Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH TAKSONOMI DAN SISTEMATIKA TUMBUHAN

Jour Pl Sci Res 34 (2) 275-290 2018


A Brief Review on Plant Taxonomy and its Components
Nadia Haider
Department of Molecular Biology and Biotechnology, Atomic Energy Commission of Syria (AECS), P.O
Box 6091, Damascus, Syria.
*Corresponding author:Email:ascientific@aec.org.sy,

Diterjemahkan versi Indonesia:


Ahmad Shobrun Jamil, S.Si, MP

ABSTRAK
Ilmu yang mengeksplorasi, menjelaskan, menamai, dan mengklasifikasikan semua tanaman
(dan tentunya semua organisme lain) disebut ‘Taksonomi‘. Taksonomi tanaman meliputi deskripsi
variasi tanaman, investigasi penyebab dan konsekuensi dari variasi, dan pengolahan data yang
diperoleh untuk menghasilkan sistem klasifikasi.
Taksonomi membuat komunikasi informasi biologis pada tanaman jauh lebih mudah karena
terfasilitasinya pengelompokan tanaman tersebut. Dengan adanya pengelompokan, maka
pembahasan tentang tanaman tertentu bisa menjadi lebih fokus detail dan mudah diingat.
Tiga kegiatan: identifikasi, pengelompokan, dan nomenklatur adalah fungsi utama dari taksonomi.
Secara tradisional, tanaman telah diklasifikasikan berdasarkan satu atau beberapa karakter
yang mudah diamati atau pada karakter morfologis tanaman tersebut. Juga pada kesamaan
keseluruhan tanaman menggunakan karakter taksonomi yang mengumpulkan sebanyak mungkin ciri
fisual tanaman (seperti daun, bentuk daun, bentuk ujung daun, tepian, pangkal, pertulangan,
pangkal tangkai dst pada semua organ generatif dan vegetatifnya (sistem alami).
Namun, jumlah ahli yang tidak mencukupi, dan ketidakstabilan bentuk fenotipe (morfologis)
karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, menjadikan metode klasifikasi konvensional ini menemui
kesulitan.
Dengan berkembangnya metode klasifikasi bidang filogenetika, cladistics, dan sistematik,
taksonomi telah berkembang ke sistem klasifikasi biologis modern berdasarkan hubungan evolusi
antara organisme, baik yang hidup maupun punah.
Di sini, saya membahas sejarah perbedaan klasifikasi dan sistematika (tumbuhan). Karena
level taksa spesies memiliki kekhususan hierarki (tingkatan) klasifikasi, dan merupakan peringkat
standar yang digunakan untuk menyebutkan jenis makhluk hidup,Dalam makalah ini juga
digambarkan sistem penamaan spesies baru (dan kultivar) ('Nomenklatur') melalui konstruksi,
interpretasi dan penerapan peraturan yang mengatur sistem ini. Adapun dalam aspek identifikasi
tanaman, terdapat pengembangan berbagai teknik molekuler yang menghasilkan penanda
molekuler yang telah memungkinkan untuk mengidentifikasi tanaman secara akurat. Kemampuan
untuk mengurutkan kode DNA telah berhasil mengungkap taksonomi tanaman-tanaman yang baru
ditemukan dan membantu menemukan spesies baru dengan tepat. Dalam makalah ini ulasan
merujuk pada penggambaran beberapa teknik dan metode tradisional yang dapat digunakan untuk
identifikasi spesies tanaman dan menekankan pada penanda/barcode DNA.

PERBEDAAN TAKSONOMI DAN SISTEMATIKA (TUMBUHAN)


