Anda di halaman 1dari 22

ABORSI

Aborsi Spontan
Patologis :
Abortus biasanya disertai oleh perdarahan ke dalam desidua basalis dan
nekrosis di jaringan dekat tempat perdarahan. Ovum menjadi terlepas, dan hal ini
memicu kotraksi uterus yang menyebabkan ekspulsi.

Etiologi :
Kelainan kromosom merupakan penyebab dari abortus ini. Resiko abortus
spontan ini meningkat seiring dengan paritas serta usia ibu dan ayah. Frekuensi
abortus ini meningkat secara klinis12% pada wanita usia 20 tahun menjadi 26%
pada usia lebih dari 40 tahun. Mekanisme yang menyebabkan abortus tidak jelas,
tetapi pada bulan-bulan awal kehamilan, ekspulsi ovum secara spontan hamper
selalu didahului oleh kematian mudigah atau janin.

Faktor Janin :
Perkembangna zigot abnormal :
Poland dkk. (1981) menemukaan disorganisasi morfologis pertumbuhan
pada 40% abortus spontan sebelum minggu ke-20.
Abortus Aneuploidi :
Kelainan kromosom sering dijumpai pada mudigah atau janin awal yang
mengalami abortus spontan, dan menyebabkan banyak atau sebagian besar
abortus pada awal kehamilan. Ini terjadi disebabkan oleh keselahan
gametogenesis ibu dan 5% oleh kromosom ayah.

Trisomi autosom :
Disebabkan oleh nondisjunctiontersendiri, translokasi seimbang
maternal atau paternal, atau inverse kromosom seimbang.
Monosomi X (45,X)
Janin yang memperlihatkan kelainan ini sering mengalami abortus dini,
dan beberapa yang mampu bertahan hidup lebih lama mengalami malformasi
berat. Usia ibu dan ayah yang lanjut tidak berkaitan dengan kelainan ini. Janin
Tetraploid jarang lahir hidup dan umumnya mengalami abortus sangat dini.

Abortus Euploid :
Penyebab abortus ini tidak diketahui, tetapui mungkin disebabkan oleh :
1. Kelainan genetic
2. Berbagai factor ibu
3. Beberapa factor ayah

Faktor Ibu:
1. Infeksi
2. Penyakit debilitas kronik
3. Kelainan endokrin : hipotiridisme, diabetes militus, defisiensi progesteron
4. Nutrisi
5. Pemakaian obat dan factor lingkungan : tembakau, alcohol, kafein, radiasi,
kontrasepsi, toksin lingkungan
6. Faktor Imunologis : factor autonom dan factor aloimun
7. Trombofilia herediter
8. Gamet menua
9. Laparotomi
10. Trauma fisik
11. Cacat uterus

Faktor Ayah :
Tidak diketahui tentang factor ayah dalam terjadinya abortus spontan.
Yang jelas translokasi kromosom pada sperma dapat menyebabkan abortus.

Kategori Abortus Spontan


Aspek klinis abortus spontan dibagi menjadi lima subkelompok : Abortus
imines, abortus tidak terhindari (inevitable), abortus inkomplek, abortus missed,
dan abortus rekuren.

1. Abortus Imines :
Diagnosa dari abortus ini didasari oleh perdarahan atau rabas pervaginam
pada paruh pertama kehamilan
2. Abortus Tidak Terhindari :
Abortus ini ditandai oleh pecahnya ketuban yang nyata disertai
pembukaan seviks.
3. Abortus inkomplek :
Terjadi sebelum usia gesatsi 10 minggu, janin dan plasenta biasanya
keluar bersama-sama, tetapi setelah waktu ini keluar secara terpisah. Apabila
plasenta seluruhnya atau sebagian tertahan di uteruis, cepat atau lambat akan
terjadi perdarhan yang merupakan tnd utama abortus inkomplek.
4. Abortus missed :
Hal ini didefinisikan sebagai retensi produk konsepsi yang telah
meninggal in utero selama beberapa minggu.
5. abortus rekuren :
Keadaan ini didefinisikan menerut berbagai criteria jumlah dan urutan,
tetapi definisi yang mungkin paling luas diterima adalah abortus spontan
berturut-turutselama tiga kali atau lebih.
Abortus Terinduksi :
Abortus terinduksi adalah terminasi kehamilan secara medis atau bedah
sebelum janin mampu hidup.
Abortus Elektif (Volunter) :
Abortus elektif atau volunteer adlah interupsi kehamilan sebelum janin
mampu hidup atas permintaan wanita yang bersangkutan, tetapi bukan atas alsan
penyakit jnin atau gangguan kesehatan ibu.

