Anda di halaman 1dari 22

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN TUMBUHAN DAN

HEWAN SERTA SISTEM ORGAN

Tugas Makalah

Disusun Sebagai Syarat Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Biologi di Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh :

Kelompok : 3

1. Nanda Aprilia Lampasio (A 251 20 047)


2. Nabila Rifka Aprilia (A 251 20 019)
3. Sakinah (A 251 20 021)
4. Qira Atul Mar’iyah (A 251 20 016)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU


PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU
OKTOBER, 2020

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat


dan izin- Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan

makalah dengan judul Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan dan Hewan serta

Sistem Organ tepat pada waktunya. Shalawat dan salam atas junjungan Nabi
Muhammad SAW sebagai rahmatan lilalamin yang telah mengantarkan umatnya
dari jalan kegelapan kejalan yang terang benderang.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis sangat
mengharapakan kritikan dan saran yang membangun demi menyempurnakan
makalah ini.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan dan


bantuan yangdiberikan semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Tinombo, 27 Oktober 2020

Penulis
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN 
JUDUL .......................................................................................  i
KATA PENGANTAR ................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN 
1.1 LatarBelakang ................................................................................................ 1
1.2 RumusanMasalah ............................................................................................ 1
1.3 Tujuan ...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN MATERI 
1.1 Sistem organ dan pembentuk sistem………………………………………….3
1.2 Fungsi Jaringan pada Tumbuhan .................................................................... 8
1.3 Fungsi jaringan pada hewan……………….………………………………………… 12
BAB III PENUTUP 
1.1 Kesimpulan ................................................................................................... 17
1.2 Saran ………………………………………………………………………. 17

DAFTAR PUSTAKA
iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tumbuhan memiliki peranan penting dalam menjaga kelangsungan dan
keseimbangan kehidupan didunia ini. Tumbuhan hijau, misalnya memiliki
peran sangat sentral didalam menyediakan makanann bagi dirinya sendiri dan
bagi makhluk hidup lain dengan kemampuan mengadakan fotosintesis.
Melalui proses fotosintesis, tumbuhan juga menghasilkan oksigen yang
digunakan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Tumbuhan yang tidak 
berwarna hijau daun, juga memiliki peranan penting dalam kehidupan. Di
dalam ekosistem jamur saprofit berperan dalam mnguraikan zat anorganik,
dan mengembalikannya kepada lingkungan abiotik.
Setiap makhluk hidup tentu mengalami proses tumbuh dan berkembang. Pada
saat itu, sel – sel yang menyusun tubuh menjadi terspesialisasi untuk
menjalankan berbagai fungsi hidup. Beberapa sel di antaranya bergabung
menjadi satu kesatuan membentuk jaringan.
Jaringan merupakan sekelompok sel yang memiliki bentu, susunan, dan fungsi
yang sama. Pada umumnya, dikenal dua tipe jaringan, yaitu jaringan
sederhana (tersusun dari satu tipe sel) dan jaringan kompleks (tersusun dari
banyak tipe sel). Berbagai macam jaringan dapat ditemukan pada organ tubuh
makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Makalah ini akan membahas
tentang macam jaringan yang terdapat pada tumbuhan dan hewan.
1.2 Rumusan Masalah
A. Apa fungsi sistem dan organ pembentuk sistem
B. Apa fungsi jaringan pada tumbuhan
C. Apa fungsi jaringan pada hewan

1.3 Tujuan Penulisan Makalah


A. Mengetahui apa saja fungsi sistem dan organ pembentuk sistem
B. Mengetahui apa saja fungsi dari jaringan pada tumbuhan
C. Mengetahui apa saja fungsi jaringan pada hewan
2

BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Sistem organ dan pembentuk sistem


