Anda di halaman 1dari 31

PERPAJAKAN 2

PPN DAN PPnBM i

BAB 1
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)

1. Pengertian
PPN dan PPnBM merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi di dalam negeri (di
dalam Daerah Pabean), baik konsumsi barang maupun konsumsi jasa.
Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan,
dan ruang udara di atasnya serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan
Landas Kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995
tentang kepabeanan.

2. Dasar Pengenaan Pajak


Dalam pasal 1 angka 17 UU PPN 1984 disebutka bahwa Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
adalah jumlalh Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor atau Nilai Lain yang
ditetapkan dengan Keputusan MEnteri Keuangan yang dipakai sebagai dasar untuk
menghitung pajak yang terutang.

PPN Terutang = Tarif X DPP


a. Harga Jual
Yang termasuk dalam unsure harga jual antara lain:
Pengangkutan, asuransi, bantuan teknik, pemeliaharaan, dan garansi.
Contoh: Harga Jual Rp. 100 Juta
Biaya Instalasi 5 Juta
Diskon 10% 10 Juta
DPP Rp. 95 Juta

b. Penggantian
Nilai berupa uang termasuk semua biaya yang diminta atu seharusnya diminta oleh
pemberi jasa, tidak termasuk PPN dan potongan harga yang tecantum dalam Faktur
Pajak.
DPP = Harga Jual Netto atau Penggantian Netto (setelah dikurangi diskon yang
diberikan), dengan syarat diskon tersenbut dicantukan dalam Faktu Pajak.

c. Nilai Impor
Nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk ditambah pungutan
yang dikenakan sesuai UU Pabean tidak termasuk PPN/PPnBM
DPP = Nilai Impor (CIF + Bea Masuk + Bea masuk Tambahan)
PPN = 10% X Nilai Impor

d. Nilai Ekspor
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM ii

Nilai beruap uang termasuk biaya yang diminta asu seharusnya diminta oleh eksportir,
yaitu nilai yang tercantum dalam dokumen PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) yang
dimuat oelh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
DPP = Nilai Ekspor
PPN = 0% X Nilai Ekspor

e. DPP Nilai Lain


URAIAN DPP dan PPN
Pajak Masukan yang dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak yang menggunakan DPP
Nilai Lain tersebut di bawah ini tetap dapat dikreditkan, sepanjang berhubungan
langsung dengan kegiatan usahanya dan Faktur Pajaknya Standar
1. Pemakaian Sendiri DPP = harga pokok (Harga Jual atau penggantian
2. Pemberian Cuma-cuma dikurangi laba bruto)
PPN = 10% x Harga Pokok Penjualan
3. Penyerahan Rekaman DPP = Perkiraan Harga Jual Rata-Rata
Suara/Gambar PPN = 10% x DPP
4. Penyerahan Film Cerita DPP = Perkiraan hasil rata-rata perjudul film
PPN = 10% x DPP
5. Persediaan BKP yang tersisa
saat pembubbaran
perusahaan
DPP = Harga Pasar Wajar
6. Aktiva yang tujuan semula
PPN = 10% x DPP
tidak diperjualbelikan yang
tersisa saat pembubaran
perusahaan
7. Penyerahan BKP dan/atau DPP = Harga Pokok (Harga Jual atau Penggantian
JKP dari Pusat ke Cabang setelah dikurangi laba kotor)
atau sebaliknya dan PPN = 10% x Harga Pokok Penjualan
penyerahan BKP dan/ atau
JKP antar cabang
8. Penyerahan BKP kepada DPP = Harga Lelang
pedagang perantara atau PPN = 10% x DPP
melalui juru lelang
Pajak Masukan yang dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak untuk menhasilkan
penyerahan kendaraan bermotor bekas, jasa biro perjalanan/wisata, pengiriman paket,
dan jasa anjak piutang tidak dapat dikreditkan, karena sudah diperhitungkan dalam
nilai lain
9. Penyerahan jasa Biro DPP = 10% x Jumlah tagihan atau jumlah yang
Perjalanan/Wisata seharusnya ditagih
10. Penyerahan Jasa Pengiriman PPN = 1% x DPP
Paket
11. Penyerahan Kendaraan
bermotor bekas
12. Penyerahan Jasa Anjak DPP = 5% x Jumlah seluruh imbalan
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM iii

Piutang PPN = 0,5% x Junlah seluruh imbalan

3. Faktur Pajak
Faktur Pajak merupakan bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan
penyerahan BKP atau penyerahan JKP, atau bukti pungutan pajak karena impor BKP. Jenis
Faktur Pajak yang digunakan adalah faktur pajak standar.
Faktur Pajak Standar adalah Faktur Pajak yang bentuk dan isinya telah ditetapkan oleh
peraturan perundang-undangan. Dalam faktur pajak standar, terdapat sejumlah keterangan
yang wajib ada. Ketentuan mengenai keterangan penting ini diatur oleh pasal 1 ayat 3
peraturan direktur jenderal pajak nomor per-159/pj/2006 tentang saat pembuatan, bentuk,
ukuran, penggandaan, tata cara penyampaian, dan tata cara pembetulan faktur pajak standar. 
Biasanya, faktur pajak standar dibuat paling sedikit sebanyak dua rangkap. Lembaran
pertama diperuntukan bagi penerima bkp/jkp sebagai bukti pajak masukan. Sedangkan,
lembaran kedua diperuntukan bagi pkp yang menerbitkan faktur pajak standar sebagai bukti
adanya pajak keluaran.

Format Kode dan Penomoran Faktur Pajak

Menurut peraturan yang berlaku yakni PER – 159/PJ./2006, Format kode Faktur Pajak Standar
terdiri dari 16 (enam belas) digit yaitu :

1. 2 (dua) digit pertama adalah Kode Transaksi


2. 1 (satu) digit berikutnya adalah Kode Status
3. 3 (tiga) digit berikutnya adalah Kode Cabang
4. 2 (dua) digit berikutnya adalah Kode Tahun
5. 8 (delapan) digit berikutnya adalah Nomor Seri Faktur Pajak

Contoh penulisan lengkap format kode faktur pajak yaitu ‘010.000-11.000001’,


1. Kode Transaksi
Kode transaksi yang dimaksud dalam Format Kode Faktur Pajak sesuai PER – 159/PJ./2006
adalah sebagai berikut :

 01 – Untuk ‘Penyerahan kepada selain Pemungut PPN’


 02 – Untuk ‘Penyerahan kepada Pemungut PPN Bendaharawan Pemerintah’
 03 – Untuk ‘Penyerahan kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendaharawan
Pemerintah)’
 04 – Untuk ‘Penyerahan yang menggunakan DPP Nilai Lain kepada selain Pemungut
PPN’
Yang dimaksud DPP dengan Nilai Lain adalah sebagaimana yng dimaksud dalam Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 567/KMK.04/2000 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan
Pajak sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
251/KMK.03/2002.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM iv

 05 – Untuk ‘Penyerahan yang Pajak Masukannya diDeemed kepada selain Pemungut


PPN’
 06 – Untuk ‘Penyerahan Lainnya kepada selain Pemungut PPN’
 07 – Untuk ‘Penyerahan yang PPN atau PPN dan PPn BM-nya Tidak Dipungut kepada
selain Pemungut PPN’
 08 – Untuk ‘Penyerahan yang Dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN dan PPn BM
kepada selain Pemungut PPN’
 09 – Untuk ‘Penyerahan Aktiva Pasal 16D kepada selain Pemungut PPN’