Abortus Septik
Penyulit serius pada abortus umunnya terjadi akibat abortus kriminalis.
Perdarahan hebat, sepsis, syok bacterial, dan gagal ginjal akut pernah terjadi pada
abortus legal tetapi dengan frekuensi yang jauh lebih kecil.
( F.Gary Cunningfham,20054:950-975)
DEFINISI ABORSI

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah


“abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma)
sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran
hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.

Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:

1. Aborsi Spontan / Alamiah


2. Aborsi Buatan/Sengaja

3. Aborsi Terapeutik / Medis

Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan


disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan 
Aborsi buatan / sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan
28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon
ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak). 
Aborsi terapeutik / medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan
atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi
mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah
yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya.
Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.  

(www.aborsi.org)

TINDAKAN ABORSI 

Ada 2 macam tindakan aborsi, yaitu:


1.   Aborsi dilakukan sendiri
2.   Aborsi dilakukan orang lain

Aborsi dilakukan sendiri

Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara memakan obat-obatan yang
membahayakan janin, atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan
sengaja ingin menggugurkan janin.

Aborsi dilakukan orang lain

Orang lain disini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak. Cara-cara yang
digunakan juga beragam.

Aborsi yang dilakukan seorang dokter atau bidan pada umumnya dilakukan dalam
5 tahapan, yaitu:
1. Bayi dibunuh dengan cara ditusuk atau
diremukkan didalam kandungan
2. Bayi dipotong-potong tubuhnya agar mudah
dikeluarkan
3. Potongan bayi dikeluarkan satu–persatu dari
kandungan
4. Potongan potongan disusun kembali untuk
memastikan lengkap dan tidak tersisa
5. Potongan-potongan bayi kemudian dibuang
ke tempat sampah/sungai, dikubur ditanah kosong, atau dibakar di tungku

Sedangkan seorang dukun beranak biasanya melaksanakan aborsi dengan cara


memberi ramuan obat pada calon ibu dan mengurut perut calon ibu untuk
mengeluarkan secara paksa janin dalam kandungannya. Hal ini sangat berbahaya,
sebab pengurutan belum tentu membuahkan hasil yang diinginkan dan
kemungkinan malah membawa cacat bagi janin dan trauma hebat bagi calon ibu.

ASPEK SOSIAL-BUDAYA MENGGUGURKAN KANDUNGAN

Sebenarnya alam telah melakukan seleksi dan pembatasan kelahiran dengan jalan
hanya satu telur dilepaskan dalam satu siklus menstruasi, sehingga kehamilan
sebagian besar tunggal. Tetapi oleh karena kesehatan makin membaik, terjadi
perubahan perilaku seksual makin liberal dan tekanan ekonomi menyebabkan
terjadi upaya membatasi kelahiran.
Gerakan keluarga berencana yang ada sampai saat ini belum mampu memberi
kesadaran setiap orang betapa pentingnya untuk membatasi jumlah dan susunan
keluarga melalui pelaksanaan metode keluarga berencana. Disamping itu masih
dijumpai bahwa mereka yang ingin membatasi jumlah keluarga tetapi enggan
untuk memakai salah satu metode KB dengan berbagai alasan. Perlu diketahui
bahwa pelaksanaan gugur kandung merupakan metodeKB yang paling tua didunia
sama tuanya dengan umur manusia dan dalam era modern mendapat tempat
sebagai penunjang penurunan angka kelahiran.
Dari sudut pandang agama didunia, seluruhnya tidak dapat membenarkan
pelaksanaan gugur kandung, karena diaggap melakukan pembunuhan yang paling
kejam, justru pada saat kehidupan dalam rahim sangat memerlukan perlindungan
dan pemeliharaan yang cukup. Dalam situasi yang terdesak dengan kehamilan
yang tidak kehendaki maka satu-satunya jalan adalah melakukan gugur kandung
melalui jasa dukun atau tenaga medis untuk menghilangkan rasa malu dengan
segala akibatnya. Dalam menghadapi permintaan gugur kandung yang makin
banyak jumlahnya, maka beberapa negara telah membebaskan pelaksanaan gugur
kandung menjadi tanggung jawab antara medis dan mereka yang memintanya
disretai persyaratan khusus.
AGAMA DAN ABORSI 

Kami akan membahas hal ini dari segi agama Islam (Al-Quran & Aborsi)
serta agama Kristen (Alkitab & Aborsi) untuk menggambarkan pemahaman lebih
lanjut mengenai aborsi dan agama. Pertama-tama kami akan membahasnya dari
segi agama Islam dan kemudian dari segi agama Kristen.

