Anda di halaman 1dari 15

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

BAB III
KOMPONEN-KOMPONEN AKTIF

KOMPETENSI DASAR : Mengenal Komponen Elektronika.

TUJUAN PEMBELAJARAN : Setelah pembelajaran, peserta diklat diharapkan dapat:

• Menyebutkan Jenis-jenis komponen aktif


• Memanfaatkan komponen aktif
• Memahami prinsip kerja transformator
• Memahami ketentuan-ketentuan transformator
• Menyebutkan jenis-jenis transistor
• Memahami kegunaan transistor
• Memahami kegunaan semikonduktor lain seperti
DIAC, TRIAC dan SCR
• Memahami batasan kerja dioda Zener
• Menyebutkan fungsi dari dioda Zener

A. Jenis-jenis komponen Aktif


1. Transformator
Sebuah transformator atau disebut juga dengan trafo, terdiri dari dua buah kumparan
yang dililitkan pada sebuah inti. Inti trafo ini dibentuk dari lapisan-lapisan besi.
Kumparan-kumparan yang digunakan pada trafo pada umumnya memiliki jumlah lilitan
jauh lebih banyak seperti diperlihatkan pada gambar 3.1 di bawah ini.
Inti

Kumparan
Primer Kumparan
Sekunder

Gambar 3.1. Transformator

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 1 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Ketika arus mengalir melewati kumparan primer, akan dihasilkan sebuah medan
magnet. Inti besi trafo menyediakan sebuah jalur untuk dilalui oleh garis-garis gaya
magnet sehingga hampir semua garis yang terbentuk dapat sampai ke kumparan
sekunder. Induksi terjadi hanya ketika terdapat suatu perubahan pada medan magnet.
Dengan demikian, sebuah transformator tidak dapat bekerja dengan arus DC. Ketika arus
AC mengalir melalui kumparan primer, dibangkitkanlah sebuah medan bolak-balik.
Medan magnet ini akan menginduksikan arus bolak-balik pada kumparan sekunder.
Ketika arus yang melewati sebuah kumparan berubah arah, medan magnet di sekitar
dan di dalam kumparan juga berubah arahnya. Medan magnet yang berubah-ubah ini
menimbulkan efek yang persis sama sebagaimana layaknya sebuah magnet yang
digerak-gerakkan di dekat kumparan, sehingga menginduksikan arus lain pada
kumparan. Arus baru yang diinduksikan oleh medan magnet ini akan selalu melawan
perubahan arus pada kumparan. Efek semacam ini, dimana sebuah kumparan
menginduksikan arus pada dirinya sendiri disebut sebagai induksi diri.
Induksi diri berperan penting dalam kerja sebuah choke (jenis kumparan). Apabila
terjadi perubahan yang sangat cepat pada arus, seperti misalnya ketika arus diputuskan
secara mendadak, induksi diri akan menghasilkan arus yang sangat besar yang dapat
merusak komponen-komponen pada sebuah rangkaian.

Ketentuan-ketentuan pada transformator

P S

VP VS

Gambar 3.2. Transformator

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 2 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Pada sebuah transformator dapat menghasilkan :


a. Frekuensi : Frekuensi dari arus AC yang diinduksikan adalah sama
dengan frekuensi arus AC yang menginduksikan.
b. Amplitudo : apabila VP adalah amplitudo tegangan pada kumparan
primer, dan VS adalah amplitudo tegangan pada kumparan sekunder, maka

VS jumlah lilitan sekunder


VP jumlah lilitan primer
Contoh :
Sebuah transformator memiliki 50 lilitan pada kumparan primernya dan 200
lilitan pada kumparan sekundernya. Amplitudo tegangan AC primer adalah 9
volt. Berapakah amplitudo tegangan AC sekunder ?
Dari persamaan di atas, untuk mendapatkan nilai VS, menghasilkan persamaan

jumlah lilitan sekunder


VS = VP x
jumlah lilitan primer

200
VS = 9 x
50

= 36 volt

2. Transistor
Terdapat beberapa kelas transistor. Transistor mempunyai tiga elektron yaitu yang
dikenal dengan emitor, basis dan kolektor. Dari susunan bahan semikonduktor yang
digunakan, kita dapat membedakan transistor menjadi dua type yaitu : transistor PNP
dan NPN. Transistor PNP dibuat dengan meletakan bahan tipe N diantara dua bagian
bahan tipe seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.3 di bawah ini :

