Anda di halaman 1dari 8

JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah

HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

EFEK FORTIFIKASI VITAMIN B12 TERHADAP KADAR VITAMIN B12 SERUM


DAN HOMOSISTEIN SERUM PADA VEGETARIAN

Susianto

Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan Garawangi

susiantostikku@gmail.com

Abstrak

Pendahuluan: Vegetarian mengkonsumsi makanan nabati dengan atau tanpa telur dan
susu. Vegetarian berisiko kekurangan vitamin B12, karena sumber alami vitamin B12 terbatas
pada makanan berbasis hewani. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia
megaloblastik, kerusakan saraf dan meningkatkan tingkat homosistein. Tingkat homosistein
yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek fortifikasi vitamin B12 pada tingkat serum
vitamin B12 dan homosistein pada vegetarian. Metode: Desain penelitian adalah studi
eksperimental, uji coba komunitas. Sampel tersebut adalah 42 vegetarian dengan kekurangan
vitamin B12 (< 156 pmol/L) yang dipilih dari 118 vegetarian sebagai anggota Indonesia
Vegetarian Society (IVS) Pekanbaru, yang diobati dengan Oatmeal yang diperkaya vitamin
B12 selama tiga bulan dari Maret hingga Juni 2010. Serum vitamin B12 dan homosistein
diukur dengan elektrokimia imun motif imunasesay dan mikropartikel enzim Immunoassay
metode masing-masing. Hasil: Prevalensi kekurangan vitamin B12 pada vegetarian adalah
35.6%. Analisis statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan vitamin serum B12 dari
124,6 untuk 284,6 pmol / L (p = 0,001) dan penurunan yang signifikan homosistein serum
dari 20,1 untuk 15,1 μmol / L (p = 0,001). Kesimpulan: Konsumsi vitamin B12 diperkaya
Oatmeal meningkatkan tingkat serum vitamin B12 dan mengurangi tingkat homosistein
serum secara signifikan dalam vegetarian dengan kekurangan vitamin B12.

Kata Kunci: fortifikasi, vitamin B12 , homosistein, vegetarian

dalam pembentukan sel misalnya sel darah


Pendahuluan
merah (Herbert, 1994). Penurunan kadar
Vitamin B12 (kobalamin) adalah zat vitamin B12 kronis yang disebabkan oleh
gizi mikro esensial yang mempunyai peran asupan rendah dalam kurun waktu lama

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 1
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

atau disebabkan oleh malabsorpsi usus orang tua di atas 50 tahun diperkirakan
menghasilkan keseimbangan vitamin B12 sebesar 3% - 40% (Heimburger & Ard,
negatif yang dapat menyebabkan sintesis 2006).
DNA terhambat dan tampak nyata pada Defisiensi vitamin B12 dapat
pembelahan sel darah merah, begitu pula menaikkan kadar homosistein karena proses
pada sel saraf. Hal ini dapat menyebabkan perubahan homosistein menjadi metionin
penyakit anemia megaloblastik dan memerlukan vitamin B12. Peningkatan
kerusakan saraf (Sizer et al., 2006). kadar homosistein dapat meningkatkan
Sumber alami vitamin B12 dalam risiko penyakit jantung koroner dan stroke
makanan manusia terbatas pada makanan (Walsh, 2007).
hewani (Stipanuk, 2006), sehingga orang Selain risiko defisiensi vitamin B12,
yang menjalani diet vegetarian berisiko diet vegetarian memiliki banyak manfaat
mengalami defisien- si vitamin B12 bagi kesehatan. Diet vegetarian telah
(Herrmann et al., 2001). Diet vegetarian dihubungkan dengan profil lipid yang
terdiri dari makanan nabati dengan atau normal, tinggi antioksidan, fitokimia dan
tanpa telur dan susu serta produk olahanya serat (Rauma & Mykkänen, 2000). Banyak
(IVU, 2001). Susenas tahun 2009 melapor- studi melaporkan bahwa diet vegetarian
kan bahwa penduduk Indonesia hanya dapat mencegah penyakit jantung koroner,
mengonsumsi 6,8% kalori yang berasal dari stroke, obesitas, hipertensi, kanker, diabetes
makanan hewani, sebaliknya 93,2% kalori dan osteoporosis ((PCRM), 2007;
berasal dari makanan nabati (Susenas, Association, 2011; Hu, 2003).
2009). Kelompok masyarakat yang rendah
Metode
konsumsi makanan hewani tersebut juga
mempunyai risiko defisiensi vitamin B12 Penelitian ini menggunakan desain
seperti pada kelompok vegetarian. studi eksperimental pada komunitas.
Penelitian Herrmann et al pada Sampel dalam penelitian ini adalah 42
tahun 2003 di Jerman dan Belanda vegetarian yang defisiensi vitamin B12
melaporkan 26% vegetarian dewasa (kadar vitamin B12 serum kurang dari 156
mengalami defisiensi vitamin B12 pmol/L) berdasarkan hasil analisis
(Herrmann et al., 2003). Prevalensi laboratorium klinik Pramita Utama Jakarta
defisiensi vitamin B12 pada kelompok terhadap 118 vegetarian anggota Indonesia

