Anda di halaman 1dari 25

POSYANDU LANSIA

Pengertian Posyandu Lansia

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu
yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan
kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan
kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran
serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di desa-desa yang
bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya bagi warga yang sudah berusia lanjut.
Posyandu lansia adalah wahana pelayanan bagi kaum usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum
usia yg menitikberatkan pd pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan
rehabilitative. Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yg mencakup kegiatan yankes yg
bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan berdayaguna

B. Tujuan Posyandu Lansia

Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 wib dihadiri peserta ,pertemuan diadakan di Aula puskesmas
tanjung pati.Acara dimulai dengan

Tujuan Umum

Meningkatkan derajat kesehatan lansia untuk mencapai masa tua yg bahagia & berdaya guna dlm
kehidupan keluarga dan masyarakat (Matra, 1996)

Tujuan khusus

1. Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya

2. Meningkatkan kemampuan & peran serta masy dlm menghayati & mengatasi masalah kesh lansia
scr optimal

3. Meningkatkan jangkauan yankes lansia

4. Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia

Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :

1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk


pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan
kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

C. Pelaksanaan Sistem Lima Posyandu Lansia

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:

1. Meja 1: Pendaftaran

Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Lansia yang sudah terdaftar di buku
register langsung menuju meja selanjutnya.

2. Meja 2: Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah

3. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)

Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan,
tinggi badan.

4. Meja 4: Penyuluhan

Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan.

5. Meja 5: Pelayanan medis

Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan meliputi kegiatan :
pemeriksaan dan pengobatan ringan.

D. Kader Lansia (pengertian, tugas, organisasi, pendanaan)

1. Pengertian Kader Lansia

Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas
membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin
di posyandu. Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan
partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.

2. Tugas Kader Lansia

Secara umum tugas-tugas kader lansia adalah sebagai berikut :

a. Tugas-Tugas Kader

1) Tugas sebelum hari buka Posyandu (H - Posyandu) yaitu berupa tugas – tugas persiapan oleh kader
agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan dengan baik.
2) Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas untuk melaksanakan
pelayanan 5 meja.

3) Tugas sesudah hari buka posyandu (H + Posyandu) yaitu berupa tugas - tugas setelah hari
Posyandu.

b. Tugas-Tugas Kader Pada Pelaksanaan Posyandu Lansia

1) Tugas-tugas kader Posyandu pada H - atau pada saat persiapa hari Posyandu, meliputi :

a) Menyiapkan alat dan bahan : timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat peraga, obat-obatan yang
dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain.

b) Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para lansia untuk datang ke
Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa membantu memotivasi masyarakat (lansia)
untuk datang ke Posyandu

c) Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada
kantor desa dan meminta memastikan apakah petugas sector bisa hadir pada hari buka Posyandu.

d) Melaksanakan pembagian tugas : menentukan pembagian tugas diantara kader Posyandu baik untuk
persiapan untuk pelaksanaan

c. Organisasi Kader Lansia

1) Pemeriksaan kesehatan secara berkala : pendataan, screening, px kesh (gizi, jiwa, lab), pengobatan
sederhana, pemberian suplemen vitamin, PMT

2) Peningkatan olahraga

3) Pengembangan ketrampilan :kesenian, bina usaha

4) Bimbingan pendalaman agama

5) Pengelolaan dana sehat

6) Pendanaan Kadar Lansia

E. KMS Lansia

Kartu menuju sehat (KMS) adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut baik
fisik maupun mental emosional. Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia
Lanjut yang dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas

Tata Cara pengisian KMS :


1. KMS berlaku 2 th, diisi o/ petugas kesh

2. Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yg tertera. Sedangkan pd kunjungan ulang
cukup diperiksa sekali sebulan, kecuali u/ tes laboratorium dperiksa per 3 bulan (Hb, Urine, Protein)

F. Latihan Gerak Dan Senam Lansia

Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang dilakukan secara
tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk
mencapai tujuan tersebut (Santosa, 1994). Lansia seseorang individu laki-laki maupun perempuan yang
berumur antara 60-69 tahun. (Nugroho 1999:20)

Jadi senam lansia adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang diikuti
oleh orang lanjut usia yang dilakukan dengan maksud meningkatkan kemamp meningkatkan
kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut.

Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Manfaat dari olahraga bagi lanjut usia menurut Nugroho (1999; 157) antara lain :

1. Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia.

2. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)

3. Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya
tuntutan, misalya sakit.Sebagai Rehabilitas Pada lanjut usia terjadi penurunan masa otot serta
kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, tolerasnsi latihan, kapasitas aerobik dan terjadinya
peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat mencegah atau
melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian menunjukan bahwa
latihan/olah raga seperti senam lansia dapatmengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti hipertensi,
diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan. (Darmojo 1999;81)

Senam lansia dilaksanakan disetiap satu bulan sekali pada saat dilakukan kegiatan posyandu lansia yang
dilaksanakan di 22 posyandu lansia yang ada.

Komponen aktivitas dan kebugaran

Menurut Darmojo (1999:74) komponen aktivitas dan kebugaran terdiri dari:

1. Self Efficacy (keberdayagunaan-mandiri) adalah istilah untuk menggambarkan rasa percaya atas
keamanan dalam melakukan aktivitas. Hal ini sangat berhubungan dengan ketidaktergantungan dalam
aktivitas sehari-hari. Dengan keberdayagunaan mandiri ini seorang usia lanjut mempunyai keberanian
dalam melakukan aktivitas.
2. Latihan Pertahanan (resistence training) keuntungan fungsional atas latihan pertahanan
berhubungan dengan hasil yang didapat atas jenis latihan yang bertahan, antara lain mengenai
kecepatan bergerak sendi, luas lingkup gerak sendi (range of motion) dan jenis kekuatan. Yang
dihasilkan pada penelitian-penelitian dipanti jompo didapatkan bahwa latihan pertahanan yang intensif
akan meningkatkan kecepatan gart (langkah) sekitar 20% da kekuatan untuk menaiki tangga sebesar 23-
38%

3. Daya Tahan (endurance) daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam
waktu yang relatif cukup lama. Pada lansia latihan daya tahan /kebugaran yang cukup keras akan
meningkatkan kekuatan yang didapat dari latihan bertahan. Hasil akibat latihan kebugaran tersebut
bersifat khas untuk latihan yang dijalankan (training specifik), sehingga latihan kebugaran akan
meningkatkan kekuatan berjalan lebih dengan latihan bertahan.

4. Kelenturan (flexibility) pembatasan atas lingkup gerak sendi, banyak terjadi pada lanjut usia yang
sering berakibat kekuatan otot dan tendon. Oleh karena itu latihan kelenturan sendi merupakan
komponen penting dari latihan atau olah raga bagi lanjut usia.

5. Keseimbangan-keseimbangan merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan lansia


sering jatuh. Keseimbangan merupakan tanggapan motork yang dihasikan oleh berbagai faktor,
diantaranya input sesorik dan kekuatan otot. Penurunan keseimbangan pada lanjut usia bukan hanya
sebagai akibat menurunya kekuatan otot atau penyakit yang diderita. Penurunan keseimbangan bisa
diperbaiki dengan berbagai latihan keseimbangan. Latihan yang meliputi komponen keseimbangan akan
menurukan insiden jatuh pada lansia.
C.    Pelaksanaan Sistem Lima Posyandu Lansia

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:

1.      Meja 1: Pendaftaran

Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Lansia yang sudah terdaftar di buku
register langsung menuju meja selanjutnya.

2.      Meja 2:  Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah

3.      Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)

Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan,
tinggi badan.

4.      Meja 4: Penyuluhan

Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan.

5.      Meja 5: Pelayanan medis

Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan meliputi kegiatan :
pemeriksaan dan pengobatan ringan.

D.    Kader Lansia (pengertian, tugas, organisasi, pendanaan) 

1.    Pengertian Kader Lansia


Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas
membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin
di posyandu. Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan
partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.

2.    Tugas Kader Lansia

Secara umum tugas-tugas kader lansia adalah sebagai berikut :

a.    Tugas-Tugas Kader

1)      Tugas sebelum hari buka Posyandu (H - Posyandu) yaitu berupa tugas – tugas persiapan oleh kader
agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan dengan baik.

2)      Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas untuk melaksanakan
pelayanan 5 meja.

