Anda di halaman 1dari 20

CRITICAL BOOK REVIEW

METODOLOGI STUDI ISLAM


DosenPengampu:Dr.ZulfahmiLubis,,Lc.MA
Untuk memenuhi tugas matakuliah
MetodologiStudiIslam

Disusun Oleh :
RIZKI NOVIATI PUTRI (0302183110)

PENDIDIKAN BAHASA ARAB


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
2020
KATA PENGANTAR

‫بسم هللا الر حمن الر حيم‬


Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokhatu

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan izin dan
kekuatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Critical Book Review ini.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada : Dr. Zulfahmi Lubis, Lc. MA selaku dosen
mata kuliah Metodologi Study Islam.

penyusun menyadari bahwa Critical Book Review ini masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan
pengetahuan dan wawasan penulis. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran untuk menyempurnakan Critical Book Review ini.

Akhirmya, penulis mengharapkan semoga Critical Book Review ini dapat


memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Medan, 8 Januari 2020

Rizki Noviati Putri


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


B. Tujuan Penulisan CBR
C. Manfaat Penulisan CBR
D. Identitas Buku

BAB II RINGKASAN ISI BUKU

A. Ringkasan
B. Kelebihan dan Kekurangan Buku
C. Saran Bagi Penulis Buku

BAB III SARAN

A. Saran Bagi Penulis CBR

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan yang minim dikarenakan rendahnya minat baca


masyarakat pada saat ini. Mengkritik buku adalah salah satu cara yang dilakukan untuk
menaikkan minat baca seseorang. Mengkritik buku (critical book review) ini adalah suatu
tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya atau buku, baik berupa buku fiksi maupun
nonfiksi, juga dapat diartikan sebagai karya ilmiah yang melukiskan pemahaman terhadap
sebuah buku.

Mengkritik buku ini dilakukan bukan untuk menjatuhkan atau menaikkan nilai suatu
buku, melainkan untuk mengetahui dan menjelaskan fakta sebuah buku yaitu mengenai
kekurangan atau kelebihan buku tersebut. Lebih jelasnya dalam mengkritik buku, kita
dapat menguraikan isi pokok pemikiran pengarang dari buku yang kita kritik.

B. Tujuan Penulisan Critical Book Review (CBR)

Critical Book Review ini dibuat sebagai bahan untuk menambah wawasan penulis
maupun pembaca dalam mengetahui kekurangan dan kelebihan sebuah buku, dan untuk
memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) penulis.

C. Manfaat Penulisan Critical Book Review (CBR)


Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku
atau hasil karya lainnya secara ringkas.
Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari buku yang dikritik
Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara
penulisan, dan isi
D.Identitas Buku
 Judul Buku : Metodologi Studi Islam
 Penulis : Prof.Dr. H. Abuddin Nata, M.A
 Penerbit : Rajawali Press Citra Niaga Buku Perguruan Tinggi
 Tebal Buku : 481 halaman
 Kota Terbit : Jakarta
 Tahun Terbit : - cetakan pertama tahun 1998
- Cetakan ke-18 Februari 2011
 ISBN : 979-421-706-9
 Harga : Rp. 70.000
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

A. Ringkasan
BAB I : PENDAHULUAN

Kehadiran agama Islam yang dibawa nabi Muhammad SAW. Diyakni dapat
menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Didalamnya
terdapat berbagai petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia itu menyikapi hidup dan
kehidupan ini secara lebih bermakna dalam arti yang seluas-luasnya.

Pertunjukan tujuh agama mengenai berbagai kehidupan manusia, Sebagaimana


terdapat di dalam sumber ajarannya Al- Qur’an dan Hadis, tampak amat ideal dan agung.
Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, mengenai akal pikiran melalui
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersikap seimbang dalam memenuhi
kebutuhan material dan spiritual, Senantiasa mengembangkan kepedulian social, menghargai
waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas egaliter, kemitraan,
feodalistik, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia ,dan sikap
sikap positif lainnya.