Al-Quran & Aborsi

Umat Islam percaya bahwa Al-Quran adalah Undang-Undang paling


utama bagi kehidupan manusia. Allah berfirman: “Kami menurunkan Al-Quran
kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89) Jadi, jelaslah bahwa
ayat-ayat yang terkandung didalam Al-Quran mengajarkan semua umat tentang
hukum yang mengendalikan perbuatan manusia.

Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran yang menyatakan bahwa aborsi
boleh dilakukan oleh umat Islam. Sebaliknya, banyak sekali ayat-ayat yang
menyatakan bahwa janin dalam kandungan sangat mulia. Dan banyak ayat-ayat
yang menyatakan bahwa hukuman bagi orang-orang yang membunuh sesama
manusia adalah sangat mengerikan.

Pertama: Manusia - berapapun kecilnya - adalah ciptaan Allah yang mulia.


Agama Islam sangat menjunjung tinggi kesucian kehidupan. Banyak sekali ayat-
ayat dalam Al-Quran yang bersaksi akan hal ini. Salah satunya, Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan umat manusia.”(QS 17:70)

Kedua: Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang.
Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Didalam agama Islam, setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain,
memiliki dampak yang sangat besar. Firman Allah: “Barang siapa yang
membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum
qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah
membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan
nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan
nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32)

Ketiga: Umat Islam dilarang melakukan aborsi dengan alasan tidak memiliki uang
yang cukup atau takut akan kekurangan uang. Banyak calon ibu yang masih muda
beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya
belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.
Alangkah salah pemikirannya. Ayat Al-Quran mengingatkan akan firman Allah
yang bunyinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut
melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga.
Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” (QS 17:31)
Keempat: Aborsi adalah membunuh. Membunuh berarti melawan terhadap
perintah Allah. Membunuh berarti melakukan tindakan kriminal. Jenis aborsi
yang dilakukan dengan tujuan menghentikan kehidupan bayi dalam kandungan
tanpa alasan medis dikenal dengan istilah “abortus provokatus kriminalis” yang
merupakan tindakan kriminal – tindakan yang melawan Allah. Al-Quran
menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran
terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi
ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara
bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu
sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat
siksaan yang pedih.” (QS 5:36)

Kelima: Sejak kita masih berupa janin, Allah sudah mengenal kita.
Sejak kita masih sangat kecil dalam kandungan ibu, Allah sudah mengenal kita.
Al-Quran menyatakan:”Dia lebih mengetahui keadaanmu, sejak mulai
diciptakaNya unsur tanah dan sejak kamu masih dalam kandungan ibumu.”(QS:
53:32) Jadi, setiap janin telah dikenal Allah, dan janin yang dikenal Allah itulah
yang dibunuh dalam proses aborsi.

Keenam: Tidak ada kehamilan yang merupakan “kecelakaan” atau kebetulan.


Setiap janin yang terbentuk adalah merupakan rencana Allah. Allah menciptakan
manusia dari tanah, kemudian menjadi segumpal darah dan menjadi janin. Semua
ini tidak terjadi secara kebetulan. Al-Quran mencatat firman Allah: “Selanjutnya
Kami dudukan janin itu dalam rahim menurut kehendak Kami selama umur
kandungan. Kemudian kami keluarkan kamu dari rahim ibumu sebagai bayi.” (QS
22:5) Dalam ayat ini malah ditekankan akan pentingnya janin dibiarkan hidup
“selama umur kandungan”. Tidak ada ayat yang mengatakan untuk mengeluarkan
janin sebelum umur kandungan apalagi membunuh janin secara paksa!

