Anda di halaman 1dari 114

STUDI STRATEGI PENGEMBANGAN RESERVOIR

OIL RIM PADA LAPANGAN SAMPEL DENGAN


MENGGUNAKAN REFERENSI GLOBAL DAN
USULAN PERSAMAAN EMPIRIK

LAPORAN TUGAS AKHIR

Oleh:
Andrian Suhartanto
101316027

FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN PRODUKSI


PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
UNIVERSITAS PERTAMINA
JUNI 2020
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Tugas Akhir : Studi Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


pada Lapangan Sampel dengan Menggunakan
Referensi Global dan Usulan Persamaan Empirik
Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto
Nomor Induk Mahasiswa : 101316027
Program Studi : Teknik Perminyakan
Fakultas : Teknologi Eksplorasi dan Produksi
Tanggal Lulus Sidang Tugas Akhir : 8 Juli 2020

Jakarta, 13 Juli 2020


MENGESAHKAN

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM Raka Sudira Wardana M.T.
NIP. 116110 NIP. 116035

MENGETAHUI,
Ketua Program Studi

Dr. Astra Agus Pramana DN


NIP. 116111

Universitas Pertamina - i
LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir berjudul Studi Strategi Pengembangan
Reservoir Oil Rim pada Lapangan Sampel dengan Menggunakan Referensi Global dan
Usulan Persamaan Empirik ini adalah benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri dan
tidak mengandung materi yang ditulis oleh orang lain kecuali telah dikutip sebagai referensi
yang sumbernya telah dituliskan secara jelas sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan dalam karya ini, saya bersedia
menerima sanksi dari Universitas Pertamina sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan kepada


Universitas Pertamina hak bebas royalti non eksklusif (non-exclusive royalty-free right) atas
Tugas Akhir ini beserta perangkat yang ada. Dengan hak bebas royalti non eksklusif ini
Universitas Pertamina berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam
bentuk pangkatan data (database), merawat, dan mempublikasikan Tugas Akhir saya selama
tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Jakarta, 18 Juni 2020

Yang membuat pernyataan,

Materai Rp 6.000

Andrian Suhartanto

Universitas Pertamina - ii
ABSTRAK
Andrian Suhartanto. 101316027. Studi Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim pada Lapangan
Sampel dengan Menggunakan Referensi Global dan Usulan Persamaan Empirik.

Dalam studi pengembangan reservoir oil rim yang baru pada suatu lapangan, pemilihan strategi
deplesi reservoir oil rim perlu didukung dengan justifikasi teknik berupa metode screening dan
strategi yang tepat berdasarkan best practices dan lesson learned dari lapangan referensi global
yang pernah mengembangkan reservoir oil rim. Strategi yang tepat diharapkan mampu memberikan
efek produksi dalam bentuk luaran recovery factor yang signifikan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh petrofisika, fluida dan karakteristik
reservoir dalam pemilihan strategi deplesi reservoir oil rim yang tepat untuk lapangan sampel.
Strategi pengembangan reservoir oil rim didasarkan pada kecocokan kriteria screening dan metode
screening yang dikembangkan sebelumnya yaitu metode Olamigoke, metode Masoudi dan metode
John.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
metode studi literatur referensi global. Studi berupa komparasi data properties lapangan referensi
global yang menjadi data primer dalam penelitian ini didukung dengan data kualitatif berupa lesson
learned dari proyek pengembangan reservoir oil rim lapangan global. Metode analisis data yang
digunakan yaitu multi regresi untuk menentukan formula recovery factor, penilaian properties
lapangan sampel terhadap kriteria lapangan referensi yang dikembangkan dengan S-Curve dan
penilaian kinerja produksi sumur analog dengan Integrated Petroleum Expert menggunakan konsep
produksi inisial dan Decline Curve Analysis.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Lapangan sampel memiliki potensi yang
cukup besar dilakukan pengembangan reservoir oil rim dengan pedoman referensi global. (2)
Pengembangan reservoir oil rim erat kaitannya dengan faktor teknis dan ekonomi yang sinergi. (3)
Faktor-faktor properties yang berpengaruh pada pengembangan suatu reservoir oil rim adalah
ketebalan kolom minyak, permeabilitas batuan, dan viskositas minyak. (4) Dalam penentuan kriteria
reservoir oil rim lapangan sampel sebaiknya digunakan metode multi-screening. (5) Rekomendasi
untuk lapangan sampel adalah dikembangkan dengan strategi concurrent oil and gas. (6) Didapatkan
nilai RF 29,9% dengan EUR 173,5 MMBO, dan dalam 10 tahun dapat dikembangkan dengan
maksimal 173 sumur horizontal dengan rekomendasi 5 sumur pilot untuk menentukan Value of
Information dan learning curve sebelum ekspansi proyek kedepannya.
Kata Kunci: Reservoir Oil Rim, Metode Multi-Screening, Empirical RF, Concurrent Oil and Gas.

Universitas Pertamina - iii


ABSTRACT
Andrian Suhartanto. 101316027. Study on the Development Strategy of Oil Rim Reservoir in
Sample Field Using Global Reference and Proposed Empirical Equations.

In the study of developing a new reservoir oil rim on a field, the selection of reservoir oil rim
depletion strategies needs to be supported by technical justification in the form of screening methods
and appropriate strategies based on best practices and lessons learned from global reference fields
that have developed reservoir oil rim. The right strategy is expected to be able to provide a production
effect in the form of a significant recovery factor output.

This study was conducted to determine how the influence of petrophysics, fluids and reservoir
characteristics in the selection of appropriate reservoir oil rim depletion strategies for the sample
field. The strategy for developing reservoir oil rim is based on the compatibility of screening criteria
and screening methods developed previously, namely the Olamigoke method, the Masoudi method
and the John method.

This study uses a quantitative approach. Data collection techniques were carried out using the global
reference literature study method. The study in the form of comparative data properties of the global
reference field which is the primary data in this study is supported by qualitative data in the form of
lessons learned from the project development of the global oil reservoir rim. The data analysis
method used is multi regression to determine the recovery factor formula, assessment of sample field
properties against reference field criteria developed with S-Curve and assessment of analogue well
production performance with Integrated Petroleum Expert using initial production concepts and
Decline Curve Analysis.

Based on the results of the study it can be concluded that: (1) The sample field has considerable
potential for developing reservoir oil rim with global reference guidelines. (2) The development of
reservoir oil rim is closely related to synergic technical and economic factors. (3) The property factors
that influence the development of an oil rim reservoir are the oil column thickness, rock permeability,
and oil viscosity. (4) In determining the criteria for reservoir oil rim in the sample field a multi-
screening method should be used. (5) Recommendations for sample fields are developed using the
concurrent oil and gas strategy. (6) A 29,9% RF value was obtained with EUR 173,5 MMBO, and
within 10 years a maximum of 173 horizontal wells could be developed with the recommendation of
5 pilot wells to determine the Value of Information and learning curve before future project
expansion.

Keywords: Reservoir Oil Rim, Multi-Screening method, RF empirical, Concurrent Oil and Gas.

Universitas Pertamina - iv
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan kasih-Nya yang telah
memberikan nikmat berupa pikiran, kesehatan lahiriah dan jasmaniah sehingga penulisan skripsi ini
dapat diselesaikan. Adapun Tugas Akhir ini berjudul “Studi Strategi Pengembangan Reservoir
Oil Rim pada Lapangan Sampel Dengan Menggunakan Referensi Global Dan Usulan
Persamaan Empirik”

Penulisan skripsi atau Tugas Akhir (TA) dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat guna
memperoleh gelar kesarjanaan Sarjana Teknik dari Universitas Pertamina. Penulis berusaha
semaksimal mungkin agar dapat memberikan penyajian terbaik dalam hasil penulisan ini, namun
penulis juga menyadari bahwa terdapat batasan-batasan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis
sehingga dalam penulisan skripsi atau Tugas Akhir (TA), bantuan dan dukungan dari berbagai pihak
terkait yang telah membantu dan membimbing penulis sangat membantu penulis, baik dari hal moral,
materiil hingga ide-ide.

Tugas Akhir (TA) atau skripsi akan penulis persembahkan kepada orang tua penulis yaitu Ayah
penulis Muhammad Asrofah dan Ibu penulis Mu’atik yang selalu memberikan kepercayaan diri
terhadap sang anak, do’a, kasih sayang, dukungan moral dan materiil yang tidak terhitung nilainya.
Dengan do’a dan restu dari kedua orang tua, penulis mampu menyelesaikan pendidikan di program
studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina.

Dalam penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan dan perhatian yang tidak terhingga
dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:

1. Prof. Akhmaloka Ph.D. selaku Rektor Universitas Pertamina.

2. Dr. Dofa Purnomo, selaku Sekertaris Universitas Pertamina.

3. Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, selaku Wakil Rektor I Universitas Pertamina.

4. Simson Panjaitan, selaku Wakil Rektor II Universitas Pertamina.

5. Budi W. Soetjipto, Ph.D., selaku Wakil Rektor III Universitas Pertamina.

6. Prof. Dr. Rer. Nat. Awali Priyono. selaku Dekan Fakultas Teknologi Eksplorasi dan
Produksi Universitas Pertamina.
7. Bapak Dr. Astra Agus Pramana DN., S.Si., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Teknik
Perminyakan Universitas Pertamina.

8. Bapak Ir. Agus Rudiyono, S.T., M.T. M.BA, IPM selaku Dosen pembimbing Tugas Akhir
(TA) penulis yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk membimbing dan
membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi penulis selama proses penyusunan
tugas akhir ini.

9. Mas Nor Hidayatullah Selaku Pembimbing Tugas Akhir (TA) penulis yang telah
meluangkan waktu dan pikirannya untuk membimbing dan memberikan pelajaran kepada
penulis secara profesional di PT. Pertamina EP Cepu.

Universitas Pertamina - v
10. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina yang tidak
dapat disebutkan namanya satu per satu yang telah mendidik, membina dan memberikan
ilmu kepada penulis selama masa perkuliahan di Universitas Pertamina.

11. Seluruh keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan moral dan motivasi kepada
penulis selama masa perkuliahan.

12. Orang Tua penulis dalam memberikan wawasan, pesan moral, serta materiil penulis selama
menjalani sekolah dan perkuliahan.

13. Thalia Widanti Dewi Rahmani, Mela Try R., Bela Nurrahmawati, dan Qusnul Dewi N yang
telah menjadi support system disaat penulis merasa tertekan selama perkuliahan serta dalam
menjalani pengerjaan Tugas Akhir (TA).

14. Nevada Saga S., Lukman Jati S. A., Enricho Arifinka A, M. Hasnan R., Syahril Maulana Z.,
M. Fakhri Athallah., dan Suryo Ahmed P merupakan teman-teman penulis dalam
penyusunan Tugas Akhir (TA) secara bersama-sama dan selalu menyemangati satu sama
lain agar dapat menyelesaikan Tugas Akhir (TA) tepat waktu.

15. Seluruh teman-teman penulis mahasiswa/I Program Studi Teknik Perminyakan Angkatan
2016 yang juga berusaha mendapatkan gelar sarjananya yang tidak dapat disebutkan satu per
satu.

16. Seluruh pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Seluruh bantuan yang telah diberikan kepada penulis yang tidak dapat dibalaskan satu per satu,
Semoga Allah SWT membalasnya sebagai amal ibadah dan ilmu serta bantuan yang diberikan dapat
bermanfaat bagi diri sendiri maupun diri orang lain. Aamiin.
Pada penulisan skripsi ini penulis menyadari, bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, maka
kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari berbagai pihak demi kesempurnaan
substansi skripsi ini. Besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang
memerlukan, khususnya bagi peneliti yang bermaksud untuk melakukan penelitian lanjutan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Jakarta, 18 Juni 2020

Andrian Suhartanto
101316027

Universitas Pertamina - vi
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................................................... i

LEMBAR PERNYATAAN......................................................................................................... ii

ABSTRAK.................................................................................................................................. iii

ABSTRACT ............................................................................................................................... iv

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................v

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. vii

DAFTAR TABEL ........................................................................................................................x

DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................. xi

DAFTAR GRAFIK .................................................................................................................. xiii

DAFTAR PERSAMAAN ........................................................................................................... xv

DAFTAR SINGKATAN ...........................................................................................................xvi

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................1

1.1 Latar Belakang ...............................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................................4

1.3 Hipotesis Penelitian ........................................................................................................4

1.4 Batasan Masalah .............................................................................................................4

1.5 Tujuan Penelitian ............................................................................................................5

1.6 Manfaat Penelitian ..........................................................................................................5

1.7 Lokasi Penelitian ............................................................................................................5

1.8 Waktu Pelaksanaan Penelitian.........................................................................................6

BAB II TINJAUAN LITERATUR ..............................................................................................7

2.1 Kerangka Tinjauan Literatur ...........................................................................................7

2.2 Reservoir Oil Rim ...........................................................................................................8

2.2.1 Klasifikasi Reservoir Oil Rim ..................................................................................8

2.2.2 Konsiderasi Pengembangan Reservoir Oil Rim ........................................................9

2.2.3 Tantangan dalam Pengembangan Reservoir Oil Rim.............................................. 12

Universitas Pertamina - vii


2.3 Drilling dan Completion Reservoir Oil Rim .................................................................. 14

2.3.1 Review Sumur Vertikal untuk Reservoir Oil Rim ................................................... 14

2.3.2 Review Sumur Horizontal untuk Reservoir Oil Rim ............................................... 15

2.3.3 Karakteristik Aliran Fluida dalam Completion pada Reservoir Oil Rim .................. 15

2.4 Produksi dan Metode Pengembangan Produksi Reservoir Oil Rim................................. 16

2.4.1 Horizontal Well..................................................................................................... 16

2.4.2 Injeksi Air dan Gas ............................................................................................... 17

2.4.3 Smart Completion ................................................................................................. 18

2.4.4 Mekanisme dan Metode Oil Recovery ................................................................... 18

2.4.5 Water Dumping..................................................................................................... 20

2.5 Penentuan Strategi Depletion Oil Rim ........................................................................... 21

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................................................ 22

3.1. Bentuk Penelitian.......................................................................................................... 22

3.2. Metode Pengumpulan Data ........................................................................................... 24

3.3. Metode Analisis Data ................................................................................................... 25

3.2.1 Uji Multi Regresi .................................................................................................. 25

3.2.2 Uji Probabilistic ................................................................................................... 25

3.2.3 Simulasi Sumur Analog ........................................................................................ 25

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................................... 26

4.1 Overview Lapangan Sampel .......................................................................................... 26

4.2 Data Lapangan Referensi .............................................................................................. 26

4.2.1 Amherstia/ Immortelle Field (Offshore), Trinidad, BP ........................................... 27

4.2.2 Soku Field, (Offshore), Nigeria, Shell ................................................................... 30

4.2.3 Bajiaoting Oil Field (Offshore), East China, CNOOC............................................ 33

4.2.4 Troll Field (Offshore), Norway, Norsk Hydro ....................................................... 36

4.2.5 Bream Field (Offshore), Australia, Esso ................................................................ 38

4.2.6 West Delta Block 75/90 (Offshore), Gulf of Mexico, Amoco ................................. 41

4.2.7 Mahogany Field (Offshore), Trinidad, BP TT........................................................ 43

4.2.8 Rabi Field (Onshore), Gabon, Shell ...................................................................... 46

Universitas Pertamina - viii


4.2.9 Seligi Field (Offshore), Malaysia, Esso ................................................................. 48

4.2.10 Champion West Field (Offshore), Brunei, Brunei Shell Petroleum......................... 52

4.3 Analisis Pengembangan Reservoir Oil Rim pada Lapangan Referensi............................ 53

4.4 Metode Screening Reservoir Oil Rim ............................................................................ 56

4.4.1 Metode Screening Referensi.................................................................................. 56

4.4.2 Rekomendasi Screening Criteria ........................................................................... 60

4.4.3 Perkiraan RF Reservoir Lapangan Oil Rim Menggunakan Metode Multi Regresi ... 61

4.5 Evaluasi Lapangan Sampel ........................................................................................... 63

4.5.1 Kecocokan Screening Criteria Lapangan Sampel .................................................. 63

4.5.2 Perkiraan Recovery Factor Lapangan Sampel........................................................ 72

4.5.3 Penentuan Strategi Depletion pada Lapangan Sampel ............................................ 72

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................................................... 77

5.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 77

5.2 Saran ............................................................................................................................ 77

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 78

LEMBAR BIMBINGAN TUGAS AKHIR ............................................................................... 81

LAMPIRAN ............................................................................................................................... 87

Universitas Pertamina - ix
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Timeline Penelitian Tugas Akhir....................................................................................6

Tabel 4. 1 Lapangan Referensi dalam Studi Pengembangan Reservoir Oil Rim............................. 26

Tabel 4. 2 Reservoir Oil Rim Lapangan Soku ............................................................................... 31

Tabel 4. 3 Perhitungan Water Dumping dan Pressure Lapangan Bajiaoting .................................. 34

Tabel 4. 4 Properties Batuan dan Fluida Lapangan West Delta ..................................................... 42

Tabel 4. 5 Cumulative Produksi Sumur Fase 1 Lapangan Mahogany ............................................ 44

Tabel 4. 6 Cumulative Produksi Sumur Fase 2 Lapangan Mahogany ............................................ 45

Tabel 4. 7 Perbandingan Productivity Index pada Lapangan Rabi ................................................. 48

Tabel 4. 8 Recovery Factor Lapangan Seligi ................................................................................ 51

Tabel 4. 9 Strategi dan Key Finding Lapangan Referensi .............................................................. 53

Tabel 4. 10 Analisa Parameter Pengembangan Reservoir Oil Rim pada Lapangan Referensi ......... 54

Tabel 4. 11 Screening Criteria Reservoir Oil Rim Olamigoke ...................................................... 56

Tabel 4. 12 Screening Criteria Reservoir Oil Rim Masoudi .......................................................... 57

Tabel 4. 13 Parameter Screening Reservoir Oil Rim John ............................................................. 58

Tabel 4. 14 Metode Screening Lapangan Sampel ......................................................................... 60

Tabel 4. 15 Data Parameter Lapangan Referensi........................................................................... 61

Tabel 4. 16 Hasil Perhitungan Koefisien Persamaan Multi Regresi ............................................... 61

Tabel 4. 17 Perhitungan Residual Error ....................................................................................... 62

Tabel 4. 18 Parameter Properties Lapangan Antareja ................................................................... 63

Tabel 4. 19 Parameter Lapangan Referensi dan Sampel ................................................................ 64

Tabel 4. 20 Pengelompokan Probabilistic Properties Aktual Lapangan Referensi ........................ 67

Tabel 4. 21 Ranking Lapangan Reservoir Oil Rim Berdasarkan Properties Setiap Lapangan ......... 68

Tabel 4. 22 Hasil Probabilistic Parameter Properties Lapangan Antareja ..................................... 68

Tabel 4. 23 Penilaian Screening Parameter Reservoir Oil Rim ...................................................... 69

Tabel 4. 24 Penilaian Screening Parameter Reservoir Oil Rim ...................................................... 70

Tabel 4. 25 Properties Reservoir Lapangan Antareja .................................................................... 72

Universitas Pertamina - x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Diversifikasi Indonesia Primary Energy 2010-2030 ...................................................1

Gambar 1. 2 Cekungan Sedimen di Indonesia.................................................................................3

Gambar 2. 1 Kerangka Tinjauan Literatur ......................................................................................7

Gambar 2. 2 Jenis Reservoir Oil Rim..............................................................................................8

Gambar 2. 3 Gas dan Water Coning dalam Reservoir ................................................................... 12

Gambar 2. 4 Persebaran Random Saturation Oil pada Reservoir Oil Rim ...................................... 13

Gambar 2. 5 Coning pada (a) Sumur Vertikal dan (b) Sumur Horizontal ....................................... 17

Gambar 2. 6 Skema Injeksi Air Peripheral (Kiri) dan Fencing (Kanan) ........................................ 17

Gambar 2. 7 Inflow Control Device .............................................................................................. 18

Gambar 2. 8 Kerangka Fase Oil Recovery .................................................................................... 19

Gambar 2. 9 Jenis Enhanced Oil Recovery ................................................................................... 20

Gambar 2. 10 Skema Dump Water Injector .................................................................................. 20

Gambar 2. 11 Matriks Oil Rim Production dan Depletion Strategy ............................................... 21

Gambar 3. 1 Rancangan Penelitian Secara General ...................................................................... 22

Gambar 3. 2 Alur Kerja Penelitian ............................................................................................... 23

Gambar 4. 1 WKP Pertamina EP Cepu dan Lokasi Lapangan Sampel........................................... 26

Gambar 4. 2 Kompleks Lapangan Amherstia / Immortelle............................................................ 27

Gambar 4. 3 Immortelle / Amherstia 22 Sand Log ........................................................................ 28

Gambar 4. 4 Skema Transformasi Sumur BO 1 di Bajiaoting ....................................................... 35

Gambar 4. 5 Peta Lokasi Lapangan Troll...................................................................................... 36

Gambar 4. 6 Peta Sebaran Cadangan Hidrokarbon Lapangan Troll ............................................... 37

Gambar 4. 7 Perbandingan Harapan Produksi Berdasarkan Tahun Lapangan Troll ....................... 38

Gambar 4. 8 Peta Lokasi Lapangan Bream ................................................................................... 39

Gambar 4. 9 Peta Lokasi Lapangan West Delta Bock 75/90.......................................................... 41

Gambar 4. 10 Peta Lokasi Lapangan Mahogany ........................................................................... 43

Gambar 4. 11 Lokasi Lapangan Rabi............................................................................................ 46

Gambar 4. 12 Skema Sumur Horizontal Lapangan Rabi ............................................................... 47

Gambar 4. 13 Peta Lokasi Lapangan Seligi .................................................................................. 48

Universitas Pertamina - xi
Gambar 4. 14 Perambahan We dan Gas Cap di Sekitar Sumur Lapangan Seligi ............................ 49

Gambar 4. 15 Peta Lokasi Lapangan Champion West ................................................................... 52

Gambar 4. 16 Skema Sumur Horizontal pada Lapangan Champion West...................................... 52

Gambar 4. 17 Matriks Konsep Pengembangan Reservoir Oil Rim................................................. 57

Gambar 4. 18 Ranking Properties yang Berpengaruh untuk Pengembangan dengan OTG............. 59

Gambar 4. 19 Ranking Properties yang Berpengaruh untuk Pengembangan dengan COG ............ 59

Gambar 4. 20 Ranking Properties yang Berpengaruh untuk Pengembangan dengan GOD ............ 60

Gambar 4. 21 Struktur Lapangan Antareja.................................................................................... 64

Gambar 4. 22 Matriks Strategi Pengembangan Lapangan Antareja ............................................... 70

Gambar 4. 23 Rekomendasi Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim........................................ 72

Gambar 4. 24 Model Simulasi Sumur Horizontal Analog Lapangan Antareja ............................... 73

Gambar 4. 25 Input Model PROSPER Lapangan Antareja ............................................................ 74

Gambar 4. 26 Output Pemodelan Sumur Lapangan Antareja ........................................................ 74

Universitas Pertamina - xii


DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. 1 Forecasting Permintaan Konsumsi Energi Indonesia ....................................................1

Grafik 1. 2 Defisit Minyak Indonesia .............................................................................................2

Grafik 1. 3 Proyeksi Global Produksi Minyak ...............................................................................2

Grafik 2. 1 Efek Permeabilitas dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim.........9

Grafik 2. 2 Efek Akuifer dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim................ 10