Sebenarnya dalam ajaran agama Islam itu mayoritas ajaran mengacu kepada masalah
sosial bahkan dalam suatu penelitian disimpulkan bahwa Al-Qur’an memiliki empat hal yang
bertemakan tentang kepedulian social. Pertama, dalam Al- Qur’an dan Hadis profesial
terbesar, ditunjukkan kepada masalah sosial. Kedua, dalam kenyataan bila urusan ibadah
bersamaan waktunya dengan urusan muamalah yang penting, maka ibadah boleh diperpendek
atau ditangguhkan (tapi tidak ditinggalkan). Ketiga, bahwa ibadah yang mengandung segi
kemasyarakatan diberi ganjaran lebih besar daripada ibadah yang bersifat perseorangan.
Keempat, bila urusan ibadah dilakukan tidak sempurna atau batal karena melanggar
pantangan tertentu, maka kafaratnya ialah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan
masalah social.
Namun yang sangat mengecewakan kenyataan Islam sekarang ini menampilkan
keadaan yang jauh dari kata ideal tersebut. Ibadah yang dilakukan umat Islam seperti sholat,
puasa, zakat, haji dan sebagainya, hanyalah sekedar kewajiban yang harus dilaksanakan
dengan tanpa ada nilai dimensi lain yang merupakan buah dari ibadah tersebut terutama
dalam masalah sosial sehingga seolah - olah agama hanyalah urusan individu, penyelamatan
individu tanpa ada keberkahan social. Dan seakan - akan agama bahkan tuhan sekalipun
tidak hadir dalam problematika sosial kita walaupun nama-Nya Sering kita dengar kan
berkumandang di mana-mana.

Syafi'i ma'arif dalam suatu kesempatan mengatakan bahwasannya penyebab dari


kesenjangan antara citra Islam dengan kenyataannya adalah yang pertama, karena kualitas
keagamaan umat yang masih rendah. Menurutnya proses islamisasi sesungguhnya secara
kualitatif belum pernah mencapai tingkatnya yang sempurna, yang kedua, cara umat Islam
sendiri yang keliru dalam memahami Islam, Islam yang muatan ajaran banyak berkaitan
dengan masalah-masalah sosial ternyata belum dapat diangkat ke permukaan disebabkan
metode dan pendekatan yang kurang komprehensif atau menyeluruh.

Mukti Ali juga mengatakan bahwasanya jika kita mempelajari cara orang dalam
mendekati agama islam maka kita akan melihat tiga cara yang jelas tampak. Yang pertama
adalah secara naqli (tradisional), yang kedua adalah pendekatan secara aqli (rasional), dan
yang ketiga adalah pendekatan secara kasyf (mistis). Perihall dalam memahami agama itu
seharusnya ketiga cara pendekatan tersebut harus digunakan secara serempak bukan terpisah
pisah.

Dan ternyata menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa mayoritas studi islam
hanya berorientasi untuk terciptakannya lulusan yang dapat menghafal ajaran agama, tetapi
tidak mampu mengembangkannya.

Maka dari itu melalui buku ini penulis mencoba membawa pembaca untuk memiliki
wawasan yang utuh dan integral tentang Islam juga dapat mengembangkannya, untuk itu
masalah metode dan pendekatan dalam seluruh aspek ajaran Islam dikemukakan dalam buku
ini.
KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA

PENGERTIAN AGAMA

a. secara etimologi (kebahasaan)

