Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK


ELEKTRONIKA DISKRIT
IC REGULATOR

Dosen Pengampu:
Torib Hamzah, S.Pd, M.Pd
NIP 19670910 200604 1 001
Abd. Kholiq, SST, MT
NIP 19750522 200604 1 006

Disusun Oleh :
Agnes Meiliana
P27838020003
1A11

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
TAHUN AJARAN
2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Regulator Pengatur tegangan ( IC Regulator ) merupakan komponen
elektronika yang berguna untuk pengatur tegangan. Fungsi dari voltage
regulator adalah untuk mempertahankan atau mengatur tegangan pada level
tertentu (sesuai dengan nilai pada IC regulator)  secara otomatis. Hal ini dapat
diartikan bahwa tegangan output DC pada voltage regulator akan stabil dan
tidak dipengaruhi oleh perubahan tegangan input, beban pada output dan juga
suhu. Komponen elektronika ini sangat berguna untuk kehidupan sehari hari
karena komponen ini bisa menstablikan semua tegangan yang masuk agar
tegangan yang keluar tetap sama seperti tegangan yang masuk. Selain itu
komponen ini juga dapat berguna sebagai penguat daya.
1.2 Batasan Masalah
Dapat memahami cara mengukur tegangan IC Regulator yang masuk dan
keluar.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian IC Regulator?
2. Sebutkan fungsi dari IC Regulator!
3. Jelaskan dan tuliskan jenis-jenis IC Regulator!
4. Perbedaan IC Regulator 78XX dan79XX?
5. Jelaskan maksud dari 7905, 7912, 7805 dan 7812?
6. Jelaskan fungsi IC regulator pada rangkaian power supply?
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
a. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan jenis IC Regulator
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi pin IC Regulator
1.1.1 Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu merangkai rangkaian IC Regulator
b. Mahasiswa mampu mengukur tegangan input dan output pada
rangkaian IC Regulator
c. Mahasiswa mampu mengidentifikasi IC Regulator yang rusak atau
tidak
d. Mahasiswa mampu mengaplikasikan IC Regulator
1.2 Manfaat
1.2.1 Manfaat Teoritis
a. Mahasiswa mampu memahami kaki kaki pada IC Regulator
b. Mahasiswa mampu mengetahui fungsi IC Regulator
c. Mahasiswa mampu mengukur tegangan masuk dan keluar pada
rangkaian IC Regulator
1.2.2 Manfaat Praktis
Mahasiswa mampu menerapkan komponen IC Regulator di kehidupan
sehari hari untuk menstabilkan tegangan pada rangkaian listrik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 IC Regulator
IC regulator atau IC Voltage Regulator adalah sebuah komponen elektronika
yang digunakan untuk mengatur tegangan pada rangkaian elektronika.
Dinamakan sebagai IC atau Integrated Circuit karena voltage regulator ini
tersusun dari puluhan hingga ratusan transistor, kapasitor, dioda dan resistor
yang mana saling berintegrasi sehingga membentuk komponen IC Regulator.
IC Regulator memiliki 3 kaki yaitu Input, Ground, dan Output. Fungsi dari
voltage regulator adalah untuk mempertahankan atau mengatur tegangan pada
level tertentu (sesuai dengan nilai pada IC regulator)  secara otomatis. Hal ini
dapat diartikan bahwa tegangan output DC pada voltage regulator akan stabil
dan tidak dipengaruhi oleh perubaha tegangan input, beban pada output dan
juga suhu. IC Regulator memiliki fungsi yaitu untuk :
1. Untuk mengatur tegangan masuk dan keluar

2. Penguat daya

3. Penerima frekuensi radio

4. Sebagai jantung dari sebuah rangkaian, karena IC mengantur kerja dari


setiap blok rangkaian dan membagi tugas masing masing ke blok tertentu.

5. Untuk menstabilkan tegangan


Berdasarkan fungsinya IC regulator dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
a. Fixed Voltage Regulator
Fixed Voltage Regulator atau pengatur tegangan tetap merupakan jenis
IC regulator yang memiliki tegangan output bernilai tetap. Nilai
tegangannya telah ditetapkan oleh produsen IC tersebut sehingga
tegangan DC yang diatur juga tetap sesuai dengan spesifikasi IC-nya. 
b. Adjustable Voltage Regulator
Adjustable Voltage Regulator merupakan jenis IC pengatur tegangan
DC yang memiliki range nilai tegangan output tertentu.Sehingga
tegangan output pada IC regulator jenis ini dapat diubah-ubah dan diatur
yang sesuai dengan kebutuhan rangkaiannya.
c. Switching Voltage Regulator
Switching Voltage Regulator merupakan jenis IC yang mana memiliki
desain, konstruksi dan cara kerja yang tidak sama dengan IC Linier
Regulator ( Fixed dan Adjustable Voltage Regulator).