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 3 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Basis Basis
Emitor Kolektor Emitor Kolektor

P N P N P N

(a) (b)

Gambar 3.3. Transistor PNP dan NPN

Bahan type P yang lebih tebal (dalam gambar 3.3a terletak di sebelah kanan) disebut
kolektor, sedang bahan type P yang sebagian lagi (yang di sebelah kiri) disebut
emitor. Bagian yang di tengah disebut basis.sedang transistor N-P-N dibuat dengan
meletakkan bahan type P di antara dua bagian bahan type N (lihat gambar 3.3b).
Dari gambar 3.3 tampak bahwa transistor pada prinsipnya sama dengan dua buah
dioda yang disusun saling bertolak belakang.dalam kenyataan bentuk dan ukuran
emitor,kolektor serta basis adalah tidak tepat seperti yang di tunjukkan oleh gambar
3.3. basis berupa lembaran bahan semikonduktor dari jenis yang lain.Gambar 3.3a
menunjukan konstruksi sebenarnya dari sebuah alloyed transistor dengan tenaga kecil
sedangkan gambar 3.3b menunjukkan konstruksi sebuah transistor daya

Basis
Kolektor

Emitor

Gambar 3.4. Konstruksi transistor

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 4 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Pada gambar 3.4 menunjukkan simbol yang umum digunakan untuk menyatakan
transistor. Ujung panah selalu diletakkan pada emitor dan arahnya (seperti tanda
panah pada dioda) menunjukkan arah arus konvensional, yaitu dari bahan P ke bahan
N.

Basis
Basis
Emitor Kolektor
Emitor Kolektor
N P N
P N P

Emitor Kolektor Emitor Kolektor

Basis Basis
A B

Gambar 3.5. Simbol suatu transistor

Misalnya pada gambar 3.5 A, dioda P-N yang terletak di sebelah kiri akan
menghantarkan arus listrik dari emitor ke basis, oleh karena itu di dalam gambar
symbol arah ujung panah dibuat dari emitor menuju basis. Bagian kolektor basis dari
suatu transistor juga berupa suatu dioda. Pada gambar 3.5 dioda kolektor basis akan
menghantarkan arus listrik dari kolektor ke basis, tetapi tidak pernah digambarkan
dengan ujung panah. Jadi bila kita melihat gambar symbol suatu transistor, kita harus
mengerti bahwa arah panah pada bagian kolektor adalah sama dengan arah panah
pada bagian emitor, walaupun pada bagian kolektor ujung panah ini tidak pernah
digambarkan. Misalnya pada gambar 3.5 B, arah ujung panah pada dioda emitor-basis
adalah dari basis ke emitor maka pada bagian dioda kolektor-basis arah arus listrik
adalah dari basis ke kolektor.

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 5 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

a. Pemakaian dan cara kerja Transistor


Pada kenyataannya transistor tidak saja dapat menggantikan semua fungsi tabung
electron, bahkan kemungkinan pemakaian transistor lebih luas dari kemungkinan
pemakaian pemakaian tabung elektron. Dibandingkan dengan tabung elektron
transistor mempunyai banyak kelebihan, walaupun juga mempunyai beberapa
kekurangan. Kelebihan-kelebihan transistor dibandingkan dengan tabung elektron
antara lain :
1. Transistor bekerja pada tegangan yang rendah.
2. Transistor mempunyai efisiensi daya yang tinggi.
3. Transistor mempunyai ukuran lebih kecil, sehingga memungkinkan miniaturisasi.
4. Transistor tidak menimbulkan noise pada microphone.
5. Transistor lebih tahan terhadap goncangan-goncangan mekanik.
6. Secara teori umur transistor tak terhingga.

