Anda di halaman 1dari 19

CATATAN UTS PERIO 1 SISIPAN

ANATOMI JARINGAN PERIODONTAL (DRG. DESY)

GINGIVA
Definisi
Gingiva adalah salah satu jaringan lunak dari mukosa oral yang melapisi Processus
alveolar, berwarna merah muda atau merah muda pucat.

Bagian-bagian Gingiva
1. Margin gingiva (free atau unattached)
- Gingiva marginal adalah bagian yang paling dekat mahkota dari gingiva.
- Gingiva tidak melekat pada gigi, dan terbuat dari dinding jaringan lunak
gingival sulcus (ruang dangkal antara gingiva marginal dan gigi).
- Berbentuk seperti pisau bermata dalam kontur, konsistensi yang tegas, dan
tekstur halus.
- Gingiva fluid (GCF) → sebagai imunologi untuk membersihkan bakteri yang
mengandung plasma protein.

2. Attached gingiva
- Terletak dari apikal pada gingiva marginal dan free gingiva (di atas
periosteum proc. Alveolaris). Ini melekat erat ke gigi dan tulang alveolar di
bawahnya.
- Attached gingiva memiliki kontur yang runcing (lancip), teksturnya stippling
(menyerupai permukaan kulit jeruk), dan konsistensinya kuat.
- Mudah bergerak, karena menyesuaikan dengan tekanan kunyah yang diterima
oleh gigi.

3. Sulcus gingiva
- Gingival sulcus dilapisi dengan epitel skuamosa bertingkat yang non-
keratinisasi epitelium.
- Bagian bawah sulkus ini dibentuk oleh permukaan bebas epitel junctional.
- Bagian yang paling rentan dan mudah dimasuki bakteri.
- Merupakan salah satu parametrik diagnostik apabila terjadi keradangan →
karena mudah dimasuki oleh alat periodontal probe.
- Berbentuk V, dangkal, kedalaman 2 – 3 mm (bisa lebih dalam apabila terjadi
resesi gingiva atau keradangan pada gingiva).

4. Interdental gingiva (papilla interdental)


- Terletak di interproksimal di bawah area kontak gigi.
- Gingiva interdental bisa berbentuk piramidal, atau bisa berbentuk "col".
- Dalam dimensi mesiodistal bentuk papilla interdental, umumnya berbentuk
segitiga, tergantung kontur proksimal gigi yang menciptakan ruang
interproksimal. Ketika gigi saling overlapping atau berdesakan, maka ruang
interdental akan kecil atau bahkan tidak ada.
- Dalam dimensi buccolingual, papilla interdental berakhir pada mahkota
dengan bukal cusp dan lingual cusp terpisah dari jaringan yang dihubungkan
dengan tekanan yang dikenal sebagai gingiva col. Jika jaringan gingiva telah
menyusut ke titik yang tidak lagi menyentuh daerah kontak interproksimal
atau jika diastema, col tidak lagi terlihat.

Secara Mikroskopis :
Yang terlohat secara mikroskop
Terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat.

• Tipe sel :
- Berkeratin → pada umumnya dan paling banyak
- Tidak berkeratin → contohnya: melanin, sel-sel makel
- Fungsi epitel gingiva : bersifat mekanis.
- Gingiva dapat firm (kontak) pada giginya, karena terdapat sel epitel yang
mendukung sehingga ada serabut gingiva (gingiva fiber).
- Gingiva berwarna coral pink → karena terdapat suplai darah, pigmen, serabut
keratin.

• Epitel gingiva
Terdiri dari stratified squamousa, yang terbagi :
1. Oral (outter epithelium)
- Bagian terluar dari gingiva yang berhadapan dengan mukosa pipi dan bibir.
- Berkeratin (sama dengan palatum dan pipi).
- Lebih cekat daripada yang lain.
- Terbagi atas 4 lapisan : basale (paling bawah) – spinosum – granulosum –
korneum (paling atas).

