Anda di halaman 1dari 57

LAPORAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Gabungan


Mata Kuliah Manajemen Keuangan, Manajemen Strategi, Manajemen Logistik dan
Manajemen SDM
Dosen Pengampu : Anom Dwi Prakoso, SKM., MKM

Disusun Oleh :
Kelompok 1

1. Aat Hartati (CMR0170001)


2. Dian Rahmawati (CMR0170005)
3. Iik Hikmah Nurharpiyani (CMR0170015)
4. Marina Sri Rahayu Ningsih (CMR0170018)
5. Novita Sri Anggraeni (CMR0170085)
6. Sultonnur R (CMR0170062)

PRODI KESEHATAN MASYARAKAT


PEMINATAN ADMINISTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN
2020/2021
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat
dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah
Perencanaan Kesehatan Wilayah tepat waktu. Tidak lupa shalawat serta salam tercurah
kepada Rasulullah SAW yang syafa’atnya kita nantikan kelak.

Penulisan makalah berjudul “ ” dapat diselesaikan karena bantuan banyak pihak.


Penulis menyadari makalah bertema bahasa ini masih memerlukan penyempurnaan,
terutama pada bagian isi. Kami menerima segala bentuk kritik dan saran pembaca demi
penyempurnaan makalah. Apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini, kami
memohon maaf.

Demikian yang dapat kami sampaikan. akhir kata, semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Kuningan, Oktober 2020

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

i
ii
1
1
2
2
3
3
4
6
8
8
13
19
48
56
56
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen berasal dari bahasa Perancis yaitu ‘menegement’ yang berarti seni untuk
mengatur atau mengelola sesuatu. Dalam bahasa Inggris, kata ‘manage’ berarti
mengendalikan atau mengelola.
Secara umum, manajemen dikenal sebagai sebuah proses yang mengatur kegiatan atau
perilaku sehingga menimbulkan efek yang baik. Secara etimologi, definisi manajemen
adalah sebuah seni mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan utama sebuah
organisasi atau bisnis melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan, dan
pengawasan sumber daya dengan cara yang efektif dan efisien.
Dalam sebuah perusahaan, terdapat masing-masing divisi yang dipimpin oleh seorang
manajer atau head hingga jajaran top manager. Fungsi dari seorang manajer ini sudah
jelas adalah untuk mengatur kinerja karyawan bawahannya untuk mencapai tujuan
perusahaan.
1.1.1 Manajemen Keuangan
Manajemen pada dasarnya adalah upaya untuk menggunakan sumber daya
(dalam konteks ini uang) secara efektif sehingga mencapai tujuan. Adapun keuangan
berarti segala hal yang berkaitan dengan uang.
Menurut S. C. Kuchal, “Manajemen keuangan berkaitan dengan pengadaan
dana  dan pemanfaatannya yang efektif dalam bisnis“. Adapun Bambang Riyanto,
seorang ahli dari Indonesia, berpendapat bahwa pengertian manajemen keuangan
adalah semua aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan upaya untuk mendapatkan
pembiayaan yang diperlukan dengan dana seminimal mungkin dan syarat-syarat yang
menguntungkan, dan usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

1.1.2 Manajemen Logistik


Manajemen logistik adalah suatu proses atau kegiatan perencanaan,
pengendalian dan pelaksanaan dalam pengelolaan barang/material, mulai dari
penentuan dan pengadaan barang, penyimpanan barang, penyaluran barang,
pemeliharaan barang, penghapusan barang dan pengendalian barang dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang
berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan
keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik
permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam
tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.

1.1.3 Manajemen Strategi


Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar
bikinan manajemen tertinggi yang diaplikasikan oleh semua anggota suatu
oragnisasi demi terwujudnya tujuan organisasi.

1
Para pakar manajemen memiliki definisi manajemen strategis masing-masing.
Dari buku Strategic Management karya Nicholas S. Majluk dan Arnoldo C. Hax,
manajemen strategis bisa dimaknai sebagai cara memandu perusahaan untuk
mencapai sejumlah sasaran. Mulai dari nilai & tanggung jawab korporasi,
kapabilitas manajerial, hingga sistem administrasi yang berkaitan dengan
pengambilan keputusan strategis dan operasional di berbagai tingkat hierarki.

1.1.4 Manajemen SDM


Manajemen sumber daya manusia ini merupakan suatu proses menangani
berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan atau
semua tenaga kerja yang menopang seluruh aktivitas dari organisasi, lembaga atau
perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bagian yang mengurusi
sumber daya manusia pada organisasi biasanya disebut departemen SDM atau HRD
(Human Resource).
Pada dasarnya manajemen SDM ini adalah salah satu fungsi dalam sebuah
perusahaan atau organisasi yang fokus pada kegiatan rekrutmen, pengelolaan dan
pengarahan untuk orang-orang yang bekerja dalam perusahaan tersebut. Serta
menyediakan pengetahuan demi tercapai tujuan perusahaan. Selain itu, manajemen
dan departemen SDM juga bertanggung jawab untuk mengembangkan perusahaan
dengan menerapkan seluruh nilai dan budaya perusahaan. Juga memastikan bahwa
perusahaan memiliki tim yang baik dan solid dan memahami pemberdayaan
karyawan.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana Manajemen Keuangan, Manajemen Strategi, Manajemen Logistik dan
Manajemen SDM di Puskesmas Cigandamekar.

1.3 Tujuan Penulisan


1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana Manajemen Keuangan, Manajemen Strategi,
Manajemen Logistik dan Manajemen SDM di Puskesmas Cigandamekar.
2. Tujuan Khusus
Untuk memenuhi tugas gabungan mata kuliah Manajemen Keuangan, Manajemen
Strategi, Manajemen Logistik dan Manajemen SDM.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Perancis “kuna menagement”, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan
seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien.Manajemen adalah suatu proses yang terdiri
dari planning, organizing,actuating, dan controlling (POAC) yang masing-masing
menggunakan ilmudan seni untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dimensi manajemen dipertegas lagi sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen, yang
oleh Terry (1978) diistilahkan dengan POAC, yang merupakan singkatan dari
Planning,Organizing,Actuating, dan Controlling.
1) Planning atau perencanaan
Kegiatan yang menentukan sasaran yang hendak dicapai, dan memikirkan cara
serta penentuan penggunaan sarana dalam pencapaian sarana tersebut. Alokasi
sumberdaya yang amat terbatas, merupakan prinsip dan landasan dasar dalam
merumuskan perencanaan dan pegorganisasian. Dalam menyusun perencanaan harus
ditentukan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya
dan siapa yang akan melakukan kegiatan dalam suatu organisasi. Dalam suatu
perencanaan tersebut harus dipertimbangkan dari segi-segi teknis, ekonomis, sosial
dan pelayanan yang diberikan organisai. Jadi, perencanaan sebagai penghubung status
sekarang dengan sasaran yang ingin dicapai itu menjadi ukuran perbandingan bagi
setiap pemimpin, dalam penentuan sejumlah aktivitas yang harus dilakukan anggota
dalam organisai. Dalam suatu perncanaan yang jelas akan memudahkan setiap
anggota organisasi menjalankan kegiatannya, sehingga dapat memberikan kontribusi
secara maksimal dan positif terhadap organisasi.
2) Organizing atau pengorganisasian
Merupakan pengurusan dan penataan semua sumberdaya yang tersedia dalam
organisasi tersebut, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya material. Penataan
sumberdaya organisasi didasarkan atas konsep yang tepat melalui masing-masing
fungsi seperti persyaratan tugas, tata kerja, penanggung jawab, dan relasi antar fungsi.
Fungsi-fungsi ini membentuk suatu hubungan dalam sistem, di mana bagian yang satu
menunjang bagian yang lain dan lini yang satu bergantung pada lini yang lain.
Dengan demikian, pengorganisasian merupakan kegiatan menjalin hubungan antar
semua aktivitas kerja, penggunaan tenaga kerja, dan pemanfaatn semua sumberdaya,
melalui struktur formal dengan kewenangan masing-masing.

3
3) Actuating atau penggerakan
Merupakan kegiatan menggerakkan dan mengendalikan semua sumberdaya
organisasi dalam usaha pencapaian sasaran. Dalam penggerakan (actuating) dilakukan
penyatuan semua kegiatan dan penciptaan kerjasama dari seluruh lini, sehingga tujuan
organisasi dapat dicapai dengan lancar dan efisien.
4) Controlling atau pengawasan,
merupakan sesuatu yang perlu dilaksanakan agar para anggota organisai dapat
bekerjasama dengan baik, dan pergerakan yang sama ke arah pencapaian sasaran dan
tujuan umum organisasi. Pengawasan dilakukan untuk mengukur hasil pekerjaan,
guna menghindari penyimpangan-penyimpangan, dan jika diperlukan segera
melakukan tindakan yang tegas terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi.
2.2 Permenkes No.75 Tahun 2014

1. Kedudukan dan Organisasi Puskesmas

Pasal 32
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota, sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 33
(1) Puskesmas dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas.

(2) Kepala Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan seorang
Tenaga Kesehatan dengan kriteria sebagai berikut:
a. tingkat pendidikan paling rendah sarjana dan memiliki kompetensi manajemen
kesehatan masyarakat;
b. masa kerja di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun; dan
c. telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas.
(3) Kepala Puskesmas bertanggungjawab atas seluruh kegiatan di Puskesmas.

(4) Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (3),
Kepala Puskesmas merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sumber daya
Puskesmas kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

(5) Dalam hal di Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil tidak tersedia
seorang tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, maka Kepala
Puskesmas merupakan tenaga kesehatan dengan tingkat pendidikan paling rendah
diploma tiga.

Pasal 34
(1) Organisasi Puskesmas disusun oleh dinas kesehatan kabupaten/kota berdasarkan
kategori, upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas.

(2) Organisasi Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit terdiri
atas:

4
a. kepala Puskesmas;
b. kepala sub bagian tata usaha;
c. penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat;
d. penanggung jawab UKP, kefarmasian dan Laboratorium; dan
e. penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan
kesehatan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi Puskesmas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

2. Upaya Kesehatan Puskesmas


Pasal 35
(1) Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama dan
upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama.

(2) Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara
terintegrasi dan berkesinambungan.
Pasal 36
(1) Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal
35 meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat
pengembangan.

(2) Upaya kesehatan masyarakat esensial sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:

a. pelayanan promosi kesehatan;


b. pelayanan kesehatan lingkungan;
c. pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana;
d. pelayanan gizi; dan
e. pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.

(3) Upaya kesehatan masyarakat esensial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung pencapaian standar
pelayanan minimal kabupaten/kota bidang kesehatan.

(4) Upaya kesehatan masyarakat pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang
sifatnya inovatif dan/atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan,
disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan
potensi sumber daya yang tersedia di masing-masing Puskesmas.

(5) Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama yang dapat dilakukan oleh
Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 37

5
(1) Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 35 dilaksanakan dalam bentuk:
a. rawat jalan;
b. pelayanan gawat darurat;
c. pelayanan satu hari (one day care);
d. home care; dan/atau
e. rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan.
(2) Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan sesuai dengan standar prosedur operasional dan standar pelayanan.
Pasal 38
Untuk melaksanakan upaya kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Pasal
36, dan Pasal 37, Puskesmas harus menyelenggarakan:
a. manajemen Puskesmas;
b. pelayanan kefarmasian;
c. pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat; dan
d. pelayanan laboratorium.

2.3 Permenkes No.44 Tahun 2016


1. Pedoman Manajemen Puskesmas
Pasal 1
Pedoman manajemen Puskesmas harus menjadi acuan bagi:
a. Puskesmas dalam:
1) menyusun rencana 5 (lima) tahunan yang kemudian dirinci kedalam rencana
tahunan;
2) menggerakan pelaksanaan upaya kesehatan secara efesien dan efektif;
3) melaksanakan pengawasan, pengendalian dan penilaian kinerja Puskesmas;
4) mengelola sumber daya secara efisien dan efektif;dan
5) menerapkan pola kepemimpinan yang tepat dalam menggerakkan, memotivasi, dan
membangun budaya kerja yang baik serta bertanggung jawab untuk meningkatkan
mutu dan kinerjanya.
b. Dinas kesehatan kabupaten/kota dalam melaksanakan pembinaan dan
bimbingan teknis manajemen Puskesmas.