Grafik 2. 3 Efek Gas Cap Size dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim ....... 10

Grafik 2. 4 Efek Oil Viskositas dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim...... 11

Grafik 2. 5 Efek Kv/Kh dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim ................. 11

Grafik 2. 6 Nilai Netto EUR per Sumur untuk Reservoir Oil Rim.................................................. 14

Grafik 4. 1 Perbandingan Completion Rate Lapangan Amherstia .................................................. 29

Grafik 4. 2 Perbandingan Cumulative Production Lapangan Amherstia ........................................ 29

Grafik 4. 3 Perbandingan dengan atau tanpa Produksi Gas Cap Lapangan Amherstia ................... 30

Grafik 4. 4 Sensitivitas Recovery terhadap Pengambilan Gas Cap FGIIP p.a Soku Field ............... 32

Grafik 4. 5 Incremental Recovery untuk Panjang Sumur dan Well Spacing Soku Field ................. 32

Grafik 4. 6 Recovery Factor Minyak dari Reservoir dengan Gas Cap di Shell Nigeria .................. 33

Grafik 4. 7 Efek Water Dumping Lapangan Bajiaoting ................................................................. 35

Grafik 4. 8 Prediksi Oil Rate dan Cumulative Oil Production di Bajiaoting .................................. 36

Grafik 4. 9 Tipikal Performa Sumur pada Lapangan Troll ............................................................ 38

Grafik 4. 10 Performa Injeksi Gas pada Lapangan Bream ............................................................. 40

Grafik 4. 11 Perbandingan Performa Sumur pada Lapangan Bream .............................................. 40

Grafik 4. 12 Perbandingan Cumulative Production Lapangan Bream ............................................ 40

Grafik 4. 13 Performa Sumur Vertikal Conventional Lapangan West Delta .................................. 41

Grafik 4. 14 Perbandingan PI Sumur pada Lapangan West Delta .................................................. 42

Grafik 4. 15 Perubahan Water Cut pada Lapangan West Delta ..................................................... 42

Grafik 4. 16 Performa Sumur pada Lapangan West Delta ............................................................. 43

Grafik 4. 17 Efek Artificial Gas Lift pada Lapangan Mahogany .................................................... 45

Grafik 4. 18 Produksi Rate Lapangan Mahogany .......................................................................... 46

Grafik 4. 19 Efek Pressure Build Up pada Produksi Lapangan Rabi ............................................. 47

Universitas Pertamina - xiii


Grafik 4. 20 Production Rate Horizontal Well dan Vertical Well Lapangan Seligi ........................ 50

Grafik 4. 21 Efek Injeksi Air pada Lapangan Seligi ...................................................................... 50

Grafik 4. 22 Efek GIGP pada Lapangan Seligi ............................................................................. 51

Grafik 4. 23 Laju Produksi terhadap Fungsi Cummulative Minyak Lapangan Champion West ...... 53

Grafik 4. 24 Perbandingan Kurva Prediksi vs Actual RF ............................................................... 62

Grafik 4. 25 Probabilistic Ketebalan Reservoir Lapangan Referensi ............................................. 65

Grafik 4. 26 Probabilistic Porositas Reservoir Lapangan Referensi .............................................. 65

Grafik 4. 27 Probabilistic Permeabilitas Reservoir Lapangan Referensi ....................................... 66

Grafik 4. 28 Probabilistic M Factor Reservoir Lapangan Referensi ............................................. 66

Grafik 4. 29 Probabilistic Viskositas Minyak Reservoir Lapangan Referensi ............................... 66

Grafik 4. 30 Probabilistic Kekuatan Akuifer Reservoir Lapangan Referensi ................................. 67

Grafik 4. 31 Coefficient untuk Persamaan Regresi (4.1) ................................................................ 71

Grafik 4. 32 T Value untuk Persamaan Regresi (4.1) .................................................................... 71

Grafik 4. 33 Plot IPR vs VLP Sumur Ant-1 .................................................................................. 75

Grafik 4. 34 Prediksi Profil Produksi Sumur Ant-1 pada Lapangan Antareja................................. 75

Universitas Pertamina - xiv


DAFTAR PERSAMAAN
Persamaan 4. 1 Multi Regresi ....................................................................................................... 62

Persamaan 4. 2 Estimated Ultimate Recovery ............................................................................... 72

Persamaan 4. 3 Estimasi Total Sumur........................................................................................... 76

Universitas Pertamina - xv
DAFTAR SINGKATAN

No Lambang/Singkatan Arti Keterangan


1 μ Viskositas
2 θ Porositas
3 BO 1 Bajiaoting Oil 1
4 BOE Barrel of Oil Equivalent
5 COG Concurrent Oil and Gas
6 DCA Decline Curve Analysis
6 EOR Enhanced Oil Recovery
7 EUR Estimated Ultimate Recovery
8 FGIIP Free Gas Initially In Place
9 GOC Gas Oil Contact
10 GOD Gas Only Development
11 GOR Gas Oil Ratio
12 Ho Ketebalan Kolom Minyak
13 ICD Inflow Control Device
14 IEO Indonesia Energy Outlook
Inflow Performance
15 IPR
Relationship
16 K Permeabilitas
17 Kv/kh Permeability Anisotropy
Rasio gas to oil volume
18 M
reservoir
19 mD Mili Darcy
20 N Jumlah Sumur
21 OMC Oil Management Center
22 OTG Oil Then Gas
23 Rf Recovery Factor
24 SCF Standard Cubic Feet
Stock Tank Oil Initially in
25 STOIIP
Place
26 UDC Unit Development Cost
27 VLP Vertical Lift Performance
28 WOC Water Oil Contact

Universitas Pertamina - xvi


Universitas Pertamina - i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kebutuhan Masyarakat akan ketersediaan energi khususnya minyak bumi sebagai bahan bakar
setiap tahunnya memiliki kecenderungan meningkat berdasarkan survei dan prediksi yang
dilakukan oleh Indonesia Energy Information Administration pada Indonesia Energy Outlook
2019.

600

500

400 Listrik
MTOE

EBT
300
Minyak
200
Gas
100 Batubara

0
2020 2030 2040 2050

Grafik 1. 1 Forecasting Permintaan Konsumsi Energi Indonesia (IEO, 2019)

Dari hasil survei tersebut sangat dimungkinkan muncul peningkatan jumlah permintaan
minyak bumi dari tahun ke tahun yang tidak dapat diimbangi dengan hasil produksi minyak
bumi yang fluktuatif tidak konsisten atau bahkan menurun. Dengan melihat situasi tersebut
dinilai perlunya upaya menjaga kesetimbangan antara Supply dan Demand minyak bumi di
Indonesia. Terbukti dengan mitigasi annual demand pada tahun 2010 dan 2030.

Year 2010 Hydro, 138.0, Year 2030


4%
Biomass, 41, Geothermal, 103.0,
Biofuel, 2.3, 0%
Geothermal, 10.2, 4%
Gas, 931, 27% CBM, 103.0, 3%

Hydro, 44.9,

Gas, 207, 19% Oil, 422, 39% Biomass


, 69, 2% Biofuel, 172.0,
5%
Other,
185.4, 5% Wind, 0.3, 0%
Coal, 1034, 30%
Solar, 1.7, 0%
Coal, 353, 33%
Nuclear, 11.4,
Oil, 896, 26% 0%
Total Annual Demand: 1080 BOE Total Annual Demand: 3448 BOE

Gambar 1. 1 Diversifikasi Indonesia Primary Energy 2010-2030 (IEO, 2010)

Universitas Pertamina - 1
2,000,000
1,800,000
1,600,000
1,400,000
1,200,000

bbl
1,000,000
800,000
600,000
400,000
200,000
0
2000 2005 2010 2015 2020
Tahun

Produksi Konsumsi

Grafik 1. 2 Defisit Minyak Indonesia (SKK Migas, 2015)

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan
Gas. Maka pemerintah memiliki hak dan kewajiban untuk menjamin ketahanan energi
khususnya minyak bumi melalui perusahaan minyak dan gas negara. Pengembangan reservoir
conventional sangat dimungkinkan mengingat potensi dari reservoir tersebut sangat besar
untuk membantu peningkatan cadangan yang dapat diproduksi hal ini diperkuat dengan
kemampuan penambahan cadangan yang digambarkan oleh studi yang dilakukan oleh
University of Michigan.

Grafik 1. 3 Proyeksi Global Produksi Minyak (University of Michigan, 2019)

Berdasarkan peta cekungan sedimen di Indonesia dapat diinformasikan bahwa produksi


reservoir konvensional melalui pengembangan lapangan baru dapat dilakukan tetapi
memerlukan biaya yang sangat besar dan waktu riset yang cukup lama dari fase eksplorasi
sampai eksploitasi. Sedangkan jika melihat peta lapangan existing sudah cukup banyak
lapangan yang berproduksi dan on development yang layak secara keekonomian dan teknologi.

Universitas Pertamina - 2
Pada beberapa Lapangan existing terdapat reservoir oil rim yang mempunyai peluang untuk
dikembangkan.

Gambar 1. 2 Cekungan Sedimen di Indonesia (Dirjen Migas, 2012)

Situasi inilah yang mendorong untuk mengevaluasi dan mengembangkan potensi reservoir oil
rim. Indonesia memiliki potensi dengan mengembangkan reservoir yang memiliki kolom
minyak tipis pada suatu reservoir. Oil rim production sendiri adalah metode yang
mengupayakan pengembangan produksi minyak pada lapisan kolom tipis reservoir dengan gas
cap dan aquifer yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan recovery factor dengan
beberapa pertimbangan pemilihan reservoir yang direkomendasikan oleh screening criteria
Olamigoke, Masoudi, dan John. Pada Gambar 1.2 terdapat banyak lapangan yang sudah
dikembangkan. Apabila terdapat kolom minyak tipis pada reservoir lapangan existing tersebut,
maka setiap lapangan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan reservoir oil
rim guna menambah angka produksi minyak untuk Indonesia.

Peningkatan angka produksi minyak tersebut terjadi karena terdapat cadangan minyak pada
resource minyak tipis yang tersebar random pada reservoir dapat diproduksi dengan metode
oil rim production, guna menambah cumulative production dengan efektif yang menghasilkan
incremental recovery factor yang signifikan. Adapun lesson learned pada pengembangan oil
rim production beberapa lapangan yang sukses sebelumnya, diharapkan dapat membantu
percepatan riset pada lapangan sampel. Secara garis besar, konsep pengembangan reservoir
oil rim dapat dilakukan pada berbagai reservoir sehingga dapat menciptakan cadangan minyak
alternatif.

Pada pembahasan Tugas Akhir ini yang dilakukan peneliti adalah menganalisa parameter yang
sesuai dengan kriteria metode oil rim production pada lapangan sampel, menentukan tingkat
keberhasilan oil rim production pada lapangan sampel. menilai faktor yang mampu
memberikan pengaruh pada incremental recovery factor yang signifikan pada proyek oil rim
production, dan merekomendasikan strategi pengembangan deplesi reservoir oil rim pada
lapangan sampel.

Pada Tugas Akhir ini peneliti melakukan studi pengembangan oil rim berdasarkan referensi
global yang diberi judul “STUDI STRATEGI PENGEMBANGAN RESERVOIR OIL RIM

Universitas Pertamina - 3
PADA LAPANGAN SAMPEL DENGAN MENGGUNAKAN REFERENSI GLOBAL DAN
USULAN PERSAMAAN EMPIRIK”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian sebagai
berikut:
a) Belum adanya konsep pengembangan reservoir oil rim lapangan sampel yang mengacu
kepada referensi global.
b) Bagaimana keberhasilan metode oil rim pada lapangan referensi?
c) Apakah Parameter yang menentukan dan menjadi pertimbangan dalam pengembangan
oil rim pada lapangan referensi?
d) Bagaimana kecocokan pengembangan reservoir oil rim pada lapangan sampel dengan
metode screening Olamigoke, Masoudi & John?
e) Berapa prediksi angka recovery factor pengembangan oil rim pada lapangan sampel dan
bagaimana penentuannya?
f) Bagaimana kecocokan dan strategi pengembangan reservoir oil rim pada lapangan
sampel berdasarkan metode screening referensi?

1.3 Hipotesis Penelitian

Menurut Arikunto (2006) menjelaskan bahwa hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban
yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang
terkumpul. Hipotesis yang dirumuskan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Terdapat potensi reservoir oil rim pada lapangan sampel yang saat ini belum
dikembangkan dengan mengacu referensi global.
b) Keberhasilan dari metode pengembangan oil rim lapangan sampel dipengaruhi oleh
faktor teknis dan keekonomian ditunjang dengan sumber daya yang baik.
c) Faktor-faktor utama yang mempengaruhi strategi depletion untuk pengembangan
reservoir oil rim di bawah gas cap dan dukungan water drive yang diidentifikasi yaitu
ketebalan kolom oil, nilai permeabilitas, ukuran gas cap, kekuatan akuifer, geometri
reservoir, besarnya bed dip, porositas dan viskositas minyak.
d) Metode screening beberapa ahli kemungkinan cocok untuk diterapkan pada lapangan
sampel.
e) Berdasarkan formula empiris perhitungan recovery factor dengan multi regresi pada
lapangan sampel dapat ditentukan dengan angka berpotensi RF > 18%.
f) Berdasarkan metode screening referensi pengembangan oil rim di lapangan sampel
sesuai dengan kriteria dan dapat dikembangkan dengan beberapa strategi depletion yaitu
oil then gas dan concurrent oil and gas yaitu pengembangan minyak sepenuhnya atau
sebagian terlebih dahulu kemudian gas, dan pengembangan minyak dan gas secara
bersamaan.

1.4 Batasan Masalah

Agar tujuan utama tercapai dan pembahasan tidak meluas serta tidak menjadikan adanya
penyimpangan permasalahan, maka peneliti membuat batasan masalah yang akan dikaji
sebagai berikut:
a) Metode yang digunakan peneliti yaitu studi literatur reservoir oil rim dengan proses
screening criteria reservoir development Assessment dengan komparasi strategi

Universitas Pertamina - 4
pengembangan 10 lapangan yang memiliki tingkat keberhasilan pengembangan pada
reservoir oil rim dengan peningkatan recovery factor yang signifikan.
b) Pada Tugas Akhir ini metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode regresi, uji
probabilistic, dan simulasi performa sumur analog.
c) Studi tentang reservoir oil rim ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan
pengembangan lapangan sampel.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian Tugas Akhir ini meliputi:


a) Mengkaji konsep pengembangan reservoir oil rim pada lapangan sampel berdasarkan
referensi global.
b) Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada keberhasilan pengembangan reservoir
oil rim.
c) Mengetahui dan mempelajari perbandingan parameter keberhasilan pada lapangan
referensi dan lapangan sampel.
d) Melakukan evaluasi metode screening yang tepat digunakan pada lapangan sampel
e) Menentukan formula empiris untuk penentuan angka recovery factor dengan metode
multi regresi pada lapangan sampel.
f) Memberikan rekomendasi kecocokan dan strategi pengembangan oil rim pada lapangan
sampel berdasarkan metode screening referensi.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian Tugas Akhir ini adalah:


a) Bagi Peneliti dan Masyarakat
Sebagai sarana dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki peneliti dalam
membandingkan antara teori yang pernah diperoleh peneliti dalam perkuliahan dengan
penerapan sebenarnya di lapangan serta untuk memberikan kontribusi pengetahuan
peneliti kepada masyarakat khususnya tentang peningkatan perolehan produksi minyak
pada reservoir oil rim.
b) Bagi Universitas Pertamina
Sebagai bentuk sumber referensi dan informasi dalam memberikan gambaran kepada
civitas akademika Universitas Pertamina khususnya Program Studi Teknik
Perminyakan yang akan menyusun Tugas Akhir atau penelitian yang relevan
selanjutnya.
c) Bagi Perusahaan
Sebagai bentuk rekomendasi dan konsiderasi dalam pengembangan strategi reservoir
oil rim dan oil rim production di Lapangan Sampel.

1.7 Lokasi Penelitian

Penelitian Tugas Akhir ini bertempat pada kampus Universitas Pertamina dan PT. Pertamina
di Salah satu aset lapangan milik PT Pertamina EP Cepu yaitu Lapangan Antareja yang
bertempat di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Kondisi lapangan Antareja saat ini terdapat
6 sumur, yakni 4 sumur di Antareja East dan 2 di Antareja Central. Dan sedang dikembangkan
untuk on stream gas pada tahun 2021.

Universitas Pertamina - 5
1.8 Waktu Pelaksanaan Penelitian

Penelitian Tugas Akhir ini dilaksanakan dengan durasi 6 bulan dengan rincian 3 Bulan
Pertama di PT. Pertamina dan seluruhnya dilaksanakan di Kampus Universitas Pertamina
terhitung dari Januari 2020. Berikut timeline penelitian yang disajikan pada Tabel 1.1.

Tabel 1. 1 Timeline Penelitian Tugas Akhir

Tahun 2020

Kegiatan Januari Februari Maret April Mei Juni

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Penyusunan
Proposal

Konsultasi
Dosen dan
Pembimbing
Instansi

Penyusunan
Bab I

Penyusunan
Bab II

Penyusunan
Bab III

Penyusunan
Bab IV

Penyusunan
Bab V

Penyusunan
Laporan
Tugas Akhir

Universitas Pertamina - 6
Universitas Pertamina - 1
BAB II
TINJAUAN LITERATUR
2.1 Kerangka Tinjauan Literatur
Pada penelitian ini tentunya membutuhkan sebuah kerangka literatur penelitian yang baik.
Menurut Effendy (2004) mengatakan bahwa teori berguna menjadi titik tolak atau landasan
berpikir dalam memecahkan atau menyoroti masalah. Fungsi teori sendiri adalah untuk
menerangkan, meramalkan, memprediksi, dan menemukan hubungan fakta-fakta yang ada
secara sistematis. Pada Gambar 2.1 dalam kerangka tinjauan literatur penelitian ini dibagi
kedalam 3 variabel utama yaitu reservoir, drilling completion dan produksi yang memiliki
tantangan serta konsiderasi yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan reservoir oil
rim.

Drilling dan Gas dan Water


Completion Injection
Reservoir Oil Rim - Dandonna 1994
- Olamigoke 2009
- Masoudi 2013 - Hegre 1975
- Cosse 1993

Karakteristik Smart Completion


Aliran Fluida
- Madsen 2005
Reservoir Oil Rim
Klasifikasi Oil Rim - Vo D.T dkk 2000
Reservoir Horizontal Well
- Masoudi 2013
- Olamigoke 2009 - Rougeout 1991
- Joshi 1988 dan
1991

Tantangan
Pengembangan Metode Produksi
Oil Rim Oil Rim Reservoir
Konsiderasi dan
Parameter - Kolbikov 2012 - Mikael Hook
Pengembangan - Gallagher 1993 2014
Oil Rim
Reservoir - Kromah 2008 - Masoudi 2013

- Vo D.T dkk - Ahmed 2010 - Vo D.T dkk 2000

2000 - Ali 2012 - Olamigoke 2009


- Peter 2019 - Kabir 2008
- Balogun 2015

Enhanced Oil
Recovery
- Carcoana 1992
- Alvarado 2010
- Larry 1989

Penentuan Strategi
Depletion Oil Rim Water Dumping
- Masoudi 2013
- Zhang 2014

Gambar 2. 1 Kerangka Tinjauan Literatur

Universitas Pertamina - 7
2.2 Reservoir Oil Rim
Menurut Masoudi (2013) mengutarakan reservoir oil rim adalah reservoir minyak yang
biasanya dilapisi oleh aquifer dan / atau dilapisi dengan gas cap yang lebih besar, biasanya
memiliki ketebalan kolom minyak mulai dari kurang dari 30 hingga 90 feet. Kolom ini
mungkin berbentuk pancake atau payung tipis. Kolom hidrokarbon pada reservoir oil rim
dapat berada di zona transisi kapiler karena ketebalannya terbatas terlepas dari jenis batuan
dan propertinya. Saturation air dan GOR yang tinggi di zona transisi kapiler dengan akuifer
di bawahnya dan gas cap di atasnya membuat dinamika aliran yang kompleks di reservoir
tersebut, oleh karena itu, menjadi tantangan karena sumber daya minyak yang tersebar tipis
dan mekanisme produksi yang rumit.

Gambar 2. 2 Jenis Reservoir Oil Rim (Masoudi, 2013)

2.2.1 Klasifikasi Reservoir Oil Rim


Menurut Masoudi (2013) mengungkapkan reservoir oil rim memiliki tipikal nilai recovery
factor yang kecil dengan nilai < 18%. Dalam studinya Olamigoke (2009) mengatakan bahwa
masing-masing sumur di reservoir oil rim ini memiliki kinerja yang sangat berbeda. Reservoir
oil rim dapat diklasifikasikan secara kualitatif ke dalam lima kategori yaitu very poor
performance, poor performance, average performance, good performance dan very good
performance. Deskripsi klasifikasi tersebut dikelompokkan kedalam 3 kelompok sebagai
berikut:
Kondisi Alpha
Kondisi reservoir yang dikategorikan very poor performance memiliki RF kurang dari 10%.
Pada kategori ini terdapat 2 Jenis reservoir oil rim. Jenis pertama reservoir oil rim yang
memiliki GOR yang tinggi akibat pergerakan GOC ke bawah yang dapat mengakibatkan gas
early breakthrough. Reservoir ini relatif tebal dengan STOIIP yang rendah dan dukungan
tekanan yang sangat lemah. Reservoir Kedua memiliki kondisi yang berbeda. Seharusnya
menjadi salah satu reservoir dengan performa yang baik dilihat dari karakteristik reservoir
dengan (Support tekanan yang baik, Kualitas pasir yang baik, STOIIP yang besar) namun
memiliki beberapa titik drainase yang sebagian besar mengalami masalah yang berbeda mulai
dari completion akibat sifat natural minyak hingga produksi pasir yang tidak terduga.
Kondisi Beta
Kondisi reservoir yang dikategorikan poor performance dan average performance memiliki
RF sebesar 10% - 18% karena sebagian besar pada kategori ini memiliki masalah gas dan
water coning yang membatasi potensi produksi reservoir ini. Reservoir oil rim yang sangat
tipis termasuk dalam kategori ini. Selain itu reservoir oil rim dalam kategori ini dipengaruhi
gas cap karena produksi free gas dan keberadaan akuifer yang cukup kuat. Beberapa sumur di
reservoir mengalami disposisi skala dari hasil simulasi terhadap pilot project, produksi pasir

Universitas Pertamina - 8
yang produktivitasnya terbatas. Early gas breakthrough dan produksi minyak dengan GOR
tinggi dapat menyebabkan penutupan banyak sumur di reservoir ini.
Adapun kondisi yang sangat dipertimbangkan apabila reservoir memiliki dukungan tekanan
yang memadai baik dari akuifer yang cukup kuat atau gas cap yang besar. Sumur-sumur
tersebut telah mampu memberikan recovery minyak dalam jumlah besar dengan water cut
yang tinggi dan GOR. Produktivitas beberapa reservoir telah ditingkatkan dengan kehadiran
minyak ringan dengan pasir yang berkualitas baik.
Kondisi Charlie
Kondisi reservoir yang dikategorikan very good performance memiliki RF > 18% karena
reservoir dalam kategori ini memiliki permeabilitas yang sangat tinggi dan STOIIP yang relatif
besar (area drainase baik). Dengan dukungan tekanan yang memadai dari gas cap dan akuifer
yang cukup aktif.

