Anda di halaman 1dari 30

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir di
BPS Anang Arief Sidoarjo pada tanggal 16 Januari sampai 25 Pebruari 2006.
Penyusunan laporan ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Praktek
Klinik Kebidanan, dimana kasus ini diambil pada tanggal 17 Januari 2006.
Asuhan Kebidanan ini dapat tersusun berkat Asuhan dan bimbingan serta
kerjasama dari berbagai pihak yang terkait, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Yuliyanik, SKM selaku Direktur Akademi Kebidanan Widyagama
Husada Malang yang telah memberikan kebijaksanaan.
2. Ibu Anang Arief selaku Pembimbing Lapangan di BPS yang telah
memberi bimbingan.
3. Ibu Novita Mayasari, S.SiT selaku pembimbing akademik yang telah
memberikan pengarahan.
4. Orang tua saya yang telah memberikan dukungannya secara moral dan
materiil.
5. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan studi
kasus ini.
Penulis menyadari bahwa dalam tehnik penulisan maupun penyusunan
Asuhan Kebidanan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran
yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan.
Semoga dengan tersusunnya Asuhan Kebidanan ini dapat menambah
pengetahuan, kepustakaan dan bermanfaat bagi pembaca dan bagi kemajuan di
bidang Kebidanan.

Sidoarjo, 17 Januari 2006

Penulis

0i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keadaan bayi sangat tergantung pada pertumbuhan janin di dalam
uterus, kualitas pengawasan antenatal, penyakit yang menyertai kehamilan
ibu, penanganan persalinan dan perawatan sesudah lahir. Penanggulangan bayi
tergantung pada keadaan apakah ia normal/tidak.
Pada umumnya kelahiran bayi normal dapat dipertanggung jawabkan
secara penuh terhadap keselamatan ibu dan bayi pada persalinan. Setiap
petugas kesehatan harus mengetahui segera timbulnya perubahan pada ibu dan
bayi dan bila perlu segera berikan pertolongan pertama.
Penelitian tahun 1998 menunjukkan > 50 % kematian bayi terjadi dalam
periode neonatal yaitu pada bulan pertama kehidupan. Kurang baiknya
penanganan bayi baru lahir akan menyebabkan kelainan-kelainan dan dapat
juga mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian. Misal akibat
hipotermi dapat mengakibatkan cold stress yang selanjutnya dapat
menyebabkan hipoxia/hipoglikemia dan mengakibatkan kerusakan otak.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Agar mahasiswa mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan pada bayi
baru lahir.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian terhadap BBL normal
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah
c. Mahasiswa mampu mengantisipasi masalah potensial
d. Mahasiswa mampu merumuskan kebutuhan segera
e. Mahasiswa mampu menyusun rencana tindakan untuk menangani
BBL normal.
f. Mahasiswa mampu mengimplementasikan masalah BBL normal

1
g. Mahasiswa mampu melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana
yang telah disusun dan melaksanakan evaluasi.

1.3 Pelaksanaan
Praktek Klinik ini dilaksanakan di BPS Anang Arief Sidoarjo mulai tanggal
16 Januari - 25 Pebruari 2006.

1.4 Sistematika Penulisan


Laporan ini disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Menjelaskan tentang latar belakang, tujuan umum, tujuan khusus,
pelaksanaan dan sistematika penulisan.
BAB 2 : TINJAUAN TEORI
Menguraikan tentang konsep bayi baru lahir dan konsep dasar
asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
BAB 3 : TINJAUAN KASUS
Terdiri dari pengkajian data subyektif dan obyektif, identifikasi
diagnosa dan masalah, antisipasi masalah potensial, kebutuhan
segera, intervensi, implementasi dan evaluasi.
BAB 4 : PEMBAHASAN
Membahas kesenjangan yang terjadi antara teori dengan kasus
yang terjadi.
BAB 5 : PENUTUP
Terdiri dari kesimpulan dan saran dari kasus yang ada

2
BAB 2
TINJAUAN TEORI

2.1 KONSEP BAYI BARU LAHIR


2.1.1 Pengertian
- Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir pada UK 37-42 minggu
dengan berat lahir antara 2500 gr sampai 4000 gram.
(Manuaba, 1994: 186)
- Bayi lahir normal adalah bayi yang lahir cukup bulan, 38 sampai 42
minggu dengan berat badan sekitar 2.500 sampai 3.000 gram dan
panjang badan sekitar 50 sampai 55 cm.
(Manuaba, 1998: 121)
2.1.2 Ciri-ciri BBL Normal
- Berat badan lahir bayi antara 2500 – 4000 gram
- Panjang badan bayi 48 – 50 cm
- Lingkar dada bayi 32 – 34 cm
- Lingkar kepala bayi 33 – 35 cm
- Bunyi jantung dalam menit pertama + 180 x/menit kemudian turun
sampai 140 – 120 x/menit pada waktu bayi berumur 30 menit.
- Pernafasan cepat pada menit-menit pertama kira-kira 80 x/menit disertai
pernafasan cuping hidung, retraksi supraseternal dan intercostal, serta
rintihan hanya berlangsung 10 – 15 menit.
- Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup
terbentuk dan dilapisi vernikcaseosa
- Rambut lanugo telah hilang, rambut kepala tumbuh baik
- Kuku telah agak panjang dan lemas
- Genetalia : testis sudah turun (pada bayi laki-laki) dan labia mayora
telah menutupi labia minora (pada bayi perempuan)
- Reflek hisap, menelanm morro telah terbentuk
- Eliminasi, urine dan mekonium normalnya keluar pada 24 jam pertama.
Mekonium bersifat hitam kehijauan dan lengket. (Syahlan, 1992: 174)

