Anda di halaman 1dari 2

Perbedan Desain Riset

 Perbedaan Penelitian Kuntitatif Dan Kualitatif


1. Metode Penelitian Kuantitatif dapat di aratikan sebgai metode penlitian yang
berlandaskan pada filsapat vositivisme, di gunakan untuk meneliti pada populasi atau
sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya di lakukan secara random,
pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersift kuantitatif
atau statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan.

2. Metode Penitian Kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsapat
postpositivisme, di gunakan untuk meneliti pada objek yang alamiayah, (sebagai
lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adaah sebagai instrument kunci,
pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik
pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau
kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekanakan makana dari pada
generalisasi.
Untuk memahami metode penelitian kuantitaif dan kualitatif secara lebih
mendalam, maka harus di ketahuai perbedannya. Perbedan antara metode kualitatif
dengan kuantitatif meliputi 3 hal, yaitu perbedan tentang aksioma, proses penelitian, dan
karakteristik penelitian itu sendiri.

 perbedaan antara observasional dengan experimental:


Pada penelitian observasional, faktor penyebab terjadi secara alamiah, peneliti hanya
mengamati (mendata) faktor penyebab dan akibat
Pada penelitian eksperimental, faktor penyebab diberikan/dilakukan oleh peneliti, setelah
itu diamati (didata) akibatnya.
perbedaannya adalaah observasional kita hanya mengamati saja apa yang terjadi pada
sampel yang kita teliti. Sedangakan eksperimental kita memberi intervensi kepada
sampel.
 perbedaan antara pre experimental, quasi experimental, dan true experimental:
Perbedaan antara quasi experimental dan true experimental adalah ada atau tidaknya
randomisasi, perbedaan penting lainnya adalah jika pada RCT semua variable
dikendalikan semaksimal mungkin. Pada quasi experimental, tidak semua variable bisa
dikendalikan oleh peneliti,sehingga hubungan cause and effect relation ship masih di
pertanyakan.
Secara pengertain, quasi experimental adalah penelitian dimana peneliti hanya
memiliki sebagian control terhadap variable independent, dan sampel penelitian tidak
dilakukan randomisasi.
Pre- Experimental Designs (nondesign)
Dikatakan pre-experimental design, karena desain ini belum merupakan eksperimen
sungguh-sungguh. Karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap
terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu
bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak
adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random.
Bentuk pre-experimental design ada beberapa macam yaitu: One-Shot Case Study, One-Group
Pretest-PosttestDesign, dan Intact-Group Comparison.
Quasi Experimental Design
Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang
sulit dilaksanakan. Desain ini memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi
sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan
eksperimen. Walaupun demikian desain ini lebih baik dari pre-experimental design.Quasi-
Experimental Design, digunakan karena pada kenyataanya sulit mendapatkan kelompok kontrol
yang digunakan untuk penelitian.
True Experimental Design
Dikatakan true experimental ( eksperimen yang betul-betul), karena dalam desain ini. Peneliti
dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan
demikian validitas internal ( kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi.
Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang diambilsecara random dai populasi
tertentu. Jadi cirinya adalah adanyakelompok kontrol dan sampel yang dipilih  secara random.
Disini dikemukakan dua bentuk design true experimental yaitu: Posttest Only Control
Design dan Pretest Group Design.

DAFTAR PUSTAKA
 Setiadi (2007). konsep & Penulisan Riset Keperawatan.Yogyakarta: Graha Ilmu.
 Notoatmodjo,Soekidjo (2010). metodologi penelitian kesehatan. Ed Rev. Jakarta : Rineka
Cipta.
 Nursalam (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan:
Pedoman Skripsi, Tesis Dan Instrumen Penelitian Keperawatan.Ed Pertama.Jakarta:
Salemba Medika.