2. Kode Status
Kode status dari faktur pajak yang dimaksud yakni :
 0 (nol) – Untuk status faktur pajak ‘Normal’
 1(satu) – Untuk status faktur pajak ‘Pergantian’

3. Kode Cabang

Penentuan kode cabang sebanyak 3 (tiga) digit untuk faktur pajak dibuat mengikuti aturan
berikut :

a. Dapat diurutkan menurut cara yang Anda anggap paling mudah, namun untuk
penambahan Kode Cabang baru setelah berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini
Pengusaha Kena Pajak dapat mengurutkan Kode Cabang berdasarkan tanggal pengukuhan
masing-masing Kantor Cabang.
b. Kode Cabang pada Kode Faktur Pajak Standar ditentukan sendiri secara berurutan, yaitu
diisi dengan kode ‘000’ untuk Kantor Pusat dan dimulai dari kode ‘001’ untuk Kantor
Cabang.
c. Kode Cabang dapat ditambah dan/atau dihentikan penggunaannya karena adanya
penambahan dan/atau pengurangan Cabang sesuai dengan perkembangan usaha.
d. Peruntukan Kode Cabang tidak boleh berubah, dan Kode Cabang yang sudah dihentikan
penggunaannya tidak boleh digunakan kembali

4. Kode Tahun

Kode Tahun yang digunakan pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar ditulis dengan
mencatumkan dua digit terakhir dari tahun diterbitkannya Faktur Pajak Standar, contohnya
tahun 2007 ditulis ’07’.

5. Nomor Seri Faktur Pajak

Nomor seri Faktur Pajak Standar dimulai dari Nomor Urut 1 (ditulis 6 (enam digit) atau
‘000001’) pada setiap awal tahun takwim, yaitu mulai Masa Pajak Januari dan secara berurutan,
naun bagi Pengusaha Kena Pajak yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM v

Pajak Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan. Bagi Pengusaha Kena Pajak yang memiliki cabang,
maka Nomor Urut 1 (satu) dimulai pada setiap awal tahun takwim Masa Pajak Januari pada
masing-masing Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabangnya, kecuali bagi Kantor Cabang yang
baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan.

Maka sesuai contoh penulisan lengkap format kode faktur pajak yaitu ‘010.000-11.000001′
mengandung makna Kode Transaksi ’01’ untuk Penyerahan kepada selin Pemungut PPN,
kemudian Kode Status ‘0’ untuk faktur pajak ‘Normal’, kemudian Kode Cabang ‘000’ untuk
Pusat, diikuti dengan Kode Tahun ’11’ untuk Tahun 2011, dan terakhir Nomor Seri Faktur
Pajak urutan pertama yakni ‘000001’.

Contoh Faktur Pajak Standar:


PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM vi

PT. Demo
Jakarta Pusat

12.345.678.8-910.000
Sabtu, 30 Desember 1998

CV. Jaya Komputer


Jakarta Timur

12.345.678.9-911.000

Jakarta, 15 Januari 2019

D
Permana
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM vii

Namun sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan yaitu 32/PMK.05/2014 tentang Sistem
Penerimaan Negara secara Elektronik, maka pembuatan faktur pajak dilakukan secara elekronik
dan nomor seri faktur dikeluarkan langsung oleh Kantor Pelayanan Pajak. Nomor seri dapat
diperoleh oleh Pengusaha Kena Pajak melalui permohonan secara online pada aplikasi
pengajuan nomor seri faktur pajak. Permohonan hanya dapat dilakukan jika PKP sudah
melakukan registrasi online dan memperoleh sertifikat elektronik.

4. Menghitung PPN
PPN merupakan pajak yang dikenakan atas pertambahan nilai (value added) barang dan jasa
yang dihasilkan oleh PKP, yang besarnya adalah tariff dikalikan dengan nilai tambah.

Pajak Keluaran
Merupakan PPN tertang yang wajib dipungut oleh PKP yang melakukan peyerahan BKP,
penyerahanJKP atau ekspor BKP.

Pajak Masukan
PPN yang dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan/atau penerimaan JKP dan/atau
pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan/atau pemanfaatan JKP dari
luar Daerah Pabean dan/atau impor BKP.

PPN kurang (lebih) setor


Merupakan selisih pajak masukan dengan pajak keluaran akibat adanya mekanisme kredit
pajak.

PPN kurang (lebih) setor = PPN keluaran – PPN masukan

Contoh 1:
a. PKP A menjual BKP dengan harga jual sebesar RP. 25.000.000,-
b. PKP A membeli BKP dengan harga beli sebesar Rp. 10.000.000,-
Hitunglah PPN kurang (lebih) setor untuk PKP A!
Jawab:
a. Terutang PPN 10% x Rp. 25.000.000,- = Rp. 2.500.000,- (Pajak Keluaran)
b. Terutang PPN 10% x Rp. 10.000.000,- = Rp. 1.000.000,- (Pajak Masukan)
Maka :
PPN kurang (lebih) setor = PPN keluaran – PPN masukan
= Rp. 2.500.000,- – Rp. 1.000.000,-
= Rp. 1.500.000,-
Dengan demikian PKP A, harus menyetor PPN sebesar Rp. 1.500.000,-

Contoh 2:
a. PKP B mengimpor BKP dari luar Daerah Pabean dengan nilai Rp. 15.000.000.
b. PKP B juga melakukan penyerahan BKP seniali Rp.4.800.000,- depada Yayasan Sayap
Ibu sebagai bantuan Cuma-Cuma . Nilai penyerahan tersebut termasuk laba kotor 20%.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM viii

Hitunglah PPN kurang (lebih) setor untuk PKP B!


Jawab:
a. Dipungut oleh Dirjen Bea dan Cukai : 10% x Rp. 15.000.000,- = Rp. 1.500.000,- (PPN
masukan)
b. PPN terutang adalah:
Harga Jual Rp. 4.800.000,-
Laba kotor : 20/120 x Rp. 4.800.000 (Rp. 800.000,-)
DPP Rp. 4.000.000,-
PPN = 10% x Rp. 4.000.000,- = Rp. 400.000,- (Pajak Keluaran)

Maka :
PPN kurang (lebih) setor = PPN keluaran – PPN masukan
= Rp. 400.000,- – Rp. 1.500.000,-
=( Rp. 1.100.000,-)

Dengan demikian PKP B, mengalami kelebihan setor sebesar Rp. 1.100.000,- yang akan
dikompensasikan untuk tahun pajak berikutnya.

5. Soal Latihan
Kasus 1
Analisalah transaksi-transaksi berikut yang dikenakan PPN! Hitunglah besarnya PPN kurang
(lebih) setor!

Tuan Sakti adalah seorang pengusaha pembuat sepatu dan tas. Ia dikukuhkan sebagai
Pengusaha Kena Pajak pada tanggal 11 Agustus 2000 dengan kode faktur pajak TRISA. Alamat
usaha Tuan Sakti adalah Jl. Garogol No. 1 Jakarta. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Tuan
Sakti adalah 06.789.101.1-052.000. Berikut ini adalah transaksi usaha Tuan Sakti selama bulan
Januari 2009 :

PENJUALAN
TANGGAL URAIAN TRANSAKSI
2 Januari 2009 Tuan Sakti membagikan hadiah sepatu produknya kepada keponakan-
keponakannya sebagai hadiah tahun baru dengan harga jual Rp.
11.500.000. (laba kotor 15%)
3 Januari 2009 diterima pembayaran dari PT. PAPIPU atas sejumlah sepatu yang
diserahkan pada tanggal 11 November 2008 seharga Rp. 20.000.000
dan untuk penyerahan yang dilakukan tanggal 1 Desember 2008
seharga Rp. 40.000.000,00. Pada saat penyerahan Faktur Pajak belum
dibuat.

