Anda di halaman 1dari 7

Jejak 7 (2) (2014): 100-202. DOI: 10.15294/jejak.v7i1.

3596

JEJAK
Journal of Economics and Policy
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jejak

PENGARUH MODAL, TENAGA KERJA DAN TEKNOLOGI


TERHADAP HASIL PRODUKSI SUSU KABUPATEN
BOYOLALI
Satya Nugroho, Muchamad Joko Budianto

Universitas Diponegoro, Indonesia

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15294/jejak.v7i1.3596

Received : April 2014; Accepted: April 2014; Published: September 2014

Abstract
TCurrently, most of milk in Indonesia should be imported. It is about 78,89 %, and the rest, that is about 22,11%
is from local production or local dairy farmers. However, there are some problems faced by the dairy farmers in
Kecamatan Musuk. They are capital, workforces, and technology. This study aims at knowing the influence of
capital, workforces, and technology to the milk production in Kecamatan Musuk. Ordinary Least Square (OLS)
was applied for analizing the data. The results show that the regression coefficient values of each independent
variable (the variables of capital, workforces, and technology) positively influence the production of milk. Based
on the T-test (partial), the capital and workforces influence positively and significantly to the production. In
addition, technology also has positive effect to the milk production, but it is not significant. Finally, based on
F-test, the milk production is influenced by the capital, workforces and technology. It is 87%.

Keywords: capital, labour, technology and milk production

Abstrak
Saat ini sebagian besar susu di Indonesia masih harus di impor (sekitar 78,89%), sedangkan 22,11%nya di
pasok dari produksi susu domestik yang sebagian besar dihasilkan oleh peternak sapi perah rakyat. Namun
ada beberapa permasalaham yang kerap dihadapi oleh peternak sapi perah di Kecamatan Musuk, baik dari
segi permodalan, tenaga kerja maupun teknologi yang dipakai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh dari penggunaan faktor produksi modal, tenaga kerja dan teknologi terhadap hasil
produksi susu sapi perah di Kecamatan Musuk. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda
atau Ordinary Least Square (OLS).Hasil analisis diperoleh bahwa nilai koefisien regresi masing-masing variabel
bebas yaitu variabel Modal, Tenaga Kerja, dan Teknologi berpengaruh secara positif terhadap produksi susu sapi
perah. Dari hasil uji-t (parsial) modal dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan sedangkan teknologi
berpengaruh positif namun tidak signifikan. Uji F menunjukkan produksi susu sapi perah dipengaruhi oleh
modal, tenaga kerja dan teknologi sebesar 87%.

Kata Kunci: modal, tenaga kerja, teknologi, produksi susu

How to Cite: Nugroho, Satya dan Muchamad Joko Budianto. (2014). Pengaruh Modal, Tenaga Kerja Dan
Teknologi Terhadap Hasil Produksi Susu Di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, JEJAK Journal of Economics
and Policy 7 (2): 100-202 doi: 10.15294jejak.v7i1.3596