Pasal 2
Ruang lingkup Pedoman Manajemen Puskesmas meliputi:
a. perencanaan;
b. penggerakkan dan pelaksanaan;
c. pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja; dan
d. dukungan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam manajemen Puskesmas.

Pasal 3

6
Ketentuan lebih lanjut mengenai Pedoman Manajemen Puskesmas sebagaimana
tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini.

Pasal 4
(1) Pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan Peraturan Menteri ini
dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
(2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kinerja Puskesmas yang berkualitas
secara optimal.

7
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Manajemen Sumber Daya Di Puskesmas Cigandamekar
3.1.1 Manajemen Sumber Daya Manusia di Puskesmas Cigandamekar
1. Jumlah Sumber Daya Manusia
Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan upaya kesehatan terpadu yang
diselenggarakan oleh puskesmas. Untuk meningkatkan mutu dan pemerataan
pelayanan kesehatan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan tenaga yang mencukupi.
Adapun ketenagaan yang ada terdapat pada tabel di bawah ini :
Tabel
Data Ketenagaan di UPTD Puskesmas Cigandamekar Tahun 2019

TEMPAT JENIS YAN


NO STANDA KURAN KE
KERJA/JENIS TENAG G
. R G T
KEGIATAN A ADA
MANAJEMEN
I  
PUSKESMAS  
Kepala Sarjana  
1 1 1
Puskesmas Kes
Kepala Tata Sarjana  
2 1 1
Usaha Ad.Neg
RR/Perencana/E  
3 Perawat 0 1 1
V
Bendahara/Ur  
4 Umum / Umum 1 3 2
Adminstrasi
5 Supir Umum 0 1 1  
Penjaga  
6 puskesmas / SD 0 2 2
Kebersihan
II PELAYANAN KESEHATAN

8
Dokter  
7 Poliklinik Umum 1 2 1
Umum
8 Poliklinik Umum Perawat 1 2 1  
9 Poliklinik Umum Pekarya 1 1 0  
Dokter  
10 Poliklinik Gigi 1 1 0
Gigi
Perawat  
11 Poliklinik Gigi 1 1 0
Gigi
Bagian Pekarya /  
12 0 2 2
Pendaftaran SLTA
13 KIA/KB Bidan 1 1 0  
Kesehatan Gizi Akademi  
14 1 1 0
Keluarga Gizi
15 PONED Bidan 2 2 0  
Peran Serta  
16 Bidan 1 1 0
Masyarakat
Kesling dan Sanitaria  
17 1 1 0
Penyuluh n
Analis  
18 Laboratorium 0 0 1
Kimia
Assisten  
19 Apotik 1 1 0
Apoteker
Sanitaria  
20 Surveilance 1 1 0
n
Pencegahan dan  
  Perawat 1 1 0
Pemberantasan
21 Imunisasi Perawat 1 1 0  
  UKS Perawat 0 1 1  
Setiap Pustu ( 2  
24 Perawat 0 2 2
Pustu )
Setiap Bidan  
25 Bidan 11 11 0
Desa ( 11 Desa )
      29 41 12  
Sumber Data : Laporan Puskesmas Cigandamekar, Tahun 2019

9
Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa jumlah ketenagaan di Puskesmas
Cigandamekar terbagi menjadi dua berdasarkan tempat kerja/jenis kegiatan, yaitu
manajemen Puskesmas dan pelayanan kesehatan.
Manajemen puskesmas terdiri dari Kepala puskesmas dengan jenis tenaga
Sarjana Kesehatan, kepala tatausaha berjumlah 1 dengan jenis tenaga kerja sarjana
administrasi negara, bendahara/ur umum/administrasi berjumlah 1 dengan jenis
tenaga umum.
Kemudian, dalam pelayanan kesehatan yang berada di Puskesmas
Cigandamekar terdiri dari, poliklinik umum berjumlah 1 dengan jenis tenaga Dokter
umum, poliklinik umum berjumlah 1 dengan jenis tenaga Perawat, poliklinik umum
berjumlah 1 dengan jenis tenaga Pekarya, poliklinik gigi berjumlah 1 dengan jenis
tenaga Dokter gigi, poliklinik gigi berjumlah 1 dengan jenis tenaga Perawat gigi,
KIA/KB berjumlah 1 dengan jenis tenaga Bidan, kesehatan gizi keluarga berjumlah 1
dengan jenis tenaga Akademi Gizi, poned berjumlah 2 dengan jenis tenaga Bidan,
peran serta masyarakat berjumlah 1 dengan jenis tenaga Bidan, kesling dan penyuluh
berjumlah 1 dengan jenis tenaga Sanitarian, apotik berjumlah 1 dengan jenis tenaga
Asisten apoteker, surveillance berjumalh 1 dengan jenis tenaga surveillance, setiap
bidan desa 11 berjumalah 11 desa dengan jenis tenaga Bidan.
2. Kesenjangan Sumber Daya Manusia
Dari tabel di atas bahwa untuk ketenagaan di UPTD Puskesmas Cigandamekar
sampai dengan tahun 2019 masih banyak kekurangan diantaranya :
a. Tenaga Kesehatan Jabatan Fungsional Tertentu
Tabel

Tenaga Kesehatan Jabatan Fungsional Tertentu

       
CIGANDAMEKAR
Puskesmas CIGANDAMEKAR
No Jenis SDMK Jumlah Jumlah
SDMK SDMK Kesenj
Keadaan
Saat Ini Seharusn angan
(PNS) ya
(A) (B) (A)-(B)
K/S/L
SANITARIAN PELAKSANA
1. 1 1 0 S
LANJUTAN
2. DOKTER AHLI PERTAMA 1 1 0 S
3. DOKTER GIGI AHLI PERTAMA 0 1 -1 K

10
4. PERAWAT TERAMPIL 1 2 -1 K
5. PERAWAT MAHIR 1 1 0 S
6. PERAWAT PENYELIA 1 1 0 S
7. PERAWAT AHLI PERTAMA 1 1 0 S
8. PERAWAT GIGI TERAMPIL 0 1 -1 K
9. BIDAN PENYELIA 3 5 -2 K
10. BIDAN AHLI MUDA 1 2 -1 K
11. BIDAN PELAKSANA 3 5 -2 K
BIDAN PELAKSANA
12. 4 6 -2 K
LANJUTAN
13. APOTEKER AHLI PERTAMA 0 1 -1 K
ASISTEN APOTEKER
14. 1 1 0 S
PELAKSANA LANJUTAN
EPIDEMIOLOG KESEHATAN
15. 1 1 0 S
AHLI MUDA
PENYULUH KESEHATAN
16. MASYARAKAT PELAKSANA 0 1 -1 K
LANJUTAN
17. NUTRISIONIS AHLI PERTAMA 1 1 0 S
PRANATA LABORATORIUM
18. KESEHATAN PELAKSANA 0 1 -1 K
LANJUTAN
TOTAL 20 33 -13 K

b. Tenaga Jabatan Fungsinal Umum


Tabel
Tenaga Jabatan Fungsional Umum
No Jenis SDMK
CIGANDAMEKAR

Puskesmas CIGANDAMEKAR
Jumlah Jumlah Kesenj Keadaan
SDMK SDMK ang
Saat Ini Seharusn

11
(PNS) ya an
(A)-
(A) (B) K/S/L
(B)
1. BENDAHARA 1 3 -2 K
2. PENGEMUDI 0 1 -1 K
PENGELOLA BARANG MILIK
3. 0 2 -2 K
NEGARA
4. PENGADMINISTRASI UMUM 0 2 -2 K
PENGADMINISTRASI
5. 0 1 -1 K
KEPEGAWAIAN
PENGADMINISTRASI REKAM
6. 0 2 -2 K
MEDIS DAN INFORMASI
TOTAL   1 11 -10 K
JUMLAH TOTAL ( A + B ) 21 44 23  

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa sumber daya manusia di


Puskesmas Cigandamekar masih terdapat kekurangan terdiri dari jabatan fungsional
tertentu dan tenaga jabatan fungsional umum. Sehingga jumlah total kekurangan
sumber daya manusia di Puskesmas Cigandamekar berjumlah 23 orang.
Puskesmas Cigandamekar melakukan perencanaan kebutuhan Tenaga
Kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan masalah kesehatan, kebutuhan
pengembangan program pembangunan kesehatan, dan ketersediaan Tenaga
Kesehatan.
3.Pengadaan dan Perekrutan Sumber Daya Manusia

Pengadaan Tenaga Kesehatan dilakukan melalui perencanaan kebutuhan dan


diselenggarakan melalui pendidikan tinggi bidang kesehatan, baik oleh pemerintah
pusat maupun masyarakat. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan meliputi penyebaran
Tenaga Kesehatan yang merata dan berkeadilan, pemanfaatan Tenaga Kesehatan.

Ruang lingkup perencanaan termasuk perencanaan kebutuhan Tenaga


Kesehatan yang akan didayagunakan oleh Puskesmas Cigandamekar Perencanaan
Tenaga Kesehatan dilakukan secara menyeluruh melalui pemetaan untuk mengetahui
jumlah dan jenis Tenaga Kesehatan yang dibutuhkan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pengadaan, kebutuhan pendayagunaan, dan kebutuhan pembinaan dan
pengawasan. Pemerataan adalah proses penataan penempatan Tenaga Kesehatan agar
jumlah, jenis, dan mutu/kualifikasi Tenaga Kesehatan sesuai dengan kebutuhan riil
masing-masing Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

12
Untuk penyesuaian kapasitas produksi Tenaga Kesehatan dilakukan terhadap
jumlah kebutuhan Tenaga Kesehatan dalam pelayanan kesehatan dengan jumlah
lulusan Tenaga Kesehatan serta perekrutmen Tenaga kesehatan dilakukan berdasarkan
SOP yang diatur tersendiri dengan Undang-Undang yaitu Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan.

4. Proses Pemeliharan Sumber Daya Manusia

Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan


kesehatan. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur
kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945. Penyelenggaraan upaya kesehatan bertujuan untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang meliputi pelayanan
kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Pendayagunaan Tenaga Kesehatan meliputi penyebaran Tenaga Kesehatan


yang merata dan berkeadilan, pemanfaatan Tenaga Kesehatan, dan pengembangan
Tenaga Kesehatan, termasuk peningkatan karier. Pembinaan dan pengawasan Tenaga
Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas Tenaga Kesehatan sesuai dengan
kompetensi yang diharapkan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan
kesehatan bagi seluruh penduduk di wilayah kerja puskesmas.

