Anda di halaman 1dari 3

Manifestasi klinis

Tanda –tanda pendarahan post partum pada umumnya


a. Pendarahan post partum dapat berupa pendarahan yang hebat dan menakutkan sehingga
dalam waktu singkat ibu dapat jatuh keadaan syok, atau dapat berupa pendarahan yang
merembes dalam perlaha- lahan tetapi nterjadi terus menerussehingga akhirnya menjadi
banyak dan penyebabnya ibu lemas atau jatuh dalam keadaan syok.
b. Pasien mengeluh lemas,limbung, berkeringat dingin, dan menggigil
c. Pada pendarahan berlebihi 20% volume total , timbul gejala penurunan, tekanan darah,
(sistolik <90mmHg) nadi (>100x/menit) dan nafas cepat pucat (Hb<8%) ekstrimitas
dingin, samapi terjadi syok .(ambar 2010)
 Gejala klinis berdasarkan penyebab:
1. Atonia uteri
 Gejala yang selalu ada : uterus tidak berkontraksi dan lembek dan
pendarahan segara setelah anak lahir (pendaranan post partum primer)
 Gejala yang terkadang –kadang timbul :syok ( tekanan darah rendah,
denyut nadi cepat dan kecil,ekstremitas dingin, gelisah dan mual muntah
dan lain lain.
2. Robekan jalan lahir
 Gejalan yang srelalu ada :pendarahan segar,darah segar mengalir segera
setelah bayi lahir, kontraksi uteru baik, plasenta baik
 Gejala yang terkadang-kadang timbul :pucat, lemas, menggigil
3. Retensio plasenta
 Gejala yang selalu ada : plasenta belum lahir setelah 30 menit, pendarahan
segar, kontraksi uterus baik.
 Gejala yang terkadang-kadang timbul : tali pusat putus akibat traksi
berlebihan, inverse uteri akibat tarikan, pendarahan lanjutan
4. Tertinggalnya plasenta (sisa plasenta)
 Gejala yang selalu ada: plasenta yang sebagian selaput (mengandung pembulu
darah) tidak lengkap pendarahan segar
 Gejala yang terkadang- kadang timbul : uterus berkontraksi baik tetapi tinggi
fundus tidak berkurang.
5. Inversion uteri
 Gejala yang selalu ada : uterus tidak teraba, lumen vagina terisi massa, tampak
tali pusat (jika plasenta belom lahir )pendaran segar dan nyeri sedikit dan
berat
 Gejala yang kadang kadang timbul : syok neurogenik dan pucat ( I.G.M
manuaba, 2007)

Pemeriksan penunjang
Pemeriksaan Medis
Terapi medis yang digunakan
 Metergine 0.2 mg peroral setiap 4 jam sebanyak 6 dosis dukung dengan analgesic bila
terjadi kram.
 Pitocin 10.-20 unit dalam 1000cc cairan IV mether gine 0.2 mg IM bila tidak ada riwayat
hipertensi
 Prostin supositoria pervagina, uterus atau rectum
 Bial pendarahan terus berlanjut beri hernabate 1 ampul per IM setiap 5 menit sebanyak
3x berikan dosis pertama 10 menit setelah pemberian prostin (gerimorgan, 2009).
Pemeriksaan non medis
 tekan bagian sekmen uterus bagian bawah dan keluarkan bekuan darah
 periksa konsistensi uterus
1. bila terjadi atonia, pijat uterus
2. bila tidak ada respon,lakukan kompresi bimanual
3. berikan oksitosin atau ergot, seperti berikut :
 pitocin 10-20 unit dalam 1000 cc cairan IV
 methergine 0,2 mg IM bila tidak ada riwayat hipertensi
 prostin supositoria pervagina, uterus atau rectum
 bila pendaranan uterus berlanjut berikan hernabate 1 ampul per IM setiap 5 menit
sebanyak 3 kali. Beri dosis pertam 10 menit setelah pemberian prostin
 lanjutkan kompresin bimanual
 pantau TTVdan tanda syok
4. bila uterus terus berkontraksi dan pendarahan terus berlanjut, perhatikan apakah ada
leserasin
 bila laserasi vagina atau perineum derajat pertama atau kedua, segera perbaiki
 bila laserasi servik atau laserasi vagina atau ;laserasi perineum derajat tiga atau
empat : jepit pendarahan dan lakukan perbaikan bial terjadi hemostatis
5. bila terjadi tanda tanda syok
 berikan infuse RL dengan cepat
 baringkan pasien dengan kaki sedikit dinaikkan
 berikan oksigen melalui masker
 jaga pasien agar tetap hangat, beri selimut
 pantau tanda-tanda vital
6. pada kasus yang ekstrim, pertimbangkan untuk melakukan hal hal berikut :
 injeksi oksitosin secara langsung keuterus dengan trompet lowa
 lakukan kompresi aorta
 lakukan his terik atau D dan C bila diperlukan