© 2014 Semarang State University. All rights reserved


Corresponding author : ISSN 1979-715X
Address: Jl. Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275
E-mail: satyanugraha@gmail.com
152 Satya Nugroho, Muchamad Joko Budianto, Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Teknologi Terhadap
Hasil Produksi Susu Di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali
PENDAHULUAN peternak agar penerimaan peternak dari
hasil penjualan susu dapat meningkat.
Sub sektor peternakan merupakan Tujuan dari penelitian ini adalah
salah satu sumber pertumbuhan baru untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
khususnya bagi sektor pertanian serta modal, tenaga kerja dan teknologi terhadap
bagi perekonomian nasional pada hasil produksi susu di Kecamatan Musuk
umumnya. Permintaan terhadap komoditi Kabupaten Boyolali. Apakah baik secara
peternakan sebagai sumber protein hewani parsial ataupun bersama-sama ketiga
diperkirakan akan semakin meningkat variabel tersebut dapat mempengaruhi
akibat peningkatan jumlah penduduk produksi susu di Kecamatan Musuk secara
dan  meningkatnya kesadaran akan gizi signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat
masyarakat. memberi tambahan informasi dan bahan
Susu merupakan bahan makananasal kajian tentang gambaran peternakan
ternak yang meiliki kandungan gizi tinggi. didaerah.
Hal ini mengakibatkanpermintaanakan Peranan sektor pertanian dalam pem-
susu meningkat seiring dengan semakin bangunan ekonomi sangat penting kare-
bertambahnya populasi manusia na sebagianbesar anggota masyarakat di
setiaptahunnya. Saat ini sebagianbesar negara-negara miskin menggantungkan-
susu di Indonesia masih harus di impor hidupnya pada sektor tersebut. Jika para
(sekitar 78,89%), sedangkan 22,11%nya di perencana dengan sungguh-sungguhmem-
pasok dari produksi susu domestik yang perhatikan kesejahteraan masyarakatnya,
sebagian besar dihasilkan oleh peternak maka satu-satunya cara adalahdengan
sapi perah rakyat.Bidang peternakan meningkatkan kesejahteraan sebagian be-
sendiri merupakan salah satu sektor sar anggota masyarakatnya yang hidup di
agribisnis yang cukuppenting karena terkait sektor pertanian. Peran pertanian sebagai
dengan ketersediaan bahan pangan hewani tulang punggung perekonomian nasional
masyarakat, dimana diketahui kandungan terbukti tidak hanya pada situasi normal,
gizi hasil ternak beserta produk olahannya tetapi terlebih pada masa krisis.
mempunyai kandungan nilai gizi yang lebih Keberhasilan pembangunan
baik di bandingkan dengan protein yang pertanian memerlukan beberapa syarat atau
berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati). pra kondisi yang untuk tiap daerah berbeda-
Kabupaten Boyolali merupakan beda.Pra kondisi tersebut meliputi bidang-
salah satu kabupaten di Provinsi jawa bidang teknis, ekonomis, sosial budaya dan
Tengah yang memiliki populasi ternak lain-lain.Menurut A. T Mosher(1996),ada
sapi perahpaling besar. Selain itu juga lima syarat yang harus ada dalam
Kabupaten Boyolali memang telah telah pembangunan pertanian. Apabila salah
terbukti menjadi salah satu kabupaten satu syarat tersebut tidak terpenuhi maka
dengan penghasil produksi susu sapi perah terhentilah pembangunan pertanian, syarat
terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan tersebut adalah adanya pasar untuk hasil-
Musuk merupakan salah satu kecamatan hasil usahatani, teknologi yang senantiasa
di Kabupaten Boyolali yang memiliki selalu berkembang, tersedianya bahan-
jumlah populasi sapi perah yang cukup bahan dan alat-alat produksi secara lokal,
banyak.Peternak sapi perah yang berada adanya perangsang produksi bagi petani
di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan tersedianya pengangkutan yang lancar
tersebut merupakan peternak rakyat yang dan kontinyu.
tingkat produksinya masih rendahyaitu Produksi merupakan suatu kegiatan
berkisar 10-15 liter perhari. Maka dari itu, yang dikerjakan untuk menambah nilai
perlu upaya untuk meningkatkan produksi guna suatu benda untuk menambah nilai
susu sapi perah dengan melihat pengaruh guna suatu benda atau menciptakan benda
faktor-faktor apa saja yang berpengaruh baru sehingga lebih bermanfaatdalam
terhadap produksi susu sapi perah ditingkat memenuhi kebutuhan.Selain itu juga
JEJAK Journal of Economics and Policy 7 (2) (2014): 100-202 153

