Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TUREN
Jl. Panglima Sudirman No. 218 Turen, Telp.(0341 ) 824214
Email : puskturen@yahoo.com
MALANG 65175

LAPORAN KEGIATAN
1.DASAR : Surat Tugas Nomor :
2.TUJUAN : WEBINAR “DETEKSI DINI GANGGUAN GIZI DAN PEMAKAIAN PKMK
PADA BAYI DAN ANAK UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN DAN PENCEGAHAN
STUNTING”
3.TANGGAL PELAKSANAAN : 22 JANUARI 2021
4.HASIL KEGIATAN :
 Indonesia adalah salah satu negara dengan beban stunting dan wasting anak tertinggi di dunia.
Lebih dari 2 juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun
mengalami stunting.
 Prevalensi bayi stunting di Indonesia pada 2019 yakni 27,7%, yang masih jauh dari standar WHO
yang seharusnya di bawah 20%.
 Sebagaimana diatur dalam PMK No.29 th 2019 tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak
Akibat Penyakit, kasus kurang gizi memerlukan pemberian PKMK (Pangan olahan Kondisi Medis
Khusus)
 Kondisi khusus yang dimaksud antara lain kondisi yang apabila tidak ditangani akan
mengakibatkan stunting:
o Resiko gagal tumbuh
o Gizi kurang / gizi buruk
o Bayi sangat prematur
o BBLSR
o Alergi protein susu sapi
o Kelainan metabolisme bawaan
 Stunting merupakan bagian dari stunted (perawakan pendek dengan panjang/tinggi badan
menurut usia di bawah -2SD berdasarkan kurva standart WHO) yang disebabkan oleh
kekurangan gizi kronik terutama saat usia 2 tahun pertama kehidupan.
 Cara mengenali stunting pada balita:
o Ukur panjang/tinggi badan anak
o Plot pada grafik pertumbuhan PB atau TB menurut usia dan jenis kelamin
 PB/U (TB/U) <-2 Zscore disebut STUNTED (pendek)
 PB/U (TB/U) <-3 Zscore disebut SEVERLY STUNTED (sangat pendek)
o Jika usia berat < usia tinggi < usia kronologis, maka disebut nutrirional short stature=
STUNTING
 Stunting dapat diakibatkan oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat saat 1000 hari pertama
kehidupan, atau adanya kebutuhan nutrisi yang meningkat (e.g. penyakit infeksi, penyakit
jantung, dll)
 Diperlukan peran dan pemberdayaan kerjasama posyandu-puskesmas-dinas kesehatan-RSUD
untuk deteksi dini dan pencegahan stunting
 Dokter puskesmas harus mampu menentukan redflag pada pasien yang terduga stunting
sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut rujukan ke spesialis anak untuk penatalaksanaan
pemberian resep PKMK.
 Redflag:
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TUREN
Jl. Panglima Sudirman No. 218 Turen, Telp.(0341 ) 824214
Email : puskturen@yahoo.com
MALANG 65175

o Kelainan jantung bawaan


o Keterlambatan perkembangan
o Wajah dismorfik
o Kenaikan BB tidak adekuat meskipun asupan kalori cukup
o Organomegali / limfadenopati
o Infeksi saluran napas, kulit, atau ISK yang berulang dan berat
o Muntah atau diare berulang
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TUREN
Jl. Panglima Sudirman No. 218 Turen, Telp.(0341 ) 824214
Email : puskturen@yahoo.com
MALANG 65175

 Sinergi antara kader posyandu, bidan desa, perawat, PGL, dokter puskesmas, sangat penting
dalam deteksi dini gagal tumbuh yang beresiko terjadi stunting.

5.RENCANA TINDAK LANJUT :

1. Melakukan pendataan anak yang mengalami stunting dari bidan desa Turen untuk
kemudian data dilaporkan ke dinkes agar mendapatkan terapi PKMK.
2. Mensosialisasikan mengenai tanda red flag kepada seluruh dokter puskesmas penyedia
layanan agar mampu mendeteksi dini resiko stunting dan melakukan rujukan ke spesialis
anak.
3. Melakukan sinergi antara kader posyandu, bidan desa, perawat desa dalam edukasi
mencegah stunting kepada masyarakat.

Mengetahui Malang, 22 Januari 2021


Kepala UPT Puskesmas Turen Pelapor,

dr. Wahyu Widiyanti dr.Nadiya Elfira Bilqis


NIP. 197807162005012009