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 2
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

Vegetarian Society (IVS) Pekanbaru. vitamin B12 dari tablet IPI, 86 gram
Populasi dalam penelitian ini adalah Oatmeal, 10 gram gula halus, 2 gram bubuk
seluruh vegetarian di kota Pekanbaru. coklat dan 2 gram pengemulsi. Setiap
Populasi target adalah seluruh vegetarian di subjek mengonsumsi 100 gram bahan
kota Pekanbaru yang telah menjadi anggota fortifikasi vitamin B12 (diseduh dengan air
IVS. Populasi sampling adalah seluruh hangat) setiap hari selama tiga bulan dari 20
vegetarian yang berusia minimal 17 tahun Maret 2010 hingga 19 Juni 2010.
di kota Pekanbaru yang telah menjadi
anggota IVS. Kriteria inklusi sampel Analisis Vitamin B12 dan Homosistein
meliputi vegetarian berumur mínimum 17
Pengambilan dan persiapan sampel
tahun yang defisiensi vitamin B12, bersedia
darah dari subjek penelitian dilakukan oleh
mengonsumsi bahan fortifikasi vitamin B12
seorang tenaga analis kesehatan dari
sebanyak 100 g/hari dan tidak
laboratorium klinis dan pusat diagnostik
mengonsumsi telur dan susu selama tiga
Pramita Utama Jakarta dengan sertifikasi
bulan penelitian, bersedia diambil dan
ISO dan GLP dan dibantu oleh dua tenaga
dianalisis darahnya sebelum dan setelah
analis kesehatan dari Universitas Riau di
intervensi. Sedangkan kriteria eksklusi dari
Pekanbaru. Vitamin B12 serum dianalisis
sampel penelitian adalah vegetarian yang
dengan Electrochemilumi- nescence
tidak defisiensi vitamin B12 (kadar vitamin
(ECLIA) Immunoassay menggunakan
B12 serum sama atau lebih dari 156
Modular E-170 (Roche), sedangkan analisis
pmol/L), merokok, meminum alkohol dan
homosistein serum dilakukan dengan
sakit ginjal, karena dapat mempengaruhi
Microparticle Enzyme Immunoassay
hasil intervensi dengan fortifikasi vitamin
(MEIA) menggunakan AxSYM Plus
B12.
(Abbott).
Bahan Dan Prosedur Intervensi Analisis data yang dilakukan

Bahan fortifikasi vitamin B12 meliputi analisis univariat dan bivariat

berupa bubuk Oatmeal instan yang dibuat dengan uji T dependen untuk data yang

oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan berdistribusi normal dan uji Wilcoxon

Gizi Bogor. Setiap 100 gram bahan untuk data yang berdistribusi tidak normal.

fortifikasi vitamin B12 mengandung 50 μg


Hasil dan Pembahasan

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 3
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

jumlah subjek perempuan sebanyak 42,9%.


Prevalensi defisiensi vitamin B12
Lebih dari separuh subjek (54,8%) berumur
pada penelitian ini adalah sebesar 35,6%
antara 30 – 49 tahun dan hanya terdapat
(42 subjek dengan defisiensi vitamin B12
satu subjek (2,4%) yang berumur di atas 65
dari total subjek 118 orang), lebih tinggi
tahun. Semua subjek menjalani diet
dibandingkan hasil penelitian Hermann et al
vegetarian lacto ovo yaitu vegetarian yang
pada tahun 2003 di Jerman dan Belanda
masih mengkonsumsi susu dan telur serta
yaitu sebesar 26%.
hasil olahannya. Lebih dari separuh subjek
Hasil analisis univariat memberikan
(59,5%) telah menjalani diet vegetarian
gambaran distribusi subjek fortifikasi
lebih dari sepuluh tahun dan hanya terdapat
vitamin B12 menurut karakteristik
satu subjek (2,4%) yang menjalani diet
demografi, jenis vegetarian dan lama
vegetarian kurang dari empat tahun. Subjek
menjadi vegetarian
pada kelompok fortifikasi B12 telah
Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah
menjalani diet vegetarian rata-rata selama
subjek laki-laki sebanyak 57,1%, sedangkan
13,2 ± 7,1 tahun.