4 Januari 2009 diterima pembayaran dari Bendaharawan Dep. Keuangan sejumlah


Rp. 10.000.000,00 atas penyerahan sepatu untuk karyawan. Surat
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM ix

tagihan dimasukkan tanggal 17 Desember 2008, SSP telah diterima.

6 Januari 2009 Diekspor sejumlah sepatu United Inc, Jepang dengan Nilai Ekspor
USD 13.500,00

8 Januari 2009 Diterima pembayaran dari PT. ABUABU sebesar Rp. 75.000.000,00
atas penyerahan sejumlah sepatu yang dilakukan tanggal 21 Desember
2008 yang pada waktu itu Faktur Pajaknya belum dibuat.

10 Januari 2009 Diserahkan secara konsinyasi sejumlah sepatu dan tas kepada PT.
MATAHARI dengan nilai Rp. 60.000.000.

12 Januari 2009 Dilakukan ekspor sejumlah tas ke Ginseng Pty. Ltd Korea seharga
USD 27.000,00

14 Januari 2009 Diterima kembali sejumlah sepatu dan Nota Retur tertanggal 14
Januari 2009 dari PT PAPIPU seharga Rp. 40.000.000,00 atas
penyerahan yang dilakukan tanggal 19 Agustus 2008.

16 Januari 2009 Diterima pembayaran dari PT. ASTAGA sebesar Rp. 100.000.000,00
atas penyerahan mesin pabrik yang dilakukan pada tanggal 2 Januari
2009. Mesin ini dibeli pada tanggal 2 Mei 2000 dengan harga Rp.
250.000.000,00
18 Januari 2009 Diterima pembayaran dari BENDAHARAWAN PEMDA DKI
sebesar Rp. 80.000.000,00 untuk penyerahan sejumlah sepatu yang
dilakukan tanggal 11 November 2008. Tagihan pajak dimasukkan
tanggal 12 Desember 2008. Sampai dengan tanggal 20 Februari 2009
SSP nya belum diterima.

PEMBELIAN
3 Januari 2009 Dibayarkan kepada PT. LURUS atas pembelian tali sepatu yang
diterima tanggal 17 Desember 2008 senilai Rp. 100.000.000,00. PT.
LURUS memberikan Faktur Pajak standar pada saat dibayar.
5 Januari 2009 Dibayarkan kepada PT. TREAD atas pembelian suku cadang mesin
pabrik yang diterima tanggal 14 Desember 2008 senilai Rp.
30.000.000,00. Faktur Pajak dari PT. TREAD tertanggal 2 Januari 2009
telah diterima tanggal 14 Desember 2008.
7 Januari 2009 Atas Impor Mesin yang dilakukan tanggal 24 Desember 2008 dengan
Harga Impor (CIF) US$ 500.000 , PPN Impor telah disetor melalui
Bank Mandiri tanggal 24 Desember 2008 tetapi belum dikreditkan di
SPT PPN Masa Pajak Desember 2008. Atas Impor Mesin tersebut
terutang Bea Masuk 20%.
8 Januari 2009 Dibeli tunai sepeda motor untuk anaknya yang baru masuk kuliah
senilai Rp. 20.000.000,00
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM x

9 Januari 2009 Dibeli bahan pewarna secara tunai dari PT. WARNA dengan harga Rp.
10.000.000,00
11 Januari 2009 Tuan Sakti membayar PPN atas pemanfaatan Jasa Konsultasi dari
Muenchen Consulting di Frankfurt, Jerman. Pembayaran Jasa
Konsultasi ini dilakukan tanggal 2 Januari 2009 sejumlah Rp.
21.000.000,00
13 Januari 2009 diimpor dari India sejumlah kulit buaya dengan Nilai Impor US$
75.000. Atas Impor ini terutang Bea Masuk 50%. PPN Impor telah
disetor melalui Bank Mandiri tanggal 2 Januari 2009
15 Januari 2009 Dibeli kotak karton untuk kemasan sepatu dan tas dari PT. PAPER
dengan harga Rp. 50.000.000,00. Faktur Pajak Standar tertanggal 2
Februari 2009 telah diterima dari PT. PAPER.
17 Januari 2009 Dibayar tagihan telepon dari PT. TELKOM sejumlah Rp.
11.000.000,00. Tagihan listrik dari PT. PLN sejumlah Rp.
18.000.000,00 dan tagihan air mineral dari PT. SOSRO senilai Rp.
5.000.000,00.
21 Januari 2009 Mengembalikan bahan pewarna yang dibeli dari PT. WARNA seharga
Rp. 11.000.000,00 pada tanggal 11 Desember 2008. Nota Retur
tertanggal 21 Januari 2009.
23 Januari 2009 Selama bulan Januari 2009 Tuan Sakti mengeluarkan biaya sejumlah
Rp. 190.000.000,00 untuk membangun sendiri gudang seluas 400 m2.
27 Januari 2009 Karyawan yang membeli kacamata diberikan reimbursement senilai Rp.
900.000,00
30 Januari 2009 Dibeli Label Harga dari Indomaret seharga Rp. 1.000.000,00 .
Indomaret tidak memberikan FP Standar, tetapi hanya struk pembelian.

Catatan :
1. Pada SPT PPN Masa Pajak Desember 2018 terdapat Lebih Bayar Rp. 1.200.000,00 yang
dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya.
2. Kurs Pajak Selama Januari 2019 US$ 1 = Rp. 9.019,00
3. Jika SPT PPN Masa Januari 2019 menunjukkan Lebih Bayar, maka dikompensasikan ke
Masa Pajak berikutnya.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xi

BAB 2
PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH (PPnBM)

1. Pendahuluan
Kegiatan yang dikenakan PPN dan PPnBM:
a. Penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh pengusaha
yang menghasilkan BKP yang tergolong mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan
usaha atau pekerjaannya.
b. Impor BKP yang tergolong mewah

BKP yang tergolong mewah:


a. Barang tersebut bukan barang kebutuhan pokok; atau
b. Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu; atau
c. Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat yang berpenghasilan tinggi;
atau apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat serta mengganggu
ketertiban masyarakat, contoh: minuman beralkohol.