2.2.2 Konsiderasi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Kemudian juga dalam studinya Vo et al. (2000) membahas parameter yang mempengaruhi
pengembangan kolom oil rim. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi strategi depletion
untuk pengembangan oil rim production di bawah gas cap dan dukungan water drive dapat
diidentifikasi yaitu ketebalan Oil Rim, permeabilitas, ukuran gas cap, kekuatan akuifer,
geometri reservoir, besarnya bed dip dan viskositas minyak.
Berdasarkan studi Masoudi (2013) dan Olamigoke (2009) menyimpulkan ada 5 korelasi grafik
yang membantu dalam penentuan screening reservoir oil rim. Yaitu Permeabilitas dan
ketebalan, akuifer, ukuran gas cap, Viskositas dan efek kv/kh.

Grafik 2. 1 Efek Permeabilitas dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir
Oil Rim (Olamigoke, 2009)

Berdasarkan kurva Grafik 2.1 dengan sumbu x adalah ketebalan oil rim dalam satuan feet dan
sumbu y adalah oil recovery dilakukan sensitivitas dengan permeabilitas dalam beberapa nilai
yang dimana dapat disimpulkan semakin besar permeabilitas dan ketebalan maka oil recovery
akan meningkat juga.

Universitas Pertamina - 9
Grafik 2. 2 Efek Akuifer dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim
(Olamigoke, 2009)

Berdasarkan kurva Grafik 2.2 dengan sumbu x adalah ketebalan oil rim dalam satuan feet dan
sumbu y adalah oil recovery dilakukan sensitivitas dengan efek akuifer dalam 3 bentuk nilai
yaitu strong aquifer, weak aquifer dan moderate aquifer yang dimana dapat disimpulkan pada
weak aquifer memiliki oil recovery yang paling kecil, untuk moderate aquifer memiliki angka
oil recovery yang cenderung stabil yaitu tidak terlalu besar dan terlalu kecil. Sedangkan pada
strong aquifer memiliki oil recovery yang paling tinggi.

Grafik 2. 3 Efek Gas Cap Size dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil
Rim (Olamigoke, 2009)

Berdasarkan kurva Grafik 2.3 dengan sumbu x adalah ketebalan oil rim dalam satuan feet dan
sumbu y adalah oil recovery dilakukan sensitivitas dengan gas cap size effect atau dapat
dikenal dengan m factor dengan beberapa nilai yang dimana dapat disimpulkan semakin kecil
m factor maka recovery oil rim akan meningkat dan semakin besar ketebalan maka oil
recovery akan meningkat juga.

Universitas Pertamina - 10
Grafik 2. 4 Efek Oil Viskositas dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir
Oil Rim (Olamigoke, 2009)

Berdasarkan kurva Grafik 2.4 dengan sumbu x adalah ketebalan oil rim dalam satuan feet dan
sumbu y adalah oil recovery dilakukan sensitivitas dengan oil viscosity dengan beberapa nilai
yang dimana dapat disimpulkan semakin kecil viskositas maka oil recovery akan meningkat
dan semakin besar ketebalan maka oil recovery akan meningkat juga.

Grafik 2. 5 Efek Kv/Kh dan Ketebalan terhadap Oil Recovery pada Reservoir Oil Rim
(Olamigoke, 2009)

Berdasarkan kurva Grafik 2.5 dengan sumbu x adalah ketebalan oil rim dalam satuan feet dan
sumbu y adalah oil recovery dilakukan sensitivitas dengan Kv/Kh dalam beberapa nilai yang
dimana dapat disimpulkan semakin besar Kv/Kh dan ketebalan maka oil recovery akan
meningkat juga.

Universitas Pertamina - 11
2.2.3 Tantangan dalam Pengembangan Reservoir Oil Rim

Beberapa ahli mengutarakan tentang tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam


pengembangan reservoir oil rim kedepannya. Berikut merupakan ulasan tantangan-tantangan
pengembangan oil rim berdasarkan studi ahli:

 Water dan Gas Coning

Pada studinya Kolbikov (2012) mengatakan bahwa tingginya water cut, fast gas, dan
water coning adalah penyebab utama rendahnya recovery reservoir oil rim. Diperkuat
oleh Gallagher et al. (1993) bahwa prediksi perilaku coning sangat penting dalam
mengevaluasi pengembangan reservoir oil rim dan forecasting kinerja depletion
reservoir oil rim. Hal yang sama dikemukakan oleh Olamigoke (2009) mengatakan
bahwa gas dan water coning dapat membatasi potensi produksi oil rim, akibat Early gas
breakthrough dan produksi pada GOR yang tinggi menyebabkan shut in sumur pada
kebanyakan reservoir.

Dua peneliti yang melakukan penelitian tentang water dan gas coning Kromah dan
Dawe (2008) menyimpulkan pada umumnya, coning adalah sistem di mana gas atau air
atau keduanya bergerak menuju perforasi sumur minyak dalam bentuk kerucut yang
disebabkan oleh penurunan tekanan di dalam kolom minyak dekat dengan wellbore.
Tekanan Drawdown cukup besar dapat memanipulasi viskositas dan gaya gravitasi yang
menyebabkan gas dipping dan water cresting dalam reservoir dengan kata lain gas dan
water coning.

Gambar 2. 3 Gas dan Water Coning dalam Reservoir (Ahmed, 2010)

Berdasarkan studinya Ahmed (2010) membagi coning gas dan air menjadi dua konsep
yaitu coning stabil dan coning tidak stabil. Dinyatakan bahwa kondisi steady state
tercapai jika sumur memproduksi pada tingkat produksi konstan dan penurunan tekanan
stabil. Jika kekuatan viskositas dari air dan gas cap dipengaruhi sedikit gaya gravitasi,
maka coning yang terbentuk akan stabil dan tidak mencapai ke sumur. Namun, jika
tekanan dalam sistem reservoir minyak tidak stabil, yang juga dikenal sebagai kondisi
tidak stabil, Coning yang terbentuk akan menjadi coning yang tidak stabil. Berbeda
dengan coning yang stabil, coning unstable akan menjurus kontinu ke arah interval
produksi hingga kondisi steady state tercapai. Ketika kekuatan viskositas melampaui
gaya gravitasi, coning yang tidak stabil akan masuk ke dalam sumur. Fenomena ini
dikenal sebagai gas atau water breakthrough.

Universitas Pertamina - 12
Dari studi lanjutnya Ahmed (2010) merekomendasikan untuk memprediksi waktu gas
dan water breakthrough di setiap reservoir minyak, laju produksi kritis, panjang
optimal, dan posisi interval perforasi adalah hal penting yang perlu ditinjau. Tingkat
produksi kritis didefinisikan sebagai "Laju produksi maksimum minyak tanpa
concurrent produksi (air atau gas) akibat perpindahan minyak oleh coning".

 Sebaran Resource dalam Reservoir


Berdasarkan studinya Masoudi (2013) menyatakan bahwa reservoir oil rim, umumnya
dilapisi oleh aquifer dan / atau gas cap, Rata-rata saturation air yang tinggi di zona
transisi kapiler bersama dengan akuifer dan gas cap menciptakan dinamika aliran yang
kompleks di reservoir tersebut. Produksi minyak dari reservoir oil rim selalu menjadi
tantangan karena sumber daya minyak yang tersebar tipis.

Gambar 2. 4 Persebaran Random Saturation Oil pada Reservoir Oil Rim (Okon, 2019)

 Mekanisme Produksi yang Kompleks


Menurut Zadeh (2012) menjelaskan sifat reservoir oil rim membuat mekanisme yang
kompleks dalam produksi maka sumur horizontal panjang menjadi pilihan yang
menarik untuk meningkatkan kontak reservoir sumur dan mengurangi drawdown.
Namun, meningkatkan panjang lubang horizontal menyebabkan beberapa tantangan
produksi. Dalam sumur horizontal panjang dengan penyelesaian lubang terbuka,
drawdown di bagian heel jauh lebih tinggi daripada drawdown di bagian toe. Ini karena
hilangnya tekanan friction kumulatif yang lebih tinggi di bagian heel daripada toe.
Dengan demikian, produksi yang lebih tinggi di heel daripada bagian toe sangat
diharapkan. Akibatnya, aliran dari reservoir ke sumur dan breakthrough air / gas
menjadi tidak seragam. Fenomena ini menghasilkan breakthrough air atau gas dan
menurunkan perolehan minyak dan efisiensi penyapuan.

 Recovery Factor yang Rendah


Dari hasil studi incremental recovery factor yang dilakukan oleh Masoudi (2013)
menerangkan dampak efek breakthrough air dan gas awal di reservoir oil rim, area
drainase sumur bisa sangat terbatas di sekitar sumur dengan EUR yang relatif rendah
per sumur. Sumur dapat memproduksi air dengan peningkatan water cut atau
menghasilkan gas sedangkan GOC dan OWC di bagian lain reservoir tidak berubah.
Oleh karena itu, jarak yang baik perlu dioptimalkan untuk completion dengan jumlah
sumur yang diperlukan. Untuk alasan ini, selain prediksi model dinamis, sumur awal
dapat dirancang untuk memandu jarak yang baik dengan tujuan mengonfirmasi jarak
sumur yang optimal untuk pengembangan sumur berikutnya.

Universitas Pertamina - 13
Grafik 2. 6 Nilai Netto EUR per Sumur untuk Reservoir Oil Rim (Masoudi, 2013)

 Pengembangan Lapangan yang mahal dan Marginal Ekonomi


Menurut Peter (2019) menerangkan ekonomi mungkin merupakan faktor paling penting
yang mempengaruhi pengembangan reservoir oil rim dan disebut sebagai salah satu dari
tiga faktor (Kolbikov, 2012). Dengan recovery yang rendah dan ekonomi yang buruk,
perusahaan akan sangat berjuang untuk melakukan pengembangan tersebut. Situasi
diperburuk apabila proyek dikembangkan pada reservoir offshore yang memiliki
infrastruktur sangat terbatas.

 Strategi Depletion Gas atau Minyak


Tipikal kasus dalam konteks ini adalah tentang bagaimana ekonomi mempengaruhi
pengembangan oil rim seperti proyek yang dilaporkan oleh Balogun et al. (2015)
menjelaskan dalam makalahnya " Hydrocarbon Resource Development Decision for
gas reservoir with 10 ft oil rim: Niger delta case study". Ini adalah kasus di mana tim
studi harus membuat pilihan untuk mempertimbangkan pengembangan oil rim 10 feet
mengingat ekonomi yang buruk hingga $ 100 / boe Unit Development Cost (UDC)
dibandingkan dengan komponen gas development yaitu $ 3,4 / boe .

2.3 Drilling dan Completion Reservoir Oil Rim


Pada bagian drilling untuk reservoir oil rim terdapat beberapa tipe yang digunakan namun
sebagian besar menggunakan 2 jenis tipe well yaitu vertical well dan horizontal well. Beberapa
ahli merekomendasikan horizontal well sangat cocok untuk diterapkan dalam completion
reservoir oil rim.

2.3.1 Review Sumur Vertikal untuk Reservoir Oil Rim


Menurut Olamigoke (2009) menerangkan untuk memaksimalkan pemulihan minyak di
reservoir dengan akuifer dan gas cap merupakan sebuah tantangan karena coning dan cusping
tidak bisa dihindari. Minyak secara signifikan akan tertinggal karena breakthrough yang
disebabkan oleh production rate yang berlebihan, permeabilitas tinggi; dll. Reservoir oil rim
biasanya dikembangkan secara oportunistis dengan melengkapi sumur yang ada melalui

Universitas Pertamina - 14
recompletion sumur vertikal. Pengembangan menggunakan sumur vertikal bisa berhasil ketika
garis-garis shale membatasi coning dan memastikan bahwa aliran langsung menuju sumur
dengan sangat baik.

2.3.2 Review Sumur Horizontal untuk Reservoir Oil Rim


Berdasarkan studinya di Indonesia Vo et al. (2000) menjelaskan ketika mengevaluasi kinerja
lebih dari lima puluh sumur horizontal yang dibor untuk menargetkan reservoir minyak dengan
by-pass untuk reservoir yang terisolasi. Oil rim yang bervariasi antara ketebalan 10 hingga 40
feet sebagai hasil dari produksi di bawah gas cap dan diatas aquifer kinerja sumur horizontal
menunjukkan performa yang sangat baik dengan cumulative produksi yang meningkat dan
recovery factor yang meningkat pula. Berdasarkan data statistik yang dihasilkan dari analisis
sumur-sumur ini, adanya hubungan spesifikasi antara cadangan dan parameter sumur pada
reservoir dapat memberikan korelasi yang berguna untuk memprediksi kinerja sumur di masa
depan untuk membantu perencanaan sumur di masa depan dalam reservoir oil rim yang
memiliki sifat batuan dan fluida yang serupa.

2.3.3 Karakteristik Aliran Fluida dalam Completion pada Reservoir Oil Rim
Berdasarkan studi lebih lanjut yang dilakukan oleh Vo et al. (2000) mengungkapkan
pentingnya mengetahui karakteristik aliran hidrokarbon oil rim diperlukan untuk manajemen
reservoir, memprediksi parameter dan perencanaan sumur yang sesuai. Didukung pula dalam
penggunaan pemodelan reservoir untuk mengidentifikasi / mengonfirmasi kontak fluida,
memilih strategi penyelesaian (penempatan sumur, panjang sumur, sifat kontak fluida),
memprediksi kinerja, analisis sensitivitas untuk menyelidiki efek penempatan sumur pada
pemulihan minyak dan gas dalam kolom oil rim dengan dukungan gas cap dan bottom water.
Pada mekanisme oil recovery. selain kekuatan viskositas untuk sweep efisiensi, juga
tergantung pada dua kekuatan pendorong yaitu ekspansi gas cap dan kenaikan water
encroachment. Menjaga keseimbangan kedua kekuatan pendorong ini akan menghasilkan
recovery yang lebih tinggi.
Pada posisi completion yang dekat dengan GOC sangat bergantung pada ketebalan kolom
minyak dan ukuran gas cap, Efek kekuatan dorongan gas cap sangat berpengaruh pada
peningkatan GOR dimana apabila GOR tinggi maka kolom minyak semakin menipis dan akan
memproduksi free gas. GOR dapat menjadi seimbang dengan bantuan akuifer yang masuk
kedalam zona sumur dimana akan membantu dengan efek water drive namun apabila gas cap
habis ditunjukkan dengan GOR yang rendah maka dapat terjadi water cut hal ini menunjukkan
perlunya menjaga keseimbangan gas cap dan Akuifer.
Pada posisi completion yang jauh dari GOC sumur akan berproduksi dengan stabil sampai
pada peningkatan GOR akibat ekspansi Gas cap yang tidak terlalu besar dan peningkatan
water cut yang sangat tinggi akibat ekspansi akuifer. Apabila produksi minyak menurun hal
ini dapat dikarenakan minyak sudah berhasil diproduksikan secara massive.
Dalam mekanisme produksi oil rim laju aliran produksi perlu dikontrol untuk menjaga
keseimbangan ekspansi gas cap dan kenaikan water encroachment, karena akan
memperpanjang umur proyek oil rim dan meningkatkan oil recovery pada reservoir tersebut.
Masalah yang dapat timbul dari aliran produksi oil rim adalah water breakthrough, persiapan
fasilitas untuk penanganan GOR dan water cut yang tinggi sangat diperlukan. Selain itu secara
mekanisme dapat terjadi clay swelling dan sand production yang dapat merusak sumur. Maka
perlu identifikasi penempatan sumur yang tepat dan aman.

Universitas Pertamina - 15
2.4 Produksi dan Metode Pengembangan Produksi Reservoir Oil Rim
Berdasarkan penelitian Höök (2014) menjelaskan bahwa parameter fundamental produksi
minyak adalah Nilai Recovery factor yaitu ratio kumulatif minyak pada reservoir yang dapat
diangkat ke permukaan terhadap original oil in place (OOIP), sehingga perlunya menjaga
ketersediaan minyak pada reservoir dengan melakukan penambahan minyak dari reservoir-
reservoir conventional maupun unconventional untuk menjamin keberhasilan produksi
minyak sangat diperlukan.
Menurut Masoudi (2013) dalam penelitiannya mengatakan, oil rim production memiliki
definisi produksi yang dilakukan pada reservoir dengan oil resource yang tersebar tipis dan
memiliki mekanisme produksi yang rumit dengan estimasi volume produksi minyak yang
rendah (kurang dari 18%). Produksi tersebut menyeimbangkan adanya sensitivitas pergerakan
kontak minyak-air dan gas-minyak yang dapat menyebabkan terobosan air / gas awal yang
merusak. Maka diperlukan pendekatan terintegrasi teknik yang canggih, inisiatif yang inovatif
dan teknologi baru dapat membuat perubahan yang signifikan dalam pengembangan reservoir
oil rim.
Menurut Vo et al. (2000) menunjukkan bahwa sumur horizontal pada pengembangan oil rim
menyediakan area drainase yang besar, lebih banyak cadangan diproduksi, dan efisiensi
recovery lebih baik dibandingkan dengan sumur vertikal. Sementara menurut Kabir et al.
(2008) menganjurkan gagasan reverse coning minyak dengan menempatkan sumur horizontal
tepat di atas GOC untuk oil rim tipis dibawah gas cap dengan strong water drive di sisinya
atau di bawahnya.

2.4.1 Horizontal Well


Berdasarkan penelitian Rougeot dan Lauterbach (1991) menerangkan bahwa horizontal well
terbukti meningkatkan faktor perolehan minyak pada mature reservoir. Ini dapat ditunjukkan
pada Bartleville Sand, Pennsylvania, Dimana Lapangan Flatrock memiliki pay zone pada
kedalaman 1.400 feet dengan memiliki lebih dari 1000 sumur conventional. dengan
melakukan completion horizontal drill sepanjang 1050 feet setebal 10 feet. Ditemukan bahwa
water cut berkurang secara substansial dari 75% (pada sumur vertikal) menjadi 14% (sumur
horizontal).
Gabungan pendapat dalam penelitian oleh Joshi (1988) dan Joshi (1991) serta Ahmed (2010)
menerangkan bahwasanya profil tekanan di sumur horizontal seragam di sepanjang lubang
bor. Karena sumur horizontal memiliki area kontak yang lebih tinggi (area drainase) daripada
sumur vertikal, mengingat tingkat produksi yang sama, sumur horizontal memberikan
penurunan tekanan yang lebih kecil, kapasitas lebih besar dan breakthrough time yang lebih
lama daripada sumur vertikal.

Hal senada dikemukakan Vo et al. (2000) menjelaskan bahwa sumur horizontal dalam
reservoir oil rim tipis menyediakan area drainase lebih besar, lebih banyak cadangan, dan
recovery factor minyak lebih baik dibandingkan dengan sumur vertikal. Berdasarkan kinerja
50 sumur horizontal di Delta Mahakam, lepas pantai Kalimantan Timur, Indonesia. Sumur
horizontal dibor untuk produksi lapisan minyak tipis antara gas cap dan akuifer. Statistik
menunjukkan sumur horizontal dalam reservoir oil rim tipis memberikan dua kali lipat area
kontak dan cadangan dibandingkan dengan sumur konvensional (sumur vertikal).

Universitas Pertamina - 16
Gambar 2. 5 Coning pada (a) Sumur Vertikal dan (b) Sumur Horizontal (Silva dan
Dawe, 2010)

2.4.2 Injeksi Air dan Gas


Berdasarkan studinya Dandona (1975) dan Hegre (1994) berpendapat untuk memaksimalkan
recovery factor dari reservoir oil rim tipis, reservoir minyak harus tetap berada pada kontak
dengan sumur produksi. Dengan mengelola injeksi air baik dengan metode down dip atau up
dip, keseimbangan WOC dan GOC dapat tercapai. Untuk reservoir oil rim tipis, kedua teknik
ini sama pentingnya

Gambar 2. 6 Skema Injeksi Air Peripheral (Kiri) dan Fencing (Kanan) (Chan, 2011)

Menurut Cosse (1993) mengungkapkan bahwa sweep efficiency gas lebih rendah daripada air,
ini menandakan bahwa rasio mobilitas, M kurang dari 1. Injeksi gas sering dilakukan baik di
gas cap (dikenal sebagai injeksi lokal), atau langsung ke dalam minyak (juga dikenal sebagai
injeksi terdispersi). Tujuan injeksi gas adalah untuk mengurangi penurunan tekanan serta
mempertahankan tekanan reservoir.
Studi yang dilakukan Kabir (1998) membuktikan dengan re-injecting gas ke dalam gas cap
akan meningkatkan 2-3% recovery factor. Studi lain oleh makalah penelitian yang sama juga
menunjukkan bahwa dengan injeksi gas directly pada oil rim, gas tersebut menggantikan
minyak yang tidak dapat lifting serta mempertahankan tekanan, sehingga menghasilkan 10-
14% recovery factor. Seperti yang disarankan studi kasus di atas, metode re-injection gas yang
diproduksi adalah cara yang efektif untuk meningkatkan oil recovery factor.

Universitas Pertamina - 17
2.4.3 Smart Completion
Berdasarkan studi oleh Madsen (2005) mengungkapkan pentingnya inflow control device
yaitu apabila Sandstone dengan permeabilitas yang tinggi menghasilkan drawdown yang
rendah ke dalam sumur horizontal dengan sistem (toe-heel) dan profil inflow sangat
dipengaruhi oleh friction loss tekanan melalui bagian horizontal (heel) pada sumur horizontal.
Untuk menyeimbangkan profil aliran dengan mengurangi aliran dari heel maka inflow control
device diterapkan. Hal ini sangat diperlukan dalam sumur horizontal untuk pengembangan
lapangan dengan reservoir oil rim agar produktivitas oil recovery dapat lebih baik lagi.
Menurut Zadeh (2012) menerangkan berdasarkan pengalaman lapangan dan hasil dari studi
simulasi yang menyeluruh, menunjukkan bahwa produksi air, minyak dan gas sangat
tergantung pada jenis inflow control device (ICD) dan konfigurasi ICD. Oleh karena itu,
memilih konfigurasi ICD terbaik adalah titik kunci untuk memaksimalkan total produksi
minyak. Dalam sumur horizontal yang panjang, tujuan utamanya adalah untuk
memaksimalkan produksi minyak dari seluruh interval completion dan menghindari early
breakthrough gas atau air di beberapa bagian sumur. Khususnya untuk mengurangi penurunan
tekanan yang disebabkan friction pada sumur yang tidak dapat dikontrol akan menghasilkan
produksi yang secara signifikan lebih tinggi dan pressure drop akibat early breakthrough di
bagian heel lebih besar daripada toe. Tujuan sekunder pemasangan ICD adalah untuk
membatasi aliran dari bagian sesi completion yang tidak diinginkan, karena heterogenitas dan
timbulnya early breakthrough. Perangkat ICD dengan katup otonom direkomendasikan untuk
memenuhi tujuan sekunder ini.

Gambar 2. 7 Inflow Control Device (Exxon, 2007)

2.4.4 Mekanisme dan Metode Oil Recovery


Berdasarkan penelitiannya Carcoana (1992) mengemukakan pada dasarnya penggolongan
metode recovery minyak berdasarkan pada kriteria sumber energinya, yaitu: (1) Primary
recovery methods, kemampuan energi reservoir itu sendiri masih dapat dimanfaatkan sebagai
metode recovery minyak. Energinya berupa tekanan yang dapat berasal dari pembebasan dan
ekspansi gas yang larut, ekspansi gas cap atau akuifer yang aktif, drainase gravitasi, atau
kombinasi dari semua efek. Improved Recovery Methods, kemampuan energy buatan yang
mampu mendorong minyak keluar dari reservoir yang biasanya berasal dari eksternal
(permukaan) reservoir. (2) Secondary Recovery dan (3) Tertiary Recovery termasuk kedalam
metode ini. Kemudian menurut Alvarado (2010) menjelaskan bahwa metode Improved Oil
Recovery (IOR) juga mencakup metode Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai teknologi
pengeboran sumur baru, manajemen dan kontrol reservoir cerdas dan maju yang berasal dari
teknik pemantauan reservoir dan penerapan berbagai peningkatan primer dan proses recovery
sekunder.

