Anda di halaman 1dari 3

Fisiologi Pernapasan

Pernapasan adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung O2 ke


dalam tubuh dan mengeluarkan CO2 sebagai sisa oksidasi. Ada saraf yang berpengaruh
terhapap pernapasan yaitu safar otonom, saraf ini juga berpengaruh saat kita tidur.
Fungsi paru-paru adalah untuk pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Pernapasan
terbagi atas dua yaitu pernapasan eksterna dan pernapasan interna. Pernapasan eksterna
adalah penggunaan O2 dan pembentukan CO2 oleh sel serta pertukaran gas diantara sel
tubuh dan media cair sekitarnya. Pernapasan interna adalah penyerapan O2 dan
pengeluaran CO2 dari seluruh tubuh secara keseluruhan.

Pada pernapasan eksterna oksigen dihirup melalui hidung dan mulut pada waktu
bernapas, oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronkial ke alveoli dan berhubungan
erat dengan darah di dalam kapiler polmunalis. Terdapat satu lapisan membran yang
dapat memisahkan oksigen dengan darah, yaiut membran alveoli-kapiler. Oksigen
menembus membran ini dan diambil oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke
jantung. Dari jantung dipompa di dalam arteri ke semua bagian tubuh. Di dalam paru-
paru, karbon dioksida salah satu buangan metabolisme menembus membran alveoler-
kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkial dan trakea,
dinapaskan keluar melalui hidung dan mulut.

Ada empat proses yang berhubungan dengan pernapasan eksterna. Pertama adalah
ventilasi pulmoner, gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli denganudara
luar. Kedua adalah arus darah melalui paru-paru. Ketiga adalah disstribusi arus udara
dan arus darah adalah jumlah tepat dapat mencapai semua bagian tubuh. Terkahir
adalah difusi gas yang menembus membran pemisah alveoli dan kapiler, CO2 lebih
berdifusi dari pada oksigen. Semua proses ini diatur dengan baik sehingga darah yang
meninggalkan paru-paru menerima jumlah tepat CO2 dan O2.

Pernapasan interna disebut juga pernapasan jaringan. Darah yang telah


menjenuhkan hemoglobin dengan oksigen (oksiohemoglobin) mengitari seluruh tubuh
dan akhirnya mencapai kapiler dimana darah bergerak sangat lambat. Sel jaringan
mengambil oksigen dari hemoglobin untuk memungkinkan oksigen berlangsung, dan
darah menerima sebagai gantinya hasil buangan oksidasi yaitu karbon dioksida.

Mekanisme Pernapasan

Menisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama yaitu
kimiawai dan pengendalian saraf. Faktor kimiawai ini adalah faktor utama yang dalam
pengendalian dan pengaturan frekuensi, kecepata dan kedalaman gerakan nafas. Pada
pengendalian secara kimiawi pusat pernapasan terdapat di dalam sumsum sangat peka
pada reaksi kadar alkali darah. Karbondioksida sebagai produk asam dari metabolisme
merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas
otot pernapasan.

Pengendalian oleh saraf ialah pusat otomatik di dalam medula oblongata yang
mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan diantar oleh saraf frenikus ke
diafragma. Impuls tersebut berjalan ke daerah toraks melalui saraf interkostalis, untuk
merangsang otot interkostalis. Impuls ini akan menimbulkan kontrakis ritmik pada otot
diafragma dan interkostal yang berkecepatan lima belas setiap menit. Impuls eferen
yang dirangsang pemekaran gelembung udara diantarkan saraf vagus ke pusat
pernapasan di dalam medula.

Gerakan pernapasan juga terbagi atas dua proses yaitu inspirasi dan ekspirasi.
Proses inspirasi disebut sebagai proses aktif karna memerluka kerja otot. Otot yang
digunakan saat proses inspirasi adalah otot interkostalis dan otot diafragma. Pada saat
proses inspirasi terjadi kontraksi otot yang meningkatkan volume interkostalis dan
menaikan tekanan intrapleura jaringan paru menyempit tekanan naik dan membuat daya
recoil.

Proses ekspirasi disebut juga proses pasif berbeda dengan proses inspirasi proses
ekspirasi tidak terlalu membutuhkan kontarksi otot, proses tersebut hanya
membutuhkan sedikit kontraksi otot untuk meurunkan tekanan intrapleura jaringan paru
mengembang. Ketika pernapasan sangat kuat gerakan dada bertambah. Otot leher dan
bahu membantu menarik iga-iga dan sternum ke atas. Otot sebelah belakang dan
abdomen juga dibawa gerak dana alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat kembang-
kempis.

Volume udara dalam kapasitas paru-paru dan kecepatan pertukaran saat inspirasi
dan ekspirasi dapat diukur melalui spirometer. Nilai volume paru memperlihatkan suhu
tubuh standar. Volume paru terbagi atas lima yaitu volume tidal, volume cadangan
inspirasi, volume cadangan ekspirasi, volume residual dan kapasitas inspirasi. Volume
tidal adalah jumlah udara yang masuk ke dalam paru setiap kali inspirasi pada keadaan
istirahat nilai rata-rata volume tidal berkisar 500 ml. Volume cadangan inspirasi adalah
jumlah udara yang dapat masuk ke dalam paru pada inspirasi maksimal milai rata-
ratanya berkisar sampai 3.000 ml.

Volume cadangan ekspirasi adalah jumlah udara yang dapat dikeluarkan dengan
aktif dalam paru melalui kontraksi otot ekspirasi, nilai rata-ratanya 1.000 ml. Volume
residual adalah udara yang masih tertinggal di ekspirasi maksimal nilai rata-ratanya
mencapai 1.200 ml. Kapasitas inspirasi adalah volume maksimal udara yang dapat
dihirup pada ekspirsi normal nilai rata-ratanya mencapai 3.500 ml.