3.2 Manajemen Strategi Di Puskesmas Cigandamekar

3.2.1 Visi Misi Puskesmas Cigandamekar


Cigandamekar Sehat menuju Kuningan yang Mandiri Agamis dan Sejahtera (MAS) tahun
2018

3.2.2 Misi Puskesmas Cigandamekar

1) Menggerakkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan di wilayah kerja UPTD


Puskesmas Cigandamekar
2) Mendorong Kemandirian Hidup Sehat melalui Pemberdayaan Masyarakat
3) Meningkatkan dan mendorong upaya kesehatan yang bermutu dan berkeadilan
4) Oftimalisasi kepatuhan petugas dalam melayani masyarakat secara profesional, iklas,
cerdas dan tuntas

1. Pertanggungjawab atas manajemen strategi di puskesmas Cigandamekar


Tim Penyusun Perencanaan UPTD Puskesmas Cigandamekar

Ketua : Toto Budianto, SKM

13
Sekretaris : Wawan Hermawan, SAP

Anggota :

a. Maktoim, SKM
b. Maya Fadlilah, SGz
c. Itu Sugiawati
d. dr. Ani Andriani
e. Retnoasih, SST
f. Titin Suharyani, AMd. Keb
g. Yogi Nugraha, S.Kep
2. Uraian Tugas

a. Ketua
(1) Bertanggung jawab atas tersusunnya perencanaan Puskesmas
(2) Mengarahkan Proses penyusunan Perencanaan Puskesmas
(3) Bersama Sekretaris dan anggota menyususun Perencanaan sesuai tahapannya,
Pengumpulan Data, Analisa, RUK, penetapan RPK
b. Sekretaris
(1) Menyususun Perencanaan Puskesmas sesuai dengan Sistematika
Penyusunannya
(2) Bersama Ketua dan anggota Menyususun Perencanaan sesuai tahapannya,
Pengumpulan Data, Analisa , RUK, dan penetapan RPK
c. Anggota
(1) Mengumpulkan data yang diperlukan mulai dari data dasar, Sumber Daya,
Data Khusus, Capaian Program
(2) Bersama Ketua dan sekretaris Menyususun Perencanaan sesuai tahapannya,
Pengumpulan Data, Analisa , RUK, dan penetapan RPK
3.2.3 Perencanaan Puskesmas dalam Menjalankan Misi

MISI I : Menggerakkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan di wilayah kerja

UPTD Puskesmas Cigandamekar


 No
. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
1 2 3 4 5

14
Setiap TTU harus
dilengkapi sarana
Sosilaisasi sanitasi yang
Peningkatan sarana
1 TTU tentang PHBS
sanitasi di tempat- memadai
TTU
tempat umum
Pembangunan TTU
harus mendapat izin
ttg Amdal
Institusi Sosialisasi Ttg  
PHBS Institusi
Sosilaisasi dan  
Peningkatan Sarana
Pembinaan
2 Sanitasi di
Rumah Tangga PHBS Rumah
Masyarakat/ Rumah
Tangga
  tangga  
IS Rumah  
 
tangga

MISI 2 : Mendorong Kemandirian Hidup Sehat melalui Pemberdayaan

Masyarakat.
 No
. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
1 2 3 4 5
1 Meningkatkan Masy Pemberdayaan Setiap Desa Menjadi
Kemandirian Masy Melalui Desa Siaga Aktif
 
Masyarakat dalam Desa Siaga
  mengenal, Masyarakat Kel Peningkatan
PKMD
Memahami, Rawan Program Perkesmas
Menyelesaikan Setiap Desa
 
masalahah kesehatan Dilaksanakan
  Penyuluhan
yang ada di Penyuluhan
Kesehatan
lingkungannya secara Kesehatan secara
mandiri Rutin

   PHBS  PHBS Tatanan RT

, Pendidikan,

15
  Kesehatan dan TTU

MISI 3 : Meningkatkan dan mendorong upaya kesehatan yang bermutu dan

Berkeadilan
 No
. Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
         
Perluasan Penempatan Petugas
Jangkauan Kes di Desa
pelayanan Poskesdes
Masyarakat di
 1 Untuk meningkatkan Kesehatan
wilayah kerja
pelayanan Kesehatan Sistem rujukan
 
pada masyarakat di  
  wilayah kerja Pelayanan Kes
 
Masy Miskin BPJS
   

   

MISI 4 : Oftimalisasi kepatuhan petugas dalam melayani masyarakat secara

profesional, iklas, cerdas dan tuntas


 No Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
1 2 3 4 5
 1 Meningkatkan Program Wajib Pembagian Evaluasi Program
Cakupan Program Tugas Sesuai secara Rutin
 
Pelayanan Kesehatan Tufoksi
  di Puskesmas Program Pemerataan
  Pengembangan Beban Tugas Pemberian Reward
Program & funishman
 
Program Inovasi
  Inovasi Program
Petugas Pembinaan Tindak lanjut hasil

16
Petugas
Evaluasi
Diagnosis
 
Organisasi

3.2.4 Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan (controling) dan


Evaluasi program Puskesmas
Perencanaan adalah proses menganalisis dan memahami sistem yang dianut,
merumuskan tujuan umum dan khusus yang ingin dicapai, Supriyanto dan
menyatakan bahwa, perencanaan adalah proses untuk mengantisipasi peristiwa
dimasa datang dan menentukan strategi (cara, tindakan) untuk mencapai tujuan
organisasi dimasa mendatang. Secara umum disebutkan apabila pelaksanaan upaya
kesehatan tidak didukung oleh perencanaan yang baik, maka akan sulit diharapkan
tercapainya tujuan dari upaya kesehatan tersebut. Fungsi perencanaan merupakan
langkah awal dalam proses manajemen, karena dengan merencanakan aktivitas
organisasi kedepan, maka segala sumber daya dalam organisasi difokuskan pada
pencapaian tujuan organisasi.
Pengorganisasian diartikan suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia
yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehigga setiap anggota organisasi
memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing,sebagai suatu kesatuan yang memiliki
tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan.
Pelaksaanan merupakan fungsi penggerak semua kegiatan program untuk
mencapai tujuan. Oleh karena itu, fungsi ini lebih menekankan bagaimana seorang
pimpinan organisasi mengarahkan dan menggerakkan semua sumber daya (manusia
dan yang bukan manusia) untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.
Controlling bukanlah hanya sekedar mengendalikan pelaksanaan program dan
aktivitas organisasi, namun juga mengawasi sehingga bila perlu dapat mengadakan
koreksi. Dengan demikian apa yang dilakukan staff dapat diarahkan kejalan yang
tepat dengan maksud pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Inti dari controlling
adalah proses memastikan pelaksanaan agar sesuai dengan rencana.
3.2.5 Pengorganisasian
Cara pengorganisasiannya bisa dengan pendistribusian pekerjaan, dalam
/pelaksana program khususnya di wilayah kerja Puskesmas Cigandamekar. Terkait
dengan pembagian pekerjaan, adanya struktur organisasi yang dibuat/disusun oleh
pihak Puskesmas Cigandamekar dalam hal ini mempersiapkan orang-orang yang

17
berkompeten dalam pelaksanaan program imunisasi demi tercapainya tujuan yang
diharapkan. Pihak Puskemas Cigandamekar dalam hal ini sebagai pelaksana program
khususnya di wilayah kerja Puskesmas cigandamekar, telah membuat stuktur
organisasi dalam hal ini mempersiapkan orang-orang yang berkompeten dalam
pelaksanaan program demi tercapainya tujuan yang diharapkan.
3.2.6 Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program agar terlaksana semua bisa dimulai dengan perencanaan
yang baik dan detail sesuai kebutuan program. Pelaksanaan yang dimaksud adalah
mengenai pelaksanaan program serta pencatatan dan pelaporan pelaksanaan program
khususnya di wilayah kerja Puskesmas Cigandamekar.
Ketersediaan sarana penunjang (fasilitas fisik) dalam pelaksanaan program
juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja petugas. Kondisi
sarana prasarana yang baik dalam arti sempit sarana yang lengkap, modern dan
berkualitas dan jumlah cukup akan memberikan kepuasan kepada para petugas yang
kemudian dapat meningkatkan kinerjanya.
3.2.7 Pengawasan Program
Pengawasan yang dimaksud adalah adanya petunjuk mengenai pengawasan
rutin terkait data hasil pelaksanaan kegiatan ataupun program yang dilaksanakan oleh
pihak Puskesmas Cigandamekar khususnya diwilayah kerja Puskesmas
Cigandamekar, serta bentuk pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan Puskesmas
dalam hal ini Kepala Puskesmas terhadap pelaksanaan program yang dilaksanakan
oleh Petugas Puskesmas Cigandamekar khususnya diwilayah kerja Puskesmas
Cigandamekar. Pengawasan dilakukan secara rutin dan berkala.
3.2.8 Evaluasi Program
Evaluasi program dilakukan setelah kegiatan ataupun dilakukan berkala per
bulan untu mengetahui program mana yang sudah berjalan dan tercapai dan program
mana yang tidak tercapai. Evaluasi ini apabila program tercapai dianalisis apasaja
yang menyebabkan program tersebut bisa tercapai dan apa saja hambatan dalam
melaksanakan program tersebut. Apabila program tidak tercapai dianalisis apa yang
menyebabkan program tersebut tidak tercapai untuk bisa dilaksanakan di waktu yang
akan datang.
3.3 Manajemen Logistik Di Puskemas Cigandamekar

3.3.1 Kebutuhan Logistik


1. Kebutuhan logistik obat, alat kesehatan dan sarana prasarana di puskesmas
Cigandamekar

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN

18
PUSKESMAS CIGANDAMEKAR TAHUN 2017

PERSE
N
SATU JUML
TOTAL TASE
AN AH
KEBUTU PENGG SISA KETER
NO NAMA OBAT OBAT/
TER HAN U STOK SEDIA
NAAN VAKSI AN
KECIL N OBAT/
VAKSI
N
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 1.890 1.645 1.485 3130 165,61
2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 2.415 1.388 1.707 3095 128,16
3 Aminofilin injeksi 24 tablet
0 0 0 0,00 0
mg/ml
4 Amitripilin tablet salut tablet
0 0 0 0,00 0
25 mg (HCL)
5 Amoksisilin kapsul 250 kapsul
18.070 10.773 12.385 23158 128,16
mg
6 Amoksisilin kaplet 500 kaplet
12.514 25.938 38.374 64312 513,92
mg
7 Amoksisilin sirup kering botol
1.661 1.165 130 1295 77,97
125 mg/ 5 mg
8 Metampiron tablet 500 tablet
35.957 4.606 26.820 31426 87,40
mg
9 Metampiron injeksi 250 ampul #DIV/0
- - - 0
mg !
10 Antasida DOEN I tablet tablet
kunyah, kombinasi
:Aluminium Hidroksida 45.022 60.444 47.975 108419 240,81
200 mg + Magnesium
Hidroksida 200 mg
11 Anti Bakteri DOEN saleb tube 684 - - 0 0,00
kombinasi : Basitrasin
500 IU/g + polimiksin
10.000 IU/g

19
12 Antihemoroid DOEN supp
kombinasi : Bismut
42 96 104 200 476,19
Subgalat 150 mg +
Heksaklorofen 250 mg
13 Antifungi DOEN pot
Kombinasi : Asam
260 251 314 565 217,31
Benzoat 6% + Asam
Salisilat 3%
14 Antimigren : Ergotamin tablet
tartrat 1 mg + Kofein 50 144 168 - 168 116,67
mg
15 Antiparkinson DOEN tablet
tablet kombinasi : #DIV/0
- - - 0
Karbidopa 25 mg + !
Levodopa 250 mg
16 Aqua Pro Injeksi Steril, vial
35 67 28 95 271,43
bebas pirogen
17 Asam Askorbat (vitamin tablet
43.038 31.924 32.231 64155 149,07
C) tablet 50 mg
18 Asam Asetisalisilat tablet tablet
28 76 164 240 857,14
100 mg (Asetosal)
19 Asam Asetisalisilat tablet tablet #DIV/0
- - - 0
500 mg (Asetosal) !
20 Atropin sulfat tablet 0,5 tablet #DIV/0
- - - 0
mg !
21 Atropin tetes mata 0,5% botol #DIV/0
- - - 0
!
22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. ampul
#DIV/0
0,25 mg/mL - 1 mL - - - 0
!
(sulfat)
23 Betametason krim 0,1 % krim 422 1.210 1.017 2227 527,73
24 Deksametason Injeksi ampul
5 5 62 67 1340,00
I.v. 5 mg/ml
25 Deksametason tablet 0,5 tablet
90.286 65.609 51.217 116826 129,40
mg
26 Dekstran 70-larutan infus botol - - - 0 #DIV/0
6% steril !