2. Sulcular epithelium (puncak sulcus)


- Lebih semipermiabel (karena tipis),
- Tidak berkeratin,
- Tidak melekat pada permukaan gigi
- Bertindak sebagai barier,
- Terdapat sel-sel PMN,
- Terdapat gingival fluid (jika terjadi peradangan, maka menjadi banyak)
3. Junctional ephitelium
- Terletak paling bawah (paling dasar) atau dekat dengan sulcus gingiva
- Tidak berkeratin
- Tidak memiliki retepegs
- Berfungsi sebagai imunologi & sebagai mekanis (agar gingiva tetap
firm/melekat).
- Ada 3 zona (apical, middle, coronal)

Fungsi epitel gingiva :


Mechanical, chemical, water and microbiak barrier
Major type cell : keratynocid

Pembuluh Darah Gingiva


1. Arteri supra[eriost
2. Arteri logamen per
3. Arteri setum interdental

Gingiva fluid
- Cairan gingiva yang membuat kenapa gingiva selalu dalam keadaan mois
- Parameter diagnostic
- Keluar dari gingival sulcus
- Fungsinya : sebagai cleansing debris yang ada pada sulcus
- Terdri dari : plasma protein, antibody

Lamina Propia
Papillary layer
Radicuar layer

3 tipe : kolagen, reticular dan elastics


Jaringan ikat gingiva (lamina propia)

1. Gingiva Fiber (SERAT KOLAGEN)


- 60% mengandung serat-serat kolagen → membuat gingiva tetap firm,
attached.
Fungsi :
 Untuk mengikat margin gingiva tetap firm.
 Untuk menahan beban kenyah / adaptasi terhadap beban
kunyah.
 Mengikat bagian gingiva ke sementum
Terdiri dari :
• Gingivodental groove
Paling banyak : terdapat pada labial, lingual, palatal, bukal

• Circular groove
Bagian yang mengelilingi gigi

• Transseptal
Terletak pada bagian interproksimal

• Tipe gingiva
a. Tebal → jaringan keratinasi lebih banyak
b. Tipis → pada dasanya boundle bound lebih tipis

• Korelasi antara makroskopik dengan mikroskopis


→ Mikroskopis merupakan gambaran yang mendukung gambaran makroskopis

• Warna (color)
- Coral pink → adanya suplai darah, tebal tipisnya keratin
- Lebih merah → gingivitis

• Ukuran (size)
- Jika radang → lebih besar/tebal (lebih edema) → karena adanya
vaskularisasi darah yang berlebihan.

• Kontur
- Ditentukan oleh lokasi gigi, ukuran gigi, bentuk gigi, dimensi facial atau
lingual dari gingival embrassure.
- Gingival embrassure = lokasi yang berada di antara interproksimal / titik
kontak interproksimal gigi anterior atau posterior dibawahnya terdapat celah.
- Jika Gingival embrassure bagus, maka makanan tidak akan
menyangkut/masuk kesana.

• Konsistensi
- Yang sehat & normal : tidak lunak (firm) → karena ada serabut
gingiva.Seperti stippling (kulit jeruk) di attached gingiva → ada pada usia di
atas 5 tahun
LIGAMEN PERIODONTAL (DRG. DESY)
Definisi
Terdiri dari jaringan ikat yang kompleks (dengan fiber 0,2 mm) dan sangat seluler yang
mengelilingi akar gigi dan menghubungkannya ke dinding bagian dalam tulang alveolar.
Pada umumnya, berfungsi untuk mempertahankan gigi pada posisinya yang dibantu
dengan “serabut periodontal”.

Serabut-Serabut Periodontal Berdasarkan Lokasi


1. Alveolar crest fibers
Memanjang secara obliquely (miring) dari sementum tepat di bawah epitel junctional
ke alveolar crest.

