Anda di halaman 1dari 8

Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSAP/I/2021

Halaman 1 dari 7 halaman

PEMERINTAH KOTA PALU


RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU
Jalan Kangkung Nomor 1 Palu, kode pos 9

PRO JUSTITIA

KETERANGAN VISUM et REPERTUM


Nomor VeR:205/21-VS/RSAP/I/2021

Yang bertandatangan dibawah ini, dokter pemeriksa dr. Eka Yusi Nur
Athiyyah dokter umum, Rumah Sakit Umum Anutapura Palu, dengan
Surat Permintaan Visum dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Resor
Palu, Sektor Palu Barat Nomor Surat Permintaan Visum 375/I/2021/Res-
Palu/Sek-Palbar, tertanggal dua puluh delapan bulan Januari tahun dua
ribu dua puluh satu, maka berdasarkan surat tersebut dengan ini telah
dilakukan pemeriksaan dengan tanggal dan jam sesuai yang tercantum di
bawah ini pada hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu
pada pasien yang tercatat dengan nomor rekam medis 151977 dengan
identitas berdasarkan surat permintaan visum tersebut sebagai berikut:
----
Nama : Tn.M---------------------------------------------------------------
Jeniskelamin : Laki laki ----------------------------------------------------------
Umur : Dua Puluh TujuhTahun---------------------------------
Agama : Islam---------------------------------------------------------------
Alamat : Jalan Kelor Nomor lima belas Palu------------

Berdasarkan keterangan yang tertera pada Surat Permintaan Visum,


Nomor Surat Permintaan Visum : 375/I/2021/Res-Palu/Sek-Palbar, pasien
mengalami penusukan yang terjadi pada hari kamis tertanggal dua puluh
delapan bulan januari tahun dua ribu dua puluh satu, pukul dua puluh dua
Waktu Indonesia Bagian Tengah. Dengan permohonan pemeriksaan luar

---------------------------------------------PEMERIKSAAN--------------------------------

Tanggal pemeriksaan tanggal dua puluh delapan bulan januari tahun dua
ribu dua puluh satu, pukul dua puluh dua Waktu Indonesia Bagian
Tengah.
Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 2 dari 7 halaman

Anamnesis (menurut penyidik) : Pasien laki-laki berusia dua puluh


Tujuh tahun dibawa oleh penyidik ke Instalasi Gawat Darurat Rumah
Sakit Umum Anutapura Palu dalam keadaan sudah tidak bernyawa
setelah mengalami perdarahan yang sangat banyak akibat luka tusuk
pada daerah leher. Berdasarkan keterangan dari warga ditempat
kejadian, pasien ditusuk menggunakan pisau setelah menghadiri pesta
akibat dari perselisihan dengan salah satu warga di pesta tersebut pukul
dua puluh dua Waktu Indonesia Bagian Tengah. Pasien sempat dibawa
ke puskesmas terdekat setelah kejadian untuk mendapatkan penanganan
awal. tetapi Sesampainya di puskesmas pasien meninggal dan belum
sempat mendapatkan penanganan awal. Riwayat penyakit dan alergi
obat, serta penggunaan obat-obatan tidak diketahui, Keluhan selain di
atas (demam, batuk, sesak) tidak ada-----------------------

----------------------------------------HASIL PEMERIKSAAN--------------------------
Hasil pemeriksaan di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum
Anutapura Palu pukul dua puluh dua Waktu Indonesia Bagian Tengah. ----

1) Pemeriksaan Luar : -------------------------------------------------------------


a) Label Mayat : Tidak berlabel------------------------------------------
b) Segel Mayat : Tidak bersegel -----------------------------------------
c) Pakaian Mayat : Tampak mayat menggunakan baju kemeja
batik dan celana kain panjang berwarna Hitam------
d) Perhiasan Mayat : Tidak ada -----------------------------------------------
e) Kaku Mayat : Tidak terdapat kaku mayat.-------------------------
f) Lebam Mayat : Tidak terdapat lebam mayat.-----------------------
g) Sikap Mati : Tubuh terlentang dengan posisi kedua tangan
beada di samping tubuh ---------------------------------------------------------
h) Panjang Badan Mayat : Seratus lima puluh sembilan sentimeter-----
i) Berat Badan : Tampak cukup gemuk -------------------------------
j) Pembusukan : Tidak terdapat pembusukan -----------------------
k) Keadaan Umum : Glasglow coma scale (skala mengukur tingkat
kesadaran) tiga (eye response satu, verbal response satu, motoric
response satu)----------------------------------------------------
l) Tanda-Tanda Vital : -------------------------------------------------------------
Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 3 dari 7 halaman