20
27 Dekstrometorfan sirup 10 botol #DIV/0
- - - 0
mg/5 ml (HBr) !
28 Dekstrometorfan tablet tablet #DIV/0
- - - 0
15 mg (HBr) !
29 Diazepam Injeksi ampul #DIV/0
- - - 0
5mg/ml !
30 Diazepam tablet 2 mg tablet 233 1.027 3.392 4419 #REF!
31 Diazepam tablet 5 mg tablet 0 - - 0 0,00
32 Difenhidramin Injeksi ampul
111 40 374 414 372,97
I.M. 10 mg/ml (HCL)
33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 2.170 390 3.770 4160 191,71
34 Efedrin tablet 25 mg tablet
1.192 1.282 200 1482 124,33
(HCL)
35 Ekstrks belladona tablet tablet
264 132 - 132 50,00
10 mg
36 Epinefrin (Adrenalin) ampul
injeksi 0,1% (sebagai 8 - 6 6 75,00
HCL)
37 Etakridin larutan 0,1% botol 10 5 26 31 310,00
38 Fenitoin Natriun Injeksi ampul #DIV/0
- - - 0
50 mg/ml !
39 Fenobarbital Injeksi ampul
12 - 30 30 250,00
I.m/I.v 50 mg/ml
40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 102 - 200 200 196,08
41 Fenoksimetil Penisilin tablet
5.695 1.275 270 1545 27,13
tablet 250 mg
42 Fenoksimetil Penisilin tablet
3.219 4.719 2.881 7600 236,10
tablet 500 mg
43 Fenol Gliserol tetes botol #DIV/0
- - - 0
telinga 10% !
44 Fitomenadion (Vit. K1) ampul
23 685 5 690 3000,00
injeksi 10 mg/ml
45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet
657 1.356 1.601 2957 450,08
tablet salut gula 10 mg
46 Furosemid tablet 40 mg tablet 632 359 1.698 2057 325,47

21
47 Gameksan lotion 1 % botol #DIV/0
- - - 0
!
48 Garam Oralit I serbuk sach
Kombinasi : Natrium
0,70 g, Kalium klorida 3.518 2.809 4.052 6861 195,03
0,30 g, Tribatrium Sitrt
dihidrat 0,58 g
49 Gentian Violet Larutan 1 botol
18 6 1 7 38,89
%
50 Glibenklamida tablet 5 tablet
834 1.238 1.233 2471 296,28
mg
51 Gliseril Gualakolat tablet tablet 100.82
66.001 63.368 164194 248,78
100 mg 6
52 Gliserin botol #DIV/0
- - - 0
!
53 Glukosa larutan infus 5% botol #DIV/0
- - - 0
!
54 Glukosa larutan infus botol
6 - 12 12 200,00
10%
55 Glukosa larutan infus ampul #DIV/0
- - - 0
40% steril (produk lokal) !
56 Griseofulvin tablet 125 tablet
1.696 1.499 764 2263 133,43
mg, micronized
57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet 231 40 850 890 385,28
58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet 8.052 8.470 9.880 18350 227,89
59 Haloperidol tablet 5 mg tablet 120 500 400 900 750,00
60 Hidroklorotiazida tablet tablet
1.899 3.674 2.204 5878 309,53
25 mg
61 Hidrkortison krim 2,5% tube 399 621 547 1168 292,73
62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet 2.386 18.000 11.986 29986 1256,75
63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet 31.554 10.190 19.506 29696 94,11
64 Isosorbid Dinitrat Tablet tablet
124 25 362 387 312,10
Sublingual 5 mg
65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 35.065 27.053 3.032 30085 85,80
tablet 500 mg

22
66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet 13.176 3.372 - 3372 25,59
67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 4.263 2.498 4.206 6704 157,26
68 Karbamazepim tablet tablet 180,180
444 455 345 800
200 mg 1802
69 Ketamin Injeksi 10 vial #DIV/0
- - - 0
mg/ml !
70 Klofazimin kapsul 100 kapsul #DIV/0
- - - 0
mg microzine !
71 Kloramfenikol kapsul kapsul
4.072 44 6 50 1,23
250 mg
72 Kloramfenikol tetes botol
287 194 15 209 72,82
telinga 3 %
73 Kloraniramina mealeat tablet
76.200 89.974 51.874 141848 186,15
(CTM) tablet 4 mg
74 Klorpromazin injeksi i.m ampul
25 31 60 91 364,00
5 mg/ml-2ml (HCL)
75 Klorpromazin injeksi i.m ampul #DIV/0
- - - 0
25 mg/ml (HCL) !
76 Klorpromazin tablet salut tablet
8.564 380 14 394 4,60
25 mg (HCL)
77 Klorpromazin HCl tablet tablet
772 3.165 20 3185 412,56
salut 100 mg (HCL)
78 Anti Malaria DOEN tablet
Kombinasi Pirimetamin #DIV/0
- - - 0
25 mg + Sulfadoxin 500 !
mg
79 Kotrimosazol Suspensi botol
Kombinasi
:Sulfametoksazol 200 mg 485 1.340 1.240 2580 531,96
+ Trimetoprim 40 mg/ 5
ml
80 Kotrimosazol DOEN I tablet
(dewasa) Kombinasi :
4.745 3.893 3.812 7705 162,38
Sulfametoksazol 400 mg,
Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II tablet 865 17 - 17 1,97
(pediatrik) Kombinasi :

23
Sulfametoksazol 100 mg,
Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 tablet #DIV/0
- - - 0
mg !
83 Kuinin Dihidrokklorida ampul #DIV/0
- - - 0
injeksi 25%-2 ml !
84 Lidokain injeksi 2% vial
(HCL) + Epinefrin 1 : 36 37 44 81 225,00
80.000-2 ml
85 Magnesium Sulfat inj vial
25 5 25 30 120,00
(IV) 20%-25 ml
86 Magnesium Sulfat inj vial
18 - - 0 0,00
(IV) 40%-25 ml
87 Magnesium Sulfat serbuk sach #DIV/0
- - - 0
30 gram !
88 Mebendazol sirup 100 botol #DIV/0
- - - 0
mg / 5 ml !
89 Mebendazol tablet 100 tablet #DIV/0
- - - 0
mg !
90 Metilergometrin Maleat tablet
(Metilergometrin) tablet 1.668 881 108 989 59,29
salut 0,125 mg
91 Metilergometrin Maleat ampul
212 204 412 616 290,57
injeksi 0,200 mg -1 ml
92 Metronidazol tablet 250 tablet
7.661 3.499 4.020 7519 98,15
mg
93 Natrium Bikarbonat tablet
7.015 6.665 2.673 9338 133,11
tablet 500 mg
94 Natrium Fluoresein tetes botol #DIV/0
- - - 0
mata 2 % !
95 Natrium Klorida larutan botol
9 10 52 62 688,89
infus 0,9 %
96 Natrium Thiosulfat ampul #DIV/0
- - - 0
injeksi I.v. 25 % !
97 Nistatin tablet salut tablet
55 50 130 180 327,27
500.000 IU/g
98 Nistatin Vaginal tablet tablet 176 154 140 294 167,05

24
salut 100.000 IU/g
99 Obat Batuk hitam botol
1.752 567 400 967 55,19
( O.B.H.)
100 Oksitetrasiklin HCL tube
179 108 128 236 131,84
salep mata 1 %
101 Oksitetrasiklin injeksi vial
50 30 - 30 60,00
I.m. 50 mg/ml-10 ml
102 Oksitosin injeksi 10 ampul
72 790 100 890 1236,11
UI/ml-1 ml
103 Paracetamol sirup 120 botol
2.388 1.526 53 1579 66,12
mg / 5 ml
104 Paracetamol tablet 100 tablet #DIV/0
- - - 0
mg !
105 Paracetamol tablet 500 tablet 110.98
220.449 90.807 201796 91,54
mg 9
106 Pilokarpin tetes mata 2 % botol #DIV/0
- - - 0
(HCL/Nitrat) !
107 Pirantel tab. Score (base) tablet
43 2 98 100 232,56
125 mg
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet
14.953 56.327 45.910 102237 683,72
tablet 10 mg (HCL)
109 Povidon Iodida larutan botol
10 11 7 18 180,00
10 %
110 Povidon Iodida larutan botol
3 7 1 8 266,67
10 %
111 Prednison tablet 5 mg tablet 9.848 14.226 5.906 20132 204,43
112 Primakuin tablet 15 mg tablet 1.494 - - 0 0,00
113 Propillitiourasil tablet tablet
102 100 - 100 98,04
100 mg
114 Propanol tablet 40 mg tablet #DIV/0
- - - 0
(HCL) !
115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet #DIV/0
- - - 0
!
116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet #DIV/0
- - - 0
!
117 Ringer Laktat larutan botol 102 101 42 143 140,20

25
infus
118 Salep 2-4, kombinasi: tube
Asam Salisilat 2% + 98 306 247 553 564,29
Belerang endap 4%
119 Salisil bedak 2% kotak 54 800 649 1449 2683,33
120 Serum Anti Bisa Ular vial
Polivalen injeksi 5 ml 3 2 4 6 200,00
(ABU I)
121 Serum Anti Bisa Ular vial
#DIV/0
Polivalen injeksi 50 ml - - - 0
!
(ABU II)
122 Serum Anti Difteri vial
#DIV/0
Injeksi 20.000 IU/vial - - - 0
!
(A.D.S.)
123 Serum Anti Tetanus ampul
Injeksi 1.500 IU/ampul 3 4 12 16 533,33
(A.T.S.)
124 Serum Anti Tetanus vial
#DIV/0
Injeksi 20.000 IU/vial - - - 0
!
(A.T.S.)
125 Sianokobalamin ampul
(Vitamin B12) injeksi 67 16 118 134 200,00
500 mcg
126 Sulfasetamida Natrium botol
72 100 - 100 138,89
tetes mata 15 %
127 Tetrakain HCL tetes botol #DIV/0
- - - 0
mata 0,5% !
128 Tetrasiklin kapsul 250 kapsul
810 - - 0 0,00
mg
129 Tetrasiklin kapsul 500 kapsul
1.321 4.073 1.272 5345 404,62
mg
130 Tiamin (vitamin B1) ampul
95 90 90 180 189,47
injeksi 100 mg/ml
131 Tiamin (vitamin B1) tablet
tablet 50 mg 75.641 60.155 59.949 120104 158,78
(HCL/Nitrat)
132 Tiopental Natrium ampul - - - 0 #DIV/0

26
serbuk injeksi 1000
!
mg/amp
133 Triheksifenidil tablet 2 tablet
3.494 4.855 6.750 11605 332,14
mg
134 Vaksin Rabies Vero vial #DIV/0
- - - 0
!
135 Vitamin B Kompleks tablet
22.250 31.349 23.685 55034 247,34
tablet
VA
KS - - - 0
IN
136 BCG vial 78 84 17 101 129,49
137 TT vial #DIV/0
- - - 0
!
138 DT vial 35 80 20 100 285,71
139 CAMPAK 10 Dosis vial 42 44 - 44 104,76
140 POLIO 10 Dosis vial 65 309 7 316 486,15
141 DPT-HB vial #DIV/0
- - - 0
!
142 HEPATITIS B 0,5 ml vial #DIV/0
- - - 0
ADS !
143 POLIO 20 Dosis vial #DIV/0
- - - 0
!
144 CAMPAK 20 Dosis vial #DIV/0
- - - 0
!

