Anda di halaman 1dari 6

Surat An-Nahl Ayat 65-69

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi
sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
(kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran), (65). Dan
sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami
memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih
antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya, (66). Dan
dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi
orang yang memikirkan. (67). Dan Rabbmu mengilhamkan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-
sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia.’(68). Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah
jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman
(madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan
bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (69)” (an-Nahl: 65-69)

A. Tafsiran
(Ayat 65) Allah swt mengajak para hamba-Nya untuk memperhatikan dalil
dan bukti yang menunjukan kebenaran bahwa Allah swt itu Maha Esa dan Dialah
yang berhak dipertuhan dan pantas disembah. Dalam hal ini, Allah menjelaskan
bahwa Dialah yang menurunkan hujan dari langit, yang dibutuhkan berbagai macam
tanaman-tanaman dipermukaan bumi. Andaikan tidak ada hujan, tentulah bumi
menjadi kering, tandus, dan tak mungkin ditumbuhi oleh tanaman-tanaman dan
rerumputan.
Hal ini menunjukan bahwa Allah berkuasa menghidupkan tanah dan
menyuburkan setelah tidak adanya tanda-tanda kehidupan. Orang-orang yang
memperhatikan kejadian ini tentu akan melihat bukti-bukti yang jelas dan tanda yang
pasti tentang adanya Allah Yang Mahakuasa. Hal ini hanya dapat dipahami oleh
orang yang mau mendengarkan penjelasan Allah, memperhatikan dan memikirkann
tanda-tanda keesaan-Nya. Hal itu terkadang dapat dilakukan dengan penelitian secara
langsung atau mendengarkan dan memahami pengalaman-pengalaman atau hasil
penelitian orang lain dengan sebaik-baiknya.
(Ayat 66) Selanjutnya Allah swt meminta perhatian pada hamba-Nya agar
memperhatikan binatang ternak karena sesungguhnya pada binatang ternak itu
terdapat pelajaran yang berharga, yaitu bahwa Allah memisahkan susu dari darah dan
kotoran. Binatang ternak itu memakan rerumputan, lalu dari memproduksi susu yang
bersih dan bergizi. Itu menunjukan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Luas
Rahmat-Nya bagi para hamba-Nya.
Secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa pada buah dada binatang menyusui
terdapat sebuah kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi air susu. Melalui urat-
urat nadi atau arteri, kelenjar-kelenjar itu mendapatkan pasokan berupa zat yang
terbentuk dari darah dan zat-zat dari sari makanan yang telah dicerna (chyle). Kedua
komponen ini tidak dapat dikonsumsi secara langsung. Kelenjar air susu akan
memproses kedua komponen ini dengan enzim-enzim yang ada, dan menghasilkan air
susu yang dapat dikonsumsi secara langsung. Air susu yang dihasilkannya
mempunyai warna dan aroma yang sama sekali berbeda dengan zat aslinya.
Air Susu Ibu (ASI) memiliki komponen yang tepat guna memenuhi keperluan
nutrisi bayi dan perlindungan terhadap penyakit yang mungkin timbul. Perimbangan
nutrisi yang terkanduung di dalam ASI sangatlah ideal bagi tubuh yang masih sangat
muda. Pada saat yang sama susu bayi juga mengandung nutrien yang memacu
perkembangan otak dan system syaraf. Susu bayi buatan yang dibuat berdasarkan
teknologi yang tinggi saat ini tidak dapat menggantikan makanan bayi yang satu ini.
Unsur anti-infeksi lainnya adalah bahwa ASI memberikan lingkungan yang
baik untuk tumbuhnya bakteri yang “baik”, yang diberi nama “normal flora”. Peran
dari bakteri ini adalah menjadi pelindung terhadap bakteri, virus dan parasite
penyebab penyakit. Lebih lanjut, ASI juga dapat mengatur terjadinya sistem imunitas
