Anda di halaman 1dari 4

Nama : M.

Suhail Mubarok

Kelas : XI-IPA 6

Laporan Praktikum Termodinamika 1 (Balon Anti-Bakar yang Diisikan Air) &


Termodinamika 2 (Reaksi Asam dengan Soda Kue)

Tujuan :

Untuk menguji dan mengetahui termodinamika hukum 1 bahwa balon yang berisikan air
dapat menangkal terpecahnya balon, dan termodinamika 2 bahwa reaksi asam cuka dengan
soda kue dapat meniup balon dengan sendirinya.

Landasan Teori :

Hukum 1 termodinamika menyatakan bahwa, ”Jumlah kalor pada suatu sistem adalah
sama dengan perubahan enegi di dalam sistem tersebut ditambah dengan usaha yang
dilakukan oleh sistem”. Kalor dan lingkungan dalam hukum 1 termodinamika menyatakan
bahwa energi dalam sistem merupakan jumlah total semua energi molekul yang ada di
dalam sistem. Energi dalam sistem akan turun/berkurang apabila sistem melakukan usaha
atau memperoleh kalor dari lingkungan. Sebaliknya juga energi dalam sistem akan
turun/berkurang apabila sistem melakukan usaha terhadap lingkungan atau memberi kalor
pada lingkungan.

Dari pernyataan termodinamika hukum ke-1 di atas, dapat dituliskan bahwa rumus
termodinamika :
Q = ∆U + W atau ∆u = Q - w

Keterangan :

∆U = Perubahan energi dalam sistem

Q = Kalor yang diterima atau dilepas sistem

W = Usaha

Hukum 2 termodinamika menyatakan bahwa, "Tidak ada peralatan atau sistem yang dapat
mengubah seluruh energi yang diterima menjadi kerja." Hal tersebut disebabkan energi
yang diterima oleh peralatan atau sistem dari lingkungan hilang sebagian dan kembali ke
lingkungan dalam bentuk energi panas (heat loss). Sebuah energi panas yang hilang dan
kembali ke lingkungan disebabkan karena adanya gesekan (friction) pada peralatan atau
sistem selama proses berlangsung.
Dari pernyataan termodinamika hukum ke-2 di atas, dapat dituliskan bahwa rumus
termodinamika :

n = Wac/Ein x 100 %
Keterangan :

n = Efesiensi

Wac = Kerja nyata

Ein = Energi yang diterima

Percobaan praktikum termodinamika 1 :

Alat & Bahan :

 2 Balon
 Gelas
 Lilin
 Korek Api
 Air

Langkah Kerja :

1. Siapkan alat dan bahan.


2. Masukkan lilin ke dalam gelas, lalu nyalakan api pada lilin dengan korek api.
3. Tiup balon pertama (A) lalu dekatkan pada api yang sudah dinyalakan di atas lilin.
4. Tiup balon kedua (B) yang berisikan air lalu ikat balon tersebut.
5. Hidupkan lagi lilin lalu dekatkan lagi balon (B) berisikan air itu pada lilin yang sudah
dinyalakan, kemudian liatlah apa yang terjadi.

Pembahasan/Kesimpulan:

Balon merupakan benda yang terbuat dari bahan polimer yang elastis sehingga mudah
terisi oleh udara dan menggelembung. Tipisnya bahan pembuat balon dan sifat karet elastis
membuat balon mudah terbakar dan pecah saat terkena api. Semakin banyak udara yang
ditiupkan, maka kerapatannya akan semakin rendah sehingga semakin mudah pecah,
karena mendekati batas elastisitasnya.

