Anda di halaman 1dari 4

Muatan Listrik

Muatan listrik diketahui ada dua jenis, yaitu (dinamai) muatan listrik positif dan
muatan listrik negatif. Benda dikatakan bermuatan listrik positif apabila benda itu
kekurangan elektron, sedangkan benda yang kelebihan elektron dikatakan
bermuatan listrik negatif. Benda dikatakan netral apabila jumlah muatan listrik
positif dan negatif yang dikandungnya sama (benda dapat dikatakan tidak bermuatan).
Muatan listrik diberi simbol q dan satuan muatan dalam SI adalah coulomb (C).

 Kuantisasi Muatan Listrik


Dari eksperimen diketahui bahwa muatan yang dikandung suatu benda
merupakan kelipatan bulat dari muatan elementer (yang diberi simbol e). Jadi, muatan
listrik yang dikandung benda dapat dinyatakan dengan q=ne (dalam hal ini n merupakan
bilangan bulat). Besar muatan elementer (muatan elektron atau proton) adalah:
e=1,60 x 10-19 C
Nilai ini 1 C ekivalen dengan kuantitas muatan yang dibawa oleh 6,25 x 10 18
elektron.

 Interaksi antara Dua Benda Bermuatan Listrik

+ +

Interaksi Dua Benda Bermuatan


Interaksi Dua Benda Netral
Sejenis (positif-positif)

- - + -
Interaksi Dua Benda Bermuatan Interaksi Dua Benda Bermuatan
Sejenis (negatif-negatif) Tak Sejenis (positif-negatif)

Gambar 1.1 Dua benda yang bermuatan listrik sama (keduanya positif atau negatif)
saling tolak- menolak, akan tetapi apabila kedua benda bermuatan listrik tidak
sejenis (satu positif dan lainya negatif) saling tarik-menarik.

Hukum Coulomb
Eksperimen memungkinkan pengamatan gaya-gaya interaksi antara muatan-
muatan listrik.
1. Hanya ada dua jenis muatan listrik : positif (+) dan negatif (-)
2. Antara dua muatan titik terdapat gaya interaksi yang bekerja sepanjang garis
penghubung kedua muatan tadi yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
antara dua muatan tersebut.
3. Gaya-gaya tersebut sebanding dengan perkalian muatan-muatan tersebut yang
bersifat tolak-menolak untuk muatan sejenis dan tarik-menarik untuk muatan
tak-sejenis.

Oleh Charles A. Coulomb-lah melakukan penelitian gaya interaksi antar muatan


dengan menggunakan timbangan puntir. Peralatan eksperimen Coulomb pada dasarnya
sama dengan yang digunakan pada percobaan Cavendish, tetapi massa yang digantikan
dengan bola kecil bermuatan.
Besarnya gaya tarik – menarik atau tolak – menolak elektrostatis dari bola – bola
kecil bermuatan akibat hasil gesekan, jauh lebih besar dibandingkan gaya tarik
gravitasinya. Pada percobaan Coulomb, jari – jari bola yang bermuatan jauh lebih kecil
dibandingkan jarak antara keduanya sehingga bola bermuatan tersebut dapat dianggap
sebagai muatan titik.
Untuk memperoleh muatan dan memvariasikan besarnya muatan, Coulomb
menggunakan cara induksi. Sebagai contoh, mula – mula muatan pada setiap bola sebesar
1
q0, besarnya muatan tersebut dapat dikurangi menjadi q0 dengan cara membumikan salah
2
satu bola tersebut agar muatannya terlepas dan kemudian kedua bola dikontakkan kembali.
Hasil dari percobaan ini, dinyatakan: gaya yang dilakukan oleh suatu mutan titik pada
muatan titik lainnya bekerja sepanjang garis yang menghubungkan kedua muatan
tersebut. Besarnya gaya tersebut adalah berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara
kedua muatan dan berbanding lurus dengan hasil kali muatan. Gaya bersifat tolak –
menolak jika kedua muatan mempunyai tanda sama dan tarik - menarik jika tandanya
berbeda. Pernyatan ini hingga kini dikenal: Hukum Coulomb.

F21 F12
(a) F21 F12
(b).
Gambar. 1. 2. (a). muatan yang sejenis tolak – menolak. (b). muatan yang tidak sejenis
tarik – menarik.

Dari gambar 2.2.1. q1 dan q2 merupakan dua muatan titik yang terpisah sejauh r12
yang merupakan besaran vektor r12 yang mengarah dari q1 ke q2. Gaya F12 yang dilakukan
q1 pada q2 adalah:

k q1 q 2 (1.2)
F12 = 2
r 12
Dimana k adalah tetapan Coulomb yang nilainya 8,99 x 109 N2/C2.
Catat bahwa ada kesamaan antara hukum Coulomb dengan hukum gravitasi
Newton. Keduanya adalah hukum kuadrat terbalik. Namun demikian gaya gravitasi antara
dua partikel berbanding lurus dengan massa-massa partikel, sedangkan gaya listrik
berbanding lurus dengan muatan-muatan listrik dan dapat bersifat tarik-menarik maupun
tolak-menolak.
Karena gaya listrik dan gaya gravitasi antara dua partikel berbanding terbalik
denagn kuadrat jaraknya, maka perbandingan antara kedua gaya ini tidak bergantung pada
jarak keduanya. Oleh karenanya kita dapat membandingkan gaya-gayanya; dimana
perbandingannya bahwa gaya gravitasi antara dua partikel dasar besarnya sangat kecil
dibandingkan dengan gaya listrik antara keduanya (andaikan keduanya bermuatan) oleh
karenanya gaya gravitasi diabaikan jika membicarakan interaksi antara keduanya. Untuk
massa-massa yang besar seperti massa bumi dengan kandungan muatan yang sama, gaya
gravitasi menjadi penting. jika muatan positif dan negatif di dalam benda-benda yang
demikian tidak saling menghilangkan, maka gaya listrik antara keduanya akan menjadi
jauh lebih besar dibandingkan gaya gravitasi.