Anda di halaman 1dari 14

UH 4

1. “Dukuh Paruk” yang terletak ditengah-tengah pematang sawah.Luasnya ribuan hektar,


sawah yang mengelilingi desa telah tujuh bulan kering kerontang,…. Sampai anak-anak
kecil rela bersusah payah mencabut singkong yang terpendam dalam ditanah kapur, namun
anak-anak tersebut masih terlalu lemah untuk mengalahkan cengkeraman akar ketela
tersebut.
Kutipan teks tersebut mengungkapkan kehidupan ... Dukuh Paruk.
a. sosial
b. ekonomi
c. budaya
d. moral
e. religi

2. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Seandainya ada seorang di Dukuh Paruk yang pernah bersekolah, dia dapat mengira-ira saat
itu hampir pukul dua belas tengah malam, tahun 1946. Semua penghuni pedukuhan itu telah
tidur pulas.
Pengarang dalam kutipan novel tersebut ingin mengungkapkan kehidupan ...
a. ekonomi
b. sosial
c. budaya
d. edukasi
e. religi

3. Bacalah kutipan novel tersebut dengan cermat !


Semua orang Dukuh Paruk tahu Ki Secamenggala, moyang mereka dahulu menjadi musuh
kehidupan masyarakat. Tetapi mereka memujanya. Kubur Si Secamenggala yang terletak di
punggung bukit kecil di tengah Dukuh Paruk menjadi kiblat kehidupan kebatinan mereka.
Gumpalan abu kemenyan pada nisan kubur Ki Secamanggala membuktikan polah tingkah
kebatinan orang Dukuh Paruk berpusat di sana.
Yang ingin diungkapkan pengarang pada kutipan teks terebut adalah tentang kehidupan. . .
a. sosial
b. politik
c. ekonomi
d. budaya
e. edukasi

4. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Sebelas tahun yang lalu ketika srintil masih bayi. Dukuh Paruk yang kecil basah kuyup
tersiram hujan lebat. Dalam kegelapan yang pekat, pemukiman yang kecil itu lengang, amat
lengang.
Kutipan teks tersebut menggunakan alur . . .
a. maju
b. mundur
c. renggang
d. campuran
e. rapat

5. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Ketika sinar matahari mulai meredup di langit barat, Srintil menari dan bertembang.
Gendang, gong, dan calung mulut mengiringinya.
Latar waktu pada kutipan novel tersebut adalah . . .
a. dini hari
b. pagi hari
c. siang hari
d. sore hari
e. malam hari

6. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Pelita-pelita kecil dinyalakan. Kelap-kelip di kejahuan membuktikan di Dukuh Paruk yang
sunyi ada kehidupan manusia. Bulan yang lonjong hampir mencapai puncak langit.
Cahayanya membuat bayangan temaram di atas tanah kapur Dukuh Paruk. Kehadirannya di
angkasa tidak terhalang awan. Langit bening. Udara kemarau makin malam makin dingin.
Kutipan tnovel tersebut menggambarkan waktu . . .
a. pagi hari
b. siang hari
c. senja hari
d. sore hari
e. malam hari

7. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Pelita-pelita kecil dinyalakan. Kelap-kelip di kejahuan membuktikan di Dukuh Paruk yang
sunyi ada kehidupan manusia. Bulan yang lonjong hampir mencapai puncak langit.
Cahayanya membuat bayangan temaram di atas tanah kapur Dukuh Paruk. Kehadirannya di
angkasa tidak terhalang awan. Langit bening. Udara kemarau makin malam makin dingin.
Kutipan novel tersebut menggambarkan sasana . . .
a. hampa
b. lengang
c. sunyi
d. hening
e. khusuk

8. Bacalah kutipan novel berikut denga cermat !


Sinar matahari dalam berkas-berkas kecil menembus kerindangan pekuburan Dukuh Paruk.
Tetes-tetes embun di pucuk daun menangkap sinar itu dan membiaskannya menjadi pelangi
lembut yang berpendar-pendar.
Kutipan teks novel tersebut terjadi di waktu ...
a. pagi hari
b. siang hari
c. senja hari
d. sore hari
e. malam hari

9. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Beku yang mencekam. Santayib sudah berdiri goyah. Istrinya duduk menggigil. Keduanya
tidak saling pandang. Hanya daya manusiawi terakhir memungkinkan suami istri itu masih
sempat berbicara. Suara mereka terus terdengar dari tenggoroka yang hampir tertutup.
Suasana yang tergambar pada kutipan teks tersebut adalah . . .
a. mencekam
b. sedih
c. haru
d. sunyi
e. hampa

10. Bacalah kutipan berikut dengan cermat !


Kali ini Sukarya berjalan di tepian kampung. Di kaki bukit kecil di pekuburan Dukuh Paruk
ia berdiri bersilang tangan. Dalam keheningan yang mencekam, laki-laki tua itu mencoba
menghubungkan batinnya dngan ruh Ki Secamanggala atau siapa saja yang menguasai alam
Dukuh Paruk.
Dimanakah Sukarya berdiri bersilang tangan dan merenung . . .
a. di rumahnya
b. di sawanh
c. di tepi kampung
d. di tepi bukit
e. di pekuburan

11. Bacalah kutipan berikut dengan cermat !


Kali ini Sukarya berjalan di tepian kampung. Di kaki bukit kecil di pekuburan Dukuh Paruk
ia berdiri bersilang tangan. Dalam keheningan yang mencekam, laki-laki tua itu mencoba
menghubungkan batinnya dngan ruh Ki Secamanggala atau siapa saja yang menguasai alam
Dukuh Paruk.
Latar suasana dalam kutipan novel tersebut . . .
a. hampa dan sunyi
b. sunyi dan mencekam
c. hening dan mencekam
d. sepi dan hening
e. sepi dan sunyi

12. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Dukuh Paruk dengan segala isinya, termasuk cerita nenek itu, hanya bisa kurekam setelah
aku dewas. Apa yang kualami sejak kanak-kanak kusimpan dalam ingatan yang serba
sederhana. Dengan kemampuan seorang anak pula, kurangkaikan cerita sepotong-sepotong
yang kudengar dari kiri kanan. Baru setelah aku menginjak usia dua puluh tahun, aku
mampu menyusunnya menjadi sebuah catatan.
Kutpan novel tersebut menggunakan alur . . .
a. maju
b. rapat
c. renggang
d. canpuran
e. mundur

13. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!


Sudah dua bulan Srintil menjadi ronggeng. Namun adat Dukuh Paruk mengatakan masih ada
dua tahapan yang harus dilaluinya sebelum Srintil berhak menyebut dirinya seorang
ronggeng yang sebenarnya.
Kutipan novel tersebut menggunakan alur . . .
a. maju
b. rapat
c. renggang
d. campuran
e. mundur

14. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!


Hari itu tak ada kegiatan kerja di Dukud Paruk. Upacara memandikan seorang ronggeng
adalah peristiwa yang penting bagi orang di pedukuhan itu. Lagi pula amat jarang terjadi.
Maka tak seorang pun ingin tertinggal. Maka pagi-pagi warga Dukuh Paruk, tiada
kecualinya, sudah berkumpul di halaman rumah Kartareja. Mereka akan mengiring Srintil
dari rumah itu sampai ke makam Ki Secamenggala. Di sana Srintil akan dipermandikan.
Kutipan teks tersebut menggunakan alur . . .
a. mundur
b. sorot balik
c. campuran
d. rapat
e. maju

15. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!