3
2.1.3 Perubahan-perubahan yang terjadi
2.1.3.1 Gangguan Metabolisme Karbohidrat
Oleh karena kadar gula darah tali pusat yang 65 mg/100 ml akan menurun
menjadi 50 mg/100 ml dalam waktu 2 jam sesudah lahir, energi tambahan
yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir diambil
dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula akan mencapai
120 mg/100 ml. Bila perubahan glukosa menjadi glikogen meningkat/
adanya gangguan metabolisme asam lemak yang tidak dapat memenuhi
kebutuhan neonatus, maka kemungkinan besar bayi mengalami
hipoglikemia. (Sarwono, 2002: 253)
2.1.3.2 Gangguan umum
Sesaat sesudah bayi lahir ia akan berada di tempat yang suhunya lebih
rendah dari dalam kandungan dan dalam keadaan basah. Bila dibiarkan
saja dalam suhu kamar 25oC maka bayi akan kehilangan panas melalui
evaporasi, konveksi, konduksi dan radiasi sebanyak 200
kalori/kg/BB/menit. Sedangkan pembentukan panas yang dapat diproduksi
hanya sepersepuluh daripada yang tersebut di atas, dalam waktu yang
bersamaan. Hal ini akan menyebabkan penurunan suhu tubuh sebanyak
2oC dalam waktu 15 menit. Suhu lingkungan yang tidak baik akan
menyebabkan bayi menderita hipotermi dan trauma dingin (coldinjury).
Bayi baru lahir dapat mempertahankan suhu tubuhnya dengan mengurangi
konsumsi energi serta merawatnya di dalam NTE (Natural Thermal
Environement) adalah suhu lingkungan rata-rata dimana produksi panas,
pemakaian O2 dan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan adalah minimal
agar suhu tubuh menjadi normal. (Sarwono, 2002: 253)
2.1.3.3 Perubahan sistem pernafasan
Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi dalam wkatu 30 detik
sesudah kelahiran. Pernafasan ini timbul sebagai akibat aktivitas normal
sistem saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan
lainnya. Semua ini menyebabkan perangsangan pusat pernafasan dalam
otak yang melanjutkan rangsangan tersebut untuk menggerakkan

4
diafragma serta otot-otot pernafasan lainnya. Tekanan rongga dada bayi
pada waktu melalui jalan lahir pervaginam mengakibatkan paru-paru pada
bayi normal cukup bulan mengandung 80-100 ml cairan, kehilangan 1/3
dari cairan ini. Sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara.
(Sarwono, 2002: 254)
2.1.3.4 Perubahan sistem sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru, tekanan O2 di dalam alveoli
meningkat. Sebaliknya tekanan CO2 menurun. Hal ini mengakibatkan
turunnya resistensi pembuluh-pembuluh darah dari arteri pulmonanalis
mengalir ke paru-paru dan ductus orteriosus tertutup. Setelah tali pusat
dipotong, aliran darah dari plasenta terhenti dan foramen ovale tertutup.
(Sarwono, 2002: 255)
2.1.3.5 Perubahan lain
Alat-alat pencernaan, hati, ginjal dan lain-lain mulai berfungsi
(Sarono, 2002: 255)
2.1.4 Perawatan Bayi Baru Lahir
2.1.4.1 Pertolongan pada saat bayi lahir
- Sambil secara cepat menilai pernafasannya,
letakkan bayi dengan handuk di atas perut ibu.
- Dengan kain bersih dan kering atau kasa lap darah
atau lendir dari wajah bayi untuk mencegah jalan udaranya terhalang.
Periksa ulang pernafasan bayi yaitu sebagian besar bayi akan
menangis atau bernafas secara spontan dalam waktu 30 detik setelah
lahir.
(Saifuddin, 2002: N-30)
2.1.4.2 Penilaian bayi waktu lahir
Keadaan umum bayi dimulai satu menit setelah lahir dengan
menggunakan nilai apgar. Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah
bayi menderita asfixia atau tidak.