Taksonomi dan sistematika adalah dua konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi dan
menggambarkan organisme (Panawala, 2017). Namun, ada banyak perdebatan, atas definisi formal
dari istilah sistematika dan taksonomi (mis. de Queiroz dan Donoghue, 1988). Dalam terminologi
Yunani, kata taksonomi berarti 'Menertibkan' sedangkan sistematika berarti 'menempatkan
bersama'.
Menurut Radford (1986) sistematika adalah studi tentang hubungan fonetik, genetik dan
filogenetik antar taksa. Kazlev (2002) mendefinisikan SISTEMATIKA sebagai ‘cabang biologi yang
berurusan dengan kengklasifikasikan makhluk hidup: keanekaragaman dan keterkaitan makhluk
hidup, keduanya hari ini organisme ("neontologi") dan yang prasejarah ("Paleontologi") ’, dan
membagi konsep menjadi tiga subdisiplin; filogenetik, taksonomi dan klasifikasi. Savolainen dan
Chase (2003) percaya bahwa sistematika tanaman adalah salah satu area yang paling aktif dalam
cabang ilmu biologi karena kemajuannya yang nyata dalam pengembangan filogenetik molekul
dalam beberapa dekade terakhir.
SISTEMATIKA tanaman adalah studi ilmiah tentang jenis dan keanekaragaman tanaman dan
hubungan kekerabatan di antara mereka. Selain itu berkembang juga kegiatan keilmuan taksonomi,
sistematika konvensional meliputi studi tentang variasi kondisi alam, spesiasi, evolusi, biologi
reproduksi, dan berbagai fenomena biologis. Bagian dari SISTEMATIKA yang menggunakan data yang
berasal dari variasi dalam protein dan / atau sitoplasma (kloroplas atau mitokondria) atau DNA inti
untuk dijelaskan hubungan filogenetik antara tanaman disebut `SISTEMATIKA MOLEKULER`. Urutan
nukleotida dari gen pengkode protein, daerah spacer non-pengkodean atau RNA ribosom sering
digunakan dalam molekul studi sistematis (Goswami, referensi online).
Taksonomi, yang mungkin merupakan ilmu tertua,didefinisikan oleh Stace (1989) sebagai
‘studi dan deskripsi variasi organisme, penyelidikan sebab dan akibat dari variasi, dan pengolahan
data yang diperoleh dalam menghasilkan sistem klasifikasi ’. Pada 2014, Rouhan dan Gaudeul
mendefinisikan taksonomi sebagai `ilmu yang mengeksplorasi, menjelaskan, nama, dan
mengklasifikasikan semua organisme`. Taksonomi membuat komunikasi informasi biologis jauh lebih
mudah karena itu memfasilitasi kategorisasi organisme (Shipman, 2012).
Panawala (2017) percaya bahwa perbedaan utama antara TAKSONOMI dan SISTEMATIKA
adalah taksonomi itu menitikberatkan aspek klasifikasi dan penamaan organisme sedangkan
sistematika menitikberatkan aspek penentuan hubungan evolusi organisme. Dalam prakteknya
perbedaan antara istilah SISTEMATIKA dan TAKSONOMI tidak selalu tajam. Setelah mendefinisikan
dua konsep dan merujuk pada kedua komponen tersebut, makalah ini merangkum kesamaan dan
perbedaan di antara keduanya. Hanya sedikit peneliti (mis. Mason pada tahun 1950 (dikutip di
Sivarajan dan Robson, 1991)) telah menerima taksonomi sebagai istilah dengan konsep yang lebih
luas dari sistematika. Stuessy (1979), Small (1989), Winston (1999), Kazlev (2002), dan Panawala
(2017) mengambil pandangan berbeda dan lebih suka menggunakan sistematika sebagai istilah
umum menggambarkan sebuah disiplin ilmu. Stace (1989) dan banyak lagi yang lain, lebih suka
memperlakukan KEDUA ISTILAH ITU SECARA SINONIM. Maknanya, SISTEMATIKA dan TAKSONOMI
adalah dua istilah yang memiliki kesamaan makna.

SEJARAH TAKSONOMI
Rouhan dan Gaudeul (2014) melaporkan taksonomi tanaman adalah salah satu disiplin ilmu
paling awal yang muncul ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum kontribusi luar biasa dari orang-
orang Yunani dan Romawi (mis. Theophrastus, Pliny the Elder, dan Dioscorides). Secara tradisional,
taksonomi tanaman sebagian besar didasarkan pada fitur morfologi (BENTUK FISIK) tanaman.
Namun sekarang informasi ilmiah dari cabang-cabang seperti anatomi, genetika, sitologi, kimia,
biologi reproduksi, ekologi, fisiologi, biologi molekuler, dll. digunakan. Dengan demikian, taksonomi
sangat dinamis dan merupakan dasar bagi semua sains lainnya (Goswami, referensi online).
Menurut Goswami (referensi online), istilah taksonomi pertama kali diperkenalkan ke ilmu
tanaman di 1813 oleh A. P. de Candolle, yang berarti teori klasifikasi tanaman. Namun, dengan
keragaman tanaman yang sangat besar, sangat penting untuk mendefinisikan tanaman tertentu
dengan memperhatikan kesamaan atau perbedaan dengan tanaman lain. Jadi, menjadi sangat
substansial untuk mengetahui bagaimana tanaman pertama kali diidentifikasi, kemudian diberikan
sebuah nama yang tepat untuk mengkomunikasikan tanaman baru tersebut, kemudian
mengelompokkan tanaman itu (Goswami, online referensi). Taksonomi secara umum meliputi tiga
kegiatan yaitu identifikasi tanaman, memberikan penamaan/nomenklaturnya dan
mengklasifikasikan bagian utamanya. Shodhganga (online referensi) menyajikan anotasi untuk
taksonomi tanaman.

