Anda di halaman 1dari 12

LAPORA LENGKAP

FISIKA DASAR
Program Studi Pend. Kimia

Percobaan II
GERAK JATUH BEBAS
Oleh :
Nama : 1. Sakinah A 251 20 021
2. Risnawati A 251 20 032
3. Nanda Aprilia Lampasio A 251 20 047
Kelompok : 2
Asisten : Hesti Londong Padang

LABORATORIUM PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
LEMBAR KOREKSI
PERCOBAAN II
GERAK JATUH BEBAS

NAMA ANGGOTA : 1. Sakinah (A 251 20 021)


2. Risnawati (A 251 20 032)
3. Nanda Aprilia Lampasio (A 251 20 047)
KELOMPOK : II (Dua)
ASISTEN : Hesti Londong Padang

NO HARI / TANGGAL KOREKSI PARAF


1. Senin / 7 Desember 1.dasar teori AC+
2020 2. pembahasan
GERAK JATUH BEBAS
I. Tujuan

Mahasiswa mampu menentukan besar percepatan gravitasi bumi (g).

II. Dasar Teori


Gerak jatuh bebas adalah gerak jatuh benda dengan arah vertikal dari
ketinggiantertentu tanpa kecepatan awal(v0 = 0), jadi gerak benda hanya
dipengaruhi olehgravitasi bumi(Coletta, 1995).Gerak jatuh bebas adalah benda
yang jatuh karena pengaruh gaya gravitasi bumi.
Percepatan konstan untuk jatuh bebas ini dinamakan percepatan
akibatgravitasi(acceleration due to gravity) dan besarnya dilambangkan dengan
huruf g.Karena g adalah magnitudo dari sebuah besaran vektor, g selalu
mempunyai nilaipositif(Young et al, 2002).Menurut Sutrisno(1986) benda
dikatakan melalukan gerak jatuh bebas jikabenda tersebut tanpa kecepatan
awal(v0 = 0) dan tidak dipengaruhi oleh gaya dorongmelainkan dipengaruhi oleh
gaya gravitasi bumi. Gerak jatuh bebas(GJB) termasuk kedalam gerak lurus
berubah beraturan(GLBB) di percepat. Percepatan yang dialamibenda ini adalah
akibat gaya tarik gravitasi bumi. Karena syarat gerak jatuh bebasadalah kecepatan
awalnya nol maka berlaku persamaan GLBB sebagai berikut :

v = v0 + at
s = v0 t + ½ at2

v2 = 2as

Karena pada gerak jatuh bebas kecepatan awal(v0) = 0 sehingga pada rumus
v0dihilangkan, s pada persamaan diatas diganti dengan h yang menyatakan
ketinggiandan percepatan yang dialami benda adalah percepatan gravitasi bumi,
maka berlakurumus :
v = gt
h = ½ gt2
v2 = 2gh

Keterangan :
v = kecepatan akhir benda(m/s).
t = waktu(s).
h = ketinggian benda(m).
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Untuk lebih jelasnya gerak jatuh bebas dapat dilihat pada Gambar berikutini.

Dari persamaan waktu jatuh, terlihat bahwa waktu jatuh benda bebas
hanyadipengaruhi dua faktor yaitu ketinggian(h) dan percepatan gravitasi
bumi(g). Besaranbesaran lain tidak mempengaruhi waktu jatuh. Artinya meskipun
berbeda beratnya,dua benda yang jatuh dari jarak yang sama dan pada tempat
yang sama akan jatuhdalam waktu yang bersamaan. Tetapi apabila benda tidak
jatuh bersamaan maka halitu dikarenakan adanya gesekan udara(Mansfield et al,
1998).
Penerapan Gerak Jatuh Bebas dalam Kehidupan
Berikut ini merupakan penerapan gerak jatuh bebas dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengukur Ketinggian Bangunan
Untuk mengukur ketinggian bangunan, tidak perlu menggunakan meteran
seperti halnya mengukur panjangnya kayu. Cobalah untuk melemparkan batu atau
benda lain dari puncak bangunan tersebut. Lalu, hitung lama benda untuk sampai
ke tanah. Setelah waktunya diketahui, masukkan besaran waktu tersebut pada
persamaan ketinggian (h) gerak jatuh bebas.
2. Mengukur Kedalaman Kolam
Jika ingin mengetahui kedalaman kolam tetapi tidak memiliki meteran
untuk mengukurnya, gunakan prinsip gerak jatuh bebas. Lemparkan batu dari
permukaan kolam dan catat waktu yang diperlukan batu untuk mencapai dasar.
Teori ini akan berhasil jika kolam dalam keadaan kosong. Artinya, belum terisi
oleh air.