2. Tarif PPnBM
Kelompok BKP Tergolong Mewah Selain
Tarif Jenis BKP
Kendaraan Bermotor
10 % a. Kelompok alat rumah tangga, pesawat - Lemari pendingin, pemanas
pendingin, pesawat pemanas, dan pesawat air instan listrik dan bukan
penerima siaran televisi. listrik, mesin cuci, peralatan
elektro termal, dan monitor
b. Kelompok peralatan dan perlengkapan video.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xii

olahraga. - Khusus alat pancing, Nilai


impor atau Harga Jual > Rp.
c. Kelompok mesin pengatur suhu udara. 500.000,-
d. Kelompok alat perekam atau reproduksi - Kapasitas pendingin 1-2 PK
gambar dan oesawat penerima siaran radio
- Aparatus perekam atau
pereproduksi video
(tuner/tidak) dan apparatus
penerima untuk radio yang
nilai impor atau harga jual >
Rp. 1.000.000,-
a. Kelompok alat rumah tangga, lemari - Alat rumah tangga tanpa
pendingin, pesawat pemanas. listrik dari besi/baja, jenis
nonportable (ex: peralatan
masak dan piring pemanas,
dan peralatan lainnya dengan
bahan bakar gas) dan lemari
b. Kelompok hunian mewah. pendingin.
- Rumah, luas 400m2 harga jual
> Rp.3.000.000,- dan
2
apartemen, luas 150 m harga
c. Kelompok penerima siaran televise dan jual > Rp. 4.000.000,-
antenna serta reflector antenna. - Aparatus penerima untuk
20% televise dan monitor video
berwarna > 43 Inchi,
proyektor video, antenna dan
reflector untuk jasa
komunikasi dan radio atau
d. Kelompok mesin pengatur suhu udara, televisi yg nilai impor atau
mesin cuci piring, pengering, harga jual > Rp. 500.000,-
elektromagnetik dan instrument music. - Khusus pengatur suhu udara >
e. Kelompok wangi-wangian. 2-3 PK, dan mesin pengering
dengan kapasitas < 10 Kg.
- Wewangian dengan nilai
impor atau harga jual >Rp.
2.000,-
a. Kelompok kapal atau kendaraan air - Perahu layar, sampan dan
lainnya -kano, dll
30 %
b. Kelompok peralatan dan perlengkapan - Perlengkapan golf, menyelam,
olahraga. dan ski air.
a. Kelompok minuman yang mengandung - Bir, Anggur < 26%,
40 % alcohol. Vermouth, dan minuman
fermentasi lainnya dengan
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xiii

kadar tertentu.
b. Kelompok barang yang terbuat dari kulit - Saddlery dan harness, Tas
dan kulit tiruan. perempuan, kopor, pakaian
dan aksesori pakaian, baik
kulit samak maupun berbulu
c. Kelompok permadani yang terbuat dari - Karpet dan penutup lantai dari
sutra atau wool tekstil, rajutan, dan jadi.
d. Kelompok barang kaca dari Kristal timbal - Gelas, piring, toples dan
untuk riasan dan dekorasi. barang kaca lainnya.
e. Kelompok barang yang terbuat dari logam - Arloji, jam, dan barang dari
mulia atau dilapisi logam mulia atau logam lainnya.
campuran daripadanya.
f. Kelompok kapal atau kendaraan air
lainnya - Perahu motor dan perahu
g. Kelompok balon udara dengan dan tanpa motor tempel.
penggerak - Pesawat layang dan gantung.
h. Kelompok peluru senjata api dan senjata - Peluru pengokot, senapan, dan
api lainnya, kecuali keperluan Negara. lain-lain.
i. Kelompok jenis alas kaki
- Alas kaki tahan air dan alas
kaki lainnya yang terbuat dari
karet, plastic, kulit, dll yang
nilainya > Rp. 1.000.000,-
j. Kelompok perabot rumah tangga dan - Tempat duduk, tempat tidur,
kantor. kasur, lampu, dll dengan nilai
tertentu.
k. Kelompok barang yang terbuat dari - Bak cuci, wastafel, patung,
porselin, tanah lepung cina, atau keramik. dan ornamen keramik lainnya
yang nilainya > Rp.
l. Kelompok barang yang terbuat dari batu 1.000.000,-
selain batu jalan atau batu tepi jalan. - Ubin, batu monument,
marmer, dll, yang nilainya >
Rp. 300.000,- per m2.

a. Kelompok permadani yang terbuat dari - Karpet dan penutup lantai


bulu hewan halus tekstil lainnya.
b. Kelompok pesawat udara kecuali untuk - Helikopter dan pesawat udara
keperluan Negara. lainnya dengan kapasitas
50 %
muatan tertentu.
c. Kelompok peralatan dan perlengkapan - Tongkat golf baik lengkap
olah raga. maupun tidak.
d. Kelompok senjata api dan senjata api - Senjata artileri, revolver dan
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xiv

lainnya. pistol, senjata api lainnya


dengan bahan peledak.
a. Kelompok minuman yang mengandung - Anggur > 26%, etil alcohol,
alcohol. wiski, vodka, rum, dll, dengan
kadar tertentu.
b. Kelompok barang yang terbuat dari baru - Mutiara alam atau budidaya,
mulia dan/atau mutiara atau campuran intan, batu mulia dan batu
75 % daripadanya. semimulia, baranga dari
mutiara atau budidaya
mutiara.
c. Kelompok kapal pesiar mewah, kecuali - Kapal pesiar, kapal ekskursi,
untuk keperluan Negara atau angkutan kapal feri dari semua jenis,
umum. dan Yacht.
BKP Tergolong Mewah untuk
Tarif Keterangan
Kendaraan Bermotor
a. Kelompok kendaraan bermotor untuk - Motor bahan bakar cetus api
pengangukan 10 s/d 15 orang. atau nyala kompresi
(diesel/semidiesel), dengan
10 %
b. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan semua kapasitas isi silinder.
< 10 orang selain sedan dan station - Sistem 1 gandar penggerak
wagon. (4x2), kapasitas 1500 cc.
- Sistem 1 gandar penggerak
a. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan (4x2), kapasitas 2500 cc.
< 10 orang selain sedan dan station
20 % wagon. - Sistem 1 gandar penggerak
b. Kendaraan bermotor kabin ganda dengan (4x2), 2 gandar penggerak
jumlah penumpang lebih dari 3 orang. (4x4), semua kapasitas, massa
total < 5 (lima) ton.
Kendaraan bermotor untuk pengangkutan - Kapasitas 1500 cc
30 % < 10 orang sejenis sedan dan station - Sistem 2 gandar penggerak
wagon. (4x4)
- Sistem 1 gandar penggerak,
kapasitas > 2500 cc s/d 3000
cc.
Kendaraan bermotor untuk pengangkutan
- Sistem 2 gandar penggerak,
40 % < 10 orang sejenis sedan dan station
kapasitas > 1500 cc s/d 3000
wagon atau selainnya.
cc.
- Sistem 2 gandar penggerak,
kapasitas > 1500 s/d 2500 cc
Semua jenis kendaraan khusus yang -
50 %
dibuat untuk golf.
a. Kendaraan bermotor roda dua - Kapasitas 250 s/d 500 cc
60 % b. Kendaraan khusus yang dibuat untuk
perjalanan di atas salju, di pantai, di
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xv

gunung, dan kendaraan lain semacamnya.


- System 1 dan 2 gandar
a. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan penggerak , kapasitas > 3000
< 10 orang termasuk sedan dan station cc.
wagon, motor bakar cetus api.
b. Kendaraan bermotor untuk pengangkutan - System 1 dan 2 gandar
75 % < 10 orang termasuk sedan dan station penggerak, kapasitas > 2500
wagon, motor bakar nyala kompresi. cc
c. Kendaraan bermotor roda dua
d. Trailer dan semitrailer dari tipe caravan - Kapasitas > 500 cc
untuk perumahan atau kemah.

Tarif PPnBM ditetapkan 0% (nol persen) atas ekspor BKP yang tergolong mewah.

3. Menghitung PPnBM
Pajak penjualan atas Barang Mewah dihitung sebesar tariff PPnBM dikalikan dengan DPP
berupa harga jual, nilai impor, nilai pengganti, nilai ekspor atau nilai lain yang ditetapkan oleh
Menteri Keuangan.