Entah sampai kapan pemukiman sempit dan terpencil itu bernama Dukuh
Paruk.Kemelaratannya, ketebelakangannya, penghuninya yang kurus-kurus dan sakit, serta
sumpah serapah cabul menjadi bagiannya yang sah. Keramat Ki Secamanggala pada puncak
bukit kecil di tengah Dukuh Parruk sekan menjadi pengawal abadi atas segala kekurangan di
sana. Kutipan novel tersebut, pengarang ingin mengungkapkan masalah . . .
a. kejayaan daerah Dukuh Paruk
b. adat istiadat daerah Dukuh Paruk
c. kesedehanaan daerah Dukuh Paruk
d. keterbelakangan daerah Dukuh Paruk
e. keterbatasan daerah Dukuh Paruk

16. Bacalah kutipan nove berikut dengan cermat !


Dukuh Paruk yang dikelilingi amparan saah berbatas kaki langit, tak seorang pun
penduduknya memiliki lumbung padi meski yang paling kecil sekalipun. Dukuh Paruk yang
karena kebodohannya tak pernah menolak nasib yang diberikan alam.
Kutipan novel tersebut, pengarang ingin mengungkapkan masalah . . .
a. moral
b. budaya
c. ekonomi
d. sosial
e. agama

17. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Aku tidak rela hal semacam itu terjadi. Tetapi lagi-lagi terbukti seorang anak dari Dukuh
Paruk bernama Rasus terlalu lemah untuk menolak hal buruk yang amat dibencinya. Jadi
aku hanya bisa mengumpat dalam hati dan meludah.
Watak tokoh Rasus dalam kutipan novel tersebut disampaikan oleh pengaarang secara . . .
a. analitik
b. dramatik
c. pedagogik
d. simpatik
e. jurnalistik
18. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !
Mulutnya mungil. Cambang tipis di pipinya menjadi nyata setelah Srintil dibedaki. Alis
yang diperjelas dengan jelaga bercampur getah pepaya membuatnya kelihatan seperti
boneka.
Kecantikan tokoh Srintil dalam kutipan novel tersebut disampaikan pengarang melalui
penggabaran . . .
a. dialog antartokoh
b. lingkungan sekitar
c. penampilan fisik
d. tingkah laku tokoh
e. pikiran tokoh

19. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Rasus tersenyum. Baginya, memenuhi permintaan Srintil selalu menyenangkan. Maka dia
berbalik, menoleh kiri-kanan mencari sebatang pohon bacang. Setelah didapat, Rasus
memanjat. cepat seperti seekor monyet. Dipetiknya beberapa lembar daun bacang yang
lebar. Pikir Rasus, dengan daun itu mahkota di kepala Srintil akan bertambah manis.
Watak tokoh Rasus dalam kutipan tersebut adalah . . .
a. ramah dan pemarah
b. ramah dan sombong
c. riang dan cekatan
d. peduli dan sombong
e. pemarah dan cekatan

20. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Rasus tersenyum. Baginya, memenuhi permintaan Srintil selalu menyenangkan. Maka dia
berbalik, menoleh kiri-kanan mencari sebatang pohon bacang. Setelah didapat, Rasus
memanjat. cepat seperti seekor monyet. Dipetiknya beberapa lembar daun bacang yang
lebar. Pikir Rasus, dengan daun itu mahkota di kepala Srintil akan bertambah manis.
Kutipan novel tersebut menggunakan alur . . .
a. rapat
b. renggang
c. campuran
d. maju
e. mundur

21. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Aku mengenal dengan sempurna setiap sudut tersembunyi di Dukuh paruk. Ketika kartareja
bercakap-cakap dengan Dower, aku mendengarnya dari balik rumpun pisang di luar rumah.
Kutipan novel tersebut menggunakan sudut pandang . . .
a. orang pertama pelaku sampingan
b. orang pertama pelaku utama
c. orang kedua pelaku utama
d. orang ketiga serba tahu
e. orang ketiga pelaku utama

22. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Ia merasa srintil telah menjadi milik semua orang Dukuh Paruk. Rasus cemas tidak bisa lagi
bermain daun nangka sepuasnya dengan Srintil di bawah pohon nangka. Tetapi Rasus tak
berkata apapun. Dia tetap terpaku ditempatnya sampai pentas itu berakhir hampir tengah
malam.
Kutipan novel tersebut menggunakan sudut pandang . . .
a. orang pertama pelaku utama
b. orang pertama seba tahu
c. orang kedua pelaku utama
d. orang ketiga pelaku utama
e. orang ketiga serba tahu

23. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Ia merasa srintil telah menjadi milik semua orang Dukuh Paruk. Rasus cemas tidak bisa lagi
bermain daun nangka sepuasnya dengan Srintil di bawah pohon nangka. Tetapi Rasus tak
berkata apapun. Dia tetap terpaku ditempatnya sampai pentas itu berakhir hampir tengah
malam.
Watak tokoh Rasus dalam kutipan novel tersebut adalah . . .
a. penakut
b. pemberani
c. pendiam
d. pencemas
e. pendendam

24. Bacalah kutipan novel berkut dengan cermat !


Aku mengira sepasang pakaian bekas yang sudah bertisik di sana-sini itu adalah upah yang
dijanjika Sersan Slamet sesaat aku mulai bekerja..Rupanya tidak demikian. Sersan itu telah
menjeratku agar aku mau bekerja menjadi kacung yang harus melayani diri serta seluruh
anggota pasukannya.
Pengarang dalam kutipan novel tersebut menggunakan sudut pandang . . .
a. orang ketiga pelaku utama
b. orang ketiga serba tahu
c. orang kedua serba tahu
d. orang pertama serba tahu
e. orang pertama pelaku utama

25. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Aku bangkit berdiri untuk memutar tulang punggung.Sepi, Sersan Slamet dan dua orang
anggotanya masih terlelap. Aku tidak mempunyai keberanian membangunkan ketiga
anggota tentara itu.
Karakter tokoh aku dalam kutipan novel tersebut adalah . . .
a. penakut
b. pemberani
c. pendiam
d. pemalas
e. pembual

26. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Dukuh Paruk masih diam, meskipun beberapa jenis satwanya sudah terjaga oleh pertanda
datangnya pagi.
Kutipan novel tersebut menggunakan gaya bahasa . . .
a. ironi
b. hiperbola
c. personifikasi
d. metafora
e. antitesis

27. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!


Dukuh Paruk bersangkut paut dengan penyebab malapetaka 1965. Nestapa apa namanya
ketika Dukuh Paruk merasa segala cicak dan tokek ikut mencibir dan menertawakannya!
Dan nestapa apa namanya ketika Dukuh Paruk hanya merasa sebagai tinja Kehidupan.
Kutipan novel tersebut menggunakan gaya bahasa . . .
a. personifikasi
b. klimaks
c. antiklimaks
d. eufimisme
e. hiperbola

28. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


(1)Di bagian langit lain, seekor burung pipit sedang berusaha mempertahankan nyawanya.
(2)Dia terbang bagai batu lepas dari ketaper sambil menjerit sejadi-jadinya. (3)Di
belakangnya, seekor alap-alap mengejar dengan kecepatan berlebih. (4)Udara yang
ditempuh kedua binatang ini membuat suara desau. (5)Jerit pipit kecil itu terdengar ketika
paruh alap-alap menggigit kepalanya dan mati tepat di atas Dukuh Paruk.
Kutipan novel tersebut menggunakan alur . . .
a. maju
b. rapat
c. renggang
d. campuran
e. mundur

29. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


(1)Di bagian langit lain, seekor burung pipit sedang berusaha mempertahankan nyawanya.
(2)Dia terbang bagai batu lepas dari ketapel sambil menjerit sejadi-jadinya. (3)Di
belakangnya, seekor alap-alap mengejar dengan kecepatan berlebih. (4)Udara yang
ditempuh kedua binatang ini membuat suara desau. (5)Jerit pipit kecil itu terdengar ketika
paruh alap-alap menggigit kepalanya dan mati tepat di atas Dukuh Paruk.
Gaya bahasa simile pada kutipan novel tersebut terdapat pada kalimat no . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

30. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Dukuh Paruk telah tujuh bulan kering kerontang , sepasang burung bangau itu takkan
menemukan genangan air meski hanya selebar telapak kaki.
Kutipan novel tersebut menggunakan gaya bahasa . . .
a. personifikasi
b. hiperbola
c. simile
d. klimaks
e. antiklimaks

31. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Pohon dadap memilih cara yang hampir sama bagi penyebaran jenisnya.
Kalimat tersebut menggunakan gaya bahasa . . .
a. simile
b. repetisi
c. hiperbola
d. personifikasi
e. pleonasme

32. Bacalah kutipan novel berkut dengan cermat !


Dari tempatnya yang tinggi kedua burung bangau melihat Dukuh Paruk bagaikan sebuah
gerumbul kecil di tengah padang yang sangat luas.
Gaya bahasa yang digunakan dalam kutipan novel tersebut adalah . . .
a. personifikasi
b. hiperbola
c. asosiasi
d. pleonasme
e. simile

33. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


(1)Udara panas berbulan-bulan mengeringkan berjenis biji-bijian.(2)Buah randu telah
menghitam kulitnya, pecah menjadi tiga juring. (3)Bersama tiupan angin terbuai gumpaalan-
gumpalan kapuk. (4)Setiap gumpal kapuk mengandung biji masak yang siap tumbuh pada
tempat ia hinggap di bumi.(5) Demikian kearifan alam mengatur agar pohon randu baru
tidak tumbuh berdekatan dengan biangnya.
Kutipan novel tersebut menggunakan alur . ..
a. mundur
b. rapat
c. renggang
d. maju
e. campuran

34. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


(1)Udara panas berbulan-bulan mengeringkan berjenis biji-bijian.(2)Buah randu telah
menghitam kulitnya, pecah menjadi tiga juring. (3)Bersama tiupan angin terburai
gumpaalan-gumpalan kapuk. (4)Setiap gumpal kapuk mengandung biji masak yang siap
tumbuh pada tempat ia hinggap di bumi.(5) Demikian kearifan alam mengatur agar pohon
randu baru tidak tumbuh berdekatan dengan biangnya.
Kutipan novel tersebut yang menggunakan gaya bahasa personifikasi kalimat nomor . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

35. Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat !


Rasus yang sejak semula berdiri tak bergerak di tempatnya mendengar segala pergunjingan
itu. Anak laki-laki berusia tiga belas tahun itu merasa ada sesuatu yang terlangkahi di
hatinya. Ia merasa Srintil telah menjadi milik semua orang Dukuh Paruk. Rasus cemas tidak
bisa lagi bermain daun nangka sepuasnya dengan Srintil di bawah pohon nangka.
Amanat atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui kutipan
tersebut adalah . . . .
a. Hendaklah kita mau dan mampu melihat seseorang itu tidak hanya dari luarnya
saja melainkan juga dari hatinya.
b. Hendaklah kita mau berpikir mengenai tragedi-tragedi kemanusiaan yang terjadi
disekeliling kita.
c. Jangan mudah terpengaruh dengan keadaan duniawi karena suatu saat penyesalan akan
datang dalam hidupmu.
d. Segala sesuatunya pasti akan kembali kepadaNya, maka hendaklah kita harus
introspeksi diri.
e. Kehidupan fana dalam hura-hura dunia dapat mencekam masa depanmu, maka kita
harus optimis menyongsong masa depan.

36. Cermati kutipan novel berikut!


Kami kegelapan(1) tidak siap menjawab pertanyaan interogatif di senja bergerimis dalam
kedaan kepayahan ini. “Apa salah kalian?” Berondongannya sekali lagi , tidak sabar. (2)
Gerimis bercampur dengan percikan ludahnya. Mukanya maju. Napasnya mengerubuti
mukanya. Aku katupkan mataku rapat- rapat . Apa yang akan dilakukan Tyson ini padaku.
Melihat aku menutup mata, dia membentak lebih keras , “ Jangan takut dengan manusia,
jawab” Aku tidak punya pilihan lain untuk memberanikan diri menjawab. Ragu-
ragu.Maaf... maaf... Kak, kami terlambat. (3) Tapi hanya sedikit Kak, lima menit saja. (4) “
Sudah berapa lama kalian resmi jadi murid di PM?” katanya memotong kalimatku. “Dua..
dua... Kak jawabku terbata- bata. “Baru dua hari sudah melanggar. (5) Bukankah kemarin
malam qanun dibacakan dan kalian tahu tidak boleh terlambat.”
PM = Pondok Madani
ganun = peraturan
( Negeri 5 Menara karya A. Faudi)
Penggambaran watak Tyson yang tegas diunggapkan melalui ...

