit Hamilton.

Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan Graf Hamilton,


sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf Semi-
Hamilton.

9
Dapat disimpulkan bahwa perbedaan sirkuit Euler dan sirkuit Hamilton,
adalah:

1. Dalam sirkuit Euler semua garis harus dilalui tepat satu kali, sedangkan
semua titiknya boleh dikunjungi lebih dari sekali.
2. Dalam sirkuit Hamilton semua titiknya harus dikunjungi tepat satu kali
dan tidak harus melalui semua garis.

10
DAFTAR PUSTAKA

Munir, Rinaldi. 2020. Matematika Diskrit Revisi Ketujuh. Bandung: Informatika


Bandung

11