Anda di halaman 1dari 43

ACEH

Pakaian Adat Aceh


Pakaian tradisional yang berasal dari Aceh ini bernama Ulee
Balang. Untuk pria, pakaian adat ini dinamakan dengan Linto
Baro dan untuk perempuan dinamakan dengan Daro Baro. Pada
awalnya Ulee Balang ini hanya dipakai oleh orang-orang
terpandang seperti sultan, raja dan pengantin. Pakaian adat Aceh
ini sudah ada sejak zaman kerajaan Samudra Pasai dan Perlak. Salah satu ciri khas dari pakaian
adat ini adalah terdapat penutup kepala berupa kopiah yang bernama Meukeutop. Aceh
merupakan Kota Serambi Mekkah sehingga sangat kental pengaruh Islam di Provinsi ini

Rumah Adat Aceh


Rumah adat krong bade merupakan rumah adat provinsi Aceh.
Rumah ini juga dikenal dengan sebutan rumoh aceh. Ciri
khas rumah krong bade adalah mempunyai tangga didepan
rumah yang digunakan sebagai jalan masuk kedalam rumah.
Pada umumnya rumah ini mempunyai jumlah anak tangga yang
ganjil.
Rumah adat krong bade mempunyai bentuk persegi panjang dan dibuat memanjang dari arah
timur ke barat. Dinding rumah terbuat dari kayu dan dihiasi dengan lukisan. Atap rumah adat
krong bade terbuat dari daun rumbia serta lantainya terbuat dari bambu atau enau.

Senjata Tradisional Aceh


Rencong adalah senjata tradisional milik masyarakat Aceh
yang merupakan simbol identitas diri, keberanian dan
ketangguhan suku aceh. Rencong merupakan senjata
tradisional yang mulai dipakai pada zaman kesultanan Aceh,
yaitu sejak pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah (Sultan
Pertama Aceh). Rencong ini selalu ada dan diselipkan
dipinggan Sultan Aceh, para Ulee Balang dan masyarakatpun menggunakan Rencong sebagai
senjata pertahanan diri. Rencong dikenakan oleh Sultan dan para bangsawan lainnya, biasanya
terbuat dari emas dan sarungnya terbuat dari gading. Sedangkan rencong yang digunakan oleh
masyarakat biasa terbuat dari kuningan atau besi putih, sedangkan sarungnya terbuat dari kayu
atau tanduk kerbau.

Tari Tradisional Aceh


Tarian tradisional laweut, kata ‘laweut’ berasal dari
shalawat atau pujian pada Nabi Muhammad SAW. Tarian
ini berasal dari Kab. Pidie, Aceh. Dulunya tarian ini disebut tari seudati. Tarian ini, biasanya
ditarikan oleh 8 orang wanita dan 1 penyanyi. Syair-syairnya yang dilantunkan berupa ayat-ayat
Islam atau dakwahan. Gerakan dalam tarian ini, hampir sama dengan tari saman, bedanya
mereka menarikan secara berdiri. Jika saya lihat tarian ini tampak sangat sepi. Karena tidak
adanya iringan musik.
Masih sangat berkesan tradisional, suara yang dihasilkan dari tepukan tangan para penari
dianggap musik pengiring. Tapi saya pribadi sih, berfikir jika saja memasukan alat musik rebana
kedalam tarian tersebut, pasti akan lebih rame.
Makanan Khas
Satu jenis makanan khas aceh yang terkenal tidak hanya di tempat asalnya, namun juga
di kota-kota besar di Indonesia ini dapat disajikan dengan dua
jenis masakan, yaitu dengan digoreng ataupun disajikan
berkuah. Kamu juga bisa memesan mie aceh dengan rasa
pedas atau rasa gurih. Mie aceh disajikan dengan tambahan
lauk mulai dari sejenis seafood ataupun daging.

Bahasa
Bahasa daerah yang paling banyak dipakai di Aceh adalah Aceh yang dituturkan oleh etnis Aceh
di sepanjang pesisir Aceh dan sebagian pedalaman Aceh. Bahasa lain nya
adalah Bahasa Gayo di Aceh bagian tengah, Bahasa Alas di Aceh Tenggara, Bahasa Aneuk
Jamee di Aceh Selatan, Bahasa Singkil dan Bahasa Pakpak di Aceh Singkil, Bahasa
Kluet di Aceh Selatan, Bahasa Melayu Tamiang di Aceh Tamiang, Di Simeulue bagian utara
dijumpai Bahasa Sigulai dan Bahasa Lekon, sedangkan di selatan simeulue di jumpai Bahasa
Devayan, Bahasa Haloban.

Tradisi
Peusijuek Dalam bahasa Aceh Peusijuk terdiri dari dua kata,
yaitu peu dan sijuek. Jika ditilik lebih lanjut, peu dalam
kata peusijuk bukanlah kata yang bisa dipisahkan karena peu di sini
bermaksa sebagai awalan untuk kata sijuek. Sijuek berarti dingin,
jadi jika digabung dengan awalan peu, artinya adalah pendingin
atau membuat sesuatu menjadi dingin. Tujuan Peusijuk sebenarnya adalah untuk memberkati
sesuatu termasuk di dalamnya mendoakan orang akan dipeusijuk. Secara makna yang lebih
luas, Peusijuk adalah sebuah prosesi yang dilakukkan pada kegiatan-kegiatan tertentu dalam
kehidupan masyarakat Aceh, seperti Peusijuek pada kenduri perkawinan, kenduri sunatan, saat
ada seseorang yang hendak berangkat haji,  peusijuek hewan kurban, peusijuek rumah atau
kendaraan baru dan berbagai upacara lainnya yang sering terjadi dalam masyarakat Aceh. 
SUMATERA UTARA

Pakaian Adat
Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang
memiliki suku yang cukup beragam. Mulai dari suku Melayu,
suku Nias dan yang paling dominan adalah suku Batak yang
merupakan leluhur dari Provinsi Sumatera Utara ini.
Pakaian adat dari suku ini adalah Ulos. Kain ulos merupakan
kain yang dihasilkan dari menenun secara manual, kain ulos ini berasal dari kain sutra yang
berwarna putih, hitam, merah serta terdapat manik-manik dan hiasan berwarna emas atau perak.
Dilihat dari coraknya, kain ulos terdapat bebrapa macam jenis seperti Ulos Bintang Maratur,
Ulos Padang Ursa, Ulos Pinan Lobu-lobu dan Ulos Pinuncaan.

Rumah Adat
Rumah adat bolon merupakan rumah adat provinsi
Sumatera Utara. Rumah bolon terbagi menjadi beberapa
jenis, antara lain rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon
Toba, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah
Bolon Angkola dan rumah Bolon Pakpak.
Ciri khas rumah bolon adalah bentuknya panggung yang
terdiri dari beberapa tiang bergaris tengah yang menjadi penyanggahnya. Dinding rumah bolon
dihiasi dengan ornamen khas Simalungun yang berwarna merah, putih, dan hitam. Ornamen ini
menggambarkan pendangan kosmologis dan filosofi budaya suku Batak.

Senjata
Piso Gaja Dompak adalah senjata tradisional Sumatera
Utara yang berbentuk pisau yang berfungsi untuk
memotong dan menusuk. Senjata Tradisional Sumatera
Utara tersebut dikenal Piso Gaja Dompak karena pada
gagang pisau tersebut terdapat ukiran berbentuk gajah.

Piso Gaja Dompak dipercaya merupakan pusaka kerjaan


Batak dimasa raja Sisingamangaraja I. Sebagai pusaka kerjaan, senjata tradisional Sumatera
Utara ini tidak diperuntukan untuk membunuh, sebagai senjata pusaka Piso Gaja Dompak ini
dipercaya memiliki kekuatan supranatural yang akan memberikan kekuatan spiritual kepada
pemegangnya.
Tarian
Perbendaharaan seni tari tradisional meliputi berbagai jenis.
Ada yang bersifat magis, berupa tarian sakral, dan ada yang
bersifat hiburan saja yang berupa tari profan. Di samping tari
adat yang merupakan bagian dari upacara adat, tari sakral
biasanya ditarikan oleh dayu-datu. Termasuk jenis tari ini
adalah tari guru dan tari tungkat. Datu menarikannya sambil
mengayunkan tongkat sakti yang disebut Tunggal Panaluan.
Tari profan biasanya ialah tari pergaulan muda-mudi yang ditarikan pada pesta gembira. Tortor
ada yang ditarikan saat acara perkawinan. Biasanya ditarikan oleh para hadirin termasuk
pengantin dan juga para muda-mudi. Tari muda-mudi ini, misalnya morah-morah, parakut,
sipajok, patam-patam sering dan kebangkiung. Tari magis misalnya tari tortor nasiaran, tortor
tunggal panaluan. Tarian magis ini biasanya dilakukan dengan penuh kekhusukan.
Selain tarian Batak terdapat pula tarian Melayu seperti Serampang XII.