Tabel 1. Hasil Analisis Univariat

Variabel Karakteristik n (=42) %


Jenis kelamin Laki-laki 24 57,1
Perempuan 18 42,9
Umur 17 – 29 tahun 15 35,7
30 – 49 tahun 23 54,8
50 – 64 tahun 3 7,1
1 2,4
Jenis vegetarian Vegetarian lakto ovo 42 100

Lama menjadi vegetarian < 4 tahun 1 2,4


4 – 10 tahun 16 38,1
> 10 tahun 25 59,5

Tabel 2. Kadar Vitamin B12 Serum dan Homocysteine Serum


Variabel Fortifikasi B12
n Mean SD
B12 awal (pmol/L) 42 124,6 23,8
B12 akhir (pmol/L) 42 284,6 69,8

n Median

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 4
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

42 20,1
Homosistein awal (µmol/L)
42 15,1
Homosistein akhir (µmol/L)

Tabel 2 menggambarkan kadar 69,8 pmol/L pada akhir intervensi.


vitamin B12 dan homosistein awal dan Sebaliknya kadar homocysteine (data tidak
akhir intervensi dengan menggunakan berdistribusi normal) mengalami penurunan
bahan fortifikasi B12. Kadar vitamin B12 nilai median dari awal sebelum intervensi
awal sebelum intervensi dimulai (data dimulai sebesar 20,1 µmol/L menjadi 15,1
berdistribusi normal) sebanyak 124,6 ± 23,8 µmol/L pada akhir intervensi.
pmol/L dan meningkat menjadi 284,6 ±

Tabel 3. Hasil Analisis Bivariat


B12 awal B12 akhir Mean ∆ B12 p value
124,6 284,6 +159,9
0,001*
pmol/L pmol/L pmol/L

Homosistein awal Homosistein akhir ∆ Homosistein


(Median) (Median) (Me dian)

20,1 15,1 -5,5


0,001**
µmol/L µmol/L µmol/L
* Uji T dependen : p < 0,05
** Uji Wilcoxon : p < 0,05

Hasil uji T dependen (data vitamin B12 di Belanda (Winkels et al.,


berdistribusi normal) menunjukkan terjadi 2008). Sebaliknya hasil uji Wilcoxon (data
kenaikan kadar vitamin B12 serum yang tidak berdistribusi normal) menunjukkan
bermakna (p < 0,05) pada akhir intervensi penurunan kadar homosistein serum yang
dibandingkan awal intervensi (rata-rata bermakna (p < 0,05) dengan median ∆
∆B12= 159,9 ± 64,3 pmol/L). Kenaikan homosistein serum sebesar - 5,5 µmol/L
rata- rata kadar vitamin B12 sebagai hasil (lihat tabel 3).
dari intervensi dengan Oatmeal yang Terdapat korelasi negatif antara
difortifikasi dengan vitamin B12 dalam kadar vitamin B12 serum dan kadar
penelitian ini ternyata lebih tinggi homosistein serum, artinya setiap kenaikan
dibandingkan hasil penelitian intervensi kadar vitamin B12 serum diikuti oleh
dengan roti yang difortifikasi dengan penurunan kadar homosistein serum. Hasil

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 5
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

penelitian intervensi bahan fortifikasi makanan untuk memastikan makanan


vitamin B12 ini dapat memberikan tersebut mengandung bentuk aktif vitamin
pengetahuan kepada para vegetarian atau B12, yang disebut cobalamin atau
kelompok masyarakat yang berisiko cyanocobalamin.
defisiensi vitamin B12 untuk Kekurangan vitamin B12 jarang
mengkonsumsi produk makanan yang terjadi karena penyimpanan dan daur ulang
difortifikasi dengan vitamin B12 agar yang efisien dari vitamin ini dalam tubuh,
terhindar dari risiko defisiensi B12 vitamin. tetapi asupan yang teratur tetap penting
Defisiensi vitamin B12 dapat untuk memenuhi kebutuhan seseorang
menyebabkan penyakit anemia (Medicine, 1999). Kementerian Kesehatan
megaloblastik dan kerusakan sistem saraf, merekomenda- sikan asupan vitamin B12
hiperhomosisteinemia (kadar homosistein orang dewasa adalah 2,4 mikrogram per
serum lebih besar dari 12 µmol/L) yang hari, dengan peningkatan kebutuhan untuk
menjadi faktor risiko terjadinya penyakit wanita yang sedang hamil sebanyak 0,2
jantung dan stroke (Koyama, 2002). mikrogram dan ibu menyusui sebanyak 0,4
Makanan yang difortifikasi dengan vitamin mikrogram. Pastikan bahwa kebutuhan
B12 adalah sumber vitamin B12 yang dapat vitamin B12 terpenuhi pada semua
diandalkan (reliable). Oatmeal yang kelompok umur. Lansia memiliki resiko
difortifikasi dengan vitamin B12 yang lebih tinggi menderita defisiensi vitamin
digunakan dalam penelitian intervensi ini B12. Gejala defisiensi vitamin B12 dapat
merupakan salah satu contoh makanan meliputi kelelahan, kelemahan, kesemutan
sumber vitamin B12 yang reliable, terbukti pada lengan dan kaki, gangguan
dapat meningkatkan kadar vitamin B12 pencernaan, lidah yang sakit dan dapat
serum dan menurunkan kadar homosistein menyebabkan anemia megaloblastik dan
serum secara signifikan. Contoh lain gangguan serius lainnya pada darah dan
makanan yang difortifikasi dengan vitamin sistem saraf (Medicine, 1999).
B12 adalah sereal sarapan, susu kedelai,
daging analog, mengandung sumber Kesimpulan
vitamin B12 yang reliable. Pastikan untuk
Konsumsi Oatmeal yang
memeriksa label fakta gizi (nutrition facts)
difortifikasi dengan vitamin B12 dapat
atau daftar komposisi (ingredients) bahan
meningkatkan kadar vitamin B12 serum