Ketujuh: Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan aborsi. Bahkan


dalam kasus hamil diluar nikah sekalipun, Nabi sangat menjunjung tinggi
kehidupan.
Hamil diluar nikah berarti hasil perbuatan zinah. Hukum Islam sangat tegas
terhadap para pelaku zinah. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW – seperti
dikisahkan dalam Kitab Al-Hudud – tidak memerintahkan seorang wanita yang
hamil diluar nikah untuk menggugurkan kandungannya: Datanglah kepadanya
(Nabi yang suci) seorang wanita dari Ghamid dan berkata,”Utusan Allah, aku
telah berzina, sucikanlah aku.”. Dia (Nabi yang suci) menampiknya. Esok harinya
dia berkata,”Utusan Allah, mengapa engkau menampikku? Mungkin engkau
menampikku seperti engkau menampik Ma’is. Demi Allah, aku telah hamil.”
Nabi berkata,”Baiklah jika kamu bersikeras, maka pergilah sampai anak itu lahir.”
Ketika wanita itu melahirkan datang bersama anaknya (terbungkus) kain buruk
dan berkata,”Inilah anak yang kulahirkan.” Jadi, hadis ini menceritakan bahwa
walaupun kehamilan itu terjadi karena zina (diluar nikah) tetap janin itu harus
dipertahankan sampai waktunya tiba. Bukan dibunuh secara keji.

Alkitab & Aborsi


Semua umat Kristiani bisa membaca kembali Kitab Sucinya untuk mengerti
dengan jelas, betapa Tuhan sangat tidak berkenan atas pembunuhan
7
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777
7nak yang muda.” Seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci
Esau.”

Kel 21-22 ~ pada Bab 21 dan 22 dibahas Tentang hak budak Ibrani (Kel 21:1-11);
Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia (Kel 21: 12-36) ; Peraturan
tentang jaminan harta sesama manusia (Kel 22:1-17); Peraturan tentang dosa yang
keji (Kel 22:18-20); Peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu (Kel 22:21-
27); dan Berbagai-bagai peraturan (Kel 22:28-31)

Yer 1:5 ~ “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah
mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah
menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-
bangsa.”
Yes 7:14 ~ Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu
pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Yes 44:2,24 ~ Beginilah firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang


membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah
takut, hai hambaKu Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! ….Beginilah
firman Tuhan, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan;
“Akulah Tuhan, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri
membentangkan langit, yang menghamparkan bumi – siapakah yang
mendampingi Aku? -

Yes 46:3 ~ “Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang
yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak
dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim….”

Yes 49:1-2 ~ Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-


bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan telah
menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai
pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tanganNya. Ia
telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku
dalam tabung panahNya.

Yes 53:6 ~ Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil
jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita
sekalian.

Ayb 3:11-16 ~ Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku
keluar dari kandungan? Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah
dada, sehingga aku dapat menyusu? Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan
tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat bersama-sama raja-raja dan penasihat-
penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya, atau
bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi
rumahnya dengan perak. Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang
disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang?

Ayb 10:8-12 ~ TanganMulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi


kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? Ingatlah, bahwa
Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku
debu kembali? Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu, dan
mengentalkan aku seperti keju? Engkau mengenakan kulit dan daging kepadaku,
serta menjalin aku dengan tulang dan urat. Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan
kepadaku, dan pemeliharaanMu menjaga nyawaku.

Ayb 31:15 ~ Bukankah Ia, yang membuat aku dalam kandungan, membuat orang
itu juga? Bukankah satu juga yang membentukkami dalam rahim?
Mzm 22:9-10 ~ “Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang meluputkannya,
biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?” Ya,
Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku
aman pada dada ibuku.

Mzm 139:13-16 ~ Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun


aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku
dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang
tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mataMu
melihat selagi aku bakal anak; dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari
yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Pkh 5:15 dan Pkh 11:5 ~ Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia
datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah
berlelah-lelah menjaring angin? ~ Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan
angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung,
demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala
sesuatu.

Luk 1:13-15 ~ Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia,
sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang
anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan
bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas
kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum
anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari
rahim ibunya;

Luk 1:39-44 ~ mengisahkan kunjungan Maria kepada Elisabet, ibu Yohanes.

Mzm 51:5 ~ Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa
bergumul dengan dosaku.