Makanan khas
Makanan Khas di Sumatera Utara sangat bervariasi, tergantung
dari daerah tersebut. Saksang dan Babi panggang sangat familiar
untuk mereka yang melaksanakan pesta maupun masakan rumah.
Misalkan seperti didaerah Pakpak Dairi, Pelleng adalah makanan
khas dengan bumbu yang sangat pedas.
Di tanah Batak sendiri ada dengke naniarsik yang merupakan ikan yang digulai tanpa
menggunakan kelapa. Untuk cita rasa, tanah Batak adalah surga bagi pecinta makanan santan
dan pedas. Pasituak Natonggi atau uang beli nira yang manis adalah istilah yang sangat akrab
disana, menggambarkan betapa dekatnya tuak atau nira dengan kehidupan mereka.

Bahasa
Pada umumnya, bahasa yang dipergunakan secara luas adalah Bahasa Indonesia. Suku Melayu
Deli mayoritas menuturkan Bahasa Indonesia karena kedekatannya dengan Bahasa Melayu yang
menjadi bahasa ibu masyarakat Deli. Pesisir timur seperi wilayah Serdang Bedagai, Pangkalan
Dodek, Batubara, Asahan, dan Tanjung Balai, memakai Bahasa Melayu dialek "o" begitu juga di
Labuhan Batu dengan sedikit perbedaan ragam. Di Kabupaten Langkat masih menggunakan
bahasa Melayu dialek "e" yang sering juga disebut Bahasa Maya-maya. Mayarakat Jawa di
daerah perkebunan, menuturkan Bahasa Jawa sebagai pengantar sehari-hari.
Di Medan, orang Tionghoa lazim menuturkan Bahasa Hokkian selain bahasa Indonesia. Di
pegunungan, masyarakat Batak menuturkan Bahasa Batak yang terbagi atas empat logat
(Silindung-Samosir-Humbang-Toba). Bahasa Nias dituturkan di Kepulauan Nias oleh suku Nias.
Sedangkan orang-orang di pesisir barat, seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan
Natal menggunakan Bahasa Pesisir.

Tradisi
Tradisi turun-temurun masyarakat Batak yakni Mangokkal Holi berarti mengambil tulang
belulang dari leluhur mereka dari dalam kuburan. Lalu ditempatkan di dalam peti, dan
diletakkan dalam buah bangunan tugu khusus untuk menyimpan tulang belulang leluhur.
Tradisi ini membutuhkan biaya besar karena selain memotong hewan ternak, acara dilaksanakan
hingga beberapa hari. Semua etnis Batak melaksanakan tradisi Mangokkal Holi, meski nama
dari tradisi ini berbeda-beda tiap etnis, yaitu etnis Toba dan Simalungun menyebutnya
Mangokkal Holi, pada etnis Karo disebut dengan Nampakken Tulan, serta etnis Pakpak
mengenalnya tradisi Mengkurak Tulan.
Namun, inti dan tujuan dari tradisi ini sama, untuk mempertahankan silsilah garis keturunan
marga, dan juga menunjukkan eksistensi dan taraf hidup keluarga yang melaksanakannya. Selain
itu mereka percaya, dengan menempatkan leluhur di tugu adalah bukti bahwa para penerus dari
leluhur tidak pernah lupa dengan nenek moyangnya.
RIAU
Pakaian Adat Riau
Pakaian tradisional dari daerah Riau ini sangat beragam, bahkan
terdapat 4 jenis pakaian adat yang terdapat dalam kebudayaan
Melayu. Tapi, secara umum pakaian adat Riau ini bernama
Melayu Riau. Pakaian adat yang bermacam-macam ini menjadi
salah satu bukti bahwa kebudayaan Riau telah maju.
Pakaiian yang paling sering digunakan dalam menghadiri acara resmi adalah baju Kurung Cekak
Musang lengkap dengan kopiah dan kain sarung tenun untuk laki-laki. Sedangkan untuk
perempuan adalah Kebaya Laboh. Kebaya Laboh ini dibuat dari kain tenun khas Riau.
Untuk gadi, Kebaya Laboh ini dibuat dengan panjang mencapai 3 jari dari atas lutut, sedangkan
untuk perempuah yang setengah baya biasanya Kebaya Laboh ini dibuat hingga 3 jari dibawah
lutut.

Rumah Adat
Rumah adat melayu selaso merupakan rumah adat yang berasa
dari provinsi Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang
biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa
tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah
adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti
lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya
lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.

Senjata
Pedang Jenawi adalah senjata yang dahulunya selalu dipakai oleh
para panglima perang kerajaan Melayu ketika menghadapi para
musuh-musuhnya. Ukurannya yang cukup panjang, yaitu sekitar 1
meter membuatnya selalu dipakai dalam perang tanding jarak
dekat. 

Jika dilihat secara sekilas, senjata pedang jenawi ini tampak seperti samurai khas Jepang. Oleh
sebab itu, banyak para ahli sejarah dan juga budayawan yang berpendapat bahwa senjata satu ini
berasal dari kebudayaan Jepang kuno yang sudah mengalami percampuran dengan kebudayaan
melayu. Terlepas dari semua pendapat tersebut, yang jelas sekarang ini senjata pedang Jenawi
sudah dianggap sebagai identitas masyarakat melayu Provinsi Riau di kancah nasional.
Tarian
Tari Tandak Sebati, merupakan jenis tari pergaulan yang
digarap dengan memanfaatkan perbendaharaan unsur-unsur
gerak tari Melayu kepulauan. Rentak musik melayu yang
mengiringinya membuat joged yang dinamis ini bersuara
gembira.

Makanan
Ada satu makanan khas Pekanbaru yang sangat fenomenal dan
spesial. Makanan tersebut adalah gulai ikan patin. Di provinsi
Riau, khususnya Pekanbaru, gulai ikan patin menjadi makanan
yang tak pernah kehabisan penggemar. Pasalnya, kuliner
berbahan dasar ikan ini mempunyai cita rasa yang sungguh
nikmat dan bisa menggoyang lidah siapa pun yang mencobanya. Menu gulai ikan patin bisa
ditemukan dengan mudah di restoran-restoran besar atau warung-warung makan yang tersebar di
dalam area kota Pekanbaru.
Gulai ikan patin merupakan makanan yang berasal dari Pekanbaru mempunyai kuah berwarna
kuning pekat sebagai rendaman potongan-potongan besar ikan patin. Warga Pekanbaru biasanya
tak hanya menyantap gulai ikan patin sendirian. Ada menu pendamping yang biasa disajikan
saat menikmati gulai ikan patin, yakni nasi hangat, lauk pelengkap, dan beberapa jenis sayuran
seperti pucuk daun ubi rebus. Cita rasa gulai ikan patin akan semakin nikmat apabila saat
pembuatannya ditambahkan dengan bunga kecombrang yang berfungsi sebagai penyedap rasa.

Bahasa
Bahasa pengantar masyarakat provinsi Riau pada umumnya menggunakan Bahasa
Melayu dan Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu umumnya digunakan di daerah-daerah pesisir
seperti Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan di
sekitar pulau-pulau. Bahasa Minang secara luas juga digunakan oleh penduduk di provinsi ini,
terutama oleh para oleh penduduk asli di daerah Kampar, Kuantan Singingi, dan Rokan Hulu
yang berbudaya serumpun Minang serta para pendatang asal Sumatera Barat. Selain itu Bahasa
Hokkien juga masih banyak digunakan di kalangan masyarakat Tionghoa, terutama yang
bermukim di Pekanbaru, Selatpanjang, Bengkalis, dan Bagansiapiapi[butuh rujukan]
. Dalam skala
yang cukup besar juga didapati penutur Bahasa Jawa yang digunakan oleh keturunan para
pendatang asal Jawa yang telah bermukim di Riau sejak masa penjajahan dahulu, serta oleh para
transmigran dari Pulau Jawa pada masa setelah kemerdekaan. Di samping itu juga banyak
penutur Bahasa Batak di kalangan pendatang dari Provinsi Sumatera Utara.
Tradisi
Di adakan setiap akhir bulan Sya'ban,dengan maksud menyambut bulan Ramadhan.Tradisi ini
mirip dengan lomba dayung yang di ikuti dari seluruh kabupaten di Riau.Tradisi ini telah ada
sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda,lebih dari seratus tahun yang lalu.Awalnya mereka
mengadakan pacu jalur sebagai apresiasi kegembiraan karena hasil panen yang melimpah.Dalam
perkembangannya acara ini menjadi agenda pemerintahan setempat sebagai  salah satu tujuan
pariwisata.Tradisi ini sekarang di adakan setiap perayaan kemerdekaan Indonesia.Acara ini
sangat meriah bahkan para perantau menyempatkan pulang kampung untuk menghadiri acara
ini.Pacu jalur merupakan produk seni masyarakat Kuantan yang merupakan perpaduan antara
seni ukir,tari,musik,dan olahraga.
SUMATRA BARAT
Pakaian Adat
Jika berbicara mengenai Sumatra Barat maka hal pertama yang
terlintas adalah kisah Malin Kundang dan makanan nasi Padang.
Tanah Minangkabau adalah salah satu suku yang sangat
menjunjung tinggi adat serta istiadat dari nenek moyang mereka.
Pakaian adat dari Sumatra Barat ini bernama Bundo Kanduang.
Pakaian tradisional ini memiliki filosofi yang sangat tinggi.
Bundo Kanduang memiliki artian peranan seorang ibu dalam keluarga serta kehidupan.
Bundo Kanduang memiliki berbagai macam perlengkapan seperti tingkuluak, baju batabue,
gelang, dukuah, lambak dan selempang. Sedangkan untuk pria sendiri pakaian adatnya bernama
Pakaian Penghulu yang memiliki beberapa perlengkapan seperti deta, baju hitam, sesamping,
sarawa, cawek, keris, tungkek dan sandang.