Kekurangan-kekurangan transistor dibandingkan dengan tabung elektron, antara lain:


1. Karakteristik transistor sangat dipengaruhi temperature.
2. Daya transistor masih terbatas.

b. Simbol dan bentuk-bentuk transistor

Gambar 3.6. Bentuk fisik transistor

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 6 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Gambar 3.7. Simbol-simbol transistor : a. transistor bipolar, b. FET, c. MOSFET,


d, dual gate MOSFET, e. Channel induktif MOSFET, f. single connection transistor

Gambar 3.8. Posisi elektroda-elektroda pada transistor dan kode-kode huruf transistor

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 7 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

c. Arti huruf-huruf kode transistor


Arti huruf-huruf yang digunakan dalam pengkodeantipe transistor buatan Eropa
(European Pro-electron coding).
1. Huruf pertama menyatakan material semikonduktor
A = Germanium
B = Silikon
C = Arsenida gallium atau kompon-kompon serupa
D = Antimonida indium atau kompon-kompon serupa
R = Sulfida cadmium atau kompon-kompon serupa
2. Huruf kedua menyatakan penerapan piranti yang bersangkutan
A = dioda detector, dioda kecepatan tinggi, dioda pencampur
B = dioda dengan kapasitas variable (varikap)
C = transistor frekuensi rendah (bukan transistor daya)
D = transistor daya, frekuensi rendah
E = dioda terobosan (tunnel dioda)
F = transistor frekuensi radio, bukan daya
G = macam ragam keperluan
L = transistor daya, frekuensi radio
N = kopling foto (foto coupler)
P = detector radiasi (dioda foto, transistor foto, dsb)
Q = generator radiasi (LED, dsb)
R = piranti kemudi dan sakelar (contoh TRIAC)
S = transistor saklar, daya rendah
T = piranti kemudi dan switching contoh TRIAC)
U = transistor saklar, daya tinggi
X = dioda pengganda (multiplier, varactor)
Y = penyearah, dioda efisiensi atau dioda penyondol (booster)
Z = patutan tegangan (zener), pengatur (regulator) atau dioda penindas kilasan
(transient suppressor diode).
3. Huruf-huruf atau angka-angka lainnya adalah nomor seri. Untuk penerapan
consumer seperti : radio, TV, Hi-fi ada tiga angka. Contoh : AC125. Untuk

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 8 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

industri dan telekomunikasi digunakan huruf W, X, Y atau Z disusul dengan


angka-angka. Contoh : STF162
4. Kode-kode transistor buatan Amerika, seperti 1N….., 2N…..,hanyalah nomor-
nomor registrasi. Demikian pula kode-kode transistor Jepang, seperti 2SA……,
2SB……, dsb. Kegunaan-kegunaan transistor tidak dinyatakan dalam nomor-
nomor kode itu.

4. Thyristor
Istilah thyristor diturunkan dari kependekan kata thyratron dan transistor. Jadi
thyristor persamaan dari tabung thiratron. Pada dasarnya thyristor terdiri dari susunan
suatu dioda empat lapis seperti pada gambar berikut ini.

P P
N N N
G
P P P
N N

a. Susunan dioda empat lapis b. Susunan ekivalen c. Susunan dioda empat lapis d. Simbol dioda empat lapis
untuk gambar a dengan transistor

Gambar 3.9. dioda empat lapis

Untuk mengetahui cara kerja dioda 4 lapis ini lebih mudahnya dapat dijelaskan
dengan menggunakan gambar 3.9c di atas. Pada gambar tersebut tidak terlihat
terminal basisnya, sehingga penutupan kancing pintu (latch) ini hanya mungkin
dilaksanakan dengan break over dan pembukaannya hanya mungkin dengan low
current drop out. Suatu latch dioda empat lapis secara ideal jika diabaikan arus
kebocoran dalam keadaan terbuka dan mengabaikan nilai jenuh dari VCE pada
keadaan tertutup, harus dinaikkan tegangan VCC sampai melebihi tegangan breakover
untuk menutupnya dan mengurangi arus beban hingga nol untuk membukanya.
Dalam prakteknya untuk membuka latch tersebut arus beban tidak perlu sampai nol
tetapi dalam harga tertentu (arus beban menjadi lebih kecil) latch akan membuka.

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 9 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Nilai batas arus tersebut disebut holding current (IHO), kemudian dioda empat lapis ini
seringkali juga disebut thyristor.

