Anda di halaman 1dari 6

UNIVERSITAS TANGERANG RAYA

PROGRAM STUDI MANAJEMEN – (S1)


UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2020-2021
Mata Kuliah Manajemen Keuangan II
Hari, Tanggal : Februari 2021
Waktu : 90 menit
Sifat Ujian : Tertutup
Dosen Koordinator : Dr. Ignatius Joko Dewanto., S.Kom., MM.
Dosen Pengasuh : Dr. I. Joko Dewanto.,
S.Kom., MM.

Petunjuk Soal: kerjakan soal yang diberikan di bawah ini !

1. Jelaskan beberapa nilai saham yang anda ketahui, beserta contohnya?


2. Misalkan PT Omega membayarkan dividen Rp. 1.000, per tahun. Pertumbuhan dividen
direncanakansebesar5%pertahun.Tingkatreturnyangdisyaratkaninvestorsebesar15%.dan harga
pasar saham PT Omega saat ini adalah Rp.10.000.
3. Sebutkan dan jelaskan beberapa analisis laverege yang kamu ketahui?
4. Ada2alternatifmesinyangbisadipiliholehperusahaan.Yaitu mesinAdanB.berikutdata kedua
mesin tersebut:
MESIN A MESIN B
Harga per unit 5.000 5.000
Biaya variable 4.000 3.000
Biaya tetap 100 juta 500 juta
: Volume penjualan diperkirakan 500.000 unit
MESIN A MESIN B
Penjualan 2.500.000 2.500.000
Biaya Variabel 2.000.000 1.500.000
Kontibusi Margin 500.000 1.000.000
Biaya tetap 100.000 500.000
EBIT 400.000 500.000
Hitunglah DOL masing-masing Perusahaan ?
5. Jelaskan kondisi struktur modal perusahaan yang biasanya terjadi dalam suatu perusahaan?

 SELAMAT MENGERJAKAN
JAWABAN

1. Jawab
A. NILAI BUKU DAN NILAI-NILAI LAIN YANG BERHUBUNGAN
Untuk menghitung nilai buku suatu saham, beberap nilai yang berhubungan
dengannya perlu diketahui. Nilai-nilai ini adalah nilai nominal (par value), agio saham
(additional paid in capital atau in excess of par value), niali modal yang disetor (paid in
capital) dan laba yang ditahan (retained earnings).
Untuk menghitung nilai buku suatu saham, beberapa nilai yang berhubungan
dengannya yang perlu di ketahui yaitu :
a. Nilai Nominal
Nilai nominal (par value) dari suatu saham merupakan nilai kewajiban yang
ditetapkan untuk tiap-tiap lembar saham.
b. Agio Saham
Agio saham (additional paid-in capital atau  in excess of par
value) merupakan selisih yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan
dengan nilai nominal sahamnya. Agio saham ditampilkan di neraca dalam nilai
totalnya yaitu agio per lembar dikalikan dengan jumlah lembar yang dijual.
c. Nilai Modal Disetor
Nilai modal disetor (paid in capital) merupakan total ynag dibayar oleh
pemegang saham kepada perusahaan emiten untuk ditukarkan dengan saham preferen
atau dengan saham biasa. Nilai modal disetor merupakan penjumlahan total nilai
nominal ditambah dengan agio saham.
d.  Laba Ditahan
Laba ditahan (retained earnings) merupakan laba yang tidak dibagikan
kepada pemegang saham. Laba yang tidak dibagi ini diinvestasikan kembali kepada
perusahaan sebagai sumber dana internal.
e. Nilai Buku
Nilai buku (book value) per lembar saham menunjukkan aset bersih (net
assets) yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham.
Karena aset bersih adalah sama dengan total ekuitas pemegang saham, maka nilai
buku per lembar saham adalah total ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang
beredar.

B. NILAI PASAR
Nilai pasar merupakan harga yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran
saham di pasar modal atau disebut juga dengan harga pasar sekunder. Nilai pasar tidak
lagi dipengaruhi oleh emiten atau pihak pinjaman emisi, sehingga boleh jadi harga inilah
yang sebenarnya mewakili nilai suatu perusahaan.