a. dialog antartokoh
b. pikiran- pikiran tokoh
c. tanggapan tokoh lain
d. keadaan di sekitar tokoh
e. secara langsung oleh pengaranh

37. Cermati kutipan novel berikut!


Kami kegelapan(1) tidak siap menjawab pertanyaan interogatif di senja bergerimis dalam
kedaan kepayahan ini. “Apa salah kalian?” Berondongannya sekali lagi , tidak sabar. (2)
Gerimis bercampur dengan percikan ludahnya. Mukanya maju. Napasnya mengerubuti
mukanya. Aku katupkan mataku rapat- rapat . Apa yang akan dilakukan Tyson ini padaku.
Melihat aku menutup mata, dia membentak lebih keras , “ Jangan takut dengan manusia,
jawab” Aku tidak punya pilihan lain untuk memberanikan diri menjawab. Ragu-
ragu.Maaf... maaf... Kak, kami terlambat. (3) Tapi hanya sedikit Kak, lima menit saja. (4) “
Sudah berapa lama kalian resmi jadi murid di PM?” katanya memotong kalimatku. “Dua..
dua... Kak jawabku terbata- bata. “Baru dua hari sudah melanggar. (5) Bukankah kemarin
malam qanun dibacakan dan kalian tahu tidak boleh terlambat.”
PM = Pondok Madani
ganun = peraturan
( Negeri 5 Menara karya A. Faudi)
Pernyataan yang membuktikan latar waktu sore hari terdapat pada kalimat nomor ....

a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)

38. Cermati kutipan novel berikut!


Kami kegelapan(1) tidak siap menjawab pertanyaan interogatif di senja bergerimis dalam
kedaan kepayahan ini. “Apa salah kalian?” Berondongannya sekali lagi , tidak sabar. (2)
Gerimis bercampur dengan percikan ludahnya. Mukanya maju. Napasnya mengerubuti
mukanya. Aku katupkan mataku rapat- rapat . Apa yang akan dilakukan Tyson ini padaku.
Melihat aku menutup mata, dia membentak lebih keras , “ Jangan takut dengan manusia,
jawab” Aku tidak punya pilihan lain untuk memberanikan diri menjawab. Ragu-
ragu.Maaf... maaf... Kak, kami terlambat. (3) Tapi hanya sedikit Kak, lima menit saja. (4) “
Sudah berapa lama kalian resmi jadi murid di PM?” katanya memotong kalimatku. “Dua..
dua... Kak jawabku terbata- bata. “Baru dua hari sudah melanggar. (5) Bukankah kemarin
malam qanun dibacakan dan kalian tahu tidak boleh terlambat.”
PM = Pondok Madani
ganun = peraturan
( Negeri 5 Menara karya A. Faudi)
Konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ....

a. penolakan hukum
b. beban yang berat
c. ketakutan seseorang
d. kegagalan seseorang
e. penyesuaian lingkungan