produksi adalah perubahan dari dua atau produksi dapat diartikan sebagai tolak ukur
lebih input (sumber daya) menjadi satu ekonomi skala usaha karena variabel (input)
atau lebih output (produk). kadang – kadang lebih dari tiga, dengan
Produksi adalah perubahan dari dau menggunakan fungsi Cobb – Douglas, akan
atau lebih input (sumber daya) menjadi lebih mudah dan sederhana.
satu atau lebih output (produk). Menurut Dalam pengertian ekonomi,modal
Joesron dan Fathorozi (2003), produksi adalah barang atau uang yang bersama-
merupakan hasil akhir dari proses aktivitas sama faktor-faktor produksi tanah dan
ekonomi dengan memanfaatkan beberapa tenaga kerja menghasilkan barang-barang
masukan atau input. Dari pengertian ini baru yaitu dalam hal ini hasil produksisusu
dapat dipahami bahwa kegiatan produksi sapi perah.Selain itu juga modal adalah dana
adalah mengkombinasikan berbagaiinput yang digunakan dalam proses produksi saja,
atau masukan untuk menghasilkan output. tidak termasuk nilai tanah dan bangunan
Menurut Sukirno (2006) menyatakan bahwa yang ditempati atau biasa disebut modal
fungsi produksi adalah kegiatan di antara kerja. Masalah modal sering disorot sebagai
faktor-faktor produksi dan tingkat produksi salah satu faktor utama penghambat
yang diciptakan. Faktor-faktor produksi produksi dan dengan demikian juga
dikenal dengan istilah input dan hasil penggunaan tenaga kerja “Working Capital
produksi sering disebut dengan output. Employee Labor” berarti bahwa tersedianya
Pada tahun 1989, fungsi produksi modal kerja yang cukup mempunyai efek
Cobb-Douglas Pertama kali diperkenalkan yang besar terhadap penggunaan tenaga
oleh Cobb, C. W dan Douglas, P.H, melalui kerja. Sudah tentu penambahan penggunaan
artikelnya yang berjudul “ A Theory of input – input lainpun akan berpengaruh
Production”. Fungsi Produksi Cobb – menambah penggunaan tenaga kerja.
Douglas adalah fungsi atau persamaan Tenaga kerja merupakan tenaga
yang melibatkan dua atau lebih variabel, manusia yang digerakkan untuk mengubah
dimana variabel yang satu disebut variabel bahan-bahan mentah yang berasal dari
dependen, yang dijelaskan ( Y ) dan yang faktor-faktor produksi alam menjadi barang
lain disebut dengan variabel independen, dan jasa. Tenaga kerja dalam arti ekonomi
yang menjelaskan (X). Nicholson (2000) meliputi semua pengorbanan manusia
menyatakan bahwa fungsi produksi dimana yang dipergunakan dalam proses produksi.
σ = 1 ( elastisitas subtitusi ) disebut fungsi Menurut UU No. 13 Tahun 2003 pasal 1,
produksi Cobb – Douglas dan menyediakan Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu
bidang tengah yang menarik antara dua melakukan pekerjaan baik didalam maupun
kasus ekstrim. Fungsi Cobb – Douglas secara diluar kerja guna menghasilkan barang
luas bentuknya adalah sebagai berikut : dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
Q = f(Kα Lβ )......................................(1) masyarakat. Tenaga kerja adalah para pekerja
Dimana Q adalah Output, L dan K yang dipekerjakan untuk melaksanakan
adalah Tenaga Kerja dan Barang Modal, aktivitas-aktivitas dalam proses produksi.
α (alpha) dan β (beta) adalah parameter- Menurut Fauzan (2012), tenaga
parameter positif lainnya yang ditentukan kerja (man power) adalah penduduk yang
oleh data. sudah bekerja dan sedang bekerja, yang
Kelebihan fungsi Cobb – Douglas sedang melaksanakan kegiatan lain seperti
dibanding dengan faktor produksi yang bersekolah dan mengurus rumah tangga.
lain menurut Soekartawi(2003) antara lain Orang tersebut dapat dikatakan sebagai
adalah (1) fungsi tersebut dapat diubah angkatan kerja kecuali mereka yang tidak
kedalam regresi linier berganda, (2) fungsi melakukan aktivitas kerja.Suprihanto
produksi tersebut lebih mudah digunakan (2000) mendefinisikan tenaga kerja adalah
dalam perhitungan angka elastisitas penduduk yang berumur 14 tahun atau
produksi yaitu dengan melihat koefisien lebih, yang sudah atau sedang mencari
produksi (bi), (3) jumlah dari koefisien pekerjaan dan sedang melakukan kegiatan