3)      Tugas sesudah hari buka posyandu (H + Posyandu) yaitu berupa tugas - tugas setelah hari
Posyandu.

b.    Tugas-Tugas Kader Pada Pelaksanaan Posyandu Lansia

1)      Tugas-tugas kader Posyandu pada H - atau pada saat persiapa hari Posyandu, meliputi :

a)    Menyiapkan alat dan bahan : timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat peraga, obat-obatan yang
dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain.

b)   Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para lansia untuk datang ke
Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa membantu memotivasi masyarakat (lansia)
untuk datang ke Posyandu

c)    Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada
kantor desa dan meminta memastikan apakah petugas sector bisa hadir pada hari buka Posyandu.

d)   Melaksanakan pembagian tugas : menentukan pembagian tugas diantara kader Posyandu baik untuk
persiapan untuk pelaksanaan

c.    Organisasi Kader Lansia

1)      Pemeriksaan kesehatan secara berkala : pendataan, screening, px kesh (gizi, jiwa, lab), pengobatan
sederhana, pemberian suplemen vitamin, PMT

2)      Peningkatan olahraga

3)      Pengembangan ketrampilan :kesenian, bina usaha

4)      Bimbingan pendalaman agama


5)      Pengelolaan dana sehat

6)   Pendanaan Kadar Lansia

E.     KMS Lansia

Kartu menuju sehat (KMS) adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut baik
fisik maupun mental emosional. Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia
Lanjut yang dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas

Tata Cara pengisian KMS :

1.       KMS berlaku 2 th, diisi o/ petugas kesh

2.       Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yg tertera. Sedangkan pd kunjungan ulang
cukup diperiksa sekali sebulan, kecuali u/ tes laboratorium dperiksa per 3 bulan (Hb, Urine, Protein)

F.     Latihan Gerak Dan Senam Lansia


Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang dilakukan secara
tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk
mencapai tujuan tersebut (Santosa, 1994). Lansia seseorang individu laki-laki maupun perempuan yang
berumur antara 60-69 tahun. (Nugroho 1999:20)

Jadi senam lansia adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang diikuti
oleh orang lanjut usia yang dilakukan dengan maksud meningkatkan kemamp meningkatkan
kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut.

Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Manfaat dari olahraga bagi lanjut usia menurut Nugroho (1999; 157) antara lain :

1.      Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia.

2.      Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)

3.      Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya
tuntutan, misalya sakit.Sebagai Rehabilitas Pada lanjut usia terjadi penurunan masa otot serta
kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, tolerasnsi latihan, kapasitas aerobik dan terjadinya
peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat mencegah atau
melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian menunjukan bahwa
latihan/olah raga seperti senam lansia dapatmengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti hipertensi,
diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan. (Darmojo 1999;81)

Senam lansia dilaksanakan disetiap satu bulan sekali pada saat dilakukan kegiatan posyandu lansia
yang dilaksanakan di 22 posyandu lansia yang ada.

Komponen aktivitas dan kebugaran


Menurut Darmojo (1999:74) komponen aktivitas dan kebugaran terdiri dari:

1.      Self Efficacy (keberdayagunaan-mandiri) adalah istilah untuk menggambarkan rasa percaya atas
keamanan dalam melakukan aktivitas. Hal ini sangat berhubungan dengan ketidaktergantungan dalam
aktivitas sehari-hari. Dengan keberdayagunaan mandiri ini seorang usia lanjut mempunyai keberanian
dalam melakukan aktivitas.

2.      Latihan Pertahanan (resistence training) keuntungan fungsional atas latihan pertahanan


berhubungan dengan hasil yang didapat atas jenis latihan yang bertahan, antara lain mengenai
kecepatan bergerak sendi, luas lingkup gerak sendi (range of motion) dan jenis kekuatan. Yang
dihasilkan pada penelitian-penelitian dipanti jompo didapatkan bahwa latihan pertahanan yang intensif
akan meningkatkan kecepatan gart (langkah) sekitar 20% da kekuatan untuk menaiki tangga sebesar 23-
38%

3.      Daya Tahan (endurance) daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam
waktu yang relatif cukup lama. Pada lansia latihan daya tahan /kebugaran yang cukup keras akan
meningkatkan kekuatan yang didapat dari latihan bertahan. Hasil akibat latihan kebugaran tersebut
bersifat khas untuk latihan yang dijalankan (training specifik), sehingga latihan kebugaran akan
meningkatkan kekuatan berjalan lebih dengan latihan bertahan.