Sistem organ merupakan sekumpulan organ yang bekerja sama untuk
melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.Setiap organ pada tumbuhan
mempunyai fungsi tertentu yang khusus dan saling berhubungan serta saling
mendukung satu sama lainnya. Hal ini akan membentuk fungsi yang sempurna
dan saling melengkapi untuk menghasilkan fungsi tersendiri dari srtuktur
organ tumbuhan tersebut. Organ tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun,
bunga dan buah.
2.1 Struktur Organ Tumbuhan
3.1 Akar
Akar ialah bagian tanaman yang terdapat didalam tanah.Pada tumbuhan
tingkat tinggi yakni dikotil dan monokotil akarnya sudah merupakan akar
sejati.Sedangkan untuk tumbuhan tingkat rendah seperti lumut, akar
mempunyai struktur yang amat kuat.Hal ini terbukti dengan
kemampuannya untuk menerobos beberapa lapisan tanah yang keras.
1) Fungsi akar ialah :
Sebagai alat absorbsi air, nutrisi berbagai garam mineral yang terlarut
didalam tanah dan pengokoh tumbuhan pada tempat tumbuhnya.
2) Struktur Akar
Bagian akar terbagi menjadi struktur luar dan struktur dalam. Struktur luar
akar terdiri atas tudung akar, batang akar, percabangan akar ( hanya pada
dikotil ) dan bulu-bulu akar. Sementara itu, struktur bagian dalam akar
( anatomi akar ) terbentuk oleh jaringan epidermis, korteks, endodermis
dan stele ( silinder pusat )/empulur. Bagian-bagian akar tersebut tersusun
berurutan dari luar ke dalam.

3.2 Batang
Batang ialah bagian tubuh tumbuhan yang ada diatas tanah, serta tempat
melekatnya daun, bunga dan buah.
1) Fungsi Batang ialah :
Sebagai penyokong dari tumbuhan itu sendiri,untuk mentransformasikan
zat-zat makanan ke seluruh tumbuhan,untuk mengangkut air dan mineral
dari akar dari daun, serta zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian
tumbuhan.
2) Struktur Batang
(1) Kulit luar memiliki dinding luar sel-sel yang menebal dan
bermodifikasi menjadi rambut-rambut halus, duri dan lentisel.
(2) Kulit pertama, terletak disebelah dalam epidermis, terususn dari
jaringan parenkim dan jaringan penunjang.
(3) Kulit dalam, merupakan batas antara korteks dan stele biasanya disebut
florterma yang mengandung amilum/sarung tepung.
(4) Silinder pusat, tersusun dari jaringan parenkim yang membentuk
empulur batang.Pada tumbuhan dikotil batang mengalami perubahan
menjadi jaringan primer ( bakal daun, tunas ketiak, epidermis korteks,
ikatan pembuluh dan empulur ). Sedangkan pada tumbuhan monokotil
batang berkembang menjadi bakal daun, bakal tunas ketiak, epidermis,
ikatan pembuluh tersebar, empulur yang berada ditengah lingkaran
batang merupakan organ tumbuhan yang selalu mengalami
pertumbuhan memanjang.
3.3 Daun
Daun merupakan salah satu organ yang sangat memegang peranan penting
dalanm kehidupan tumbuhan ialah daun. Mengapa demikian !!karena pada
daun terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan berbagai bahan makana
untuk pertumbuhan. Didalam daun terdapat zat warna yang disebut
klorofil yakni semacam pigmen yang dimiliki oleh berbagai organisme
yang berperan dalam proses fotosinesis. Daun ini dibedakan menjadi daun
tunggal dan daun majemuk. Berdasarkan susunannya, tulang daun yang
menyirip ( misal : mangga dan jambu ), menjari ( misal : singkong ) dan
sejajar ( misal : jagung, tebu, padi dan alang-alang ). Jika anda membuat
irisan melintang daun dan mengamatinya mulai dari bagian atas ke bawah,
terlihat susunannya terdiri atas epidermis atas, mesofil, berkas pembuluh
angkut dan epidermis bawah.

1) Fungsi Daun ialah :


Tempat memasak zat-zat makanan yang diserap oleh akar, sebagai alat
pernapasan bagi tumbuhan, sebagai tempat terjadinya penguapan
air,sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, sebagai alat untuk
perkembangbiakan tumbuhan.
2) Struktur Daun
Struktur daun dibagi menjadi 2 yaitu :
(1) Struktur luar daun yang dibedakan menjadi beberapa jenis
diantaranya :
- Berdasarkan bentuk daun, yaitu pipih, melebar dan berwarna hijau.
- Berdasarkan bentuk tulang daun, yaitu menyirip, sejajar dan menjari.
- Berdasarkan bentuk tepi daun, yaitu tepi rata dan tepi bergerigi.
- Berdasarkan jumlah daun yaitu daun tunggal dan daun majemuk.
- Berdasarkan susunan daun yang melekat pada tangkai, yaitu flotaksis
berseling, flotaksis berhadapan dan flotaksis terpusat.
- Berdasarkan bentuk, yaitu dau bundar, daun jorong, daun bulat telur
dan daun bentuk jantung.
(2)Struktur dalam daun yang terdiri dari :
-Epidermis yang terdapat dipermukaan atas dan bawah daun.Epidermis
dilapisi oleh lapisan lilin yang disebut kutikula.Pada bagian ini
terdapat stomata yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
- Palisade ( jaringan tiang ) tersusun rapat seperti tiang, terdapat
kloroplas yang mengandung klorofil.
- Spons ( jaringan bunga karang ), pada bagia terdapat berkas
pengangkutan yang berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan
hasil fotosintesis.