(kekebalan tubuh) terhadap berbagai penyakit infeksi. Demikian penjelasan secara
ilmiah.
(Ayat 67) Selanjutnya Allah swt meminta para hamba-Nya agar
memperhatikan buah kurma dan anggur. Dari kedua buah-buahan itu, manusia dapat
memproduksi sakar, yaitu minuman memabukan yang diharamkan dan minuman baik
yang dihalakan. Sebuah dari Ibnu Abbas menjelaskan, “Sakar ialah minuman yang
diharamkan yang berasal dari buah kurma dan anggur. Rezeki yang baik ialah
makanan halal yang bias diproduksi dari kurma dan anggur.
Jadi dari kurma dan anggur, manusia dapat memproduksi berbagai jenis
makanan. Diantaranya ada yang memudaratkan dan ada yang bermanfaat. Yang
memudaratkan dilarang oleh agama, sedangkan yang bermanfaat dibolehkan untuk
diproduksi. Dengan demikian, ayat ini sudah mengandung isyarat bagi mereka yang
berpikiran suci bahwa meminum minuman keras haram hukumnya dan tidak boleh
diproduksi.
Di akhir ayat. Allah swt menegaskan bahwa dalam penciptaan kedua macam
tumbuh-tumbuhan itu terdapat tanda-tanda yang jelas untuk menunjukan keesaan
Tuhan bagi orang-orang yang mempergunakan pikirannya untuk meneliti,
memperhatikan, dan mengambil pelajaran dari penciptaan tumbuh-tumbuhan yang
disebutkan dalam ayat itu.
(Ayat 68) Kemudian Allah swt meminta perhatian para hamba-Nya agar
memperhatikan lebah. Allah telah memberikan naluri kepada lebah sehingga
mempunyai kemahiran untuk membuat sarang dibukit-bukit, di pohon-pohon dan
bangunan-bangunan yang didirikan manusia. Seorang yang mau memperhatikan
bagaimana kemahiran lebah membuat sarangnya, tentu ia akan takjub. Sarang lebah
terbuat dari bahan berupa lilin dan mempunyai bentuk segi enam berangkai yang
menurut para ahli struktur bangunan merupakan ruang yang paling banyak memuat isi
dibandingkan dengan segi-segi lain. Apabila diperhatikan bobotnya, sarang lebah itu
sangat ringan, tetapi dapat menahan beban yang berat yaitu madu, telur, dan embrio-
embrionya. Hal ini juga menjadi bukti yang menunjukan kekuasaan Allah Yang Maha
Esa.
Ayat di atas menggambarkan perikehidupan lebah madu secara singkat namun
akurat sebagai berikut.
1. “….Buatlah sarang-sarang pada sebagian pegunungan dan sebagian
pepohonan, dan pada sebagian tempat-tempat tinggi yang mereka
buat…”. Kelompok lebah diperkirakan terdiri atas, paling tidak, 20.000
jenis. Masing-masing jenis memiliki cara sendiri-sendiri dalam membuat
sarangnya. Mereka menggunakan semua sarana, mulai dari gua-gua yang
terletak dipegunungan, lubang-lubang pada pohon tua, atau membuat
sarang sendiri dan menggantungkannya pada cabang pohon. Mengingat
ayat ini ditunjukan khusus untuk lebah madu, maka uraian tentang sarang
lebah madu akan diuraikan lebih rinci.
Sarang lebah madu, atau lebah pada umumnya, merupakan tempat yang
strategis dan sentral untuk seluruh kehidupan kelompok. Mulai dari tenpat
mengasuh anakan (larva) sampai dengan pusat informasi, semuanya ada
disarang.
Sarang lebah madu terdiri atas bilik-bilik yang serupa berupa lubang-
lubang segi enam (hexagonal) yang nyari sempurna. Para ahli konstruksi
mengakui bahwa bentuk segi enam adalah bentuk yang paling kuat,
menghemat bahan dan ruangan. Bentuk tersebut juga mencegah serangga
lain masuk disela-sela bilik dan membuat sarang.
2. “…Kemudian makanlah dari setiap buah-buahan…” bahan utama yang
dijadikan makanan lebah madu adalah nectar, suatu cairan manis yang
terdapat pada bunga. Sedangkan jenis-jenis lebah lainnya ada juga yang
memperoleh makanan dari sari buah-buahan.
3. “…Dan tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu dalam keadaan mudah….”.
Dalam proses pencarian lapangan bunga, beberapa lebah pekerja dikirim
sebagai pemandu untuk mencari daerah yang potensial. Mereka dapat
terbang sampai sejauh lima kilometre dan akan terus menemukan sampai
jumlah yang cukup untuk dipanen untuk kemudian disampaikan kepada
lebah lainnya.

