Anda di halaman 1dari 5

Nama : Lili Indriyani

NIM : 5553180046
Kelas Praktikum : Eviews 1-F

Soal:
Buatlah studi kasus pada data time series minimal 30 data (Bebas memilih lingkup wilayah dan
variabelnya. Data tidak boleh ada kesamaan antara mahasiswa yang satu dengan yang lainnya.
Serta untuk rentang tahun yang digunakan minimal sampai dengan tahun 2019) menggunakan
pengolahan regresi sederhana di EVIEWS, lengkapi dengan output dan interpretasi sebagai
berikut:
1. Tuliskan Judul atau Tema Penelitian Berdasarkan Data Saudara!
2. Tuliskan Fungsi dan Persamaan Regresi!
3. Lakukan Uji Hipotesis Parsial (Uji t) dan Tuliskan Hasilnya!
4. Lakukan Uji Normalitas dan Tuliskan Hasilnya!
5. Tuliskan berapa besarnya nilai Determinasi dan Korelasi, jelaskan arti angka tersebut!
6. Tuliskan Kesimpulan Akhir!
Jawab:
Tabel 1.1 Data GDP dan Inflasi di Indonesia
periode tahun1990– 2019
GDP Growth
Inflasi (Persen)
Tahun (Persen)

1990 7.24 9.53


1991 6.91 9.52
1992 6.50 4.94
1993 6.50 9.77
1994 7.54 9.24
1995 8.22 8.64
1996 7.82 6.47
1997 4.70 11.05
1998 -13.13 77.63
1999 0.79 2.01
2000 4.92 9.35
2001 3.64 12.55
2002 4.50 10.03
2003 4.78 5.06
2004 5.03 6.4
2005 5.69 17.11
2006 5.50 6.60
2007 6.35 6.59
2008 6.01 11.06
2009 4.63 2.78
2010 6.22 6.96
2011 6.17 3.79
2012 6.03 4.30
2013 5.56 8.38
2014 5.01 8.36
2015 4.88 3.35
2016 5.03 3.02
2017 5.07 3.61
2018 5.17 3.13
2019 5.02 2.72

Dengan menggunakan Metode Regresi Sederhana, analisis penelitian berdasarkan data


tersebut, mencakup:
1. Judul atau tema penelitian berdasarkan data di iatas yaitu
“Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap GDP di Indonesia Periode Tahun 1990-2019”

2. Fungsi dan Persamaan Regresi


Dari judul diatas memiliki variabel dependen (Y) GDP, dan variabel independen (X)
Inflasi, maka akan memiliki model dan data sebagai berikut:
Model Fungsi:
GDP = f (Inflasi)
Persamaan Regresi:
GDPt =β 0 + β 1 Inflasit + ε t

Dimana:
GDP = Pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product)
Inflasi = Inflasi
β 0= Konstanta
β 1= Koefisien dari Inflasi
Ɛ = Error
t = Tahun yang dianalisis
Diketahui hasil Output Eviews

Dependent Variable: GDP


Method: Least Squares
Date: 11/06/20 Time: 16:03
Sample: 1990 2019
Included observations: 30

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.  

C 7.215023 0.419344 17.20551 0.0000


INFLASI -0.240010 0.025924 -9.258102 0.0000

R-squared 0.753765    Mean dependent var 4.943333


Adjusted R-squared 0.744971    S.D. dependent var 3.688262
S.E. of regression 1.862588    Akaike info criterion 4.146151
Sum squared resid 97.13854    Schwarz criterion 4.239564
Log likelihood -60.19227    Hannan-Quinn criter. 4.176035
F-statistic 85.71245    Durbin-Watson stat 1.106749
Prob(F-statistic) 0.000000
Berdasarkan output di atas, maka dapat diperoleh:
Fungsi:
GDP = f(Inflasi)

Persamaan regresi sederhana yang diperoleh adalah:


GDPt =7 , 215023−0 , 240010 Inflasit + ε t

Interpretasi:
a. Koefisien / β 0 = 7,215023, artinya ketika nilai variabel Inflasi sama dengan nol maka
GDP akan naik sebesar 7,22%
b. Inflasi terhadap GDP, Peningkatan Inflasi sebesar 1 Persen akan menurunkan GDP
sebesar 0,24 %

3. Uji Hipotesis Parsial (Uji t) dan Hasilnya


Dari output regresi sederhana di atas terlihat bahwa variabel Inflasi berpengaruh
signifikan terhadap GDP, karena nilai t statistic ( 17.20551) > t tabel (2.368452) maka H0
ditolak, konsekuensinya yaitu tidak tolak H1, artinya secara parsial variabel Inflasi
berpengaruh signifikan terhadap GDP di Indonesia periode 1990-2019

4. Uji Normalitas dan Hasilnya

9
Series: Residuals
8
Sample 1990 2019
7 Observations 30

6 Mean -5.48e-16
Median -0.133174
5
Maximum 3.078659
4 Minimum -5.942604
Std. Dev. 1.830193
3
Skewness -0.787700
2 Kurtosis 4.917257

1 Jarque-Bera 7.697198
Probability 0.021310
0
-6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4

Berdasarkan parameter ini diketahui bahwa besaran nilai probabilitas pada JB


adalah 0,021310 lebih kecil dibanding nilai 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa persebaran data dalam model regresi terdistribusi tidak normal. Apabila data
terbukti tidak terdistribusi normal, langkah penyembuhan yang harus diambil salah
satunya adalah dengan melakukan transformasi logaritma natural (ln).

5. Nilai Determinasi dan Korelasi

1. Determinasi (R²)
Dapat dilihat pada output regresi sederhana, bahwa nilai R-squared sebesar.
0.753765 Nilai tersebut menggambarkan bahwa sumbangan variabel Inflasi terhadap
naik turunnya atau variasi variabel GDP adalah sebesar 75,38% dan sisanya sebesar
24,62% merupakan sumbangan dari variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model
yang diajukan dalam penelitian tersebut (terkumpul dalam Variabel Pengganggu atau E).
2. Korelasi (r)
Sedangkan untuk besarnya korelasi pada nilai r (Adjusted R-squared) sebesar
0.744971 atau 74% berarti hubungan antara Variabel Independen dengan Variabel
Dependen dalam penelitian tersebut dapat dikatakan mempunyai hubungan yang kuat
atau erat karena mendekati 100%.

6. Tuliskan Kesimpulan Akhir


Jadi berdasarkan analisis regresi sederhana maka dapat disimpulkan bahwa data didalam
analisis pengaruh inflasi terhadap GDP terdistribusi tidak normal, jadi Langkah
penyembuhannya harus diambil salah satunya adalah dengan melakukan transformasi
logaritma natural (ln). Secara parsial variabel Inflasi berpengaruh signifikan terhadap GDP di
Indonesia periode 1990-2019 dan besarnya sumbangan variabel Inflasi terhadap naik
turunnya Variabel GDP adalah sebesar 74,38% dan sisanya sebesar 24,62% dipengaruhi oleh
variabel lain. Sehingga hubungan antara variabel Inflasi dan GDP dalam penelitian ini
dinyatakan mempunyai hubungan yang kuat atau erat.

Anda mungkin juga menyukai