39. Cermati kutipan berikut!


(1) Orang yang tahu sebab yang sebenarnya , tiadalah berani menceritakan kepada orang
lain. (2) Mereka takut akan pembalasan Bang Salim karena Bang Salim masa itu orang
galak, ia menjadi jago di kampunya. (3) Semua orang sangat ngeri kepadanya. (4) Tetapi
yang ditakutkan orang benar, bukan karena keras pukulannya atau besar tinjunya,melainkan
pada bneda yang selalu dibawahnya. (5) Benda itu dibawahnya ke mana ia pergi dan jika ia
erselisih, mudah saja ia mengancam dengan marah, “Kalo lu misih menpan ini, jangan
banyak omomg” Begitulah selalu ancamannya kepada orang. (6) Senjata itu tak lain
hanyalah sebuah tongkat yang berkilat- kilat . (7) Mestinya kekuatan itu digunakan untuk
menolong orang lain tanpa pamrih.
( Si Dul Anak Betawi, Aman Datuk Madjoindo dengan perubahan redaksi)
Pernyataan yang menggambarkan Bang Salim berwatak menakutkan terdapat pada
kalimat ...
a. (1), (3), (5)
b. (1), (4), (6)
c. (2), (3), (4)
d. (2), (4), (6)
e. (3), (5), (7)

40. Cermati Kutipan novel berikut !


(1) Orang yang tahu sebab yang sebenarnya , tiadalah berani menceritakan kepada orang
lain. (2) Mereka takut akan pembalasan Bang Salim karena Bang Salim masa itu orang
galak, ia menjadi jago di kampunya. (3) Semua orang sangat ngeri kepadanya. (4) Tetapi
yang ditakutkan orang benar, bukan karena keras pukulannya atau besar tinjunya,melainkan
pada bneda yang selalu dibawahnya. (5) Benda itu dibawahnya ke mana ia pergi dan jika ia
erselisih, mudah saja ia mengancam dengan marah, “Kalo lu misih menpan ini, jangan
banyak omomg” Begitulah selalu ancamannya kepada orang. (6) Senjata itu tak lain
hanyalah sebuah tongkat yang berkilat- kilat . (7) Mestinya kekuatan itu digunakan untuk
menolong orang lain tanpa pamrih.
( Si Dul Anak Betawi, Aman Datuk Madjoindo dengan perubahan redaksi)
Nilai moral yang terdapat pada kutipan teks novel tersebut adalah...
a. Pembawaan orang yang senang menakut- nakuti
b. Mengacam orang lain dengan marah- marah
c. Disegani orang lain karena pukulannya
d. Membantu orang lain dengan berbagai kekuatan
e. Kekuatan yang dimiliki digunakan untuk kebaikan

41. Cermati Kutipan novel berikut !


(1) Orang yang tahu sebab yang sebenarnya , tiadalah berani menceritakan kepada orang
lain. (2) Mereka takut akan pembalasan Bang Salim karena Bang Salim masa itu orang
galak, ia menjadi jago di kampunya. (3) Semua orang sangat ngeri kepadanya. (4) Tetapi
yang ditakutkan orang benar, bukan karena keras pukulannya atau besar tinjunya,melainkan
pada bneda yang selalu dibawahnya. (5) Benda itu dibawahnya ke mana ia pergi dan jika ia
erselisih, mudah saja ia mengancam dengan marah, “Kalo lu misih menpan ini, jangan
banyak omomg” Begitulah selalu ancamannya kepada orang. (6) Senjata itu tak lain
hanyalah sebuah tongkat yang berkilat- kilat . (7) Mestinya kekuatan itu digunakan untuk
menolong orang lain tanpa pamrih.
( Si Dul Anak Betawi, Aman Datuk Madjoindo dengan perubahan redaksi)
Amanat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
a. Jadilah orang yang bisa disegani orang lain
b. Jangan menakut- nakuti orang lain apalagi mengancam
c. Selalu berbuat baik kepada orang yang menolong kita
d. Berhati- hati hidup dan bergaul di masyarakat
e. Jangan menjadi orang yang menakutkan tetangga

42. Cermati kutipan novel berikut!


Ia memperlihatkan bakat kalkulus yang amat besar dan keahliannya tidak hanya sebatas
menghitung guna menemukan solusi, tetapi ia memahami filosofi operasi-operasi
matematika dalam hubungannya dengan aplikasi seperti yang dipelajari para mahasiswa
tingkat lanjut dalam subjek metodolgi riset ( Laskar Pelangi )
Sudut Pandang pada pernyataan di atas adalah...
a. orang pertama
b. orang kedua
c. orang ketiga
d. pengamat
e. serba tahu