3.4 Bunga
Pada tumbuhan bunga ini hanya muncul pada fase-fase tertentu, yaitu pada
fase dimana tumbuhan akan memulai perkembangbiakan ( fase
reproduksi ). Buah merupakan organ tumbuhan yang terbentuk setelah
bunga mengalami proses penyerbukan. Dengan demikian, organ bunga
dan buah disebut pula sebagai organ tambahan.Morfologi bunga pada
tumbuhan tinggi terdiri atas mahkota bunga, kelopak bunga, putik dan
benang sari.
(1) Tangkai bunga, ialah bagian tumbuhan yang berfungsi untuk
menghubungkan dengan batang.
(2) Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang paling luar.

(3) Mahkota bunga merupakan bagian bunga yang terletak disebelah


dalam kelopak benang sari, merupakan alat kelamin jantan yang terdiri
dari tangkai sari dan kepala sari.
(4) Putik merupakan alat kelamin betina.
1). Fungsi bunga :
Bunga menyediakan platform untuk sistem reproduksi seksual dari
tanaman (andresium – jantan dan ginesium – betina) – baik bunga
berumah satu dan dua. Dalam serbuk sari bunga dan ovula diproduksi
biasanya melalui proses meiosis.Penyerbukan terjadi dan ovula
terbentuk, menjadi biji, dengan ovarium yang bengkak biasanya
membentuk menjadi buah (atau polong biji). Menyediakan mekanisme
untuk menarik penyerbuk untuk memfasilitasi penyerbukan (kelopak)
– bunga berumah satu dan bunga berumah dua.Bunga memberikan
atraktan visual untuk banyak penyerbuk (serangga, burung, binatang
dll), ini juga kadang-kadang terkait dengan bau beraroma seperti
nektar.Ini sebagai “umpan” untuk menarik serangga yang kemudian
mentransfer serbuk sari antara bunga-bunga dan memfasilitasi
penyerbukan (baik penyerbukan silang atau penyerbukan
sendiri).Menyediakan platform untuk ovula dibuahi untuk berkembang
dan didistribusikan sebagai buah dan biji – bunga berumah satu dan
bunga berumah dua betina saja.

3.5 Buah Dan Biji


Buah merupakan organ tumbuhan yang terbentuk setelah bunga
mengalami proses penyerbukan. Daging buah bagi tanaman berguna untuk
melindungi biji. Bagi makhluk lain, daging buah merupakan bagian yang
biasanya dimakan. Sedangkan biji tidak terbungkus daging buah, seperti
biji kedelai, kacang tanah, padi.Ada juga buah berbiji tunggal seperti
mangga, kelengkeng dan rambutan. Buah yang berbiji banyak ( majemuk )
seperti pepaya, sirsak dan jambu biji.
1) Fungsi buah dan biji :
Buah berfungsi sebagai pelindung bagi biji dan juga sebagai tempat
cadangan makanan. Biji berfunsi sebagai alat perkembangbiakan
generatif ( kawin ) tumbuhan. Melekatnya serbuk sari di atas kepala
putik penyerbukan pembuahan bakal buah dan biji berkembang
menjadi buah.

Biji yang mengandung embrio atau lembaga berfungsi sebagai alat


perkembangbiakan bagi tumbuhan.Buah tunggal: buah yang dibentuk
oleh hanya satu bakal buah saja, contoh: buah mangga dan pepaya.
Buah agregat: buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari satu
bunga, misalnya: buah murbai.Buah majemuk atau buah berganda:
buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah dari banyak bunga,
contohnya : buah nanas, nangka dan keluwih.

