Anda di halaman 1dari 4

Nama : Galih Prabowo

NIM : 041660981

Mata kuliah : PENGANTAR AKUNTANSI

TUGAS 3

1. Berikut ini catatan dari CV Sumber Rejeki : CV Sumber Rejeki menerima pesanan sebanyak 50
dari satu pelanggan. Pesanan tersebut memiliki nomer pesanan P80503. Berikut adalah transaksi
yang terjadi pada perusahaan.

-Pembelian bahan secara kredit senilai Rp29.575.500,-

-Penggunaan bahan langsung senilai Rp25.000.000,-

-Mempekerjakan pekerja sebanyak 25 orang dengan biaya Rp500 per jam dimana membutuhkan
waktu 10 hari dengan seharinya bekerja 8 Jam.

-Pembebanan biaya overhead pabrik yang dibebankan sebesar Rp20.000.000,-

-Pesanan diserahkan kepada pembeli dengan faktur penjualan senilai 180% dari total seluruh
biaya secara kredit dengan faktur 2/10, n/30.

-Pemesan membayar dalam waktu 12 setelah penyerahan.

Pertanyaan : buatlah jurnal transaksi perhitungan biaya berdasarkan pesanan / job order costing

2. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara obligasi dengan modal saham


1. Buatlah jurnal transaksi perhitungan biaya berdasarkan pesanan / job order costing
2. Terdapat 4 perbedaan saham dan obligasi, yaitu:

1. Perbedaan Pertama Saham memiliki pengertian surat bukti kepemilikan seseorang atas
aset dari suatu perusahaan. Sementara obligasi adalah surat hutang perusahaan pada
pemilik modal yang lengkap disertai dengan bunga dan tanggal jatuh tempo pembayaran.
Dari pengertian jelas bisa diambil kesimpulan bahwa saham merupakan bukti kepemilikan
dan obligasi merupakan bukti hutang. Jadi pemilik saham bisa dianggap sebagai salah satu
pemilik dari perusahaan tersebut, sementara pemilik obligasi hanya memberikan hutang
pada perusahaan, bukan sebagai salah satu pemilik. Karena itu pengusaha pemilik saham
memiliki hak suara atas kebijakan perusahaan, sementara pemilik obligasi tidak memiliki hak
suara. Sebagai salah satu pemilik perusahaan maka pemegang saham berhak menyatakan
pendapatnya atas kebijakan yang akan ditetapkan perusahaan. Karena kebijakan tersebut
bisa mempengaruhi perkembangan perusahaan dan besaran laba yang bisa diperoleh dari
kebijakan tersebut, dan itu mempengaruhi besaran keuntungan dari pemegang saham.
Sementara pemilik obligasi karena bukan merupakan salah satu pemilik, tidak berhak
menyatakan pendapatnya atas kebijakan yang akan ditetapkan. Pendapatan pemilik obligasi
tidak terpengaruh dari besarnya laba yang diperoleh perusahaan tersebut. Para pemilik
saham mendapatkan keuntungan melalui sistem bagi hasil dari laba yang diperoleh
perusahaan tersebut. Jadi sebagai salah satu pemilik perusahaan, pemilik saham berhak atas
pembagian hasil laba yang diperoleh, berapapun besarnya laba tersebut. Sementara para
pemilik obligasi mendapatkan keuntungan dari bunga yang telah disepakati antara
perusahaan dan pemilik obligasi tersebut. Jadi keuntungan yang didapatkan sebagai pemilik
obligasi terbatas pada bunga yang disepakati, tanpa terpengaruh berapapun besar
keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut.

2. Perbedaan Kedua Pemilik saham tidak terbatas waktu tertentu, selama perusahaan
tersebut masih berdiri maka pemilik saham berhak atas bagiannya dari keuntungan
perusahaan. Lain halnya dengan obligasi, di surat obligasi tertera bunga yang didapat dan
juga jangka waktu berlakunya surat tersebut. Jangka waktu obligasi yang terbatas dan sudah
ditentukan juga memiliki keuntungannya tersendiri, yaitu dapat memperkirakan kapan
jangka waktunya berakhir dan mengalihkan dana lebih untuk investasi jenis lainnya setelah
jangka waktu tersebut tiba. Namun kerugiannya, jangka waktu atas keuntungan yang bisa
diperoleh dari perusahaan tersebut terbatas pada waktu tertentu

3. Perbedaan Ketiga Besar keuntungan yang dapat diperoleh jika menjadi pemilik saham
suatu perusahaan tidak dapat diperkirakan, dengan kata lain fluktuatif dan seluruhnya
bergantung pada laba yang didapat perusahaan tersebut. Jadi tidak dapat ditaksir
keuntungan yang bisa didapatkan dari saham dan tidak akan sama tiap bulannya. Akan
tetapi keuntungan yang didapatkan dari obligasi akan stabil tiap bulan hingga jangka waktu
yang ditetapkan berakhir.

4. Perbedaan Keempat Keuntungan berupa dividen di saham adalah laba perusahaan


setelah dipotong pajak. Sebaliknya bunga obligasi lebih dulu dikeluarkan sebagai biaya, jadi
bisa dianggap tidak kena pajak. Harga saham fluktuatif, kisaran besarnya tergantung
sepenuhnya pada kondisi ekonomi mikro dan makro. Jadi keadaan ekonomi negara
membaik atau memburuk akan berefek besar pada harga saham. Harga obligasi cenderung
lebih relatif stabil, namun tetap ada faktor yang mempengaruhi kisaran besarnya harga
obligasi. Faktor tersebut antara lain bunga dan inflasi.

Anda mungkin juga menyukai