+VCC +VCC

RL I RL

TR1 + +

V VCC

- -
TR2

Gambar 3.10. Rangkaian latch dan latch terbuka

a. SCR
SCR singkatan dari Silicon Controlled Rectifier, artinya penyearah silicon
yang terkendali dan di dalam praktek sehari-hari dipakai untuk pengaturan daya
dan juga sebagai saklar.
Penggunaan SCR sebagai pengatur daya atau untuk saklar sangat
menguntungkan apabila dibandingkan dengan alat-alat mekanik, karena tidak ada
kontak-kontak aus, yang disebabkan terbakar, tidak menimbulkan busur api dan
tidak memerlukan komponen-komponen tambahan.
SCR dapat dipakai untuk mengatur daya-daya besar, seperti pada mesin-
mesin, akan tetapi pada pelaksanaannya SCR hanya membutuhkan arus yang
kecil. Adapun symbol ekivalen dari SCR dapat dilihat seperti pada gambar 3.9a,
dimana SCR pada dasarnya dioda empat lapis dengan satu tambahan satu
elektroda yang dinamakan dengan gate (pintu) disingkat G.
Pada dasarnya SCR digunakan sabagai pengatur daya dan saklar, namun
dewasa ini dalam praktek banyak sekali dijumpai rangkaian SCR, seperti pada
pengatur kecepatan motor dan pengisian baterai.

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 10 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

L R1

Pengisian
baterai 12V

R3=1Ω
+ R2
-

Gambar 3.11. Rangkaian pengatur pengisian baterai dengan SCR

b. Diac
Diac adalah salah satu jenis dari bidirectional thyristor. Rangkaian ekivalen
Diac adalah merupakan dua buah dioda empat lapis yang disusun berlawanan
arah dan dapat dianggap sebagai susunan dua buah latch.

+ I
V
-

(a) (b) (c)

Gambar 3.12. (a). Rangkaian Diac, (b). Rangkaian ekivalen 2 buah latch.
(c). Simbol-simbol Diac
Apabila polaritas tegangan (V) adalah seperti pada gambar 3.12a dan tegangan ini
melebihi tegangan breakdown latch-nya, maka latch yang di sebelah kiri akan
menutup dan arus akan mengalir dengan arah seperti pada gambar 3.12b (pada
saat arus melewati, keadaan saklar menutup). Sebaliknya bila polaritas tegangan

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 11 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

berlawanan dengan polaritas pada gambar 3.12a, maka latch sebelah kanan yang
akan menutup. Apabila latch tersebut sudah tertutup, maka hanya ada satu jalan
untuk membukanya, yaitu dengan mengurangi arus latch, sehingga nilai arusnya
di bawah nilai holding currentnya.

c. Triac
Triac dapat digambarkan sebagai gabungan dari dua buah SCR yang disusun
berlawanan arah seperti pada gambar 3.13a dan dianggap sebagai suatu susunan
latch seperti pada gambar 3.13b. Sedangkan gambar 3.13c menunjukkan symbol
yang umum digunakan untuk menyatakan suatu triac.

+
V
-

(a) (b) (c)

Gambar 3.13. (a). Rangkaian triac, (b). Rangkaian ekivalen 2 buah latch.
(c). Simbol triac

Breakover voltage dari suatu triac umumnya relatif tinggi, karena itu cara yang
umum digunakan untuk menutup suatu triac adalah dengan menggunakan
forward bias trigger. Apabila tegangan mempunyai polaritas seperti yang
ditunjukkan pada gambar 3.13a, maka trigger positif akan menutup latch di
sebelah kiri. Sebaliknya bila polaritas tegangan berlawanan, maka trigger negatif
akan menutup latch pada bagian kanan. Untuk membuka latch tersebut hanya
dikenal satu cara yaitu dengan mengurangi arus latch sampai di bawah nilai
holding current-nya.