2. Horizontal fibers
Memanjang tepat di sumbu panjang gigi dari sementum ke tulang alveolar.

3. Periapikal fibers
Menyebar agak tidak teratur dari sementum ke tulang di daerah apikal pada soket.

4. Oblique fibers
Serabut paling banyak di ligamen periodontal. Memanjang dari sementum ke arah
koronal.

5. Interradicular fibers
Terdapat di area percabangan akar bifurkasi

• Seluler elemen :
Memiliki 4 tipe sel yang teridentifikasi pada ligamen periodontal:
- Connective tissue cells
o Fibroblast → sel paling umum pada ligamen periodontal; fibroblast
muncul sebagai sel ovoid atau memanjang berorientasi sepanjang serat
utama.
o Osteoblast, osteoklas, cementoblast, dan odontoblast → juga
terdapat di sementum dan di permukaan tulang pada ligamen
periodontal.
- Epitheliel rest cells (Epitel Mallasezz)
- Immune system cells (neuotrophyl, lymphocyte, machrophages, mast cell,
eosinophil)
- Cells associated with neurovascular elements
Pada Connective Tissue Cells, strukturnya ada yang syntetic (fibroblast,
osteoblast, cementoblast) & resorptive.

• Seluler elemen lainnya:


- Epithelial rests of Malassez
o Epithelial rest yang akan berproliferasi ketika mendapatkan
rangsangan.

- Defense cells
o Termasuk neutrofil, limfosit, makrofag, sel mast, dan eosinofil.

• Fungsi dari ligamen periodontal :


A. Fisik
- Melindungi pembuluh saraf dari cedera oleh kekuatan mekanik.
- Transmisi tekanan oklusal ke tulang.
- Melekatkan gigi pada tulang
- Memelihara jaringan gingiva dalam hubungan yang tepat dengan gigi
- Resistensi terhadap dampak tekanan oklusal (diredam oleh cairan
ekstravaskuler & serabut-serabut periodontal ligament jika tekanan oklusal
yang berat)

B. Formative dan remodeling


C. Nutrisi dan sensoris
• Nutrisi → untuk membawa nutrisi/makanan ke sementum, tulang alveolar,
dan gingiva melalui pembuluh darah. Dan juga memberikan drainase pada
limfatik.

• Sensoris → dapat merasakan transmisi taktil, pain (sakit), dan tekanan yang
berasal dari Nervus Trigeminal (N.V).

Ada 4 Tipe Dari Neural Termination :


1. Free endings → dapat merasakan rasa sakit/nyeri, tekanan
2. Ruffini-like mechanoreceptors → di apikal area, yg mendukung ligamen periodontal
dapat merasakan adanya sensoris pada ligamen periodontal
3. Meissner’s corpuscles → terutama terdapat di area midroot (bifurkasi)
4. Spindel-like pressure and vibrating endings → dikelilingi oleh serat-serat kapsul dan
terletak di apeks.

TRANSEPTAL GROUP
Fungsi
 Supaya gigi tetap pada fungsinya

ALVEOLAR CREST GROUP


Pada umumnya berada di bagian tulang alveolar (puncak tl ALVEOLAR)
Fungsi :
 Untuk mempertahankan gigi dr gerakan lateral

SERAT SHARPEY (yang tertanam di tulang alveolar dan sementum)

Pembuluh darah pada Ligamen Periodontal


Apical vessels
Dari tl alveolar
Percabangan gingiva

SEMENTUM (DRG. DESY)


Definisi
• Sementum adalah jaringan lunak (jaringan ikat) yang terkalsifikasi yang membentuk
lapisan luar dari akar gigi.
• Memiliki gambaran radioopak.

Komponen ekstraselular :
• 90% mengandung kolagen (tipe I)
• 5% mengandung kolagen (tipe III)
• Tidak ada pembuluh darah

Dua Sumber Utama Serat Kolagen Dalam Sementum :


• Serat Sharpey (ekstrinsik)
→ merupakan bagian tertanam dari serat utama ligamen periodontal dan dibentuk oleh
fibroblast.
• Serat-serat dalam matriks sementum (intrinsik)
→ merupakan yang diproduksi oleh sementoblast.