PPnBM yang terutang = Tarif PPnBM x DPP


Jika dalam satu harga terdiri atas PPN dan PPnBM maka:

PPnBM Tarif PPnBM


yang terutang= X DPP
(110+ Tarif PPnBM)

Contoh 1:
PKP Z membeli sebuah BKP Rp. 140.000.000,- dengan tarif PPnBM adalah 30% tidak
termasuk PPN. Hitunglah besarnya PPnBM terutang!
Jawab:
PPnBM yang terutang = Tarif PPnBM x DPP
= 30 % x Rp. 140.000.000,-
= Rp. 42.000.000,-
Maka, PKP Z harus membayar PPnBM terutangnya sebesar Rp. 42.000.000,-

Contoh 2:
PKP M menjual BKP yang dihasilkannya kepada PKP PT. XYZ dengan harga jual BKP
sebesar Rp. 400.000.000,- termasuk PPN dan PPnBM dengan tariff 30%. Hitunglah besarnya
PPN dan PPnBM yang terutang?
Jawab:
PPnBM Tarif PPnBM
yang terutang= X DPP
(110+ Tarif PPnBM)

PPnBM 30
yang terutang= X 400.000.000
( 110 +30)
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xvi

= Rp. 85.714.285,-

PPN 10
yang terutang= X 400.000.000
( 110+30 )

= Rp. 28.571.428,-
Maka total pajak yang harus dibayarkan PKP M adalah : Rp. 114.285.713,-

Contoh 3:
PT. Yulanda melakukan iimpor Air Conditioner (AC)sebanyak 2000 unit dari Jepang dengan
harga impor (CIF) US$ 500.00 per unit, atas impor AC terutang Bea masuk 50%. Kurs
berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Rp. 7.000,- per US$ 1.00. Selanjutnya AC tersebut
dijual kepada distribusi PT. Segar dengan harga Rp. 4.000.000,- per unit AC. Hitunglah:
a. PPN dan PPnBM yang terutang?
b. Berapa total impor yang harus dibayar oleh importir?
c. Besarnya jumlah pembayaran yang harus dibayar PT. Segar?
Jawab:
a. Harga impor (CIF) = 2.000 x $ 500.00 x Rp. 7.000,- = Rp. 7.000.000.000,-
Bea Masuk 50% x Rp. Rp. 7.000.000.000,- = Rp. 3.500.000.000,-
Nilai Impor Rp. 10.500.000.000,-
PPN terutang 10% x Rp. 10.500.000.000,- = Rp. 1.050.000.000,-
PPnBM 20% x Rp. 10.500.000.000,- = Rp. 2.100.000.000,-
b. Maka jumlah yang harus dibayar = Rp. 13.650.000.000,-

c. Harga per unit AC = Rp. 4.000.000,-


Mengeliminasi PPnBM per unit 1/2000 x 2.100.000.000,- = (Rp. 1.050.000,-)
Dasar Pengenaan PPN = Rp. 2.950.000,-
PPN terutang 10% x Rp. 2.950.000,- = Rp. 295.000,-
Jumlah yang harus dibayar PT. Segar
Rp. 4.000.000,- + Rp. 295.000,- = Rp. 4.295.000,-
4. Soal Latihan
Kasus 2
Selesaikanlah kasus berikut!
Berdasarkan data-data pada kasus 1, berikut transaksi yang terjadi pada bulan Februari:
PENJUALAN
05 Februari 2009 Menjual tas kulit wanita sebanyak 250 buah ke PT. PASARIBU
seharga Rp. 700.000,- per buah.
10 Februari 2009 Menjual 100 unit tas kopor eksekutif ke PT. TANDIKA Travel
seharga Rp. 1.500.000,- per unit.
15 Februari 2009 Mengekspor 1000 buah sepatu kulit dengan harga Rp. 600.000,- per
buah.
20 Februari 2009 Menjual 50 buah sepatu pesanan khusus untuk olahraga ke PT.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xvii

Semen Padang, Tbk dengan harga Rp. 1.200.000,- per buah.


25 Februari 2009 Menjual 500 buah tas tangan wanita terbuat dari kulit tiruan dengan
harga Rp. 400.000,- per buah ke PT. KENCANA MODE.

PEMBELIAN
08 Februari 2009 Membeli sepatu setengah jadi yang terbuat dari bahan kulit sebanyak
1000 buah untuk diproses lebih lanjut seharga Rp. 500.000,- dari PT.
USAHA JAYA
17 Februari 2009 Mengimpor kendaraan dua kabin 2 unit untuk operasional perusahaan
seharga @ Rp. 250.000.000,-
29 Februari 2009 Mengimpor aksesoris dari kulit untuk kebutuhan produksi sebanyak
2000 buah seharga @ Rp. 300.000,-

Hitunglah:
a. PPN dan PPnBM yang terutang untuk setiap transaksi!
b. Jika :
- PT. PASARIBU menjual kembali produk tersebut kepada konsumen dengan harapan
keuntungan sebesar 15%, berapa harga sepatu per buah yang harus dibayar konsumen?

BAB 3
KASUS DAN KERTAS KERJA

KASUS 3
PT. BUMI AYU adalah sebuah perusahaan kontraktor yang didirikan pada tanggal 1 Januari
2001 berdasarkan akte nomor 90 dari Raynita Harviana, notaris di Kota Banda Aceh. Akte
tersebut telah di daftar kan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Aceh pada tanggal 20 Januari
2004 dengan nomor: 097/SG/I/04/PT. PT Bumi Ayu didirikan oleh 3 orang yang merupakan
pemegang saham, dan setelah 1 tahun berjalan muncullah 2 orang pemegang saham sehingga
menjadi 5 orang. PT Bumi Ayu beralamat Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh. NPWP PT Bumi
Ayu adalah 01.464.284.7.541.000. PT Bumi Ayu telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena
Pajak pada tanggal 25 Januari 2004 dengan nomor PKP 01.464.284.7.541.000.

Selain usaha kontraktor PT Bumi Ayu pada tahun 2009 membuka usaha perdagangan kawat
ikat. Persediaan Awal Kawat Besi adalah 1500kg @ Rp. 17.400,- . Untuk setiap pembelian
kawat ikat selama Januari 2009 perusahaan membayar PPN 10% dan menerima faktur pajak
standar. Penjualan Kawat Ikat selama Januari 2009. Semua pembelian dan penjualan di lakukan
secara kredit.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xviii

PENJUALAN
  PT BUMI AYU           No. 0001    
  Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh Tgl. 07-Jan-09
FAKTUR
  NPWP : 01.464.284.7.541.000  
  PKP : 01.464.284.7.541.000  
   
DIJUAL
  KEPADA  
  Nama : PT. KITA  
Alamat : Jl. Daud Beureueh
  No.7. Banda Aceh  
  NPWP : 01.234.567.8.910.000  
  NP-PKP : 01.234.567.8.910.000  
     
  harga
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
   

  1 Kawat Ikat 2200 kg 18.250   40.150.000


           
                   
  PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       4.015.000
  Dikurangi Uang Muka yang telah diterima      
  Jumlah               44.165.000

  Banda Aceh, 07-Jan-09


  PT BUMI AYU  
  PT BUMI AYU           No. 0002    
  Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh Tgl. 12-Jan-09 
   
FAKTUR
  NPWP : 01.464.284.7.541.000  
  PKP : 01.464.284.7.541.000  
  DIJUAL KEPADA  
  Nama : PT. XYZ  
Alamat Jl. Medan-
  : Banda Aceh  
  NPWP : 01.222.333.4.555.000  
  NP-PKP : 01.222.333.4.555.000  
     