Mengartikan agama dari sudut kebahasaan akan terasa lebih mudah daripada mengartikan
agama dari sudut istilah karena pengertian agama dari sudut istilah ini sudah mengandung
muatan subjektivitas dari orang yang mengartikannya lain halnya dengan dari segi bahasa
pengertian agama dari segi bahasa dapat kita ikuti antara lain uraian yang diberikan Harun
Nasution menurutnya dalam masyarakat indonesia selain dari kata agama dikenal pula
dengan kata "din" dari bahasa arab dan kata religi dalam bahasa eropa ia mengatakan bahwa
agama dari bahasa sansekerta tersusun dari 2 kata yaitu a “ tidak” dan gam “pergi” jadi
agama artinya tidak pergi tetap di tempat diwariskan secara turun temurun, hal ini
menunjukkan pada salah satu sifat agama yaitu diwarisi secara turun temurun dari satu
generasi ke generasi lainnya. Kemudian ada yang mengatakan artinya adalah teks dan kitab
suci, tuntunan yang berarti tuntunan bagi kehidupan manusia.

Selanjutnya din dalam bahasa semit berarti undang-undang atau hukum. Dalam
bahasa arab kita mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan dan
kebiasaan. Sedangkan kata religi berasal dari kata relegere yang mengandung arti
mengumpulkan dari membaca. Pengertian demikian itu juga sejalan dengan isi agama yang
mengandung kumpulan cara-cara mengabdi kepada tuhan yang terkumpul dalam kitab suci
yang harus dibaca. Tetapi ada juga yang mengatakan arti dari relegere adalah mengikat.

Dan dari beberapa definisi berikut, akhirnya Harun Nasution menyimpulkan bahwa
intisari yang terkandung dalam istilah-istilah di atas ialah ikatan agama memang mengandung
arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.. Ikatan ini mempunyai pengaruh besar
sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari. Ikatan itu berasal dari suatu kekuatan yang
lebih tinggi dari manusia satu kekuatan gaib yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra.
b. Secara Terminologi

Adapun pengertian agama dari segi istilah dapat dikemukakan sebagai berikut.
Elizabeth nottingham dalam bukunya agama dan masyarakat berpendapat bahwa agama
adalah jegala yang begitu sering terdapat di mana-mana sehingga sedikit membantu usaha
usaha kita untuk membuat abstraksi ilmiah. Lebih lanjut nottingham mengatakan bahwa
agama berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari
keberadaannya sendiri dan keberadaan alam semesta. Agama telah menimbulkan khayalnya
yang penting yang paling luas dan juga digunakan untuk membenarkan kekejaman orang
yang luar biasa terhadap orang lain. Agama dapat membangkitkan kebahagiaan batin yang
paling sempurna dan juga perasaan takut dan ngeri. Dan durkheim mengatakan bahwa agama
adalah pantulan dari solidaritas sosial bahkan kalau dikaji katanya tuhan itu sebenarnya
adalah ciptaan masyarakat.

LATAR BELAKANG PERLUNYA MANUSIA TERHADAP AGAMA

Ada tiga alasan yang melatarbelakangi perlunya manusia terhadap agama, dan ketiga
alasan tersebut adalah :

a. latar belakang fitrah manusia


b. kelemahan dan kekurangan manusia
c. tantangan manusia
BAB II : BERBAGAI PENDEKATAN DIDALAM MEMAHAMI AGAMA

a. pendekatan teologis normatif

Yaitu upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang
bertolak dari suatu keyakinan bahwa wujud empirik dari suatu agama dianggap sebagai yang
paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.

b. pendekatan antropologi

Yaitu salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktek keagamaan
yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

c. pendekatan sosiologis

Pentingnya pendekatan sosiologi dalam memahami masalah agama dapat dipahami


dengan banyak sekali ajaran agama yang berkaitan dengan masalah sosial. besarnya perhatian
agama terhadap masalah sosial ini selanjutnya mendorong kaum agamawan memahami ilmu
sosial sebagai alat untuk memahami agama.

d. pendekatan filosofis

Arti dari filsafat adalah sebuah upaya umtuk menjelaskan inti hakikat atau hikmah
mengenai sesuatu yang berada di balik objek formalnya. Filsafat mencari sesuatu yang
berdasar yang mendasar, asas, dan inti ajaran agama yang terdapat di balik yang bersifat
lahiriyah. Maka dari itu filsafat dapat memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah
hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama.

e. pendekatan historis

sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa
dengan memperhatikan .
PANDANGAN AJARAN ISLAM TENTANG ILMU SOSIAL

Sejak kelahirannya belasan Abad lalu Islam telah tampil sebagai agama yang
memberi perhatian pada keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat antara hubungan
manusia dengan tuhan antara hubungan manusia dengan manusia dan antara hubungan
ibadah dengan muamalah .

