Anda di halaman 1dari 5

Pilar Utama Sumber Informasi di Sekolah

Perpustakaan merupakan tempat pengelolaan, pelayanan informasi di sekolah


yang menyediakan sumber-sumber literasi sebagai bahan kegiatan dalam proses belajar
mengajar, baik untuk guru maupun siswa sebab perpustakaan juga merupakan jantung
pendidikan. Melihat besarnya manfaat perpustakaan, siswa diharapkan dapat
menggunakannya untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Apa
lagi di era globalisasi sekarang, litarasi informasi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu,
manfaat perpustakaan sekolah dalam proses belajar mengajar adalah menjadi pusat
informasi dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan warga sekolah.
Perpustakaan di UPDT SMPN 2 Bati-Bati terletak di bagian depan sekolah,
tepatnya di samping kanan ruang tata usaha dan berdekatan dengan UKS serta mushola.
Ruangannya bercat hijau muda sehingga memberikan kesan asri dan nyaman dan
ditunjang dengan adanya beberapa ventilasi udara besar di dalamnya. Awal memasuki
ruangan perpustakaan akan langsung menemukan tempat koran harian yang terletak
pada sisi kiri dan kanan. Kemudian masih di bagian depan perpustakaan terdapat rak
untuk buku yang telah dibaca serta kotak saran, dari pintu masuk lurus ke dalam
langsung menemui meja untuk absen dimana terdapat buku pengunjung, buku
peminjaman dan buku pengembalian. Di dalam perpustakaan UPDT SMPN 2 Bati-Bati
terdapat ruangan untuk kepala perpustakaan pada bagian sebelah kanan, visi dan misi
sekolah terdapat di dinding perpustakaan, tata tertib perpustakaan, dinding
pengumuman, poster, struktur organisasi perpustakaan, dan data inventaris
perpustakaan.
Perpustakaan UPDT SMPN 2 Bati-Bati telah mengalami berbagai jenis
perubahan, baik itu dari segi tata letaknya maupun dari segi sarana dan prasaran
penunjangnya. Dari segi tata letaknya pada awal berdirinya perpustakan di UPDT
SMPN 2 Bati-Bati tidak berada di samping ruang tata usaha seperti saat ini, namun
seiring berjalannya waktu ditambah dengan berbagai bantuan yang diterima pihak
sekolah baik itu perbaikan ruangan maupun pembuatan ruang baru maka ruangan
perpustakaan yang sekarang dapat dikatakan sudah sangat kondusif dengan luas ruangan
total kurang lebih 85 m2. Sarana dan prasarana penunjang perpustakaan setiap tahun
juga semakin bertambah, tentunya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan
kurikulum yang berlaku. Pada awalnya perpustakaan tidak dilengkapi dengan koneksi
internet namun saat ini untuk menunjang siswa mendapatkan informasi yang
diperlukannya maka perpustakaan menyediakan layanan internet terbatas yang hanya
dapat di akses apabila berada di perputakaan dan mempunyai kata kuncinya.
Luas ruangan perpustakaan di UPDT SMPN 2 Bati-Bati kurang lebih 85m2
dengan panjang 12 m2 dan lebar 7 m2, sehingga dapat menampung cukup banyak siswa
sekaligus. Perpustakaan juga memiliki pustakawan, peralatan dan perlengkapan yang
lengkap sehingga sangat memudahkan penyelenggaran perpustakaan sekolah untuk
memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswa yang berkunjung. Dengan lengkapnya
peralatan dan perlengkapan yang mampu disediakan sekolah, maka pengunjung
khususnya siswa akan semakin mudah dan terbantu untuk belajar serta mencari
informasi di perpustakaan. Dalam hal ruang, perpustakaan menyediakan ruang yang
cukup luas untuk koleksi buku dan referensi, staf, serta penggunanya. Alokasi ruang
untuk area koleksi seluas 50% dari ruang yang tersedia, area baca (pengguna) seluas
35%, area staf seluas 10%, dan area lain-lain seluas 5% dari ruang yang tersedia.