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xix

  harga
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
   

  1 Kawat Ikat 2100 kg 18.200   38.220.000


           
                   
  PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       3.822.000
  Dikurangi Uang Muka yang telah diterima      
  Jumlah               42.042.000
     
  Banda Aceh, 12-Jan-09  
PT BUMI
  AYU  
PT BUMI AYU           No. 0003    
Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh Tgl. 16-Jan-09  
NPWP : 01.464.284.7.541.000  
PKP : 01.464.284.7.541.000  
 
DIJUAL KEPADA  
PT.
Nama : ABC  
Alamat : Jl. Lampriet. No. 6 Banda Aceh  
NPWP : 02.345.654.03.432.000  
NP-
PKP : 02.345.654.03.432.000  
   
harga
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
 

1 Kawat Ikat 2150 Kg 18.300   39.345.000


         
                 
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       3.934.500
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima      
Jumlah               43.279.500
Banda Aceh, 16-Jan-09  
PT BUMI AYU  

  PT BUMI AYU           No. 0004    


  Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh Tgl. 21-Jan-09  
FAKTUR
  NPWP : 01.464.284.7.541.000  
  PKP : 01.464.284.7.541.000  
   
  DIJUAL KEPADA  
PT.
  Nama : DFG  
  Alamat : Jl. Ketapang-Mata Ie  
  NPWP : 03.456.765.8.987.000  
NP-
  PKP : 03.456.765.8.987.000  
     
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xx

  harga
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
   

  1 Kawat Ikat 2250 Kg 18.300   41.175.000


           
                   
  PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       4.117.500
  Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        
  Jumlah               45.292.500
  Banda Aceh, 21-Jan-09  
              PT BUMI AYU      

  PT BUMI AYU           No. 0005    


  Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh Tgl. 25-Jan-09  
FAKTUR
  NPWP : 01.464.284.7.541.000  
  PKP : 01.464.284.7.541.000  
   
  DIJUAL KEPADA  
PT.
  Nama : KMU  
  Alamat : Jl. T. Umar no. 108. Banda Aceh  
  NPWP : 04.476.789.5.468.000  
NP-
  PKP : 04.476.789.5.468.000  
     
  harga
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
   

  1 Kawat Ikat 2300 Kg 18.400   42.320.000


           
                   
  PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       4.232.000
Dikurangi Uang Muka yang telah
  diterima        
  Jumlah               46.552.000
     
  Banda Aceh, 25-Jan-09  
PT BUMI
              AYU      
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxi

PEMBELIAN
Nomor Seri :
No. Faktur Penjualan/   FAKTUR PAJAK   ABCDE  
Kontrak/Order : F.131   STANDAR     00001  
   
PENGUKUHAN KENA
PAJAK  
   
PT. Wijaya
Nama : Karya  
Alamat : Jl. Samudra no.35 Lhokseumawe  
N.P.W.P : 01.523.289.7.610.000  
01.523.289.7.610.000 / Tanggal :
No. Pengukuhan PKP : 10.01.97  
Tanggal Penyerahan : 04-Jan-09  
                     
   
PEMBELI BKP/PENERIMA
BKP  
   
Nama : PT BUMI AYU  
Alamat : Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh  
N.P.W.P : 01.464.284.7.541.000  
   
Harga Jual/Penggantian
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
Uang Muka/Termin
35.0
1 Kawat Ikat 2000 kg 17.500   00.000
         
                 
35.0
Jumlah Hargan Jual /           00.000
Dikurangi Potongan Harga            
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        
35.0
Dasar Pengenaan Pajak           00.000
3.5
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       00.000
Tarif DPP PPnBM  
.........% Rp......... Rp......... Lhokseumawe, 4 Januari 2009  
.........% Rp......... Rp.........  
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxii

.........% Rp......... Rp.........  


    Rp......... PT. WIJAYA KARYA  
                     

No. Faktur Penjualan/   FAKTUR PAJAK   Nomor Seri : ABCDE  


Kontrak/Order : F.131   STANDAR     00010  
   
PENGUKUHAN KENA
PAJAK  
   
Nama : PT. Rusda  
Alamat : Jl. Malem Diwa No 7 Meulaboh  
N.P.W.P : 01.543.987.8.100.000  
No. Pengukuhan PKP : 01.543.987.8.100.000 / Tanggal : 10.01.97  
Tanggal Penyerahan : 06-Jan-09  
                     
   
PEMBELI BKP/PENERIMA
BKP  
   
Nama : PT BUMI AYU  
Alamat : Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh  
N.P.W.P : 01.464.284.7.541.000  
   
Harga Jual/Penggantian
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
Uang Muka/Termin
40.135.00
1 Kawat Ikat 2300 kg 17.450 0
         
                 
40.135.00
Jumlah Hargan Jual /           0
Dikurangi Potongan Harga            
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        
40.135.00
Dasar Pengenaan Pajak           0
4.013.50
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       0
Tarif DPP PPnBM  
.........% Rp......... Rp......... Meulaboh, 06-Jan-09  
.........% Rp......... Rp.........  
.........% Rp......... Rp.........  
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxiii

PT.
    Rp......... RUSDA  
                     

Nomor Seri :
No. Faktur Penjualan/   FAKTUR PAJAK   ABCDE  
Kontrak/Order : F.131   STANDAR     00015  
   
PENGUKUHAN KENA PAJAK  
   
Nama : PT. Pemuda  
Alamat : Jl. Darusalam no.35 Lhokseumawe  
N.P.W.P : 01.435.675.7.100.000  
No. Pengukuhan PKP : 01.435.675.7.100.000 / Tanggal : 10.01.97  
Tanggal Penyerahan : 10-Jan-09  
                     
   
PEMBELI BKP/PENERIMA
BKP  
   
Nama : PT BUMI AYU  
Alamat : Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh  
N.P.W.P : 01.464.284.7.541.000  
   
Harga Jual/Penggantian
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
Uang Muka/Termin
38.50
1 Kawat Ikat 2200 kg 17.500   0.000
         
                 
38.50
Jumlah Hargan Jual /           0.000
Dikurangi Potongan Harga            
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        
38.50
Dasar Pengenaan Pajak           0.000
3.85
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       0.000
Tarif DPP PPnBM  
.........% Rp......... Rp......... Lhokseumawe, 10 Januari 2009
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxiv

.........% Rp......... Rp.........  


.........% Rp......... Rp.........  
    Rp......... PT. PEMUDA  
                     

Nomor Seri :
No. Faktur Penjualan/   FAKTUR PAJAK   ABCDE  
Kontrak/Order : F.131   STANDAR     00026  
   
PENGUKUHAN KENA
PAJAK  
   
Nama : PT. Waskita Karya  
Alamat : Jl. Singgah Mata No 135. Meulaboh  
N.P.W.P : 02.546.567.8.100.000  
No. Pengukuhan PKP : 02.546.567.8.100.000  
Tanggal Penyerahan : 15-Jan-09  
                     
   
PEMBELI BKP/PENERIMA
BKP  
   
Nama : PT BUMI AYU  
Alamat : Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh  
N.P.W.P : 01.464.284.7.541.000  
   
Harga Jual/Penggantian
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
Uang Muka/Termin
36.5
1 Kawat Ikat 2100 kg 17.400   40.000
         
                 
36.5
Jumlah Hargan Jual /           40.000
Dikurangi Potongan Harga            
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        
36.5
Dasar Pengenaan Pajak           40.000
3.6
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       54.000
Tarif DPP PPnBM  
.........% Rp......... Rp......... Meulaboh, 15 januari 2009  
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxv

.........% Rp......... Rp.........  


