Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

HEMATOLOGI II

INDEKS ERITROSIT RATA-RATA

Disusun oleh :

HANIFAH ETIKAWATI
NIM. P07134219006

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN

2021
I. Hari/tanggal : Senin,
II. Judul : Indeks Eritrosit Rata-Rata
III. Tujuan : Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan indeks
eritrosit.
IV. Metode : a. Pemeriksaan Hemoglobin: Cyanmethemoglobin
b. Pemeriksaan Hematokrit: Mikrometode
c. Hitung jumlah eritrosit: Kamar hitung (manual)
V. Prinsip :
a. Hemoglobin
Dalam darah diubah menjadi cyanmethemoglobin dalam larutan yang
berisi kalium ferrisianida.
Hb + K3 Fe(CN)6 → Meth Hb
Meth Hb + KCN → Cyanmeth Hb
b. Hematokrit
Darah yang ditambahkan antikoagulan dimasukkan kedalam tabung
kapiler dan disentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 4 menit
sehingga terjadi pemadatan sel darah merah. Tinggi kolom sel diukur
menggunakan skala hematokrit yang dinyatakan dalam %.
c. Hitung jumlah eritrosit
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemuadian dimasukkan ke
dalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu
dalam menggunakan faktor konversi, jumlah eritrosit per πl darah
dapat diperhitungkan.
VI. Dasar teori :
Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin
eritriosit. Indeks eritrosit terdiri atas Mean Corpuscular Volume (MCV),
Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular
Hemoglobin Concentration (MCHC).
Indeks tersebut dihitung dari hasil pemeriksaan hitung eritrosit,
kadar hemoglobin dan nilai hemaktorit. Indeks eritrosit digunakan secara
luas dalam mengklasifikasikan anemia atau sebagai penunjang dalam
membedakan berbagai macam anemia. Bila dipergunakan bersama
dengan pemeriksaan eritrosit dalam sediaan apus maka gambaran
morfologi eritrosit menjadi lebih jelas (Ronald & A. McPHerson, 2004).
1. Mean Corpuscular Volume (MCV) / Volume Eritrosit Rata-rata
(VER) / Isi Eritrosit Rata-rata (IER)
MCV adalah volume rata-rata sel darah merah dalam spesimen. MCV
dalam pemeriksaan dipakai sebagai indikator kadar anemia seseorang.
Dinyatakan dalam femtoliter (fl) per sel darah merah (fl = 10−15 liter),
dengan batas normal 81-96 fl. Sel darah merah dalam batas-batas
tersebut dinamakan normositiksel berukuran normal. MCV yang
kurang dari 81 fl dinamakan mikrositik. Sedangakan MCV yang lebih
besar dari 96 fl menunjukkan sel-sel makrositik (D'Hiru, 2013).
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 𝑀𝐶𝑉 = 𝑉𝐸𝑅 = 𝐼𝐸𝑅
𝐻𝑒𝑚𝑎𝑡𝑜𝑘𝑟𝑖𝑡 (ℎ𝑡)
= 𝑥 10 =. . 𝑓𝑒𝑚𝑡𝑜𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 (𝑓𝑙)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑟𝑖𝑡𝑜𝑠𝑖𝑡 (𝑗𝑢𝑡𝑎)
2. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) / Hemoglobin Eritosit Rata-
rata (HER)
MCH adalah besaran yang dihitung secara otomatis pada penghitung
elektronik tetapi juga dapat ditentukan apabila hemoglobin dan hitung
sel darah merah diketahui. Besaran yang dinyatakan dalam pikogram
dan dapat dihitung dengan membagi jumlah hemoglobin per liter