Berdasarkan data di atas, manajemen logistik obat di UPTD Puskesmas


Cigandamekar tahun 2019 manajemen pengelolaan obat dan komunikasi antara gudang
obat dan apoteker sudah cukup baik karena persediaan obat sesuai dengan kebutuhan dan
stok obat yang masih ada dengan risiko kekurangan obat yang kecil.
2. Peralatan Kesehatan

No. Jenis/Nama Barang Merk / Tipe Tahun Asal Usul


Pem Perolehan Keadaan
buatan Berfung Tidak
si ber

27
fungsi
             
APBD
1 Stethoscope Lokal 2003 √  
Kuningan
Aneroid
APBD
2 Sphygmomanometer Lokal 2003 √  
Kuningan
(Tensimeter Jarum)
Tunning Fork ( Garpu Tala APBD
3 Lokal 2003 √  
) Kuningan
Taylor Percussion APBD
4 Lokal 2003 √  
Hammer, 17 cm Kuningan
APBD
5 Implan KIT Lokal 2003 √  
Kabupaten
APBD
6 Diagnostik set One Med 2003 √  
Kabupaten
AS
APBD
7 IUD Kit Medizintechni 2003 √  
Kabupaten
k
Digital Thermometer APBD
8 Lokal 2003 √  
(Termometer Digital) Kuningan
APBD
9 Pen Light Lokal 2003 √  
Kuningan
Body Weight Scale APBD
10 Lokal 2003 √  
(Timbangan Badan) Kuningan
Dressing Forceps, straight
APBD
11 14cm (Pinset anatomis, Lokal 2003 √  
Kuningan
14cm)
Tissue Forceps, 1:2 Teeth,
APBD
12 straight, 14cm (Pincet Lokal 2003 √  
Kuningan
chirurgis, 14 cm)
APBD
13 Kom (iodine cup) 6 cm Lokal 2003 √  
Kuningan
Instrument Tray, medium APBD
14 Lokal 2003 √  
(Bak instrument sedang) Kuningan
Lister Bandage Scissors APBD
15 Lokal 2003 √  
(Gunting verband 14 cm) Kuningan
16 Metzenbaum Scissors Lokal 2003 APBD √  

28
Straight, Sharp, 18cm
Kuningan
(Gunting jaringan)
Iris Scissors (Gunting iris APBD
17 Lokal 2003 √  
lurus) Kuningan
Rochester-Pean
Haemostatic Forceps, APBD
18 Lokal 2003 √  
straight 14 cm (Klem Kuningan
arteri/pean lurus 14 cm)
Kidney Bowl, 20cm APBD
19 Lokal 2003 √  
(Nierbekken 20 cm) Kuningan
APBD
20 Tas PHN Kit Lokal 2003 √  
Kuningan
APBD
21 Bidan KIT Mecadent 2003 √  
Kuningan
APBD
22 Haemoglobin Set ( Sahli ) Lokal 2003 √  
Kuningan
Cover Glass ( kaca APBD
23 One Med 2003 √  
Penutup ) Kuningan
APBD
24 Objek Glass One Med 2003 √  
Kuningan
Filter Papper ( Kertas APBD
25 Lokal 2003 √  
Saring ) Kuningan
Slide Colouring Rack APBD
26 Lokal 2003 √  
( Rak Pewarna Kuningan
Test Tube Rack ( rak APBD
27 Lokal 2003 √  
tabung reaksi ) Kuningan
Test Tube , 12 mm APBD
28 Lokal 2003 √  
( tabung reaksi 12 mm ) Kuningan
Burner Lamp ( Lensa APBD
29 Lokal 2003 √  
Spirtus isi 120 cc ) Kuningan
APBD
30 Kertas Lensa Lokal 2003 √  
Kuningan
Surgical Gloves, Size M APBD
31 Mexter 2003 √  
( Sarung Tangan ) Kuningan
APBD
32 Ose Lokal 2003 √  
Kuningan
33 Dressing Forceps For Mecadent 2003 APBD √  

29
Specimen Kuningan
APBD
34 Blood Lancet One Med 2003 √  
Kuningan
APBD
35 lancet One Med 2003 √  
Kuningan
APBD
36 Termometer Digital Ear One Med 2003 √  
Kuningan
APBD
37 KIT Konseling Menyusui Lokal 2003 √  
Kuningan
One Med / Re- APBD
38 Head Lamp 2003 √  
Focus Kuningan
One Med / APBD
39 Nebulizer 2003 √  
ION air comp Kuningan
APBD
40 Tensi Meter Air Raksa One Med 2003 √  
Kuningan
Timbangan BB + APBD
41 One Med 2003 √  
Pengukur TB Kuningan
APBD
42 Disposible Bed Set Sani 2003 √  
Kuningan
Resusitator Set Silicion APBD
43 Bes Med 2003 √  
Anak Kuningan
Resusitator Set Silicion APBD
44 Bes Med 2003 √  
Dewasa Kuningan
APBD
45 Kanul O2 Neonatus Bes Med 2003 √  
Kuningan
APBD
46 Kanul O2 Dewasa Bes Med 2003 √  
Kuningan
Jarum Otot ( Surgical APBD
47 One Med 2003 √  
Suture Needle Kuningan
Jarum Kulit ( Surgical APBD
48 One Med 2003 √  
Suture Needle Kuningan
APBD
49 Benang Catgut Chorm Meiyi 2003 √  
Kuningan
APBD
50 Benang Catgut Plain Meiyi 2003 √  
Kuningan
51 Ice Pack / Cool Pack Lokal 2003 APBD √  

30
Kuningan
APBD
52 Tong Sampah Plastik Lokal 2003 √  
Kuningan
53 Stetoskop Stainless ONEMED 2013 DAK √  
Stetoskop monoaural/
54 ONEMED 2013 DAK √  
funduscope kayu
Timbangan BB dan
55 ONEMED 2013 DAK √  
pengukur TB
Sheet/ kain plastik/perlak
56 ONEMED 2013 DAK √  
tebal
57 Meteran/ metline ONEMED 2013 DAK √  
58 Lila ONEMED 2013 DAK √  
Verband tromol 8cm x
59 ONEMED 2013 DAK √  
12,5 cm
Bak instrumen dan tutup ONEMED/ SH
60 2013 DAK √  
(24 x 12 x 6,5 cm) 509 B
Mangkok metal kecil + ONEMED/
61 2013 DAK √  
tutup 12 x 6 cm Comb
62 Gunting verband 14 cm ONEMED 2013 DAK √  
63 Needle holder 18 cm ONEMED 2013 DAK √  
64 Gunting episiotomi 14 cm ONEMED 2013 DAK √  
Umbilicard cord klem, bok
65 ONEMED 2013 DAK √  
isi 50
66 Gunting lurus 14 cm, S/S ONEMED 2013 DAK √  
Benang catgut plain no
67 ONEMED 2013 DAK √  
3.0/bok 12
Jarum otot (bok)/ 1/2 ONEMED/
68 2013 DAK √  
lingkaran kombinasi GR
Jarum kulit (bok)/ 1/2
69 ONEMED/ GT 2013 DAK √  
lingkaran kombinasi
70 Pinset anatomis 14 cm ONEMED 2013 DAK √  
71 Pinset cirurgis 14 cm ONEMED 2013 DAK √  
Sarung tangan obsgyn ONEMED/
72 2013 DAK √  
steril Cat 11312
73 Benang catgut chromic no ONEMED/ 2013 DAK √  

31
2.0 Cat 11190
74 Kocher 5-6 inc ONEMED 2013 DAK √  
75 Pean 5-6 inc ONEMED 2013 DAK √  
1/2 kocher (pemecah
76 ONEMED 2013 DAK √  
ketuban)
Waskom bengkok 25 cm
77 ONEMED 2013 DAK √  
stainless stell
Bak plastik tempat
78 ONEMED 2013 DAK √  
plasenta/ waskom 32 cm
ONEMED/
79 Kaca mata pelindung 2013 DAK √  
Google OM
Roche/ Accu-
80 Test gula darah 2013 DAK √  
Chek Performa
81 Tabung reaksi ONEMED 2013 DAK √  
82 Penjepit tabung reaksi ONEMED 2013 DAK √  
Bak instrumen dan tutup ONEMED/ SH
83 2013 DAK √  
(30 x 20 x 5 cm) 512
84 Lampu spirtus ONEMED 2013 DAK √  
Rak tabung reaksi kayu isi
85 ONEMED 2013 DAK √  
12
86 Sim vaginal specula S,M,L ONEMED 2013 DAK √  
87 Sonde uterus ONEMED 2013 DAK √  
Curetase set sims tumpul
88 ONEMED 2013 DAK √  
set
89 Tang jaringan placenta ONEMED 2013 DAK √  
90 Tenakulum ONEMED 2013 DAK √  
91 Tampon tang ONEMED 2013 DAK √  
92 Kateter metal ONEMED 2013 DAK √  
93 Sarung tangan steril no 6,5 Safe Glove 2013 DAK √  
94 Vulsellum forceps ONEMED 2013 DAK √  
ONEMED/
95 Abbocath no 14 2013 DAK √  
Inflo 11028
ONEMED/
96 Abbocath no 16 2013 DAK √  
Inflo 11029

32
ONEMED/
97 Infus set dewasa 2013 DAK √  
Dewasa
98 Spuit 1 cc (bok) Stera 11300 2013 DAK √  
99 Spuit 5 cc (bok) Stera 11302 2013 DAK √  
100 Spuit 10 cc (bok) Stera 11303 2013 DAK √  
Kateter folley 2 way (bok ONEMED/ 2
101 2013 DAK √  
isi 10) no 12 way
102 Blood transfusi set ONEMED 2013 DAK √  
103 Stetoskop bayi ONEMED 2013 DAK √  
Thermoone/
104 Termometer bayi digital 2013 DAK √  
Alpha 1
Termometer dewasa Thermoone/
105 2013 DAK √  
digital Alpha 1
106 Penlight stainless + baterai ONEMED 2013 DAK √  
ONEMED/
107 Timbangan bayi 2013 DAK √  
OD 230
Penghisap lendir/ mucus
108 ONEMED 2013 DAK √  
extractor
109 Baju kangguru ONEMED 2013 DAK √  
110 Wing needle no 27 ONEMED 2013 DAK √  
BESMED-
111 Resusitator anak silicone 2013 DAK √  
11612
Resusitator dewasa
112 BESMED 2013 DAK √  
silicone
USG gel 250 cc ONEMED/
113 2013 DAK √  
transparan Ultrsonic Gell
114 Penutup kepala ONEMED 2013 DAK √  
115 Sepatu boot ONEMED 2013 DAK √  
116 Apron plastik disp (10) ONEMED 2013 DAK √  
117 Sensi glove (bok) S Maxter 2013 DAK √  
118 Sensi glove (bok) M Maxter 2013 DAK √  
119 Pot Dahak GP 2013 APBD I √  
120 Kaca Sediaan Sailbrand 2013 APBD i √  
121 Box Slide Lokal 2013 APBD I √  

33
122 Meja 1 Biro Ichicho 2013 APBD II √  
123 Stetoskop Stainles Lokal 2003 DAK √  
124 Stetoskop Monoaural Lokal 2003 DAK √  
Timbangan BB dan
125 Lokal 2003 DAK √  
Pengukur TB
126 Meteran Lokal 2003 DAK √  
127 lila Lokal 2003 DAK √  
128 Verband Tromol Lokal 2003 DAK √  
129 Bak instrumens dan tutup Lokal 2003 DAK √  
130 mangkok metal kecil Lokal 2003 DAK √  
131 gunting verband 14 cm Lokal 2003 DAK √  
132 needle holder 18cm Lokal 2003 DAK √  
133 gunting episiotomy Lokal 2003 DAK √  
134 umbilicard cord klem Lokal 2003 DAK √  
135 gunting lurus 14cm Lokal 2003 DAK √  
136 Benang Catgut Plain Lokal 2003 DAK √  
137 Jarum Otot Lokal 2003 DAK √  
138 Jarum Kulit Lokal 2003 DAK √  
139 pinset anatomis Lokal 2003 DAK √  
140 pinset cirurgis Lokal 2003 DAK √  
141 sarung tangan obgyn steril Lokal 2003 DAK √  
142 benang Catgut chromic Lokal 2003 DAK √  
143 kocher 5-6 inc Lokal 2003 DAK √  
144 pean 5-6 inc Lokal 2003 DAK √  
1/2 kocher ( pemecah
145 Lokal 2003 DAK √  
Ketuban )
146 Waskom bengkok 25cm Lokal 2003 DAK √  
147 bak plastik tempat plasenta Lokal 2003 DAK √  
148 kaca mata pelindung Lokal 2003 DAK √  
149 Tes Gula Darah Lokal 2003 DAK √  
150 Tabung Reaksi Lokal 2003 DAK √  