C. NILAI INTRINSIK
Nilai seharusnya atau nilai intrinsik disebutkan juga denga nilai fundamental
fundamental value). Dua macam analisis yang banyak digunakan untuk menentukan
nilai sbenarnya dari saham adalah analisis sekuritas fundamental (fundamental security
analysis) atau analisis perusahaan (companya analysis) dan analisis teknis (technical
analysis). Analisis fundamental menggunakan data fundamental, yaitu data yang berasal
dari keuangan perusahaan (misalnya laba, dividen yang dibayar, penjualan dan lain
sebagainya), sedang analisis teknis menggunakan data pasar dari saham (misalnya harga
dan volume transaksi saham) untuk menentukan nilai dari saham.

2. Diketahui :
k = 15% = 0,15
g=5% = 0,05
D0 = 1.000
P̂ 0 … …… ?

Penyelesaian :
D1
P̂ 0 =
k−g

1000(1+0,05) 1050
P̂ 0 =
0,15−0,05
= 0,10
= Rp. 10.500
3. Jawab :
a. Ratio of  Total Debt to Total Assets
Ratio ini juga dikenal sebagai debt ratio  mengukur presentasi kebutuhan dana
yang dibelanjai dengan debt. Dalam hal ini dengan debt dimaksudkan, baik utang-utang
jangka pendek (current liabilities), maupun pinjaman jangka panjang (long term debt).
Para kreditur tentu saja lebih menyukai debt ratio yang sedang-sedang saja,
karena ratio yang rendah akan memberikan perisai yang lebih baik bagi mereka bila
perusahaan harus dilikuidasi. Sebaliknya, para pemegang saham akan mengusahakan
debt ratio yang tinggi, karena hal itu akan menaikkan tingkat laba yang mereka peroleh,
tanpa mengorbankan hak pengawasan atas perusahaan yang mereka miliki.

b. Times Interest Earned  


Ratio Times Interest Earned  dapat dihitung dengan jalan membagi laba sebelum
bunga dan pajak (Earnings Before Interest and Taxes disingkat EBIT) dengan biaya
bunga (interest charges).
Ratio ini dapat digunakan untuk mengukur sampai di mana laba perusahaan dapat
menutup biaya bunga. Bagi para kreditur, ratio yang tinggi memberikan jaminan bahwa
bunga atas pinjaman yang mereka berikan kan dapat dibayar perusahaan. Sebaliknya,
bilamana jumlah EBIT lebih kecil dari biaya bunga yang harus dibayar, para kreditur
menghadapi resiko bahwa bunga atas pinjaman yang mereka berikan tidak akan dibayar
seluruhnya. Dalam hal demikian, mereka mungkin akan mengambil jalan hukum, dan hal
ini besar kemungkinan akan mengakibatkan kebangkrutan perusahaan.

c. Fixed Charge Coverage


Pada dasarnya ratio Fixed Charge Coverage sama dengan Times Interest Earned.
Bedanya adalah bahwa dalam Fixed Charge Coverage selain bunga dimasukkan pula
beban-beban dan kewajiban-keajiban perusahaan lainnya terhadap pihak ketiga yang
bersifat tetap. Beban dan kewajiban tetap itu antara lain dapat berupa sewa tahunan atas
aktiva yang dikontrak sewa untuk jangka panjang (annual long term lease obligations).
4. Diketahui :
S = 2.500.000
BV = 2.000.0000
BT= 1.000.000
S−BV
Degreeof operatingleverage(DOL) =
S−BV −BT
Penyelesaian:
2.500 .000−2.000.000
 DOL A = = 1.25
2.500.000−2.000 .000−1.000 .000

Dengan DOL=1.25 berarti apabila penjualan mengalami penurunan sebesar 40%, maka
EBIT akan turun 1,25 x 40 % = 50% →50% x 400.000 = 200.000

Diketahui:
S = 2.5000.000
BV = 1.500.000
BT= 500.000
Penyelesaian:
2.500 .000−1.500.000
 DOL B = =2
2.500.000−1.500 .000−500.000

Dengan DOL= 2 berarti apabila penjualan mengalami penurunan sebesar 40%, maka
EBIT akan turun 2 x 40 % = 80% → 80% x 500.000 =400.000 → 100.000 ( 500.000-
400.000)

5. Struktur modal perusahaan adalah perbandingan antara modal dan utang dalam
perusahaan. Komposisi atau persentase utang terhadap modal perusahaan.
Struktur modal digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan
operasional, pengembangan usaha ataupun investasi perusahaan yang lain.Struktur
modal bisa disebut juga dengan rasio utang terhadap modal (debt to equity).