Luk 1:35-36 ~ Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu
dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang
akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya,
Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari
tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Mat 1:18-20 ~ Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria,
ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus,
sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya seorang yang
tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia
bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia
mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi
dan berkata: “Yusuf , anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria
sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh
Kudus….”
Hak 13:3-7 ~ Dan Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan
berfirman kepadanya demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi
engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu,
peliharalah dirimu, janganminum anggur atau minuman yang memabukkan dan
jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan
melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab
sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan
dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”

Ef 1:4 ~ …yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk


melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan
Bapa kita.

Mat 25:34 ~ Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya:
Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah
disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Why 13:8 ~ Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu
setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab
kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Why 17:8 ~ Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada,
ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka
yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan
sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu
telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.

Kedua : Hukuman bagi para pelaku aborsi sangat keras.

Kel 21:22-25 ~ Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk
kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran
kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah
ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia
harus membayarnya menurut putusan hakim. Tetapi jika perempuan itu mendapat
kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti
nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur
ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

Ketiga : Aborsi karena alasan janin yang cacat tidak dibenarkan Tuhan. 

Yoh 9:1-3 ~ Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak
lahirnya. Murid-muridNya bertanya kepadaNya: “Rabi, siapakah yang berbuat
dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"” Jawab
Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-
pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia…”

Kis 17:25-29 ~ … dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia
kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala
sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua
bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah
menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka supaya
mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia,
walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup,
kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-
pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari
keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas
atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

Mzm 94:9 ~ Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang
membentuk mata, masakah tidak memandang?

Rom 8:28 ~ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Im 19:14 ~ Janganlah kau kutuki orang tuli dan did depan orang buta janganlah
kau taruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah
Tuhan.

Yes 45:9-12 ~ Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak
lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya:
“Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya
tangan!” Celakalah orang yang berkata kepada ayahnya: “Apakah yang
kauperanakkan?” dan kepada ibunya: “Apakah yang kaulahirkan?” Beginilah
firman Tuhan, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel; “Kamukah yang
mengajukan pertanyaan kepadaKu mengenai anak-anakKu, atau memberi perintah
kepadaKu mengenai yang dibuat tanganKu? Akulah yang menjadikan bumi dan
yang menciptakan manusia di atasnya; tanganKulah yang membentangkan langit,
dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.

Keempat : Aborsi karena ingin menyembunyikan aib tidak dibenarkan Tuhan. 

Kej 19:36-38 ~ Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. Yang
lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa
orang Moab yang sekarang. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-
laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

Kej 50:20 ~ Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi
Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan
seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang
besar.

Rom 8:28 ~ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Kelima: Tuhan tidak pernah memperkenankan anak manusia dikorbankan.
Apapun alasannya.

Yeh 16:20-21 ~ Bahkan, engkau mengambil anak-anakmu lelaki dan perempuan


yang engkau lahirkan bagiKu dan mempersembahkannya kepada mereka menjadi
makanan mereka. Apakah persundalanmu ini masih perkara enteng bahwa
engkau menyembelih anak-anakKu dan menyerahkanNya kepada mereka dengan
mempersembahkannya sebagai korban dalam api?

Yer 32:35 ~ Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baaldi Lembah


Ben-Hinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak
perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api, sekalipun Aku
tidak pernah memerintahkannya kepada mereka dan sekalipun hal itu tidak pernah
timbul dalam hatiKu, yakni hal melakukan kejijikan ini, sehingga Yehuda
tergelincir ke dalam dosa.

Kel 1:15-17 ~ Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang


menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua,
katanya: “Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu
harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus
membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup.” Tetapi bidan-
bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir
kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.

Mzm 106:37-42 ~ Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-


anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat, dan menumpahkan darah orang
yang tak bersalah, darah anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, yang
mereka korbankan kepada berhala-berhala Kanaan, sehingga negeri itu cemar oleh
hutang darah. Mereka menajiskan diri dengan apa yang mereka lakukan, dan
berzinah dalam perbuatan-perbuatan mereka. Maka menyalalah murka Tuhan
terhadap umatNya, dan Ia jijik kepada milikNya sendiir. DiserahkanNyalah
mereka ke tangan bangsa-bangsa, sehingga orang-orang yang membenci mereka
berkuasa atas mereka. Mereka diimpit oleh musuhnya, sehingga takluk ke bawah
kuasanya.