154 Satya Nugroho, Muchamad Joko Budianto, Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Teknologi Terhadap
Hasil Produksi Susu Di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali
lain seperti bersekolah dan mengurus bahwa industri susu di ASIA belum
rumah tangga. mampu mengikuti pengembangan sapi
Teknologi mempunyai arti perah di negara-negara Barat. Hal tersebut
sebagai pengembangan dari alat mesin dikarenakan adanya kondisi lingkungan
atau pertukaran, material dan proses tidak seimbang, kurang nya keterampilan
yang menolong manusia menyelesaikan petani dalam memproduksi susu yang
masalahnya. Teknologi dibuat atas efisien, serta kurangnya penyuluhan tentang
dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan pengetahuan teknis memproduksi susu.
untuk mempermudah kehidupan Sementara penelitian Hemme et al (2014)
manusia.Teknologi adalah satu ciri yang menyatakan bahwa biaya sangat berkorelasi
mendefinisikan hakekat manusia, yaitu dengan produksi dan harga susu namun
bagian dari sejarahnya yang meliputi tidak berpengaruh pada ukuran ternak.
keseluruhan sejarah.Teknologi berkaitan
erat dengan sains dan perekayasaan. METODE PENELITIAN
Dengan kata lain teknologi mengandung
dua dimensi yaitu science dan engineering Penelitian ini menggunakan
yang saling berkaitan satu dengan lainnya, data primer.Data primer dikumpulkan
dengan kata lain teknologi mencakup langsung melalui observasi (pengamatan)
teknik dan peralatan untuk menjalankan dan menggunakan kuesioner yang telah
rancangan yang didasarkan atas hasil sains. disiapkan sebelumnya.Dalam penelitian
Penelitian Ngongoni et al (2006) ini, sumber datanya adalah peternak sapi
menunjukkan bahwa biaya tinggi dan perah di Kecamatan Musuk Kabupaten
tidak tersedianya makanan/konsentrat Boyolali.Metode pengumpulan data yang
yang kaya protein yang dijual/komersial digunakan dalam penelitian ini adalah
mengakibatkan suplementasi konsentrat metode kuesioner. Alat yang digunakan
tidak konsisten dan tidak memadai untuk dalam pengumpulan data adalah pedoman
meningkatkan produksi susu. Dengan wawancara (interview guide) dengan
kata lain, yang mempengaruhi produksi menyusun daftar pertanyaan (questioner).
susu adalah biaya dan makanan. Garg Bentuk kuisioner yang digunakan sebagai
(2012) menemukan bahwa manajemen metode utama untuk mengetahui adakah
makanan dan komposisi makanan pengaruh modal, jumlah tenaga kerja dan
menentukan produksi susu dan biaya teknologi terhadap produksi susu sapi perah
produksi. Anggraeni (2003) menyatakan di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali.
meskipun sudah dilakukan tatalaksana Metode pengumpulan data kedua
budidaya sapiperah secara baik, namun adalah dokumentasi dokumentasi, yaitu
secara alamiah masih terjadi variasi yang mencari datamengenai hal-hal atau variabel
luas pada berbagai parameter produktivitas, yang berupa catatan, transkrip, buku,
sehinggamenimbulkan keragaman suratkabar, majalah, prasasti, notulen rapat,
pada produksi susu dan komponennya. agenda dan sebagainya (Arikunto, 2006).
Pengembangan faktor koreksi dari umur, Dalam penelitian ini metode dokumentasi
masa kosong, danmasa kering untuk dipakai untuk mengetahui data produksi
produksi susu sapi perah perlu dilakukan dan teknologi yangdigunakan dalam
untuk mengeliminasi keragaman dan dalam usaha peternakan susu sapi perah di
kemampuan genetik dalam menghasilkan Kabupaten Boyolali.
susu. Astuti et al (2010) menemukan bahwa Metode analisis data yang digunakan
pakan hijauan, konsentrat, luas pemilikan adalah analisis deskriptif dan analisis
lahan hijauan, tenaga kerja, jumlah regresi berganda. Metode analisis
ternak dan persentase induklaktasi secara deskriptif merupakan cara merumuskan
bersama-sama berpengaruh signifikan dan menafsirkan data yang ada sehingga
terhadap produksi susu. memberikan gambaran yang jelas
Penelitian Moran (2013) menyatakan mengenai pengaruh modal, tenaga kerja,
JEJAK Journal of Economics and Policy 7 (2) (2014): 100-202 155