III. Alat dan Bahan


1. Laptop/notebook/PC
2. Aplikasi virtual lab massa jenis zat
3. Pena bolpoin
4. Lembar kertas
5. Lasers
6. Detectors
7. Timer
8. Bola pejal/berongga
9. Light Gate Separation

IV. Prosedur Kerja


1. Buka aplikasi virtual lab untuk percobaan koefisien muai panjang
2. Tampilan aplikasi virtual lab untuk percobaan penentuan g melalui Gerak Jatuh
Bebas tampak seperti gambar berikut:
Cara I Bola Pejal (Solid)
1. Aturlah posisi detector dan laser pertama (h1) dan kedua (h2) sesuai tabel

No. h1 (cm) h2 (cm) t (s) g (m/s2)

1 0 30

2 0 40

3 0 50

4 0 60

5 0 70

6 0 80

2. Lepaskan bola tersebut kemudian catat penunjukan waktu setelah bola


melewati detector kedua
3. Ulangi untuk data kedua sampai keenam dan catat kembali penunjukan
waktunya
4. Hitunglah nilai percepatan gravitasi (g) untuk setiap data
5. Buatlah kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan anda!
Cara II Bola Berongga (Hollow)
1. Ganti jenis bola yang digunakan menjadi bola berongga
2. Aturlah posisi detector dan laser pertama (h1) dan kedua (h2) sesuai tabel

No. h1 (cm) h2 (cm) t (s) g (m/s2)

1 0 30

2 0 40

3 0 50

4 0 60

5 0 70

6 0 80

3. Lepaskan bola tersebut kemudian catat penunjukan waktu setelah bola melewati
detector kedua
4. Ulangi untuk data kedua sampai keenam dan catat kembali penunjukan
waktunya
5. Hitunglah nilai percepatan gravitasi (g) untuk setiap data
6. Buatlah kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan anda!

V. Hasil Pengamatan
1. Bola Pejal (Solid)

No h1 ( cm ) h2 ( cm ) t (s) g ( m/s 2 )
.
1 0 30,2 0,24 10,48
2 0 40,1 0,28 10,22
3 0 50 0,32 9,76
4 0 60,2 0,35 9,82
5 0 70,1 0,37 10,24
6 0 80,2 0,40 10,02
2. Bola Berongga (Hollow)

No h1 ( cm ) h2 ( cm ) t (s) g ( m/s 2 )
.
1 0 30,2 0,31 6,28
2 0 40,1 0,37 5,85
3 0 50 0,42 5,66
4 0 60,2 0,48 5,22
5 0 70,1 0,54 4,80
6 0 80,2 0,59 4,60

VI. Analisa Data

2h
Dalam mencari nilai gravitasi benda, gunakan rumus g= . misalnya, pada bola
t2
pejal nilai h = 0,302 dikalikan dengan 2, kemudian di bagi dengan nilai t yang
sudah di kuadratkan, setelah di hitung maka itulah hasil dari gravitasi benda.

VII. Pembahasan

Gerak jatuh bebas adalah gerak yang mengakibatkan benda melewati


lintasan berbentuk lurus karena pengaruh gaya gravitasi bumi. Gerak jatuh bebas
mengakibatkan gesekan dan perubahan kecil percepatan terhadap ketinggian.
Percepatan gerak jatuh bebas disebabkan oleh gaya gravitasi bumi yang besarnya
9,8 m/s2 dan berarah menuju pusat bumi. Gesekan yang dimaksud disini adalah
gesekan antara benda dan udara.
Berdasarkan pengamatan pada percobaan ini diketahui bahwa semakin
tinggi benda yang dijatuhkan kebumi maka waktu yang diperlukan benda untuk
sampai kebumi maka waktu yang diperlukan semakin lama. Hal ini dipengaruhi
oleh adanya gesekan udara. Namun gesekan udara disini dapat diabaikan karena
pada waktu melakukan percobaan diakukan diruang terbuka.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah kami lakukan bahwa, sebagian
besar nilai gravitasi benda hasil praktikum tidak sama dengan ketetapan gravitasi
bumi. Dimana nilai gravitasi benda hasil praktikum yang kami lakukan
2h 2 . 0,302 0,604
1 ¿ g= 2
= 2 = = 10,48 m/s 2
t (0,24) 0,0576
2 h 2 . 0,401 0,802
2 ¿ g= 2
= 2 = = 10,22 m/s 2
t ( 0,28) 0,0784
2 h 2. 0,5 1
3 ¿ g= 2
= 2 = = 9,76 m/s 2
t (0,32) 0,1024
2 h 2 . 0,602 1,204
4 ¿ g= = = = 9,82 m/s 2
t 2 ( 0,35)2 0,1225
2 h 2 . 0,701 1,402
5 ¿ g= 2
= 2 = = 10,24 m/s 2
t ( 0,37) 0,1369
2 h 2. 0,802 1,604
6 ¿ g= = = = 10,02 m/s 2
t 2 (0,40)2 0,16
2 h 2. 0,302 0,604
7 ¿ g= 2
= 2 = = 6,28 m/s 2
t (0,31) 0,0961
2 h 2. 0,401 0,802
8 ¿ g= 2
= 2 = = 5,85 m/s 2
t (0,37) 0,1369
2 h 2 .0,5 1
9 ¿ g= 2
= 2 = = 5,66 m/s 2
t (0,42) 0,1764
2 h 2 . 0,602 1,204
10 ¿ g= 2
= 2 = = 5,22 m/s 2
t ( 0,48) 0,2304
2 h 2. 0,701 1,402
11 ¿ g= 2
= 2 = = 4,80 m/s 2
t ( 0,54) 0,2916
2h 2 . 0,802 1,604
12 ¿ g= 2
= 2 = = 4,60 m/s 2
t (0,59) 0,3481