Rumah Adat
Rumah adat gadang merupakan rumah adat yang berasal
dari provinsi Sumatera Barat. Nama lain dari rumah adat
gadang adalah rumah bagonjong, rumah baanjuang, dan
rumah godang.
Ciri khas rumah gadang adalah mempunyai keunikan
dalam bentuk arsitekturnya dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau yang terbuat dari bahan
ijuk.
Rumah ini berfungsi sebagai tempat kediaman keluarga, tempat merawat anggota keluarga yang
sakit, tempat melakasanakan upacara, dan sebagai lambang kehadiran suatu kaum.

Senjata Tradisional
Karih adalah senjata tradisional dari Sumatera Barat seperti keris
hanya saja bentuk karih tidak berlekuk seperti halnya keris yang
kita kenal dari pulau Jawa. Akan tetapi Jika masih berada dalam
sarungnya, sekilas bentuk keris Sumatera Barat ini mirip keris
Jawa; pegangannya berlekuk sedikit dengan ukiran di bagian
sarungnya. Bagian sarungnya agak sedikit menyempit di bagian
atas dekat ujungnya. Karih / Keris ini merupakan perlengkapan / aksesoris yang dipakai oleh
kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, dan umumnya dipakai oleh para penghulu
terutama dalam setiap acara resmi ada terutama dalam acara malewa gala atau pengukuhan
gelar, selain itu juga biasa dipakai oleh para mempelai pria dalam acara majlis perkawinan yang
masyarakat setempat menyebutnya baralek dan juga dipergunakan dalam pertunjukan silat.
Tarian
Tarian tradisional pertama adalah tari piring, dimana jumlah
penari biasanya bersifat ganjil antara 3-7 orang, penari pun bisa
laki-laki atau perempuan, bahkan bisa berpasang-pasangan.
Awalnya tarian ini dibuat untuk ucapan terima kasih
dari masyarakat setempat karena hasil panennya melimpah.
Ritual pun akan dilakukan dengan membawa sesajen. Namun
ketika agama Islam masuk, ritual itu dijadikan sebuah tarian yang bersifat menghibur saja.
Gerakan tarian ini bersifat dinamis, ciri khasnya para penari membawa 1 piring di setiap telapak
tangannya dan diayun-ayunkan seperti pada gambar, dimulai dari gerakan lambat hingga
gerakan cepat. Diiringi musik sarunai, talempong, bansi dan saluang.
Namun ada syaratnya, piring-piring tersebut diusahakan tidak boleh jatuh atau lepas. Ditengah
tarian, biasanya penari akan menginjak pecahan piring yang telah disediakan. Walau berkesan
menyeramkan namun inilah sesi yang sangat menarik, dan anehnya para penari tidak terluka.
Konon katanya sebelum tarian dipentaskan, pecahan piring tersebut diberi doa agar tidak
menyakiti kaki para penari.
Kostum dalam tarian ini adalah kostum adat Bundo Kanduang, tengkuluk, dan minsia untuk
pernak pernik dalam baju penari. Sedangkan untuk warnanya diutamakan berwarna cerah.

Makanan Khas
Olahan khas Sumatera Barat cukup melimpah, yang
pertama ada kacimuih. Walaupun dibuat dengan bahan
dasar singkong yang cenderung ‘ndeso’, namun setelah
jadi kacimuih maka rasanya akan berbeda. Pembuatannya
dilakukan dengan bahan singkong, gula (bisa gula putih
bisa gula merah), dan parutan kelapa. Bentuknya sendiri
terbilang sederhana, ketela pohon tadi akan ditumpuk dengan kelapa parut maupun gula. Namun
rasanya akan sangat nikmat di mulut, ada rasa gurihnya parutan kelapa maupun manisnya gula.

Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah Bahasa Minangkabau yang memiliki
beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pesisir Selatan, dan
dialek Payakumbuh. Di daerah Pasaman dan Pasaman Barat yang berbatasan dengan Sumatera
Utara, juga dituturkan Bahasa Batak dialek Mandailing. Sementara itu di daerah kepulauan
Mentawai banyak digunakan Bahasa Mentawai
Tradisi
Mangongkal Holi adalah salah satu tradisi Batak yang masih dilestarikan oleh sebagian etnis
Batak sampai saat ini.
“Mangongkal” dalam bahasa Indonesia artinya menggali, sedangkan “Holi” artinya tulang,
sehingga mangongkal holi adalah menggali tulang – dalam hal ini menggali kuburan manusia
untuk memindahkan tulang orang yang sudah lama meninggal dunia ke kuburan baru.
Menurut kepercayaan, orang yang telah meninggal dunia, maka bukanlah “tiada” melainkan
mereka menuju ke proses yang sempurna di alam keabadian dan berkumpul dengan arwah satu
keluarga. Sehingga dengan adanya kepercayaan yang telah turun temurun, maka etnis Batak pun
melakukan prosesi upacara Mangongkal Holi. Seringkali, Mangongkal Holi, bukan hanya
sekeda memindahkan ke kuburan yang baru, tetapi membuat “Tugu Marga”.
BELITUNG
Pakaian Adat
Pakaian tradisional dari Provinsi Bangka Belitung adalah Baju
Seting dan Kain Cual. Menurut cerita masyarakat sekitar
mengatakan bahwa pakaian adat ini awalnya dibawa oleh
saudagar Arab yang datang ke Bangka Belitung. Pakaian tersebut
maka sering dipakai oleh masyarakat setempat.
Kain Cual ini juga disebut dengan nama Limar Muntok, jika dilihat sekilas maka corak dan
motifnya terkesan sama dengan kain songket dari Palembang. Tapi sebetulnya kain ini jauh
berbeda, yang membedakannya adalah bentuk motifnya.
Aksesoris yang digunakan untuk kain cual ini adalah mahkota dengan ornament yang dinamakan
paksian, penutup dada pada baju, kembang cempaka, daun bamboo, pagar tenggalung dan
kalung anting panjang.
Sedangkan untuk laki-laki menggunakan pakaian dengan bentuk seperti jubah panjang yang
sangat mirip dengan jubah khas Arab. Biasanya jubah ini akan dipadu padankan dengan dengan
selempang serta celana bawahan. Alas kakinya sendiri menggunakan selop.

Rumah Adat
Rumah rakit merupakan rumah adat yang berasal dari Bangka
Belitung. Rumah rakit ini juga sangat populer di
Kota Palembang.Ciri khas rumah rakit ini adalah dibangun
diatas sungai dan mirip seperti rakit. Dibangun diatas sungai
karena dahulu sungai dianggap sebagai sumber mata pencaharian
dan sumber makanan bagi masyarakat.

Senjata
Siwar adalah senjata tradisional yang mirip dengan Golok
panjang. Siwar dibedakan dari ukuran panjang dan pendeknya.
Ada Siwar yang berbentuk panjang dinamakan siwar
panjang, bentuknya hampir menyerupai mandau Kalimantan
Barat, namun ia tidak bengkok. Ukurannya rata, lurus, pipih,
ringan jika diayunkan. Kegunaannya untuk pertarungan cepat jarak dekat. 

Tarian
Tari Campak ini biasanya dipentaskan pada waktu musim
panen padi atau sepulang dari ume(kebun). Namun dalam
perkembangannya tarian ini juga ditampilkan dalam pesta adat
seperti penyambutan tamu besar dan acara pernikahan.
Makanan Khas
Mayoritas makanan khas Bangka Belitung terbuat dari olahan
hasil laut, seperti lempah kuning misalnya. Lempah kuning
sangat terkenal di pulau Bangka dan sekitarnya. Kuliner ini
dimasukkan ke dalam Cagar Budaya Nasional Tak Benda. Di
pulau Bangka makanan ini bernama lempah kuning, sementara
di pulau Belitung makanan ini dikenal dengan nama gangan.

Bahasa
Sebagaimana yang di ketahui, penduduk asli Belitung menggunakan bahasa Melayu dalam
keseharian mereka. Mungkin sekali lagi, orang akan mengira bahasa yang di gunakan orang
Belitung dan orang Bangka adalah sama namun, sekali lagi jawabannya adalah tidak.

Tradisi
Buang Jong berasal dari dua suku kata. Buang artinya membuang; dan Jong artinya adalah Jong
(sejenis perahu). Dengan kata lain Buang Jong berarti membuang atau melayarkan perahu Jong
ke laut, dalam ritual tradisi ini adalah miniatur perahu.
JAMBI
Pakaian Adat
Hampir sama dengan provinsi lainnya yang berada di Pulau
Sumatera, Provinsi Jambi memiliki mayoritas masyarakat dari
Suku Melayu. Pada kehidupan sehari-harinya, pakaian adat dari
Jambi in sangatlah sederhana. Pria menggunakan celana
berwarna hitam dengan ukuran yang lebar hingga betis, serta
memakai penutup kepala atau kopiah. Sedangkan untuk wanita
menggunakan baju tanpa lengan.
Sedangkan untuk kegiatan resmi, pakaian tradisional Jambi ini bernama Pakaian Tradisional
Melayu Jambi. Baju untuk pria adalah baju kurung tanggung dengan lengan yang lebih dari siku
tapi tidak mencapai pergelangan tangan. Menurut kepercayaan Jambi, baju tanggung ini
memiliki filosofi bahwa pria harus cekatan serta tangkas dalam bekerja.
Untuk kaum wanita menggunakan baju kurung yang memiliki bahan dasar beludru. Aksesoris
yang digunakan adalah teratai dada, selendang, pending, sabuk dan selop. Terdapat pula
tambahan berupa mahkota yang diberi hiasan berupa logam berwarna kuning dengan bentuk
yang mirip duri pandan.