34
151 Penjepit Tabung Reaksi Lokal 2003 DAK √  
152 Bak instrumen dan tutup Lokal 2003 DAK √  
153 lampu spirtus Lokal 2003 DAK √  
154 rak tabung reaksi kayu Lokal 2003 DAK √  
155 sim vaginal specula Lokal 2003 DAK √  
156 sonde uterus Lokal 2003 DAK √  
157 curetase set sims tumpu set Lokal 2003 DAK √  
158 tang jaring placenta Lokal 2003 DAK √  
159 tenakulum Lokal 2003 DAK √  
160 kateter metal Lokal 2003 DAK √  
161 sarung tangan steril Lokal 2003 DAK √  
162 Vulsellum forceps Lokal 2003 DAK √  
163 abbocath no 14 Lokal 2003 DAK √  
164 abbocath no 16 Lokal 2003 DAK √  
165 infus set dewasa Lokal 2003 DAK √  
166 spuit 1cc Lokal 2003 DAK √  
167 spuit 5cc Lokal 2003 DAK √  
168 spuit 10cc Lokal 2003 DAK √  
169 kateter folley 2 way Lokal 2003 DAK √  
170 blood tanfusi set Lokal 2003 DAK √  
171 stetoskop bayi Lokal 2003 DAK √  
172 termometer bayi digital Lokal 2003 DAK √  
173 termometer dewasa digital Lokal 2003 DAK √  
174 penlight stainless+baterai Lokal 2003 DAK √  
175 Timbangan Bayi Lokal 2003 DAK √  
176 penghisap lender Lokal 2003 DAK √  
177 baju kanguru Lokal 2003 DAK √  
178 wing needle Lokal 2003 DAK √  
179 resusitator anak silicone Lokal 2003 DAK √  
180 resusitator dewasa silicone Lokal 2003 DAK √  

35
181 sepatu boot Lokal 2003 DAK √  
182 aproon plastik disp Lokal 2003 DAK √  
183 Sensi Gloves M Lokal 2003 DAK √  
Kelengkapan Komputer APBD
184 Lokal 2014 √  
lainnya Kabupaten
APBD
185 BKB KIT Lokal 2014 √  
Kabupaten

Berdasarkan data di atas, manajemen logistik peralatan Kesehatan di UPTD


Puskesmas Cigandamekar Tahun 2019 ada 185 unit peralatan dan masih berfungsi
dengan baik walaupun masa pakainya sudah lebih dari 5 tahun. Ini membuktikan bahwa
perawatan peralatan kesehatan di Puskesmas Cigandamekar sudah cukup baik. Peralatan
kesehatan ini bersumber dari dana APBN Kab. Kuningan dan DAK (Dana Alokasi
Khusus).

36
3. Sarana dan Prasarana

Merk / Tipe / Tahun Nomor


No. Jenis/Nama Barang
Identitas Barang Pembuatan Mesin Polisi
1 4 6 9 12 13
AS
1 Minor Surgey Set Medizintechnik 2003 - -
Antropometri
2 Measuring Instrument Mecadent 2003 - -
3 Tempat Tidur Periksa One Med 2003 - -
Meja Alat ( Instrument
4 Trolley) One Med 2003 - -
5 Daptone / Dopler One Med 2003 - -
Lemari Alat
6 ( Instrument Cabinet ) Sani 2003 - -
Oksigen Set + Trolly + One Med / OM
7 Regulator 1000 2003 - -
8 Bow Stand Double Lokal 2003 - -
AOC Vaccines
9 Vaccine Carrier Carrier 2003 - -
Medicine Packet +
10 Equipment Lokal 2003 - -
E
2375
11 Sepeda Motor Honda Star 1993 130504 Y
E
6731
12 Sepeda Motor Honda 2007 JB52E1392054 Z
E
6536
13 Sepeda Motor Yamaha Vega R 2006 380-070460 Z
E
6481
14 Sepeda Motor Yamaha RXK 2006 3KA-782946 Z
Meja periksa pasien ONEMED-Ex
15 stainless + trap Table 2013 - -
16 Partus bed ONEMED 2013 - -

37
Lampu/ spot light ONEMED/ OLP
17 periksa LED 2 2013 - -
Meja instrument ONEMED/
18 stainless 2 rak Cat.12316 2013 - -
19 Daptone/ doppler ONEMED 2013 - -
ONEMED/
20 Sterilisator Electra ZTP 80A 2013 - -
Urites Medical/
21 Hb meter digital Hemo Test 2013 - -
Bougie (HEGAR/
22 HANK) ONEMED 2013 - -
23 Lemari es kecil Toshiba/ Glacio 2013 - -
ONEMED/ YP
24 Inkubator bayi 100 2013 - -
ANALOGIC
USG Portable (1 MEDICAL/ AM
25 konektor 1 probe) 888 2013 - -
26 Trolley USG MINDRAY 2013 - -
SONNY/ 897
27 USG printer MD 2013 - -
Phototerapy bayi ONEMED/ OM
28 beroda 4 lampu 800.16 2013 - -
Tempat tidur
perawatan/ bed pasien ONEMED/ ABS
29 ABS 2 crank 2 Crank 2013 - -
Tempat tidur bayi
30 stainless ONEMED/ SS 2013 - -
ONEMED/ Spirit
31 Kursi roda 13100 2013 - -
Tabung oksigen 6 M³ ONEMED/ OM
32 lengkap 6000 2013 - -
ONEMED/ PS
33 Suction portable 2000 2000 2013 - -
34 meja resusitasi bayi ONEMED 2013 - -
35 brancard dorong beroda ONEMED 2013 - -

38
besi
36 Kursi Putar Brother 2013 - -
37 Lemari Arsip Brother 2013 - -
38 Refrigator Lokal 2013 - -
Meja Periksa
39 Pasien+Trap Lokal 2013 - -
40 Tensimeter Air Raksa Lokal 2013 - -
Lampu/Spot light
41 periksa LED Lokal 2013 - -
Meja Instrumen
42 Stainless 2 Rak Lokal 2013 - -
lemari alat 2 pintu
43 powder Coating Lokal 2013 - -
44 Doppler Lokal 2013 - -
45 pispot sodok Lokal 2013 - -
46 HB meter Digital Lokal 2013 - -
47 Stik Gula Darah Lokal 2013 - -
bougie
48 (HEGAR/HANK) Lokal 2013 - -
49 tiang infus Lokal 2013 - -
tabung oksigen 1 M3
50 lengkap Lokal 2013 - -
51 alat vakum manual Lokal 2013 - -
52 lemari es kecil Lokal 2013 - -
tempat sampah plastik
53 tertutup Lokal 2013 - -
54 infus set pediatri Lokal 2013 - -
55 sonde lambung Lokal 2013 - -
56 inkubator bayi Lokal 2013 - -
57 USG Portable Lokal 2013 - -
58 Trolley USG Lokal 2013 - -
59 USG Paper Lokal 2013 - -
60 USG Printer Lokal 2013 - -

39
phototherapy bayi
61 beroda 4 lampu Lokal 2013 - -
62 tempat tidur perawatan Lokal 2013 - -
tempat tidur bayi
63 stainless Lokal 2013 - -
64 kursi roda Lokal 2013 - -
tabung oksigen 6 m3
65 lengkap Lokal 2013 - -
66 suction portable 2000 Lokal 2013 - -
67 meja resusitasi bayi Lokal 2013 - -
brancard dorong beroda
68 besi Lokal 2013 - -
Refrigerator + pot
69 dahak Lokal 2013 - -
70 Komputer / PC Lenovo 2014 - -
71 Komputer Note Book Asus 2014 - -
72 Printer Canon 2014 - -
73 UPS/Stabilizer Lokal 2014 - -
74 TELEVISI Lokal 2015 - -
75 DVD Lokal 2015 - -
76 Papan Nama Lokal 2015 - -
77 Komputer Lokal 2015 - -
78 Laptop Lokal 2015 - -
79 Printer Lokal 2015 - -
80 Infocus Lokal 2015 - -
81 Kursi Tunggu Lokal 2015 - -
82 Handycam Lokal 2015 - -
83 AC Lokal 2015 - -
84 Mesin Absen Inovasion 2015 - -
85 Meja Rapat Lokal 2015 - -
86 Meja Kerja Lokal 2015 - -
87 Lemari Arsip Lokal 2015 - -
88 Kursi Tamu Lokal 2015 - -

40
89 Kursi Direktur Lokal 2015 - -
90 Komputer Lokal 2015 - -
91 Komputer Lokal 2015 - -
92 Laptop Lokal 2015 - -
93 Printer Lokal 2015 - -
94 UPS Stabilizer Lokal 2015 - -
95 Camera Digital Lokal 2015 - -
96 Handphone Axio 2015 - -
97 Kendaraan Roda 4 Suzuki 2015 - -
Sound System dan Wireless Sistem
98 Perlengkapannya Audio 3 Room 2016 - -
99 Komputer Note Book Lenovo 2016 - -
10 Peralatan Jaringan
0 Komputer Lokal 2016 - -
10
1 CCTV Lokal 2016 - -
10 Komputer Mainframe /
2 Server Lokal 2016 - -
10
3 Komputer / PC Lokal 2016 - -
10
4 Printer Canon 61000 2016 - -
10 UPS Enlight 650
5 UPS/Stabilizer V 2016 - -
Wireless
Kelengkapan Komputer
presenter with
10 (flash disk, mouse,
scroll mouse 2016 - -
6 keyboard, hardisk,
function M.tech
speaker)
v826
10
7 Hemotes HB Meter Lokal 2016 - -
10 Hemotes HB Strip isi
8 25 Lokal 2016 - -
10 Stetoscope Dewasa Lokal 2016 - -

41
9
11
0 Tensi Meter Dinding Lokal 2016 - -
11
1 Metline Lokal 2016 - -
11
2 Otoscope Lokal 2016 - -
11
3 Tensi meter Air Raksa Lokal 2016 - -
11
4 Dopler Lokal 2016 - -
11
5 Garpu tala Lokal 2016 - -
11
6 Autoclave Kering Lokal 2016 - -
11
7 Lampu Periksa LED Lokal 2016 - -
11 Timbangan Badan
8 Digital Lokal 2016 - -
11
9 Timbangan Bayi 20Kg Lokal 2016 - -
12 Timbangan + Tinggi
0 badan Lokal 2016 - -
12
1 Meja Pasien Lokal 2016 - -
12
2 Tabung Oxygen Lokal 2016 - -
12
3 Suction Bayi Lokal 2016 - -
12
4 Lemari Instrumen Lokal 2016 - -
12
5 UKS Kit Lokal 2016 - -
12
6 Tas Emergency Lokal 2016 - -
12 Gordyn Lokal 2017 - -

42
7
12
8 Gordyn Lokal 2017 - -
12
9 Kursi tunggu paaien frontline 2017 - -
13 Lemari penyimpanan
0 Buku expo 2017 - -
13
1 Kursi direktur frontline 2017 - -
13
2 Meja Kerja active 2017 - -
13
3 kipas Angin cosmos 2 in 2017 - -
13 panasonic
4 kipas Angin F.EY.1511 2017 - -
13 A vision miwan
5 Scanner 2L pro 2017 - -
13
6 Printer epson L360 2017 - -
13 All in one HP
7 Komputer 20-024 2017 - -
Wireless
Kelengkapan Komputer presenter with
(flash disk, mouse, scroll mouse
13 keyboard, hardisk, function M.tech
8 speaker) v826 2017 - -
13
9 Kursi Rapat newstar 2017 - -
14 Sound System dan
0 Perlengkapannya Audio 2017 - -
14
1 teralis Lokal 2017 - -
14
2 kontruksi lainnya Lokal 2017 - -
14
3 pengadaan papan nama Lokal 2017
14 Auning Lokal 2017 - -

43
4
14
5 Mesin Absen magic fiface 2017 - -

Berdasarkan data di atas, manajemen logistik sarana dan prasarana di UPTD


Puskesmas Cigandamekar Tahun 2019 ada 145 sarana dan prasarana dan masih berfungsi
dengan baik walaupun masa pakainya ada yang sudah lebih dari 5 tahun. Adapun yang
masih dibutuhkan oleh Puskesmas Cigandamekar pada sarana dan prasarana pelayanan di
Puskesmas Cigandamekar sampai tahun 2019, yang sangat di butuhkan adalah sebagai
berikut :
a. Unit pelayanan Gigi dan Mulut.
b. Unit pelayanan Laboratorium sederhana.
c. Gudang umum
d. Sarana IPAL

4. Siklus Manajemen Logistik pada setiap Periodenya

Manajemen logistik merupakan suatu siklus pengelolaan obat dan bahan


medis habis pakai (BMHP) mulai dari seleksi, pembelian, distribusi dan penggunaan.
Instalasi farmasi pemerintah di tingkatpusat, provinsi dan kabupaten/kota mempunyai
peran penting dalam mendistribusikan obat dan BMHP sampai ke fasilitas kesehatan
dasar, termasuk mendistribusikan obat-obat program.