Terdiri Atas 2 Bagian:


1. Aselular (primer)
- Sementum yang pertama kali terbentuk sebelum gigi mencapai bidang oklusi
- Berada di 2/3 tengah – 1/3 cervikal
- Sudah terkalsifikasi
- Tidak punya sel
- Banyak serabut-serabut saraf gigi
2. Selular (sekunder)
- Terbentuk setelah mencapai bidang oklusi
- Berada di 1/3 apeks
- Banyak sel-sel sementosis (cikal bakal sementoblast)

Fungsi Sementum
• Sebagai perlekatan antara serat-serat kolagen dan tulang.
• Memiliki sifat yang terus menerus mengalami resorpsi. Penting, jika perawatan
ortodontik yg memungkinkan gigi bisa ditarik, dirotasi, dll.

Semento-enamel Junction
• Merupakan pertemuan antara sementum dengan email
• 60% → pertemuan antara email / email masuk ke sementum (overlaps)
• 30% → pertemuan di titik tengah antara sementum dan email (edge-to-edge
butt joint exist)
• 10% → sementum dan email tidak bertemu (fails to meet)

Semento-dentinal Junction
• Merupakan terminal area apikal pada sementum dimana itu menghubungkan
internal root canal dentin / pertemuan antara sementum dengan dentin.

Ketebalan Sementum
• Bagian distal lebih tebal dari mesial.
• Semakin bertambahnya usia, maka permeabilitas berkurang walaupun sementum
bertambah (di bagian apikal lebih tebal).

TULANG ALVEOLAR (DRG. DESY)


- MAKSILA
- MADIBULA

Terdiri 3 Bagian :
Cortical plate (compact supporting bone)
1. Compact Bone
Bagian terluar dari kortikal bone.
Mendukung perlekatan gingiva

2. Cancellous Trabekula
Merupakan diantara dua lapisan compact ini bertindak sebagai tulang alveolar
pendukung. Septum interdental terdiri dari tulang pendukung cancellous yang tertutup
dalam batas compact.

Alveolar Bone Proper (Lamina Dura) : Gambaran Radioopak


Berpenetrasi ke periodontal ligament dik=dukung oleh serat sharpey/serat fiber.
Lamina dura menebal : gangguan atau peradangan pada jaringan periodontal.
Terputus : traumatic oklusi
Merupakan dalam dinding soket yang tipis.
Jika terjadi trauma oklusi → lamina dura terputus-putus / hilang

Proc. Alveolar Dipengaruhi Oleh :


• Posisi
• Ukuran
• Bentuk → jika gigi tidak ada, tulang akan resorpsi

Interdental Septum
• Daerah di tengah-tengah (biasanya pada akar ganda)
• Terdiri atas cancellous bone & kortikal bone
• Mengikuti kontur akar gigi

MATRIKS
- ORGANIK
- ANORGANIK

Sel-Sel Proc. Alveolar :


• Osteoklast, osteoblast, osteosit
• 65% mengandung Hidroksiapatit (HA)
• 90% matriks organik (kolagen tipe 1)

Periosteum & Endosteum


• Bagian yang melapisi tulang alveolar
• Bisa terlihat saat gingiva bengkak / saat bedah flap

Periosteum
• Bagian terluar
• Banyak mengandung pembuluh darah
• Banyak mengandung serat kolagen & fibroblast

Endosteum
• Bagian terdalam
• Banyak mengandung sel-sel osteoblast
• Banyak mengandung sel-sel osteoprognitor (cikal bakal osteosit)

NOTES :
BEDAH FLAP :
MEMISAHAN GINGIVA DENGAN JARINGAN PERIOSTEUM
FUNGI : MEMBERIKAN JARAK YANG LAPANG PANDANG PD JARINGAN GIGI

UNTUK MEMBUAT GIGI TIRUAN :


SEMAKIN LAMA KEHILANGAN GIGI, TULANG ALVEOLAR SEMAKIN BERKURANG
VOLUMENYA ATAU SEMAKIN TIPIS

CATATAN UTS PERIO 1 SISIPAN


ETIOLOGI UTAMA PENYAKIT PERIODONTAL (DRG. FERO)

Faktor yang menyebabkan penyakit periodontal yang disebabkan oleh plak.