Rumah Adat
Rumah adat panjang merupakan rumah adat yang berasal dari
provinsi Jambi.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya yang panjang. Selain
itu rumah adat ini memiliki corak yang sangat khas. Di Jambi,
rumah adat ini hampir punah. Banyak masyarakat yang lebih
memilih rumah modern dari pada rumah panjang ini.

Senjata
Badik Tumbuk Lada senjata adat ini berbentuk menyerupai badik
milik masyarakat bugis. Namun memiliki gagang yang lurus.
Selain untuk berburu senjata ini juga dipergunakan untuk
berperang.

Tarian
Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi
ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.
Makanan Khas
Gulai ikan patin yang mempunyai rasa gurih, asam dan pedas
ini merupakan salah satu menu khas Jambi yang Anda wajib
santap jika berada di sana. Biasanya hidangan ini dihidangkan
pada setiap acara keluarga di Jambi. 

Bahasa
Bahasa Melayu Jambi atau Baso Jambi adalah salah satu anak cabang bahasa Austronesia
yang dituturkan khususnya di wilayah Jambi, bagian selatan provinsi Riau serta tersebar di
berbagai kota di seluruh Indonesia.
Terdapat dua kontroversi mengenai Bahasa Jambi dengan bahasa Melayu. Sebagian pakar
bahasa menganggap bahasa ini sebagai dialek Melayu, karena banyaknya kesamaan kosakata
dan bentuk tuturan di dalamnya. Sedangkan yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan
bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu.
Tradisi
Lubuk larangan sebenarnya tujuan dari lubuk larangan ini adalah melestarikan kekayaan
sungai terutama di zona zona tertentu yang terkandung banyak ikannya.mereka melarang
mengambil ikan ikan di tempat tempat itu sampai pada  saat yang di tentukan.Mereka membuat
mitos mitos tertentu untuk menjaga kelestarian sungai,dan cara itu ternyata berhasil menjaga
kelestarian sungai.Sungai menjadi bersih dan tentunya ikan ikan yang melimpah.
BENGKULU
Pakaian Adat
Bengkulu merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatra yang
memiliki cukup banyak sumber daya serta kebudayaan. Namun
bagi sebagian orang masih terasa asing mengenai pakaian adat
dari Bengkulu ini.
Masyarakat Bengkulu itu sama halnya dengan masyarakat yang
berada di Pulau Sumatra yakni mayoritas berbudaya Melayu. Namun terdapat pula perbedaan
antara budaya Melayu Bengkulu dengan Budaya Melayu pada biasanya. Salah satu perbedaat
tesebut berada pada pakaian adat Bengkulu yang bernama Pakaian Adat Melayu Bengkulu.

Rumah Adat
Rumah adat bubungan lima merupakan rumah adat yang berasal
dari provinsi Bengkulu.
Ciri khas rumah ini mempunyai model seperti rumah panggung
yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Kayu yang
digunakan untuk membangun rumah ini juga tidak sembarangan.
Kayu yang digunakan adalah Kayu Medang Kemuning.

Senjata
Keris Bengkulu Senjata tradisional Bengkulu : keris, kuduk,
badik, dan rudus. Keris adalah senjata tradisional daerah
Bengkulu. Keris yang dianggap keramat atau pemberani,
panjangnya 13 jari, dan dipakai oleh kepala adat atau
hulubalang. Keris diperguanakan untuk perang, membela diri,
dan perlengkapan upacara adat

Tarian
Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah
tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.

Makanan Khas
Pendap adalah makanan khas asal Bengkulu. Pendap adalah ikan yang dibungkus dengan daun
talas. Biasanya ikan ini dicampur dengan bahan-bahan sepeti bawang putih, kencur dan juga
cabai.
Bahasa
Budaya Melayu Bengkulu sangat kental dirasakan di masyarakat kota Bengkulu itu sendiri, baik
dari falsafah hidup hingga kuliner, khususnya mengenai bahasa Melayu Bengkulu yang dikenal
dengan bahasa Bengkulu. Bahasa Bengkulu memiliki beberapa pengucapkan kata yang sama
dengan Melayu lainnya, seperti Melayu Minang, Melayu Palembang, Melayu Jambi,
dan Melayu Riau, terutama yang berlogat "o". Penuturan bahasa Melayu di Bengkulu hampir
mirip penuturan bahasa Melayu dialek Negeri Sembilan, Malaysia.

Tradisi
Ronjok sayak / Nujuhlikur Nujuhlikur biasa dilakukan pada bulan Ramadhan tepatnya pada
malam tanggal 27 menjelang hari raya Idhul Fithri ,oleh masyarakat suku Serawai di Bengkulu
selatan.Acara ini di tandai dengan pembakaran lujuk / tempurung kelapa yang di susun dengan
cara menancapakan kayu sepanjang 1 - 2 meter,kemudian tempurung di susun ke atas.Lujuk di
bakar mulai dari atas yang terlebih dahulu di lumuri dengan minyak tanah,untuk memudahkan
pembakaran.Jumlah lujuk tergantung dari berapa banyak tempurung kelapa yang di
kumpulkan.Saat pembakaran berlangsung,para warga  menyantap hidangan yang di sediakan
sambil bercengkrama untuk mempererat  silaturahmi dan kekeluargaan antar warga.
SUMATERA SELATAN
Pakaian Adat
Palembang menjadi kota yang ikonik di Sumatera Selatan ini,
serta peninggalan bersejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Pengaruh
Kerajaan Sriwijaya sangat kental bagi masyarakat di Sumatra
Selatan ini. Salah satunya adalah pakaian adat.
Pakaian tradisional dari Sumatra Barat ini bernama Aesan
Pasangko dan Aesan Gede, dalam bahasa Palembang aesan memiliki arti pakaian. Aesan Gede
adalah pakaian yang melambangkan suatu kebesaran. Sulaman yang berwarna emas
melambangkan bahwa Sumatra adalah pulau emas atau julukan lainnya adalah Swarnadwipa.
Aesan Gede ini akan dilengkapi beberapa aksesoris seperti mahkota, kelapo standan, kembang
goyang, baju dodot serta songket. Sedangkan Aesan Pasangko adalah pakaian yang
melambangkan sebuah keanggunan bagi pemakainya.

Rumah Adat
Rumah adat limas merupakan rumah adat yang berasal dari
provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang berbentuk
limas. Selain itu, rumah limas juga mempunyai lantai yang
bertingkat-tingkat yang disebut sebagai Bengkilas dan hanya
digunakan untuk acara-acara penting keluarga saja.

Senjata
Senjata tradisional Sumatera Selatan yang pertama dan yang
kerap menjadi ikon budaya provinsi ini adalah tombak trisula.
Tombak ini berbentuk sebuah tombak kayu dengan 3 mata
tajam di bagian ujungnya. Panjang tombak setinggi orang
dewasa, yakni sekitar 180 cm dan dahulunya digunakan prajurit
kerajaan Sriwijaya sebagai senjata utama

Tarian
Tari Tanggai merupakan tarian tradisional dari Sumatera Selatan
yang juga dipersembahkan untuk menyambut tamu kehormatan.
Berbeda dengan tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai dibawakan
oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kain
songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako,
kembang goyang, dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga. 
Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah. Tarian ini
menggambarkan masyarakat Palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta
menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya

Makanan Khas
Kue yang berwarna hijau ini biasa disantap dengan parutan kelapa
yang diberi garam dan dikukus. Asal nama kue lumpang diambil
dari bentuknya yang berlubang di tengahnya. Seperti lumpang yang
sering ditemui di dapur. Teksturnya empuk dan lembut. Rasanya
manis di lidah. Cocok sekali untuk sarapan di pagi hari bersama
dengan kopi. Kue lumpang dibuat dengan cara dikukus

Bahasa
Di Provinsi Sumatra Selatan terdapat bermacam-macam suku bangsa. Setiap suku bangsa
biasanya memiliki jenis bahasa sendiri. Komering/ Komerin/ Njo Bahasa ini digunakan oleh
penduduk sekitar Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu
Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.