Sementara ketetapan gravitasi bumi yaitu 9,8 m/s2, hanya ada dua gravitasi
benda hasil praktikum yang sama dengan ketetapan gravitasi yaitu pada bola pejal
dengan ketinggian 50 cm nilai gravitasinya 9,76 m/s 2 atau di bulatkan menjadi 9,8
m/s2 dan pada ketinggian 60,2 cm nilai gravitasinya 9,82 atau disederhanakan
menjadi 9,8 m/s2. Ini berarti tejadi kesalahan dalam praktikum, sehingga nilai
gravitasi benda tidak semuanya sama dengan ketetapan gravitasi bumi. Nilai
gravitasi benda tersebut di dapat dari persamaan
2h
g= , bisa diketahui bahwa gravitasi benda berbanding lurus dengan ketinggian
t2
dan berbanding terbalik dengan waktu.
Adapun fungsi dari alat dan bahan yang digunakan yaitu : Lasers dan
Detectors berfungsi sebagai skala dalam mengukur ketinggian benda, Timer
berfungsi untuk mengukur lamanya bola mengalami gravitasi, Bola
pejal/berongga berfungsi sebagai objek yang di ukur, Light Gate Separation
berfungsi untuk menghitung ketinggian yang di capai benda.
Kemudian prosedur kerja dari percobaan ini yaitu, pertama buka aplikasi
virtual lab percobaan II, kedua sesuaikan alat ukur ketinggian pertama dan kedua
sesuai dengan format yang diminta, ketiga tekan tombol release, keempat hitung
berapa timer yang dibutuhkan benda dan berapa nilai ketinggian kedua benda.

VIII. Kesimpulan
Yang dapat diambil dari pembahasan di atas yaitu :
1. Berdasarkan praktikum kesimpulan yang dapat diambil yaitu Gerak jatuh
bebas adalah gerak yang mengakibatkan benda melewati lintasan berbentuk lurus
karena pengaruh gaya gravitasi bumi, dan nilai gravitasi benda hasil praktikum
hanya ada dua nilai yang sama dengan ketetapan gravitasi bumi, yang lainnya
hasilnya berbeda. Serta gravitasi benda berbanding lurus dengan ketinggian dan
berbanding terbalik dengan waktu.
2. Berdasarkan pengamatan pada percobaan ini diketahui bahwa semakin
tinggi benda yang dijatuhkan kebumi maka waktu yang diperlukan benda untuk
sampai kebumi maka waktu yang diperlukan semakin lama. Hal ini dipengaruhi
oleh adanya gesekan udara. Namun gesekan udara disini dapat diabaikan karena
pada waktu melakukan percobaan dilakukan diruang terbuka.
3. Berdasarkan hasil praktikum yang telah kami lakukan bahwa, sebagian
besar nilai gravitasi benda hasil praktikum tidak sama dengan ketetapan gravitasi
bumi, hanya ada dua gravitasi benda hasil praktikum yang sama dengan ketetapan
gravitasi yaitu pada bola pejal dengan ketinggian 50 cm nilai gravitasinya 9,76
m/s2 atau di bulatkan menjadi 9,8 m/s2 dan pada ketinggian 60,2 cm nilai
gravitasinya 9,82 atau disederhanakan menjadi 9,8 m/s2. Ini berarti tejadi
kesalahan dalam praktikum, sehingga nilai gravitasi benda tidak semuanya sama
dengan ketetapan gravitasi bumi.

DAFTAR PUSTAKA

Klotildajenirita.2019.”Percobaan Gerak Jatuh Bebas”.https://www.slideshare.net/


KLOTILDAJENIRITA/percobaan-gerak-jatuh-bebas. [diakses tanggal 4
desember 2020].

Universitas Sumatera Utara.tanpa tahun.”BAB 2 Landasan Teori”.http://repository.


usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/51159/Chapter%20II.pdf?
sequence=3&isAllowed=y#:~:text=Gerak%20jatuh%20bebas%20adalah
%20gerak,karena%20pengaruh%20gaya%20gravitasi
%20bumi.http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/51159/
Chapter%20II.pdf?sequence=3&isAllowed=y#:~:text=Gerak%20jatuh
%20bebas%20adalah%20gerak,karena%20pengaruh%20gaya
%20gravitasi%20bumi. [diakses tanggal 4 desember 2020].

Ningsih Ayu Sri.2015.”Laporan Gerak Jatuh Bebas”.http://sanphysicsedc.


blogspot.com/2015/06/laporan-gerak-jatuh-bebas.html. [diakses tanggal 8
desember 2020].