Klasifikasi
Sejak zaman awal dunia manusia telah hidup menggunakan klasifikasi dalam kehidupan
kesehariannya (Aldhebiani, 2017). Asal usul kecenderungan manusia untuk mengklasifikasikan
organisme menjadi berkelompok-kelompok dapat ditelusuri kembali ke zaman prasejarah (Sivarajan
dan Robson, 1991) dan kemampuan mereka untuk membedakan berbagai jenis tumbuhan dan
hewan bermanfaat untuk kelangsungan hidup. Pada awalnya klasifikasi saat itu didasarkan pada
kesamaan dan perbedaan morfolog. Ini disebut 'sistematika rakyat' dan ini tetap digunakan baik
sejak zaman primitif sampai masyarakat beradab/modern melalui kebutuhan dan tanpa
pertimbangan saintifik. Taksonomi dalam sistematika rakyat tidak selalu sesuai dengan spesies (bisa
tunggal atau jamak) yang dijelaskan secara ilmiah (Berlin, 1973). Stace (1989) mendefinisikan
klasifikasi (sebagai suatu proses) produksi kategor-kategori sistematik berdasarkan logika, masing-
masing kategori mengandung sejumlah organisme, yang memungkinkan untuk dijadikan
acuan/referensi dalam rangka memudahkan identifikasi aggota dalam sistem klasifikasi tersebut.
Untuk mempelajari miliaran organisme yang berbeda hidup di bumi, mereka diklasifikasikan
ke dalam kerajaan berdasarkan bagaimana mereka mendapatkan makanan mereka, jenis sel yang
membentuk tubuh mereka, dan jumlah sel penyusunnya. Kerajaan makhluk hidup tersebut dikenal
antara lain: Protista (sel tunggal eukaryotes), Jamur (jamur dan organisme terkait), Plantae
(tanaman); Animalia (hewan), dan Monera (prokariota). Kerajaan organisme kemudian dibagi lagi
menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan karakteristik bersama seperti penampilan, mobilitas,
reproduksi, dan fungsionalitas. Pengelompokan sistem dalam setiap kerajaan dilakukan pada enam
tingkatan. Ini adalah divisi/filum, kelas, ordo/bangsa, famili/keluarga, genus/marga, dan
jenis/spesies. Pengelompokan grup tersebut membuatnya lebih mudah bagi para ilmuwan untuk
mempelajari kelompok organisme tertentu (Missmaggie, referensi online; Softschools, online
referensi).
Kerajaan Tanaman (atau Plantae) sangat beragam dan kompleks (Missmaggie, referensi
online). Keberadaan tanaman sangat penting bagi manusia, beberapa yang bisa berumur hingga
2.000 tahun, manusia menanfaatkannya sebagai bahan pangan bertahan hidup. Hewan juga
memakan tumbuhan karena hewan tidak bisa mendapatkan energi langsung dari matahari. Tanaman
menggunakan karbon dioksida dari atmosfer, kemudian proses fotosintesis menghasilkan oksigen
yang dapat dimanfaatkan manusia dan hewan. Tanaman juga penting sebagai sumber bahan baku
obat (tanaman obat). Beberapa tanaman mampu memakan serangga setelah menjebak mereka, dan
sebagian lainnya membantu untuk memantau tingkat polusi.
Ilmuwan yang mempelajari tanaman disebut ahli botani. Mereka temukan tanaman baru
dan temukan fakta tentang tanaman yang ada (Missmaggie, referensi online). Mereka juga
memecah/klasifikasi kerajaan tumbuhan menjadi lebih kecil dengan sebutan divisi berdasarkan
beberapa karakteristik termasuk 1) apakah mereka dapat mensirkulasi cairan (seperti air hujan)
melalui tubuh mereka atau perlu menyerapnya dari kelembaban yang mengelilinginya, 2) bagaimana
mereka bereproduksi (mis. dengan spora atau berbagai jenis benih), dan 3) ukuran atau
perawakannya (habitus) (Factmonster, referensi online).
Seperti halnya kerajaan lain, sistem klasifikasi tanaman senantiasa berkembang dan berubah
(Missmaggie, online referensi). Pullaiah (2015) mengulas sejarah klasifikasi tanaman. Sebagian besar
sistem klasifikasi kelompok menanam ke dalam serangkaian hierarkis berturut-turut kelompok yang
lebih besar (peringkat) yang berujung dengan satu kelompok itu termasuk semua tanaman (kerajaan
tanaman). Sebuah filum (jamak: filum) adalah tingkat taksonomi di bawah kerajaan. Itu membagi
organisme dalam kerajaan berdasarkan fisik kesamaan yang menunjukkan nenek moyang yang
sama. Secara tradisional, di botani istilah pembagian digunakan bukannya "filum" namun “divisi”,
meskipun dari tahun 1993 itu Kode Nomenklatur Internasional untuk alga, jamur, dan tanaman
menerima sebutan "filum" (Quizlet, referensi online). Kerajaan tumbuhan "Plantae" berisi sekitar 12
divisi yang dikelompokkan sebagai berikut: 1) tiga divisi tanaman non-vaskular (mereka tidak dapat
mengalirkan air hujan melalui batang dan daunnya tetapi harus menyerapnya dari lingkungan yang
mengelilinginya) filum (bryofita): Hepaticophyta (lumut hati), Bryophyta (lumut), dan
Anthocerophyta (lumut tanduk), dan 2) sembilan divisi tanaman berpembuluh, empat di antaranya
tanpa biji (Pterophyta (pakis), Psilophyta (pakis kocokan), Lycophyta (lumut tongkat), dan
Arthrophyta (ekor kuda)) dan lima sisanya diklasifikasikan dalam dua kelompok: gymnospermae
(Gnetophyta, Cycadophyta, Ginkgophyta, Coniferophyta), dan angiospermae (Anthophyta) (Kingdom
Plantae, referensi online). Hari ini, para ahli botani mengenali empat klasifikasi besar dalam dunia
kerajaan tanaman yang diurutkan berdarkan waktu (evolusinya). Keempat klasifikasi tersebut adalah
lumut, paku, gimnospermae, dan angiospermae (Walls-Thumma, 2017).
Untuk menggambarkan semua spesies tanaman dan untuk memilahnya, mereka paling
sering dikelompokkan dalam dua kelompok: 1) Tanaman Non-Vaskular (tidak berpembuluh/tidak
memiliki berkas pengangkut/xylem/floem) dan 2) kelompok besar Tumbuhan Vaskular (memiliki
berkas pengangkut/xylem floem). Tanaman Non-Vaskular sangat penting bagi keberlangsungan
ekosistem hutan. Tanaman non vasklar biasanya menjadi “karpet tanah” yang melindungi tanah dari
erosi dan mencegah aliran air menjadi besar bahkan menjadi banjir.
Semua spesies bryophyta (lumut) berkembang biak dengan spora dan tidak dengan biji,
sehingga lumut tidak pernah memiliki bunga, ditemukan tumbuh di tanah, di bebatuan, dan di
tanaman lain dan tidak ada yang tumbuh di dalam air.
Sementara itu tanaman berpembuluh (mereka memiliki berkas pembuluh yaitu sebuah
sistem untuk sirkulasi cairan di dalam tubuhnya dengan adanya xylem dan floem) juga memiliki biji
seperti :
1) konifer (pinus2 an), tidak pernah memiliki bunga (alat perkembangbiakannya disebut
strobilus), dan tanaman golongan Coniferophyta lainnya
2) tanaman berbunga (Magnoliophyta), tanaman ini berbunga, berbiji dan berbuah.
Golongan ini yang paling banyak variasinya di alam
3) Tanaman paku yang berkembangbiak dengan spora seperti pakis dan golongan
pteridophyta lainnya.