2.2 Sruktruk Sistem Organ Hewan


Sistem organ pada hewan merupakan kumpulan organ-organ pada hewan
multiseluler yang saling berkumpul untuk melakukan suatu fungsi
tertentu.Hewan multiseluler hidupnya ditopang oleh sistem organ yang sangat
kompleks, tidak seperti hewan bersel satu yang masih sangat sederhana. Pada
hewan vertebrata terdapat sembilan sistem organ antara lain :
1) Sistem pernapasan, Sistem ini memiliki peran memproduksi oksigen dan
mengeluarkan sisa metabolisme yang berupa karbondioksida.Sistem
pernapasan terdiri dari lubang hidung, faring, trakea, bronkus dan paru-
paru.Pernapasan digunakan untuk menghasilkan energi dengan
menyederhanakan senyawa-senyawa organik.
2) Sistem peredaran darah, Sistem ini memiliki peran untuk mengangkut sari-
sari makanan hasil pecernaan dari usus halus ke seluruh tubuh
hewan.Sistem peredaran darah ini terdiri dari jantung, darah, pembuluh
limfa, pembuluh darah arteri, vena dan kalenjar limfa.
3) Sistem rangka, Sistem ini memiliki peran untuk melekatkan otot-otot,
membentuk tubuh, menyimpan meneral dan melindungi organ bagian
dalam yang lebih lunak. Sistem rangka pada hewan vertebrata dapat kita
bedakan menjadi dua macam yaitu:
(1) Sistem skeleton aksial terdiri dari tulang tengkorak, tulang dada, tulang
belakang, tulang iga serta tulang selangka.
(2) Sistem apendikular terdiri dari tulang tungkai atas dan tungkai bawah.
Pada tungkai atas terdiri dari tulang belikat, tulang lengan atas, tulang
lengan bawah, tulang pengupil, tulang hasta, tulang telapak tangan,
tulang pergelangan tangan dan tulang jari sedangkan pada tungkai
bawah terdiri dari tulang paha, tulang tempurung, tulang pergelangan
kaki, jari kaki, tulang telapak kaki dan tulang tumit.

4) Sistem pencernaan, Sistem ini memiliki peran untuk mencerna makanan


sehingga sari-sarinya dapat diserap oleh tubuh. Sistem pencernaan pada
hewan terdiri dari mulut yang di dalamnya terdapat ludah, gigi dan lidah,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus, hati, kalenjar-
kalenjar pencernaan serta pankreas.
5) Sistem otot, Sistem ini memiliki peran atau fungsi untuk membentuk
tubuh, menggerakan bagian mekanik tubuh serta menyimpan glikogen.
Sistem otot terdiri dari otot rangka, otot polos dan otot jantung.
6) Sistem saraf, Sistem ini memiliki peran atau fungsi untuk menerima dan
merespon rangsangan. Sistem saraf terdiri dari dua macam yakni sistem
saraf pusat (otak besar, otak kecil, batang otak dan sumsum tulang
belakang) dan sistem saraf tepi ( 12 pasang saraf otak serta 31 pasang saraf
punggung).
7) Sistem reproduksi, Sistem reproduksi memiliki fungsi sebagai alat
perkembangbiakan. Sistem ini terdiri dari dua jenis yakni sistem
reproduksi jantan dan betina.Pada hewan jantan sistem reproduksinya
terdiri dari testis, vasdeferens, duktus epididimis, kelenjar prostat serta
uretra.Sedangkan pada hewan betina, sistem reproduksinya terdiri dari
indung telur, rahim, oviduk dan vagina.
8) Sistem ekskresi, Sistem ini berperan untuk mengeluarkan sisa-sisa proses
metabolisme tubuh hewan sehingga keseimbangan cairan tubuh dapat
terjadi. Sistem ekskresi misalnya ginjal dan kantung urine.
9) Sistem hormon, Sistem hormon berperan untuk menghasilkan hormon
yang dibutuhkan oleh tubuh hewan. Misalnya dinding usus halus dapat
mengeluarkan hormon yang merangsang pengeluaran enzim.

1.2 Fungsi jaringan pada tumbuhan


Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan
struktur yang sama. Berikut gambaran jaringan yang terdapat pada bagian akar,
batang dan daun tumbuhan :

a. Bagian akar

b. Bagian batang
9

c. Bagian daun

Terdapat 6 macam jaringan pada tumbuhan, yaitu sebagai berikut.