43. Cermati kutipan novel berikut!


Ketika aku menyusul Lintang ke dalam kelas, ia menyalamiku dengan kuat seperti pegangan
calon mertua yang menerima pinangan (Laskar Pelangi , 2007:12)
Majas yang terdapat dalam paragraf di atas adalah...
a. Metonimia
b. Metapora
c. Personifikasi
d. Simile
e. Hiperbola

44. Cermati kutipan novel berikut!


Kubiarkan cambang, kumis, dam jenggotku memanjang, juga rambutku, supaya tak ada
orang yag mengenaliku, meskipun aku yakin tak ada orang yang mengenaliku di kota ini
meski kasusku dimuat di beberapa koran.
Perwatakan tokoh dalam kutipan novel di atas adalah...
a. dialog tokoh
b. pandangan tokoh
c. fisik tokoh
d. dialog antar tokoh
e. lingkungan tokoh

45. Cermati kutipan novel berikut!


Hampir setiap hari pula, dia selalu mendengar suara mesin penebang kayu meraung- raung
tidak siang tidak malam dan beberapa hari kemudian kayu- kayu, yang sudah dirajang
dengan rapi baik berbentuk papan maupun batangan segi empat dikeluarkan oleh
serombongan kerbau dari hutan.
Majas yang terdapat dalam paragraf di atas adalah...
a. Persoifikasi
b. Antitesis
c. Simile
d. Metapora
e. Metonimia

46. Cermati kutipan novel berikut!


Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilemma, apakah aku akan mendekatinya dan terus
terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya.
Semenjak aku menjai mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas
Sudibyo.
Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah ….
a. egois
b. ceroboh
c. lemah
d. penyabar
e. peragu
47. Cermati kutipan novel berikut!
“Lagi orang-orang malam”, kata kartini setengah dalam mulut mengeluh ia serta
sambungnya, “korban kapitalisme! Mereka sampai-sampai menjual kehormatannya karena
tak sanggup mencari sesuap nasi. Karena masyarakat tak sanggup mencari sesuap nasi.
Karena masyarakat terlalu bobrok, tak sanggup memberi pekerjaaan yang halal kepada
orang-orang yang malang itu” (mendesis-desis suaranya).
“Cih, masyarakat bobrok kayak begini mana jaminan hidup untuk warganya?”
( “Atheis” Karya Achdiet Kartamiharja)
Amanah pada penggalan novel tersebut adalah ….
a. Jangan egois
b. Jangan menyesal diri
c. Manusia selalu mempunyai tanggung jawab
d. Jangan selalu mengeluh
e. Mintalah pertolongan jika perlu

48. Cermati Kutipan novek berikut!


Tegar seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab,
jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang sesuatu apa pun, namun belum menikah hingga
usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie ( yang
telah dia cinta selama 20 tahun ) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya
pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun
wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di
atas puncak Gunung Rnjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama
lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang
dari kehidupan mereka berdua.(Novel Sunset bersama Rosie , Tere Liye)
Karakter tokoh Tegar dalamkutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...
a. Dialog antartokoh
b. Penjelasan langsung
c. Pikiran tokoh
d. Tindakan tokoh
e. Tanggapan tokoh lain

49. Cermati kutipan novel berikut!


Namun takdir berkata lain , di malam sebelum bertunangan mereka,Bali terserang Bom
( Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban, Nathan meninggal, Rosie yang
takmampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila ( Novel Sunset
Bersama Rosei, Tere Liye)
Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
a. Gunda
b. Sedih
c. Tegang
d. Khusyuk
e. Hening
50. Cermati Kutipan novel berikut!
(1)Perahu terombang- ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar
meneriakkan agar tidak jauh- jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini
terlihat betul betapa senangnya Jasmine. (Novel Sunset Bersama Rosie, Tere Liye)
Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)