II Raj 16:3; 17:17 dan 21:6 ~ .. tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel,
bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan
perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel. ~
Tambahan pula mereka mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam
api dan melakukan tenung dan telaah dan memperbudak diri dengan melakukan
yang jahat di mata Tuhan, sehingga mereka menimbulkan sakit hatiNya. ~
Bahkan ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan
ramal dan telaah, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil
roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata Tuhan, sehingga ia
menimbulkan sakit hatiNya.

Ul 12:31 dan 18:10-13 ~ Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan,
Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya,
itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaku dan
anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. ~ Di
antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-
laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang
menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir. Seorang
pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal
atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang
melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karena kekejian-
kekejian inilah Tuhan, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu. Haruslah
engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan Tuhan, Allahmu.

Im 18:21, 24 dan 30 ~ “Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk


dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan
nama Allahmu; Akulah Tuhan. ~ Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan
semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi
najis. ~ Dengan demikian kami harus tetap berpegang pada kewajibanmu
terhadap Aku, dan jangan kamu melakukan sesuatu dari kebiasaan yang keji itu,
yang dilakukan sebelum kamu, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan
semuanya itu; Akulah Tuhan, Allahmu.”

Keenam : Anak-anak adalah pemberian Tuhan. Jagalah sebaik-baiknya.

Kej 30:1-2 ~ Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub,
cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah
kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” Maka bangkitlah amarah Yakub
terhadap Rahel dan ia berkata:” Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi
engkau mengandung?”

Mzm 127:3-5 ~ Sesungguhnya, anak laki-laki adalah milik pusaka dari pada
Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di
tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang
yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan
mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

 ALASAN ABORSI 

Aborsi dilakukan oleh seorang wanita hamil - baik yang telah menikah maupun
yang belum menikah dengan berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling
utama adalah alasan-alasan yang non-medis (termasuk jenis aborsi buatan /
sengaja)

Di Amerika, alasan-alasan dilakukannya aborsi adalah:

1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir


mengganggu karir, sekolah atau tanggung jawab lain (75%).
2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat
anak (66%).
3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50%)

Alasan lain yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda (terutama mereka
yang hamil di luar nikah), aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak. Ada
orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka
lakukan. Mereka tidak tahu akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang
calon ibu, saat merasakan gerakan dan geliatan anak dalam kandungannya.

Alasan-alasan seperti ini juga diberikan oleh para wanita di Indonesia yang
mencoba meyakinkan dirinya bahwa membunuh janin yang ada didalam
kandungannya adalah boleh dan benar . Semua alasan-alasan ini tidak berdasar.
Sebaliknya, alasan-alasan ini hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang
wanita, yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.

Data ini juga didukung oleh studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch
Forrest (1998) yang menyatakan bahwa hanya 1% kasus aborsi karena perkosaan
atau incest (hubungan intim satu darah), 3% karena membahayakan nyawa calon
ibu, dan 3% karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh yang serius.

Sedangkan 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan yang sifatnya untuk
kepentingan diri sendiri – termasuk takut tidak mampu membiayai, takut
dikucilkan, malu atau gengsi

CONTOH ABORSI

Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses
aborsi:

Pada kehamilan muda (di bawah 1 bulan)

Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan
dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat
lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat
cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh
tersebut.

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)

Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-
bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak
tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan
menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus).

Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara
menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau
leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-
tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi
bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan. Dalam klinik aborsi,
bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini.

Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian tubuh
lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh
dengan cara yang paling mengerikan.

Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)

Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah
terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam.
Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk
dengan baik.

Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum


dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan
kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara
perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya – setelah menderita
selama berjam-jam sampai satu hari – bayi itu akhirnya meninggal.

Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan
jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi
pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)

Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan,
termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah
menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik.

Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi
tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh.

Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat


sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah.
Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan
tuntas – hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang
terlibat didalam aborsi ini – bahwa pembunuhan keji telah terjadi.

Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang
melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka
tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak
lama setelah aborsi dilakukan.

Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu
adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak
manusiawi.
Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu.
Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan
menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.

HUKUM DAN ABORSI 

Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin


termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”

Yang menerima hukuman adalah:


1.   Ibu yang melakukan aborsi
2.   Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi
3.   Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Dasar hukum abortus adalah sebagai berikut:

a. HP Bab XIX tentang kejahatan


terhadap nyawa orang

KUHP Pasal 229

1. Barang siapa dengan sengaja mengobati


seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati,dengan diberitahukan
atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat
digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau
denda paling banyak tiga ribu rupiah.
2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk
mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian
atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya
dapat ditambah sepertiga.