5
0 1 2 NA
Appearance (warna Pucat Badan merah Seluruh tubuh
kulit) esktremitas biru memerah – merahan
Pulse rate (frek. Tidak ada Kurang dari 100 Lebih dari 100
Nadi)
Grimace (reaksi Tidak ada Sedikit gerakan Batuk/bersin
rangsang) mimik (grimace)
Activity (tonus Tidak ada Ekstremitas dalam Gerakan aktif
otot) sedikit flexi
Respiration Tidak ada Lemah/tidak teratur Baik/menangis Jumlah
(pernafasan)
(Sarwono, 2002: 248)
2.1.4.3 Perawatan tali pusat
Pemotongan dan pengikatan tali pusat menyebabkan pemisahan fisik
terakhir antara ibu dan bayi. Pemotongan sampai denyut nadi tali pusat
berhenti dapat dilakukan pada bayi normal, sedangkan pada bayi gawat
(high risk baby) dapat dilakukan pemotongan tali pusat secepat mungkin
agar dapat dilakukan resusitasi sebaik-baiknya. Tali pusat dijepit dengan
kocher kira-kira 5 cm dan sekali lagi 7,5 cm dari pusat. Pemotongan
dilakukan antara kedua klem tersebut. Kemudian bayi diletakkan di atas
kain bersih atau steril yang hangat. Setelah itu dilakukan pengikatan tali
pusat dengan alat penjepit plastik atau pita dari nilon atau dapat juga
benang katun steril. Untuk menghindari infeksi tali pusat yang dapat
menyebabkan spsis, meningitis dll, maka di tempat pemotongan dan
dipangkal tali pusat, serta 2,5 cm disekitar pusat diberi antiseptik,
selanjutnya tali pusat di rawat dalam keadaan steril/bersih dan kering.
(Sarwono, 2002: 250)
2.1.4.4 Jagalah bayi agar tetap hangat
- Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan terjadi
kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
- Gantilah handuk/kain yang basah, dan bungkus bayi
tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan bahwa kepala
telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
Pastikan bayi tetap hangat (Saifuddin, 2003: N.31)

6
2.1.4.5 Perawatan mata
Obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk
pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual).
Obat perlu diberikan pada jam pertama setelah persalinan. Yang lazim
dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan
pada mata bayi segera setelah bayi lahir. (Saifuddin, 2002: N-33)
2.1.4.6 Pemeriksaan fisik bayi
- Kepala
Besar, bentuk, sutura menutup/melebar, caput succedaneum, cepal
hematoma, kraniotabes, dsb.
- Mata
Perdarahan, sub konjungtiva, tanda-tanda infeksi (pus)
- Hidung dan mulut
Labio skisis, labiopalatoskisis, reflek hisap (dinilai dengan mengamati
bayi saat menyusu)
- Telinga
Preaurical tog, kelainan daun/bentuk telinga
- Leher
Hematom sberno kleidomastoideus, ductus firoglasus, nigroma koli.
- Dada
Bentuk, pembesaran buah dada, pernafasan, retraksi interkostal,
subcostal sifoid, merintih, pernafasan cuping hidung, bunyi paru-paru
(sonor, vesikuler, bronkial dll)
- Jantung
Pulsasi, frekuensi bunyi jantung, kelainan bunyi jantung
- Abdomen
Membuncit (pembesaran hati limfa, tumor aster), skafoid
(Kemungkinan bayi menderita diafragmatika/atresia esafagi tanpa
fistula)

7
- Tali pusat
Perdarahan, jumlah darah pada tali pusat, warna dan besar tali pusat,
hernia di tali pusat/diselangkangan.
- Alat kelamin
Testis berada dalam skrotum, penis berlubang pada ujung (pada bayi
laki-laki), vagina berlubang, labia mayora menutupi labia minora
(pada bayi perempuan)
- Lain-lain
Mekonium harus keluar dalam 24 jam sesudah lahir, bila tidak harus
waspada atresia ani/obstruksi usus. Urine juga harus keluar dalam 24
jam. Kadang pengeluaran urine tidak diketahui oleh karena keluar
pada saat bayi lahir dan bercampur dengan air ketuban. Bila urine
tidak ada dalam 24 jam harus diperhatikan bila obstruksi saluran
kencing. (Sarwono, 2002: 251-252)
2.1.4.7 Identifikasi bayi
Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera
pasca persalinan. Alat yang digunakan hendaknya kebal air, dengan tepi
yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah
lepas. Pada alat / gelang identifikasi tercantum nama (bayi dan ibunya),
tanggal lahir nomor bayi, jenis kelamin, unit, sidik telapak kaki bayi dan
sidik jari ibu harus tercetak di catatan yang tidak mudah hilang. Ukur berat
lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan cacat dalam rekam
medis.
2.1.4.8 Perawatan lain-lain
 Lakukan perawatan tali pusat
- Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena
udara dan tutupi dengan kain bersih secara longgar.
- Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja, cuci dengan sabun dan air
bersih dan keringkan betul-betul.