1) Jaringan Meristem
Jaringan meristem tersusun oleh sel-sel embrional. Membran selnya tipis,
ruang sel penuh dengan protoplasma, dan vakuolanya kecil. Jaringan
meristem merupakan jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri. Fungsi
dari jaringan meristem yaitu melakukan pembelahan. Jaringan ini terletak
di ujung akar dan ujung batang. Jaringan ini dapat meregang, membesar,
dan berdiferensiasi menjadi jaringan lainnya ketika dewasa. Berdasarkan
lokasinya, jaringan meristem terdiri dari 3 macam, yaitu apikal (ujung)
akar, lateral (samping) akar, dan interkalar(ruas) akar.
2) Jaringan Dasar (Parenkim)
Jaringan dasar disebut juga jaringan parenkim. Jaringan parenkim
merupakan jaringan yang paling banyak dam umum dijumpai juga
memiliki dinding sel yang tipis. Fungsinya yaitu untuk menyimpan
cadangan makanan, sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, sebagai
jaringan penyokong. Jaringan ini terdapat di semua bagian tubuh tanaman,
seperti batang, akar, dan daun. Jaringan parenkim yang berada di daun
yaitu mesofil (palisade dan spons) di mana banyak mengandung kloroplas.

10

3) Jaringan pelindung
Berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari pengaruh luar. Jaringan
pelindung dikenal ada dua jenis, yaitu :
(1) Epidermis
Terdapat pada lapisan paling luar dari tumbuhan. Epidermis tersusun
dari selapis sel yang sangat rapat. Epidermis juga bisa berbentuk
trichomata, sel buliform dan stoma.
(2) Gabus
Terdapat dibagian tepi alat tumbuhan, terutama pada tumbuhan
berumur panjang. Jika epidermis telah mati maka jaringan gabus ini
yang menggantikan fungsi epidermis. Gabus terletak pada lenti sel.
4) Jaringan penguat
Sel-selnya berdinding tebal dan mengandung lignin, lignin ini memberikan
sifat keras pada dinding selnya. Manfaat jaringan penguat adalah memberi
kekuatan pada alat tumbuhan yang berada di atas tanah, memberi kekuatan
atau keseimbangan pada pertumbuhan tanaman, sehingga dapat tumbuh
dan berkembang dengan baik. Jaringan penguat terbagi atas :
(1) Kollenkhim
Jaringan ini melaksanakan fungsinya pada organ tumbuhan yang masih
aktif. Terdapat penebalan pada sudut-sudutnya. Dinding selnya terdiri
dari selulosa dan pectin. Kolenkim terletak pada tangkai daun, tulang
daun, dan ranting.
(2) Sklerenkhim
Jaringan ini berfungsinya pada tumbuhan yang tidak aktif atau sebagai
alat bertahan terhadap tekanan dari luar. Terdapat penebalan yang
merata. Sklerenkim terletak pada korteks.
5) Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut/pembuluh adalah jaringan yang berfungsi untuk proses
pengangkutan zat-zat yang ada di dalam tumbuhan. 

11

Terdiri dari pembuluh xilem dan floem. Xilem adalah pembuluh yang


mengantarkan hasil air dan mineral dari akar ke daun. Sementara, floem adalah
pembuluh yang mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh permukaan
tubuh tumbuhan.
6) Idioblast
Idioblast merupakan sekumpulan sel dalam suatu jaringan yang bentuk berbeda
dengan fungsi tertentu. Jaringan ini biasanya merupakan alat ekskresi dan
kelenjar, sering pula disebut jaringan sekresi. Pada tumbuhan dijumpai beberapa
alat sekresi, yaitu :
(1) Saluran getah, terdapat pada tanaman karet
(2) Sel-sel resin, terdapat pada tanaman dammar
(3) Sel-sel penyamak, terdapat pada tanaman bakau
(4) Kelenjar pencernaan pada bunga kantung semar
1.3 Fungsi jaringan pada hewan
Berdasarakan fungsi dan strukturnya, jaringan hewan dikelompokkan menjadi
4 macam jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot
dan jaringan saraf.
1) Jaringan epitel
Terdiri dari sekumpulan sel yang susunannya sangat rapat sehingga
membentuk lembaran (membran) maka disebut pula membran epitel.
Jaringan ini tidak mempunyai substansi interseluler dan cairannya sangat
sedikit. Jaringan ini biasannya membatasi tubuh dengan lingkungannya,
baik disebelah luar maupun sebelah dalam.
(1) Bentuk sel epitel

Squamous

Kuboid

12

Silindris

Berdasarkan susunan sel-sel yang menyusunnya, jaringan epitel


dibedakan menjadi 8, yaitu :

a) Epitel pipih selapis.


b) Epitel pipih berlapis.
c) Epitel kuboid selapis .
d) Epitel kuboid berlapis.
e) Epitel silindris selapis.
f) Epitel silindris berlapis.
g) Eputel silindris bertingkat.
h) Epitel transisional.
(2) Fungsi Epitel :
(1) Proteksi
Berfungsi melindungi jaringan dibawahnya dari gesekan, radiasi &
penyakit.
(2) Absorbsi
Selain berfungsi perlindungan, juga berperan dalam proses penyerapan
hasil-hasil pencernaan makanan yang berkerja secara selektif.