Universitas Pertamina - 18
Gambar 2. 8 Kerangka Fase Oil Recovery (Elsharafi, 2016)

Menurut Carcoana (1992) menjelaskan berdasarkan berbagai uji laboratorium serta penelitian
terdahulu EOR memiliki tujuan untuk meningkatkan perolehan produksi minyak dengan cara
mengurangi rasio mobilitas antara injeksi fluida eksternal dan fluida di dalamnya dengan
begitu sweep efficiency akan meningkat, meningkatkan displacement efficiency dengan cara
mengurangi kapilaritas dan tegangan permukaan, dan kedua faktor tersebut terjadi secara
bersamaan yaitu perlunya meningkatkan Sweep Efficiency dan Displacement Efficiency.
Sementara menurut Lake (1989) menjelaskan bahwa EOR merupakan suatu teknik untuk
meningkatkan recovery produksi minyak bumi pada suatu reservoir minyak bumi dengan
melakukan injeksi material beserta fluida yang berasal dari luar reservoir. Pengertian ini
mencakup drive, push-pull, dan perawatan sumur. Berdasarkan definisi dari berbagai sumber
tentang pengertian EOR tersebut, maka dapat diartikan bahwa EOR adalah usaha yang
bertujuan untuk meningkatkan recovery cadangan minyak dengan cara memulihkan kondisi
reservoir dengan cara menginjeksikan material untuk meningkatkan sweep efficiency dan
displacement efficiency.

Universitas Pertamina - 19
Gambar 2. 9 Jenis Enhanced Oil Recovery (Nazar, 2011)

2.4.5 Water Dumping


Studi yang dilakukan Zhang (2014) mengemukakan bahwa water dumping dilakukan
agar dapat mempertahankan tekanan dan meningkatkan pemulihan dengan biaya
rendah, hampir sama dengan waterflood namun sedikit berbeda mekanismenya dengan
injeksi waterflood karena menggunakan sumber air yang berasal langsung dari sebuah
lapisan aquifer dalam satu formasi reservoir. Hal ini digambarkan oleh Fujita dalam
studinya

Gambar 2. 10 Skema Dump Water Injector (Fujita, 1998)

Injeksi dump water di reservoir adalah metode yang efektif untuk menjaga tekanan
reservoir dari rapid decline oleh natural depletion. Water dumping juga merupakan
metode ekonomis recovery sekunder di lapangan minyak offshore di mana skema

Universitas Pertamina - 20
injeksi air lebih mahal dan ketersediaan space untuk fasilitas penopang injeksi air.
Ultimate recovery dapat ditingkatkan dengan kontrol yang cermat dalam
menginjeksikan air dan water cut dibatasi dengan dukungan teknologi sumur yang
canggih agar mendapatkan sweep efficiency yang baik.
2.5 Penentuan Strategi Depletion Oil Rim
Menurut Olamigoke (2009), Masoudi (2013) dan Onyeukwu (2012) secara bersama
mengemukakan terdapat 3 kategori utama strategi depletion untuk pengembangan reservoir
oil rim. Sebagai berikut:

1. Pengembangan produksi oil rim sepenuhnya terlebih dahulu


Memproduksi oil rim terlebih dahulu dan membatasi produksi gas (melalui kontrol
GOR) dan memproduksinya ketika oil rim sudah sepenuhnya dikembangkan. Ini dapat
mengakibatkan keterlambatan signifikan dalam ketersediaan produksi gas.
2. Pengembangan produksi oil rim terlebih dahulu
Memproduksi oil rim terlebih dahulu dan membatasi produksi gas (melalui kontrol
GOR) dan mengembangkan produksi gas cap pada titik tertentu dimana recovery oil
rim tidak signifikan dipengaruhi produksi gas cap. Ini secara signifikan dapat
mempercepat ketersediaan produksi gas.
3. Pengembangan minyak dan gas secara bersamaan
Pengembangan ini membutuhkan manajemen reservoir yang cermat untuk
mengoptimalkan pemulihan minyak dan gas tetapi kemungkinan terjadinya gas early
breakthrough cukup besar mengingat pada oil rim ukuran gas cap biasanya lebih besar
dari reservoir oil rim.
Parameter yang menjadi pedoman pengembangan reservoir oil rim adalah ketebalan oil rim
dan faktor m dimana dapat digambarkan dalam skema matriks kurva sumbu x dan sumbu y
berikut:

Gambar 2. 11 Matriks Oil Rim Production dan Depletion Strategy (Olamigoke, 2009)

Universitas Pertamina - 21
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Bentuk Penelitian
Menurut Khodijah (2006) menjelaskan bahwa berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan
yang luas dengan pengertian yang lebih kompleks disertai pembuktian-pembuktian. Dalam
penelitian ini peneliti merancang konsep berpikir dalam menyusun Tugas Akhir sebagai
berikut.

Persiapan Merancang
Studi Literatur
komponen studi Skematik studi

Tahap analisa,
Melakukan riset Pemilihan strategi
Metode Screening,
dan penelitian Depletion
regresi

Kesimpulan dan
penulisan Laporan

Gambar 3. 1 Rancangan Penelitian Secara General

Menurut Sunyoto (2013) menggambarkan hal yang dimaksud dengan metodologi penelitian
adalah metode penelitian merupakan urutan-urutan proses analisis data yang akan disajikan
secara sistematik. Karena dengan urutan proses analisis data dapat diketahui secara cepat dan
membantu pemahaman maksud dari penelitian tersebut. Metode penelitian yang digunakan
dalam penyusunan Tugas Akhir ini meliputi studi literatur. Penelitian Tugas Akhir ini
bertempat pada kampus Universitas Pertamina dan PT. Pertamina EP Cepu. Objective utama
penelitian ini yaitu menentukan screening criteria dan penentuan strategi depletion reservoir
oil rim pada lapangan sampel.

Dalam suatu penelitian ilmiah harus dilakukan teknik penyusunan yang sistematis untuk
memudahkan langkah-langkah yang akan diambil. Begitu pula yang dilakukan peneliti dalam
penelitian ini, langkah pertama yaitu dengan melakukan studi literatur pada buku-buku dan
paper yang membahas tentang reservoir oil rim, jurnal, dan penelitian yang telah dilakukan
yang berkaitan dengan reservoir oil rim. Data yang didapat dari studi literatur ini akan
digunakan sebagai acuan untuk meneliti metode screening reservoir oil rim dan
pengembangan reservoir oil rim yang tepat pada lapangan sampel.

Bentuk penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kuantitatif. Salah satu ciri penelitian
kuantitatif adalah data yang dikumpulkan berupa angka. Dengan demikian, laporan penelitian
akan berisi perhitungan data untuk memberi analisis penyajian laporan tersebut. Peneliti juga
menggunakan catatan lapangan berupa catatan observasi dalam tabulasi dan sumber lain.

Universitas Pertamina - 22
Jenis penelitian kuantitatif sangat sesuai untuk diterapkan apabila penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui suatu nilai. Hal dimaksud di sini adalah pengembangan model screening
yang tepat untuk menentukan strategi pengembangan reservoir oil rim pada lapangan sampel.

Penelitian ini dilakukan secara bertahap dan dalam jangka waktu tertentu. Peneliti berusaha
mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi dengan terjun langsung ke lapangan
menemui informan. Dalam penelitian ini peneliti meneliti mengenai properties reservoir pada
lapangan sampel. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk perhitungan dan
tabulasi agar lebih mudah dimengerti sesuai dengan yang didapatkan di lapangan. Selain
dalam bentuk deskripsi kata-kata, peneliti juga menyajikan data dalam bentuk tabulasi
penelitian guna mempertegas dan memperjelas hasil penelitian tersebut.

Gambar 3. 2 Alur Kerja Penelitian

Universitas Pertamina - 23
3.2. Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian Tugas Akhir dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat
dan sumbernya yang meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Menurut Arifin (1993)
menerangkan bahwa data kualitatif adalah data yang tidak bisa diukur secara langsung atau
bukan angka. Pada penelitian ini data kualitatif bertindak sebagai data Sekunder. Data
sekunder adalah merupakan data-data yang diperoleh dan digunakan untuk mendukung
data/informasi data primer. Adapun data sekunder tersebut meliputi dokumen, buku-buku,
serta catatan apa saja yang berhubungan dengan reservoir oil rim. Dalam hal ini peneliti
menggunakan teknik observasi, dokumentasi, membaca buku-buku literatur, yang berkaitan
dengan penelitian yang berupa benda, gerak proses sesuatu dan dokumentasi atau catatan yang
berisikan tentang subjek penelitian. Adapun yang dimaksud data kualitatif dalam penelitian
ini yaitu:

a) Data asumsi literatur berdasarkan studi literatur mengenai reservoir oil rim development
berbagai lapangan di seluruh dunia.
b) Data parameter kunci dalam menentukan pemilihan lapangan yang tepat untuk
pengembangan reservoir oil rim.
c) Data historis keberhasilan project pengembangan reservoir oil rim di lapangan yang
sudah ada sebagai bahan komparasi kelayakan untuk pengembangan di lapangan yang
baru.
d) Data overview lapangan dari berbagai belahan dunia yang melakukan pengembangan
reservoir oil rim untuk verifikasi dan pendekatan lapangan sampel sebagai objek
penelitian.

Kemudian Arifin (1993) menjelaskan juga bahwa data kuantitatif adalah data yang
berhubungan langsung dengan angka-angka atau bilangan. Pada penelitian ini data kuantitatif
bertindak sebagai data primer. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari
sumber pertama baik individu seperti hasil wawancara atau hasil angket yang diajukan oleh
peneliti kepada responden. Dalam hal ini penelitian menggunakan teknik wawancara dan
observasi dalam pengumpulan data, maka sumber data disebut responden baik pertanyaan
tertulis maupun lisan. Adapun yang dimaksud data kuantitatif dalam penelitian ini yaitu:

a) Data Lapangan yang menunjukkan parameter – parameter pengembangan reservoir oil


rim
b) Data properties lapangan yang akan digunakan sebagai sampel

Data kuantitatif yang digunakan adalah data observasi dan studi kasus lapangan sampel PT.
Pertamina EP Cepu serta studi literatur dengan dosen pembimbing Tugas Akhir. Untuk Data
kualitatif yang digunakan adalah instruksi khusus yang diterima dari pembimbing di PT
Pertamina EP Cepu dan dosen pembimbing Tugas Akhir. Dalam proses penyusunan Tugas
Akhir ini peneliti melakukan wawancara kepada pembimbing instansi di PT. Pertamina EP
Cepu untuk memberikan informasi data yang digunakan dalam menentukan metode screening
criteria reservoir oil rim depletion strategy yang baik serta konsultasi kepada dosen
pembimbing Tugas Akhir. Metode studi pustaka dilakukan dengan membaca paper yang
berhubungan dengan teori yang mendasari permasalahan dalam Tugas Akhir ini, yaitu
mengenai pengembangan reservoir oil rim.

Universitas Pertamina - 24
3.3. Metode Analisis Data

Pada Tugas Akhir ini digunakan metode analisis data yaitu dengan cara melakukan analisis
kriteria lapangan yang sesuai untuk diaplikasikan pengembangan reservoir oil rim apabila
sudah tepat guna kemudian dilakukan analisis keberhasilan project pada lapangan sampel.
Serta mengoptimalkan strategi metode pengembangan reservoir oil rim. Untuk menunjang
keabsahan penelitian digunakan perangkat lunak untuk memudahkan penelitian ini meliputi
Microsoft Office dan IPM. Dengan bantuan 3 metode analisis sebagai berikut:

3.2.1 Uji Multi Regresi


Metode analisis yang digunakan adalah model multi regresi. Menurut Sugiyono (2014)
mengemukakan bahwa analisis multi regresi bermaksud meramalkan bagaimana keadaan
(naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen
dimanipulasi (dinaikkan turunkan nilainya). Jadi analisis multi regresi akan dilakukan bila
jumlah variabel independen minimal 2.
Kemudian Sugiyono (2014) menuliskan persamaan multi regresi yang ditetapkan sebagai
berikut:
𝑌 = 𝛼 + 𝛽1𝐻𝑜 + 𝛽2𝜃 + 𝛽3𝐾 + 𝛽4𝑀 + 𝛽5𝜇 + 𝛽6𝑊 + 𝜀 (3.1)
Dimana:
Y = Recovery Factor
α = Intercept
β1–β6 = Koefisien dalam regresi linear dimana mewakili variabel bebas
Ho = Ketebalan Kolom Minyak
θ = Porositas
K = Permeabilitas
M = Ukuran Gas Cap
μ = Viskositas
W = Kekuatan Water Drive

3.2.2 Uji Probabilistic


Perhitungan perkiraan probabilistic pada penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi data
properties lapangan referensi yang bertujuan untuk mengetahui dan mengelompokkan nilai
properties lapangan sampel terhadap lapangan referensi. Perkiraan probabilistic dalam
penelitian ini berpedoman pada konsiderasi pengembangan reservoir oil rim oleh beberapa
ahli.

3.2.3 Simulasi Sumur Analog


Pada penelitian ini digunakan software IPM untuk membantu dalam simulasi sumur analog
sebagai sumur usulan pada lapangan sampel yang diteliti dengan sub software PROSPER dan
MBAL. Dimana kedua software memiliki peran yaitu sebagai berikut:
1. PROSPER membantu dalam pembuatan model sumur dan plot IPR vs VLP yang
berguna untuk menentukan Initial Production sumur usulan lapangan sampel
2. MBAL membantu menentukan prediksi profil produksi dengan metode DCA untuk
melihat performa sumur usulan lapangan sampel.

Universitas Pertamina - 25
Universitas Pertamina - 22
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Overview Lapangan Sampel
Penelitian ini dilakukan pada salah satu lapangan gas milik PT Pertamina EP Cepu yaitu
Lapangan Antareja. Lapangan ini terletak di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.
Kondisi Lapangan Antareja saat ini terdapat 6 sumur, yakni 4 sumur di Antareja East dan 2 di
Antareja Central. Produksi saat ini berasal dari reservoir gas. Dari sumur-sumur tersebut, PT
Pertamina EP Cepu menargetkan untuk memproduksi gas dan condensate dengan produksi
rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas onstream pada 2021 dengan sales gas
sebesar 192 MMSCFD.

Gambar 4. 1 WKP Pertamina EP Cepu dan Lokasi Lapangan Sampel (Pertamina EP


Cepu 2017)

4.2 Data Lapangan Referensi


Data lapangan referensi adalah data yang digunakan sebagai data sekunder untuk mendukung
pemilihan strategi pengembangan reservoir oil rim pada lapangan sampel. Berikut adalah data-
data lapangan referensi:
Tabel 4. 1 Lapangan Referensi dalam Studi Pengembangan Reservoir Oil Rim

No Lapangan Lokasi Negara Operator

1 Amherstia / Immortelle Offshore Trinidad & Tobago BP TT

2 Soku Offshore Nigeria Shell

3 Bajiaoting Offshore East China CNOOC

Universitas Pertamina - 26
No Lapangan Lokasi Negara Operator

4 Troll Offshore Norway Norsk Hydro

5 Bream Offshore Australia Esso Australia

6 West Delta Block 75/90 Offshore Amerika Latin Amoco

7 Mahogany Offshore Trinidad & Tobago BP TT

8 Rabi Onshore Gabon Shell Gabon

9 Seligi Offshore Malaysia Esso Malaysia

10 Champion West Offshore Brunei Shell Brunei

Deskripsi lapangan dan pembelajaran strategi pengembangan reservoir oil rim dari masing-
masing lapangan tersebut akan dibahas selanjutnya.

4.2.1 Amherstia/ Immortelle Field (Offshore), Trinidad, BP


Deskripsi Lapangan:
Lapangan Offshore yang berlokasi di tenggara Trinidad dan berjarak 30 hingga 40-mil dari
garis pantai dengan kedalaman air 235 feet. Kompleks Lapangan Amherstia / Immortelle
terdiri dari beberapa reservoir yang bertumpuk. Reservoir terbesar diberi nama sand 22 yang
berbentuk anticline. Dengan fault terbesar adalah A4 fault.

Immortelle

Amherstia

Gambar 4. 2 Kompleks Lapangan Amherstia / Immortelle (Bayley, 2003)

Sand 22 terdiri dari reservoir gas raksasa yang menutupi kolom minyak tipis yang awalnya
diidentifikasi memiliki ketebalan sekitar 30 - 46 feet di sumur eksplorasi IA09. Gambar 4.3
adalah log dari Sand 22 yang menunjukkan kolom minyak 31 feet yang diidentifikasi oleh
sumur berikutnya, AA03X. Log menunjukkan

Universitas Pertamina - 27
GRAM DEPTH TVDSS RACLM BDCMC NFBM 0
MWDAPI 150 FT FT 0.2 OHMM 200 1.65 G/CC 2.65 0 CPS 45

ROPS RPCHM NPSM NNBM

500 FT/HR 0 0.2 OHMM 200 60 PU 0 4500 CPS 7000

22 Sand

10000

9200

10100

GOC -9290

9300

FU20C

Gambar 4. 3 Immortelle / Amherstia 22 Sand Log (Bayley, 2003)

Sandstone Reservoir dengan sisipan shale. Porositas rata-rata adalah 24,4% dengan
permeabilitas diperkirakan 250 mD. Perkiraan Original Gas in Place (OGIP) adalah 2,1 TCF
yang sebagian besar terdiri dari free gas. Original Oil in Place (OOIP) dan condensate
diperkirakan 239 MMBO dengan minyak mentah 209 MMBO diyakini ada di kolom minyak.
Perkiraan awal rasio gas cap dengan oil rim adalah 9,5 (m = 9,5) setelah revisi menjadi m=12.
Perkiraan recovery awal adalah 1,3 TCF dan 30 MMBO minyak dan condensate berdasarkan
pada oil rim 31 feet.

Strategi Pengembangan Lapangan:


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Amherstia/Immortelle:
 Sumur Horizontal yang Lebih Panjang (hingga 4000 feet, 500 feet), dengan pipa besar
(4 ½ hingga 5 ½) di sepertiga atas oil rim.

Universitas Pertamina - 28
Grafik 4. 1 Perbandingan Completion Rate Lapangan Amherstia (Bayley, 2003)

Grafik 4. 2 Perbandingan Cumulative Production Lapangan Amherstia (Bayley, 2003)

Grafik 4.1 dan Grafik 4.2 menunjukkan kinerja semua sumur model sand 22, namun tidak
termasuk completion gas cap dengan laju yang tinggi, seiring waktu. seperti yang diharapkan,
pada grafik menunjukkan bahwa total gas, minyak mentah dan condensate dan tingkat
produksi air lebih tinggi untuk ukuran tubing yang lebih besar dan horizontal yang lebih
panjang. Ini juga menunjukkan bahwa sekitar 3,5 tahun setelah beroperasi, total produksi gas,
minyak mentah dan condensate adalah sama, sementara ada perbedaan yang lebih besar dalam
produksi air. Fasilitas platform diharapkan dapat menangani peningkatan produksi air ini
dengan sedikit modifikasi.
 Memprioritaskan early depletion oil rim dengan gas blowdown
Konsepnya menjaga produksi oil rim dengan bantuan ekspansi gas cap yang cukup
besar agar tercipta suatu keseimbangan GOC dan WOC dalam lapisan produksi.
 Higher Gas Production.

Universitas Pertamina - 29
Dalam Grafik 4.3, evaluasi awal mengonfirmasi bahwa menipisnya gas cap oleh
produksi gas cap yang tinggi akan mengakibatkan hilangnya recovery 1,4 MMBO
minyak mentah dan condensate selama periode 6 tahun. Berdasarkan hal ini, upaya yang
dilakukan adalah menunda blowdown gas cap hingga 2005, meskipun karena
persyaratan kontrak, penundaan tidak pasti terjadi dan kemungkinan tidak mungkin
dilakukan.

Grafik 4. 3 Perbandingan dengan atau tanpa Produksi Gas Cap Lapangan Amherstia
(Bayley, 2003)

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Berdasarkan strategi pengembangan yang dilakukan pada Lapangan Amherstia menambah
ukuran dan panjang pipa, melakukan produksi oil rim dengan bantuan gas blowdown, dan
setelahnya melakukan produksi yang tinggi. Berdasarkan strategi yang disimulasikan
menggunakan model saat ini diperkirakan memiliki recovery factor 15%. Untuk strategi
pengembangan berkelanjutan sand 22 diperlukan pembaruan data geologi, geofisika, produksi,
dan pembaruan model reservoir.

4.2.2 Soku Field, (Offshore), Nigeria, Shell

Deskripsi Lapangan
Lapangan Soku terletak di rawa-rawa pesisir Delta Niger, sekitar 40 km di utara garis pantai
saat ini dan sekitar 40 km barat daya Port Harcourt. Lapangan Soku memiliki luas sekitar 30
km2. Ditemukan pada tahun 1957 dan mulai diproduksi pada tahun 1971. Hingga saat ini 48
sumur telah dibor di lapangan tersebut, 38 menargetkan minyak (8 horizontal) dan 10 sumur
pengembangan gas.

Hidrokarbon telah ditemukan pada kedalaman 7500 ft dan 12800 ft dalam serangkaian susunan
antiklinal atau kemiringan dan struktur yang dibatasi sesar. Lapangan ini memiliki 22 reservoir
dengan karakteristik hidrokarbon yang bervariasi dengan derajat API dari sekitar 20 o API di
reservoir dangkal hingga 75oAPI di yang lebih dalam. Porositas dan permeabilitas baik hingga
sangat baik (21% -28% porositas, 100 mD -5000 mD) di dalam reservoir tetapi memburuk

Universitas Pertamina - 30
menuju bagian S-SW dari lapangan. OOIP dan OGIP, volume gas dan minyak masing-masing
adalah 4,7 Tcf dan 1200 MMBO. Dari 22 reservoir, memiliki 10 oil rim yang ditutup oleh gas
cap dengan kolom gas 200-400 feet. 10 reservoir rim minyak ini kandungan 95% dari OGIP
dan hampir 50% dari OOIP. Oil rim memiliki variasi ketebalan antara 8 feet dan 123 feet dan
rasio volume reservoir gas-ke-minyak (m), biasanya 2 <m <6.