Sebagai persyaratan perabot dan peralatan perpustakaan menyediakan rak buku, lemari
katalog, meja, kursi baca, kipas angin, dispenser, sofa, perangkat komputer dan papan
pengumuman atau papan pameran.
Perpustakaan yang baik tentunya juga harus didukung dari berbagai aspek, baik
itu tata kelola perpustakaan, program kerjanya, dan tentunya koleksi buku yang tersedia.
Tata kelola perpustakan di UPDT SMPN 2 Bati-Bati dapat diketahui dari struktur
organisasinya, denah maupun tata tertib yang berlaku khusus di perpustakaan, dengan
tata kelola yang jelas dan tepat akan sangat mempengaruhi kondisi di dalam
perpustakan sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan juga kondusif bagi
pengguna perpustakaan. Sebagai contoh tata letak tempat duduk di perpustakaan
dibedakan menjadi tiga tempat, yang pertama tempat duduk bersama dimana terdapat
beberapa meja panjang dengan kursi yang mengelilingi meja tersebut, kemudian tempat
duduk yang kedua dengan meja khusus dengan dinding pada sisi kiri kanannya bagi
yang ingin lebih privasi dan yang ketiga tempat duduk santai yang menggunakan sofa.
Pada bagian dalam dan luar ruangan perpustakan UPDT SMPN 2 Bati-Bati dicat
dengan menggunakan warna hijau muda yang dimaksudnya agar memberikan kesan asri
dan indah. Selain itu juga di perpustakaan terdapat beberapa jendela dan ventilasi besar
guna tempat keluar masukknya udara agar tetap sejuk disertai dengan penggunaan
kipas angin untuk
menambah kesejukan udara di dalam ruangan.
Untuk program kerja perpustakaan sendiri pastinya mengacu pada visi dan misi
yang telah ditetapkan sekolah ditambah dengan tujuan perpustakaan sebagai salah satu
tempat bagi siswa maupun guru dalam memperoleh informasi. Adapun beberapa
program kerja perpustakaan diantaranya adalah mendukung literasi, membuat jadwal
wajib kunjungan tiap kelas ke perpustakaan, dan secara berkala memperbaharui koleksi
serta referensi yang dimiliki perpustakaan. Koleksi buku dan referensi yang dimiliki
perpustakan UPDT SMPN 2 Bati-Bati dikelola dengan baik dan jenisnya sangatlah
beragam, untuk mengatur hal tersebut maka buku-buku dikelompokan sesuai dengan
jenisnya dan di letakkan pada rak yang sama, kemudian diberi kode sesuai jenis dan
tahun terbitnya. Untuk mempermudah dalam pengelolaan serta memberikan
kenyamanan pengelompokan koleksi perpustakaan di UPDT SMPN 2 Bati-Bati
menggunakan sistem Dewey Decimal Classification, yaitu sebagai berikut:
000 – informasi umum dan komputer,
100 – filsafat dan psikologi,
200 – agama,
300 – ilmu sosial, sosiologi dan antropologi,
400 – bahasa,
500 – sains, matematika, astronomi,
600 – teknologi,
700 – seni dan kreasi,
800 – literasi dan sastra,
900 – sejarah dan geografi.
Penataan koleksi buku yang sejenis pada rak yang sama dimaksudkan agar para
pengunjung lebih mudah saat mencari buku atau referensi yang diinginkan hanya
dengan melihat nama rak buku pada bagian atas, karena nama rak buku sesuai dengan
jenis buku yang ada di dalamnya. Selain memiliki koleksi buku dan referensi yang
beragam, perpustakaan juga menyediakan koran harian yang selalu ada setiap harinya.
Koran harian di letakkan dekat pintu masuk perpustakaan dan disusun secara berjajar.
Biasanya koran harian digunakan siswa untuk membuat kliping maupun tugas lain yang
diberikan guru mata pelajaran.