.........% Rp......... Rp.........  
    Rp......... PT.WASKITA KARYA  
                     

Nomor Seri :
No. Faktur Penjualan/   FAKTUR PAJAK   ABCDE  
Kontrak/Order : F.131   STANDAR     00100  
   
PENGUKUHAN KENA
PAJAK  
   
PT MITRA
Nama : PERSADA  
Alamat : Jl. Iskandar Muda No 10 Lhokseumawe  
N.P.W.P : 03.654.673.9.100.000  
No. Pengukuhan PKP : 03.654.673.9.100.000  
Tanggal Penyerahan : 19-Jan-09  
                     
   
PEMBELI BKP/PENERIMA
BKP  
   
Nama : PT BUMI AYU  
Alamat : Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh  
N.P.W.P : 01.464.284.7.541.000  
   
Harga Jual/Penggantian
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan
Uang Muka/Termin
42.24
1 Kawat Ikat 2400 kg 17.600   0.000
         
                 
42.24
Jumlah Hargan Jual /           0.000
Dikurangi Potongan Harga            
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        
42.24
Dasar Pengenaan Pajak           0.000
4.22
PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       4.000
Tarif DPP PPnBM  
.........% Rp......... Rp......... Lhokseumawe, 22 Januari 2009
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxvi

.........% Rp......... Rp.........  


.........% Rp......... Rp.........  
    Rp......... PT. MITRA PERSADA  
                     

Nomor Seri :
No. Faktur Penjualan/   FAKTUR PAJAK   ABCDE  
Kontrak/Order : F.131   SEDERHANA     00120  
   
PENGUKUHAN KENA
PAJAK  
   
Nama : PT. KANA FAMILY  
Alamat : Jl. Simpang Empat No 110 Meulaboh  
N.P.W.P : 01.423.435.8.100.000  
No. Pengukuhan PKP : 01.423.435.8.100.000  
Tanggal Penyerahan : 22-Jan-09  
                     
   
PEMBELI BKP/PENERIMA
BKP  
   
Nama : PT BUMI AYU  
Alamat : Jl. T Nyak Arif No. 5 Banda Aceh  
N.P.W.P : 01.464.284.7.541.000  
   
Harga
No Nama BKP/JKP Kwantum Harga Satuan Jual/Penggantian
Uang Muka/Termin

1 Kawat Ikat 2500 kg 17.500   43.750.000


         
                 

Jumlah Hargan Jual /           43.750.000


Dikurangi Potongan Harga            
Dikurangi Uang Muka yang telah diterima        

Dasar Pengenaan Pajak           43.750.000

PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak       4.375.000


Tarif DPP PPnBM  
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxvii

.........% Rp......... Rp......... Meulaboh, 25 Januari 2009  


.........% Rp......... Rp.........  
.........% Rp......... Rp.........  
    Rp.........  
                     

Buatlah surat pemberitahuan masa pajak PPN untuk bulan Februari 2009:
a. Hitunglah PPN yang harus di bayar oleh PT BUMI AYU
b. Isilah formulir faktur PPN keluaran penjualan kawat ikat
c. Isilah formulir SPT masa PPN dan SSP yang diperlukan

KASUS 4
PT. Garuda merupakan perusahaan yang memproduksi alat-alat olah raga yang beredudukan di
Jalan Khayangan No. 9, Bandung. Perusahaan didirikan pada tahun 2005. Selain sebagai
produsen alat olah raga, perusahaan juga mengimpor peralatan dan perlengkapan olah raga
untuk langsung dijual di dalam negeri. NPWP 01.113.333.4.541.000. Peralatan dan
perlengkapan olah raga yang dihasilkan oleh PT. Garuda dikelompokkan sebagai Barang Kena
Pajak tergolong mewah selain Kendaraan bermotor dengan tariff 30%. Transaksi selama bulan
Januari 2009 adalah sebagai berikut:
Penjualan (Penyerahan BKP)
4 Januari Diekspor sejumlah alat olahraga ke Brunei Darussalam dengan
nilai ekspor Rp. 250.000.000,-
6 Januari Diterima pemabyaran dari PT. Karawang (NPWP
02.034.321.5.061.000) atas produk yang diserahkan pada
tanggal 20 Desember 2008 seharga Rp. 50.000.000,- Faktur
Pajak Standar No. 010.000.07.00001191
10 Januari Diekspor sejumlah alat olahraga ke Singapura dengan nilai
ekspor Rp. 350.000.000,-
12 Januari Diserahkan sejumlah alat olahraga seharga Rp. 20.000.000,-
kepada Akademi Palagan. Pembayaran dilakukan secara tunai
sehingga diberikan potongan harga 10%. Atas penyerahan ini
dibuatkan Faktur Pajak Sederhana
15 Januari Diserahkan sejulah alat olahraga seharga Rp. 120.000.000,-
kepada PT. Ananda (02.056.222.4.541.000). Pembayaran akan
diterima 2 bulan mendatang.
17 Januari Diterima pembayaran sebesar Rp. 30.000.000,- (termasuk PPN
dan PPnBM) dari BAPPEDA Bandung (NPWP:
00.035.444.1.542.000) atas penyerahan alat olahraga pada
tanggal 15 November 2008. Surat tagihan dimasukkan tanggal
1 Januari 2009 dengan Faktur Pajak Standar
020.000.07.00001190
20 Januari Diserahkan sejumlah alat olahraga (dalam rangka subkontrak)
seharga Rp. 100.000.000,- kepada PT. Aneka
(NPWP:02.054.431.0.508.000). PT Aneka merupakan
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxviii

perusahaan pengepakan barang untuk diekspor ke luar negeri


yang berada di Kawasan Berikat. Atas penyerahan ini diterima
uang muka sebesar Rp. 60.500.000.000,- dan dibuatkan Faktur
Pajak Standar No. 070.000.07.0000193
21 Januari Diterima pembayaran dari KPKN (00.132.231.5.042.000)
sesuai dengan harga kontrak sebesar Rp. 48.000.000,-
(termasuk PPN dan PPnBM). Surat tagihan dimasukkan tanggal
20 November 2008 dengan No. Faktur Pajak Standar
020.000.007.00001192)
23 Januari Diterima SSP dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yang
merupakan bukti setoran PPN yang dipungut atas pembayaran
Rp. 60.000.000,- yang diterima pada tanggal 10 Desember
2008. Surat tagihan disertai Faktu Pajak dan SSP disampaikan
pada tanggal 14 November 2008.
25 Januari Diterima pembayaran Rp. 100.000.000,- atas penyerahan
sebuah mesin produksi kepada PT. Wahana
(01.121.131.09.234.000) pada tanggal 1 Desember 2008. Mesin
ini dibeli dengan harga Rp. 200.000.000,- pada tanggal 25 Juli
2005. Atas penyerahan ini dibuatkan Faktur Pajak Standar No.
040.000.07.00001194.
27 Januari Diterima kembali sejumlah alat olahraga seharga Rp.
7.000.000,- (tidak termasuk PPN dan PPnBM) dengan Nota
Retur No. NR-07/I/09 tertanggal 26 Januari 2009 dari PT.
Perdana (02.312.345.07.987.000). Retur ini merupakan bagian
dari barang yang diserahkan pada tanggal 20 Desember 2008.
29 Januari Diserahkan kepada Bagian Personalia sejumlah alat olahraga
untuk digunakansebagi pelengkap kegiatan olahraga bersama.
Harga Jual seluruhnya Rp. 10.000.000,- termasuk laba 20%.
Atas penyerahan ini dibuatkan Faktur Pajak Standar No.
040.000.07.00001195
30 Januari Data hasil print out mesin cash register yang ada di bagian
penjualan menunjukkan terdapat penjualan tuani selama
sebulan sebesar Rp. 140.000.000,- (termasuk PPN dan
PPnBM). Identitas pembeli tidak diketahui sehingga digunakan
Faktur Pajak Sederhana.