Plak

Ciri-ciri :
• Tidak dapat dilihat mata secara klinis
• Hanya dapat dilihat menggunakan disclosing agent
• Berisi bakteri plak
• Mudah menempel pada permukaan yang kasar
• Harus dibersihkan dengan mekanis

Terdiri dari :
A. Plak supragingival (salivarius)
Di atas margin gingiva
Mikroorganisme: bakteri aerob (gram positif maupun batang)

B. Plak subgingiva (serumnal)


Di sulcus gingiva
Mikroorganisme: bakteri anaerob

• Plak immature → pertama kali terbentuk plak


 Plak mature → menyebabkan penyakit periodontal, karena komposisi bakteri lebih
banyak.
Proses pembentukkan plak :
1. Pelikel
Acquired pelikel terbentuk setelah menggosok gigi
Terbentuk dari glikoprotein saliva & melekat erat pada gigi
Bisa dihilangkan secara mekanis : sikat gigi, dental floss

2. Adhesi awal & perlekatan bakteri


Ada 4 fase :
Fase 1 : transpor ke permukaan, terjadinya perpindahan awal bakteri ke
permukaan gigi, melalui sedimentasi mikroorganisme, aliran cairan dan
melalui pergerakan aktif bakteri.
Fase 2 : adhesi awal, terjadi perlekatan bakteri reversible.
Fase 3 : perlekatan bakteri.
Fase 4 : kolonisasi pada permukaan → terbentuknya biofilm

3. Kolonisasi & maturasi plak


- Kolonisasi berlipat ganda pada 3 – 4 minggu
- Setelah mikroorganisme semakin bertambah banyak → terbentuk biofilm
- Terjadi peningkatan jumlah dan ketebalan plak sebagai hasil dan proliferasi
dari bakteri yang melekat dan koagregarasi bakteri-bakteri.

Komposisi plak :
• Mikroorganisme
• Leukosit
• Pelikel
• Eritrosit
• Protozoa
• Saliva

Biofilm
• Terbentuk setelah maturasi plak.
• Sebuah komunitas yang tersusun dari koloni bakteri.
• Dibentuk spesies bakteri tunggal
• Hidup di permukaan yang basah

Materi alba
• Suatu campuran lunak berwarna putih
• Secara klinis mudah dilihat
• Bisa dibersihkan dengan semprotan air
• Melekat pada gigi, perlekatannya kurang kuat dibandingkan plak
• Mudah dibersihkan dengan semprotan air

Debris makanan
• Makanan yang tersisa di dalam rongga mulut.
• Dapat menyebabkan :
• Food retention → mudah dibersihkan dengan saliva -> berkumur, sikat gigi
• Food impaction → sulit bahkan tidak bisa dibersihkan, jika semakin banyak sisa makanan
yg terselip (apalagi terletak di proksimal gigi) maka akan
menimbulkan rasa sakit

NOTES : (KELUAR DI UTS)


1. PERBEDAAN PLAK DAN BIOFILM
2. PROSES PEMBENTUKAN PLAK
3. MATERIAL ALBA
4. BEDANYA RETENSI SAMA IMPAKSI MAKANAN
5. NAMA LAIN KALKULUS

CATATAN UTS PERIO SISIPAN 1


FAKTOR PREDISPOSISI PENYAKIT PERIODONTAL (DRG. FERO)

FAKTOR LOKAL :
1. Kalkulus/karang gigi
- Permukaannya kasar
- Plak yang telah terkalsifikasi dan melekat permukaan gigi asli maupun gigi
tiruan.