Tradisi
Midang tradisi unik dari kota Kayu Agung Kabupaten Ogan Komeling Ilir.Adalah tradisi arak-
arak / pawai pengantin.Tradisi ini sudah ada sejak abad ke 17 lalu.Kisahnya berawal dari
perseteruan dua keluarga yang hendak menikahkan anak-anak mereka.Calon pengantin
perempuan berasal dari keluarga terpandang dan terhormat,serta berwajah ayu.Sedangkan sang
pemuda adalah dari kalangan rakyat biasa namun berbudi luhur.Maka di mintalah sarat-sarat
yang cukup berat dari pihak si pemuda.Namun semua syarat-syarat itu di laksanakan oleh
keluarga si pemuda.Sehingga terbentuklah suatu pawai pengantin,dengan berbagai kereta yang
di hias dengan sangat meriah dan indahnya.
LAMPUNG
Pakaian Adat
Jika dilihat di peta, Provinsi Lampung berada paling selatan di
Pulau Sumatra dan berdekatan dengan Pulau Jawa. Hal ini
membuat cukup banyaknya akulturasi di Lampung ini karena
transmigrasi penduduk dari Pulau Jawa. Akibat akulturasi inilah
yang membuat cukup banyak penduduk yang heterogen di
Lampung.
Pakaian tradisional untuk kaum laki-laki biasanya sangat sederhana, cukup baju berlengan
panjang dengan warna putih serta celana panjang dengan warna hitam. Ada pula tambahan
berupa sarung tumpal serta sesapuran dan khikat akhir
Sedangkan pakaian adat untuk kaum perempuan tidak jauh berbeda degan kaum laki-laki. Pada
kaum wanita ditambah beberapa perlengkapan seperti bebe, selappai, katu tapis dewa sano.
Selappai sendiri merupakan baju tanpa lengan dengan tepi bagian bawah yang berupa hiasan
rumbai ringgit.

Rumah Adat
Rumah adat nowou sesat merupakan rumah adat yang berasal
dari provinsi Lampung.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya seperti panggung dan
terdapat ornamen yang khas pada bagian sisi bangunan. Pada
umumnya rumah adat ini memiliki ukuran yang sangat besar, tapi
pada zaman sekarang ukuran rumah adat ini dibuat tidak terlalu
besar.

Senjata
Senjata tradisional Keris di Lampung disebut dengan
tekhapang/punduk.Keris yang ada di Lampung ini sangat
dipengaruhi oleh kebudayaan kerjaan di Pulau Jawa dan Non
Jawa. Untuk keris yang dipengaruhi oleh kerajaan Sriwijaya
biasanya memiliki gagang dengan ukiran yang lebih halus.
Sedangkan keris yang dipengaruhi kerjaan Goa atau Melayu
biasanya memiliki gagang yang lebih sederhana.

Tarian
Sukubangsa Lampung sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu
Lampung Pepadun dan lampung Sebatin. Lampung Sebatin
adalah sebutan bagi orang Lampung yang berada di sepanjang
pesisir pantai selatan Lampung. Sedangkan, Lampung Pepadun
adalah sebutan bagi orang Lampung yang berasal dari Sekala
Brak di punggung Bukit Barisan (sebelah barat Lampung Utara) dan menyebar ke utara,timur
dan tengah provinsi ini. Sebagaimana masyarakat lainnya, mereka juga mereka menumbuh-
kembangkan kesenian yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi jatidirinya.
Dan, salah satu kesenian yang ditumbuhkembangkan oleh masyarakat Lampung, khususnya
Orang Pepadun, adalah jenis seni tari yang disebut “tari cangget”.

Makanan Khas
Kalau kamu suka ikan, mungkin seruit bisa jadi pilihan hidangan
yang kamu santap di Lampung. Seruit terbuat dari ikan yang
dibakar atapun digoreng. Tak lupa tambahan sambal terasi,
tempoyak, atau manga

Bahasa
Ada yang membagi rumpun bahasa Lampung dalam dua dilek. Pertama, dialek A yang dipakai
oleh ulun Melinting-Maringgai, Pesisir Rajabasa, Pesisir Teluk, Pesisir Semaka, Pesisir Krui,
Belalau dan Ranau, Komering, dan Kayu Agung (yang beradat Lampung Peminggir/Saibatin),
serta Way Kanan, Sungkai, dan Pubian (yang beradat Lampung Pepadun). Kedua, dialek O yang
dipakai oleh ulun Abung dan Menggala/Tulangbawang (yang beradat Lampung Pepadun).

Tradisi
Kebiasaan Ngarak Maju Atau Budaya Ngarak
Dalam adat perkawinan pada Masyarakat Adat Lampung Pesisir dikenal istilah “Ngarak Maju”.
Ngarak menurut istilah adalah Arak-arakan, sedangkan Maju adalah Pengantin. Maka “Ngarak
Maju” adalah Adat arak-arakan pengantin Lampung yang dilakukan di tempat pihak pengantin
pria, sebagai pertanda bahwa si pria telah resmi menikahi dengan si wanita (pengantin
perempuan).
BANTEN
Pakaian Adat
Pada awalnya Banten adalah provinsi pecahan dari Jawa Barat
dan mulai berdiri pada tahun 2000. Maka tidak heran jika
kebudayaan Banten banyak sekali dipengaruhi oleh kebudayaan
Sunda dan kebudayaan lain yang masuk lewat jalur laut. Pada
masa lalu Banten adalah kota pelabuhan yang banyak sekali
dikunjungi orang dari berbagai duni untuk perdagangan.

Rumah Adat
Rumah Badui merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi
Banten.

Ciri khas rumah badui adalah bentuknya yang menyerupai


panggung dan hampir seluruh bagian rumah terbuat dari bahan
bambu. Rumah adat ini juga terkenal dengan kesederhanaan.

Senjata
Golok Ciomas Salah satu Golok Banten yang tersohor
namanya adalah Golok Ciomas. Senjata khas Jawara Banten ini 
hanya bisa didapatkan di sebuah daerah bernama Ciomas,
Serang.  Tidak sembarangan orang dapat membuat Golok
Ciomas, karena dalam proses pembuatannya membutuhkan
ritual khusus dan juga alat khusus yang merupakan warisan
turun-temurun. Golok Ciomas ini terdiri dari beberapa jenis, yakni jenis Salamunggal,
Mancungan, Malapah Gedang, Candung, Kembang Kacang, dan Bedul Mungkuk.

Tarian
Tari Grebeg Terbang Gede adalah merupakan tari kreasi yang
masih bercirikan Tradisi, yang  berpijak pada kesenian Terbang
Gede atau Terbang Buhun dari Kota Serang dan dikolaborasikan
dengan pencak silat khas Banten.
Makanan
Lepet adalah makanan yang banyak ditemukan di
sejumlah daerah yang tersebar di nusantara. Daerah
penghasil lepet yang paling terkenal adalah
dataran Sunda dan provinsi Banten. Kalau kamu
berkunjung ke kota Serang, cukup banyak penjual lepet.
Lepet sendiri adalah jajanan pasar yang mirip seperti
nasi. Bedanya, lepet menggunakan beras ketan dan kelapa yang dibalut dengan daun kelapa
muda untuk kemudian dikukus.

Bahasa
Bahasa Banten atau Bahasa Sunda Banten adalah salah satu ragam percakapan bahasa
Sunda yang digunakan sebagian masyarakat di provinsi Banten[3], bagian barat Kabupaten
Bogor (Wilayah Jasinga Raya[4], meliputi: Kecamatan
Jasinga, Cigudeg, Tenjo, Nanggung, Parungpanjang, dan Sukajaya[5]), serta bagian
barat Kabupaten Sukabumi (terutama Kasepuhan Ciptagelar di Kecamatan Cisolok yang
termasuk dalam daerah Kasepuhan Banten Kidul[6]). Bahasa ini dilestarikan salah satunya
melalui program berita Beja ti Lembur dalam bahasa Banten yang disiarkan oleh siaran televisi
lokal di wilayah Banten.

Tradisi
Upacara Seba adalah Salah satu upacara yang wajib dilakukan oleh masyarakat suku Baduy dan
dilakukan setiap satu tahun sekali dan biasanya Upacara Seba dilaksanakan pada bulan safar di
awal tahun baru penanggalan suku Baduy sebagai bentuk rasa syukur masyarakat suku Baduy
atas nikmat tuhan yang maha esa dalam hasil pertanian mereka.
DKI JAKARTA
Pakaian Adat
Betawi sudah menjadi ciri khas dan menjadi simbol dari Kota
Jakarta. Pada penggunaanya, pakaian adat Betawi ini terdiri dari
3 jenis yakni pakaian keseharian, pakaian resmi dan baju
pengantin. Berikut ini akan dijelaskan ketiga macam pakaian
adat Betawi ini.

Rumah
Rumah adat kebaya merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi DKI Jakarta.

Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang menyerupai pelana


yang dilipat dan apabila di lihat dari samping maka akan terlihat
seperti lipatan-lipatan seperti lipatan kebaya. Selain itu rumah ini
juga memiliki corak ornamen khas suku betawi

Senjata
Golok ujung turun merupakan senjata tradisional Betawi yang
memiliki ujung lancip. Golok ini biasanya menggunakan wafak
(ukir) pada bilahnya serta terdapat ukiran hewan pada
gagangnya. Gagang golok biasanya terbuat dari tanduk dengan
tujuan agar beban golok menjadi ringan.

Tarian
Tari Topeng adalah seni hasil gabungan dari seni drama, nyanyian
dan tarian. Kalau dilihat sih seperti pertunjukan teater, namun dia
bernuansa tarian. Hmmm… bingung ya? Dulunya Tari Topeng
adalah salah satu pertunjukan teather tradisional, namun diselipkan
unsur seni tari didalamnya hingga akhirnya seperti sekarang.

