Anda di halaman 1dari 3

Faktor intrinsik:

- Stress/emosi
NAMA : SRI ARIANI
- Infeksi saluran napas atas
NIM : P07220419111
Ingesti makanan menurun Virus influenza, adenovirus,
Faktor ekstrinsik:
rinovirus, Streptococcus
- Alergen: debu, spora, bulu hemolitikβ grup A
binatang
- Iritan: bahan kimia, polusi udara
- Obat-obatan
Hiperreaktifitas sel goblet bronkus & trakea Masuk melalui saluran
pernapasan atas
Diatangkap oleh sel mast
Deskuamasi sel epitel, edema, sekresi lendir,
WOC ASMA Peningkatan Ig E
penebalan membrane hialin basal, hiperplasi serat Berkoloni dan bereplikasi
pada mukosa
elastin, hiperplasi dan hipertrofi otot bronkus
BRONCHIALE
Reaksi antigen-antibody Terjadi infeksi pada
saluran pernapasan atas
(ISPA)
Mengeluarkan mediator
(histamin & bradikinin) Bronkus konstriksi Inflamasi mukosa
Sekret ↑
otot bronkus
Produksi substansi vasoaktif

Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik: Pengkajian:


ASMA BRONCHIALE
 Jumlah leukosit -> meningkat pada • Keadaan umum: Kesadaran,
infeksi kegelisahan, kegelisahan,
 AGD -> pada awalnya pH meningkat, kecemasan, Otot pernapasan,
PaCO2 dan PaO2 turun (alkalosis sianosi, batuk kering
respiratorik ringan akibat hiperventilasi), • Inspeksi: Peningkatan usaha
kemudian penurunan pH, penurunan &rekuensi pernafasan, penggunaan
PaO2 dan peningkatan PaCO2 (asidosis otot bantu pernafasan, batuk kering,
respiratorik) sianosis, pucat, retraksi dada
 Peningkatan Ig • Palpasi: Kulit dingin dan
 Spirometri katikardi
• PerkusI: Hipersonansi
• Auskultasi: Mengi dan ronch
ASMA BRONCHIALE

B1 (Breath) B2 (Blood) B3 (Brain) B4 (Bladder) B5 (Bowel) B6 (Bone)