Tabel 4. 2 Reservoir Oil Rim Lapangan Soku

Reser- Oil Rim Orig. oil in place Orig. gas in place


Np MMb Gp Bcf m
voir ∆t, ft MMb Bcf

D5000X 8 18 0 442 139 15.3

E1000X 70 72 9 871 17 5.5

E2000X 75 103 11 595 24 2.5

E2400X 54 69 13 205 47 1.3

E4000X 123 47 9 247 23 2.0

E4200X 25 40 1 474 119 4.4

E5500X 61 120 18 637 36 2.1

E6000X 116 54 19 353 134 2.4

E7000X 30 36 1 402 141 4.2

F1000X 65 23 6 243 19 3.6

Sumber: Cosmo, 2004

Mengingat komitmen pasokan gas jangka pendek untuk NLNG, tantangan di Soku adalah
mengelola pengembangan berkelanjutan dari 10 reservoir rim minyak ini untuk menjamin
pemulihan optimal semua hidrokarbon. Pengembangan yang sedang berlangsung dengan
melakukan produksi serentak oil rim dan gas cap. Tantangannya adalah untuk memberikan
rencana drainase gas cap yang memungkinkan juga drainase yang optimal dari oil rim. Berikut
adalah 5 kriteria penting yang digunakan untuk mengarahkan perencanaan produksi gas:
 Suatu reservoir yang sudah berkomitmen untuk produksi gas akan terus diberikan
prioritas tertinggi untuk produksi gas.
 Menjaga oil recovery dengan merencanakan produksi dengan rate yang aman dari
reservoir dengan cadangan minyak tertinggi agar tidak mengganggu performa reservoir
gas.
 Mengakses cadangan gas terbukti terbesar untuk mengamankan pasokan gas
 Menyediakan sumur gas yang cukup untuk memenuhi target 1000 mmscfd selama
periodeoperasi.
 Memenuhi spesifikasi konten LPG (C3 + C4) dari kontrak pasokan gas.

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Soku:

Universitas Pertamina - 31
 Concurrent Production Oil and gas
Produksi bersamaan dari oil rim dan gas cap di Soku dimungkinkan jika tingkat
pengambilan gas cap dipertahankan rendah sekitar 4% hingga 8% dari FGIIP per tahun.
Hal ini mengakibatkan umur dari produksi gas dapat lebih lama namun tantangannya
perlu menyesuaikan laju produksi gas yang sudah disepakati dalam kontrak.

Grafik 4. 4 Sensitivitas Recovery terhadap Pengambilan Gas Cap FGIIP p.a Soku Field
(Cosmo, 2004)

 Jarak Sumur dan Panjang Sumur Horizontal


Pemulihan dari sumur horizontal dengan jarak sumur yang lebih besar dapat mengakses
volume minyak yang lebih besar, tetapi memiliki sapuan volumetrik yang lebih rendah
dibandingkan dengan pengeboran dengan jumlah sumur yang lebih tinggi. Jika batas
ekonomis pemulihan untuk sumur minyak Soku adalah 2 MMBO, Grafik 4.5
menunjukkan bahwa menggunakan sumur horizontal dengan panjang 800 m (2624,67
ft) dan jarak 750 m (2460,63 ft) dapat mengoptimalkan pemulihan. Sedangkan, sumur
horizontal dengan panjang 500 m (1640,42 ft) akan memiliki pemulihan yang lebih
sedikit dan dapat dibor secara ekonomis pada jarak 900 m (2952,76 ft). Pola pengeboran
yang jumlah sumurnya lebih banyak dengan horizontal yang lebih panjang akan
mengoptimalkan pemulihan.

Grafik 4. 5 Incremental Recovery untuk Panjang Sumur dan Well Spacing Soku Field
(Cosmo, 2004)

Universitas Pertamina - 32
Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim
Recovery oil factor yang diprediksi, dengan menggunakan strategi concurrent produksi oil rim
dan gas cap serta pengaturan jarak dan panjang sumur, untuk reservoir oil rim Lapangan Soku
direpresentasikan dalam Grafik 4,6 dengan faktor-faktor pemulihan lain dari lapangan
reservoir oil rim lainnya di Delta Niger. Hasilnya sesuai dengan tren lapangan lainnya. Yaitu
semakin tabal kolom minyak maka cenderung memiliki recovery oil factor yang semakin besar
juga.

Grafik 4. 6 Recovery Factor Minyak dari Reservoir dengan Gas Cap di Shell Nigeria
(Cosmo, 2004)

4.2.3 Bajiaoting Oil Field (Offshore), East China, CNOOC

Deskripsi Lapangan
Lapangan Bajiaoting, terletak di 365 km tenggara Shanghai, 260 km barat pulau Zhoushan,
adalah bagian dari ladang minyak Lepas Pantai Tiongkok Timur. Tektonik settingnya terletak
di bagian tengah zona lereng barat Xihu Sag, kedalaman air antara 84 m (275,591 ft) dan 92
m (301,837 ft). Pengembangan konvensional dimulai pada Oktober 2007, hingga sekarang,
ada dua sumur produksi: BO1 dan BO2. (BO berarti Bajiaoting Oil).

Well BO1 mulai produksi pada 23 Oktober 2007. Pada periode awal, ada produksi minyak
yang tinggi dengan penurunan yang cepat. Setelah itu, untuk menjaga produksi minyak, gas
lift diterapkan. Produksi minyak meningkat pesat, tetapi masih menurun dengan cepat.
Diperkirakan, produksi minyak dengan bantuan gas lift tidak dapat membantu memperbaiki
trend tersebut.

Formasi Huagang, adalah reservoir Sandstone yang merupakan formasi penghasil minyak
utama di Xihu Sag. Porositas rata-rata dengan analisis core adalah 20,5% dan permeabilitas
rata-rata adalah 229 mD. Gradien suhu reservoir formasi Huagang normal, sekitar 3,3 ℃ /
100 m, dan suhu reservoir antara 90 ℃ dan 110 ℃. Tekanan terukur dan tekanan hidrostatik
sama, yang merupakan tekanan normal. Minyak memiliki karakteristik low density, viskositas
rendah, dan rasio gas-minyak rendah. Di permukaan (20 ℃), kepadatannya adalah 0,7756 g /
m³, viskositasnya 1,29 mPa · s. Rasio gas-minyak solution rendah, dan inisial rasio gas-minyak
solution adalah 68,8 m3 / m3. Tekanan saturation rendah, dan tekanan saturation minyak 6.07

Universitas Pertamina - 33
MPa, dan tekanan statis formasi 25,3 Mpa. Perbedaan tekanan formasi dan tekanan saturation
sangat besar, reservoir saturation rendah. Titik beku rendah, hanya -17 ℃. Ini menunjukkan
bahwa wax, koloid, aspal, aromatik dan belerang semuanya rendah, kandungan belerang
antara 0,02% dan 0,15%

Dapat disimpulkan overview Lapangan Bajiaoting adalah sebagai berikut:


 Pada lapangan ini cadangan lebih sedikit, ketebalan yang tipis, dan energi dorong atau
akuifer yang lemah, Perlu biaya tinggi dalam pengembangannya, recovery yang rendah
dan risiko tinggi.
 Permeability: kurang dari sama dengan 229 mD.
 Tidak dapat dikembangkan tanpa sumur injeksi air tetapi untuk case injeksi air tidak
dapat dilakukan karena keterbatasan platform produksi di East China offshore.

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Bajiaoting:

H4B merupakan lapisan yang diproduksi, dengan ketebalan 2-4 meter (6,56–13,12 ft).
Panjang sumur horizontal pada reservoir adalah 292.5 meter (959,64 ft).
 Memperbanyak sumur Water Dumping
Dalam rangka mempertahankan produksi minyak dan meningkatkan recovery oil,
proyek water dumping diterapkan pada 20 Januari 2009. Serangkaian hasil dari tes
menunjukkan bahwa tekanan menjadi meningkat akibat efek water dumping menjadi
efektif hingga 1 Mei 2009.

Tabel 4. 3 Perhitungan Water Dumping dan Pressure Lapangan Bajiaoting

Universitas Pertamina - 34
Sumber: Zhang, 2014

Grafik 4. 7 Efek Water Dumping Lapangan Bajiaoting (Zhang, 2014)

 Transformasi sumur produksi menjadi sumur water dumping


Pada mulanya sumur BO 1 adalah producer maka diubah menjadi sumur water dumping
sehingga sweep efficiency pada reservoir meningkat untuk diproduksikan pada sumur
BO3

Gambar 4. 4 Skema Transformasi Sumur BO 1 di Bajiaoting (Zhang, 2014)

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Water Dumping adalah pilihan yang tepat untuk mengembangkan reservoir oil rim offshore
karena kelebihannya: sedikit polusi, biaya rendah, dan secara teknis lebih mudah. Pertama,
meningkatkan sumur produksi di bagian timur H4B untuk menjaga produksi normal sampai
sumur BO1 habis, dan kemudian, mengubah sumur BO1 menjadi sumur water dumping.
Karena BO1 melewati lapisan air H3, pekerjaan transformasi dapat dilakukan dengan perforasi
lapisan air H3.

Seperti yang diperkirakan dalam skema ini: produksi kumulatif akan menjadi 2.3000 m3
sampai sumur BO3 habis, yang akan mendapatkan produksi minyak sedikit lebih banyak
daripada produksi dengan sumur BO1 sebelumnya.

Universitas Pertamina - 35
Grafik 4. 8 Prediksi Oil Rate dan Cumulative Oil Production di Bajiaoting (Zhang,
2014)

4.2.4 Troll Field (Offshore), Norway, Norsk Hydro

Deskripsi Lapangan
Lapangan minyak dan gas Troll terletak di kedalaman 300 meter (984,25 ft) di lepas pantai
Norwegia dan mencakup area seluas 700 km2. Memiliki oil rim dengan ketebalan gross 26 m
(85,3 ft) yang diapit antara tutup gas besar dan akuifer aktif.

Gambar 4. 5 Peta Lokasi Lapangan Troll (Kydland, 1993)

Lahan ini terdiri dari tiga blok sesar dimiringkan timur. Di blok sesar paling barat, Troll West
Oil Province (TWOP), kolom minyak setebal 22-26 m (72–85,3 ft). Perkiraan minyak di
tempat di provinsi ini adalah 155 juta Sm3 (975 MMBO).

Blok fault, Troll West Gas Province (TWGP), zona minyak setebal 12 – 14 m (39,3–45,9 ft)
dan perkiraan minyak di tempat 440 juta Sm3 (2767,5 MMBO). Di blok patahan Troll Timur

Universitas Pertamina - 36
kolom minyak hanya 0 – 4 m (0–13,12 ft). Akumulasi gas utama ditemukan di Troll Timur
dengan gas di tempat diperkirakan 1072 miliar Sm3 (37,8 Tscf). Di TWGP, perkiraan gas di
tempat adalah 570 miliar Sm3 (20,1 Tscf) , dan di TWOP 27 miliar Sm3 (953 Bscf).

Dapat disimpulkan overview Lapangan Troll adalah sebagai berikut:

 Terdapat kolom oil rim dengan ketebalan gross 26 m (85,3 ft) dengan dilapisi oleh gas
cap di atasnya dan akuifer di bawahnya.
 Sedimen terdiri dari lapisan alternate dengan butiran moderately hingga poorly, clean,
sedang hingga butiran kasar dengan permeabilitas dalam kisaran 1 -30 Darcy (pasir-C).
 Berdasarkan semua studi produksi minyak dari zona oil rim di Troll dengan sumur
vertikal yang diakhiri dengan ekonomi negatif atau marginal.

Gambar 4. 6 Peta Sebaran Cadangan Hidrokarbon Lapangan Troll (Kydland, 1993)

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Troll:

Pengamatan utama dari tes jangka panjang dapat diringkas sebagai berikut:

 Pengeboran dan completion hingga 800 m (2624,67 ft) lateral horizontal di reservoir
unconsolidated sand di Troll secara teknis layak.
 Bahkan di lingkungan dengan kepadatan kalsit yang signifikan, tidak ada indikasi
bahwa mereka bertindak sebagai penghalang aliran.
 Permeabilitas relatif dan saturation minyak residu dievaluasi kembali melalui history
matching dan pengujian, sehingga mempersempit kisaran ketidakpastian untuk
parameter ini.
 Produksi super-kritis ditemukan untuk mempercepat produksi minyak secara signifikan
dan model simulasi memperkirakan peningkatan oil recovery.
 Dengan menggunakan model yang cocok dengan histori, diidentifikasi sebagai metode
yang dapat mengetahui kondisi lapangan dan untuk mempercepat produksi minyak dan
kemungkinan meningkatkan pemulihan minyak.

Universitas Pertamina - 37
Tes jangka panjang secara signifikan meningkatkan pemahaman memproduksi dari zona oil
rim di Troll dan telah mengurangi ketidakpastian yang terkait dengan pengembangan
lapangan.

Gambar 4. 7 Perbandingan Harapan Produksi Berdasarkan Tahun Lapangan Troll


(Madsen, 2005)

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Penggunaan jumlah sumur antara 16 dan 21 dengan panjang penampang horizontal 500 m
(1640,4 ft) dan 800 m (2624,67 ft) yang dievaluasi. Kapasitas produksi minyak dalam kisaran
15 - 25.000 Sm3/d (94 – 157,245 Stb/d) maka dapat dipertimbangkan. Dalam suatu kontrak
jangka panjang, 8 tahun dapat diproduksi 72 juta Sm3 (453 MMBO) dari Kumulatif PI sumur
dengan 20 sumur awal dengan cadangan total 440 juta Sm3 (2767,5 MMBO) maka memiliki
recovery factor sebesar 16,3%.

Grafik 4. 9 Tipikal Performa Sumur pada Lapangan Troll (Madsen, 2005)

4.2.5 Bream Field (Offshore), Australia, Esso

Deskripsi Lapangan
Bream field offshore terletak 46 kilometer (28 mil) dari tenggara Victorian coast Australia di
selat Bass.

Universitas Pertamina - 38
Gambar 4. 8 Peta Lokasi Lapangan Bream (Sulaiman, 1989)

Struktur tersebut mengandung satu reservoir komersial, Bream N · l, yang terdiri dari zona
minyak pancake 13,5-meter (44 feet) yang ditutup dengan tutup gas maksimum 105 meter
(345 feet). Kolom tersebut memiliki dukungan akuifer yang sangat kuat dari cekungan. akuifer
yang luas. Porositas 24% - 30%.
OOIP diperkirakan 155 juta STB di mana 115 juta STB terletak di dalam platform 'A'. (OGIP
untuk seluruh lapangan adalah 0,42 Tcf. Sifat minyak sangat baik dengan kepadatan 0,8034 g
/ cm3 (440 API), viskositas 0,24 cp dan rasio gas-minyak larutan 940 scf / STB.

Dapat disimpulkan overview Lapangan Bream adalah sebagai berikut:


 Lapangan Bream memiliki reservoir oil rim dengan ketebalan 13.5-meter (44 ft) dengan
ukuran gas cap yang besar dan support dari akuifer yang luas dan termasuk jenis strong
akuifer.
 Memiliki OOIP sebesar 155 juta STB. Properties minyak cukup baik dengan densitas
0,8034 g/cm3 (440 API), Viskositas 0,24 cp.
 OGIP untuk seluruh lapangan adalah 0,42 tcf dan solution gas ratio 940 scf/stb.
 Porositas rata-rata = 0.21, NTG 0.65, Permeabilitas rata-rata = 2900 md

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Bream:

 Pengembangan awal berkonsentrasi pada produksi minyak dengan konversi ke produksi


gas setelah minyak habis. Produksi minyak dibantu dengan re-injeksi gas cap yang
diproduksi untuk menstabilkan kolom minyak.

Universitas Pertamina - 39
Grafik 4. 10 Performa Injeksi Gas pada Lapangan Bream (Sulaiman, 1989)

 Pengeboran horizontal dilakukan dalam upaya untuk mengurangi efek cusping gas,
meningkatkan drainase dan juga efektivitas well spacing.

Grafik 4. 11 Perbandingan Performa Sumur pada Lapangan Bream (Sulaiman, 1989)

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Berdasarkan strategi oil then gas dengan sumur horizontal maka produksi kumulatif hingga
April 1989 adalah sekitar 4 kSTB. Untuk platform 'A', efisiensi recovery diharapkan sebesar
42% di area utama tempat kolom minyak dengan tebal 44 feet sementara di Lobe Utara di
mana kolom minyak 116 feet, efisiensi recovery 58% diharapkan. recovery utama dari
platform 'A' memiliki harapan sebesar 55 juta STB. Dari Grafik 4.12 dapat dilihat bahwa 1
sumur horizontal memiliki kumulatif produksi sekitar 1,35 MMBO, apabila Lapangan Bream
memiliki 27 sumur pengembangan awal maka memiliki RF 23%.

Grafik 4. 12 Perbandingan Cumulative Production Lapangan Bream (Sulaiman, 1989)

Universitas Pertamina - 40
4.2.6 West Delta Block 75/90 (Offshore), Gulf of Mexico, Amoco
Deskripsi Lapangan
Lapangan Delta Barat Blok 75/90 terletak di sisi timur Kompleks Delta Barat 73. Terletak di
Teluk Offshore Meksiko, 85 mil (137 km) selatan New Orleans, ditemukan pada tahun 1963.
Reservoir Sand F-40 telah menghasilkan 9 MMBO (1965-1995) dari 27 Completion.

Gambar 4. 9 Peta Lokasi Lapangan West Delta Bock 75/90 (Simms, 1996)

Depletion cadangan yang tersisa akan memakan waktu lebih dari 10 tahun dengan tingkat rate
kurang dari 200 BOPD selama 5 tahun terakhir. Jelas, ini tidak ekonomis. Namun terjadi
perubahan penambahan 100% rate produksi dengan hanya menggunakan 7 sumur horizontal
tambahan.

Grafik 4. 13 Performa Sumur Vertikal Conventional Lapangan West Delta (Simms,


1996)

Overview untuk Lapangan West Delta Block 75/90 dapat disimpulkan sebagai berikut:
 Rata-rata water cut yang tinggi sebesar 93% adalah akibat dari coning karena kolom
minyak tipis di atasnya akuifer aktif yang besar dengan permeabilitas vertikal yang baik.
 Reservoir F-40 memiliki cumulative produksi sebesar 9 MMBO.
 Struktur pada lapisan F-40 merupakan serangkaian relief yang sangat rendah (<1 derajat
dip) pada sisi utara dip terdapat 3 fault closure.
 Kolom minyak memiliki ketebalan 20 ft
 Reservoir memiliki strong water drive, porositas dan saturation air rata-rata 30%.
Permeabilitas horizontal adalah sekitar 800 mD.

Universitas Pertamina - 41
Tabel 4. 4 Properties Batuan dan Fluida Lapangan West Delta

Sumber: Simms, 1996

Strategi Pengembangan Lapangan

Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan West Delta Block 75/90:

 Melakukan horizontal drilling. Tujuan dari program pengeboran horizontal adalah


untuk meningkatkan keekonomisan depletion reservoir dengan:

(1) Meningkatkan recovery oil

(2) kenaikan rate sebagai hasil dari lebih banyak reservoir yang terhubung dan
mencapai PI yang lebih tinggi

Grafik 4. 14 Perbandingan PI Sumur pada Lapangan West Delta (Simms, 1996)

(3) Mengurangi water cut dengan mengurangi drawdown dan water coning setelah
menggunakan sumur horizontal.

Grafik 4. 15 Perubahan Water Cut pada Lapangan West Delta (Simms, 1996)

 Studi platform dan dampaknya pada tipe rig, fluida pengeboran dan dampaknya pada
kerusakan formasi dan pengeboran itu sendiri. Ukuran lubang dan dampaknya terhadap

Universitas Pertamina - 42
biaya, pengukuran MWD, dan directional control perlu menjadi perhatian yang sangat
besar.
Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim
Berdasarkan strategi dengan melakukan pengeboran horizontal maka produksi pada lapisan F-
40 meningkat dari 450 stb/d menjadi 2000 stb/d dan memiliki recovery factor sebesar 15,25%.
Studi lanjutan sangat perlu dilakukan guna untuk meningkatkan kepastian dan recovery factor
pada Lapangan West Delta Blok 75/90.

Grafik 4. 16 Performa Sumur pada Lapangan West Delta (Simms, 1996)

4.2.7 Mahogany Field (Offshore), Trinidad, BP TT


Deskripsi Lapangan
Lapangan Mahogany terletak sekitar 60 mil (96,5 km) lepas pantai dari pantai tenggara
Trinidad, kedalaman airnya 285 feet. Lapangan tersebut ditemukan pada tahun 1968, di mana
ia diidentifikasi sebagai lapangan gas besar dengan reserve 2.6 tcf. Dengan dua fault block
yaitu FB IV dan FB V.

Gambar 4. 10 Peta Lokasi Lapangan Mahogany (Samsundar, 2005)

Sand 21 adalah reservoir sandstone yang dikembangkan karena memiliki kualitas reservoir
yang sangat baik. Berdasarkan hasil logging menunjukkan unit 21, memiliki sifat coarsening
upward, yang secara historis mengarah pada produktivitas tinggi. Memiliki kisaran porositas
24-26%, rentang permeabilitas 300 mD ~ 1D dan rentang saturation air 15 ~ 19%.

Kemudian, oil rim (74ft) ditemukan di Sand 21 ini. Perkiraan recovery awal untuk oil rim tipis
ini adalah 17–18% dengan perkiraan cadangan yang dapat dipulihkan sebesar 10–18 MMBO.
Pada saat itu dianggap sebagai marginal. Namun dengan riset dan penelitian maka berhasil

Universitas Pertamina - 43
diperkirakan sekitar 30 MMBO dapat lifting, pengembangan dan pengelolaan oil rim tipis
Sand 21 telah menjadi kisah sukses yang luar biasa.

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Mahogany:
 Terdapat dua tahap drilling dimana sumur tahap 1 dilakukan pengeboran horizontal
dengan lubang 12 ¼ in. Berdasarkan kinerja sumur fase 1, recovery factor awal sebesar
18% meningkat menjadi 27%.
Pengeboran yang cermat serta penempatan sumur yang baik berkontribusi pada
peningkatan recovery ini. Mengadopsi filosofi produksi yaitu membatasi sumur-sumur
produksi dengan drawdown 20 psi sebagai alarm mulai diproduksinya air dan secara
efektif meningkatkan drainase oil rim.

Tabel 4. 5 Cumulative Produksi Sumur Fase 1 Lapangan Mahogany

Sumber: Samsundar, 2005

Tujuan dari program Tahap II adalah untuk mengembangkan cadangan minyak fault
block IV dan mempercepat recovery oil di FB V. Perbaikan utama dalam tahap II, yang
pada dasarnya keluar dari pembelajaran Tahap I, adalah:
1. Sumur lateral dibor lebih panjang.
2. Screen gravel pack hanya pelengkap, karena pasir lebih terkonsolidasi daripada
yang diperkirakan sebelumnya.
3. Gas cusping dianggap baik karena kemampuan angkatnya dan sumur sebaiknya
ditempatkan lebih dekat ke GOC daripada WOC.
4. Walaupun gas cusping membantu pemulihan minyak, sumur yang tidak banyak
gas cone (MB06, MA06, MA10 dan MA09) dibandingkan dengan sumur yang
melakukannya (MB04), menghasilkan lebih banyak minyak. Jadi sumur
diproduksi dengan drawdown kecil 20 ~ 25 psi sampai cusping gas dimulai.

Universitas Pertamina - 44
Tabel 4. 6 Cumulative Produksi Sumur Fase 2 Lapangan Mahogany

Sumber: Samsundar, 2005

 Assistance with continuous gas lift artificial lift


Produksi dengan bantuan gas lift memungkinkan untuk mempertahankan produksi pada water
cut yang rendah. Proyek gas lift terbukti sukses dengan memperpanjang umur reservoir
dan recovery factor yang diharapkan meningkat dari 30% menjadi 34%. Selain
implementasi yang sukses, seluruh instalasi dan commissioning sistem dilakukan hanya
dalam 2 bulan.