• Tipe perlekatan kalkulus pada permukaan gigi :


- Perlekatan pada enamel melalui pelikel organic
- Perlekatan mekanis pada permukaan yang mengalami kelainan, seperti
resorbsi lacuna
- Adaptasi kalkulus ke sementum
- Penetrasi bakteri kalkulus ke sementum

Klasifikasi kalkulus :
Kalkulus supragingiva (kalkulus salivarius)
• Terletak di mahkota gigi di atas gingiva tepi
• Ciri khas : warna putih atau kekuning-kuningan, keras dengan konsistensi seperti
tanah liat
• Lokasi : permukaan bukal molar rahang atas
• Permukaan lingual dari insisivus rahang bawah

Kalkulus subgingiva (kalkulus serumnal)


• Terletak di bawah gingiva tepi
• Ciri khas : warna coklat tua atau hijau kehitam hitaman, konsistensi padat dan
keras
• Tidak terlihat saat pemeriksaan klinis

Proses Pembentukan kalkulus :


• Plak lunak menjadi keras akibat mengendapnya garam-garam mineral.
• Sumber mineralisasi kalkulus supragingiva saliva.
• Sumber mineralisasi kalkulus subgingiva cairan sulkus gingiva (cairan krevis
gingiva).
• Proses kalsifikasi mencakup proses terikatnya ion kalsium yang berasal dari
kristal garam kalsium fosfat dengan kompleks protein-karbohidrat yang berasal
dari matriks organik.
• Kalsifikasi dimulai dari permukaan paling dalam dari plak supragingiva dan plak
dari subgingiva.
• Proses kalsifikasi yang terjadi di banyak titik mengakibatkan bertambahnya
ukuran massa dan menyatu membentuk massa kalkulus yang padat.

2. Food debris / sisa makanan


• Dibedakan menjadi food retention dan food impaction.

3. Food retention
• Sisa makanan yang tertinggal di antara gigi-geligi, mudah dibersihkan dengan
aliran saliva, pergerakan otot-otot mulut atau berkumur dan menyikat gigi.
• Food Retension terjadi karena :
• Gigi crowding
• Tumpatan overhanging
• Tumpatan kasar/tidak dipoles
• Faktor restorasi gigi menyebabkan penyakit periodontal
• Tepi Restorasi
- Letak gingiva tepi pd restorasi gigi → status kesehatan jar. Periodontal →
korelasi positif antara batas restorasi → di apikal ke gingiva tepi → inflamasi
gingiva.
- Kontak/ kontur yang terbuka
Kontur mahkota tiruan, bridge dan kontur restorasi yg tidak tepat→ inflamasi
gingiva dan penyakit periodontal.

4. Food impaction
Sisa makanan yang terselip dan tertekan masuk antara gigi dan gingiva karena adanya
tekanan kunyah, terutama terjadi pada daerah interproksimal/interdental gigi.
Food Impaction terjadi karena :
 Marginal ridge tidak sama tinggi
 Titik kontak yang tidak baik
 Konstruksi gigi tiruan yang tidak baik

5. Maloklusi
 Pasien dengan crossbite, overjet, dan gigi yang crowding → Inflamasi
gingiva → adanya poket dibandingkan individu dengan oklusi yang
normal

 Marginal ridge yg tidak seimbang dari gigi posterior yg bersebelahan →


berkorelasi dengan kedalaman poket,kehilangan perlekatan, akumulasi
bakteri biofilm plak, kalkulus, dan inflamasi gingiva.

FAKTOR SISTEMIK :
1. Merokok
 Adanya poket yang dalam dan pendalaman probing
 Kehilangan perlekatan yg parah disertai resesi gingiva
 Kehilangan tulang alveolar yg parah dan disertai adanya keterlibatan furkasi
 Kehilangan gigi
 Respon terhadap perawatan periodontal kurang baik
 Bakteri: Tannarella forsythia & Porphryromonas gingivali

2. Diabetes mellitus
 Boleh dilakukan scalling jika penyakit DM tersebut terkontrol (gula darah
sewaktu yang terkontrol).
 Terjadi peningkatan jumlah glukosa dlm cairan krevikuler gingiva (GCF) →
mengalami perubahan mikroflora dlm biofilm plak dan perkembangan penyakit
periodontal.
 Ciri-ciri : multiple abses, rongga mulut ada bau zat besi, gigi goyang.

3. Pengaruh hormonal
4. Masa pubertas
 Hanya bisa dilakukan preventive treatment
 Pada masa pubertas mengakibatkan inflamasi gingiva → pembengkakan dan
pendarahan.
 Sesudah masa pubertas, inflamasi kemudian reda dan hilang lalu kontrol plak.
 Selama menstruasi terjadi peningkatan inflamasi gingivitis dan peningkatan
eksudat cairan krevikuler (GCF) selama menstruasi.