Siklus manajemen logistik digambarkan sebagai suatu siklus dimana setiap


tahapan siklus menunjukkan keterkaitan satu sama lainnya. Seperti pemilihan obat
sangat tergantung dari siapa yang dilayani. Beban penyakit, jumlah pasien dan
pelayanan kesehatan masyarakat menjadi kunci penting untuk tahapan selanjutnya.
Untuk mengatur ketersediaan obat di puskesmas, pemerintah membentuk
KONAS. Kebijakan Obat Nasional (KONAS) bertujuan untuk menjamin ketersediaan
obat baik dari segi jumlah dan jenis yang mencukupi, juga pemeratan,  pendistribusian
dan penyerahan obat-obatan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing

44
Puskesmas. Dengan adanya pengelolaan obat yang baik diharapkan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal.

5. Perencanaan Kebutuhan Logistik Puskesmas

Perencanaan adalah tindakan dalam pemenuhan kebutuhan yang menyangkut


proses memilih, seleksi, dan menetapkan jenis dan jumlah logistik. Terkait logistik,
perencanaan adalah proses merencanakan kebutuhan barang atau persediaan yang
pelaksanaannya dilakukan oleh semua calon pemakai (user) yang kemudian diajukan
sesuai dengan alur yang berlaku dimasing-masing organisasi.
Contoh terkait Perencanaan manajemen logistik kebutuhan obat di Puskesmas
Cigandamekar dilaksanakan oleh penanggung jawab gudang obat dan perbekalan
kesehatan tergantung dengan kebutuhan pasien atau konsumen, tergantung penyakit
dan gudang obatnya. Perencanaan obat berdasarkan pemakaian di tahun sebelumnya
dengan cara berkoordinasi semua yang terlibat dalam perencanaan obat di Puskesmas,
kemudian mengumpulkan permintaan dan kebutuhan obat dari masing-masing poli,
diadakan pertemuan dan dibuatlah perencanaan. Perencanaannya disesuaikan dengan
dana yang ada. Adapun proses perencanaannya terdiri dari tahap pemilihan obat,
kompilasi pemakaian obat, perhitungan obat, dan tahap proyeksi kebutuhan obat.
Apabila perencanaan obat tidak dilaksanakan dengan baik maka akan menyebabkan
terjadinya kekosongan dan kelebihan obat yang dibutuhkan, sehingga terhambatnya
pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas.
Metode yang digunakan dalam perhitungan kebutuhan obat di Puskesmas
Cigandamekar, perencanaan obat dilakukan dengan metode konsumsi yang
didasarkan atas data pemakaian obat tahun sebelumnya.
Namun proses perhitungan kebutuhan obat di Puskesmas Cigandamekar
diketahui bahwa perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode konsumsi dan
ditambah buffer stok 10%, metode konsumsi yaitu berdasarkan pada kebutuhan obat
tahun sebelumnya atau dengan melihat stok persediaan yang ada di puskesmas.
Jumlah kunjungan sangat berpengaruh terhadap jumlah obat yang harus disediakan.
Data dan informasi jumlah tiap penyakit harus diketahui dengan tepat, sehingga dapat
digunakan sebagai dasar dalam perhitungan kebutuhan obat.
Dalam suatu kegiatan dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan
pencapaian tujuan diperlukan kerjasama yang terus menerus antara seluruh komponen
organisasi yang ada dengan masing-masing kegiatan yang dilakukan sesuai dengan
uraian tugas masing-masing.
6. Proses Pengadaan
Pengadaan adalah semua kegiataan dan usaha untuk menambah dan
memenuhi kebutuhan barang dan jasa berdasarkan peraturan yang berlaku dengan
menciptakan sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada. Kegiatan ini termasuk
dalam usaha untuk tetap mempertahankan sesuatu yang telah ada dalam batas-batas
efisiensi. (Subagya: 1994).
Pengadaan alat kesehatan mencakup seluruh proses sejak
perencanaan, persiapan, perizinan, hingga tahap pelaksanaan dan proses administrasi
45
dalam pengadaan barang. Pengadaan barang milik daerah dilaksanakan berdasarkan
prinsip-prinsip efisien, efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil dan tidak
diskriminatif, serta akuntabel. Pengadaan alat kesehatan pemerintah daerah
dilakukan oleh panitia pengadaan barang, yaitu Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) di Dinas Kesehatan Kabupaten.
Untuk pengadaan obat di puskesmas sendiri di lakukan dengan melakukan
permintaan obat menggunakan formulir laporan pemakaian lembar permintaan obat
(LPLPO).
Setiap penyerahan obat oleh UPOPPK, kepada puskesmas dilaksanakan setelah
mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau pejabat
yang diberi wewenang. Petugas penerimaan obat wajib melakukan pengecekan
terhadap obat-obat yang diserahkan, mencakup jumlah kemasan/peti, jenis dan jumlah
obat, bentuk obat sesuai dengan isi doumen (LPLPO) dan ditanda tangani oleh
petugas penerima/diketahui Kepala Puskesmas. Bila tidak memenuhi syarat petugas
penerima dapat mengajukan keberatan.
Dengan adanya Permenkes No 19 Tahun 2014 tentang penggunaan dana kapitasi
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memungkinkan Puskesmas untuk melakukan
pengadaan obat sendiri dengan menggunakan dana JKN tersebut.
Pemesanan obat atau Permintaan obat untuk mendukung pelayanan farmasi di
masing-masing puskesmas diajukan oleh pengelola obat di puskesmas yang disetujui
oleh kepala puskesmas kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota dengan menggunakan
format LPLPO. Pemesanan obat berdasarkan rencana kebutuhan obat tahunan yang
sudah dilaporkan sebelumnya kepada Dinkes untuk meminimalisir penggunaan obat
yang tidak bertanggung jawab.
Adapun Kegiatan dalam pemesanan obat :
a. Permintaan Rutin
Dilakukan sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota untuk masing-masing Puskesmas (bisa sebulan, dua bulan
atau tiga bulan sekali)
b. Permintaan Khusus
Dilakukan diluar jadwal distribusi rutin apabila kebutuhan meningkat, misal
adanya wabah endemik atau adanya bencana alam.

7. Penyaluran Kebutuhan
Penyaluran atau pendistribusian adalah kegiatan pengeluaran dan penyerahan
obat secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sub-sub unit pelayanan
kesehatan seperti Sub Unit Pelayanan Kesehatan di lingkungan puskesmas (Kamar
Obat, Laboratorium), Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Posyandu, dan
Polindes/PKD setelah unit-unit tersebut melakukan permintaan sesuai dengan LPLPO
dari unit bersangkutan ke Puskesmas induk.
Berikut Langkah – Langkah Penyimpanan Obat di Puskesmas Cigandamekar :
a. Distribusi dari gudang farmasi Dinas Kesehatan.
b. Dicek sesuai kondisi, sesuai faktur.
c. Dimasukkan disimpan di gudang obat Puskesmas Cigandamekar.

46
d. Disimpan sesuai sistem FEFO dan FIFO, Alfabetis, Jenis Obatnya.
Pendistribusian Obat Satu Pintu (One Gate Policy) di Gudang Farmasi
Puskesmas Cigandamekar. Pendistribusian di puskesmas Cigandamekar
menggunakan pendistribusian rutin. Kegiatan - kegiatannya sebagai berikut:
Pendistribusian RUTIN:
a. Menggunakan Surat Permintaan obat
b. Tiap Bulan/Tribulan bagi pustu
c. Tiap Hari bagi Instalasi Farmasi, Ugd, poli lansia.

Alur pendistribusian Obat ke Pasien di Puskesmas Cgandamekar :


1. Dari BP atau unit pelayanan
2. Ke kasir untuk membayar
3. Ke obat atau instalasi farmasi
4. Resep diterima
5. Di cek kesesuaiannya
6. Kemudian di beri nomer
7. Di ambilin obatnya
8. Di beri etiket
9. Kemudian dicek ulang
10. Kemudian di beri ke pasien
11. Dengan dua identitas Nama dan Alamat

3.4 Manajemen Keuangan Di Puskesmas Cigandamekar

3.4.1 Sumber Dana Puskesmas


1. Dana BOK atau dana langsung dari APBN
Definisi dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) adalah bantuan dana dari
pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu Pemerintah Daerah
Kabupaten melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Bidang Kesehatan menuju Sustainable Development Goals (SDGs) Bidang
Kesehatan tahun 2030 melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta
Poskesdes dan Posyandu dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat
promotif dan preventif. Konkritnya adalah program Biaya Operasional Kesehatan
merupakan bentuk pembiayaan yang diturunkan dari APBN dan melalui Kementerian
Kesehatan RI untuk dialokasikan kepada Pemerintah Daerah, Kota/Kabupaten yang
akan diteruskan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota selaku Kuasa Pengguna
Anggran (KPA), lalu dialirkan ke puskesmas-puskemas.
2. Dana JKN bersumber dari BPJS
Jaminan Kesehatan Nasional yang selanjutnya disingkat JKN adalah jaminan
berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan
kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang
diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh
pemerintah. Dana Kapitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar

47
dimuka kepada FKTP berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa
memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Dana
Kapitasi yang diterima oleh FKTP dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan dimanfaatkan seluruhnya untuk:
a. pembayaran jasa pelayanan kesehatan; dan
b. dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan.
3. Bantuan APBD
Bantuan ini bersumber dari anggaran faerah yang di khususkan untuk
menangani masalah kesehatan yang ada di daerahnya sendiri. Artinya setiap daerah
mempunyai dana anggaran kesehatan yang berbeda-beda di ssetiap daerahnya.
4. Hibah
Pemberian secara sukarela dengan mengalihkan hak atas dana yang diberikan
guna keperluan puskesmas. Biasanya dana Hibah didapatkan jika pusksemas
melakukan suatu program yang mendukung lembaga pemberi hibah sehingga dapat
meningkatkan kinerja puskesmas.
3.4.2 Beban Keuangan Puskesmas
Yang menjadi beban puksesmas ada 4, yaitu:
1. beban program pokok, yang meliputi ukm dan ukp
2. beban program pengembangan, meliputi program-program yang dikembangkan
dari program pokok. Seperti program kesehatan jiwa, program kesehatan indera,
unit kesehatan sekolah, dll.
3. manajemen puksesmas, meliputi pembuatan pelaporan puskesmas, gaji tenaga
honoter, dll.
4. pemeliharaan sarana prasarana, untuk upaya pemeliharaan aset puskesmas
seperti perawatan ambulan dan perawatan gedung.