“Allah mewahyukan kepada lebah” mengandung arti kiasan. Mengapa


wahyu yang biasa diturunkan kepada manusia itu bias diturunkan kepada
bangsa lebah. Kita harus memahami ayat ini dengan memahami apa fungsi
dan tujuan dari Allah menurunkan wahyu. Wahyu bertujuan untuk
memberikan petunjuk. Jadi Allah memberikan petunjuk kepada bangsa lebah
untuk ditaati sepanjang hidupnya oleh setiap lebah sampai kiamat. Berbeda
dengan manusia, dimana ada yang taat dan ada pula yang membangkang
bahkan ada yang mendustakan wahyu dari Allah SWT. Lebah (dan binatang
maupun tumbuhan lainnya) tanpa terkecuai akan menaati dan menjadikanna
sebagai pegangan dan petunjuk hidupnya.
Dalam ayat ini, petunjuk Allah adalah untuk membuat sarang (lebah) pada
tempat-tempat yang dibuat manusia. Ini artinya bahwa Allah menolong
manuisa untuk membudidayakan dan memanfaatkannya seperti yang
dijelaskan dalam An-Nahl 16:69. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari
dunia tumbuhan, dan beberapa di antaranya sangat bermanfaat setelah diproses
lebih lanjut oleh binatang, misalnya madu yang diperoleh dari aktivitas lebah
madu.
Aristoteles adalah orang pertama yang menekuni dan mempelajari madu.
Walaupun banyak teorinya yang tidak masuk akal, apabila dikaji dengan
pengetahuan saat ini, namu harus diakui bahwa dialah pionir dalam penelitian
dan pengungkapan kehidupan lebah. Perhatian manusia diperkirakan sudah
mulai antara 8.000 sampai 15.000 tahun yang lalu. Banyak lukisan-lukisan di
dinding gua prehestorik yang memperlihatkan bagaimana manusia memanen
madu dari sarang lebah madu. Pemeliharaan lebah diduga dimulai di Mesir
sekitar tahun 2400 SM.
(Ayat 69) Allah lalu meminta perhatian para hamba-Na agar memikirkan
bagaimana Allah telah memberikan kemahiran kepada para lebah untuk
mengumpulkan makanan dari berbagai macam bunga-bungaan dan
mengubahnya menjadi madu yang tahan lama dan bergizi. Kemahiran ini
diwariskan lebah secara turun temurun.
Lebah-Lebah mengisap makanan dari bunga-bungaan kemudian masuk
kedalam perut dan dari perutnya dikeluarkan madu yang bermacam-macam
warnanya. Ada yang putih, ada yang kekuningan-kuningan dan ada pula yang
kemerah-merahan, sesuai dengan jenis lebah itu dan bunga-bungaan yang ada
disekitarnya.
Diantara manfaat madu ialah untuk ketahanan tubuh dan mungkin pula
sebagai obat berbagai penyakit. Hal ini dapat diterima oleh ilmu pengetahuan,
antara lain karena madu mudah dicerna dan mengandung berbagai macam
vitamin.