8
 Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi
dipulangkan ke rumah, berikan imunisasi BCG, polio dan hepatitis B.
 Ajarkan tanda-tanda bahaya bayi pada orang tua
dan beritahu orang tua agar merujuk bayi segera untuk perawatan
lebih lanjut, yaitu :
- Pernafasan : sulit atau lebih dari 60 x/menit
- Warna : kuning (terutama pada 24 jam pertama), biru atau pucat.
- Tali pusat : merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk, berdarah
- Infeksi : suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan (nanah),
bau busuk, pernafasan sulit.
- Tinja/kemih : tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering
kejang, tidak bisa tenang, menangis terus menerus.
 Ajarkan pada orang tua cara merawat bayi mereka
dan perawatan harian untuk bayi baru lahir.
- Beri ASI sesuai dengan kebutuhan setiap 2-3 jam mulai dari hari
pertama
- Jaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering serta
mengganti popok
- Jaga tali pusat dalam keandaan bersih dan kering
- Jaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit infeksi
(Saifuddin, 2002: N-36)

2.2 KONSEP ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU


LAHIR NORMAL
I. PENGKAJIAN
Tanggal: ……………. Jam………..
Tempat : ………….
1. Data Subyektif
1.1 Biodata
Nama bayi : untuk menghindari kekeliruan
Tanggal lahir : untuk mengetahui usia neonatus

9
Jenis kelamin :
Umur :
Alamat : untuk memudahkan kunjungan rumah
Nama ibu : untuk memudahkan memanggil/menghindari
kekeliruan.
Umur : untuk mengetahui apakah ibu termasuk resiko tinggi/
tidak.
Pekerjaan : untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi
Pendidikan : untuk memudahkan pemberia KIE
Agama : untuk mengetahui kepercayaan yang dianut ibu
Alamat : untuk memudahkan komunikasi dan kunjungan
rumah

Nama suami : untuk menghindari terjadinya kekeliruan


Umur :
Pekerjaan : untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi
Pendidikan : untuk memudahkan pemberia KIE
Alamat : untuk memudahkan komunikasi dan kunjungan
rumah

1.2 Keluhan utama


Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya pada tanggal ….. jam …..
WIB. Kondisi ibu dan bayi sehat
1.3 Riwayat kehamilan dan persalinan
1.3.1 Riwayat pre natal
Anak keberapa, riwayat kehamilan yang mempengaruhi BBL
adalah kehamilan yang tidak ada komplikasi seperti DM,
hepatitis, jantung, asma, HT, TBC, frekuensi ANC, dimana
keluhan-keluhan selama hamil, HPHT dan kebiasaan-kebiasaan
ibu selama hamil.
1.3.2 Riwayat natal

10
Berapa usia kehamilan, waktu jam persalinan, jenis persalinan,
lama kala I, lama kala II, BB bayi, PB bayi, denyut nadi,
respirasi, suhu, bagaimana ketuban, ditolong oleh siapa,
komplikasi persalinan dan bagaimana keadaan BBL mengenai
APGAR SKOR.
1.3.3 Riwayat post natal
- Observasi TTV
- Keadaan tali pusat
- Apakah telah diberi injeksi vit. K
- Minum ASI/PASI, berapa cc tiap berapa jam
1.4 Kebutuhan dasar
1.4.1 Pola nutrisi
Setelah bayi lahir segera susukan pada ibunya, apakah ASI
keluar sedikit, kebutuhan minum hari pertama 60 cc/kg bb,
selanjutnya ditambah 30 cc/kg bb untuk hari berikutnya.
1.4.2 Pola eliminasi
Proses pengeluaran defeakasi dan urine terjadi 24 jam pertama
setelah lahir, konsistensi agak lembek, warna hitam kehijauan,
diperiksa juga warna urine normalnya kuning.
1.4.3 Pola istirahat
Pola tidur normal bayi baru lahir 14 – 18 jam/hari
1.4.4 Pola aktivitas
Pada bayi seperti menangis, BAK, BAB serta memutar kepala
untuk mencari putting susu.
1.5 Riwayat psikososial
Kesiapan keluarga menerima anggota baru dan kesanggupan ibu
menerima dan merawat anggota baru.

2. Data Obyektif
2.1 Pemeriksaan fisik umum
Keasadaran : composmentis

11
Suhu : normal (36,5oC – 37oC)
Pernafasan : normal (40 – 60 x/menit)
Heart rate : normal (130 x/menit – 160 x/menit)
BB : normal (2500 – 4000 gram)
PB : antara 48 – 52 cm
2.2 Pemeriksaan fisik
Kepala : adakah caput succedaneum, chepal hematoma, keadaan
ubun-ubun tertutup.
Muka : warna kulit merah
Mata : sklera putih, tidak ada perdarahan subconjungtiva
Hidung : lubang simetris, bersih, tidak ada sekret
Mulut : reflek menghisap baik, tidak ada palatoskisis
Telinga : simetris, tidak ada serumen
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, pembesaran
bendungan vena jugularis.
Dada : simetris, tidak ada retraksi dada
Tali pusat : bersih, tidak ada perdarahan, terbungkus kassa
Abdomen : simetris, tidak ada massa, tidak ada infeksi
Genetalia : untuk bayi laki-laki testis sudah turun, untuk bayi
perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora.
Anus : tidak terdapat atresia ani
Esktremitas: tidak terdapat polidaktili dan syndaktili
2.3 Pemeriksaan neurologis
2.3.1 Reflek moro/terkejut
Apabila bayi diberi sentuhan mendadak terutama dengan jari dan
tangan maka akan menimbulkan gerak terkejut.
2.3.2 Reflek mengenggam
Apabila telapak tangan disentuh dengan jari pemeriksa maka
akan berusaha mengenggam jari pemeriksa.
2.3.3 Reflek rooting/mencari