Tumbuhan diklasifikasikan dalam beberapa cara berbeda. Mulai dari kelas, kategori tertinggi,
tanaman miliki secara tradisional diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom (kerajaan),
Divisi
Class (kelas),
SubClass (subkelas),
Superorder (Super ordo),
Ordo (bangsa),
Familia (suku),
Sub familia,
Genus (marga),
Spesies (jenis),
subspesies,
varietas (Situs Benih, online referensi).
Setiap kelompok memiliki karakteristik level di atasnya, tetapi memiliki beberapa fitur yang
membedakan. Semakin jauh ke bawah skala satu berjalan, semakin kecil perbedaan menjadi, sampai
ia berakhir dengan satu klasifikasi yang hanya berlaku untuk satu tanaman. Misalnya, ada dua kelas
dalam divisi terbesar Angiospermatophyta: Dicotyledoneae (Dicotyledons, Dicot, Tanaman dengan
dua keping lembaga pada bijinya) dan Monocotyledoneae (Monokotil, Monokotil, tanaman dengan
satu keping lembaga pada bijinya) (Awaycande, 2016). Monocotyledoneae dibagi menjadi empat
subclass: Alismatidae, Arecidae, Commelinidae, dan Liliidae (Discoverlife, online referensi).
Superorder adalah sekelompok familia (suku) tumbuhan yang memiliki keterkaitan ciri-ciri,
diklasifikasikan dalam urutan di mana mereka dianggap telah mengembangkan perbedaan mereka
dari kesamaan leluhur. Dicotyledonae mencakup enam Superorders yaitu: Magnoliidae,
Hamamelidae, Caryophyllidae, Dilleniidae, Rosidae, dan Asteridae. Sementara Monocotyledonae
termasuk empat Superorders (Alismatidae, Commelinidae, Arecidae, dan Liliidae). Setiap Superorder
dibagi lagi menjadi beberapa ordo (bangsa). Adapun ordo, itu dibagi menjadi familia (suku) terkait.
Tanaman di setiap familia (suku), dikelompokkan menjadi satu berdasarkan kemiripan ciri
fisik/morfologis yang mudah tampak. Pada level ini, kesamaannya antar tanaman seringkali mudah
dikenali oleh orang awam. Jumlah Keluarga tanaman bervariasi menurut ahli botani yang
klasifikasinya diikuti (150 -500).
Perlu dicatat di sini bahwa dalam klasifikasi, kategori yang dipertimbangkan di tingkat yang
lebih tinggi adalah Familia, Ordo, Class, Divisi dan Kingdom (Bhan, online referensi). Pada 2010,
Sambamurty mengulas taksonomi Angiospermae. Setiap subfamili dari mereka yang membentuk
kelompok familia bersama tanaman di dalam familia yang memiliki beberapa perbedaan botani
yang signifikan. Pembagian subfamili menjadi puak adalah berdasarkan perbedaan botani yang lebih
kecil, tetapi biasanya masih terdiri dari banyak tanaman yang berbeda. Semakin kecil perbedaan
botani yang digunakan untuk membagi suku ke dalam sub famili sering hanya dikenali oleh para ahli
botani. Tumbuhan dalam Genus (marga) seringkali mudah dikenali sebagai milik kelompok yang
sama. Untuk genus yang sangat besar, yang mungkin memiliki ratusan spesies, Bagian adalah
biasanya digunakan untuk membantu mengaturnya. Bagian adalah a pangkat taksonomi di bawah
Genus, tetapi di atas Jenis. Subgenus, jika ada, lebih tinggi dari Bagian, dan pangkat Seri, jika ada, di
bawah Bagian. Bagian-bagian pada gilirannya dapat dibagi menjadi Subbagian yang baik dan
bermanfaat saat genus memiliki sejumlah besar spesies (mis. Senecio (Asteraceae)) (Bhan, referensi
online). (lihat tabel 1 untuk mengetahui stratifikasi taksa dalam bahasa latin dan bahasa
indonesia).
Taksa/level yang mendefinisikan satu individu tanaman adalah Spesies. Nama spesies
biasanya menggambarkan ciri khas tanaman seperti warna daun bunga atau biji (mis. Echinacea
purpurea, Sambucus nigra), (purpurea karena warnanya purple= ungu, nigra karena warnanya
niger;hitam) ukuran atau bentuk daun (mis. Desmodium rolundifolium), atau dapat dinamai sesuai
tempat tempat ditemukan (mis. Pyrus syriacus) atau orangnya siapa yang menemukannya (mis.
Lilittml grayi yang diberi nama untuk Asa Gray). Nama genus yang bersanding dengan nama spesies
(binomial) mengacu hanya pada satu tanaman, dan nama tersebut digunakan untuk mengidentifikasi
tanaman khusus itu. Hubungan yang logis juga terbentuk antara genus dan spesies. Sehingga nama
tanaman disusun berdasarkan nama genus dan spesiesnya (Bhan, referensi online).