Makanan
Untuk yang pertama, kamu mungkin sudah tidak asing dengan
makanan ini. Namanya kerak telor. Makanan khas Betawi ini bisa
dikatakan sebagai ikon kuliner Jakarta yang dikenal oleh orang-
orang dari luar kota Jakarta. Kerak telor sendiri adalah makanan
yang dibuat dari bahan dasar berupa beras ketan putih, telur ayam
atau telur bebek, ebi kering, bawang goreng, dan diberi bumbu halus dari campuran kelapa
sangrai, cabe merah, garam, gula, merica, jahe, dan kencur.

Bahasa
Bahasa Betawi atau Melayu Dialek Jakarta atau Melayu Batavia (bew) adalah
sebuah bahasa yang merupakan anak bahasa dari Melayu. Mereka yang menggunakan bahasa ini
dinamakan orang Betawi. Bahasa ini hampir seusia dengan nama daerah tempat bahasa ini
dikembangkan, yaitu Jakarta.

Tradisi
Ondel-ondel adalah boneka raksasa yang terbuat  dari rangka bambu yang di pakaika kostum
pakaian adat Betawi.Ondel-ondel biasanya di buat berpasangan yaitu laki-laki dan
perempuan.Tingginya kurang lebih 2,5 meter,keduanya memakai hiasan kepala menyerupai
kembang kelapa (malay).Boneka ondel-ondel merupakan budaya yang tidak bisa di pisahkan
dari Betawi dan sudah menjadi ikon ibukota Jakarta.
Ondel-ondel biasa tampil memimpin barisan pada saat acara perkawinan atau sunatan,di ikuti
pasangan penngantin atau anak yang di sunat,di ikuti oleh keluarga.Berjalan berarak-arakan
keliling kampung.Biasanya juga di meriahkan oleh musik Gambang kromong atau
Tanjidor,keduanya adalah musik tradisional Betawi.
JAWA BARAT
Pakaian Adat
Suku Sunda memiliki beberapa jenis baju ada yang berdasarkan
fungsinya, umur dan tingkatan sosial. Maka berdasarkan hal
tersebut dapat kita ketahui bahwa pakaian adat dari Jawa Barat
dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu pakaian adat rakyat jelata, kaum
menengah dan para bagsawan.

Rumah
Rumah adat Kasepuhan Cirebon merupakan rumah adat yang
berasal dari provinsi Jawa Barat. Rumah ini juga merupakan
bagian dari keraton Cirebon. Walaupun usia bangunan ini sudah
sangat tua, akan tetapi bangunan ini masih tetap terawat sampai
sekarang.

Senjata

Kujang merupakan senjata tradisional dari Jawa Barat yang mana


oleh masyarakat Sunda disakralkan dan dianggap magis. Kujang
menurut masyarakat Jawa Barat berasal dari bahasa sunda kuno
yaitu kata Kudi dan Hyang.

Tarian
Tari merak berasal tanah Pasundan, tarian ini dibuat oleh Raden Tjetje
Somantri yang terinspirasi dari burung merak, karena sejak zaman dulu
Merak menandakan sebuah mahkota.

Makanan
Mengenai nasi lengko, olahan tersebut merupakan perpaduan antara nasi
dengan isian berupa sayur dan gorengan, seperti tahu dan tempe goreng,
serta daun kucai, mentimun, dan tauge. Untuk memperlengkap dan menciptakan rasa yang enak,
ditambah pula dengan taburan saus kacang yang memiliki rasa gurih.

Bahasa
Bahasa Sunda (Basa Sunda, dalam aksara Sunda ditulis ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ) adalah sebuah bahasa
dari cabang Melayu-Polinesiadalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh
setidaknya 42 juta orang dan merupakan bahasa Ibu dengan penutur terbanyak kedua
di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Bahasa Sunda dituturkan di hampir seluruh provinsi Jawa
Barat dan Banten, serta wilayah barat Jawa Tengah mulai dari Kali Brebes (Sungai Cipamali) di
wilayah Kabupaten Brebes dan Kali Serayu (Sungai Ciserayu) di Kabupaten Cilacap, di
sebagian kawasan Jakarta, serta di seluruh provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menjadi
daerah urbanisasi Suku Sunda.
Tradisi
Upacara ini Ngelungsur pusaka biasanya dilakukan di daerah Garut. Upacara adat ini dipimpin
oleh seorang juru kunci atau kuncen yang merupakan bukti bahwa mereka masih melestarikan
dan melaksanakan tradisi leluhurnya juga mensosialisasikan keberadaan benda-benda pusaka
peninggalan Sunan Rohmat Suci.
JAWA TENGAH
Pakaian Adat
Pakaian resmi adat Jawa Tengah bernama Jawi Jangkep dan
Kebaya. Jawi jangkep adalah pakaian pria yang terdiri atas
beberapa kelengkapan dan umumnya digunakan untuk keperluan
adat. Jawi jangkep terdiri dari atasan berupa baju beskap dengan
motif bunga, bawahan berupa kain jarik yang dililitkan di
pinggang, destar berupa blangkon, serta aksesoris lainnya berupa
keris dan cemila (alas kaki).
Rumah Adat
Rumah adat joglo merupakan rumah adat masyarakat Jawa.
Rumah adat ini terdiri dari beberapa ruangan di dalamnya. Di
depan rumah terdapat pendopo yang berfungsi sebagai ruang
tamu.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen
budaya suku Jawa yang terletak pada bagian-bagian sisi
rumahnya.

Senjata
Keris merupakan senjata tradisional yang sudah sangat terkenal
khususnya di Indonesia. Senjata dengan bentuk lekukan yang
khas ini tidak hanya berfungsi sebagai senjata untuk berperang
atau mempertahankan diri. Lebih dari itu, senjata keris juga di
gunakan sebagai lambang jati diri, baik untuk diri sendiri,
untuk keluarga ataupun untuk suku. Dalam kepemilikannya,
keris milik raja tidaklah sama dengan bawahan dan rakyaktnya. Berbeda dari bilah kerisnya,
juga berbeda dari perhiasan-perhiasan piranti pelengkap juga berbeda.
Tarian
Tarian tradisional pertama adalah Bedhaya Ketawang yang
mengandung arti di setiap masing-masing kata. ‘bedhaya’ yang
artinya penari wanita dan ‘ketawang’ artinya langit. Bila disatukan
Bedhaya Ketawang ini mengandung arti penari wanita dari istana
langit.

Makanan Khas
Siapa yang belum tau Semarang itu makanan khas-nya apa?
Hampir semua orang kalau ditanya pasti jawabnya lumpia. Lumpia
lebih enak kalau dimakan saat masih hangat lho. Apalagi kalau
makannya dikasih dengan siraman saus atau dengan cabe merah,
nyam-nyam, pasti tambah menggoda tuh.
Bahasa
Bahasa Jawa (bahasa Jawa: ꦧꦱꦗꦮ ) adalah bahasa yang digunakan penduduk bersuku bangsa
Jawa di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, bahasa Jawa juga digunakan oleh
penduduk yang tinggal di beberapa daerah lain seperti Banten (terutama Serang, Cilegon,
dan Tangerang) serta Jawa Barat (terutama kawasan pantai utara yang
meliputi Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon).

Tradisi
Nyadran merupakan upacara yang di lakukan oleh masyarakat jawa untuk menyambut bulan
suci ramadhan. Namun sebelum adanya agama islam nyadran adalah tradisi dari agama hindu-
budha.
Sejak adanya walisongo di tanah jawa para sunan menyebarkan agama islam dengan
menggabungkan dan meluruskan tradisi-tradisi tersebut.
Agar mudah di terima masyarakat yang masih memuja-muja roh yang di dalam agama islam itu
musyrik. Para sunanmengganti doa dan bacaan-bacaan alquran walaupun itu berbenturan
dengan tradisi jawa.
YOGYAKARTA
Pakaian Adat
Dalam adat yogyakarta terdapat berbagai jenis pakaian adat
tradisional yang penggunaannya telah diatur dan dibakukan
secara adat, termasuk aturan kapan, dimana dan siapa yang
mengenakan pakaian tersebut.

Rumah Adat
Rumah bangsal kencono merupakan rumah adat yang berasal
dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada zaman dulu rumah adat
ini digunakan sebagai tempat tinggal raja-raja jawa dan para
pejabat kerajaan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen yang
mengandung filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang merupakan
lambang dari pola perilaku manusia, alam semesta dan kehidupan

Senjata
Siapa yang belum mengenal keris? Boleh dikatakan hampir semua
daerah di Indonesia memiliki senjata tradisional berupa keris. Keris
ini merupakan senjata untuk peperangan dalam jarak yang sangat
dekat. Cara menggunakannya yaitu dengan menghunus keris dari
sarungnya dan digunakan untuk menikam musuh dari jarak dekat.

Tarian
Tari Serimpi merupakan sebuah tarian klasik dari Yogyakarta.
Tarian ini ditampilkan oleh empat orang penari wanita yang
cantik dan anggun. Kata serimpi itu sendiri berarti empat.
Namun ada juga Serimpi yang ditarikan oleh lima penari yaitu
pada Serimpi Renggowati. Selain berarti empat, istilah serimpi
juga dikaitkan dengan kata ‘impi’ yang berarti mimpi. Maksudnya, seseorang yang melihat
tarian ini mungkin akan merasa seperti berada di alam mimpi.

