Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)


Integrated Participatory Development and
Management of Irrigation Project (IPDMIP)
Bulan Januari Tahun 2021

NAMA : Muhammad Shodiqul Wahib, S.Pi


DAERAH IRIGASI : Waduk Caling
Kabupaten / Provinsi : Lamongan / Jawa Timur

1) HIPPA “Sumber Makmur” Ds. Sidorejo Kec.Sugio Kab. Lamongan


2) HIPPA “Tirto Arum” Ds. Sidomlangean Kec. Kedungpring Kab. Lamongan
3) HIPPA “Tirto Mulyo” Ds. Kedungbanjar Kec. Sugio Kab. Lamonngan
4) HIPPA “Tirto Utomo” Ds. Kedungdadi Kec. Sugio Kab. Lamongan
5) HIPPA Tirto Manunggal” Ds. Bedingin Kec. Sugio Kab. Lamongan
6) HIPPA “Abdi Tani” Ds. Pangkatrejo Kec. Sugio Kab. Lamongan
7) HIPPA “Sri Makmur” Ds. Bakalrejo Kec. Sugio Kab. Lamongan

Daerah Irigasi Waduk Caling Kabupaten Lamongan


Tahun 2021
LAPORAN BULAN JANUARI 2021
TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (TPM)
“Integrated Participatory Development and Management of Irrigation
Project (IPDMIP)”

Nama TPM : Muhammad Shodiqul Wahib, S.Pi


Daerah Irigasi : Waduk Caling
Kabupaten / Provinsi : Lamongan / Jawa Timur

A. PENDAHULUAN
Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan
kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan
masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi
secara partisipatif di wilayah pedesaan, Kementerian Dalam Negeri Republik
Indonesia melalui Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah melaksanakan
Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project
(IPDMIP).
Perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif
merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat petani secara terrencana dan
sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi. Proses
pemberdayaan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan,
pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai
pelaksana kegiatan.
Pelaksanaan Program Integrated Participatory Development and Management of
Irrigation Project (IPDMIP) yang meliputi tahap persiapan, perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi agar memperhatikan kebutuhan, kesulitan
dan aspirasi setiap orang baik laki-laki dan perempuan, termasuk kelompok lanjut
usia, kelompok disabilitas dan berkebutuhan khusus lainnya, sehingga tercipta
kesetaraan dan keadilan gender. Untuk itu akses partisipasi, kontrol dan manfaat
harus dibuka seluas-luasnya pada seluruh kelompok masyarakat di setiap tahapan.
Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan usulan prioritas yang telah disusun melalui
proses musyawarah di tingkat HIPPA/GHIPPA/IHIPPA. Selain itu, pemberdayaan
masyarakat petani juga bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan
kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.
Program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif (PPSIP)
diwujudkan untuk meningkatkan kemampuan pengelola irigasi, petani pemakai air
dan penerima manfaat irigasi lainnya dalam melaksanakan pengelolaan irigasi
secara efektif, efisien, dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat
dalam penyelenggaraan sistem irigasi. Peningkatan kemampuan kelembagaan
dilaksanakan melalui proses pemberdayaan.
Salah satu upaya pemberdayaan kelembagaan melalui program pendampingan.
Peran pendamping dalam konteks tersebut adalah sebagai fasilitator, katalisator,
motivator, dan dinamisator untuk meningkatkan kinerja pemberdayaan.
Pendampingan berupa pembinaan dan pelatihan yang diikuti untuk memperhatikan
perkembangan kebutuhan di lapangan, peran TPM saat ini diperlukan pula untuk
berpartisipasi dalam penguatan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani
(POKTAN / GAPOKTAN) bekerjasama dengan Penyuluh (PPL). Anggota POKTAN /
GAPOKTAN juga merupakan anggota HIPPA.GHIPPA/IHIPPA, namun secara
kelembagaan organisasi berbeda. Maka sinergitas antar kelembagaan organisasi
pertanian diperlukan untuk saling melengkapi. Kerjasama TPM dan KPL juga sangat
diperlukan untuk memfasilitasi serta membantu pendampingan kepada petani.
Kegiatan pendampingan diharapkan menjadi langkah strategis dalam rangka
pemberdayaan HIPPA.GHIPPA/IHIPPA dan POKTAN/GAPOKTAN dalam
pengelolaan irigasi. Maka peran dan tanggungjawab TPM menjadi penting dalam
melaksanakan fungsinya sebagai media pembaharu. Oleh karena itu diperlukan
suatu panduan pendampingan TPM untuk menjalankan peran dan fungsinya dalam
pemberdayaan HIPPA/GHIPPA/IHIPPA maupun POKTAN/GAPOKTAN yang dapat
mengarahkan pencapaian tujuan pengelolaan irigasi yang berkelanjutan

B. MAKSUD DAN TUJUAN PENDAMPINGAN


1. Maksud Pendampingan
Maksud, tujuan dan sasaran kegiatan Integrated Participatory Development and
Management of Irrigation Project (IPDMIP) di Daerah Irigasi Waduk Caling yang
menjadi tugas TPM dalam menjalankan Pendampingan yang meliputi tahap
persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi agar
memperhatikan kebutuhan, kesulitan dan aspirasi setiap orang baik laki-laki dan
perempuan, termasuk kelompok lanjut usia, kelompok disabilitas dan
berkebutuhan khusus lainnya, sehingga tercipta kesetaraan dan keadilan gender.
Untuk itu akses partisipasi, kontrol dan manfaat harus dibuka seluas-luasnya
pada seluruh kelompok masyarakat di setiap tahapan.
2. Tujuan Pendampingan
Memahami kondisi kelembagaan pengelola air irigasi dan sarana prasarana yang
ada di wilayah dampingan serta menumbuhkembangkan kelembagaan pengelola
irigasi yang sehat.

