Anda di halaman 1dari 7

c c 



   c 

  c 

c   
c c 
  c


Diajukan oleh:

NI LUH PUTU ASVINI

0706305136
FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS UDAYANA

2011

 PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI,


KEPERCAYAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PELATIHAN TERHADAP
KINERJA INDIVIDUAL PADA KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN
BADUNG

 !"#

Pesatnya perkembangan dewasa ini selalu diiringi dengan perkembangan teknologi


informasi. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur teknologi
informasi seperti hardware, teknologi penyimpanan (storage), dan teknologi komunikasi. Pada
saat ini, teknologi merupakan salah satu tiang yang sangat penting dalam menopang keberhasilan
pada era globalisasi sehingga dalam kegiatan usaha saat ini, dituntut adanya suatu teknologi
informasi yang cepat dan akurat. Hal ini disebabkan adanya tuntutan masyarakat dan pesaing
yang sudah mengadopsi teknologi informasi. Persaingan dalam pelayanan yang menggunakan
teknologi informasi dan sistem informasi yang terjadi menyebabkan kebutuhan terhadap
teknologi informasi semakin meningkat.

Secara umum sistem yang diimplementasikan dalam suatu perusahaan seharusnya


memudahkan pemakai dalam mengidentifikasi data, mengakses data, dan mengintepretasikan
data tersebut. Data dalam informasi tersebut seharusnya merupakan data yang terintegrasi dari
seluruh unit perusahaan/organisasi sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan tugas
dalam perusahaan. Sarana komputer dalam perusahaan sangat mempengaruhi implementasi
teknologi informasi pada perusahaan. Dengan lebih banyak fasilitas pendukung yang disediakan
bagi pemakai maka semakin memudahkan pemakai dalam mengakses data yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan tugas individu dalam perusahaan. Diharapkan dengan teknologi informasi
individu dari perusahaan atau organisasi yang merupakan pemakai sistem tersebut menghasilkan
output yang semakin baik dan kinerja yang akan meningkat (Jumaili, 2005:725). Goodhue dkk.
(1995) dalam Tjhai (2003:8) mengemukakan agar suatu teknologi informasi dapat memberikan
dampak yang positif terhadap kinerja individual, maka teknologi tersebut harus dimanfaatkan
dengan tepat dan harus mempunyai kecocokan dengan tugas yang didukung. Kinerja individual
dalam penelitian adalah pencapaian serangkaian tugas individu dengan dukungan teknologi
informasi. Kinerja yang semakin tinggi melibatkan kombinasi dari 10 peningkatan efisiensi,
efektivitas, produktivitas, dan peningkatan kualitas.

Dalam penggunaan sistem informasi, kepercayaan terhadap sistem informasi itu sendiri
sangatlah penting karena dengan adanya kepercayaan itu individu akan merasa yakin dalam
melakukan pekerjaannya dan akan mendapat hasil yang maksimal. Goodhue dalam Jumaili
(2005:723) mengemukakan bahwa kepercayaan teknologi informasi dalam mengevaluasi kinerja
individual diperlukan oleh manajemen untuk memastikan bahwa sistem informasi berbasis
komputer tersebut digunakan untuk mengendalikan kinerja bawahan.

Selain kepercayaan atas sistem informasi, pelatihan juga merupakan hal penting. Melalui
pelatihan ini pengguna sistem informasi bisa terbantu mengerjakan pekerjaan yang ada, dan
dapat juga meningkatkan kinerja dari individu. Pelatihan bagi pengguna sistem informasi
berbasis komputer merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu
serta sikap agar user semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggungjawabnya dengan
semakin baik, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Menurut Kalbers dan Forgarty dalam Udiyana (2000), kinerja didefinisikan sebagai
evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan melalui atasan langsung, rekan kerja, diri sendiri dan
bawahan langsung. Kinerja dapat menjadi maju dan mencapai tingkat yang paling baik dengan
mengidentifikasi dan menganalisa aktivitas kerja.

Penggunaan teknologi dalam menunjang sistem informasi membawa pengaruh terhadap


hampir semua aspek dalam pengelolaan bisnis termasuk dalam pengelolaan Koperasi Unit Desa
(KUD). Koperasi Unit Desa (KUD) adalah suatu perusaan ekonomi yang berwatak sosial dan
merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan yang
diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri (Departemen Perdagangan dan Koperasi,
Direktorat Jenderal Koperasi, 1992;194). Dalam penelitian ini, Koperasi Unit Desa yang diambil
adalah Koperasi Unit Desa (KUD) yang berada di Kabupaten Badung.

Keberhasilan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja pada suatu


lembanga khususnya KUD, tergantung bagaimana sistem itu dijalankan, kemudahan sistem itu
bagi para pemakainya, sehingga teknologi yang diterapkan dapat bermanfaat sesuai dengan
kemampuan pemakai. Tidak jarang ditemukan bahwa teknologi yang diterapkan dalam sistem
informasi sering tidak tepat atau tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pemakai sistem
sehingga penerapan sistem informasi kurang memberikan manfaat atau bahkan tidak
memberikan manfaat sama sekali dalam peningkatan kinerja individual. Kepercayaan juga
diperlukan oleh pemakai teknologi informasi agar pemakai tersebut merasa bahwa teknologi
informasi yang diterapkan dapat meningkatkan kinerja individual. Selain itu pelatihan juga
menjadi penting artinya berkaitan dengan pencapaian kinerja individual yang tinggi

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi pokok
permasalahan dalam penelitian ini adalah ³Apakah pemanfaatan teknologi informasi,
kepercayaan teknologi informasi, dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja individual pada
Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Badung?´


 c  


$"%c %%

Lokasi penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah Koperasi Unit Desa (KUD) di
Kabupaten Badung.
&'c %%

Objek dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan pada Koperasi Unit Desa (KUD) di
Kabupaten Badung, khususnya mengenai pengaruh pemanfaatan teknologi informasi,
kepercayaan teknologi informasi, dan pelatihan terhadap kinerja individual pada Koperasi Unit
Desa (KUD) di Kabupaten Badung.

 %(%"%)%&

a. Variabel Terikat ( variabel dependen)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini
variabel terikatnya yaitu kinerja individual.

b. Variabel Bebas (variabel independent)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variable terikat. Dalam penelitian ini
variable bebasnya yaitu

1. Pemanfaatan teknologi informasi.

2. Kepercayaan teknologi informasi.

3. Pelatihan.

 %" *&

1). Data kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa elemen-elemen
pertanyaan yang terdapat dalam kuisioner.

2). Data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah jawaban kuisioner yang diisi
oleh responden.
*&

Berdasarkan sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data
primer dalam penelitian ini berupa jawaban yang diberikan dari responden melalui kuesioner
yang diberikan.

c$+"%

Populasi dalam penelitian ini adalah Koperasi Unit Desa (KUD) yang berada di Kabupaten
Badung.

*+

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, dimana criteria
sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten
Badung yang memiliki dan menggunakan sistem informasi berbasis komputer selama lebih dari
1 tahun.

$+ !*+ 

Teknik atau metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan kuesioner.

Teknik analisis data

1). Uji Instrument yang meliputi:

a. Uji Validitas
b. Uji Reliabilitas

2). Uji asumsi klasik yang meliputi:

a. Uji Normalitas

b. Uji Multikolinearitas

c. Uji heteroskedastisitas

3). Analisis linear berganda yang meliputi:

a. Uji signifikasi simultan (uji statistik F), dan

b. Uji Signifikasi parsial (uji statistic t)