13

(3) Lubrikasi
Sebagian besar saluran-saaluran dalam tubuh, permukaanya harus
tetap basah, sehingga epitel yang menutupi harus mampu
menghasilkan cairan tertentu, misalnya pada genetelia betina

(4) Sekretori
Berfungsi untuk mengasilkan kelenjar
(5) Sensori
Berfungsi sebagai penerima rangsangan,

2) Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat merupakan jenis kedua dari jaringan dasar, yang
berfungsi sebagai penopang, menghubungkan dan mengisi calah antar
jaringan dengan ciri-ciri yaitu : terdiri dari bermacam-macam sel, terdapat
substansi seluler yang berasal dari jaringan mesenkhim.
(1) Jaringan pengikat biasa
(1) Tersusun oleh sel yang susunanya tidak rapat.
(2) Komponen utama jaringan pengikat adalah sel & substansi
interseluler.
(3) Substansi selulernya berupa serabut kolagen, serabut elastis dan
selabut retikuler.
(4) Berfungsi sebagai tempat bertumpu sel-sel epitel.
(5) Berfungsi sebagai penyokong nutrisi pada sel-sel otot.
Untuk mengklasifikasi jaringan pengikat sebenarnya tidak mudah,
karena beberapa jenis jaringan pengikat dapat dimasukkan kedalam
lebih dari satu golongan untuk kepentingan struktur histologisnya,
dapat dibedakan secara global, yaitu :
(1) Jaringan oengikat embrional

14
(2) Jaringan pengukat dewasa
Pada jaringan pengikat dewasa, terdapat 5 komponen
penyusunanya, yaiu:
(1) Jaringan pengikat longgar.
(2) Jaringan pengikat padat.
(3) Jaringan pengikat retikuler.
(4) Jaringan pengikat berpigmen.
(5) Jaringan lemak.
(2) Jaringan pengikat pnyokong
Dalam jaringan pengikat penyokong, susunan sel dan substansi
interselulernya sangat berbeda dengan jaringan epitel. Sel-selnya tidak
rapat satu sama lain, tetapi terletak berpencar yang kadang
berhubungan satu dengan yang lain tetapi kadang tidak berhubungan
sama sekali; substantsi interselulernya menyolok dan menjadi bagian
terpenting dan terbesar pada jaringan ini. Jaringan ini memiliki daya
tahan yang besar karena sturuktur yang sangat berbeda. Fungsi
jaringan ini adalah untuk menahan berat, sebagai penyokong dan
pengikat. Jaringan ikat pengokong dibedakan menjadi 2 kelompok,
yaitu cartilago dan tulang. Berdasarkan jumlah matriks dan komposisi
serabut penyusunannya, kartilago dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu
kartilago hyalin, kartilago elastic dan kartilago fibrosa. Perbedaan
tulang dan kartilago, yaitu :
1. Tulang memiliki sistem kanikuler yang menenmbus seluruh
substansi tulang.
2. Tulang memiliki pembuluh darah untuk nutrsisi sel-sel tulang.
3. Tulang hanya dapat tumbuh secara aposisi.
4. Substansi interseluler selalu mengalami pengapuran.
(3) Jaringan hemopoietik (Darah)
Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma didalam
cairan yang disebut plasma. Darah termasuk dalam jaringan pengikat
dalam arti luas disebabkan karena pada dasarnya terdiri dari unsur sel-
sel dan substansi seluler yang berbentuk plasma . Elemen dalam darah
yaitu, eristrosit, leukosit dan fungsi darah. Fungsih darah :
(1) Membawa nutrisi kejaringan tubuh.
(2) Mebawa O2 dari paru ke jaringan dan membawa CO2 dari jaringan
ke paru.
(3) Membawa produk buangan dari berbagai jaringan menuju ke ginjal
untuk dieksresikan.
(4) Berperan dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit.
15
3) Jaringan Otot
Jaringan otot adalah jaringan yang mampu melaksanakan kerja mekanik
dengan jalan kontraksi dan relaksi. Jenis jaringan otot :
(1) Otot polos, berfungsi untuk memberikan gerakan yang diluar
kemauan kita.
(2) Otot seran lintang, berfungsi untuk menggerakan tulang dan
melindungi rangka dari benturan.
(3) Otot jantung, berfungsi untuk menimbulkan kontraksi pada jantung
untuk memompa darah dari jantung kepembuluh darah.
4) Jaringan Saraf
(1) Sel saraf memiliki tonjolan yang bercabang-cabang.
(2) Selnya disebut neuron yang memiliki satu inti yang besar dan
terletak ditengah.
(3) Selnya di bedakan menjadi :
Badan sel (perykaryon), yaitu bagian sel yang mempunyai inti.
Dendrit : merupakan tonjolan dari badan sel yang memiliki
percabangan.
Axon : merupakan tonjolan yang hanya satu dan berfungsi
merambatkan impuls saraf.