Kadang-kadang, Spesies dibagi lagi menjadi Subspesies yang terdiri dari golongan tanaman
yang tidak begitu berbeda dengan Varietas (varietas, biasanya disingkat var., adalah tanaman yang
hanya sedikit berbeda dari spesies tanaman induk dan ditentukan oleh ekspresi yang dapat
direproduksi dari pembeda dan karakteristik genetik lainnya, FAO 2001). Terkait 'Bentuk'. Setiap
bentuk menjadi ciri botani yang memberikan perbedaan dari mereka dalam bentuk lain dalam
spesies seperti warna bunga atau bentuk daun. SEBUAH populasi tanaman seragam, identik dengan
ibu tanaman, diproduksi baik secara aseksual atau alami disebut oleh `Clone`. Perlu dicatat di sini
bahwa kelompok taksonomi dari peringkat apa pun, mis. keluarga, genus, spesies, subspesies, dll.
disebut 'takson'. Kata takson, pertama kali digunakan oleh Ahli Biologi Jerman Adolf Meyer di
Jerman 1926 untuk kelompok hewan, diusulkan pada tahun 1948 oleh Herman J. Lam. untuk
sistematika tumbuhan (Goswami, online referensi).
Buku ajar Taksonomi Tumbuhan tinggi (Universitas Kristen Indonesia, 2013)