Makanan Khas
Makanan khas yogyakarta yang terkenal ini tentunya sudah akrab di telinga
anda. Hampir setiap pengunjung yang datang ke jogja pasti akan
mendatangi rumah makan yang menjual gudeg. Sentra wisata kuliner
gudeg di jogja yang paling terkenal berada di sekitaran dekat kampus
UGM dan juga sekitar plengkung kraton dekat alun-alun kidul. Gudeg
jogja ada tiga jenis, yaitu basah, manggar, dan kering. Bagi anda yang ingin membawa gudeg
sebagai oleh oleh, disarankan untuk membeli gudeg kering saja agar tahan lama.

Bahasa
Bahasa Jawa Yogyakarta adalah dialek yang diucapkan masyarakat Yogya. Masyarakat
Yogyakarta biasanya menyingkat kata, atau menambahi kalimat agar mantap dan enak didengar.

Tradisi
Sekaten atau Upacara Sekaten adalah acara ulang tahun Nabi Muhammad SAW yang diadakan
pada setiap tanggal 5 bulan Jawa mulud (Rabiul Awal tahun hijriah) di alun-alun utara Surakarta
dan Yogyakarta. Upacara ini dahulu di pakai oleh Sultan Hamengkubuwono I, Pendiri Keraton
Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.
JAWA TIMUR
Pakaian Adat
Jawa Timur dikenal memiliki kebudayaan yang telah maju sejak
masa silam. Hal ini ditandai dengan penemuan beberapa prasasti
dan candi peninggalan kerajaan-kerajaan terdahulu yang pernah
berkuasa di daerah tersebut, seperti kerajaan Majapahit,
Kanjuruhan, Kahuripan, Medang Kamulan, Singasari, Janggala,
dan lain sebagainya. pakaian adat Jawa Timur yang bernama baju pesaan dan baju mantenan.

Rumah Adat
Rumah adat joglo jawa timuran merupakan rumah adat yang
berasal dari provinsi Jawa Timur. Rumah adat ini mempunyai
kemiripan dengan rumah adat joglo Jawa Tengah.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya lebih minimalis tetapi
artistik. Selain itu rumah adat ini mempunyai filosofi dan
sanepan yang terkandung didalam rumah adat ini. Sehingga rumah adat ini kental akan
kebudayaan leluhur terdahulu.

Senjata
Clurit atau celurit merupakan senjata tradisional Jawa Timur
khususnya di Madura. Clurit diyakini berasal dari legenda pak
Sakera / Sakerah, seorang mandor tebu dari Pasuruan yang menjadi salah satu tokoh perlawanan
terhadap penjajahan belanda. 

Tarian
Tari Reog berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Biasanya dibawakan
oleh 6-8 pria dan 6-8 wanita. Tarian ini melewati beberapa sesi,
sehingga memiliki durasi yang terbilang panjang. Tapi kalau kamu
suka dengan seni, tidak akan bosen deh melihatnya.

Makanan Khas
Bahan utama makanan ini adalah beberapa jenis sayur
rebus yakni kangkung, kacang panjang, kol, irisan
timun, dan tauge. Semua bahan dicampur dengan
sambal kacang, makin nikmat dinikmati dengan
rempeyek.

Bahasa
Bahasa Jawa dan Madura merupakan bahasa yang paling banyak digunakan masyarakat Jawa
Timur. Bahasa Jawa di Jawa Timur bukan merupakan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan
sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (ngoko). Sedangkan masyarakat yang
berbatasan dengan Jawa Tengah lebih halus dan mengenal tingkatan seperti di Jawa Tengah. 

Tradisi
RUAH DESA ini biasanya Di adakan tiap tahun sekali pelaksanaannya yang seing di lakukan
bulan ruwah dan sebelum bulan puasa yaitu tujuan acara ruwah desa ini adalah untuk
menginggat dan mendoakan nenek moyang yang telah mendirikan desa atau kampung tersebut
selain itu  mendoakan untuk keselamatan bersama yang tinggal di kampong atau yang tinggal di
desa tersebut .
KALIMANTAN TIMUR
Pakaian Adat
Penduduk asli Kalimantan Timur dibagi ke 2 entitas besar, yakni
Dayak dan Kutai. Sejalan dengan itu, maka baju tradisional dari
provinsi ini juga ada 2 macam. Suku dayak mengenakan baju
yang diberi nama baju Ta’a dan Sapei Sapaq, sementara suku
Kutai mengenakan baju tradisional yang diberi nama baju Miskat.
Rumah Adat
Rumah adat lamin merupakan rumah adat yang berasal dari
provinsi Kalimantan Timur. Rumah adat ini dibangun oleh suku
asli Kalimantan, yaitu Suku Daya Timur.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen
Suku Dayak Timur yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah.
Rumah lamin ini juga merupakan rumah adat terbesar di
Indonesia.

Senjata
Mandau yang merupakan senjata tradisional suku dayak ini
dipergunakan oleh Raja-Raja atau kepala suku saja. Karena
mandau dipercaya merupakan senjata keramat yang sangat
dipelihara dan dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Mandau
yang sejenis dengan parang, memiliki panjang ½ meter.
Tarian
Tarian ini menggambarkan kehidupan dari burung enggang.
Tari Burung Enggang atau yang biasa disebut dengan Tari
Enggang ini sangat populer di Provinsi Kalimantan timur,
khususnya pada suku Dayak Kenyah. Dalam bahasa Dayak
kenyah, tarian ini biasa di sebut dengan tari kancet lasan.
Tarian ini biasa dimainkan oleh para wanita suku Dayak
disana.

Makanan Khas
Nasi bekepor adalah nasi putih yang dicampur dengan ikan asin,
rempah-rempah, dan minyak sayur. Biasanya nasi bekepor ini
disajikan bersama dengan sayur gangan asam kukar, yakni sejenis
sayur asem yang diolah bersama dengan kepala ikan dan ubi
manis.

Bahasa
Bahasa-bahasa daerah di Provinsi Kalimantan Timur merupakan bahasa Austronesia dari
rumpun Malayo-Polynesia. Bahasa-bahasa daerah tersebut meliputi bahasa Melayu Berau,
Melayu Banjar, Melayu Kutai Tenggarong, Melayu Kutai Kota Bangun, Lundayeh, Putoh,
Lengilu, Lawangan-Pasir, Tunjung. Ampanang, Okolod, Selungai Murut, Tidung, Bulungan,
Kenyah Sungai Bahau. Kenyah Sungai Kayan, Kenyah Kelinyau, Kenyah Mahakam, Kenyah
Bakung, Punan Tubu. Kenyah Wahau, Basap, Burusu, Punan Merap, Sajau Basap. Kayan
Bahau, Kayan Busang, Kayan Wahau, Kayan Mahakam, Kayan Sungai Kayan, Modang, Segai,
theng, Punan Aput, Punan Merah, dan UnengKereho.

Tradisi
Banyak tradisi yang ada pada suku Dayak di Kalimantan,di antaranya adalah memanjangkan
telinga bagi wanita suku Dayak.Saat ini sudah sulit sekali menemukannya,kalaupun ada rata-rata
usianya sudah di atas 60 tahun.Ini di karenakan generasi mudanya sudah mulai meninggalkan
tradisi ini seiring dengan trend dunia fesyen dan pendidikan yang semakin berkembang.
KALIMANTAN BARAT
Pakaian Adat
Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi terluas di
Indonesia. Luas wilayahnya hampir 7,53% luas daratan Indonesi.
Hal ini membuat provinsi Kalimantan Barat terluas di urutan ke
4, setelah Irian Jaya, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Rumah Adat
Rumah adat istana kesultanan pontianak merupakan rumah adat
yang berasal dari daerah Kalimantan Barat. Rumah ini memiliki
ukuran yang cukup besar.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak dan arsitektur
Suku Dayak yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah

Senjata
Sipet merupakan bahasa suku dayak dalam menyebut
senjata tiup bernama "sumpit". Senjata tradisional ini terdiri
dari 2 (dua) bagian, yaitu sipet atau selongsong yang terbuat
dari bahan bambu atau kayu berongga, dan damek atau anak
sumpit.

Tarian
Tari Kinyah Uut Danum ini memperlihatkan
keberanian dan juga teknik bela diri pada saat berperang.
Sesuai dengan namanya, bahwa tarian ini berasal dari sub
suku dayak uut danum yang ada di Provinsi Kalimantan
Barat. Tari Kinyah Uut Danum ini awalnya merupakan
tarian untuk persiapan fisik sebelum mengayau, yakni tradisi
pemburuan kepala musuh yang dilakukan oleh suku dayak zaman dahulu.
Makanan Khas
Bubur pedas merupakan makanan khas Kalimantan
Barat yang berasal dari suku Melayu di Sambas Kalimantan
Barat. Pada awalnya, bubur ini merupakan sajian kerajaan di
keraton sambas. Karena sangat digemari, bubur pedas ini
menjadi makanan khas masyarakat sambas.