Permeabilitas
Kontraksi ototSDKI : Pola Sekresi mukosa ↑ Kompensasi O2 ke jaringan Perfusi ke ginjal ↓ SDKI Sekresi mukus ↑ NapasSuplay OEfektif
2 ke jaringan ↓
Napas Pertukaran
Gangguan Tidak Efektif
Gas (D.0003) SDKI :: Bersihan
Gangguan Jalan
Eliminasi Tidak
Urin (D.0040)
polos meningkat kapiler meningkat
SDKI : Perfusi Perifer Tidak Efektif (D.0009) tubuh menurun otak menurun (D.0001)
SLKI : Pola Napas (L.01004)
Pertukaran Gas (L.01003) Produksi mukus ↑ SDKI : Risiko Cedera (D.0136) SLKI Produksi
: Eliminasi sputum
Urine (L.04034)
Penurunan GFR Sesak, sianosis,
SLKI : Perfusi Perifer
Oedema mukosa (L.02011) SLKI ↑: Bersihan Jalan Napas (L.01001)
Kelemahan otot,
bronkospasme SIKI : Manajemen Suplay O2 ke Hipoksia
PemantauanJalan Napas(L.01014)
Respirasi (I.01011) SLKI : Tingkat Cedera (L.14136) SIKI : Manajemen Eliminasi Urine (I.04152)
Penyempitan seluruh tubuh Aaa Akumulasi sekret
SIKI :
Pemantauan Perawatan
Terapi Oksigen Sirkulasi
Respirasi
(I.01026) (I.02079)
(L.01014) Produksi urin ↓ SIKI : Latihan Batuk Efektif (I.01006)
Saluran napas Difusi gas di saluran napas berkurang Kesadaran
SIKI : Pencegahan Cedera (I.14537) (oliguria, anuri) 1. ObservasiJalan Napas (I.01011)
Manajemen
menyempit 1. alveoli
Observasi terganggu menurun, gelisah Intoleransi
1. Observasi
Observasi - IdentifikasiSesak tanda dan gejala retensi
-- Periksa
Monitorsirkulasi
pola napas perifer Wheezing
(frekuensi, , batuk
kedalaman, 1. Observasi 1. Observasi Aktivitas (D.0056)
Takikardi, tensi Gangguan atau inkontinensia urin
Ventilasi -- Identifikasi
Monitor
usaha bunyi
napas)
Pertukaran
faktor
Onapas
risiko gangguan
tak efektif,
tambahan sirkulasi - Identifikasi area lingkungan dan obat yang
meningkat Eliminasi Urin -- Nafsu
Monitor pola↓ napas
2 dan Risiko Cedera makan
Identifikasi faktor yang menyebabkan
terganggu - Monitor
-- Monitor panas,
adanya
CO2 terganggu
Monitor bunyi napaskemerahan,
sumbatan ketidakmampuan
tambahan nyeri, atau
jalan (mis.gurgling,
napas berpotensi menyebabkan cedera (D.0040) - Monitor bunyi napas tambahan SLKI: Toleransi
(D.0136) retensi atau inkontinensia urin (L.05047)
bengkak
- Palpasi pada ekstremitas
kesimetrisan untuk
ekspansi paru 2. Terapeutik Aktivitas
mengi, wheezing, ronkhi kering) Perfusi Perifer SLKI: Eliminasi -- Monitor
Monitor adanya
eliminasisumbatan
Defisit Nutrisi urin jalan napas
- Auskultasi bunyi napas mengeluarkan
2. Terapeutik - Sediakan pencahayaan yang memadai
Dyspnoe, - Monitor
-- Hindari
Monitor
adanya sumbatansekresi
Hipoksemia,
pemasangan
saturasi oksigen
jalan napas
jalan napas
infus, pengambilan darah Tidak Efektif SLKI: Tingkat
- Sosialisasikan pasien dan keluarga dengan Urine (L.04034) 2. -Terapeutik Palpasi kesimetrisan ekspansi paru
(D.0019) (D.0005)
tachipnoe, Cedera (L.14136) -- Auskultasi bunyi napas SIKI:
-- Palpasi
dan SpO 2↑
kesimetrisan
pengukuran
Monitor kecepatan diekspansi
TD aliran paru
areaoksigen
keterbatasan (D.0009)
lingkungan ruang rawat Catat waktu-waktu dan haluaran
penggunaan otot- Auskultasi bunyi napas
SIKI: Manajemen - Manajemen
- perfusi
Monitor efektifitas terapi oksigen SLKI:- Gunakan
Perfusi alas lantai jika berisiko mengalami - Monitor
SLKI:
berkemih saturasi
Status oksigen
bantu napas Bersihan Jalan SIKI: Pencegahan Eliminasi Urine Energi
-- Hindari saturasi oksigen
Monitorpenekanan
tanda-tanda dan pemasangan
hipoventilasi Perifer cedera
(L.02011) serius - Nutrisi (L.03030)
Identifikasi kemampuan batuk
Gangguan Napas Tidak Cedera - Batasi asupan cairan, jika -perlu
Terapi Aktivitas
tourniquet pada area yang cedera
2. Terapeutik
Terapeutik Efektif (D.0001) - Sediakan alas kaki antislip -
3. EdukasiMonitor tanda dan gejala infeksi
Pertukaran Gas SIKI: Perawatan SIKI: Manajemen
--- Lakukan
Atur hidrasi
interval dan pencegahan
pemantauan respirasi infeksi
sesuai - Sediakan pispot atau urinal untuk eliminasi di
Pola Napas Tidak (D.0003)
SLKI: Bersihan Sirkulasi - saluran
Ajarkan napas
tanda dan gejala infeksi
Nutrisi
- Lakukan
kondisi perawatan kaki, kuku dan kulit
pasien tempat tidur 2. Terapeutik
Efektif (D.0005) kondisi pasien
SLKI:pasien
Pertukaran saluran kemih
3. Edukasi Jalan Napas - Pastikan bel panggilan atau telepon mudah
-- Posisikan
Posisikan pasien -
- Posisikan pasien (semi
Ajarkan mengukur asupanfowler/fowler)
cairan dan
BerikanGas
-- Anjurkan (L.01003)
berhenti
oksigen, merokok
jika perlu & olahraga
(L.01001) dijangkau
SLKI: Pola Napas-- Berikan oksigen, jika perlu - Buang secret pada tempat sputum
- Anjurkan
Bersihkanmenggunakan
secret pada mulut, obat
SIKI:penurun
hidung dan tekanan - Pastikan barang-barang pribadi mudah haluaran urin
(L.01004)3. EdukasiSIKI: -- Berikan
darah,
trakea, antikoagulan,
jika perlu
- Pemantauan dan penurun
- Latihankolesterol,
Batuk Referensi:
dijangkau Ajarkan oksigen,
mengenali jikatanda
perluberkemih
-- jika
Jelaskan prosedur yang dilakukan Mansjoer, A. (2000). Kapita
- Gunakan pengaman tempat tidur Selekta Kedokteran. (Edisi 3), Jilid 1. Jakarta:
3. Media
Edukasi Aesculapius
Pertahankan
Respirasi kepatenan jalan
perlui Efektif
napas dan waktu yang tepat untuk berkemih
SIKI: 4. Kolaborasi Price, S. A Wilson, L. M. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6. Jakarta: EGC
- Diskusikan mengenai latihan dan terapi fisik -
- Manajemen
3. -Edukasi - Terapi
Anjurkan Oksigen penggunaan
menghindari -Manajemen obatJalan Tim Pokja SDKI PPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia - Jelaskan
Anjurkan proseduryang
Definisiminum
yang dilakukan
dan Indikator cukup,
Diagnostik.jikaJakarta:
tidak
-- Ajarkan
Kolaborasi pasien
pemberian dan Napas keluarga
bronkodilator, cara yang diperlukan 4. Kolaborasi
Napasbeta
penyekat Dewan Pengurus PPNI. ada kontraindikasi
Jalan Napas menggunakan oksigen dijika rumah - Diskusikan mengenai alat Standar
bantu mobilisasi
Tim Pokja SIKI PPNI. 2018. Intervensi Keperawatan Indonesia - Definisi danpemberian
Tindakan Keperawatan. Jakarta:
ekspektoran,
- Pemantauan4. -Kolaborasi
mukolitik,
Anjurkan program rehabilitasi vaskuler perlu.
3. Edukasi - Kolaborasi
Anjurkan mengurangi bronkodilator,
minum sebelum
Dewan Pengurus PPNI.
-- Ajarkan program diet untuk memperbaiki ekspektoran,
tidur dan Kriteria mukolitik, jika perlu.
Respirasi Kolaborasi penentuan dosis oksigen Tim Pokjaalasan
- Jelaskan SLKI PPNI. 2018. Standar
intervensi Luaran Keperawatan
pencegahan jatuh ke Indonesia Definisi Hasil Keperawatan. Jakarta:
sirkulasi pasienDewan
dan Pengurus
keluarga PPNI. 4. Kolaborasi
- Kolaborasi penggunaan oksigen saat aktivitas
- Informasikan
dan/atau tidurtanda dan gejala darurat yang - Anjurkan berganti posisi secara perlahan dan - Kolaborasi pemberian obat
harus dilaporkan duduk selama beberapa menit sebelum berdiri suppositoria uretra, jika perlu
SDKI : Defisit Nutrisi (D.0019) SDKI : Intoleransi Aktivitas (D.0056)