3.4.3 Persentase Pembagian Dana untuk setiap Program


Berita acara Desk Draft rencana RAK –DAK untuk kegiatan Bantuan
Operasinal Kegiatan:
No. Program dan Kegiatan Anggaran Persentase
(Rp.) (%)
1. Program Pokok 200980000 19.22
a. Promosi Kesehatan 16200000 1.55
b. Kesehatan Lingkungan 10455000 1.00
c. Pelayanan Gizi 27145000 2.60
d. Pelayanan Kia dan KB 66825000 6.39
e. Pelayanan Imunisasi 21290000 2.04
f. P2BB 150000 0.01
g. DBD 12600000 1.20
h. Penanggulangan Kecacingan 27115000 2.59
i. Surveilans Epidemiologi 19200000 1.84
2. Program Pengembangan 196233179 18.76
a. Perekesmas 11000000 1.05

48
b. Kesehatan Jiwa 1205000 0.12
c. Kesorga 4095000 0.39
d. Usila 3500000 0.33
e. UKS 10305000 0.99
f. Upaya Kesehatan Kerja 6165000 0.59
g. Kesehatan Indera 3705000 0.35
h. Kefarmasian 156258179 14.94
3. Manajemen Puskesmas 601132718 57.48
a. Penyusunan laporan Tahunan dan Perencanaan 9200000 0.88
b. Lokakarya Mini 5700000 0.55
c. Belanja Pegawai ( Honorarium Pegawai Non PNS 19200000 1.84
)
d. Honorarium PNS 1900000 0.18
e. Belanja Barang dan Jasa 531292718 50.80
f. Belanja Modal 33840000 3.24
4. Pemeliharaan 47500000 4.54
a. Pemeliharaan rutin kendaraan dinas 22000000 2.10
b. Pemeliharaan Gedung 25500000 2.44

total alokasi 1,045,845,897 100.00


Sumber: rencana anggraan kerja puskesmas Cigandamekar
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dalam alokasi dana dibagi menjadi 4
kelompok pembagian, yaitu untuk program pokok puskesmas, program pengembangan
puksesmas, manajemen Puskesmas dan biaya pemeliharaan. Kemudian dana yang paling
besar adalah dana yang digunakan untuk keperluan manajemn Puskesmas yaitu sebesar
57.48%. dan yang paling kecil dana untuk pemeliharaan yaitu hanya sebesar 4.5% dari
total anggaran.
Pendapatan Puskesmas tahun 2019

ALOKASI ANGGARAN
N
SUMBER BIAYA KESEHATAN
O
Rupiah %
ANGGARAN KESEHATAN
     
BERSUMBER:
1 APBD KAB/KOTA 59.675.000 4,28
  a. Belanja Langsung  
  b. Belanja Tidak Langsung 59.675.000  
       
2 APBD PROVINSI   0,00
       
3 APBN : 1.335.240.357 95,72
  - Dana Dekonsentrasi   0,00
  - Dana Alokasi Khusus (DAK) 370.304.500 26,55

49
  - JKN 964.935.857 69,18
  - Lain-lain (sebutkan)   0,00
       
PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI
4   0,00
(PHLN)
       
5 SUMBER PEMERINTAH LAIN   0,00
TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 1.394.915.357 100,0
TOTAL ANGGARAN DAK 1.335.240.357  
TOTAL APBD KAB/KOTA 59.675.000  
Sumber: laporan puskesmas Cigandamekar
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapatan puskesmas yang paling besar
diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional yang didominasi dari dana
JKN yang bersumber dari BPJS, yaitu sekitar 69.18% dati total anggatan. Kemudian
dibantu dari dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 26.55% dan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD)sebanyak 4.28%.
Gap Analisis

Jumlah (Rupiah) Persentase (%)


Total Alokasi (100%) 1,045,845,897 74.97
Total Anggaran Kesehatan 1,394,915,357 100

Sisa anggaran 349,069,460 25.02

Pada satu periode Puskesmas memiliki kelebihan dana dan diserahkan kembali
kepada dinas Kesehatan.
3.4.4 Pelaporan Keuangan Puskesmas
Pelaporan keuangan dilakukan dengan beberapa waktu yang telah ditentukan.
Beberapa waktu pelaporan di puskesmas:
Pelaporan harian, dilakukan setiap hari setelah ada kegiatan operasional. Seperti
pendapatan dari retribusi (tapi sekarang sudah tidak ada berdasarkan perbup nomer 67
tahun 2018 tentang penghentian penarikan retribusi Puskesmas). Kemudian pengeluaran
untuk transportasi petugas (jika ada kunjungan lapangan, misalnya bidan ke kegiatan
posyandu atau nutrisionis yang melakukan penyuluhan atau pemeriksaan gizi di
masyarakat.)
Pelaporan bulanan, dilaporkan setiap buklan yang merupaan akumulasi atau total dari
catatan harian. Dilaporkan pada saat lokakarya bulanan (LokBul). Melaporkan akumulasi
dari pelaporan keuangan harian serta evaluasinya.

50
Pelaporan triwulan, yaitu pelaporan setiap tiga bulan sekali. Pelaporan ini
disampaikan pada saat lokakarya mini, yang membahas persentase pengeluaran, sejauh
mana puskesmas sudah melakukan pembangunan kesehatan.
Pelaporan tahunan, merupakan laporan pertanggungjawaban puskesmas terhadap
pengelolaan keuangan yang sudah diberikan kepada puskesmas serta penggunaannya.
3.4.5 Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan puskesmas dilaporkan kepada dinas Kesehatan Kuningan dan
badan Keuangan Daerah.
Pelaporan Puskesmas BLUD menyajikan laporan keuangan seperti; laporan posisi
keuangan (neraca), laporan operasional (LO), laporan arus kas (LAK), laporan
perubahan ekuitas (LPE), & catatan atas laporan keuangan. Sedangkan Puskesmas non
BLUD (Sebagai SKPD) menyajilam laporan keuangan laporan posisi keuangan (neraca),
laporan operasional (LO), laporan realisasi anggaran (LRA), laporan perubahan ekuitas
(LPE), & catatan atas laporan keuangan.
3.4.6 Manajemen Keuangan di Puskesmas Cigandamekar
1. Dana BOK
Puskesmas Cigandamekar agar dapat memperoleh Dana BOK maka puskesmas
perlu membuat Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang akan diturunkan menjadi
plan of action (POA) per bulan. Dan proses pembuatan POA haruslah melalui
lokakarya mini (Lokmin). Setelah membuat plan of action maka perlu disertakan
untuk Surat Permintaan Uang (SPU) dan dikirim ke kantor Kesehatan
Kabupaten/Kota selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang akan diteruskan
kepada Pejabat Pengguna Anggaran (PPA) dan diteruskan kepada Penguji
Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk dianalisis kelayakan dan
apabila telah layak maka PPSPM akan menyuruh Bendahara Pengeluaran Keuangan
untuk mencairkan uang ke puskesmas. Setelah puskesmas menerima BOK maka
Kepala Puskesmas akan menyerahkan kepada pengelola keuangan puskesmas untuk
operasionalisasi aktivitas puskesmas. Tidak berhenti sampai di sini saja karena pada
akhir bulan, tepatnya pada tanggal 10 bulan berikutnya wajib memberikan laporan
pertanggung jawaban. Tepatnya adalah Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan
Pertanggungwaban Belanja (LPTB) yang dikirim ke Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
Gambar alur manajemen BOK

Alur manajemen BOK

Puskesmas

RPK LokMin POA


51

Operasional Kepala
LPTB
SPU

DinKes (KPA)

Alasan perlu memberi laporan pertanggung KaDinkes


Bendahara jawaban yakni untuk mendapatkan
dana BOK pada periode waktu berikutnya. Pemanfaatan dana BOK di Puskesmas adalah
untuk operasional upaya pelayanan kesehatan dan manajemen Puskesmas yang meliputi:
1. Transport Lokal
a) Membiayai perjalanan petugas kesehatan melakukan kegiatan upaya
pelayananPPSPM
kesehatan promotif dan preventif
PPAke luar gedung
b) Membiayai perjalanan kader kesehatan termasuk dukun bersalin membantu
petugas kesehatan dalam kegiatan upaya pelayanan kesehatan promotif dan
preventif ke luar gedung
c) Membiayai perjalanan peserta rapat Lokakarya mini, Survei Mawas Diri
(SMD), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
d) Membiayai perjalanan petugas kesehatan untuk mengha-diri rapat-rapat,
konsultasi/koordinasi dan kegiatan lain yang terkait dengan BOK ke
kabupaten/kota
e) Membiayai perjalanan kader kesehatan termasuk dukun bersalin untuk
menghadiri kegiatan refreshing/penyegaran kader Kesehatan yang
diselenggarakan oleh Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/Polindes,
Posyandu dan UKBM lainnya. Besaran biaya transport lokal yang dibiayai
adalah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di kabupaten/kota tersebut.
Pada kondisi tertentu, daerah dapat membayar biaya transport lokal berdasar at
cost, sesuai dengan besaran biaya transport lokal yang dikeluarkan, termasuk
sewa sarana transport bila diperlukan, karena tidak ada sarana transport
regular dengan bukti pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik/penyedia jasa
transportasi
f) Perjalanan Dinas dalam Kabupaten/Kota (dalam Peraturan Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. 37/PMK.02/2012 tentang Standar Biaya Tahun
Anggaran 2013) Untuk petugas kesehatan yang dalam melaksanakan upaya
kesehatan atau menghadiri kegiatan rapat/ pertemuan/konsultasi yang terkait
dengan BOK dalam Kabupaten/Kota karena kondisi geografis memerlukan
perjalanan lebih dari 8 (delapan) jam dan bisa ditempuh dengan pulang pergi
tanpa menginap, dapat dibayarkan biaya transport lokal dan uang harian
sebesar 75% dari satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam negeri per
harinya.

2. Pembelian/Belanja Barang
a) Membiayai pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
upaya kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung, yang meliputi:
1) Pembelian bahan PMT penyuluhan/pemulihan
2) Pembelian konsumsi rapat, penyuluhan, refreshing
3) Pencetakan/penggandaan/penyediaan bahan untuk penyuluhan kepada
masyarakat

52
b) Membiayai pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan
manajemen Puskesmas, manajemen pengelolaan keuangan BOK, SMD,
MMD, yang meliputi:
1) Pembelian alat tulis/kantor untuk kegiatan pendukung BOK
2) Biaya administrasi perbankan, apabila sesuai ketentuan bank setempat,
memerlukan biaya administrasi dalam rangka membuka dan menutup
rekening bank Puskesmas, maka dapat menggunakan dana BOK dari
kegiatan belanja barang penunjang
3) Pembelian materai
4) Penggandaan/fotokopi laporan
5) Pengiriman surat/laporan
6) Pembelian konsumsi rapat
3. Dana JKN
Untuk tiap FKTP ditetapkan sekurang- kurangnya 60% ( Enam Puluh Persen)
dari penerimaan dana kapitasi. Besaran alokasi ditetapkan setiap tahun dengan
keputusan Kepala Daerah atas usulan Kepala SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota
a. tunjangan yang telah diterima dari Pemerintah Daerah;
b. kegiatan operasional pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai target kinerja di
bidang pelayanan kesehatan; dan
c. kebutuhan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai.
Alokasi Dana Kapitasi untuk pembayaran dukungan biaya operasional
pelayanan kesehatan dimanfaatkan untuk:
a. biaya obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai; dan
b. biaya operasional pelayanan kesehatan lainnya
Dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan lainnya, meliputi:
a) belanja barang operasional, terdiri atas:
1) pelayanan kesehatan dalam gedung;
2) pelayanan kesehatan luar gedung;
3) operasional dan pemeliharaan kendaraan puskesmas keliling;
4) bahan cetak atau alat tulis kantor;
5) administrasi, koordinasi program, dan sistem informasi;
6) peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan; dan/atau
7) pemeliharaan sarana dan prasarana.
b) belanja modal untuk sarana dan prasarana yang pelaksanaannya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
c) Pengadaan obat, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, dan pengadaan
barang/jasa yang terkait dengan dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan
lainnya dapat dilakukan oleh SKPD dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

53
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

54