Bahasa
Bahasa Melayu Pontianak merupakan dialek bahasa Melayu yang dituturkan di Kota
Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah serta memiliki kesamaan dengan
Bahasa Melayu Semenanjung Malaysia (dialek Johor-Riau). Bahasa Melayu Pontianak
dipengaruhi oleh bahasa Dayak dari rumpun Klemantan juga memiliki kesamaan beberapa kosa
kata dengan bahasa Melayu yang dituturkan di wilayah Kabupaten Sambas, Kabupaten Kayong
Utara dan Kabupaten Ketapang.
Tradisi
Masyarakat Kalimantan Barat yang terdiri atas beragam suku bangsa memiliki
bermacam-macam bahasa daerah. Jumlah bahasa daerah yang berkembang di Kalimantan Barat
diperkirakan berjumlah 164 bahasa yang merupakan ragam bahasa suku Dayak dan Melayu.
Keragaman ini memunculkan hipotesa para ahli bahwa Kalimantan Barat merupakan ssumber
penyebaran bahasa melayu di Asia Tenggara karena bahasa-bahasa tersebut memiliki kemiripan
dengan bahasa melayu.
KALIMANTAN TENGAH
Pakaian Adat
Nama baju adat suku Dayak Ngaju yang telah diresmikan
sebagai baju adat Kalimantan Tengah yaitu baju sangkarut.
Suku Nganju adalah suku mayoritas dari Provinsi Kalimantan
Tengah.

Rumah Adat
Rumah adat betang adalah rumah adat yang berasal dari provinsi
Kalimantan Tengah. Rumah ini secara garus besar mempunyai
kemiripan dengan rumah panjang.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai ukuran yang sangat
besar dan merupakan rumah adat terbesar kedua di Indonesia.
Rumah adat ini mampu menampung 150 orang atau 30-35 keluarga.

Senjata
Duhung dipercaya masyarakat dayak sebagai senjata
tertua masyarakat suku dayak. Pada awalnya orang yang
memiliki senjata duhung ini adalah Raja Sangen, Raja Sa-
ngiang, dan Raja Bunu yang dipercaya sebagai leluhur suku
dayak

Tarian
Tari Giring-Giring atau disebut dengan tari Gangereng
adalah tari tradisional yang berasal dari masyarakat Ma'anyan di
Barito Timur dan Barito Selatan Provinsi Kalimantan Barat.
Tarian ini biasanya ditampilkan untuk menyambut kedatangan
tamu di Barito. Aksesoris yang digunakan para penari yaitu
Giring-giring terbuat dari bambu tipis (telang) yg diisi dengan biji “piding” sehingga
menghasilkan suara yang ritmis dengan alunan kangkanong (gamelan) oleh penarinya.
Makanan Khas
Juhu umbut rotan adalah makanan khas Kalimantan
Tengah yang menggunakan ujung rotan yang masih muda.
Proses pembuatan makanan tradisional ini membutuhkan
tenaga ekstra pada saat menghilangkan duri-duri yang
mengitari batang rotan. Rotan kemudian dipotong kecil-kecil
dan diberi bumbu rempah tertentu. Umbu rotan bisa dimasak bersama santan ataupun tidak.
Penyajian umbu rotan dilakukan bersama kuliner lain seperti ikan patin atau nila bakar.
Bahasa
Masyarakat Kalimantan Tengah menggunakan bahasa lndonesia sebagai bahasa
pengantar. Sebagian besar masyarakat Kalimantan Tengah (sekitar 60%) terutama di daerah
perkotaan telah mengenal dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, terutama
sebagai bahasa pengantar di pemerintahan dan pendidikan. Pelajaran Bahasa Indonesia telah
diajarkan kepada para siswa sejak di bangku sekolah dasar. Keberagaman etnis dan suku bangsa
menyebabkan bahasa Indonesia dipengaruhi berbagai dialek.
Tradisi
Tradisi  yang ada di Kalimantan Tengah berupa upacara ritual secara umum dibagi
menjadi dua bagian yaitu ritual kehidupan dan kematian. Dari semua upacara ritual tersebut
dikenal lima upacara yang bersifat besar dan melibatkan banyak orang serta dana yang tidak
sedikit.
KALIMANTAN SELATAN
Pakaian Adat
Terdapat 4 jenis baju ada Kalimantan Selatan yang sampai
sekarang masih tetap lestari dalam kehidupan masyarakat suku
Banjar. Keempat baju adat ini akan dijelaskan dibawah ini

Rumah Adat
Rumah adat bubungan tinggi merupakan rumah adat yang berasal
dari provinsi Kalimantan Selatan. Rumah ini dibangun oleh suku
Dayak Selatan yang merupakan suku asli Kalimantan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai struktur bangunan
yang tinggi dan kokoh. Rumah adat bubungan tinggi ini lebih
mengutamakan kekokohan bangunan daripada daya tampung
bangunannya.

Senjata
Sungga merupakan salah satu senjata yang digunakan oleh
masyarakat pada Perang Banjar di daerah Benteng Gunung
Madang, Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Senjata ini dipasang di
bawah jembatan yang dibuat sebagai jebakan, sehingga apabila
dilalui oleh musuh (tentara Belanda), maka jembatan tersebut akan
runtuh dan musuh yang jatuh tertancap pada sungga tersebut

Tarian
Tari Baksa Kambang adalah tarian klasik Banjar yang
ditampilkan untuk menyambut tamu Agung yang datang
ke Kalimantan Selatan. Tari Baksa Kambang merupakan tarian
tunggal yang ditarikan oleh wanita, akan tetapi bisa juga ditarikan
oleh beberapa penari wanita.
Makanan Khas
Mungkin yang paling terkenal dari semua makanan khas Kalimantan
Selatan adalah Soto Banjar, bahkan banyak restoran dan warung
makan di Indonesia yang mengunakan Soto Banjar sebagai salah satu
menu spesialnya.
Soto Banjar ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan jenis Soto pada
umumnya di Indonesia, perbedaannya mungkin hanya pada kuahnya yang lebih bening.
Walaupun begitu ada juga Soto Banjar yang kuahnya agak keruh.
Bahasa
Bahasa masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya adalah bahasa Banjar. Bahasa
Banjar banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa, dan bahasa Dayak. Bahasa Banjar, sering
pula disebut bahasa Melayu Banjar terdiri atas dua kelompok dialek, yaitu bahasa Banjar
Hulu dan bahasa Banjar Kuala.
Tradisi
Menyambut kelahiran atau maulid Nabi Muhammad SAW tiap 12 Rabiul Awal, umat Islam di
Kalimantan Selatan memiliki tradisi unik.
Tradisi itu bernama Baayun Maulid, sebuah tradisiyang digelar tiap tahun.
Di Banjarmasin, biasanya dilaksanakan secara bersama-sama di halaman Masjid Sultan
Suriansyah di Jalan Alalak Utara RT 5, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara,
Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
KALIMANTAN UTARA
Pakaian Adat
Suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan terdiri atas
banyak sekali suku. Adapula yang menjadi suku Dayak
mayoritas di Kalimantan Utara adalah suku Dayak Kenyah. Sub
suku yang orangnya dicirikan mirip keturunan Tionghoa ini
memiliki baju tradisional bernama Ta’ a dan Sapei Sapaq.

Rumah Adat
Rumah adat baloy merupakan rumah adat yang berasal dari
provinsi Kalimantan Utara. Rumah adat baloy terinspirasi dari
rumah adat suk tidung yang juga berada di Kalimantan Utara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai arsitektur bangunan
yang lebih indah daripada rumat adat lainnya yang ada di
Kalimantan. Sehingga rumah adat baloy dijadikan sebagai
maskot daerah sekaligus sebagai media menarik wisatawan.

Senjata
Senjata tradisional mandau ini adalah senjata tradisional yang
berasal dari suku kebudayaan dayak yang ada di Kalimantan Utara.
Mandau ini merupakan salah satu senjata tradisional yang ada di
Negara Indonesia.
Senjata mandau tersebut mempunyai beberapa ukiran-ukiran pada keping-nya yang mana
ukiran-ukiran itu mempunyai makna tersendiri/makna tertentu.

Makanan
Lawa merupakan salah satu kuliner khas Kalimantan Utara
yang sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Kalimantan
Utara. Makanan ini merupakan makanan khas Kerajaan Bulungan,
salah satu kerajaan di daerah Kalimantan Utara.
Bahasa
Bahasa yang dipakai oleh orang Kalimantan Utara: Bahasa Indonesia, bahasa Tidung,
Bahasa Dayak.
Tradisi
Letak bangkawan sesungguhnya dimiliki oleh dayak dusun. Yang dimana mereka berada
di kalimantan utara. Setiap suku dayak dusun mempunyai rumah-rumah kecil dan tak luput
didalamnya terdapat beberapa tengkorak manusia entah itu tengkorak bagian keluarganya dan
penduduk setempat. Konon katanya tengkorak-tengorak yang dikumpulkan ini memiliki banyak
fungsi, sering menyebutnya dengan ragas, kinodou, dan kinoring.

Bangkawan merupakan salah satu simbol kehebatan dan kekuatan yang dimiliki desa yang
mempercayai keyakinan tersebut. Semakin banyak jumlah tengkorak pada desa tesebut
dieprcaya semakin kuat juga kekuatan dan kehebatan desa dalam mengalahkan musuh.