Grafik 4. 17 Efek Artificial Gas Lift pada Lapangan Mahogany (Samsundar, 2005)

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Berdasarkan strategi yang dikembangkan yaitu horizontal drilling dan bantuan gas lift dapat
diamati dari total peningkatan incremental recovery factor Lapangan Mahogany dengan initial
17%-18% adalah pada fase 1 dari 18% menjadi 27% dan pada fase 2 kembali meningkat 3%
dan terakhir dibantu dengan artificial lift gas lift maka mendapatkan recovery factor sebesar
34%.

Universitas Pertamina - 45
Grafik 4. 18 Produksi Rate Lapangan Mahogany (Samsundar, 2005)

4.2.8 Rabi Field (Onshore), Gabon, Shell

Deskripsi Lapangan
Lapangan Rabi ditemukan pada Agustus 1985. Lapangan ini terletak di onshore Gabon, 60
km tepat di Selatan khatulistiwa. Reservoir sandstone, termasuk dalam kategori bersih dan
unconsolidated. Memiliki butir yang umumnya coarse grained. Dengan permeabilitas mulai
dari 1 sampai 5 darcy, dan porositas dari 24% hingga 30%. Rasio net-to-gross cukup baik
bervariasi di seluruh lapangan dengan rata-rata 0,7 di Selatan, dan 0,9 di Utara. Terdapat
kolom minyak dengan ketebalan 46 meter (151 ft), dilapisi oleh gas cap berukuran sedang dan
akuifer yang besar.

Gambar 4. 11 Lokasi Lapangan Rabi (Bruijnzeels, 1995)

Overview untuk Lapangan Rabi dapat disimpulkan sebagai berikut:


 Perkiraan OOIP adalah 1700 MMBO
 Awalnya direncanakan akan dikembangkan dengan sumur vertikal. Namun, sumur-
sumur ini mengalami penurunan yang signifikan
 Reservoir yang dangkal dengan bentuk unconsolidated.

Universitas Pertamina - 46
Strategi Pengembangan Lapangan
Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Rabi:
 Smart Sumur Horizontal
Peningkatan performa yang signifikan dengan penggunaan sumur horizontal dan
pemilihan teknologi inflow control device yang tepat dengan slotted linier untuk
menembus beberapa zona geologi yang memiliki parameter yang bervariasi.
Pengenalan sumur horizontal dalam pengembangan Rabi mengurangi biaya, dampak
lingkungan dan kebutuhan pemasangan gas.

Gambar 4. 12 Skema Sumur Horizontal Lapangan Rabi (Pelgrom 1994)

 Metode yang umum pada oil rim yaitu bean-back yang merupakan metode utama yang
digunakan untuk mencegah produksi gas berlebihan dan pemulihan minyak terbatas.
Performa produksi (180.000 stb/d) akibat support dari water coning dan gas cusping.
Sumur secara bertahap melakukan bean-back untuk mengontrol GOR. Dimana Gas dan
air diinjeksi kembali.

 Melakukan shut off sumur dengan metode pressure build up agar pressure reservoir
meningkat

Grafik 4. 19 Efek Pressure Build Up pada Produksi Lapangan Rabi (Pelgrom 1994)

Universitas Pertamina - 47
 Dalam penggunaan sumur vertikal perlu memaksimalkan jarak GOC dan WOC pada
sumur vertikal dengan bantuan sand consolidation sangat dimungkinkan pada
completion sumur vertikal dengan ketebalan drainase 10-20 m yang total ketebalan
kolom minyak adalah 46 meter. Dimana sumur vertikal memiliki recovery sekitar 4,5
juta bbl per sumurnya. Dengan keterbatasan tersebut maka diperlukan tambahan 180
sumur untuk melakukan drainase secara keseluruhan lapangan.

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Berdasarkan strategi penggunaan sumur horizontal, metode bean-back, melakukan pressure
build up dan memaksimalkan posisi letak sumur vertikal terhadap WOC dan GOC maka
berhasil meningkatkan PI secara signifikan yang mana dapat meningkatkan pula recovery
factor dari Lapangan Rabi dengan RF sebesar 39%

Tabel 4. 7 Perbandingan Productivity Index pada Lapangan Rabi


Tahun PI Actual (b/d/psi) PI Teoretis (b/d/psi) Jumlah Sumur

Pra 1992 246 0,53 10

1992 285 0,61 7

1993 519 0,66 13

Sumber: Pelgrom, 1994

4.2.9 Seligi Field (Offshore), Malaysia, Esso


Deskripsi Lapangan
Lapangan Seligi merupakan lapangan minyak offshore terbesar di Semenanjung Malaysia,
terletak sekitar 280 km dari pantai timur Semenanjung Malaysia. Kedalaman air sekitar 70
meter (230 feet) di area lapangan. Seligi terletak di bagian selatan Cekungan Melayu.

Gambar 4. 13 Peta Lokasi Lapangan Seligi (Yong, 1992)

Ketebalan awal reservoir oil rim seligi bervariasi dari 30 feet hingga 300 feet dengan
permeabilitas lapisan minyak mulai dari 200 mD hingga 2000 mD. Setelah 21 tahun
berproduksi, saat ini ketebalannya telah berkurang sekitar 16 hingga 32 feet.

Overview untuk Lapangan Seligi dapat disimpulkan sebagai berikut:

Universitas Pertamina - 48
 Reservoir multi-layer sandstone dengan bentuk antiklinal yang kompleks dengan empat
puncak.
 Memiliki porositas dan permeabilitas yang baik
 Memiliki gas cap yang besar dan tenaga pendorong akuifer yang kuat.
 Ketebalan kolom oil rim adalah 30–300 ft (J18/60).

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Seligi:

 Kombinasi Sumur Vertikal dan Sumur Horizontal

Mempelajari mekanisme ekspansi gas cap dan pergerakan akuifer berdasarkan area
sangat penting dalam perencanaan penempatan sumur dengan baik. Gambar 4.14
menunjukkan, di sektor lapangan yang memiliki strong water drive, evolusi
perambahan air dan gas di sekitar sumur vertikal dan sumur horizontal.

Gambar 4. 14 Perambahan We dan Gas Cap di Sekitar Sumur Lapangan Seligi (Razak,
2010)

Dalam upaya menghindari produksi gas berlebihan dari gas cap, sumur horizontal ditempatkan
dekat dengan WOC. Ekspansi tutup gas dan kenaikan akuifer dikompresi sangat efektif ke oil
rim shrinkage. Saat ini sumur horizontal terendam dalam air tetapi sumur vertikal masih dapat
diproduksi bahkan pada water cut yang tinggi. Grafik 4.20 menunjukkan sejarah laju minyak
sumur horizontal dan sumur vertikal sebagai perbandingan.

Universitas Pertamina - 49
Grafik 4. 20 Production Rate Horizontal Well dan Vertical Well Lapangan Seligi
(Razak, 2010)

 Sumur Injeksi Air dan Gas


Meskipun oil rim didukung oleh akuifer regional yang kuat dan ekspansi gas cap yang
besar, tekanan reservoir yang menurun di semua sektor akan mengurangi produksi, hal
ini mengindikasikan bahwa dibutuhkan injeksi air. Konsepnya adalah untuk menjaga
oil rim dalam kontak dengan sumur produksi agar dapat memaksimalkan recovery.

Grafik 4. 21 Efek Injeksi Air pada Lapangan Seligi (Chan, 2011)

Gas yang diproduksi diinjeksi kembali ke gas cap. Hal ini bertujuan untuk
menyeimbangkan pergerakan WOC dan GOC dengan mengendalikan injeksi gas ke gas
cap dengan mengevaluasi GIGP (rasio injeksi / produksi gas) yang optimal untuk setiap
sektor.

Universitas Pertamina - 50
Grafik 4. 22 Efek GIGP pada Lapangan Seligi (Razak, 2010)

 Pengaktifan kembali Sumur dan Infill Well


Serangkaian studi simulasi model diselesaikan terlebih dahulu dengan mengevaluasi
potensi pengaktifan kembali dan workover sumur idle, serta potensi penerapan sumur
infill di berbagai sektor reservoir. Kontak gas / minyak dan air / minyak dalam model
perlu kalibrasi dengan serangkaian survei RST. Hasil prediksi simulasi menunjukkan
bahwa pengaktifan kembali sumur idle dan pengeboran sumur infill semakin
meningkatkan faktor pemulihan dari 37% menjadi 45%.

Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim


Pada reservoir Lapangan Seligi strategi injeksi fluida, konfigurasi kombinasi sumur,
pengaktifan kembali sumur idle dan pengeboran sumur infill dapat meningkatkan faktor
pemulihan dari RF initial 37% menjadi 45% dengan kenaikan 8%. Studi injeksi air memiliki
potensi kenaikan 7% tambahan dalam pemulihan minyak. Total gabungan incremental
peningkatan adalah 15% dalam pemulihan minyak

Tabel 4. 8 Recovery Factor Lapangan Seligi

Sumber: Chan, 2011

Universitas Pertamina - 51
4.2.10 Champion West Field (Offshore), Brunei, Brunei Shell Petroleum
Deskripsi Lapangan
Lapangan Champion West terletak sekitar 90 km di lepas pantai Brunei dengan kedalaman
sekitar 50 m (164 ft). Reservoir memiliki sudut dip sebesar 20-26 derajat dan terdiri dari
kolom oil 10-100 m (32 –328 ft). kekuatan akuifer memiliki kisaran lemah hingga kuat.

Gambar 4. 15 Peta Lokasi Lapangan Champion West (Johan, 2004)

Overview untuk Lapangan Champion West dapat disimpulkan sebagai berikut:


 Pengembangan ekonomis oil rim sangat erat dengan gas cap besar di reservoir
Lapangan Champion West.
 Memiliki reservoir minyak dalam lapisan yang tidak sejajar dengan total 25 sel yang
berbeda tekanan membuatnya sangat kompleks.
 Reservoir memiliki karakteristik yang cukup bagus dengan NTG 50-70%, Porositas, 10-
20% dan Permeabilitas 30-500 mD.

Strategi Pengembangan Lapangan


Berikut adalah strategi yang dikembangkan pada Lapangan Champion West:
Pada pengembangan awal Lapangan Champion West digunakan konsep pengembangan Smart
Snake Well. Smart Snake Well dipilih sebagai konsep pengembangan untuk banyak target
minyak di lapangan. Bentuk mengular dari jalur sumur dimaksudkan untuk mengarahkan
completion pada lapisan-lapisan minyak yang tidak sejajar agar memiliki titik drainase yang
baik. Untuk pengembangan oil rim yang lebih kecil, Dilakukan side-tracks drilling dari sumur
pengembangan karena dinilai memiliki biaya yang rendah.

Gambar 4. 16 Skema Sumur Horizontal pada Lapangan Champion West (Bakker,


2009)

Universitas Pertamina - 52
Hasil Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim
Strategi penggunaan smart snake well terbukti meningkatkan kemampuan produksi pada
Lapangan Champion West terbukti dapat meningkatkan produksi kumulatif minyak dengan
recovery factor 12%.

Grafik 4. 23 Laju Produksi terhadap Fungsi Cumulative Minyak Lapangan Champion


West (Bakker, 2009)

4.3 Analisis Pengembangan Reservoir Oil Rim pada Lapangan Referensi


Dari 10 Lapangan yang sudah melakukan pengembangan reservoir oil rim dapat memberikan
pelajaran tentang karakteristik dari reservoir oil rim itu sendiri. Hal in berguna dalam
pengembangan lapangan yang memiliki reservoir oil rim sehingga dapat lebih mengenal dan
mempertimbangkan pengembangan yang tepat agar memiliki recovery yang maksimal.
Berikut merupakan ringkasan strategi dan key finding dari lapangan referensi.
Tabel 4. 9 Strategi dan Key Finding Lapangan Referensi

Strategi
No Lapangan Lokasi Negara Operator Hasil
Pengembangan

Amherstia / Trinidad 1. Oil Then Gas


1 Offshore BP TT RF 15%
Immortelle & Tobago 2. Sumur Horizontal
1. Concurrent
2 Soku Offshore Nigeria Shell RF 23,2%
2. Sumur Horizontal
East 1 Oil Then Gas
3 Bajiaoting Offshore CNOOC RF 17%
China 2 Water Dumping
Norsk 1 Concurrent
4 Troll Offshore Norway RF 16,3%
Hydro 2 Sumur Horizontal
Esso 1. Oil Then Gas
5 Bream Offshore Australia RF 23%
Australia 2. Sumur Horizontal
West Delta
Amerika 1. Concurrent RF
6 Block Offshore Amoco
Latin 2. Sumur Horizontal 15,25%
75/90

Universitas Pertamina - 53
Strategi
No Lapangan Lokasi Negara Operator Hasil
Pengembangan
Iron Duke Trinidad 1. Concurrent
7 Offshore BP TT RF 17,7%
Mahogany & Tobago 2. Sumur Horizontal
Shell 1. Oil Only
8 Rabi Onshore Gabon RF 39%
Gabon 2. Sumur Horizontal
Esso 1. Oil Then Gas
9 Seligi Offshore Malaysia RF 37%
Malaysia 2. Sumur Horizontal
Champion Shell 1. Concurrent
10 Offshore Brunei RF 12%
West Brunei 2. Sumur Horizontal

Menurut Kolbikov (2012) dalam studinya untuk klasifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
pengembangan oil rim. Dia mengklasifikasikan efisiensi pengembangan oil rim menjadi faktor
geologi, teknologi, dan ekonomi. Faktor geologi merujuk pada struktur, batuan dan sifat fluida,
serta area proyek oil rim. Faktor teknologi mengacu pada jenis sumur, kelengkapan dan pilihan
cairan injeksi (air atau gas) yang dapat kita sebut sebagai faktor yang dapat dikendalikan.
Faktor keekonomisan juga tidak kalah penting yaitu dari cost serta price dari hidrokarbon.

Berdasarkan studi Peter (2019) mengungkapkan aspek komersial, politik dan strategis yang
dapat mempengaruhi rencana pembangunan lebih dari faktor teknis dalam keadaan tertentu.
Stakeholder misalnya dapat menunda persetujuan jika tidak terlibat dengan benar dan minat
mereka dicatat sebagai elemen faktor strategis yang perlu integrasi dalam rencana
pembangunan. Studi ini menambahkan aspek strategis dan komersial pada faktor-faktor yang
disorot oleh Kolbikov. Faktor-faktor strategis dan komersial adalah non-teknis seperti
ekonomi, tetapi dapat memainkan peran utama apakah reservoir oil rim akan dikembangkan
atau tidak. Studi ini memisahkan "operasional" dari teknologi untuk membedakan dampak
teknologi sumur dari dampak operasi sumur dan pengelolaan reservoir. Dan juga
mengelompokkan strategi dengan aspek komersial karena terkait erat. Klasifikasi faktor yang
diperbarui yang mempengaruhi pengembangan oil rim tipis ditunjukkan pada Tabel 4.10 yang
dimulai dari struktur yang disediakan oleh Kolbikov (2012) lalu dilanjutkan oleh Peter (2019).
Tabel 4. 10 Analisa Parameter Pengembangan Reservoir Oil Rim pada Lapangan
Referensi
Parameter Faktor Elemen Keterangan

Pancake atau lapisan horizontal tipis


Struktur geologi biasanya berbentuk antiklin.

Permeabilitas 10 – 5000 md

Tidak Lapisan Reservoir memiliki ketebalan


Geologi
dapat Heterogenitas yang tidak sama dan memiliki ukuran
dikontrol butir yang tidak seragam.

Biasanya saturation berupa minyak ringan


Saturation fluida hingga berat, So < Sw atau So < Sg

Universitas Pertamina - 54
Parameter Faktor Elemen Keterangan

Viskositas 0,24 – 4,2 cp

Semakin Kecil Water Saturationnya maka


Tekanan kapiler semakin besar tekanan kapilernya.

Ratio Mobilitas M <= 1

Tidak Gas cap size 0,16 - 18


Geologi
Dapat
Fluid contact GOC akan semakin turun dan WOC akan
Dikontrol
movement semakin meningkat

Akuifer Weak - Strong

Ketebalan 9,8 – 150 ft


kolom minyak
Harga minyak Semakin tinggi harga maka proyek dapat
dan gas berjalan dengan baik
Ekonomi
Proyek Oil Rim dapat meningkatkan
Cash flow
keuntungan apabila ekonomis

Tipe completion Horizontal Well dengan ICD


sumur

Drainage Area sangat berpengaruh pada


Teknologi Well spacing oil rim sehingga well spacing perlu
dikontrol.
Perlakuan Injeksi air dan gas cukup sering
Injeksi air atau
dilakukan di beberapa lapangan untuk
gas
meningkatkan produktivitas reservoir.
Dapat Coning dan Coning dan Cusping merupakan tipikal oil
dikontrol Cusping rim
Peningkatan Water cut sangat
Produksi air dimungkinkan terjadi dengan nilai yang
Operasional cukup tinggi.
Laju produksi Laju Produksi minyak sangat bergantung
minyak pada keseimbangan WOC dan GOC
Produksi gas dapat terjadi akibat ekspansi
Produksi gas
gas cap
Terdapat 3 kemungkinan produksi dalam
Oil rim’
1. Concurrent Oil and Gas
Strategi / Pengembangan
Komersial gas atau minyak 2. Pengembangan produksi Oil Rim
sepenuhnya terlebih dahulu
3. Pengembangan produksi Oil Rim
terlebih dahulu

Universitas Pertamina - 55
4.4 Metode Screening Reservoir Oil Rim
Berdasarkan pengembangan reservoir oil rim di berbagai lapangan terdapat screening metode
yang digunakan untuk menjamin kelayakan suatu proyek pengembangan oil rim, pada bagian
ini akan dibahas tentang metode screening untuk pengembangan lapangan sampel.

4.4.1 Metode Screening Referensi


Terdapat 3 referensi metode screening, sebagai berikut:
1. Metode Screening Olamigoke (2009)

Penilaian terhadap performa oil rim aktual dan studi simulasi telah menciptakan dasar
untuk menetapkan tren pemulihan minyak yang dapat digunakan dalam penelitian lain
untuk membuat perkiraan pemulihan dari reservoir oil rim pada lapangan yang belum
dikembangkan. Berdasarkan penelitian ini, kesimpulan berikut dapat dicapai.

Reservoir oil rim yang baik untuk dikembangkan apabila memiliki Kompleksitas
geologis minimal, permeabilitas tinggi, viskositas rendah, akuifer kuat. Untuk kolom
minyak dengan ketebalan 20 feet dapat dipertimbangkan untuk pengembangan.
Reservoir oil rim dengan ketebalan kolom lebih dari 30 feet sangat dipertimbangkan
untuk pengembangan. Pilihan konsep pengembangan sangat tergantung pada ukuran
gas cap, permeabilitas reservoir dan kekuatan akuifer. Diperlukan studi lanjutan untuk
menilai geologi dan reservoir lapangan pengembangan. Untuk mengoptimalkan strategi
pengembangan diperlukan kombinasi pertimbangan dari faktor teknis, komersial,
ekonomi, operasional dan politik. Setiap reservoir harus dievaluasi secara individual.

Tabel 4. 11 Screening Criteria Reservoir Oil Rim Olamigoke

Sumber: Olamigoke, 2009

Strategi pengembangan reservoir oil rim terbagi menjadi 3 sebagai berikut:

 Pengembangan minyak sepenuhnya terlebih dahulu lalu gas


 Pengembangan minyak sebagian lalu gas
 Pengembangan minyak dan gas secara bersamaan

Universitas Pertamina - 56
Gambar 4. 17 Matriks Konsep Pengembangan Reservoir Oil Rim (Olamigoke, 2009)

2. Metode Screening Masoudi (2013)

Menurut (Olamigoke & Peacock, 2009) menunjukkan bahwa rasio gas cap terhadap
volume minyak (faktor M) dan ketebalan oil rim dapat digunakan sebagai alat screening
pertama untuk memutuskan strategi produksi dan deplesi. Masoudi merekomendasikan
penggunaan matrix strategi deplesi tersebut (Gambar 4.17).

Dimana gambar tersebut menunjukkan bahwa untuk ketebalan kolom minyak kurang
dari 30 feet untuk volume gas cap apa pun, produksi minyak harus diabaikan dan
pengembangannya hanya fokus pada pengembangan gas. Untuk ketebalan di atas 30
feet, jika faktor M kurang dari 2 maka pengembangan minyak terlebih dahulu dilakukan
dan kemudian pengembangan gas selanjutnya. Dan untuk faktor M di atas 2 dan
ketebalan di atas 30 feet, pengembangan dapat dilakukan dengan produksi minyak dan
gas bersamaan dengan tingkat yang terkendali. Selain itu perlunya mempertimbangkan
masalah teknis lainnya. Screening dibagi kedalam tiga kategori.

Tabel 4. 12 Screening Criteria Reservoir Oil Rim Masoudi

Sumber: Masoudi, 2013

Universitas Pertamina - 57
3. Metode Screening John (2019)

Berdasarkan studi terdahulu dalam mengevaluasi dan mengelola reservoir oil rim,
Dengan properties statis maupun dinamik memiliki pengaruh yang besar pada reservoir
oil rim. Untuk menjaga jumlah parameter agar tetap terkendali, Screening ini
difokuskan pada beberapa sifat statis dan dinamis yang bersifat kuantitatif. Terdiri dari
ketebalan oil rim (Ho), viskositas, rasio permeabilitas vertikal-horizontal (Kv / Kh), titik
akhir permeabilitas relatif untuk gas (Krg), air (Krw) dan minyak (Kro), serta laju
produksi liquid (Ql) dan gas (Qg). Perlu dicatat bahwa Qg hanya berlaku dalam kasus
COG dan GOD. Rentang parameter yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada
Tabel 4.13, sementara semua variabel input lainnya tetap tidak berubah karena statusnya
data referensi.

Tabel 4. 13 Parameter Screening Reservoir Oil Rim John

Sumber: John, 2019

Parameter-parameter tersebut juga merupakan input dari perhitungan numerical John


dimana terdapat 3 skenario yang dihasilkan yaitu sebagai berikut:

 Oil Then Gas (OTG)


Memproduksi oil rim terlebih dahulu kemudian mengembangkan produksi gas
cap. John melakukan perhitungan ranking properties yang berpengaruh pada
pengembangan reservoir dengan skenario OTG seperti pada gambar 4.18.

Universitas Pertamina - 58
Gambar 4. 18 Ranking Properties yang Berpengaruh untuk Pengembangan
dengan OTG (John, 2019)

 Concurrent Oil and Gas (COG)


Skenario COG yaitu mengembangkan secara bersamaan oil rim dan gas cap. John
melakukan perhitungan ranking properties yang berpengaruh pada
pengembangan reservoir dengan skenario COG seperti pada Gambar 4.19.

Gambar 4. 19 Ranking Properties yang Berpengaruh untuk Pengembangan


dengan COG (John, 2019)

 Gas Only Development (GOD)


Skenario GOD hanya mengembangkan gas karena dinilai reservoir oil rim tidak
cukup baik untuk dikembangkan. John melakukan perhitungan ranking
properties yang berpengaruh pada pengembangan reservoir dengan skenario
GOD seperti pada Gambar 4.20.