darah dengan jumlah sel darah merah perliter. Rentang normal adalah
27 – 31 pg per sel darah merah (pg = 10−12 gram, atau
mikromikogram).
MCH memberikan informasi rata-rata hemoglobin yang ada di dalam
satu eritrosit, nilai MCH rendah menunjukkan hipokromik (jumlah
rata-rata hemoglobin kurang dari normal), nilai MCH yang normal
menunjukkan normokromik (jumlah rata-rata hemoglobin normal),
dan nilai MCH tinggi menunjukkan hiperkromik (jumlah rata-rata
hemoglobin tinggi). Nilai MCH cenderung sebanding dengan MCV
(Ronald & A. McPHerson, 2004).
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 𝑀𝐶𝐻 = 𝐻𝐸𝑅
𝐻𝑒𝑚𝑜𝑔𝑙𝑜𝑏𝑖𝑛 (𝐻𝑏)
= 𝑥 10 = ⋯ 𝑝𝑖𝑘𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚 (𝑝𝑔)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑟𝑖𝑡𝑜𝑠𝑖𝑡 (𝑗𝑢𝑡𝑎)
3. Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) / Konsentrasi
Eitosit Rata-rata (KHER)
MCHC memberikan informasi berat rata-rata hemoglobin persatuan
volume sel darah merah. MCHC dapat ditentukan secara manual
dengan membagi hemoglobin per desiliter darah dengan hematokrit.
Nilai rujukan berkisar 32-36 g/dl (Ronald & A. McPHerson, 2004).
𝐻𝑒𝑚𝑜𝑔𝑙𝑜𝑏𝑖𝑛 (𝐻𝑏)
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 𝑀𝐶𝐻𝐶 = 𝐾𝐻𝐸𝑅 = 𝑥 100%
𝐻𝑒𝑚𝑎𝑡𝑜𝑘𝑟𝑖𝑡 (𝐻𝑡)
VII. Alat dan :
Bahan
A. Alat
1. Mikroskop 6. Bilik hitung
2. Tourniquet 7. Mikropipet
3. Spuit 8. Hand counter
4. Rak 9. Mikrotube/tube kapiler
5. Tabung reaksi 10. Centrifuge & spektofotometer
B. Bahan
1. Darah EDTA
2. Larutan Hayem
3. Larutan Drabkin
4. Aquadest
VIII. Cara kerja :
A. Pemeriksaan Hemoglobin (Cyanmethemoglobin)
1. Alat, bahan, dan sampel disiapkan.
2. Dimasukkan 5 ml drabkin ke dalam tabung reaksi.
3. Sampel darah diisap 20 mikroliter, kemudian masukkan ke dalam
tabung yang berisi larutan drabkin, lalu dihomogenkan.
4. Dimasukkan ke dalam kuvet dan dibaca hasil pada fotometer
dengan panjang gelombang 546 nm.
B. Pemeriksaan Hematokrit
1. Dipipet darah sampai ¾ bagian pipet kapiler, darah yang
menempel diluar pipet kapiler dibersihkan.
2. Pada salah satu ujungnya tutup dengan dempul.
3. Dicentrifuge dengan kecepatan 3.000 rpm selama 4 menit
4. Nilai hematokrit dengan menggunakan grafik atau alat khusus
penghitung hematokrit.
C. Pemeriksaan Hitung Jumlah Eritrosit
1. Larutan Hayem dipipet sebanyak 4 mL kemudian dimasukkan ke
dalam tabung reaksi.
2. Ditambahkan 20 μL sampel darah ke dalam tabung tersebut dan
homogenkan.
3. Darah yang tersisa di dalam pipet dibilas dengan mengisap dan
mengeluarkan larutan pengencer sebanyak 3 kali.
4. Kamar hitung diisi dengan darah yang sudah diencerkan dengan
mikropipet.
5. Diamati di bawah mkroskop dengan perbesaran 10x.
IX. Nilai : MCV = 82 – 92 fl
Rujukan Mikrositik <82
Normositik 82 – 92
Makrositik >92
MCH = 27 – 32 pg
Normokromik 27 - 32
Hipokromik <27
MCHC = 32 – 37 %
Normokromik >32
Hipokromik <32
X. Hasil :
Pengamatan
A. Tabel Pengamatan
1. Hb (hemoglobin) :
2. Ht (hematokrit) :
3. AE (Antal Eritosit) : A: A:
B. B.
C. C.
D. D.
E. E.