5. Masa kehamilan
 Preventive treatmen
 Menjaga OH
 Pada masa kehamilan terjadi gingivitis (ke 3-6 bulan kehamilan dan trimester 3)
 Adanya epulis gravidarum

6. Masa menopause (Menopausal gingivostomatitis)


o Perubahan gingiva menjadi kering (xerostomia) & burning mouth
o Gingiva mudah berdarah
o Warnanya bervariasi dari pucat menjadi sangat eritema.

Faktor Resiko Terjadinya Penyakit Periodontal :


• Faktor genetik
• Usia meningkat seiring bertambahnya usia
• Jenis kelamin -> Laki laki mengalami akumulasi kalkulus atau plak dan kehilangan
perlekatan lebih buruk dibanding wanita

• Status sosioekonimi -> Semakin rendah social ekonomi aka semakin besar resiko
penyakit periodontal
• Stress -> hubungannya? Karna menurunnya daya tahan jaringan periodontal
sehingga memudahkan terjadinya infeksi bakteri dalam plak
o Stress dan emosional dapat mempengaruhi imun normal
dan meningkatkan kadar hormone sirkulasi yang
mempengaruhi jaringan perio
CATATAN UTS PERIO SISIPAN 1
PATOGENESIS PENYAKIT PERIODONTAL → GINGIVITIS (DRG. YULIA)

Pendahuluan (perubahan aspek klinis gingiva)


• Mikrokoloni sel bakteri dalam bentuk matriks/glikokalix → Biofilm plak → Melekat pada
permukaan email → terjadi aktivitas pada mikroba → Mengiritasi gingiva → Gingivitis.

• Definisi Gingivitis
• Definisi: Reaksi inflamasi pada gingiva tanpa disertai hilangnya perlekatan.
• Paling sering ditemukan
• Mudah dilakukan perawatan, tetapi Sulit dideteksi
• Etiologi primer: BAKTERI PLAK

• Etiologi Faktor Lokal Gingivitis


• Plak bakteri
• Definisi: Substansi berstruktur, kuning-keabuan melekat erat di permukaan gigi dan gingiva.
• Termasuk faktor primer
• Pembentukan Plak:
• Pembentukan pelikel → Adhesi awal dan perlekatan bakteri → Kolonisasi & maturasi plak.
• Kalkulus
• Definisi: Terdiri dari plak bakteri, merupakan massa yang mengalami kalsifikasi.
• Termasuk faktor predisposisi
• Peranan kalkulus:
• Memegang plak → kontak rapat dengan gingiva → penyingkiran plak sulit → memperparah
penyakit periodontal.
• Impaksi makanan
• Definisi: Debris makanan yang tertekan/terdesak secara paksa antara gigi & gingiva akibat
tekanan kunyah.
• Terutama di interproksimal pada gigi berjejal dan marginal ridge yang tidak sama tinggi.
• Bernafas melalui mulut
• Bisa permanen & bisa sementara.
• Perjalanan menjadi gingivitis:
• Viskositas tinggi → Aliran saliva rendah → bakteri banyak → terjadi akumulasi plak →
Gingivitis.
• Sifat fisik makanan
• Lunak

• Rendahnya pengunyahan
• Banyaknya debris yang melekat

• Berserat

• Tidak melekat pada permukaan gigi
• Self cleansing sangat tinggi

• Faktor iatrogenik
• Iritasi akibat pekerjaan dokgi yg tidak hati-hati , yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
• Perhatikan pada:
• Penambalan hindari tambalan overhanging & overfilling
• Pencabutan (injeksi, bein, tang) trauma pd gingiva sekecil mungkin
• Scaling.
• Etiologi Faktor Sistemik Gingivitis
• Defisiensi vitamin
• Biasanya terjadi defisiensi vitamin C → kurangnya pertahanan jaringan → inflamasi →
Gingivitis
• Hormonal
• Faktor lokalnya: Plak
• Dipengaruhi oleh Steroid
• Estrogen & progesteron (remaja), hamil, menstruasi meningkat (tinggi)
• Penggunaan obat-obatan
• Dilantin → Obat antikonvulsi, menyebabkan Hiperplastik gingivitis.