Varietas dan kultivar adalah dua istilah yang sering disalahfahami oleh kita. Kultivar tanaman
adalah satu varietas tanaman yang dibudidayakan, tanaman tertentu yang telah muncul baik secara
alami atau melalui penyilangan buatan, dan dapat direproduksi (secara vegetatif atau dengan biji)
untuk menghasilkan tanaman yang sama dalam jumlah banyak. Istilah kultivar umumnya digunakan
untuk menyebut kumpulan tanaman yang dipilih dalam rangka mempertahankan karakteristik yang
diinginkan dari sisi kemanfaatannya untuk manusia. Varietas sering terjadi di alam (bibitnya juga
akan memiliki karakteristik unik yang sama dari tanaman induk). Kultivar telah muncul dalam
budidaya, tetapi beberapa ada pilihan khusus dari alam. Beberapa kultivar bisa menjadi hibrida
ssetelah disilangkan dari dua tanaman beda varietas dalam satu spesies. Kultivar lain berasal dari
mutasi pada tanaman. Tanaman hias populer seperti mawar, dapat diperoleh banyak kultivar
dengan variasi warna dan bentuk bunga dengan cara penyilangan.
Saat ini hampir semua tanaman pangan/pertanian adalah hasil seleksi dan budidaya kultivar
yang telah diseleksi secara ketat sesuai dengan kepentingan manusia yang dipilih berdasarkan
karakteristik seperti peningkatan hasil, rasa, dan ketahanan terhadap penyakit dan sangat sedikit
tanaman liar sekarang digunakan sebagai sumber makanan (Haynes, referensi online, https: //
en.wikipedia.org/wiki/Cultivar).

------------------BERSAMBUNG-------------------

Tugas terstruktur:
1. Temukan 20 istilah dalam taksonomi, kemudian carilah maknanya/pengertiannya. Tuliskan
dalam bentuk tabel!
2. Buka web site https://www.itis.gov/ kemudian buatlah klasifikasi mulai dari kingdom
(kerajaan) sampai dengan spesies untuk
a. Divisi Bryophyta (Lumut), beri contoh dua spesies lumut
b. Divisi Pteridophyta (Paku/Fern), beri contoh dua spesies paku
c. Divisi Coniverophyta (Pinus-pinusan), beri contoh dua spesies conifer
d. Divisi Magnoliophyta (tumbuhan berbuga), beri contoh dua spesies tumbuhan
berbunga satu dikotil satu monokotil