4.      Kelenturan (flexibility) pembatasan atas lingkup gerak sendi, banyak terjadi pada lanjut usia yang
sering berakibat kekuatan otot dan tendon. Oleh karena itu latihan kelenturan sendi merupakan
komponen penting dari latihan atau olah raga bagi lanjut usia.

5.      Keseimbangan-keseimbangan merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan lansia


sering jatuh. Keseimbangan merupakan tanggapan motork yang dihasikan oleh berbagai faktor,
diantaranya input sesorik dan kekuatan otot. Penurunan keseimbangan pada lanjut usia bukan hanya
sebagai akibat menurunya kekuatan otot atau penyakit yang diderita. Penurunan keseimbangan bisa
diperbaiki dengan berbagai latihan keseimbangan. Latihan yang meliputi komponen keseimbangan akan
menurukan insiden jatuh pada lansia.
esentasi berjudul: "ORGANISASI LANSIA & POSYANDU LANSIA"— Transcript
presentasi:
1  ORGANISASI LANSIA & POSYANDU LANSIA
I Gede Yudiana Putra, S.Kep, M.Kes

2  Pendahuluandi Indonesia  telah berdiri  organisasi Lembaga lanjutUsia,baikditingkat  nasional  maupun


daerahbahk an  sampai  ketingkat  kecamatan  sesuai  dengan  ada nya Undang No. 13 Tahun   Tentang 
kesejahteraan sosial lansia  dan anggaran dasar dan Rumah Tangga Lembaga  lanjut  usia  Indonesia .

3  Organisasi LansiaSuatu kelompok lansia yang ada dalam suatu wadah untuk mencapai derajat kesehatan dan
kesejahteraan lansia.

4  TujuanPara lanjut usia dapat menikmati hari tuanya dengan aman, tenteram dan sejahtera.Terpenuhinya
kebutuhan lanjut usia baik jasmani maupun rohani.Terciptanya jaringan kerja pelayanan lanjut usia.Terwujudnya
kualitas pelayanan yg prima

5  Sasaran pelayanan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia


KeluargaORSOS /LSMMasyarakat. 

6  Upaya Departemen Sosial Dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia
1. Pemberian perlindungan sosial = upaya Pemerintah atau masyarakat memberikan kemudahan pelayanan bagi
lanjut usia . 2. Pemberian bantuan sosial = upaya pemberian bantuan yang agar lanjut usia dapat meningkatkan taraf
kesejahteraan.

7  Next…3. Pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial = upaya perlindungan dan pelayanan yang bersifat terus
menerus 4. Pemberdayaan = upaya meningkatkan kemampuan fisik, mental spiritual, pengetahuan, dan ketrampilan
agar para lanjut usia siap didayagunakan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

8  Contoh Organisasi Lansia


Organisasi Pemerintah => panti wredha, dllLembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI)Perhimpunan Geriantologi Industrial
Indonesia (PGII)Gema Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (GNIKS)Yayasan Among Lansia (YAL), dll

9  Posyandu LansiaPosyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang
dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya
lansia. (Depkes RI, 2005).

10  Tujuan Posyandu Lansia


Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya
guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakatMeningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia dimasyarakat,
sehingga    terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia ( Depkes, 2006 )

11  Manfaat Posyandu Lansia


Kesehatan fisik lansia dapat dipertahankan tetap bugarKesehatan rekreasi tetap dipeliharaDapat menyalurkan minat
dan bakat untuk mengisi waktu luang, Depkes, 2010

12  Waktu dan Lokasi Posyandu


Penyelenggaraan posyandu lansia pada hakikatnya dilaksanakan dalam 1 (satu) kali dalam bulan kegiatan, (Depkes
RI, 2008).Syarat lokasi/letak yang harus dipenuhi meliputiBerada di tempat yang mudah didatangi oleh
masyarakatDitentukan oleh masyarakat itu sendiriBila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan di rumah penduduk, 
balai rakyat, pos   RT/RW atau pos lainnya (Effendi, 2003).