Hasil Pengamatan :

No Benda Perlakuan Pengamatan


1. Balon A tidak diisikan air. Diletakkan di atas Balon A yang tidak
lilin. berisikan air meletus
setelah dipanaskan
oleh lilin.
2. Balon B berisikan air. Diletakkan di atas Balon B yang
lilin. berisikan air tidak
meletus setelah
dipanaskan oleh lilin
dan menggembung
ke dalam memasuki
gelas. Lilin di dalam
gelas mati karena
udara yang masuk ke
dalam gelas habis.
Percobaan tersebut menggunakan balon yang tidak berisikan air dan balon yang berisikan
air. Balon yang tidak berisi air (Balon A) akan meletus karena melonggarnya batas
elastisitasnya tanpa energi yang dapat mencegah balon untuk tidak meletus. Balon yang
beriskan air (Balon B) tidak meletus karena ada penangkal energi yang dapat mencegah
balon untuk tidak meletus.

Balon A yang terbuat dari karet tidak dapat menahan meletusnya balon dari tekanan
dalam balon, karena karet tersebut sangat lemah. Berbeda dengan balon B yang berisikan
air dapat menahan tekanan panas dari api dalam balon, balon B tidak mengalami tekanan
panas karena karet balon ditangkal oleh air yang berada di dalam balon tersebut.

Percobaan tersebut berhubungan dengan hukum I Termodinamika yaitu yang berbunyi,


“kenaikan energi internal dari suatu sistem termodinamika sebanding dengan jumlah panas
yang ditambahkan kedalam sistem dikurangi dengan kerja yang dilakukan oleh sistem
terhadap lingkungannya."

Dapat disimpulkan bahwa balon memiliki volume yang apabila dipanaskan tidak meletus,
tekanan balon B tersebut sampai masuk ke dalam gelas, sedangkan api merupakan suhu
akan mati, karena tidak ada udara yang masuk di dalam gelas sehingga didapatkan
persamaan volume balon naik, tekanan balon naik, dan suhu tetap.

Percobaan Praktikum Termodinamika 2 :

Alat & Bahan :

 Botol Plastik
 Balon
 Cuka
 Soda Kue
 Karet

Langkah Kerja :

6. Tuangkan cuka ke dalam botol plastik.


7. Memasukkan soda kue ke dalam balon.
8. Menjepit leher balon dan merentangkan mulut balon sampai mulut botol bisa masuk
ke dalam botol plastik.
9. Mencampurkan cuka dengan soda kue sambil memegang balon sampai
memunculkan gelembung di udara.
10. Mengikat ujung balon menggunakan karet
11. Setelah tercampurnya air cuka dengan soda kue, menghasilkan gelembung-
gelembung gas yang menjadikan balon besar karena tertiup oleh gas dari reaksi
campuran tersebut.

Pembahasan/Kesimpulan:

Pada reaksi kimia satu zat atau lebih dapat diubah menjadi zat yang baru. Sesuai
percobaan CH3COOH atau asam cuka direaksikan dengan NaHCO3 atau soda kue
menghasilkan gas CO2, dari sini bisa dikatakan bahwa reaksi kimia telah terjadi dan
mengakibatkan terbentuknya gas dengan perubahan kimia yang menghasilkan zat baru. Hal
tersebut bisa dibuktikan melalui pengamatan bahwa campuran asam cuka dengan soda kue
mengakibatkan terjadinya buih, yang menyebabkan balon terisi oleh gas CO2 dan berubah
dari kecil menjadi besar atau berisi.

Campuran air cuka dengan soda kue menghasilkan gelembung - gelembung gas atau gas
karbondioksida (CO2). Campuran tersebut bisa dirumuskan menjadi :

(s) + CH3COOH(aq) → CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)


NaHCO3

Cuka merupakan asam dan soda kue merupakan basa. Dari campuran kedua zat tersebut,
pH menjadi netral. Hasil reaksi campuran cuka dan soda kue menghasilkan gas
karbondioksida yang mendorong oksigen di atasnya, sehingga balon menjadi besar atau
tertiup. Reaksi tersebut merupakan reaksi endoterm, karena perpindahan kalor dari
lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan berkurang dan mengakibatkan suhu pada
permukaan botol terasa dingin.

Anda mungkin juga menyukai