Tekanan darah : Tidak didapatkan dengan pengukuran


tensimeter----------------------------------------------------------------------------
Pernafasan : Tidak didapatkan dengan stetoskop--------------
Denyut nadi : Tidak teraba--------------------------------------------
Suhu : Akral dingin tiga puluh tiga derajat celsius------
m) Pada bagian kepala : Tampak rambut cepak lurus berwarna hitam.
Rambut susah dicabut. Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Pada perabaan bagian-
bagian tersebut tidak didapatkan gemeretak
tulang.----------------------
n) Pada bagian wajah :--------------------------------------------------------------
1) Mata : Kedua mata dalam keadaan tertutup, refleks cahaya
tidak ada, teleng mata (pupil) bulat dengan diameter lima
milimeter, tirai mata (iris) berwarna hitam, selaput bola mata
(kornea) dan selaput kelopak mata berwarna pucat, tidak
terdapat pendarahan di bawah area putih mata dan tidak
ditemukan bintik-bintik perdarahan kecil pada kedua selaput
mata, dan juga tidak tampak kuning (ikterik)---------------------------
2) Hidung : Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya) .Tidak ada gemeretak
tulang atau patah tulang. Tidak ditemukan cairan dari lubang
hidung----------------------------------------------------------------------------
3) Pipi : Tidak ditemukan perlukaan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya) --------------------------------
4) Mulut: Mulut dalam keadaan terbuka dan lidah tidak menjulur
keluar----------------------------------------------------------------------------
5) Bibir : Pada semua area bibir luar dan dalam tidak ditemukan
perlukaan perlukaan (kemerahan, pembengkakan, dan jenis
luka lainnya) -------------------------------------------------------------------
6) Telinga: Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Tidak temukan cairan
dari liang telinga.--------------------------------------------------------------
7) Pada Bagian Leher : Tampak dua luka terbuka pada daerah
leher. Luka pertama pada daerah leher sebelah kiri bagian
tengah sisi depan. Luka berbentuk celah yang menganga
Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 4 dari 7 halaman

dengan panjang lima sentimeter, lebar tiga sentimeter dan


kedalaman luka tujuh sentimeter. Setelah dirapatkan luka
berbentuk garis lurus dengan panjang luka lima koma dua
sentimeter. Tepi luka rata, tebing luka terdiri dari jaringan kulit,
lemak dan otot dan dasar luka terdiri dari jaringan otot. Tidak
terdapat jembatan jaringan pada luka. Ujung luka sisi kiri
tumpul dan ujung luka sisi kanan lancip. Terdapat bekuan
darah dan tidak terdapat perdarahan aktif, sekitar luka tampak
kemerahan dan tidak terdapat pembengkakan. Setelah
dibersihkan, tidak didapatkan perlukaan lain di sekitar luka.
Pada perabaan tidak ditemukan gemeretak tulang atau patah
tulang.
Luka kedua pada leher sebelah kiri sisi depan bagian pangkal.
Luka berbentuk celah yang menganga dengan panjang tiga
sentimeter, lebar satu sentimeter dan kedalaman luka satu
sentimeter. Setelah dirapatkan luka berbentuk garis lurus
dengan panjang luka tiga koma satu sentimeter. Tepi luka rata,
tebing luka terdiri dari jaringan kulit, lemak dan otot dan dasar
luka terdiri dari jaringan otot. Tidak terdapat jembatan jaringan
pada luka. Ujung luka sisi kiri tumpul dan ujung luka sisi kanan
lancip. Terdapat bekuan darah dan tidak terdapat perdarahan
aktif, sekitar luka tampak kemerahan dan tidak terdapat
pembengkakan. Setelah dibersihkan, tidak didapatkan
perlukaan lain di sekitar luka. Pada perabaan tidak ditemukan
gemeretak tulang atau patah
tulang.-------------------------------------
8) Bagian Dada : Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Pada perabaan tidak
ada gemeretak tulang, maupun patah tulang.-------------------------
9) Bagian Perut : Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Perut tampak datar dan
pada perabaan tidak keras. -----------------------------------------------
10) Bagian Punggung : Tidak ditemukan perlukaan
(kemerahan, pembengkakan, dan jenis luka lainnya).--------------
Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 5 dari 7 halaman