Pembelian (Perolehan BKP)


5 Januari Dikeluarkan dari pelabuhan Tanjung Priok sejumlah barang
impor (bahan baku untuk membuat perlengkapan danperalatan
olahraga) dari Jepang dengan CIF Rp. 250.000.000,-. Atas
impor ini tertang Bea Masuk 20%. PPN yang tertang telah
dibayar pada tanggal 4 Januari 2007, Nomor PIB JK-0000425
tertanggal 2 Januari 2009
8 Januari Melakukan impor mesin produksi dengan nilai imor Rp.
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxix

180.000.000,-. Mesin produksi ini merupakan barang modal


yang termasuk dalam kelompok BKP bersifat strategis.
10 Januari Dibeli sejumlah bahan baku untuk membuat alat olahraga
seniali Rp. 120.000.000,- (termasuk PPN10%) dari PT.
Yamamoto (02.234.321.04.402.000). Atas penyerahan ini
dibayar uang muka sebesar 50% dari total harga, sisanya
dibayar saru bulan mendatang. Atas pembayaran ini diperolah
Faktur Pajak Standar No. 010.000.07.00006625
20 Januari Telah dikeluarkan dari pelabuhan Tanjung Priok, barang impor
(tdiak ada hubungannya dengan kegiatan usaha) dari Jepang.
PPN dan PPnBM yang ttertang masing-masing sebesar Rp.
6.000.000,- dan Rp. 10.000.000,- telah dibayar pada tanggal 19
Januari 2008 ke Bank Devisa (01.231.425.1.041.000) dengan
no. PIB JK-0000500 tertanggal 19 januari 2008
22 Januari Dibeli sejumlah bahanpembantu senialai Rp. 5.000.000 dari
Toko Dirgahayu dan dibayar pada akhir bulan.
24 Januari Mengirim kembali kepada PT. Sejahtera
(02.231.456.5.345.000) sejumlah bahan baku yang tidak sesuai
denganpesanan senilai Rp. 10.000.000,- dengan Nota Retur No.
NR-01/I/09 tertanggal 23 Januari 2009. Retur ini merupakan
perolehan yang diterima pada tanggal 15 November 2008.
26 Januari Diterima satu unit sedan dan satu unit mobil kijang masing-
masing senilai Rp. 75.000.000,- dan Rp. 100.000.000,- secara
tunai dari PT. Hakim Mobilindo (02.221.198.1.504.000).
Faktur Pajak Standar No. 010.000.007.00009915
31 Januari Dibayar utang kepada Toko Dirgahayu atas pembelian
sejumlah bahan pembantu tertanggal 22 Januari. Atas
pembayaran ini diterima Faktur Pajak Sederhana.

a. Hitunglah PPN dan PPnBM yang terutang!


b. Buatlah Faktur Pajak yang diperlukan!
c. Buatlah SPT Masa Januari dan SSP yang diperlukan!

Kasus 5
PT. Sentosa merupakan perusahaan dealer motor. PT. Sentosa beralamat di jl. T. Daud
beureueh no. 35, Banda Aceh dengan NPWP 01.464.999.7.541.000 telah dikukuhkan sebagai
PKP sejak tanggal 21 Juli 2007. BKP yang diperjualbelikan oleh PT. Sentosa tergolong barang
mewah dengan tarif 60%. Berikut data persediaan yang ada pada tanggal 01 Maret 2010:

Jenis Jumlah unit Harga Beli


Sporty 5 Rp. 25.000.000,-
Tight 4 Rp. 27.500.000,-
Elegant 2 Rp. 30.000.000,-
Funky 3 Rp. 33.500.000,-
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxx

Junggle 6 Rp. 35.000.000,-


Executive 4 Rp. 40.000.000,-

Pencatatan persediaan dilakukan dengan metode FIFO

Berikut Transaksi pembelian selama bulan Maret 2010 :


Jumlah No. Faktur Pajak
Penjual Jenis Harga Beli
Unit Standar
PT. Savana
Sporty 15 Rp. 25.500.000,- 010.002.3.00012
(01.234.456.7.890.000)
PT. Asia Motor
Tight 25 Rp. 28.000.000,- 020.003.4.00012
(02.321.123.8.234.000)
PT. Buana Arya
Elegant 30 Rp. 30.500.000,- 010.003.5.00013
(03.785.345.6.765.000)
PT. Global Tri Kesuma
Funky 30 Rp. 34.000.000,- 040.002.3.00011
(03.232.424.5.464.000)
PT. Arya Duta
Junggle 10 Rp.35.500.000,- 050.002.8.00102
(04.254.675.4.867.000)
PT. Putra Sentosa
Executive 25 Rp. 40.500.000,- 070.002.9.00112
(05.242.567.3.787.000)

Penjualan dilakukan oleh PT. Sentosa dengan mark up keuntungan sebesar 15%. Berikut
transaksi penjualan selama bulan Maret 2010:
Pembeli Jenis Jumlah Unit Keterangan
Budi Sporty 3 FP Sederhana
Agus Elegant 2 FP Sederhana
Ifan Tight 1 FP Sederhana
CV. Armada
Tight 10 030.001.2.0000123
(02.756.356.3.789.000)
Agung Sporty 2 FP Sederhana
Cindy Funky 2 FP Sederhana
Fitra Funky 3 FP Sederhana
Maulia Sporty 1 FP Sederhana
CV. Aneka Adv
Elegant 20 030.001.2.0000124
(03.272.474.9.367.000)
Kurniawan Tight 2 FP Sederhana
Belda Tight 1 FP Sederhana
PT. Arwana Courier
Funky 25 030.001.2.0000125
(07.365.485.3.586.000)
Pemda Bandung
Executive 15 030.001.2.0000126
(02.456.276.5.789.000)
Pusaka Advertising
Elegant 7 030.001.2.0000127
(01.265.787.4.666.000)
PERPAJAKAN 2
PPN DAN PPnBM xxxi

Andika Executive 2 FP Sederhana


Syahrul Sporty 3 FP Sederhana
Alfandi Elegant 1 FP Sederhana
Ganesha Junggle 1 FP Sederhana
Sulastri Junggle 1 FP Sederhana
Sutejo Elegant 1 FP Sederhana
UD. Usaha Tani Junggle 12 FP Sederhana
Usaha Jaya Taylor Executive 10 FP Sederhana
Kemangi Sport Club Sporty 10 FP Sederhana

Berdasarkan data di atas maka:


a. Hitunglah PPN dan PPnBM yang terutang
b. Buatkanlah Faktur Pajak Yang diperlukan!
C. Buatkanlah SPT Masa Maret 2010 dan SSP yang diperlukan!