dan teknologi terhadap produksi susu sapi menunjukan apakah semua variabel bebas
perah secara umum. Metode analisis regresi yang dimasukan dalam model mempunyai
berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama terhadap
hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat/dependen (Ajija, 2011).
variabel independen, yaitu antara modal Untuk menguji hipotesis ini digunakan
(M), tenaga kerja (TK), dan teknologi (T) perhitungan dengan program komputasi
terhadap produksi susu sapi perah (PSSP). EViews.Uji t-statistik ( Uji Parsial )
Selain itu juga untuk mengetahui sejauh merupakan pengujian yang dilakukan unutk
mana besarnya pengaruh antara variabel melihat signifikansi dari pengaruh variabel
bebas dan variabel terikat, sehingga metode bebas secara individu terhadap variabel
analisis data yang digunakan penelitian terikat dengan menganggap variabel bebas
ini adalah regresi linier berganda yang di lainnya konstan. Uji-t statistik ini dilakukan
transformasikan ke logaritama natural dengan membandingkan thitung. Nilai t
(ln). Bentuk persamaannya adalah sebagai tabel
dapat dilihat pada tabel statistic pada
berikut : tingkat signifikansi (0,05) dengan derajat
kebebasan (df) sebesar (n-k-1), dimana n
Y = a + β1LnX1 + β2X2 + D + e ................(3) adalah jumlah sampel, dan k adalah jumlah
variabel independen
dimana Y adalah variabel produksi
susu sapi perah, a adalah konstanta, β1LnX1 HASIL DAN PEMBAHASAN
adalah Log Linear Variabel Modal, β2 X2
adalahVariabel Tenaga Kerja, Dadalah Tek- Analisis kuantitatif yang digunakan
nologi dan e adalah Disturbance error adalah regresi linear berganda. Produksi
Untuk mengetahui apakah suatu sebagai variabel dependen, sedangkan
permasalahan suatu persamaan regresi modal, tenaga kerja dan teknologi sebagai
yang dihasilkan baik untuk mengestimasi variabel independen. Analisis regresi linear
nilai variabel bebas diperlukan pembuktian berganda diproses dengan bantuan software
terhadap kebenaran hipotesis. Pembuktian Eviews. Hasil Analisis Regresi Berganda
hipotesis dilakukan dengan cara Uji seperti pada Tabel 1.
bersama-sama (Uji F) dan Uji t-statistik ( Berdasarkan Tabel 1 dapat diartikan
Uji Parsial ). Uji statistik F pada dasarnya bahwa besarnya koefisien variabel modal

Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda


Dependent Variable: PRODUKSI
Method: Least Squares
Date: 12/09/14 Time: 02:05
Sample: 1 100
Included observations: 100
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.  
C -75.85834 5.284702 -14.35433 0.0000
LMODAL 29.83716 2.032179 14.68235 0.0000
TK 2.439274 1.183488 2.061090 0.0420
TEKNOLOGI 0.792082 1.802201 0.439508 0.6613

R-squared 0.877146     Mean dependent var 33.11000


Adjusted R-squared 0.873307     S.D. dependent var 19.07131
S.E. of regression 6.788238     Akaike info criterion 6.707438
Sum squared resid 4423.697     Schwarz criterion 6.811645
Log likelihood -331.3719     Hannan-Quinn criter. 6.749612
F-statistic 228.4720     Durbin-Watson stat 2.069635
Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Data primer diolah 2014


156 Satya Nugroho, Muchamad Joko Budianto, Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Teknologi Terhadap
Hasil Produksi Susu Di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali
yaitu sebesar 29,837 dantenaga kerja sebesar Berdasar Tabel 3, diketahui bahwa
2,439 menunjukan hasil tersebut bahwa nilai probabilitas dari F-statistic adalah
kedua variabel yaitu modal dan tenaga kerja 0,00. Nilai tersebut jauh lebih kecil dari
mempunyai probabilitas <0,05 sehingga nilai probabilitas 0,05. Artinya adalah
mempunyai pengaruh yang signifikan variabel-variabel bebas (modal, tenaga
terhadap Produksi Susu Sapi Perah di kerja dan teknologi) secara bersama – sama
Kecamatan Musuk. Sedangkan untuk mempengaruhi variabel terikat (produksi).
variabel teknologi memiliki pengaruh yang Uji t dilakukan untuk mengetahui
positif namun tidak signifikan. Hal tersebut hubungan secara parsial antara masing
ditunjukan dengan keofisien regresi yang – masing variabel bebas dengan variabel
bertanda positif namun nilai probabilitasnya terikat. Secara lebih rinci uji t untuk
lebih kecil dari 0,05 (alfa 5%). Namun hal mengetahui pengaruh modal terhadap
ini tidak diikuti oleh variabel teknologi, produksi susu, pengaruh tenaga kerja
meskipun berpengaruh positif terhadap terhadap produksi susu, dan pengaruh
hasil produksi susu sapi perah di Kecamatan teknologi terhadap produksi susu. Hasil
Musuk namun nilai probabilitasnya lebih uji secara parsial (Uji t), dirangkum dalam
besar dari 0,05 (alfa 5%) maka teknlogi Tabel 4 berikut ini.
dalam penelitian ini tidak signifikan.
Guna melihat goodness of fit dari Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis dengan
model, dilakukan dengan uji koefisien Uji Parsial (uji t)
determinasi. Ini dilakukan untuk Variabel Prob. Prob. 5%
mengetahui seberapa besar variabel – LMODAL 0,0000 0,05
variabel independen dapat menjelaskan TK 0,0420 0,05
variabel dependen. Hasil analisis data untuk
TEKNOLOGI 0,6613 0,05
Koefisien Determinasi (R2) dapat dilihat
Sumber : Data primer diolah 2014
pada Tabel 2.

Berdasarkan Tabel 4, dapat dinyatakan
Tabel 2. Uji Koefisien Determinasi (R2)
bahwa hasil Uji t menunjukkan bahwa
R-squared Adjusted R-squared
variabel Modal berpengaruh secara parsial
0,877146 0,873307
terhadap hasil produksi susu sebesar
Sumber : Data primer diolah 2014
0,0000< 0,05, tenaga kerja berpengaruh
secara siginifikas sebesar 0,0420 <0,05
Berdasarkan Tabel 2 diperoleh
terhadap hasil produksi susu di Kecamatan
koefisien determinasi (R²) sebesar
Musuk. Sedangkan variabel teknologi untuk
0,877146,hal ini menunjukan bahwa variabel
produksi susu tidak berpengaruh secara
Modal, Tenaga Kerja danTeknologi dapat
parsial terhadap hasil produksi susu sapi
menerangkan 87% terhadap Produksi Susu
perah di Kecamatan Musuk, karena nilai
sapi perah di Kecamatan Musuk Kabupaten
probalitasnya 0,6613 lebih besar dari 0,05.
Boyolali, sedangkan sisanya 13% dapat
Berdasarkan Uji Asumsi Klasik yang
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak
telah dilakukan, dapat diketahui model
dimasukan dalam model analisis dalam
regresi bebas dari gangguan autokorelasi,
penelitian ini. Hasil Uji secara bersama-
multikolinearitas, dan heteroskedastisitas
sama (Uji F), dapat dilihat seperti pada
sehingga layak digunakan dalam penelitian.
Tabel 3.
SIMPULAN
Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis dengan
Uji Bersama-sama (Uji F)
Kesimpulan yang diambil dari
F-statistic Prob. (F-statistic) Prob. 5% penelitian ini adalah; hasil uji parsial (Uji
228,4 0,00 0,05
Sumber : data primer diolah 2014 t) menunjukan bahwa modal berpengaruh
secara positif dan siginifikan karena
JEJAK Journal of Economics and Policy 7 (2) (2014): 100-202 157