11) Bagian Alat Kelamin: Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,


pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Tidak ada ditemukan
urin dan air mani pada kelamin.-------------------------------------------
12) Bagian Bokong : Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya) --------------------------------
13) Bagian Dubur : Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Tidak ditemukan
adanya kotoran.---------------------------------------------------------------
14) Bagian Anggota Gerak Atas : Kuku-kuku berwarna putih pucat.
Tidak terdapat kaku mayat pada kedua tangan. Tidak
ditemukan perlukaan (kemerahan, pembengkakan, dan jenis
luka lainnya). Tidak didapatkan gemeretak tulang maupun
patah tulang -------------------------------------------------------------------
15) Bagian Anggota Gerak Bawah : Kuku-kuku berwarna putih
pucat, terdapat kaku mayat pada kedua kaki yang mudah
dilawan. Tidak ditemukan perlukaan (kemerahan,
pembengkakan, dan jenis luka lainnya). Tidak didapatkan
gemeretak tulang maupun patah tulang.------------------------------
2) Penanganan dan Tindakan:---------------------------------------------------------
- Membersihkan darah yang mengering pada daerah sekitar
luka menggunakan natrium klorida nol koma sembilan
persen dan menjahit luka menggunakan benang catgut
dengan jahitan interuptus sebanyak delapan jahitan pada
luka pertama dan lima belas jahitan pada luka robek kedua--
3) Anjuran : ---------------------------------------------------------------------------------
- Konsul ke spesialis forensik dan medikolegal---------------------
- Pemeriksaan dalam (autopsi)------------------------------------------

-------------------------------------------KESIMPULAN------------------------------------
Telah dilakukan pemeriksaan pada tanggal dua puluh delapan bulan
januari tahun dua ribu dua puluh satu, pukul dua puluh tiga lewat sepuluh
menit Waktu Indonesia Bagian Tengah, pada seorang laki-laki dengan
berdasarkan Surat Permintaan Visum dari Kepolisian Negara Republik
Indonesia Daerah Sulawesi Tengah Resor Palu, Sektor Palu Selatan
Nomor Surat Permintaan Visum: 375/I/2021/Res-Palu/Sek-Palsel
bernama Tn.A berumur dua puluh sembilan tahun.
Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 6 dari 7 halaman

Berdasarkan hasil pemeriksaan tertanggal tersebut di atas dapat


disimpulkan terdapat dua luka robek pada bagian daerah leher (bukti poin
1.n.7) tidak terdapat lebam pada mayat (bukti poin 1.f), tidak terdapat kaku
mayat (bukti poin 1.e) serta tidak ada pembusukan (bukti poin 1.j).
sehingga estimasi waktu kematian mayat diperkirakan sekitar kurang dari
dua jam. Terdapat dua luka tusuk pada tengah leher sebelah kiri dan pada
pangkal leher yang disebabkan oleh persentuhan trauma benda tajam di
mana luka ini didapatkan sebelum pasien meninggal. Penyebab kematian
tidak dapat disimpulkan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam
(autopsi). -------------------------------------------------------------------------------------

--------------------------------------------------PENUTUP----------------------------------
Demikianlah Visum et Repertum dibuat dengan sebenarnya dan
sejujurnya menggunakan keilmuan mengingat sumpah sesuai dengan
jabatan sebagai dokter.--------------------------------------------------------------------

Mengetahui Palu, 28 Januari 2021


Tim Konsul Pembuatan VeR Dokter Pemeriksa

Dr. dr. Hj. Annisa Anwar Mutaher, dr. Eka Yusi Nur Athiyyah
S.H.,M.Kes.,Sp.F 15 19 777 14 375
NIP. 197903092008042001
Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 7 dari 7 halaman

Kasus Luka Tusuk Pada Leher

Hari dan Tanggal: Jum’at, 23 Oktober 2020

Nomor Visum et Repertum : 107/20-VS/RSUD/X/2020


Visum Et Repertum: 205/21-VS/RSU/X/2021
Halaman 8 dari 7 halaman