SLKI : Status Nutrisi (L.03030) SLKI : Toleransi Aktivitas (L.05047)

SIKI : Manajemen Nutrisi (I.03119) SIKI : Manajemen Energi (I.05178)


Terapi Aktivitas (I.01011)
1. Observasi
- Identifikasi status nutrisi 1. Observasi
- Identifikasi alergi dan intoleransi makanan - Identifikasi gangguan fungsi tubuh
- Identifikasi makanan yang disukai yang mengakibatkan kelelahan
- Monitor asupan makanan - Monitor kelelahan fisik dan
- Monitor berat badan
emosional
- Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
2. Terapeutik - Monitor pola dan jam tidur
- Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah 2. Terapeutik
konstipasi - Sediakan lingkungan yang nyaman
- Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi dan rendah stimulus
protein - Berikan aktivitas distraksi yang
3. Edukasi menenangkan
- Berikan edukasi mengenai diet yang 3. Edukasi
diprogramkan
- Anjurkan tirah baring
4. Kolaborasi
- Anjurkan aktivitas secara bertahap
- Kolaborasi pemberian medikasi sebelum
4. Kolaborasi
makan (misal. Pereda nyeri, antiemetic), jika
perlu - Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan cara meningkatkan asupan makanan
jumlah kalori dan jenis nutrient yang
dibutuhkan