Anda di halaman 1dari 1

Tugas hal 124

Setelah membaca kutipan novel tersebut, apakah kamu dapat manganalisis unsur
kebahasaan novel Ronggeng Dukuh Paruk tersebut? Untuk mengetahui pemahamanmu, tulih
hasil pekerjaanmu!

Unsur kebahasaan kutipan novel Ronggeng Dukuh Paruk:

1. Majas Hiperbola : Gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan cara melebih-lebihkan
sehingga membuatnya terlihat lebih besar dari keadaan yang sebenarnya.
- Sepasang burung bangau melayang meniti anginberputar-putar tinggi di langit.
- Kedua unggas itu telah melayang beratus-ratus kilometer mencari genangan air.
- Ribuan hektar sawah yang mengelilingi Dukuh Paruk telah tujuh bulan kerontang.
- Suaranya melengking seperti keluhan panjang.
- Sawah berubah menjadi padang kering berwarna kelabu.
- Mereka terengah-engah, namun batang singkong itu tetap tegak ditempatnya.
- Ditolaknya bumi dengan hentakan kaki sekuat mungkin.
- Bulan yang lonjong hampir mencapai puncak langit.

2. Majas Personifikasi : Gaya bahasa yang membuat benda seolah-olah mereka hidup
dengan memberikan sifat-sifat seolah mereka melakukan sesuatu layaknya manusia.
- Sambil menjerit sejadi-jadinya.
- Pucuk-pucuk pohon di pedukuhan sempit itu bergoyang.

3. Majas Simile : Majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki
berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa, dinyatakan secara eksplisit
dengan kata : seperti, bagai, laksana.
- Dia terbang bagai batu lepas dari ketapel.
- Bila angin berhembus, tampak seperti ratusan kupu terbang mneuruti arah angin
meninggalkan pohon dadap.

Anda mungkin juga menyukai