Namun secara umum, fungsinya tetap sama yaitu menahan tegangan


outputnya. Cara kerja dari switching voltage regulator yaitu seperti
namanya “switch”, yang mana untuk mempertahankan tegangan
outputnya, IC jenis ini akan mensaklar secara terus-menerus untuk
menyesuaikan tegangan input yang masuk pada voltage regulator ini
agar sesuai dengan tegangan output yang dihasilkan. Bila dibandingkan
dengan kedua jenis IC di atas, Switching Voltage Regulator memiliki
efisiensi penggunaan energi yang lebih baik. Hal ini karena
kemampuannya yang mampu mengalihkan penyediaan energi listrik ke
medan magnet yang memang difungsikan sebagai penyimpan energi
listrik. Selain itu, IC jenis ini tidak menghasilkan panas yang berlebih.
Biasanya rangkaian pengatur tegangan yang menggunakan IC jenis ini
harus ditambahkan komponen induktor yang berfungsi sebagai elemen
penyimpan energi listrik.
Berdasarkan jenis tegangannya IC regulator dibagi menjadi 2 yaitu IC 78XX
dan IC 79XX. IC 78XX adalah IC yang mengeluarkan output positif, IC
78XX memiliki 3 kaki yaitu Input, Ground, dan Output. IC 79XX adalah IC
yang mengeluarkan output negatif, sama halnya dengan IC 78XX IC 79XX
juga memiliki 3 kaki yaitu Ground, Input, dan Output. Berikut adalah gambar
IC 78XX dan 79XX

Gambar 2.1 Kaki IC Regulator 78XX dan 79XX


(Sumber : www.spiderbeat.com)
Maksud dari XX dari IC 78XX dan 79XX adalah tegangan yang dihasilkan
contohnya :
a. IC 7805 untuk menstabilkan tegangan DC +5 Volt
b. IC 7812 untuk menstabilkan tegangan DC +12 Volt
c. IC 7905 untuk menstabilkan tegangan DC -5 Volt
d. IC 7912 untuk menstabilkan tegangan DC -12 Volt

Untuk mengecek apakah IC Regulator tersebut baik atau rusak kita dapat
mengeceknya dengan menggunakan multimeter. Berikut adalah cara
pengecekan IC Regulator :
1. Siapkan sebuah multimeter digital atau analog.
2. Tempatkan probe hitam multimeter pada ground rangkaian dan probe
merah pada kaki 3 IC Regulator.
3. Lihat hasil pembacaan pada multimeter. Jika kita mendapatkan nilai
tegangan sebesar 8V berarti IC dalam keadaan bagus. Namun jika hasilnya
kurang misalkan 5V, 3V atau bahkan 0V, lanjut ke langkah berikutnya.
4. Karena besar tegangan kurang dari 8V ( tegangan output IC ) maka kita
harus periksa tegangan masukan yaitu tegangan pada kaki  1 IC regulator.
5. Pastikan bahwa tegangan input harus  lebih besar dari 10V. 
6. Jika hasil yang didapat di bawah 10V misalnya 5V berarti ada
kemungkinan ada kerusakan misalnya adanya kebocoran tegangan.
7. Namun jika tegangan inputnya normal yaitu di atas 10V misalnya 10–
30V tetapi di output IC tidak ada tegangan berarti IC sudah rusak.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat dan Bahan I
a. IC 7809 dan 7812
b. Resistor 1K Ω
c. Potensiometer 50K Ω
d. Kabel Jumper
e. Power Supply
f. Multimeter
g. Solder dan Timah
h. Papan Solder
3.1.2 Alat dan Bahan II
a. IC 7905 dan 7912
b. Resistor 1K Ω
c. Potensiometer 50K Ω
d. Kabel Jumper
e. Power Supply
f. Multimeter
g. Solder dan Timah
h. Papan Solder
3.2 Langkah Percobaan
3.2.1 Percobaan I
a. Siapkan alat dan bahan
b. Pelajari dahulu karakteristik IGO dan GIO.
c. Susun dan rangkai sesuai gambar yang ada di modul.
d. Ukur tegangan input dan output pada rangkaian.
e. Buktikan hasil pengukuran menggunakan multimeter.
f. Setelah itu masukkan data ke dalam tabel pengamatan.
g. Ambil kesimpulan dari pratikum kali ini
3.2.2 Percobaan II
a. Siapkan alat dan bahan
b. Pelajari dahulu karakteristik IGO dan GIO.
c. Susun dan rangkai sesuai gambar yang ada di modul.
d. Ukur tegangan input dan output pada rangkaian.
e. Buktikan hasil pengukuran menggunakan multimeter.
f. Setelah itu masukkan data ke dalam tabel pengamatan.
g. Ambil kesimpulan dari pratikum kali ini .
3.3 Tabel Pengamatan
3.3.1 Tabel Pengamatan 7805
Tabel 3.1 Pengukuran IC Regulator 7805
No Vsumber / VCC Vout POT / Vin IC Vout IC
1 5V 3V 0,1V
2 9V 6,2V 4,8V
3 12V 8V 5V