12
Apabila pipi disentuh oleh jari pemeriksa maka ia akan menoleh
dan mencari sentuhan itu.

2.3.4 Reflek menghisap/sucking


reflek
Apabila bayi diberi dot/putting maka ia berusaha untuk
menghisap.
2.3.5 Glabella reflek
Bayi disentuh pada daerah os glabella dengan jari tangan
pemeriksa maka ia akan mengerutkan keningnya dan
mengedipkan matanya.
2.3.6 Gland reflek
Bila bayi disentuh pada lipatan paha kanan dan kiri maka ia
berusaha mengangkat kedua pahanya.
2.3.7 Tonick neck reflek
Bila bayi diangkat dari tempat tidur/bila digendong maka ia akan
berusaha mengangkat kepalanya.
2.4 Pemeriksaan antopometri
2.4.1 Berat badan
BB bayi normal 2500 – 4000 gram
2.4.2 Panjang badan
PB bayi lahir normal 48 – 52 cm
2.4.3 Lingkar kepala
Lingkar kepala bayi normal 33 – 38 cm
2.4.4 Lingkar lengan atas
Normal 10 – 11 cm
2.4.5 Ukuran kepala
- Diameter sub oksipito bregmatika
Antara foramen magnum – ubun-ubun besar (9,5 cm)
- Diameter sub oksipito frontalis

13
Antara foramen magnum ke pangkal hidung (11 cm)
- Diameter fronto oksipitalis
Antara titik pangkal hidung ke jarak terjauh belakang kepala
(12 cm)

- Diameter mento oksipitalis


Antara dagu ke titik terjauh belakang kepala (13,5 cm)
- Diameter sub mento bregmatika
Antara os hyoid ke ubun-ubun besar (9,5 cm)
- Diameter bi parietalis
Antara 2 tulang parientalis (9 cm)
- Diameter bi temporalis
Antrara ke 2 tulang temporalis (8 cm)
2.5 Pemeriksaan tingkat perkembangan
2.5.1 Adaptasi sosial
Sejauh mana bayi dapat beradaptasi sosial baik dengan orang
tua, keluarga maupun orang lain.
2.5.2 Bahasa
Kemampuan bayi untuk mengungkapkan perasaannya melalui
tangisan untuk menyatakan rasa lapar, BAB, BAK dan
kesakitan.
2.5.3 Motorik halus
Kemampuan bayi untuk menggerakkan bagian kecil dari
anggota badannya
2.5.4 Motorik kasar
Kemampuan bayi untuk melakukan aktivitas dengan
menggerakkan anggota tubuhnya.
2.6 Pemeriksaan penunjang
Adakah pemeriksaan yang dapat menunjang

14
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx : bayi baru lahir normal umur ….. jam
Ds : bayi lahir tanggal ….. jam ….. dengan normal
Do : HR : norma (130 – 160x/menit)
RR : normal (30 – 60 x/menit)
Tangisan kuat, warna kulit merah, tonus otot baik
BB : 2500 – 400 gram
PB : 48 – 52 cm

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


- Hipotermi
- Infeksi
- Asfiksia
- Ikterus

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


- Pertahankan suhu tubuh bayi dengan tidak
memandikan bayi sedikitnya 6 jam dan bungkuk bayi dengan kain kering,
bersih dan hangat agar tidak infeksi dan hipotermi.
- Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan
bayi dengan metode kanguru .
- Anjurkan pada ibu untuk segera memberi ASI

V. INTERVENSI
Dx : bayi baru lahir normal umur ….. jam
Tujuan : - bayi tetap dalam keadaan normal
- bayi tidak mengalami hipotermi dan infeksi
Kriteria hasil :
- Bayi dalam keadaan sehar
- TTv dalam batas normal
HR : antara 130 x/menit – 160 x/menit

15
RR : antara 30 x/menit – 60 x/menit
S : antara 36oC – 37oC
Intervensi :
1. Lakukan informed consent
R/ informed consent merupakan langkah awal untuk melakukan tindakan
lebih lanjut.
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
R/ cuci tangan merupakan prosedur pencegahan kontaminasi silang
3. Beri identitas bayi
R/ identitas merupakan cara yang tepat menghindari kekeliruan.
4. Bungkus bayi dengan kain kering yang lembut
R/ membungkus bayi merupakan cara mencegah hipotermi
5. Rawat tali pusat dengan cara membungkus dengan kasa
R/ tali pusat yang terbungkus merupakan cara mencegah infeksi
6. Timbang berat badan setiap hari setelah dimandikan
R/ deteksi dini pertumbuhan dan kelainan pada bayi
7. Ukur suhu tubuh bayi, heart rate dan respirasi tiap jam
R/ deteksi dini terhadap terjadinya komplikasi
8. Anjurkan ibu untuk mengganti popok bayi setelah
BAK/BAB
R/ segera mengganti popok tiap basah merupakan salah satu cara untuk
menghindari bayi dari kehilangan panas.
9. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif
ASI adalah makanan terbaik bayi untuk tumbuh kembang dan pertahanan
tubuh/kebutuhan nutrisi 60 cc/kg/hari.
10. Anjurkan ibu cara menyusui yang benar maka bayi akan merasa nyaman
dan tidak tersedak.
R/ dengan posisi menyusui yang benar maka bayi akan merasa nyaman
dan tidak tersedak.

