Anda di halaman 1dari 3

ANINTYA SADA ROSANDI/18060484009/UAS ETIKA LAYANAN/CABOR BASKET

Penulis: Judul jurnal:


Imroatus Sholihah dan Pudjjuniarto KOMUNIKASI INTERPERSONAL
PELATIH TERHADAP MOTIVASI
BERPRESTASI ATLET
Nama jurnal: Tahun;
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol. 09. No. 01, 2020
Edisi Maret 202, 95-104
Masalah:
Komunikasi adalah cara pelatih dengan atlet dalam meningkatkan prestasi. salah satu cara yang
sering dilakukan pelatih adalah komunikasi 2 arah dan membangun hubungan atau biasa disebut
komunikasi interpersonal membangun motivasi untuk prestasi atlet. Motivasi berprestasi dimiliki
setiap individu, termasuk atlet. Motivasi seorang atlet dapat mengalami penurunan karena kurang
percaya diri, kurangnya dukungan dari tim atau keluarga. Seorang pelatih mempunyai tanggung
jawab untuk mengoptimalkan atlet agar berprestasi dalam suatu kejuaran. Kemampuan untuk
mengkondisikan mental adalah hal berguna bagi pelatih, karena kondisi mental yang baik adalah
penunjang terbentuknya fokus dan motivasi atlet khususnya atlet basket.
Tujuan:
Untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dengan motivasi berprestasi atlet.
Metode:
Penelitian kulitatif (mengkaji artikel yang terkait dengan topik).
Populasi dan sampel:
12 jurnal (9 jurnal nasional dan 3 jurnal internasional).
Teknik pengambilan data:
Menggunakan matriks sintesis. Matriks sintesis adalah table/diagram yang bertujuan
mengelompokkan pendapat dari beberapa artikel untuk mendapathasil dan simpulan secara
umum (Murniarti dkk., 2018).
Hasil:
Telah ditentukan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan referensi. Berdasarkan
hasil penelitian dari berbagai jurnal yang terkumpul. Terdapat kesamaan hasil penelitian yaitu
terdapat hubungan yang signifikan antar komunikasi interpersonal dengan peningkatan motivasi
berprestasi atet dalam pencapaian target. Komunikasi yang terjalin antara pelatih dengan sikap
terbuka dan sifat positif pelatih, berupa sikap jujur dalam pemberitahuan kelemahan dan
kelebihan atlet. Sehingga atlet basket dapat mengintropeksi diri dan meningkatkan motivasi
berprestasi sesai dengan target.
Tanggapan:
Menurut saya, penelitian ini terlalu berfokus pada komunikasi pelatih dengan altlet, mengingat
masih banyak faktor yang mempengaruhi prestasi atlet.
Penulis: Judul:
Anisah Aprilia, EFEKTIFITAS KOMUNIKASI ANTAR
Iman Sulaiman PRIBADI TERHADAP TINGKAT
dan KEBERHASILAN
Ika Novitaria Marani DEFENSE
PADA TIM PUTRI BOLA BASKET
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA PADA
KEJUARAAN MAHASISWA
CAMPUS LEAGUE
DKI JAKARTA
Nama jurnal: Tahun:
Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education 2018
Vol.2, 46-53
Masalah:
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki kemapuan berupa akal pikiran dan perasaan.
Sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia memiliki dorongan kebutuhan berinteraksi.
Komunikasi adalah hal penting bagi manusia untuk berinteraksi dan berhubungan dengan
manusia lainnya. Karena masih banyak belum mengkaji tentang komunikasi antar pribadi dalam
olahraga, karena tujuan dalam olahraga adalah sebuah kemenangan.Olahraga yang memerlukan
komunikasi antar pemain adalah basket. Untuk mendapat point yang banyak dibutuhkan proses
yang baik dan benar, salah satunya menggunakan komunikasi dalam permainannya.
Berkomunikasi dengan rekan se-tim saat melakukan pertahanan individu adalah kunci penting
dalam keberhasilan pertahanan selama pertandingan.
Tujuan:
Untuk memgetahui komunikasi antar pribadi terhadap tingkat keberhasilan defense pada tim
putri bola basket Universitas Negeri Jakarta pada kejuaran mahasiswa Campuss League DKI
Jakarta.
Metode:
Metode deskriptif dengan menggunakan survei.
Populasi dan sampel:
15 sampel dari jumlah populasi seluruh peserta Campuss League DKI Jakarta.
Teknik pengambilan data:
Menggunakan kuisioner dengan menggunakan skala likert.
Hasil:
Ditemukan bahwa efektifitas komunikasi antar pribadi terhadap keberhasilan defense terdiri dari
5 dimensi yaitu: dimensi keterbukaan, dimensi empati, dimensi suportif, dimensi positif, dan
dimensi kesamaan. Komunikasi antar pribadi berhasil membuat tingkat keberhasilan defense
menjadi lebih baik.
Tanggapan:
Menurut saya, seharusnya peneliti juga membahas bagaimana hamabatan saat berkomunikasi di
lapangan.
Penulis: Judul:
Marinescu Gheorghe, Moanta Alina, Zamfir NONVERBAL COMMUNICATION IN THE
Victor Marian dan Ticala Laurentiu ROMANIAN MALE AND FEMALE
REPRESENTATIVE BASKETBALL
TEAMS-U16
Nama jurnal: Tahun:
Procedia-Social and Behavioral 117, 288-294 2014
Masalah:
Di kompetisi utama bola basket sangat sering terjadi serang dan pertahana yang rumit dan cepat.
Terutama saat melakukan eksekusi harus memiliki kecepatan dengan memperhatikan prosedur
teknis dan tindakan individu. Sangat penting bagi atlet tim basket untuk mengetahui jenis
komunikasi nonverbal dan bagaimana mereka harus melakukannya, agar membuat penampilan
tim lebih efisien, terutama ketika emosi atlet terpancing. Jika komunikasi lisan tidak bisa
digunakan maka dengan penyandian pesan untuk menyampaikan informasi agar bisa
menyembunyikan taktik dan strategi yang telah direncanakan pelatih.
Tujuan:
Untuk mengetahui nagaimana hasil dari menerapkan profil sensitivitas nonverbal (PONS) tes
komunikasi nonverbal (N. Ambady 1980).
Metode:
Metode tes/uji, metode grafis dan metode statistik matematika.
Populasi dan sampel:
Dilakukan pada tim nasional basket putra dan putri Rumania U-16.
Teknik pengambilan data:
Menggunakan PONS Ujian Komunikasi Nonverbal. Tes ini untuk mengevaluasi atau
menerjemahkan petunjuk nonverbal yang berhubungan dengan wajah dan tubuh (ekspresi wajah,
gerak, penampilan, sentuhan dan suara).
Hasil:
Sangat penting untuk mengetahui jenis komunikasi nonverbal dan bagaiaman atlet harus
bertindak agar permainan menjadi lebih efisien, terutama ketika pemain terpancing emosi.
Komunukasi nonverbal adalah faktor penting untuk permainan tim guna mempersiapkan taktik
dan strategi. Komunikasi nonverbal juga tidak dapat diandalkan pada waktu tertentu dan akan
membuat pemain menjadi salah paham. Riset ini menunjukkan jika pemain lebih sering
menggunakan gerak tubuh disbanding dengan mimic wajah.
Tanggapan:
Jurnal ini sangat bagus, hanya saja saya yang kurang paham.