3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan


tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk
melakukan pencarian itu.

KUHP Pasal l34

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak
dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa
anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara
paling lama tujuh tahun.

KUHP Pasal 342


Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan
ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak
lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan
pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama
sembilan tahun.

KUHP Pasal 343

Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang
lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan
dengan rencana.

KUHP Pasal 346

Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya


atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling
lama empat tahun.

KUHP Pasal 347

1. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan


atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam
dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya
wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

KUHP Pasal 348

1. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan


atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya,
diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut,


dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
KUHP Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang
tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu
kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang
ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak
untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.
Undang-undang Kesehatan NO. 23 Tahun 1992
Pasal 15
Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan
atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat
dilakukan:
Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut.
Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan
dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan
tim lain.
Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya.
Pada sarana kesehatan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
RESIKO ABORSI 
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan
seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan
aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama
mereka  yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang
sudah terjadi.
Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:
Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik.
Resiko gangguan psikologis
Resiko kesehatan dan keselamatan fisik
Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko
yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of
Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:
Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada
anak berikutnya.
Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).
Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
Kanker hati (Liver Cancer).
Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa)yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy).
Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis).

Resiko kesehatan mental


Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi
kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki
dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.
Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome”
(Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological
Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion
Review (1994).
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal
seperti berikut ini:
Kehilangan harga diri (82%).
Berteriak -teriak histeris (51%).
Mimpi buruk berkali- kali mengenali bayi (63%).
Ingin melakukan bunuh diri (28%).
Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%).
Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%).
Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi
perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.
PELAKU ABORSI 
Profil pelaku aborsi di Indonesia tidak sama persis dengan di Amerika. Akan
tetapi gambaran dibawah ini memberikan kita bahan untuk dipertimbangkan.
Seperti tertulis dalam buku “Facts of Life” oleh Brian Clowes, Phd:
Para wanita pelaku aborsi adalah:
Wanita Muda
Lebih dari separuh atau 57% wanita pelaku aborsi, adalah mereka yang berusia
dibawah 25 tahun. Bahkan 24% dari mereka adalah wanita remaja berusia
dibawah 19 tahun.    
Usia
Jumlah
%

Dibawah 15 tahun
14.200
0.9%

15-17 tahun
154.500
9.9%

18-19 tahun
224.000
14.4%

20-24 tahun
527.700
33.9%

25-29 tahun
334.900
21.5%

30-34 tahun
188.500
12.1%

35-39 tahun
90.400
5.8%
40 tahun keatas
23.800
1.5%

Belum Menikah
Jika terjadi kehamilan diluar nikah, 82% wanita di Amerika akan melakukan
aborsi. Jadi, para wanita muda yang hamil diluar nikah, cenderung dengan mudah
akan memilih membunuh anaknya sendiri. Untuk di Indonesia, jumlah ini
tentunya lebih besar, karena didalam adat Timur, kehamilan diluar nikah adalah
merupakan aib, dan merupakan suatu tragedi yang sangat tidak bisa diterima
masyarakat maupun lingkungan keluarga.
Waktu Aborsi
Proses aborsi dilakukan pada berbagai tahap kehamilan. Menurut data statistik
yang ada di Amerika, aborsi dilakukan dengan frekuensi yang tinggi pada
berbagai usia janin.
Usia Janin
Kasus Aborsi