Fungsinya :

(1) Menerima rangsangan dari lingkungannya.


(2) Merubah rangsangan tersebut menjadi impuls.
(3) Meneruskan saraf tesebut kepusat.
(4) Dan pusat saraf akan meberikan jawaban atas rangsangan
tersebut.
Sistem saraf dibedakan menjadi 2, yaitu :

(1) Sistem saraf pusat


(2) Sistem saraf perifer

16
BAB II
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa
jaringan yang terdapat pada tumbuhan dan hewan mempunyai ruang lingkup
yang berbeda. jaringan tumbuhan dan hewan merupakan penyusun dari
makhluk hidup itu sendiri. Bermula dari sel sebagai unit terkecil penyusun
makhluk hidup. Lalu, kumpulan sel yang berbentuk dan berfungsi sama itu
akan membentuk jaringan. Kemudian, jaringan-jaringan tersebut akan
membentuk organ yang nantinya akan menghasilkan organisme. Begitu
seterusnya secara kontunitas. Setiap penyusun dari jaringan baik pada
tumbuhan dan hewan memiliki fungsi yang dijalankan sesuai dengan organel
yang telah tersedia sesuai dengan fungsi dan bentuknya masing-masing.
1.2 Saran
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah biologi umum ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik
dan saran yang sifetnya membangun demi kesempurnaan makalah ini, dan
semoga bermanfaat bagi para pembaca.
17

DAFTAR PUSTAKA

“sistem organ pada hewan”.siswapedia.com.09 desember 2019.27 oktober 2020.


https://www.siswapedia.com/sistem-organ-pada-hewan/

“organ tumbuhan dan fungsinya lengkap”.utakatikkotak.com.20 januari 2020.27


oktober 2020. https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/17247/Organ-
Tumbuhan-dan-Fungsinya-Lengkap

“4 susunan jaringan usus pada hewan”.hedisasrawan.blogspot.com.november


2014.27 oktober 2020. https://hedisasrawan.blogspot.com/2014/11/4-susunan-
jaringan-usus-pada-hewan.html

“sistem indera (indra) pada hewan”.umum-pengertian.blogspot.com.september


2016.27 oktober 2020. http://umum-pengertian.blogspot.com/2016/09/sistem-
indera-indra-pada-hewan.html

“jaringan epitel-penjelasan, gambar dan contohnya”.saintif.com.tanpa tahun.27


oktober 2020. https://saintif.com/jaringan-epitel/

YudiartinTurrini.dkk.2004.Buku Ajar Biologi

“5 jenis jaringan pada tumbuhan beserta fungsinya”.blog.ruangguru.com.15 juni


2020.27 oktober 2020. https://blog.ruangguru.com/5-jenis-jaringan-pada-
tumbuhan-beserta-fungsinya
“perbandingan akar, batang, daun monokotil dan dikotil”.science-
student14.blogspot.com.06 september 2013.27 oktober 2020. http://science-
student14.blogspot.com/2013/09/perbandingan-akarbatangdaun-monokotil.html

“struktur batang tumbuhan”.zenius.net.tanpa tahun.27 oktober 2020.


https://www.zenius.net/prologmateri/biologi/a/608/struktur_batang

“jaringan pada daun”.rumusrumus.com.19 april 2020.27 oktober 2020.


https://rumusrumus.com/jaringan-pada-daun/