Anda di halaman 1dari 3

Ryan adalah anak laki-laki umur 15 bulan.

Ryan mendapat ASI sampai 2 minggu, setelah itu


Ryan mendapat ASI dan susu formula karena ibu Ryan seorang buruh yang harus segera
kembali bekerja.
Ryan lahir dengan umur kehamilan 9 bulan, BBL 2,500 kg, PBL 48 cm. Saat ini Ryan berumur
15 bulan BB 5,700 kg dan PB 70 cm, Lingkar Kepala 41 cm dan LiLA 9 cm.
Saat ini ibu mengeluhkan Ryan sudah hampir 1 bulan ini mengalami diare, sudah dibawa ke
Puskesmas beberapa kali namun keluhan tetap ada. Anak tetap mau minum susu, makan
sedikit-sedikit. Diare 4-5 kali sehari, bentuk cair masih ada ampas, tampak ada lendir.
Pemeriksaan fisik tidak ada tanda dehidrasi.
Ryan sudah tidak mendapat ASI, susu formula 5 kali sehari @ 60 cc (tidak mau lebih). Saat
ini Ryan mendapat makan 3 kali nasi dengan sayur bayam wortel dengan lauk tahu atau mi
dan jagung muda, tetapi jarang bisa menghabiskan porsi makannya. Ibu tidak pernah
memberikan lauk bersantan atau digoreng karena dilarang neneknya.

pemeriksaan penunjang : Hb 10 gr/dl, leukosit 6500/mmk, trombosit 241rb/mmk

1. Asuhan Nutrisi Pediatri


a. Assessment/ penilaian
BB: 5,7 kg
PB: 70 cm
Laki-laki
Usia 15 bulan
Kurva WHO:
WAZ: <-3SD (BB sangat kurang)
HAZ: <-3SD (perawakan sangat pendek)
WHZ: <-3SD (gizi buruk)
Lingkar kepala: <-3SD
IMT
Masalah dalam pemberian maka (anatomi), muntah atau tidak  tidak ada
masalah (makan 3 kali sehari, jarang habis)
Diagnosis klinis: diare berlendir, tidak ada gejala dehidrasi, Anemia, gizi buruk,
perawakan pendek
b. Penentuan kebutuhan gizi
BB ideal: PB 70 cm  8.5 kg
Usia tinggi badan: 7.5 bulan  RDA: 110
Jumlah kalori: BB ideal x RDA  8.5 x 110 = 935 kkal/hari
c. Penentuan cara pemberian
Oral tidak ada gangguan oromotor
d. Penentuan jenis makanan
F50-75% dari jumlah kalori total: mencegah Refeeding syndrome adalah
sindroma dengan gangguan metabolik akibat pemberian nutrisi pada pasien
kurang gizi berat. sebagai suatu sindroma kelainan elektrolit dan perubahan
cairan tubuh dengan kelainan metabolik pada pasien kurang gizi yang mendapat
refeeding baik secara oral, enteral, maupun parenteral. Katabolisme meningkat,
ketidakseimbangan biokimia dalam tubuh, diberikan secara bertahap
Ditingkatkan secara bertahap
Pemberian tiap 2 jam 52 cc, perhari 623 cc
e. Pemantauan dan evaluasi
Akseptabilitas:, toleransi, kenaikan BB (5-10 gr/kgBB/hari28,5-57 gram/hari)
kenaikannya lebih  early adiposity rebound, penyakit non communicable

Tujuan akhirnya: menyelamatkan otak (lipid 50-60%, protein)


Pembentukan otak 2 tahun pertama, komposisi lemak 30-40% untuk diet

2. 10 langkah tatalaksana gizi buruk


FASE STABILISASI
a. Atasi/cegah hipoglikemia: anggap semua anak gizi buruk dengan hipoglikemia
1) anak sadar: larutan glukosa/gula pasir diberikan secara oral/NGT bolus
2) letargi:
3) syok: IV inf RL : glukosa 10% 1:1
b. Atasi/cegah hipotermia: jauhkan dari AC, tempat tidur jauh dari jendela/pintu,
selimut, pakaian basah diganti
1) Ringan
2) Sedang
3) Berat <28
c. Atasi/cegah dehidrasi
5 ml / kgBB 3 jam pertama
Evaluasi diare ada atau tidak, kalau ada diare
Diberi resomal (oralit + gula pasir +mineral/elektrolit/mineral mix + air matang =
2L): khusus untuk anak gizi buruk, ada glukosanya, ada hiponatremi
d. Perbaiki gangguan elektrolit
e. Obati infeksi: anggap semua infeksi (pada gizi burukmanifestasi tidak terlihat eg.
Demam: leukopenia), kasih Antibiotik broad spectrum (amoxicillin, cloramfenicol)
/ tau pola kuman di tempat rawat

f. Perbaiki defisiensi nutrient mikro: vitamin A dosis tinggi single dose (kecuali ikut
bulan vitamin A: Februari & Agustus) kapsul biru 100rb IU & merah 200rb IU;
asam folat 1 mg/hari  anemia nutrisional/defisiensi asam folat, mendukung
pertumbuhan otak (+makanan tinggi kalori); besi diberikan setelah fase stabilisasi
(1-3 hari), karena dapat memperberat infeksi, protein di stabilisasi masih rendah
(bisa mengikat Fe bisa bebas di darah jadi toksisitas), Fe sumber makanan
kuman infeksi.
g. Makanan stabilisasi & transisi
a. Asuhan nutrisi pediatri: 50-75%
b. WHO (stabilisasi 80-100 kal/kgBB, transisi, rehabilitasi)  pakai BB aktual,
kalau kurang tidak bisa memenuhi energi basal, lebih dari 100 terjadi
refeeding syndrome.
Stabilisasi: F7, tujuannya bukan untuk naikin BB, gaboleh naik BB-nya (kalua
naik, bisa jadi terjadi edema)
Transisi, rehabilitasi: F100 (mengharapkan peningkatan BB)
h. Makanan tumbuh kejar
i. Stimulasi
j. Siapkan tindakan
3. Komplikasi gizi buruk
Hipoglikemia, hipotermia, tumbuh kembang terlambat, sepsis, infeksi

Gizi buruk: Yang dimaksud dengan gizi buruk pada buku ini adalah terdapatnya edema pada
kedua kaki atau adanya severe wasting (BB/TB < 70% atau < -3SD*), atau ada gejala klinis
gizi buruk (kwashiorkor, marasmus atau marasmik-kwashiorkor)

1 bungkus f75 dalam 20 ml air putih bisa buat f75/f100