+
𝐴𝐸 =

𝐴𝐸 = 𝑋 10.000
𝐴𝐸 =
B. Mean Corpuscular Volume (MCV) / Volume Eritrosit Rata-rata
(VER) / Isi Eritrosit Rata-rata (IER)
𝐻𝑒𝑚𝑎𝑡𝑜𝑘𝑟𝑖𝑡 (ℎ𝑡)
𝑀𝐶𝑉 = 𝑥 10
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑟𝑖𝑡𝑜𝑠𝑖𝑡 (𝑗𝑢𝑡𝑎)
𝑀𝐶𝑉 = 𝑥 10

𝑀𝐶𝑉 =
Jadi, MCV sampel darah tersebut adalah ……
C. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) / Hemoglobin Eritosit Rata-
rata (HER)
𝐻𝑒𝑚𝑜𝑔𝑙𝑜𝑏𝑖𝑛 (𝐻𝑏)
𝑀𝐶𝐻 = 𝑥 10
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑒𝑟𝑖𝑡𝑜𝑠𝑖𝑡 (𝑗𝑢𝑡𝑎)
𝑀𝐶𝐻 = 𝑥 10

𝑀𝐶𝐻 =
Jadi, MCH sampel darah tersebut adalah……
D. Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) / Konsentrasi
Eitosit Rata-rata (KHER)
𝐻𝑒𝑚𝑜𝑔𝑙𝑜𝑏𝑖𝑛 (𝐻𝑏)
𝑀𝐶𝐻𝐶 = 𝑥 100%
𝐻𝑒𝑚𝑎𝑡𝑜𝑘𝑟𝑖𝑡 (𝐻𝑡)
𝑀𝐶𝐻𝐶 = 𝑥 100%

𝑀𝐶𝐻𝐶 =
Jadi. MCHC sampel darah tersebut adalah…….
XI. Pembahasan :
Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin
eritriosit. Indeks eritrosit terdiri atas Mean Corpuscular Volume (MCV),
Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular
Hemoglobin Concentration (MCHC).
Indeks tersebut dihitung dari hasil pemeriksaan hitung eritrosit,
kadar hemoglobin dan nilai hemaktorit. Indeks eritrosit digunakan secara
luas dalam mengklasifikasikan anemia atau sebagai penunjang dalam
membedakan berbagai macam anemia. Bila dipergunakan bersama
dengan pemeriksaan eritrosit dalam sediaan apus maka gambaran
morfologi eritrosit menjadi lebih jelas.
Pada praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil dari
perhitungan dengan rumus, yaitu: MCV = ………. fl; MCH = ………..pg;
MCHC = ……… %. MCV dalam pemeriksaan dipakai sebagai indikator
kadar anemia seseorang. MCH memberikan informasi rata-rata
hemoglobin yang ada di dalam satu eritrosit, nilai MCH rendah
menunjukkan hipokromik (jumlah rata-rata hemoglobin kurang dari
normal), nilai MCH yang normal menunjukkan normokromik (jumlah
rata-rata hemoglobin normal), dan nilai MCH tinggi menunjukkan
hiperkromik (jumlah rata-rata hemoglobin tinggi). MCHC memberikan
informasi berat rata-rata hemoglobin persatuan volume sel darah merah.
Dari data yang diperoleh dan dibandingkan dengan interpretasi
hasil dapat dikatakan bahwa sampel darah yang digunakan memiliki nilai
MCV yang ………..; MCH yang …………; dan MCHC yang ………….
XII. Kesimpulan :
Dari praktikum yang telah dilakukam, dapat disimpulkan bahwa
sampel darah milik ……….. memiliki nilai indeks eritosit, sebagai
berikut:
MCV:
MCH:
MCHC:
Yogyakarta,
Pembimbing Praktikan

(……………………………..) Hanifah Etikawati


NIM. P07134219006

Anda mungkin juga menyukai