Anda di halaman 1dari 3

STEINER ANALYSIS

Steiner Analysis consist of 3 ;


1. Skeletal analysis
2. Dental Analysis
3. Soft Tissue Analysis

Skeletal Analysis
1. <SNA = menyatakan letak maksila terhadap kranium. Normal = 82° (±3°)
Intepretasi :
SNA >normal -> Prognathic Maxilla
SNA <normal -> Retrognathic Maxilla
2. <SNB = menyatakan letak mandibula terhadap kranium. Normal = 80° (±3°)
SNB >normal -> Prognathic Mandible
SNB <normal -> Retrognathic Mandible
3. <ANB = menyatakan hubungan maksila terhadap mandibula.
Normal = 2°(kelas 1), kelas II = ≥ 4°, kelas III = ANB negative
4. Mandibular plane angle (SN-GoGn)
Menunjukkan penilaian kecuraman mandibular terhadap bidang SN
Normal 32° (±4°)
5. SN-OP. Normal 17° (±4°)
Occlusal plane menurut steiner adalah garis yang dibentuk dari overlapping cusp premolar dan molar
Menunjukkan relasi gigi dalam posisi oklusi terhadap basis kranial
>normal -> high angle (skeletal open bite)
<normal -> low angle (skeletal deep bite)

Dental Analysis
1. Sudut UI-NA (Angular)
Menunjukkan posisi relatif dan inklinasi aksial insisif rahang atas terhadap garis NA
Cara perhitungan :
Menentukan sudut insisif yang dibentuk dari ujung apikal gigi dan ujung insisif terhadap garis NA.
Normal : 22°. >normal : proklinasi, <normal : retroklinasi
2. Jarak UI-NA (Linear)
Menunjukkan posisi anteroposterior relatif dari insisif RA terhadap garis NA
Cara perhitungan :
Mengukur jarak dari permukaan paling labial dari gigi insisif RA tegak lurus terhadap garis NA. Normal 4
mm
3. Sudut LI-NB (Angular)
Menunjukkan posisi relatif dan inklinasi aksial insisif rahang bawah terhadap garis NB
Cara perhitungan :
Menentukan sudut insisif yang dibentuk dari ujung apikal gigi dan ujung insisif terhadap garis NB.
Normal : 25°. >normal : proklinasi, <normal : retroklinasi
4. Jarak LI-NB (Linear)
Menunjukkan posisi anteroposterior relatif dari insisif RB terhadap garis NB
Cara perhitungan :
Mengukur jarak dari permukaan paling labial dari gigi insisif RB tegak lurus terhadap garis NB. Normal 4
mm
5. Interinsisal angle
Sudut yang dibentuk antara axis sumbu gigi RA dan axis sumbu gigi RB
Normal : 130°
Sudut mengecil menunjukkan ada gigi yang protrusive
Sudut membesar menunjukkan kasus bimaxillary protrusive

Soft Tissue Analysis :

1. Nasolabial angle
A. Sudut yang dibentuk dari 2 garis
1. Sn-Ls
2. Tangen dari batas inferior nasal
B. Indikasi :
1. melihat derajat protrusive dari bibir atas terhadap hidung
2. melihat refleksi dari ujung hidung

2. Rickets-Line
A. Analisis untuk menentukan posisi bibir terhadap garis E-Line
E-line : Pn-Pog’
B. Ukuran normal
Jarak Ls – E-Line : 4 mm
Jarak Li – E-Line : 2 mm

3. Steiner’s-Line
Garis yang dibentuk dari tengah collumela hidung – Pog’

a. Bibir ideal, balance


b. Bibir protrusif
c. Bibir resesif
References line

1. SN : Sella-Nasion mewakili basis kranii anterior


2. FH : Porion-Orbita mewakili bidang horizontal dan sejajar lantai
3. Maxpl : Maxillar plane – ANS – PNS : mewakili basis maksila
4. Occpl: Occlusal plane : ada beberapa macam menurut Thayer 1990 AJO
a. Bisected occlusal plane
b. Functional occlusal plane
c. Upper occlusal plane
d. Lower occlusal plane
5. Mandpl : Mandibullar plane : ada 3
a. Down : Go-Me
b. Steiner : Go-Gn
c. Tweed : tangen of border inferior mandible

Anda mungkin juga menyukai