13  Sasaran Pembinaan Posyandu Lansia


Sasaran langsung Sasaran tidak langsungKelompok pra lansiaKeluarga di mana lansia berada. 45-59
tahun.Masyarakat di lingkungan lansia berada.Kelompok lansia tahun.Organisasi sosial yang bergerak di dalam
pembinaan kesehatan lansia.Kelompok lansia risiko tinggi yaitu lansia lebih dari 70 tahunPetugas kesehatan yang
melayani kesehatan.Masyarakat luas (Depkes RI, 2005).
14  Struktur Organisasi Posyandu
KetuaSekertarisBendaharabeberapa seksi dan kader.Struktur organisasi di setiap posyandu lansia sepenuhnya
ditentukan oleh posyandu lansia itu sendiri, sesuai dengan aspirasi yang berkembang di posyandu lansia (Depkes
RI, 2005).

15  Kader Posyandu LansiaMenurut WHO, kader kesehatan adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat
dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan. Kader adalah anggota masyarakat yang dipilih dari dan
oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara sukarela
(Depkes, 2005).

16  Syarat Menjadi Kader Dipilih dari dan oleh masyarakat setempat


Mau dan mampu bekerja bersama masyarakat secara sukarelaBisa membaca dan menulis hurufSabar dan
memahami usia lanjut (Depkes, 2005)

17  Peran Kader PosyanduMelakukan survey mawas diri (SMD) bersama petugas untuk menelaah, pendataan
sasaran, mengenal masalah dan potensiMenggerakkan masyarakatMelaksanakan kegiatan dikelompok usia
lanjutMemberikan penyuluhan/penyebarluasan informasi kesehatan.Melakukan rujukan kepada petugas kesehatan /
sarana kesehatan (bila petugas kesehatan tidak hadir)

18  Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Lansia


Kegiatan Promotif => mllkn penyuluhan kesehatanKegiatan Preventif => deteksi dini kesehatan lansia u/ mencegah
terjadinya komplikasi.Kegiatan Kuratif => pengobatan dan perawatan bagi lansia yang sakitKegiatan Rehabilitatif = >
Mengembalikan kemampuan fungsional dan kepercayaan diri pada lansia.Kegiatan Rujukan = > Upaya yang
dilakukan untuk mendapatkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif yang memadai dan tepat waktu sesuai kebutuhan.
(Depkes RI, 2008).

19  Penyelenggaraan Posyandu Lansia


Penyelenggaraan posyandu lansia dilaksanakan dengan sistem 5 meja :Meja 1 : PendaftaranMeja 2 : Penimbangan
BB, TB, IMTMeja 3 : Pengisian KMS lansiaMeja 4 : Pemeriksaan kesehatan, pemberian obatMeja 5 : Penyuluhan

20  Jenis-jenis Pelayanan Kesehatan Dalam Posyandu Lansia


Pemeriksaan kesehatan menggunakan KM S lansia yaitu px. Aktivitas sehari-hari, Status mental, gizi,
TTVPenyuluhan kesehatanKonseling kesehatanRujukan , dilakukan oleh kader kepada petugas kesehatan di
puskesmas atau ke rumah sakitKunjungan rumah, dilakukan oleh kader (atau disertai petugas kesehatan)Kegiatan
olahraga berupa senam lansia, gerak jalan santai, dll.Pemberian makanan tambahanRekreasi

21  Tingkat Perkembangan Posyandu Lansia


1. Posyandu lansia pratama adalah posyandu yang, kegiatan yang terbatas dan tidak rutin. Jumlah kader aktif
terbatas serta masih memerlukan dukungan dana dari pemerintah. 2. Posyandu lansia madya adalah posyandu yang
telah berkembang dan melaksanakan kegiatan hampir setiap bulan jumlah kader aktif lebih dari 3 dengan masih
memerlukan dukungan dana dari pemerintah.

22  Next…3. Posyandu lansia purnama adalah posyandu yang sudah mantap melaksanakan kegiatan secara
lengkap paling sedikit 10 kali setahun, dengan beberapa kegiatan tambahan di luar kesehatan tinggi 4. Posyandu
lansia mandiri adalah Posyandu dengan kegiatan tambahan yang beragam dan telah mampu membiayai
kegiatannya dengan dana sendiri (Depkes RI, 2003).