Universitas Pertamina - 59
Gambar 4. 20 Ranking Properties yang Berpengaruh untuk Pengembangan
dengan GOD (John, 2019)

Dalam mempertimbangkan strategi ketika ketebalan oil rim kecil, dan


permeabilitas relatif gas tinggi, Gas Only Development adalah opsi
pengembangan paling menarik untuk memaksimalkan pemulihan hidrokarbon,
namun tergantung pada pertimbangan teknis dan komersial lainnya.
Pada reservoir yang memiliki viskositas yang relatif tinggi, anisotropis vertikal
rendah, dan permeabilitas minyak yang tinggi, dan di mana produksi minyak
menjadi pertimbangan pengembangan, teknik Oil Then Gas (OTG) dan
Concurrent Oil Gas (COG) cukup tepat untuk memaksimalkan pemulihan
hidrokarbon, namun tergantung pada pertimbangan teknis dan komersial lainnya.
Tetapi apabila pemulihan minyak memiliki prioritas lebih tinggi daripada
pemulihan gas, maka pengembangan OTG lebih tepat untuk diaplikasikan.
4.4.2 Rekomendasi Screening Criteria
Berdasarkan metode screening dari ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan bahwasanya
masing-masing metode screening saling melengkapi dan menyempurnakan dimana studi
diawali oleh Olamigoke pada tahun 2009, lalu dilanjutkan dan disempurnakan oleh Masoudi
pada tahun 2013, dan terakhir di uji coba dengan simulasi statistik oleh John pada tahun 2009.
Peneliti akan mencoba menggunakan ketiga metode screening tersebut dalam penilaian
reservoir oil rim lapangan sampel yaitu Lapangan Antareja. Sehingga metode screening yang
digunakan adalah multi-screening.

Tabel 4. 14 Metode Screening Lapangan Sampel


Urutan Metode Screening Keterangan

1 Olamigoke 2009 Screening pertama


2 Masoudi 2013 Penentuan status proyek oil rim (no go, considered, go)
3 John 2019 Penentuan kecocokan skenario pengembangan reservoir
oil rim

Universitas Pertamina - 60
4.4.3 Perkiraan Formula Empiris RF Reservoir Oil Rim menggunakan Metode Multi Regresi
Pada perhitungan penelitian ini peneliti menggunakan perhitungan regresi yang bertujuan
ingin melihat parameter yang paling berpengaruh terhadap recovery factor pada reservoir oil
rim dengan menggunakan 6 variabel independen dan satu variabel dependen, untuk 6 variabel
independen tersebut berupa (Ketebalan, Porositas, Permeabilitas, ukuran gas to oil volume
reservoir atau ukuran gas cap, viskositas minyak, akuifer) yang didapatkan dari lapangan-
lapangan referensi yang sudah mengembangkan reservoir oil rim. Dan untuk variabel
dependen peneliti menggunakan recovery factor dari setiap lapangan referensi tersebut. Data-
data tersebut disajikan pada Tabel 4.15.

Tabel 4. 15 Data Parameter Lapangan Referensi


No Lapangan Operator Location Thickness (ft) Porosity (%) K (md) M visc (mPas) Time (Year) aquifer RF (%)
1 Amshertial / Immortelle BP Trinidad 31 24,4 250 12 0,49 3 3 15
2 Soku Shell Nigeria 62 26 2269 1,9 0,35 7 1 23,2
3 Bajiaoting CNOOC East China 13 20,5 229 1,3 1,29 2 1 17
4 Troll Norsk Hydro Norway 39,3 20 1000 7,14 2,1 2 3 16,3
5 Bream Esso Australia 44 28 2900 8,7 0,24 6 3 23
6 West Delta Block 75/90 Amoco Gulf of Mexico 20 30 800 1,6 1,2 6 3 15,25
7 Mahogany BP Trinidad & Tobago 74 24 300 5,2 0,614 4 3 17,7
8 Rabi Shell Gabon 151 30 4000 1,4 3,4 9 3 39
9 Seligi EMPI (Esso) Malaysia 100 30 2000 1,3 1,2 10 3 37
10 Champion Shell Brunei 32 18 100 17 4 4 3 12
Data kekuatan akuifer menggunakan indeks dengan urutan angka 1 → 3 untuk weak drive
→ strong drive.

Regression Statistics
Multiple R 0,992718
R Square 0,985489
Adjusted R Square 0,938226
Standard Error 3,20488
Observations 30
Pada hasil regresi statistik didapatkan nilai R square 0,985 dan angka Adjusted R Square
sebesar 0,938 hal ini menandakan variabel independen memiliki pengaruh 84% pada variabel
dependen.
Anova
df SS MS F Significance F
Regression 7 16044,11 2292,016 223,1485 6,25242E-19
Residual 23 236,2389 10,27126
Total 30 16280,35
Berdasarkan hasil Analysis of Varian maka didapatkan nilai signifikansi 6,25242E-19 dimana
lebih kecil dari toleransi 0,05 maka dapat dikatakan variabel independen mempengaruhi
variabel dependen secara signifikan.
Tabel 4. 16 Hasil Perhitungan Koefisien Persamaan Multi Regresi
Standard Lower
Properties Coefficients Error t Stat P-value 95% Upper 95%
Intercept 0 #N/A #N/A #N/A #N/A #N/A
Ho (ft) 0,11903 0,0285 4,1805 0,0004 0,06013 0,17793
Por (%) 0,53252 0,1221 4,3620 0,0002 0,27997 0,78507
K (md) 0,00093 0,0008 1,1796 0,2502 -0,00070 0,00257

Universitas Pertamina - 61
Standard Lower
Properties Coefficients Error t Stat P-value 95% Upper 95%
M -0,0748 0,1646 -0,4546 0,6537 -0,41541 0,26572
visc (mPas) 0,4916 0,5641 0,8715 0,3925 -0,67527 1,65847
Time (Year) 0,5159 0,4510 1,1439 0,2644 -0,41702 1,44875
aquifer -1,1413 1,0787 -1,05804 0,3010 -3,37280 1,09016
Sehingga dapat ditemukan formula regresi untuk fungsi RF yaitu
Persamaan 4. 1 Multi Regresi

𝑅𝐹 = 0,11903 ∗ 𝐻𝑜 + 0,53252 ∗ 𝑃𝑜𝑟 + 0,00093 ∗ 𝐾


+ (−0,07484 ∗ 𝑀) + 0,4916 ∗ 𝑉𝑖𝑠𝑐 + 0,51586 ∗ 𝑇𝑖𝑚𝑒
+ (−1,14132 ∗ 𝐴𝑘𝑢𝑖𝑓𝑒𝑟)
(4.1)

Selanjutnya dilakukan uji residual error antara prediksi RF dan Actual RF


Tabel 4. 17 Perhitungan Residual Error

Predicted Standard Aktual


Observation RF (%) Residuals Residuals RF (%)
1 14,38306 0,616945 0,219852 15
2 25,84228 -2,64228 -0,94159 23,2
3 13,10499 3,895013 1,388014 17
4 14,36715 1,932851 0,688784 16,3
5 21,99213 1,007872 0,359162 23
6 19,24409 -3,99409 -1,42332 15,25
7 20,4207 -2,7207 -0,96954 17,7
8 40,46716 -1,46716 -0,52283 39
9 31,97214 5,027859 1,791711 37
10 12,82115 -0,82115 -0,29262 12
Berdasarkan tabel 4.17, maka dapat disimpulkan bahwasanya RF prediksi dan RF aktual
memiliki residual error yang kecil dan dapat digambarkan pada Grafik 4.24.

RF Prediksi vs RF Aktual
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
0 2 4 6 8 10 12

Prediksi RF Aktual RF

Grafik 4. 24 Perbandingan Kurva Prediksi vs Actual RF

Universitas Pertamina - 62
Formula RF empiris memiliki asumsi dan limitasi, formula dapat digunakan untuk lapangan
yang sudah melalui tahap screening dengan status layak dikembangkan reservoir oil rim.
Dengan batasan fluida reservoir minyak ringan ditunjukkan dengan angka viskositas yang
rendah (0-4 cp).

4.5 Evaluasi Lapangan Sampel


Lapangan Antareja merupakan lapangan sampel yang menjadi objek penelitian pengembangan
reservoir oil rim di Indonesia. Pada Lapangan ini akan dikaji kecocokan screening, potensi
recovery, pengembangan oil rim yang tepat dan potensi produksinya.

4.5.1 Kecocokan Screening Criteria Lapangan Sampel


Lapangan Antareja memiliki properties sebagai berikut:

Tabel 4. 18 Parameter Properties Lapangan Antareja

No Properties Lapangan Sampel Keterangan

1 Struktur geologi Carbonate Build-up oligo-Miocene

2 Dimensi reservoir 10 km x 1 km x 1 km

3 Kedalaman reservoir 5000-6000 ft TVDSS

4 Kolom gas 1450 ft

5 M factor 18

6 Permeabilitas rata-rata 48 mD

7 Porositas rata-rata 20%

8 Saturation air 15%

9 Bottom hole temperature 260 oF

10 Initial Pressure Gas 2948 Psi

11 Kandungan H2S 1,5 %

12 Kandungan CO2 34%

13 Kolom minyak 150 ft @ 6692 ft TVDSS

14 DST#1 Well-1 ST1 Tekanan reservoir 2794 Psi @6854 SSTVD

15 OOIP 580 MMBO

16 Viskositas 2 cp

17 Kekuatan Aquifer Strong Water Drive

Universitas Pertamina - 63
Gambar 4. 21 Struktur Lapangan Antareja

Setelah mengetahui parameter properties yang paling berpengaruh dalam pengembangan


reservoir oil rim dari hasil perhitungan multi regresi dan juga properties lapangan sampel maka
perlu diketahui juga perbandingan nilai properties lapangan sampel terhadap lapangan
referensi yang tersaji pada Tabel 4.19.

Tabel 4. 19 Parameter Lapangan Referensi dan Sampel

Por K visc
No Lapangan Operator Lokasi H (ft) M W
(%) (md) (mPas)
Amherstial /
1 BP Trinidad 31 24,4 250 12 0,49 3
Immortelle
2 Soku Shell Nigeria 62 26 2269 1,9 0,35 1
East
3 Bajiaoting CNOOC 13 20,5 229 1,3 1,29 1
China
Norsk 7,1
4 Troll Norway 39,3 20 1000 2,1 3
Hydro 4
5 Bream Esso Australia 44 28 2900 8,7 0,24 3
West Delta Gulf of
6 Amoco 20 30 800 1,6 1,2 3
Block 75/90 Mexico
Trinidad
7 Mahogany BP & 74 24 300 5,2 0,614 3
Tobago
8 Rabi Shell Gabon 151 30 4000 1,4 3,4 3
EMPI
9 Seligi Malaysia 100 30 2000 1,3 1,2 3
(Esso)
10 Champion Shell Brunei 32 18 100 17 4 3
Lapangan Sampel
Por K visc
No Lapangan Operator Lokasi H (ft) m W
(%) (md) (mPas)
1 Antareja Pertamina Indonesia 150 20 48 18 2 3

Universitas Pertamina - 64
Berdasarkan data-data tersebut dilakukan probabilistic. Perhitungan probabilistic pada
penelitian ini digunakan untuk mengetahui letak properties lapangan sampel terhadap
lapangan referensi dalam proyek pengembangan reservoir oil rim dimana P10 untuk low
properties, P50 untuk medium properties, dan P90 untuk high properties dari data aktual
lapangan referensi yang berpedoman pada konsiderasi pengembangan reservoir oil rim oleh
para ahli yang berguna membantu menilai properties pada lapangan sampel.

Hasil probabilistic ketebalan reservoir oil rim lapangan referensi yaitu nilai low < 19 feet,
medium 49 feet, dan high > 105 ft

Grafik 4. 25 Probabilistic Ketebalan Reservoir Lapangan Referensi

Hasil probabilistic porositas reservoir oil rim lapangan referensi yaitu nilai low < 20%, medium
25% feet, dan high >30%.

Grafik 4. 26 Probabilistic Porositas Reservoir Lapangan Referensi

Hasil probabilistic permeabilitas reservoir oil rim lapangan referensi yaitu nilai low < 216 mD,
medium 900 mD, dan high > 3010 mD.

Universitas Pertamina - 65
Grafik 4. 27 Probabilistic Permeabilitas Reservoir Lapangan Referensi

Hasil probabilistic m factor reservoir oil rim lapangan referensi yaitu nilai low <1,3, medium
3,55, dan high >12.5.

Grafik 4. 28 Probabilistic M Factor Reservoir Lapangan Referensi

Hasil probabilistic viskositas reservoir oil rim lapangan referensi yaitu nilai low < 0,34 cp,
medium 1,25 cp, dan high > 3,46 cp.

Grafik 4. 29 Probabilistic Viskositas Minyak Reservoir Lapangan Referensi

Universitas Pertamina - 66
Hasil probabilistic kekuatan akuifer reservoir oil rim lapangan referensi yaitu nilai low untuk
weak water drive, medium untuk strong water drive dan high untuk strong water drive.

Grafik 4. 30 Probabilistic Kekuatan Akuifer Reservoir Lapangan Referensi

Berdasarkan plot probabilistic tersebut peneliti dapat menilai parameter properties lapangan
sampel terhadap parameter properties aktual lapangan referensi. Berikut adalah hasil dari
penilaian parameter properties lapangan sampel.

Sebelum melakukan penilaian, peneliti mengelompokkan parameter properties lapangan


aktual secara global dan melakukan ranking terhadap semua lapangan dengan menggunakan
hasil plot probabilistic dan berpedoman pada konsiderasi pengembangan lapangan reservoir
oil rim oleh para ahli. Seperti pada Tabel 4.20.
Tabel 4. 20 Pengelompokan Probabilistic Properties Aktual Lapangan Referensi

Properties Parameter Parameter Parameter


Properties Aktual Properties Aktual Properties Aktual
Rendah Medium Tinggi

Ketebalan (ft) <19 19 –105 >105

Porositas (%) <20 20–30 >30

Permeabilitas (mD) <216 216–900 >3010

M Factor >12,5 12,5–3,55 <3,55

Viskositas (cp) >3,46 3,46–0,34 <0.34

Aquifer Medium Water


Strong Water Drive Weak Water Drive
Drive

Universitas Pertamina - 67
Berdasarkan hasil probabilistic peneliti melakukan organisasi penyusunan urutan lapangan
reservoir terbaik berdasarkan konsiderasi pengembangan reservoir oil rim oleh para Ahli.
Hasil dari uji probabilistic untuk seluruh lapangan tersaji pada Tabel 4.21.

Tabel 4. 21 Ranking Lapangan Reservoir Oil Rim Berdasarkan Properties Setiap


Lapangan

Kekuatan
Urutan Ketebalan Porositas Permeabilitas M Factor Viskositas
Akuifer

1 Rabi Rabi Rabi Seligi Bream Soku

2 Antareja Seligi Bream Bajiaoting Soku Bajiaoting

West
3 Seligi Soku Rabi Amherstia Rabi
Delta

4 Mahogany Bream Seligi West Delta Mahogany Seligi

West
5 Soku Soku Troll Soku Bream
Delta

6 Bream Amherstia West Delta Mahogany Bajiaoting Antareja

7 Troll Mahogany Mahogany Troll Antareja West Delta

8 Champion Bajiaoting Amherstia Bream Troll Amherstia

9 Amherstia Antareja Bajiaoting Amsherstia Champion Mahogany

West
10 Troll Champion Champion Rabi Troll
Delta

11 Bajiaoting Champion Antareja Antareja Seligi Champion

Tabel 4. 22 Hasil Probabilistic Parameter Properties Lapangan Antareja

Lapangan Parameter Value Keterangan

Ketebalan 150 ft P 90, high value

Porositas 20 % P 10, low value

Permeabilitas 48 mD P 10, low value


Antareja
M factor 18 P 90, low value

Viskositas 2 cp P 50, medium value

Kekuatan akuifer Strong water drive P 90, low value

Kemudian dari hasil uji probabilistic Lapangan Antareja tergolong memiliki parameter
properties yang tidak terlalu baik diantara lapangan lainnya namun uji probabilistic tidak

Universitas Pertamina - 68
mempengaruhi kelayakan suatu lapangan dalam mengembangkan reservoir oil rim. Hal ini
dikarenakan parameter pada Lapangan Antareja memiliki karakteristik yang hampir sama pada
beberapa lapangan yang sudah mengembangkan reservoir oil rim, berikut ulasannya:

 Ketebalan kolom oil rim Lapangan Antareja hampir sama dengan ketebalan kolom oil
pada Lapangan Rabi di Gabon
 Porositas Lapangan Antareja sama dengan porositas pada Lapangan Troll di Norway.
 Rasio gas to oil volume reservoir atau ukuran gas cap Lapangan Antareja hampir sama
dengan Lapangan Champion West di Brunei.
 Viskositas lapangan Antareja sama dengan viskositas Lapangan Troll di Norway.
 Kekuatan Akuifer dari lapangan Antareja memiliki kesamaan dengan beberapa
lapangan yaitu Lapangan Amherstia, Lapangan Troll, Lapangan Bream, Lapangan West
Delta Block 75/90, Lapangan Mahogany, Lapangan Rabi, Lapangan Seligi, dan
Lapangan Champion West.

Hal ini menandakan bahwasanya Lapangan Antareja memiliki peluang yang sama dalam
mengembangkan reservoir oil rim kedepannya. Dalam penilaian kelayakan Lapangan Antareja
peneliti melakukan serangkaian screening sebagai berikut:

A. Screening Lapangan Antareja menggunakan metode Screening Olamigoke


(2009)
Metode screening pertama yang digunakan adalah metode screening Olamigoke

Tabel 4. 23 Penilaian Screening Parameter Reservoir Oil Rim


Parameter L M H Antareja

H (ft) 10 30 50 150

Permeabilitas 100 1000 2000 48

Viskositas 1,3 0,6 0,3 2

m factor 0,2 1 5 18

Berdasarkan hasil screening parameter tersebut dapat dikategorikan Lapangan Antareja


memiliki dua kemungkinan rendah dan dua kemungkinan tinggi untuk dikembangkan
namun di sini sudah dapat disimpulkan dengan nilai m factor dan ketebalan Lapangan
Antareja maka dapat dikembangkan secara Concurrent Oil and Gas Production dengan
nilai m = 18 dan ketebalan 150 ft.

Universitas Pertamina - 69
Gambar 4. 22 Matriks Strategi Pengembangan Lapangan Antareja

B. Screening Lapangan Antareja menggunakan metode Screening Masoudi (2013)


Setelah melakukan screening Olamigoke dilanjutkan pada screening Masoudi untuk
menentukan kelayakan proyek reservoir oil rim pada lapangan sampel.

Tabel 4. 24 Penilaian Screening Parameter Reservoir Oil Rim


Parameter Antareja

Ukuran
Kolom < 30 ft 30 - 70 ft > 70 ft 150 ft
minyak

m>7 m>2 m<=2 m = 18


Ukuran Gas
Cap FGIIP > FGIIP > 200 FGIIP FGIIP > 1
1TSCF BSCF <==20BSCF TSCF

Perm < 500 Perm < 500 - 1000 Perm > 1000 Perm = 48
Mobilitas mD mD mD mD

Visc > 1 cp Visc > 1 cp Visc < 1 cp Visc = 2

akuifer
Weak Mid Strong Strong
strength

Simple
Complex
Complex Geometry
Reservoir Geometry Simple
Geometry Small None or small
Geometry Large dip Geometry
dip uncertainty dip
uncertainty
uncertainty

Berdasarkan hasil screening parameter tersebut dapat dikategorikan lapangan Antareja


memiliki kemungkinan tinggi untuk dikembangkan karena 3 dari 5 parameter terpenuhi
dan dapat dikembangkan dengan strategi Concurrent Oil and Gas Production karena
memiliki nilai m = 18 dan ketebalan 150 ft.

Universitas Pertamina - 70
C. Screening Lapangan Antareja menggunakan metode screening John (2019)
Berdasarkan perhitungan numerical John (2019) maka dapat disimpulkan bahwasanya
formula regresi lapangan referensi dan formula numerical John menunjukkan kesamaan
trend properties dalam 2 skenario yaitu skenario OTG dan Skenario COG yaitu sebagai
berikut.

Coefficient
1.2

1 Positive effect
0.8 Negative effect
Coefficient

0.6

0.4

0.2

0
aquifer Porosity Time (Year) visc (mPas) Thickness M K (md)
(%) (ft)
Properties

Grafik 4. 31 Coefficient untuk Persamaan Regresi (4.1)

Berikut adalah grafik T Value untuk mengukur ukuran perbedaan relatif terhadap
variasi dalam data sampel properties lapangan referensi.

T Value
5
4.5
4 Positive effect
3.5 Negative effect
3
T Value

2.5
2
1.5
1
0.5
0
Porosity Thickness K (md) Time (Year) aquifer visc (mPas) M
(%) (ft)
Properties

Grafik 4. 32 T Value untuk Persamaan Regresi (4.1)

Grafik 4.31 dan Grafik 4.32 menunjukkan pada formula regresi properties 10 lapangan
referensi memiliki urutan signifikansi properties yaitu Porositas, Ketebalan, dan
Permeabilitas untuk skenario OTG dan COG.
Berdasarkan hasil screening studi John dapat disimpulkan bahwasanya ketebalan
Lapangan Antareja termasuk dalam kategori yang high recommended. Selain itu

Universitas Pertamina - 71
memenuhi syarat untuk dikembangkan dengan dua kemungkinan strategi yaitu Oil then
gas (OTG) atau Concurrent Oil and Gas (COG).

4.5.2 Perkiraan Recovery Factor Lapangan Sampel


Diketahui properti dari Lapangan Antareja sebagai berikut

Tabel 4. 25 Properties Reservoir Lapangan Antareja


Time
Ho (ft) Por (%) K (md) M visc (mPas) akuifer RF (%)
Field (year)

Antareja 150 20 48 18 2 10 3 ?

Formula perhitungan menggunakan rumus hasil regresi yaitu persamaan 4.1 sebagai berikut

𝑅𝐹 = 0,11903 ∗ 𝐻𝑜 + 0,53252 ∗ 𝑃𝑜𝑟 + 0,00093 ∗ 𝐾 + (−0,07484 ∗ 𝑀) + 0,4916 ∗


𝑉𝑖𝑠𝑐 + 0,51586 ∗ 𝑇𝑖𝑚𝑒 + (−1,14132 ∗ 𝐴𝑘𝑢𝑖𝑓𝑒𝑟) (4.1)

Maka

𝑅𝐹 = 0,11903 ∗ 150 + 0,53252 ∗ 20 + 0,00093 ∗ 48 + (−0,07484 ∗ 18) + 0,4916 ∗


2 + 0,51586 ∗ 10 + (−1,14132 ∗ 3)

𝑅𝐹 = 29,9%

Sehingga perkiraan cadangan yang dapat diambil adalah


Persamaan 4. 2 Estimated Ultimate Recovery

𝐸𝑈𝑅 = 𝑂𝑂𝐼𝑃 𝑥 𝑅𝐹 (4.2)


𝐸𝑈𝑅 = 580 𝑚𝑚𝑏𝑜 𝑥 29,9% = 173.537.282 bbl = 173,5 MMBO

4.5.3 Penentuan Strategi Depletion pada Lapangan Sampel


Berdasarkan hasil screening 3 ahli dan bantuan probabilistic maka reservoir lapangan Antareja
layak dikembangkan dan dengan strategi pengembangan Concurrent Oil and Gas karena
memiliki nilai m factor = 18 dan nilai ketebalan sebesar 150 ft

Gambar 4. 23 Rekomendasi Strategi Pengembangan Reservoir Oil Rim

Universitas Pertamina - 72
Pada pengembangan reservoir Concurrent Oil and Gas membutuhkan manajemen reservoir
yang cermat untuk mengoptimalkan pemulihan minyak dan gas tetapi kemungkinan terjadinya
gas early breakthrough cukup besar mengingat pada oil rim ukuran gas cap biasanya lebih
besar dari kolom oil rim.