16
VI IMPLEMENTASI
Dilakukan sesuai dengan intervensi
Tanggal : ………………. Jam : ……… WIB

VII EVALUASI
Tanggal : ………………. Jam : ……… WIB
S : data yang diperoleh dari pasien/keluarga
O : hasil pemeriksaan fisik beserta pemeriksaan diagnostik dan
penunjang/pendukung lain juga catatan medik
A : kesimpulan dari data subyektif dan obyektif
P : merupakan gambaran pendokumentasian dari tindakan evaluatif

17
BAB 3
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN DATA
Tanggal : 17 Januari 2006 jam : 22.30 WIB
Tempat : BPS Anang Arief Sidoarjo

1. Data Subyektif
1.1 Biodata
Nama bayi : Bayi Ny. “R”
Tanggal lahir : 17 Januari 2005
Jenis kelamin : laki-laki
Umur : 3 jam
Alamat : Tenggulunan 12 RT 2 RW 1 Sidoarjo

Nama ibu : Ny. “R”


Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SME
Alamat : Tenggulunan 12 RT 2 RW 1 Sidoarjo

Nama suami : Tn “M”


Umur : 35 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Alamat : Tenggulunan 12 RT 2 RW 1 Sidoarjo
1.2 Keluhan utama
Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya pada tanggal 17 Januari
2006 jam 22.30 WIB. Kondisi ibu dan bayi sehat.

18
1.3 Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
a. Riwayat prenatal
Ibu mengatakan pada kehamilan yang lalu, ibu tidak pernah
menderita penyakit yang mempengaruhi BBL seperti DM hepatitis,
jantung, asma, HT dan TBC. Ibu periksa di BPS Ny. “A” setiap
bulan dan tidak ada keluhan. Ibu mendapatkan suntik TT 2 x, ibu
makan 2 – 3 kali setiap hari selama hamil, ibu tidak mengkonsumsi
jamu-jamuan dan tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan.
b. Riwayat natal
Ibu mengatakan usia kehamilan yang lalu 9 bulan. Bayi lahir
tanggal 15 Juni 2002, jam 22.30 WIB. Lahir normal, BB : 3000
gram, PB : 50 cm dan ditolong oleh bidan.
c. Riwayat post natal
Ibu mengatakan bayi dalam keadaan sehat tidak ada
kelainan/gangguan, ibu memberikan ASI sampai umur 2 tahun dan
diberi PASI.
1.4 Riwayat kehamilan dan persalinan sekarang
a. Riwayat prenatal
Ibu mengatakan hamil kedua, ibu tidak pernah menderita penyakit
yang dapat mempengaruhi BBL, seperti DM, hepatitis, jantung,
asma, HT dan TBC. Ibu periksa setiap bulan di BPS Ny. “A”. Ibu
selama hamil tidak ada keluhan. Ibu mendapatkan suntik TT 2 x,
ibu makan 2-3 kali setiap hari selama hamil. Ibu mengkonsumsi
jamu-jamuan, ibu tidak pernah merokok dan tidak mengkonsumsi
obat-obatan. HPHT : 21 April 2005.
b. Riwayat natal
Ibu mengatakan usia kehamilan ini 9 bulan. Bayi lahir tanggal 7
Januiari 2006 jam 14.45 WIB, lahir normal, BB : 3250 gram, PB :
50 cm, As 7-8, nadi 140 x/menit, RR 60 x/menit, suhu 36,2oC,
ketuban hijau, letak kepala dan ditolong oleh bidan.

19
c. Riwayat post natal
- Tidak terjadi infeksi tali pusat
- TTV : nadi 140 x/menit, suhu 36,6oC (rectal), RR
50 x/menit
- BAK 3 kali, BAB 1 kali dengan konsistensi lembek
dan warna hijau kehitaman.
- Bayi telah mendapatkan minum cairan D5%.
1.5 Kebutuhan Dasar
a. Pola nutrisi
Bayi minum cairan D5% 30 cc tiap 2 jam mulai tanggal 17 Januari
2006 mulai jam.
b. Pola eliminasi
Bayi BAK 3 kali, BAB 1 kali dengan konsistensi lembek, warna
hitam kehijauan (mekoneum)
c. Pola istirahat/tidur
Bayi bisa istirahat/tidur dengan baik + 8 jam
d. Pola aktifitas
Bayi menangis kuat (bayi menangis bila BAK, BAB dan haus)
1.6 Riwayat psikososial
Ibu, suami dan keluarga sangat senang dengan kelahiran bayinya dan
ibu menyatakan sudah siap untuk merawat bayinya.