Perpustakaan di UPDT SMPN 2 Bati-Bati juga digunakan sebagai ruangan
untuk
menyimpan dan memakai kumpulan buku–buku maupun bahan bacaan dari berbagai
disiplin ilmu yang diorganisasikan serta diadmistrasikan untuk bacaan, referensi serta
studi kasus. Adapun koleksi perpustakaan sebagai referensi selain tentunya buku-buku
yang berhubungan dengan mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku juga
meliputi kamus umum bahasa Indonesia, kamus bahasa Inggris, kamus bahasa daerah,
kamus bahasa Arab, ensiklopedi, sumber biografi, atlas, peta, bola dunia, serta buku
telepon. Selain itu perpustakaan juga menyediakan akses informasi elektronik termasuk
internet, tentunya juga menyediakan bahan bacaan yang bersifat hiburan sesuai jenjang
usia siswa, seperti puisi, cerpen, dan karya-karya sastra lainnya dalam lingkup lokal,
nasional maupun internasional. Terdapat juga buku-buku yang berhubungan dengan
pengembangan hobi para siswa seperti berkebun, bertani, pekerjaan tangan dan
sebagainya. Dengan disediakannya buku-buku mengenai bakat dan hobi melalui
fasilitas perpustakaan paling tidak kegemarannya membaca yang bersifat rekreatif akan
tersalurkan dengan baik.
Perpustakaan di UPDT SMPN 2 Bati-Bati juga berperan penting dalam
menampung hasil karya tulis siswa di sekolah. Maksudnya, siswa yang memiliki bakat,
minat, serta keahlian dalam menulis dan karya seni dapat memberikan sumbangsihnya
berupa suatu karya tulis maupun karya seni rupa agar dapat dipajang di perpustakaan.
Bukan sekedar pajangan, hasil karya tulis tersebut bisa menjadi inspirasi bagi siswa
lainnya. Seperti saat mata pelajaran tertentu siswa diminta untuk membuat laporan,
kemudian laporan tersebut akan diletakkan di perpustakaan, supaya siswa lain dapat
membaca dan mendapatkan referensi untuk membuat suatu laporan dengan baik.
Peran perpustakaan sangat sentral dalam membina dan menumbuhkan kesadaran
minat membaca siswa. Kegiatan membaca tidak bisa dilepaskan dari keberadaan dan
tersedianya bahan bacaan yang memadai baik dalam segi jumlah maupun dalam kualitas
bacaan. Pada aspek lain minat baca senantiasa perlu dikembangkan. Siswa yang tengah
mencari materi terkait pelajaran tertentu dapat ke perpustakaan untuk menemukannya.
Sekarang siswa semakin dituntut untuk bersifat aktif dengan mencari bahan pustaka
sendiri. Terlebih saat mereka diminta guru untuk berdiskusi dan mempresentasikan
materi di kelas. Buku-buku yang ada di perpustakaan dapat menjadi referensi mereka,
contohnya menyediakan bacaan yang menarik dan terbaru. Perpustakaan juga
menyediakan buku-buku fiksi dan non-fiksi serta bacaan menarik sebagai hiburan siswa
yang mengunjunginya. Mereka dapat berkunjung mencari bacaan dikala jam kosong
pelajaran atau waktu istirahat.
Satu unit kerja yang berada di lingkungan sekolah dan memiliki peran penting
sebagai penyedia sumber informasi adalah perpustakaan. Perpustakaan juga merupakan
penunjang keberhasilan proses belajar mengajar, untuk itu ketersedian koleksi yang
relevan dengan kebutuhan sekolah, staf perpustakaan yang professional serta fasiitas
yang memadai menjadikan daya tarik kuat untuk membuat siswa lebih senang dan
sering berada di perputakaan. Dapatlah dikatakan bahwa perpustakaan selain dapat
meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan siswa, juga dapat dijadikan sarana untuk
menimbulkan kecintaan membaca dan memperkaya literasi baca siswa. Dengan
demikian apa yang diharapkan dari tujuan perpustakaan, yaitu menciptakan masyarakat
terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya
pendidikan sepanjang hayat akan tercapai.

Anda mungkin juga menyukai