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 6
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

dan menurunkan kadar homosistein serum


Hu, F. B. (2003). Plant-based foods and
secara signifikan pada vegetarian yang
prevention of cardiovascular disease:
defisiensi vitamin B12. an overview. The American Journal of
Clinical Nutrition, 78(3), 544S-551S.
https://doi.org/10.1093/ajcn/78.3.544s
Kepustakaan
IVU. (2001). IVU News. Lexikon Des
(PCRM), P. C. for R. M. (2007). Animal
Gesamten Buchwesens Online,
Products Increase Cancer Risk, While
Volume 7. https://doi.org/10.1163/
Plant Foods Reduce It.
9789004337862_lgbo_com_090452
Association, A. D. (ADA). (2011). Position
Koyama, K. (2002). Efficacy of
Paper Update for 2011. Journal of the
methylcobalamin on lowering total
American Dietetic Association, 111(2),
homocysteine plasma concentra-tions
311–312.
in haemodialysis patients receiving
high-dose folic acid supplementation.
Heimburger, D. C., & Ard, J. D. (2006).
Nephrology Dialysis Transplantation,
Preface. In Handbook of Clinical
17(5), 916–922.
Nutrition (pp. ix–x). Elsevier.
https://doi.org/10.1093/ ndt/17.5.916
https://doi.org/10.1016/b978-0-323-
03952-9.50005-2
Medicine, P. C. for R. (1999). Vitamin
B12 : A Simple Solution. PCRM.
Herbert, V. (1994). Staging vitamin B−12
(cobalamin) status in vegetarians. The
Rauma, A.-L., & Mykkänen, H. (2000).
American Journal of Clinical
Antioxidant status in vegetarians
Nutrition, 59(5), 1213S-1222S.
versus omnivores. Nutrition, 16(2),
https://doi.org/10.1093/ajcn/59.5.1213
111–119. https://doi.org/10.1016/
s
s0899-9007(99)00267-1
Herrmann, W., Schorr, H., Obeid, R., &
Sizer, F. S., Piché, L. A., Whitney, E. N., &
Geisel, J. (2003). Vitamin B-12 status,
Whitney, E. (2006). Nutrition:
particularly holotranscoba lamin II and
concepts and controversies. Cengage
methylmalonic acid concentrations,
Learning.
and hyperhomo cysteinemia in
vegetarians. The American Journal of
Stipanuk, M. H. (2006). Biochemical,
Clinical Nutrition, 78(1), 131–136.
Physiological, Molecular Aspects of
https://doi.org/10.1093/ajcn/78.1.131
Human Nutrition, 2nd ed. St Louis,
MO, USA: Saunders Elsevier 2006.
Herrmann, W., Schorr, H., Purschwitz, K.,
£55.99 (hardback) pp. 1232 ISBN 1
Rassoul, F., & Richter, V. (2001).
4160 0209 X. British Journal of
Total Homocysteine, Vitamin B12,
Nutrition, 98(04).
and Total Antioxidant Status in
https://doi.org/10.1017/s00071145077
Vegetarians. Clinical Chemistry,
08826
47(6), 1094–1101.
https://doi.org/10.1093/clinchem/47.6.
Susenas. (2009). Perkembangan Penduduk
1094

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 7
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: Ciptaan disebarluaskan di bawah
HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 10 NO. 01, JUNI 2020 Lisensi Creative Commons Atribusi-
DOI: NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0
Internasional.

Miskin 2009. Badan Pusat Statistik. Bread cofortified with folic acid and
vitamin B-12 improves the folate and
Walsh, S. (2007). Plant Based Nutrition vitamin B-12 status of healthy older
and Health. The Vegan Society. people: a randomized controlled trial.
The American Journal of Clinical
Winkels, R. M., Brouwer, I. A., Clarke, R., Nutrition, 88(2), 348–355.
Katan, M. B., & Verhoef, P. (2008). https://doi.org/10.1093/ajcn/88.2.348

E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 8