2. Data Obyektif
2.1 Pemeriksaan fisik umum
Kesadaran : composmentis
Pernafasan : 50 x/menit teratur
Heart rate : 140 x/menit teratur
Suhu : 36oC
BB : 3250 gram
PB : 50 cm

20
2.2 Pemeriksaan fisik
Kepala : tidak terdapat caput succedaneum, tidak ada cepal
hematoma, tidak ada kelainan.
Muka : warna kulit merah, simetris, tidak ada cepal hematoma
Mata : simetris, konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus.
Hidung : lubang simetris, bersih, tidak ada pernafasan cuping
hidung
Mulut : reflek menghisap baik, bibir tidak kering, tidak ada
palasum.
Telinga : simetris, bersih, tidak ada kelainan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan
vena jugularis.
Dada : simetris, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada
kelainan.
Tali pusat : bersih, tidak ada perdarahan, terbungkus kassa
Abdomen : simetris, tidak ada massa, tidak ada perdarahan tali
pusat, tidak ada tanda-tanda infeksi.
Genetalia : testis sudah turun
Anus : terdapat lubang anus
Ekstremitas : simetris, jumlah jari tangan dan kaki lengkap, tidak ada
polidaktili/syndaktili.
2.3 Pemeriksaan neurologis
a. Reflek moro
Timbul gerak terkejut ketika diberi sentuhan mendadak pada bayi
b. Reflek mengenggam
Saat tangan disentuh dengan jari pemeriksa, bayi mengenggam jari
pemeriksa.
c. Reflek rooting
Bayi menoleh saat pipi disentuh jari pemeriksa
d. Reflek menghisap

21
Hisapan bayi kuat
e. Glabella reflek
Bayi langsung mengerutkan kening dan mengedipkan mata saat
disentuh pada daerah os glabella.
f. Gland reflek
Bayi mengangkat kedua pahanya ketika disentuh pada lipatan paha
kanan dan kiri.
g. Tonick neck reflek
Bayi mengangkat kepalanya ketika pemeriksa menggendong
2.4 Pemeriksaan antopometri
a. Berat badan : 3250 gram
b. Panjang badan : 50 cm
c. Lingkar kepala : 35 cm
d. Lingkar lengan atas : 11 cm
e. Ukuran kepala :
- Diameter sub occipito bregmatika 10 cm
- Diameter sub occipito frontalis 11 cm
- Diameter fronto oksipitalis 12,2 cm
- Diameter mento oksipitalis 13,5 cm
- Diameter sub mento bregmatika 9,5 cm
- Diameter biparietalis 9 cm
- Diameter bitemporalis 8 cm
2.5 Pemeriksaan tingkat perkembangan
a. Adaptasi sosial
Bayi bisa beradaptasi
b. Bahasa
Bayi mampu mengungkapkan rasa lapar, BAB/BAK dengan
tangisan.
c. Motorik halus
Bayi banyak bergerak
d. Motorik kasar

22
Bayi belum bisa melakukan aktivitas
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH
Dx : bayi Ny. “R” usia 3 jam dengan BBL normal
DS : ibu mengatakan usia kehamialn 9 bulan. Bayi lahir laki-laki
tanggal 17 Januari 2006 jam 14.45 WIB dengan normal.
Do : K/U : baik
HR : 140 x/menit A5 :7–8
RR : 50 x/menit BB : 3250 gram
Suhu : 36,6oC PB : 50 cm
Tangisan kuat, warna kulit merah, tonus otot baik.

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


- Hipotermi
- Infeksi
- Asfiksia
- Ikterus

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


- Pertahankan suhu tubuh bayi dengan tidak
memandikan bayi sedikitnya 6 jam dan bungkus bayi dengan kain kering,
bersih dan hangat agar tidak infeksi dan hipotermi.
- Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan
bayi dengan metode kanguru .
- Anjurkan pada ibu untuk segera memberi ASI

V. INTERVENSI
Dx : bayi Ny. “R” usia jam dengan BBL normal
Tujuan : - bayi tetap dalam keadaan normal
- bayi tidak mengalami hipotermi dan infeksi
Kriteria hasil :
- Bayi dalam keadaan sehat

