Anda di halaman 1dari 3

Nama : Silvi Nofita Sari

NIM : 011700020
Prodi : TKN 2017

Hal – hal yang dibebaskan dari pengawasan BAPETEN

1. XRD dan XRF


XRD (X-Ray Diffraction adalah salah satu Teknik untuk menegtahui struktur
mineral, garam, logam, bahkan senyawa organic seperti DNA, vitamin dan drugs.
Sedangkan XRF (X-Ray Fluoresence) mirip dengan XRD namun perbedaannya
adalah fluoresensinya yang digunakan untuk Analisa. XRF lebih akurat dibandingkan
XRD secara kuantitatif. XRF dan XRD menggunakan sinar-x yang memiliki energi
yang tinggi maka dalam penggunaannya harus diawasi oleh BAPETEN. Namun
apabila energi yang digunakan dalam XRF dan XRD tidak melebihi 5 kev maka bisa
bebas dar pengawasan BAPETEN.

2. Teknik Serangga Mandul (TSM)


Teknik Serangga Mandul (TSM) adalah suatu teknik pengendalian hama yang
relatif baru, potensial, dan kompatibel dengan teknik lain. Teknik ini meliputi iradiasi
koloni serangga di laboratorium dengan sinar γ, n atau x, kemudian secara periodik
dilepas di lapang sehingga tingkat kebolehjadian perkawinan antara serangga mandul
dan serangga fertil makin menjadi bertambah besar dari generasi pertama ke generasi
berikutnya akibat makin menurunnya persentase fertilitas populasi serangga di lapang.
Dalam hal ini penggunaan serangga untuk diiradiasi dibebaskan dari pengawasan
BAPETEN.

3. Detector asap
Smoke Detector atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Detektor
Asap adalah alat sejenis sensor yang dapat mendeteksi adanya segumpalan asap.
Smoke Detector atau Detektor Asap ini sangat berguna untuk rumah tangga, kantor,
sekolah dan industri untuk mendeteksi secara dini adanya segumpalan asap yang
berasal dari kerusakan-kerusakan mesin ataupun api sehingga dapat menghindari
terjadinya bencana kebakaran yang lebih besar. Smoke Detector pada dasarnya adalah
salah satu komponen dari sebuah sistem Pedeteksian Kebakaran (Fire Alarm System). 
Americium-241 adalah satu-satunya isotop sintetik yang berhasil masuk ke dalam
rumah tangga, di mana jenis detektor asap yang paling umum (jenis ionisasi)
menggunakan 241 AmO 2 (americium-241 dioksida) sebagai sumber radiasi
pengionnya . penggunaan detektor asap bebas dari pengawasan BAPETEN.

4. Produk Radioluminous

Radionuklidaa telah digunakan dalam industri cat bercahaya (radio- luminous


paint) selama bertahun-tahun. Yang mana sinaran yang dipancarkan akan ditukar
kepada cahaya oleh scintillator (biasanya zink sulfida yang mengandungi sedikit
tembaga atau perak). Pada sebagian besar abad kedua puluh, radium-226 merupakan
radionuklida yang paling banyak digunakan. Akan tetapi beberapa tahun
kebelakangan ini, atas berbagai sebab, ianya telah digantikan oleh tritium dan
prometium-147. penggunaan cat bercahaya ini diang- gap berguna kerana memiliki
kemampuan untuk memberikan cahaya di dalam gelap. B eberapa contoh produk
radio- luminous adalah seperti jam tangan, kompas, pelampung pancing dan penanda
(sign). Jam tangan modern terkadang menggunakan tritium atau prometim-147
sebagai satu sumber cahaya. Beberapa jam tangan yang lebih tua biasanya
menggunakan radium-226 sebagai sumber cahaya.

5. Peralatan Elektronik dan Listrik

Beberapa komponen elektronik seperti pengatur tegangan, pelindung lonjakan


sementara, irradiator jurang percikan bunga api dan lampu indikator mengandung
bahan radio-aktif dalam jumlah yang sedikit, yang biasanya menyebabkan ionisasi
dan meningkatkan aliran sesaat. Dengan permulaan lampu pendafluor, terdapat
berbagai radionuklida yang diguna- kan, tetapi dengan aktivitas yang sangat rendah.
Alat-alat ini boleh didapati dengan mudah dan mungkin berada di dalam banyak
produk listrik yang digunakan oleh masyarakat