Dari segi drilling dan completion sebaiknya menggunakan horizontal well dalam
pengembangan reservoir oil rim. Oleh karena itu, peneliti melakukan simulasi sumur analog
sebagai sumur usulan pada lapangan sampel untuk pengembangan reservoir oil rim
menggunakan aplikasi IPM untuk melihat laju alir dan metode DCA dasar penentuan berapa
sumur maksimal yang dapat dikembangkan pada reservoir oil rim lapangan Antareja.

Pemodelan sumur menggunakan PROSPER. Dimana model aliran steady state yang
digunakan di sini mengasumsikan bahwa sumur horizontal mengalirkan fluida pada balok
persegi panjang tertutup dengan menyegel batas atas dan bawah. Sumur dapat ditempatkan di
mana saja di wilayah drainase balok persegi panjang. Penurunan tekanan di sepanjang lubang
sumur itu sendiri tidak diperhitungkan.

Gambar 4. 24 Model Simulasi Sumur Horizontal Analog Lapangan Antareja

Dalam pemodelan sumur Ant-1 pada Lapangan Antareja peneliti mengasumsikan panjang
sumur horizontal 1500 ft dengan input dan output sebagai berikut

Universitas Pertamina - 73
Gambar 4. 25 Input Model PROSPER Lapangan Antareja

Hasil dari input model tersebut dengan asumsi panjang sumur horizontal 1500 ft adalah
sebagai berikut

Gambar 4. 26 Output Pemodelan Sumur Lapangan Antareja

Universitas Pertamina - 74
Berdasarkan hasil plot kurva IPR dan VLP untuk sumur Ant-1 pada pemodelan PROSPER.
Dengan asumsi panjang sumur 1500 feet maka sumur Ant-1 memiliki initial production
sebesar 976,9 stb/d yang ditunjukkan pada Grafik 4.32.

Grafik 4. 33 Plot IPR vs VLP Sumur Ant-1

Berdasarkan laju Initial production sebesar 976.9 stb/d per sumur peneliti melakukan
penentuan prediksi profil produksi menggunakan metode DCA dalam aplikasi MBAL dengan
asumsi decline rate sebesar 35% per tahun dan economic limit sebesar 20 stb/d dan asumsi
mulai produksi pada 01 Januari 2021 dengan lama produksi 10 tahun.

Grafik 4. 34 Prediksi Profil Produksi Sumur Ant-1 pada Lapangan Antareja

Berdasarkan plot kurva produksi sumur Ant-1 selama 10 tahun. Sumur Ant-1 memiliki total
cumulative 1 MMBO.

Universitas Pertamina - 75
Konsep pengembangan yang dapat dilakukan selain menggunakan sumur horizontal adalah
melakukan penambahan jumlah sumur dimana total maksimal penambahan sumur adalah
sebagai berikut
Persamaan 4. 3 Estimasi Total Sumur
𝑅𝐹 𝑥 𝑂𝑂𝐼𝑃
𝑁= (4.3)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑅𝑒𝑠𝑒𝑟𝑣𝑒 𝑝𝑒𝑟 𝑆𝑢𝑚𝑢𝑟

Maka dapat dihitung sebagai berikut


29,9% 𝑥 580 𝑚𝑚𝑏𝑜
𝑁= = 173,5 𝑠𝑢𝑚𝑢𝑟 = 173 𝑠𝑢𝑚𝑢𝑟
1 𝑚𝑚𝑏𝑜
Berdasarkan hasil perhitungan maka diperlukan tambahan sumur dengan total maksimal 173
sumur dalam 10 tahun. Sumur horizontal juga perlu enhanced dengan teknologi yang baik
salah satunya pemasangan inflow control device dan antisipasi masalah kepasiran dengan
gravel pack. Untuk injeksi air ataupun gas perlu diperhatikan apabila reservoir masih memiliki
tenaga pendorong natural pressure yang bagus maka tidak diperlukan injeksi fluida, apabila
terjadi penurunan tekanan maka injeksi bisa menjadi solusi. Untuk memaksimalkan produksi
menjadi lebih besar dapat pula digunakan bantuan artificial lift yaitu gas lift. Namun dari
semua rekomendasi strategi pengembangan lapangan Antareja diperlukan adanya pilot project
terlebih dahulu untuk mencari Value of Information (VOI) dan Learning Curve yang dapat
menjadi tolok ukur keberhasilan strategi pengembangan reservoir oil rim pada Lapangan
Antareja.

Universitas Pertamina - 76
Universitas Pertamina - 26
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, peneliti memperoleh kesimpulan yang dapat
diambil dari penelitian pengembangan reservoir oil rim pada lapangan sampel menggunakan
referensi global sebagai berikut:

1. Lapangan Sampel memiliki potensi yang cukup besar dilakukan pengembangan


reservoir oil rim dengan pedoman referensi global.
2. Berdasarkan analisis 10 lapangan referensi keberhasilan pengembangan oil rim tidak
terlepas dari faktor teknis dan ekonomi.
3. Parameter-parameter petrofisika yang berpengaruh pada pengembangan reservoir oil
rim adalah ketebalan kolom minyak, porositas, permeabilitas, ukuran gas cap,
viskositas, dan kekuatan aquifer. Dengan Porositas, Ketebalan dan Permeabilitas adalah
parameter yang paling berpengaruh dari T Value. Untuk Coefficient Aquifer, Porositas
dan Viskositas yang paling berpengaruh.
4. Metode screening yang sebaiknya digunakan pada lapangan sampel adalah metode
multi-screening dari beberapa ahli agar menjamin kelayakan reservoir untuk
dikembangkan dengan baik.
5. Berdasarkan perhitungan multi regresi data aktual lapangan referensi secara empiris
maka perkiraan cadangan yang dapat diambil dari Lapangan Antareja adalah 173,5
MMBO dari RF 29,9%.
6. Lapangan sampel dapat dikembangkan karena memiliki kriteria yang layak dengan
strategi pengembangan Concurrent Oil and Gas dengan sumur horizontal maksimal 173
sumur.

5.2 Saran
Setelah mendapatkan kesimpulan dalam hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti
dapat memberikan saran/rekomendasi berupa:

1. Strategi deplesi Lapangan Antareja diperlukan maksimal 173 sumur dengan asumsi
sumur horizontal. Tetapi untuk pengembangannya diperlukan pilot 5 sumur untuk
mendapatkan VOI (Value of Information) dan Learning Curve sebelum tahap ekspansi
proyek.
2. Untuk penelitian berikutnya, dapat menggunakan model simulasi pada lapangan sampel
agar mampu mendapatkan hasil yang lebih baik dan dapat memprediksikan serta
mendeskripsikan lebih detail tentang lapangan sampel.
3. Berdasarkan perhitungan empiris yang dilakukan untuk perhitungan empiris selanjutnya
sebaiknya ditambahkan parameter waktu pada persamaan empiris Recovery Factor.
4. Dalam pengembangan reservoir oil rim pada lapangan sampel diharapkan terdapat
dukungan dari pemerintah dan stakeholder agar lebih menjamin keberhasilan dari
proyek reservoir oil rim tersebut.

Universitas Pertamina - 77
DAFTAR PUSTAKA
Ahmed, T. (2010). Reservoir Engineering Handbook. Oxford: ELSEVIER Inc.
Alvarado, V., & Manrique, E. (2010). Enhanced Oil Recovery: An Update Review. Wyoming:
Energies.
Angga. (2014, May 28). Sejarah Industri Migas di Indonesia. Retrieved from
omc.proxsisgroup.com: https://omc.proxsisgroup.com/sejarah-industri-migas-di-indonesia/
Arifin, H. M. (1993). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bacarreza, L., Hornabrook, C., & Khoo, C. C. (2008). The Sneaking Wells in Champion West,
Offshore Brunei, Best Practices for ERD Well Construction. IADC/SPE 114550, P 1-17.
Bakker, P. (2009). Appraisal and Development of Thin Oil Rims Using the Smart Field Approach,
An Example from Champion West, Brunei. SPE 122600, P 1-9.
Balogun, O., Adepoju, Y., Ogbuli, A., & Chukwunwei. (2015). Hydrocarbon Resource
Development decision for gas reservoir with 10ft oil rim: Niger delta case study. SPE-
178382-MS, P 1-10.
Bayley, E., & Shen, E. (2003). Thin Oil Rim Development in the Amherstia/Immortelle Fields,
Offshore Trinidad. SPE 81088, P 1-9.
Bruijnzeels, C. (1995). Rabi Multi-Sector Reservoir Simulation Model. SPE 29117, P 219-232.
Carcoana, A. (1992). Applied Enhanced Oil Recovery. New Jersey: Prentice Hall.
Center for Sustainable Systems. (2019). Unconventional Fossil Fuels. Michigan: University of
Michigan.
Chan, K., Kifli, A., & Darman, N. (2011). Breaking Oil Recovery Limit in Malaysia Thin Oil Rims
Reservoirs: Water Injection Optimization. IPTC 14157, P 1-9.
Cosmo, C., & Fatoke, O. (2004). Challenges of Gas Development: Soku Field Oil Rim Reservoirs.
SPE Paper 88894, P 1-10.
Cosse, R. (1993). Basics of Reservoir Engineering. Paris: Technip Edition.
Dandona, A., & Morse, R. (1975). Down Dip Waterflooding at an Oil Reservoir having a Gas Cap.
SPE 5086, JPT, P 1005-1016.
Elsharafi, M. (2016). Minimizing Formation Damage for Preformed Particle Gels in Mature
Reservoirs. Researchgate (292145261), P 6.
Exxon. (2007, May 11). Financial and Operating Review 2007. Dipetik dari www.sec.gov:
https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/34088/000095013408005240/d54663exv99.htm
Fujita, K. (1982). Pressure Maintenance by Formation Water Dumping for the Ratawi Limestone
Oil Reservoir, Offshore Khafji. SPE 9584. Volume34 Number 4, P 738-754.
Gallagher, J., Prado, L., & Pieters, J. (1993). Simulation of Coning in a Thin Oil Rim in a Fractured
Reservoir. SPE 25613, P 181-190.
Hegre, E., Dalen, V., & Strandenaes, W. (1994). IOR Potential with Up-Dip Water Injection in the
Stratford FM at the Stratford Field. SPE 28841, P 347-360.

Universitas Pertamina - 78
Höök, M., Davidsson, S., Johansson, S., & Tang, X. (2014). Decline and Depletion Rates of Oil
Production: a Comprehensive Investigation. London: Royal Society Publishing.
Johan, A. H. (2004). Combination of Snake Well Design & Smart Completions: Key Enablers for
Champion West Development. SPE 122600, P 1-7.
John, I. J. (2019). Simple Guidelines for Screening Development Options for Oil-Rim Reservoirs.
SPE-198718-MS, P 1-15.
Joshi, S. (1988). Production forecasting methods for horizontal wells. Proceedings of SPE
International Meeting (SPE 17580), P 303-321.
Joshi, S. (1991). Horizontal Well Technology. Tulsa: PennWell Publishing.
Kabir, M., McKenzie, P., Connell, C., & Sullivan, T. (1998). Gas Injection Technique to Develop
Rim Oil, Mereenie Field, Australia. SPE 50050, P 154-164.
Khodijah, N. (2006). Psikologi Belajar. Palembang: IAIN Raden Fatah Press.
Kolbikov, S. (2012). Peculiarities of Thin Oil Rim Development. SPE 160678, P 1-11.
Kromah, M., & Dawe, R. (2008). Reduction of oil and gas coning effects by production cycling
and horizontal wells. Petroleum Science Technology, Vol. 26, P 353-367.
Kydland, T., Wennem, S. E., Oisen, G., & Hydro, N. (1993). Reservoir Management Aspects of
Producing Oil from Thin Oil Rims in the Troll Field. OTC 7173, P 449-457.
Lake, L. W. (1989). Enhanced Oil Recovery. New Jersey: Prentice Hall.
Madsen, T. (2005). Handling the Oil Zone on Troll. OTC 17109, P 1-8.
Masoudi, R. (2013). How to get the most out of your Oil Rim Reservoirs? IPTC 16740, P 1-19.
Nazar, M. F. (2011). Micro-emulsion in enhanced oil recovery- A review. Petroleum Science and
Technology, P 1355.
Olamigoke, O., & Peacock, A. (2009). First-Pass Screening of Reservoirs with Large Gas Caps for
Oil Rim Development. SPE 128603, P 1-21.
Onyeukwu, I. H. (2012). Improving Recovery from Oil Rim Reservoirs by Simultaneous Gas and
Water Injection. SPE 162956, P 1-16.
Pelgrom, J. J. (1994). Improved Well Design Maximises Oil-Rim Profitability. SPE 27737, P 279-
287.
Pertamina EP Cepu. (2017, August 18). WKP Pertamina EP Cepu. Retrieved from Pertamina EP
Cepu: http://pepc.pertamina.com/
Peter, O. (2019). Exploitation of Thin Oil Rim with Large Gas Cap, a Critical Review. SPE-
198724-MS, P 1-12.
Razak, E., Chan, K., & Darman, N. (2010). Risk of Losing Oil Reserve by Gas-Cap Gas
Production in Malaysian Thin Oil Rim Reservoirs. SPE 132070, P 1-12.
Rougeot, J., & Lauterbach, K. (1991). The Drilling of a Horizontal Well in a Mature Field. UNT
Digital Library, P 1.
Samsundar, K., Moosai, R., & Chung, R. (2005). Effective Reservoir Management of Thin Oil
Rims. SPE 94803, P 1-15.

Universitas Pertamina - 79
Setiawan, V. N. (2019, February 19). Defisit Produksi Migas Diprediksi Akan Membesar di 2025-
2050. Dipetik dari katadata.co.id: https://katadata.co.id/berita/2019/02/19/defisit-produksi-
migas-diprediksi-akan-membesar-di-2025-2050/
Silva, J., & Dawe, R. (2010). The Challenge of Producing Thin Oil Rims in Trinidad. The West
Indian Journal of Engineering, P 36-41.
Simms, G. J. (1996). Rebirth of a 30 Year Old, Offshore Gulf of Mexico Field Using Horizontal
Drilling in Ultra-Thin Oil Reservoirs. SPE 36991, P 133-146.
Snow, T. M., McKay, I., & Irwin, D. D. (2014). Bream Field (Phase 4) - EOR and Late Field Life
Management. IPTC-18224-MS, 1-14.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: CV Alfabeta.
Suharyati, & Dkk. (2010). Indonesia Energy Outlook 2010. Jakarta: Secretary General of National
Energy Council.
Suharyati, & Dkk. (2019). Indonesia Energy Outlook 2019. Jakarta: Secretary General of National
Energy Council.
Sulaiman, S., & Bretherton, T. (1989). Thin Oil Development in the Bream Field. SPE 19493, P
245-254.
Vo, D., Waryan, S., Dharmawan, A., Susilo, R., & Wicaksana, R. (2000). Lookback on
Performance of 50 Horizontal Wells Targeting Thin Oil Columns. SPE 64385, P 1-28.
Yong, T. O. (1992). Development Planning of Seligi Field Offshore Pensinsular Malaysia. SPE
22409, P 785-796.
Zadeh, A. M. (2012). Optimal Inflow Control Devices Configurations for Oil Rim Reservoirs. OTC
22963, P 1-14.
Zhang, G. (2014). Water Dumping improved Recovery for Bounded Thin Oil Reservoir of East
China Offshore. SPE 167797, P 1-10.

Universitas Pertamina - 80
Universitas Pertamina - 78
Form TA-2 Bimbingan Tugas Akhir
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN
PRODUKSI PROGRAM
STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

LEMBAR BIMBINGAN TUGAS AKHIR


Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto NIM : 101316027
Nama Pembimbing : Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM NIP : 116110

No. 1 Hari/Tanggal: Jumat / 17 Januari 2020


Hal yang menjadi perhatian:
1. Pengajuan judul Tugas Akhir
2. Konsultasi gambaran output Tugas Akhir
3. Konsultasi perancangan mekanisme pengerjaan Tugas Akhir

Paraf Pembimbing:
No. 2 Hari/Tanggal: Kamis / 30 Januari 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Elaborasi latar belakang penelitian
2. Konsultasi Materi Reservoir Oil Rim
3. Konsultasi penulisan Bab Pendahuluan

Paraf Pembimbing:

Universitas Pertamina - 81
Form TA-2 Bimbingan Tugas Akhir
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN
PRODUKSI PROGRAM
STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto NIM : 101316027


Nama Pembimbing : Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM NIP : 116110

No. 3 Hari/Tanggal: Kamis / 6 Februari 2020


Hal yang menjadi perhatian:
1. Konsultasi bab pendahuluan
2. Konsultasi penyusunan bab studi literatur
3. Konsultasi gambaran bab metodologi
4. Kelengkapan data referensi

Paraf Pembimbing:
No. 4 Hari/Tanggal: Jumat / 13 Maret 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Revisi bab pendahuluan
2. Konsultasi bab studi literatur dan metodologi
3. Update kelengkapan data referensi

Paraf Pembimbing:

Universitas Pertamina - 82
Form TA-2 Bimbingan Tugas Akhir
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN
PRODUKSI PROGRAM
STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto NIM : 101316027


Nama Pembimbing : Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM NIP : 116110

No. 5 Hari/Tanggal: Rabu / 8 April 2020


Hal yang menjadi perhatian:
1. Revisi Bab Studi Literatur dan Metodologi
2. Pematangan metodologi
3. Penambahan referensi studi literatur
4. Update data referensi

Paraf Pembimbing:
No. 6 Hari/Tanggal: Selasa / 14 April 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Mengulas koherensi Bab pendahuluan hingga bab Metodologi
2. Revisi bab studi literatur
3. Pemantapan model metodologi

Paraf Pembimbing:

Universitas Pertamina - 83
Form TA-2 Bimbingan Tugas Akhir
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN
PRODUKSI PROGRAM
STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto NIM : 101316027


Nama Pembimbing : Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM NIP : 116110

No. 7 Hari/Tanggal: Minggu / 19 April 2020


Hal yang menjadi perhatian:
1. Konsultasi perancangan bab hasil dan pembahasan
2. Revisi bab metodologi
3. Konsultasi koherensi penulisan laporan
.

Paraf Pembimbing:
No. 8 Hari/Tanggal: Senin / 27 April 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Dry Run Seminar 1
2. Konsultasi Tugas Akhir secara holistik
3. Konsultasi hasil dan pembahasan

Paraf Pembimbing:

Universitas Pertamina - 84
Form TA-2 Bimbingan Tugas Akhir
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN
PRODUKSI PROGRAM
STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto NIM : 101316027


Nama Pembimbing : Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM NIP : 116110

No. 9 Hari/Tanggal: Selasa / 2 Juni 2020


Hal yang menjadi perhatian:
1. Konsultasi penulisan bab hasil dan pembahasan
2. Konsultasi hasil sementara Tugas Akhir
3. Penambahan metodologi regresi
4. Konsultasi dan update hasil olah data

Paraf Pembimbing:
No. 10 Hari/Tanggal: Senin / 8 Juni 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Konsultasi hasil regresi
2. Konsultasi simulasi sumur analog dengan Prosper
3. Konsultasi prediksi sumur dengan metode DCA
4. Penambahan metode probabilistic
5. Konsultasi penulisan bab hasil dan pembahasan

Paraf Pembimbing:

Universitas Pertamina - 85
Form TA-2 Bimbingan Tugas Akhir
FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN
PRODUKSI PROGRAM
STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

Nama Mahasiswa : Andrian Suhartanto NIM : 101316027


Nama Pembimbing : Ir. Agus Rudiyono, ST, MT, MBA, IPM NIP : 116110

No. 11 Hari/Tanggal: Selasa / 9 Juni 2020


Hal yang menjadi perhatian:
1. Seminar Kemajuan
2. Revisi beberapa hal dari berita acara
3. Konsultasi bab kesimpulan dan saran

Paraf Pembimbing:
No. 12 Hari/Tanggal: Kamis/28 Mei 2020
Hal yang menjadi perhatian:

Paraf Pembimbing:

Universitas Pertamina - 86
LAMPIRAN
Tabel Hasil Perhitungan Statistik

Thickness (ft) Porosity (%) K (md) M

56,6 25,0 1384 5,75


Mean 3 Mean 9 Mean ,8 Mean 4
Standard 7,44 Standard 0,78 Standard 236, Standard 0,95
Error 7731 Error 8995 Error 6184 Error 9767
41,6
Median 5 Median 25,2 Median 900 Median 3,55
Mode 31 Mode 30 Mode 250 Mode 1,3
Standard 40,7 Standard 4,32 Standard 1296 Standard 5,25
Deviation 929 Deviation 1506 Deviation ,012 Deviation 6862
Sample 1664 Sample 18,6 Sample 1679 Sample 27,6
Variance ,061 Variance 7541 Variance 647 Variance 346
- - -
0,76 1,34 0,60 0,12
Kurtosis 5704 Kurtosis 523 Kurtosis 864 Kurtosis 762
-
1,23 0,28 0,79 0,99
Skewness 473 Skewness 304 Skewness 5778 Skewness 633
Range 138 Range 12 Range 3900 Range 15,7
Minimum 13 Minimum 18 Minimum 100 Minimum 1,3
Maximum 151 Maximum 30 Maximum 4000 Maximum 17
1698 752, 4154 172,
Sum ,9 Sum 7 Sum 4 Sum 62
Count 30 Count 30 Count 30 Count 30
Largest(1) 151 Largest(1) 30 Largest(1) 4000 Largest(1) 17
Smallest(1) 13 Smallest(1) 18 Smallest(1) 100 Smallest(1) 1,3
Confidence 15,2 Confidence 1,61 Confidence 483, Confidence 1,96
Level(95,0%) 3232 Level(95,0%) 3677 Level(95,0%) 9389 Level(95,0%) 2945

Universitas Pertamina - 87
Tabel Hasil Perhitungan Statistik

visc (mPas) Time (Year) aquifer RF (%)

1,48 21,5
Mean 84 Mean 5,3 Mean 2,6 Mean 45
Standard 0,22 Standard 0,49 Standard 0,14 Standard 1,64
Error 8624 Error 1654 Error 8556 Error 5173
17,3
Median 1,2 Median 5 Median 3 Median 5
Mode 1,2 Mode 2 Mode 3 Mode 15
Standard 1,25 Standard 2,69 Standard 0,81 Standard 9,01
Deviation 2224 Deviation 2903 Deviation 3676 Deviation 0983
Sample 1,56 Sample 7,25 Sample 0,66 Sample 81,1
Variance 8064 Variance 1724 Variance 2069 Variance 9782
- - -
0,28 1,02 0,52 0,19
Kurtosis 436 Kurtosis 604 Kurtosis 7447 Kurtosis 111
-
1,01 0,40 1,58 1,10
Skewness 1372 Skewness 6612 Skewness 013 Skewness 9299
Range 3,76 Range 8 Range 2 Range 27
Minimum 0,24 Minimum 2 Minimum 1 Minimum 12
Maximum 4 Maximum 10 Maximum 3 Maximum 39
44,6 646,
Sum 52 Sum 159 Sum 78 Sum 35
Count 30 Count 30 Count 30 Count 30
Largest(1) 4 Largest(1) 10 Largest(1) 3 Largest(1) 39
Smallest(1) 0,24 Smallest(1) 2 Smallest(1) 1 Smallest(1) 12
Confidence 0,46 Confidence 1,00 Confidence 0,30 Confidence 3,36
Level(95,0%) 7588 Level(95,0%) 5546 Level(95,0%) 3832 Level(95,0%) 4756

Universitas Pertamina - 88