23
- TTV dalam batas normal
HR : antara 130 x/menit – 160 x/menit
RR : antara 30 x/menit – 60 x/menit
S : antara 36oC – 37oC
Intervensi :
1. Lakukan informed consent
R/ informed consent merupakan langkah awal untuk melakukan tindakan
lebih lanjut.
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
R/ cuci tangan merupakan prosedur pencegahan kontaminasi silang
3. Beri identitas bayi
R/ identitas merupakan cara yang tepat menghindari kekeliruan.
4. Bungkus bayi dengan kain kering yang lembut
R/ membungkus bayi merupakan cara mencegah hipotermi
5. Rawat tali pusat dengan cara membungkus dengan kasa
R/ tali pusat yang terbungkus merupakan cara mencegah infeksi
6. Timbang berat badan setiap hari setelah dimandikan
R/ deteksi dini pertumbuhan dan kelainan pada bayi
7. Ukur suhu tubuh bayi, heart rate dan respirasi tiap jam
R/ deteksi dini terhadap terjadinya komplikasi
8. Anjurkan ibu untuk mengganti popok bayi setelah
BAK/BAB
R/ segera mengganti popok tiap basah merupakan salah satu cara untuk
menghindari bayi dari kehilangan panas.
9. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif
ASI adalah makanan terbaik bayi untuk tumbuh kembang dan pertahanan
tubuh/kebutuhan nutrisi 60 cc/kg/hari.
10. Anjurkan ibu cara menyusui yang benar maka bayi akan
merasa nyaman dan tidak tersedak.
R/ dengan posisi menyusui yang benar maka bayi akan merasa nyaman
dan tidak tersedak.

24
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 17 Januari 2006
1. Jam 01.30 WIB
Meminta persetujuan ibu dengan cara memberikan penjelasan/informasi
tindakan yang akan dilakukan serta manfaatnya.
2. Jam 01.35 WIB
Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan
menggunakan sabun dan air mengalir dan mengeringkan dengan handuk
kering.
3. Jam 01.40 WIB
Memberi identitas pada bayi yaitu di lengan kanan bayi untuk menghindari
kekeliruan.
4. Jam 01.45 WIB
Membungkus bayi dengan kain kering yang lembut agar bayi tetap hangat
dan mencegah terjadinya hipotermi.
5. Jam 01.50 WIB
Merawat tali pusat dengan membungkusnya menggunakan kasa steril yang
telah diberi alkohol 70 % lalu melipat kasa menjadi segitiga. Kemudian
membungkus tali pusat mulai dari pangkal hingga ujung tali pusat agar
terhindar dari infeksi.
6. Jam 02.00 WIB
Menimbang berat badan setelah dimandikan. Dengan hasil BB bayi Ny.
“R” 3250 gram.
7. Jam 02.10 WIB
Mengukur suhu tubuh setiap hari, mengukur heart rate dan respirasi tiap
jam. dengan hasil HR 140 x/menit, RR 50 x/menit dan suhu 36,6oC.
8. Jam 02.20 WIB
Menganjurkan pada ibu untuk mengganti popol setiap kali basah/setelah
BAK dan BAB untuk menghindarkan bayi dari hipotermi dan diaper rash.

25
9. Jam 02.25 WIB
Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6
bulan karena ASI merupakan makanan terbaik untuk tumbuh kembang dan
mempertahankan kondisi tubuh serta kebutuhan nutrisi.
10. Jam 02.30 WIB
Mengajarkan ibu cara meneteki yang benar. Caranya : ibu duduk dengan
posisi setengah tidur, bayi dihadapkan pada ibu sentuhkan putting susu ibu
pada pipi bayi. Ketika mulut bayi membuka masukkan putting susu ibu
seluruhnya pada mulut bayi. Lama menyusui + 20 menit. Susukan bayi
dengan payudara secara bergantian.

VII EVALUASI
Tanggal : 18 Januari 2006 Jam : 07.30WIB
S : ibu mengatakan sudah mengerti dan paham akan penjelasan yang
telah diberikan
O : KU : baik
HR : 140 x/menit
RR : 50 x/menit
Suhu : 36,6oC
BB : 3250 gram
PB : 50 cm
Bayi terbungkus, tangisan kuat, warna kulit merah dan tonus otot
baik.
A : bayi Ny. “R” usia jam dengan BBL normal
P : melanjutkan intervensi
- anjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif
- anjurkan ibu untuk merawat bayi di rumah

26
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana


Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC.

Saifuddin, 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal, Jakarta : YBP-SP.

Sarwono, 1999. Ilmu Kebidanan, Jakarta ; YBP-SP

Syahlan, JH. 1992. Asuhan Kesehatan Anak. Jakarta: Pusdik Nakes Depkes RI.

27
ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI NY “R” USIA 3 JAM DENGAN BAYI BARU
LAHIR NOEMAL DI BPS ANANG ARIEF SIDOARJO

Oleh :

MUJI YUNIAR DWIJAYANTI


NIM. 0302.35

AKADEMI KEBIDANAN WIDYAGAMA HUSADA


MALANG
2006

28
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................. 1
1.2 Tujuan........................................................................................... 1
1.2.1 Tujuan Umum...................................................................... 1
1.2.2 Tujuan Khusus..................................................................... 1
1.3 Pelaksanaan................................................................................... 2
1.4 Sistematika Penulisan................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Konsep Bayi Baru Lahir............................................................... 3
2.2 Konsep Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir ...................... 9

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1 Pengkajian Data............................................................................ 18
3.2 Identifikasi Diagnosa dan Masalah............................................... 23
3.3 Antisipasi Masalah Potensial........................................................ 23
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera...................................................... 23
3.5 Intervensi....................................................................................... 23
3.6 Implementasi................................................................................. 25
3.7 Evaluasi......................................................................................... 26

BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan...................................................................................
5.2 Saran.............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

ii
29