23  Sekian Terima Kasih


ARGODADI SEDAYU
Dipublikasikan oleh sedayu2 pada 9 November 2017
Kamis, 9 Nopember 2017 telah dilaksanakan Pelatihan dan Refreshing Hari kedua Kader
Lansia Desa Argodadi di Aula Puskesmas Sedayu II oleh Programmer Lansia bekerja sama
dengan Promkes Puskesmas untuk Kader Lansia.
“HIDUP BERMARTABAT DI USIA SENJA, LANJUT USIA SEJAHTERA,
BERSAMA MEMBANGUN KEPEDULIAN TERHADAP LANJUT USIA
BANTUL CINTA SEHAT BANTULKU HEBAT,
SEDAYU SEHAT UNTUK INDONESIA”
Kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan Kader Lansia
Sedayudua. Kader Lansia sebagai garda depan pelaksanaan Posyandu lansia semestinya
memiliki pengetahuan dan terutama keterampilan yang mumpuni untuk berlangsungnya
kegiatan Posyandu Lansia.
Pemandu acara adalah Ibu Maryani dan Wahyu Surya Rhomawati.
Agenda Kegiatan Pelatihan ini, sbb :
1. Sambutan Kepala Puskesmas Sedayu II drg.Elmi Yudihapsariyu II. Dalam sambutannya
drg Elmi Yudihapsari selaku kepala puskesmas sedayu II menjelaskan bahwa target lansia
yang diskrening adalah 100%. Sehingga diharapkan semua dusun nantinya akan
mempunyai posyandu lansia.
2. Deklarasi Lansia Hidup Sehat dan
“HIDUP BERMARTABAT DI USIA SENJA, LANJUT USIA SEJAHTERA,
BERSAMA MEMBANGUN KEPEDULIAN TERHADAP LANJUT USIA
BANTUL CINTA SEHAT BANTULKU HEBAT,
SEDAYU SEHAT UNTUK INDONESIA”
3. Menyanyikan Mars Lansia ‘Masa Tua Bahagia’
4. Pemberi Materi pelatihan, sbb :
1) Ibu Maryani tentang Sistem administrasi posyandu lansia dan Kesehatan Mental
Emosional Lansia
2) Saudari Wahyu Rhomawati (awa) tentang Praktik pemeriksaan. Dalam kegiatan tersebut
lansia dilatih melakukan pengukuran tekanan darah, menghitung IMT, mengisi dan menilai
status emosional.
3) Yoyok Prasetyo Tentang Program Inovasi APUSE dan KAMELIA sebagai pendukung
kegiatan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Posyandu Lansia.
Apuse adalah Program revitalisasi Posyandu dengan meningkatkan sosialisasi dan
kampanye Posyandu kepada Masyarakat dengan Slogan “Ayo Ke Posyandu Sehatkan
Anak”. Kader Lansia yang juga Kader Posyandu Balita bersama sama lebih menghidupkan
kembali atau lebih menyemarakkan kegiatan Posyandu agar ibu ibu balita lebih giat
membawa putranya ke Posyandu.
Kamelia adalah Singkatan dari Kader Kesehatan Melek Internet Argorejo Argodadi. Kader
kader di Posyandu menjadi Kontributor dari sistem dokumentasi kegiatan tidak hanya di
Posyandu melainkan kepada kegiatan kegiatan kesehatan yang lebih luas. Dokumentasi ini
untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat umum melalui media media sosial
Puskesmas Sedayu II. Bapak Yoyok berkata,”Kami ingin Kader kader kesehatan Kami lebih
dikenal masyarakat umum yang lebih luas sebagai pejuang pejuang kesehatan yang sudah
puluhan tahun berjuang untuk Indonesia melalui Sedayu”.
Pada Akhir Materi, bapak Yoyok meminta kerjasama para Kader untuk selalu
mendokumentasikan kegiatan dan membaginya di Group WA UPGK Desa.
5. Acara ditutup dengan Deklarasi GERMAS terkait
1) Aktivitas fisik,
2) Budayakan makan buah dan sayur, serta
C) Cek kesehatan rutin
sesuai arahan programer promkes Yoyok P, SKM
 
Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu
wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka
bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pengertian Kader Posyandu menurut Depkes RI (2003) merupakan anggota masyarakat
yang dipilih dari dan oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai
kegiatan kemasyarakatan secara sukarela. Sementara  menurut WHO (1998) merupakan 
laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani, masalah-
masalah kesehatan perorangan maupun yang amat dekat dengan tempat-tempat
pemberian pelayanan kesehatan.
Terdapat beberapa peran kader pada kegiatan Posyandu Lansia (Lanjut Usia), antara lain:
Melakukan kegiatan penggerakan masyarakat:
1. Mengajak usia lanjut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan dikelompok usia
lanjut
2. Memberikan penyuluhan/penyebarluasan informasi kesehatan, antara lain: cara hidup
bersih dan sehat, gizi usia lanjut, kesehatan usia lanjut.
3. Menggali dan menggalang sumberdaya, termasuk pendanaan bersumber masyarakat.
1. Melaksanakan kegiatan dikelompok usia lanjut :
2. Menyiapkan tempat, alat-alat dan bahan
3. Memberikan pelayanan usia lanjut, seperti  Mengukur tinggi dan berat badan, Mencatat
hasil pelayanan dalam buku register dan KMS, Memberikan penyuluhan perorangan sesuai
hasil layanan, Melakukan rujukan kepada petugas kesehatan / sarana kesehatan (bila
petugas kesehatan tidak hadir), Mengunjungi sasaran yang tidak hadir dikelompok usia
lanjut, serta Melakukan pencatatan. (yoyok/awa)
#promkessedayudua #promkes #puskesmas #puskesmassedayu2 #dinkesbantul
#kabupatenbantul #sedayu #apuse #ayokeposyandusehatkananak #kamelia
#kadermelekinternet #posyandu #posyandusedayudua #lansia #posyandulansia
#Pelatihankaderlansia #ayoposyandu #kemenkes #kemenkesri
Bagikan ini:


 WhatsApp

 Cetak

Menyukai ini:

Kategori: BERITA

Tags: homepage

  

Silakan Tinggalkan Komentar


Yang terbaru dari PUSKESMAS SEDAYU II
 Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55

 PERINGATAN HARI STROKE SEDUNIA

 Senam Rutin (GERMAS PAK CAMAT)

 SENAM RUTIN PROLANIS

 SAFARI RAMADHAN GERMAS SEDAYU DI MASJID NURUL IKHSAN NGENTAK ARGOREJO SEDAYU
November 2017

M S S R K J S

« Okt   Des »

  1 2 3 4

5 6 7 8 9 10 11

12 13 14 15 16 17 18

19 20 21 22 23 24 25

26 27 28 29 30  

Arsip per Bulan

Arsip per Bulan                                                               

LAIN LAIN
 Masuk

 RSS Entri

 RSS Komentar

 WordPress.org

Pos Terkait
BERITA

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55


Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019, Puskesmas Sedayu II melaksanakan Rangkaian Kegiatan selama
sebulan dari bulan Oktober 2019. Statemen statemen HKN ke-55 di Posyandu Balita dan Lansia serta kegiatan di SD
dalam kegiatan POPM ObatBaca Selengkapnya…

BERITA

PERINGATAN HARI STROKE SEDUNIA


Segenap Karyawan Puskesmas Sedayu II Bantul bekerjasama dengan Mahasiswa K3M Profesi Ners Universitas
AlmaAta Yogyakarta menyelenggarakan Peringatan Hari Stroke Sedunia dengan thema ‘DON’T BE THE ONE’ di
Hall /Ruang Tunggu Puskesmas Sedayu II pada hariBaca Selengkapnya…

BERITA

Senam Rutin (GERMAS PAK CAMAT)


Pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019 jam 07.30 wib, Pegawai Puskesmas Sedayu 2, mahasiswa K3M Profesi Ners
Universitas Alma Ata, bapak-bapak dan ibu-ibu melaksanakan senam bersama, di depan halaman Puskesmas
Sedayu 2. Senam rutin iniBaca Selengkapnya…
Puskesmas Sedayu II

 Jl. Wates Km 12, Semampir, Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Kode Pos 55752
 +6285100466886
 pusk.sedayu2@bantulkab.go.id
Data Peta

Syarat Penggunaan

Laporkan kesalahan peta


Peta

Satelit
200 m