• Karakteristik Gingiva Sehat


• Warna
• Coral pink → Suplai darah & adanya pigmen dalam sel
• Attached gingiva

• Coral pink, stippling
• Epitel berlapis gepeng berkeratin
• Jaringan ikat banyak
• Pembuluh darah sedikit

• Mukosa alveolar

• Merah, halus, berkilau
• Epitel berlapis gepeng tipis,non-keratin
• Jaringan ikat sedikit
• Pembuluh darah banyak

• Ukuran
• Elemen seluler & intraseluler
• Suplai vaskuler
• Kontur
• Bentuk dan posisi gigi dlm lengkung rahang
• Lokasi & besar kontak proksimal
• Dimensi fasial & lingual embrasure gingiva
• Bentuk
Ditentukan oleh:
• Kontur proksimal
• Lokasi dan bentuk embrasure
• Titik kontak
• Tekstur permukaan
• Stippling → Menyerupai kulit jeruk
• Pada attached gingiva
• Muncul pd anak usia ± 5 thn
• Menghilang pd usia tua
• Posisi margin gingiva → Mengacu pada perlekatan margin gingiva terhadap gigi
• Konsistensi → Kaku/kenyal/elastis

• Karakteristik Gingivitis
• Perubahan warna
• Merah → Vaskularisasi sangat banyak & Derajat keratinisasi sangat rendah
• Perubahan tekstur permukaan
• Tidak stippling
• Fibrotik → Tegas & bernodul
• Eksudatif → Halus, rata, berkilau
• Perubahan konsistensi → Bengkak, halus, tidak elastis
• Perubahan posisi → Resesi gingiva
• Perubahan kontur → papila interdental: tumpul & datar

• Patogenesis Gingivitis (Tahap-tahap)


• INITIAL LESION
• Terjadi 2 – 4 hari
• Klinis: tidak ada (infeksi subklinis)
• Dominasi: sel PMN
• Tahap:
• PMN meninggalkan kapiler → PMN meningkat di: jar. ikat, junctional epihelium, & sulkus
gingivaI.
• PMN bermigrasi ke sulcus cairan krevikular (GCF)
• Aliran cairan krevikular >>
• Perubahan vaskular:
• Suplai darah >>
• Dilatasi kapiler
• Permeabilitas >>
• EARLY LESION
• Terjadi ± 7 hari
• Klinis: gingiva merah, ≠ stippling, BOP +
• Dominasi: sel Limfosit
• Tahap:
• Proliferasi pembuluh darah eritema & berdarah
• Limfosit T >>
• Terdapat neutrofil, makrofag, sel plasma, sel mast
• Aliran cairan gingiva >>
• Kolagen & epitel hancur stippling mulai hilang (halus dan licin)
• ESTABLISHED LESION
• Terjadi 2 – 3 minggu
• Klinis: gingiva merah/merah kebiruan, poket, pus, & bengkak
• Dominasi: sel plasma & limfosit B
• Tahap:
• Proliferasi vaskular + blood stasis anoxemia
• Infiltrasi sel plasma
• Destruksi kolagen meluas
• Kedalaman yang besar saat probing akibat pembesaran margin gingiva gingiva poket
• ADVANCED LESION
• Fase terjadinya jaringan periodontal rusak/gingivitis
• Tanda: infiltrasi sel ke ruang trabekula ruang trabekula membesar

• Dominan: Infiltrasi sel plasma, limfosit, makrofag dan IgG


• Tahap:
• Integritas junctional epitelium rusak ke apikal poket periodontal (true pocket)
• Jaringan Ikat bengkak, dilatasi pembuluh darah + trombosis perdarahan
• Peradangan menyebar kepuncak tulang alveolar

Anda mungkin juga menyukai