C. HASIL YANG DIHARAPKAN


Hasil yang diharapkan dari pendampingan ini adalah adanya pemahaman kondisi
kelembagaan yang sehat.
kelembagaan yang sehat memiliki kelengkapan baik secara kepengurusan,
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dalam melaksanakan program kerja
serta memiliki kelengkapan administrasi.
Kemandirian kelembagaan pengelola irigasi (HIPPA/GHIPPA/IHIPPA) pada aspek
kelembagaan petani, aspek manajemen ekonomi dan keuangan, aspek teknis irigasi
dan aspek polatanam pertanian.

D. KELOMPOK SASARAN
Kelompok yang menerima manfaat air irigasi dari Daerah Irigasi Waduk Caling yang
tergabung dalam Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) “Mekar Jaya”,
yang beranggotakan tujuh (7) HIPPA yaitu :
1. HIPPA “Sumber Makmur” Ds. Sidorejo Kec.Sugio Kab. Lamongan
2. HIPPA “Tirto Arum” Ds. Sidomlangean Kec. Kedungpring Kab. Lamongan
3. HIPPA “Tirto Mulyo” Ds. Kedungbanjar Kec. Sugio Kab. Lamonngan
4. HIPPA “Tirto Utomo” Ds. Kedungdadi Kec. Sugio Kab. Lamongan
5. HIPPA Tirto Manunggal” Ds. Bedingin Kec. Sugio Kab. Lamongan
6. HIPPA “Abdi Tani” Ds. Pangkatrejo Kec. Sugio Kab. Lamongan
7. HIPPA “Sri Makmur” Ds. Bakalrejo Kec. Sugio Kab. Lamongan

E. RENCANA KEGIATAN BULAN JANUARI


TPM Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation
Project (IPDMIP) di Bulan Januari Tahun 2020 merencanakan kegiatan dan atau
tahapan sebagai berikut :
1. Koordinasi antara Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) bersama Koordinator
Tenaga Pendamping Masyarakat (KTPM)
2. Koordinasi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) kepada Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(BAPPEDA), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA), dan Dinas
Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP)
3. Koordinasi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) kepada Juru dan pengurus
Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA)
F. REALISASI DAN HASIL KEGIATAN
Pada Bulan Januari Tahun 2020 yang telah direncanakan sebagaimana dapat
terrealisasi sebagai berikut :
No RENCANA KEGIATAN HASIL KEGIATAN BUKTI KEGIATAN
Penguatan kesiapan
Rapat koordinasi TPM dan TPM dalam  daftar hadir
1.
KTPM melaksanakan  foto kegiatan
pendampingan
Adanya sikronisasi
Koordinasi Tenaga
kegiatan pendampingan
Pendamping Masyarakat  daftar hadir
2. oleh TPM terhadap
(TPM) kepada Organisasi  foto kegiatan
program di Kabupaten
Perangkat Daerah (OPD)
Lamongan

G. PERMASALAHAN
Pelaksanaan Program Integrated Participatory Development and Management of
Irrigation Project (IPDMIP) yang bentuknya rapat dan koordinasi terhambat dengan
adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam
rangka pengendalian dan pencegahan penyebaran covid-19.

H. REKOMENDASI
1. Menyusun petunjuk teknis dengan mempertimbangkan prosedur kesehatan
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
2. Optimalisasi pelaksanaan rapat dan koordinasi secara virtual meeting selama
masa PPKM berlangsung

I. RENCANA KERJA BULAN FEBRUARI


Pada Bulan Februari 2020 kegiatan TPM Program Integrated Participatory
Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) yang akan dilakukan
yaitu ;

Kegiatan Tujuan
Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Konsolidasi dan koordinasi tentang
Daerah (OPD) yang terdiri dari Badan kelanjutan program serta sinkronisasi
Perencanaan Pembangunan Daerah kegiatan di tingkat Pemeritah Kabupaten
(BAPPEDA), Dinas Pekerjaan Umum Lamongan
Sumber Daya Air (DPUSDA), dan Dinas
Tanaman Pangan Holtikultura dan
Perkebunan (DTPHP)
Koordinasi dengan Juru dan Pengurus  Koordinasi dengan Juru untuk
Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air membahas mekanisme pelaksanaan
(GHIPPA) Operasi dan Pemeliharaan (OP)
jaringan irigasi
 Membuat database, baik pengurus
HIPPA / GHIPPA / IHIPPA maupun
update database luas baku sawah desa
pemanfaat dari Daerah Irigasi

J. PENUTUP
Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan TPM Program
Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project
(IPDMIP) selama menjalankan tugas di Bulan Januari 2020. Juga sebagai parameter
pengambilan sikap yang akan dijadikan kegitan lanjutan atau pada Bulan Februari
Tahun 2021.
Demikian Laporan kegiatan TPM Program Integrated Participatory Development and
Management of Irrigation Project (IPDMIP) pada Bulan Januari 2021 kami buat.

Lamongan, 24 Januari 2021

TPM IPDMIP Kab. Lamongan

MUHAMMAD SHODIQUL WAHIB, S.PI

Lampiran - I
DAFTAR HADIR
RAPAT KOORDINASI KTPM-TPM IPDMIP LAMONGAN TAHUN 2021

Lampiran – II
DOKUMENTASI KEGIATAN