memiliki nilai probabilitas < 0,05, tenaga Astuti, Melani. Et al. (2010). Efisiensi Produksi Usaha
berpengaruh secara positif dan signifikas Sapi Perah Rakyat (Studi Kasus Pada Peter-
nakAnggota Koperasi Usaha Peternakan Dan
karena memiliki probabilitas < 0,05 terhadap Pemerahan Sapi PerahKaliurang, Sleman, Yog-
produksi susu di Kecamatan Musuk. Modal, yakarta). Buletin Peternakan. Vol. 34(1): 64-69,
tenaga kerja dan teknologi secara bersama- Februari 2010.
sama berpengaruh positif terhadap Fauzan, Muhammad. (2012). Efisiensi dan Risiko
Produksi Pucuk The Petani Plasma PT.
produksi. Besarnya pengaruh ke tiga
Pagilaran Unit Produksi Sidoharjo Kabupaten
variabel ditunjukan dengan nilai R2 (R square) Batang. Yogyakarta: Skripsi UGM.
= 0,877146. Hal ini berarti bahwa pengaruh Garg, M.R. (2012). Balanced feeding for improving
Modal, Tenaga Kerja dan Teknologi secara livestock productivity – Increase in milk pro-
bersama-sama terhadap produksi susu duction and nutrient use efficiency and de-
crease in methane emission. FAO Animal Pro-
sapi perah adalah sebesar 87%. Sedangkan duction and Health Paper No. 173. Rome, Italy.
sisanya sebesar 13% dipengaruhi oleh faktor- Joesron., dan M. Fathorozi. (2003). Teori Ekonomi Mi-
faktor lain yang tidak diteliti. kro Dilengkapi Beberapa Bentuk Fungsi
Berdasarkan potensi yang dimiliki Produksi. Jakarta: PT. Salemba Emban Patria.
Hemme,Torsten. Et al. (2014). Benchmarking Cost of
Kabupaten Boyolali maka pemerintah
Milk Production in 46 Countries. Journal of
daerah selaku penggerak pembangunan Reviews on Global Economics. 3, 254-270.
diharapkan dapat merumuskan strategi Mosher, A.T. (1996). Syarat-syarat Mutlak Pembangu-
penentuan pengembangan komoditas nan & Modernisasi Pertanian. Jakarta : Yasa-
susu sapi perah dilakukan dengan lebih guna
Moran, John B. (2013). Addressing the Key Constraints
baik. Pemerintah Kecamatan Musuk to Increasing Milk Production from Small
dapat melakukan pemetaan wilayah yang Holder Dairy Farms in Tropical Asia. Interna-
berpotensi menjadi sentra produksi susu tional Journal of Agriculture and Biosciences
sapi perah agar dapat lebih mengembangkan P-ISSN: 2305-6622 E-ISSN: 2306-3599
Ngongoni, N T. et al. (2006). Factors Affecting Milk
hasil komoditasnya terutama hasil produksi
Production in The Smallholder Dairy Sector of
susu sapi perah sehingga pemerintah dapat Zimbabwe. Livestock Research for Rural Devel-
mengoptimalkan kemampuan produksinya. opment 18 (6) 2006.
Nicholson, W. (2000). Teori Ekonomi Mikro: Prinsip
DAFTAR PUSTAKA Dasar dan Pengembangannya. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
Soekartawi. (2003). Teori Ekonomi Produksi. Jakarta:
Ajija, Shocrul. (2011). Cara Cerdas Menguasai EViews. PT. Rajagrafindo.
Jakarta: Salemba Empat Sukirno, Sadono. (2006). Pengantar Teori Mikro Edisi
Anggraeni, Anneke. (2003). Keragaman Produksi 2. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Susu Sapi Perah: Kajian Pada FaktorKoreksi Suprihanto. (2000). Peranan Tenaga Kerja Dalam
Pengaruh Lingkungan Internal. WARTAZOA. Proses Produksi Industri. Jakarta: Bumi
Vol. 13 No.1 Th. 2003 Aksara
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Undang-Undang Negara Republik Indonesia. No. 13
(Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Cipta.