13-15 minggu
90.000 kasus

16-20 minggu
60.000 kasus

21-26 minggu
15.000 kasus

Setelah 26 minggu
600 kasus

Kebijakan Aborsi di Indonesia


Indonesia termasuk salah satu negara yang menentang pelegalan aborsi dalam
konvensi-konvensi badan dunia PBB, satu kubu dengan negara-negara muslim
dunia ,sebagian negara Amerika Latin dan Vatikan.
Di Indonesia aborsi dianggap ilegal kecuali atas alasan medis untuk
menyelamatkan nyawa sang ibu. Oleh karena itulah praktek aborsi dapat dikenai
pidana oleh negara. Fatwa lembaga keagamaan pun rata-rata mendukung
kebijakan pemerintah tersebut , misalnya fatwa Majlis Tarjih Muhammadiyah
tahun 1989 tentang aborsi yang menyatakan bahwa aborsi dengan alasan medik
diperbolehkan dan aborsi dengan alasan non medik diharamkan.
Akan tetapi bisakah Indonesia digolongkan dalam kubu pro live. Jawabnya bisa
ya bisa tidak. Walaupun kebijakan pemerintah Indonesia dengan melarang parktek
aborsi condong ke kubu pro live akan tetapi kebijakan lainnya justru mendorong
terjadinya
praktek aborsi. Diantaranya larangan bagi siswa/i yang masih duduk di bangku
sekolah dasar dan menengah untuk menikah. Kebijakan inilah yang mendorong
terjadinya praktek aborsi, siswi yang hamil akan dikeluarkan dari sekolah dan
dilarang untuk melanjutkan studynya, selain oleh karena tekanan orang tua,
masyarakat dan lingku-ngan. Karena itulah aborsi menjadi pilihan terbaik dari
yang terburuk yang bisa diambil oleh seorang remaja yang hamil di luar nikah.
Penutup dan Analisa
Memang mencegah lebih baik daripada mengobati. Memberi pengetahuan
mengenai beresikonya melakukan seks pra nikah atau sex bebas adalah salah satu
metode paling tepat untuk menurunkan resiko kehamilan di luar nikah. Akan
tetapi ketika nasi telah menjadi bubur apa tindakan kita.Apakah kita hanya
terbatas pada menghukum dan menghakimi mereka saja.
Kesalahan mereka tidak bisa dilepaskan dari kesalahan kita juga, baik sebagai
orang tua, pendidik maupun komponen masyarakat lainnya. Oleh karena itulah
perlu dicarikan sebuah solusi yang tepat dalam menangani masalah ini.
Indonesia memang bukan seperti negara maju, dimana mereka sudah
berpengalaman dalam menangani masalah-masalah seperti ini dengan melibatkan
semua pihak, baik orang tua, para guru, teman-temannya di sekolah bahkan juga
pemerintah. Sementara Indonesia yang merupakan negara yang bertransisi dari
masyarakat tradisonalis ke masyarakat modern bahkan pra modern tidak memiliki
kesiapan dalam menghadapi persoalan ini. Sehingga aksi-aksi yang dilakukan pun
lebih banyak merupakan aksi panik seperti halnya mengeluarkan siswi hamil
tersebut.
Resiko meningkatnya perilaku seks pra nikah dan seks bebas tidak dapat dihindari
akibat perkembangan budaya modern dan meningkatnya usia pasangan nikah.
Tapi sangat disayangkan apabila pemerintah dan juga kalangan pendidik dan
komponen masyarakat tidak memiliki sebuah konsep yang terarah dan jelas untuk
menghadap fenomena sosial ini. Peningkatan usia nikah harusnya juga diikuti
dengan pembekalan mengenai sex pada kalangan remaja sehingga mereka bisa
mengendalikan diri dan menjauhi perilaku sex beresiko tersebut. Akan tetapi
budaya sex tabu menempatkan kalangan remaja seperti anak kecil yang dipandang
dan dianggap tidak perlu tau masalah sex.
Selain itu perlu ada jaminan, bila memang pemerintah mengambil kebijakan pro
live seharusnya diikuti kebijakan-kebijakan lain yang sifatnya melindungi hak
kalangan remaja bila mereka mengalami kehamilan di luar nikah , diantaranya hak
untuk meneruskan pendidikan, hak untuk mendapatkan fasilitas perawatan medis
dan psikis yang memadai serta jaminan perawatan terhadap bayi yang akan
dilahirkannya.
Apabila jaminan-jaminan seperti ini tidak mampu disediakan oleh pemerintah
maupun lembaga swadaya masyarakat maupun komponen masyarakat lainnya
termasuk orang tua dan pendidik, maka kebijakan pelarangan aborsi menjadi
kontra produktif bagi remaja, dan pencegahan praktek aborsi ilegal oleh remaja
menjadi sia-sia.

DAFTAR PUSTAKA

F. Gary Cunningham. 2005. Obstetri Williams. Jakarta: EGC


Manuaba, Ida Bagus Gde.1999.Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.
Jakarta: Arcan
www.aborsi.org