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 12 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

5. Dioda
Sebuah dioda dibuat dari silicon. Silikon adalah bahan yang mempunyai sifat
bukan sebagai penghantar (konduktor) tetapi juga tidak mempunyai sifat sebagai
penyekat (isolator). Silikon adalah bahan semikonduktor. Hal ini berarti bahwa sifat-
sifat silicon berbeda dengan bahan-bahan konduktor biasa, seperti misalnya
tembaga.
Sejumlah kecil zat dicampurkan ke dalam silicon untuk memberikan sifat-sifat
khusus dioda ke bahan ini. Dioda dikemas dalam sebuah kapsul kecil yang terbuat
dari kaca atau plastik. Kemasan ini memiliki dua kawat terminal. Yang satu disebut
anoda, sedangkan yang lainnya disebut katoda. Dioda berfungsi sebagai penyearah
arus, dari arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).

cincin

Katoda anoda

3 mm
Gambar 3.14. karakteristik reverse zener

Zener
Dioda zener dikenal juga sebagai voltage regulation diode, adalah silicon PN-
junction yang bekerja pada reverse bias yang di daerah breakdown. Tegangan zener
(VZ) adalah tegangan reverse dimana terjadi breakdown. Bila tegangan reverse (VD)
kurang dari VZ, tahanan zener diode di sekitar 1 mega ohm atau lebih. Bila VD naik
sedikit saja di atas VZ, arus reverse akan naik dengan cepat, oleh karena itu di dalam
pemakaian dioda zener selalu digunakan suatu tahanan seri untuk mencegah
terjadinya arus yang berlebihan.
Bila tegangan reverse dihubungkan pada PN-junction, lebar depletion layer akan
bertambah karena elektron dan hole tertolak dari junction. Lebar depletion layer
tergantung dari kadar doping, bila digunakan silikon dengan doping tinggi akan
dihasilkan depletion layer yang tipis. Sehingga bila tegangan reverse dihubungkan
akan menimbulkan medan listrik yang kuat di dalam dioda dan jika tegangan reverse

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 13 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

mencapai tegangan zener (VZ), maka medan listrik yang dibangkitkan demikian
kuatnya sehingga sejumlah besar elektron akan terlepas dari daya tarik intinya
diikuti dengan kenaikan arus reverse secara mendadak. Peristiwa inilah yang
dimaksud dengan zener breakdown.

VZ = tegangan zener

∆ VZ

reverse forward

∆ IZ

Gambar 3.15. karakteristik reverse zener

Gambar 3.16. Simbol-simbol dioda. (a). Dioda silicon. (b). LED. (c) dan (d) Dioda Zener
(e). Foto dioda. (f) dan (g). Dioda tunnel. (h). Dioda schottky.
(i). Dioda breakdown. (j). Dioda capasitatif

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 14 dari 15


Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika untuk Kelas X

Jadi dioda zener sebenarnya adalah PN-junction (tipe P dan tipe N yang berfungsi
sebagai plat-plat kondensator) dengan doping tinggi, hingga menghasilkan depletion layer
tipis, yang berfungsi sebagai dielektrikum. Biasanya dioda zener breakdown terjadi di bawah
tegangan 5 volt dan masih tergantung pada temperatur. Di bawah pengaruh medan listrik
yang kuat, atom-atom lebih mudah melepaskan elektronnya menjadi ion-ion bila
+ + + + + + - - - - - - -
temperaturnya naik. Jadi VZ turun bila temperatur dioda zener naik.
+ + +P + + + - - -N- - - -

+ + + + + + - - - - - - -

+ + + + + + - - - - - - -

+ + + + + + - - - - - - -

+ + + + + + - - - - - - -
Depletion layer

Gambar 3.17. kapasitas junction dioda

B. Evaluasi
1. Jelaskan cara kerja transformator !
2. Sebutkan ketentuan-ketentuan atau hokum-hukum yang berlaku pada transformator,
jelaskan !
3. Jelaskan dan gambarkan cara kerja dan kegunaan transistor !
4. Sebutkan fungsi dari transistor !
5. Sebutkan dua jenis transistor yang sering digunakan dalam kegiatan praktek sehari-
hari !
6. Apa yang dimaksud dengan dioda ?
7. Sebutkan dan jelaskan dua buah elektroda yang menebntuk dioda !
8. Terbuat dari bahan apakah dioda ? mengapa bahan tersebut yang dipakai untuk
membuat dioda ?
9. Jelaskan cara kerja dari dioda zener !
10. Jelaskan perbedaan dari SCR, diac dan triac !

Dadan Juansah, S.Pd. SST. Halaman 15 dari 15