3.3.2 Tabel Pengamatan 7812


Tabel 3.2 Pengukuran IC Regulator 7812
No Vsumber / VCC Vout POT / Vin IC Vout IC
1 9V 7V 6,2V
2 12V 5,2V 5V
3 18V 16V 11V

3.3.3 Tabel Pengamatan 7905


Tabel 3.3 Pengukuran IC Regulator 7905
No Vsumber / VCC Vout POT / Vin IC Vout IC
1 -5V -5V 0
2 -9V -8,3V -0,1V
3 -12V -11V -0,2V

3.3.4 Tabel Pengamatan 7909


Tabel 3.4 Pengukuran IC Regulator 7909
No Vsumber / VCC Vout POT / Vin IC Vout IC
1 -9V -4V 0
2 -12V -6V 0
3 -9V -3V 0

BAB IV
ANALISIS DAN KESIMPULAN
4.1 Analisis
Dalam praktikum ini menggunakan komponen IC Regulator yang memiliki
definisi komponen elektronika aktif yang terdiri dar gabungan transistor,
resistor, dioda, dan kapasitor yang diinterogasikan menjadi sebuah rangakaian
elektronika dalam sebuah kemasan kecil yang digunakan untuk mengatur
tegangan. IC Regulator berfungsi untuk mengatur tegangan masuk dan keluar,
penguat daya, dan untuk menstabilkan tegangan. IC regulator dibagi menjadi 3
jenis yaitu Fixed Voltage Regulator, Adjustable Voltage Regulator, dan
Switching Voltage Regulator. Perbedaan IC Regulator 78XX dan 79XX adalah
IC Regulator 78XX adalah jenis IC yang memiliki polaritas positif ke ground,
sedangkan IC regulator 79XX adalah IC yang memiliki polaritas negatif ke
ground. Saat akan mengukur tegangan masuk kita bisa mengatur tegangan yang
akan kita ukur seperti pada IC Regulator seri 7805. Dengan menggunakan
tegangan pada catu daya sebesar 5V. Lalu kita mengingkan tegangan yang
masuk adalah 3V. Setelah mengukur tegangan masuk kita mengukur tegangan
keluar, tegangan keluar yang dihasilkan adalah 0,1V. Pada IC Regulator seri
7905, dengan menggunakan tegangan pada catu daya sebesar -5V. Lalu kita
menginginkan tegangan yang masuk adalah -5V. Setelah mengukur tegangan
masuk kita mengukur tegangan keluar, tegangan keluar yang dihasilkan adalah
0. Secara teori tegangan yang masuk pada IC regulator akan mengeluarkan
tegangan yang sama, namun secara praktek tegangan yang masuk pada IC
Regulator akan mengeluarkan tegangan yang berbeda. Fungsi IC Regulator
pada rangkaian catu daya adalah untuk pengatur tegangan agar stabil dan agar
sesuai dengan tegangan yang kita inginkan.
4.2 Kesimpulan
Hasil dari praktikum yang telah dilakukan adalah IC Regulator merupakan
komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk menstabilkan tegangan,
mengatur tegangan masuk dan keluar, dan sebagai penguat daya.

IC Regulator dibagi menjadi 3 yaitu Fixed Voltage Regulator, Adjustable


Voltage Regulator, dan Switching Voltage Regulator. Perbedaan IC Regulator
78XX dan 79XX adalah 78XX merupakan jenis IC yang mengeluarkan
tegangan positif dan 79XX adalah jenis IC yang mengeluarkan tegangan
negatif. Fungsi IC Regulator pada rangakaian catu daya yaitu untuk
menstabilkan tegangan dan agar tegangan sesuai dengan yang kita inginkan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Arga, "pengertian dan fungsi IC Regulator," April 2013. [Online]. Available:
https://pintarelektro.com/ic-regulator/ [Accessed 6 November 2020].
[2] Technodand,"cara mengecek IC Regulator," November 2011 [Online].
Available: https://www.technodand.net/2017/11/cara-melakukan-pengecekan-
pada.html [Accessed 6 November 2020].
LAMPIRAN

1. Foto Praktikum
2. Laporan Sementara
FOTO PRAKTIKUM

GAMBAR KETERANGAN

Rangkaian IC Regulator 7805

Rangakaian IC Regulator 7905