Selanjutnya jika kita diadakan perbandingan antara perhatian islam Terhadap urusan
ibadah Dengan urusan muamalah ternyata islam menekankan urusan muamalah lebih besar
daripada urusan ibadah dalam arti yang khusus. islam lebih banyak memperhatikan aspek
kehidupan sosial daripada aspek kehidupan ritual. islam adalah agama yang menjadikan
seluruh bumi sebagai masjid tempat mengabdi kepada allah dalam arti luas. muamalah juga
lebih luas daripada ibadah dalam arti yang khusus .

Keterkaitan agama dengan masalah kemanusiaan sebagaimana tersebut menjadi


penting jika dikaitkan dengan situasi kemanusiaan di zaman modern ini. kita mengetahui
bahwa dewasa ini manusia menghadapi berbagai macam persoalan yang benar-benar
membutuhkan pemecahan segera . Kadang-kadang kita merasa bahwa situasi yang penuh
Dengan problematika dunia modern justru disebabkan oleh perkembangan pemikiran
manusia sendiri. dibalik kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia modern
sesungguhnya menyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia. umat
manusia telah berhasil mengorganisasikan ekonomi menata struktur politik serta membangun
peradaban yang maju untuk dirinya sendiri, tetapi pada saat yang sama ,kita juga melihat
bahwa umat manusia telah menjadi tawanan dari hasil ciptaannya sendiri. sejak manusia
memasuki zaman modern mereka mampu mengembangkan potensi-potensi rasionalnya
mereka memang telah membebaskan diri dari belenggu pemikiran mistis yang irasional dan
pemikiran hukum alam yang sangat mengikat kebebasan manusia. tetapi ternyata di dunia
modern ini manusia tidak dapat melepaskan diri dari jenis belenggu lain yaitu penyembahan
kepada hasil ciptaan sendiri.

Dalam keadaan demikian kita saat ini nampaknya sudah mendesak untuk memiliki
ilmu pengetahuan sosial yang mampu membebaskan manusia dari berbagai problema
tersebut. ilmu pengetahuan sosial yang dimaksud kan adalah ilmu pengetahuan yang digali
dari nilai-nilai agama kuntowijoyo menyebutnya sebagai ilmu sosial profetik .
PENGERTIAN DAN SUMBER AJARAN ISLAM

Dari segi bahasa islamBerasal dari bahasa arab yaitu dari kata salima yang
mengandung arti selamat sentosa, dan damai, dari kata salima selanjutnya diubah menjadi
bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian.

Adapun pengertian islam dari segi istilah akan kita dapati rumusan yang berbeda-
beda. dan dari berbagai pendapat yang bermacam-macam itu dapat diambil kesimpulan
bahwasanya pengertian islam secara istilah mengacu kepada agama yang bersumber pada
wahyu yang datang dari allah Swt.

Bukan berasal dari manusia, dan bukan pula berasal dari nabi muhammad Saw. posisi
nabi dalam agama islam diakui sebagai yang ditugaskan oleh allah untuk menyebarkan ajaran
islam tersebut kepada umat manusia. dalam proses penyebaran agama islam nabi terlibat
dalam memberi keterangan, penjelasan, uraian, dan contoh prakteknya.namun keterlibatan ini
masih dalam batas-batas yang dibolehkan tuhan.

SUMBER AJARAN ISLAM

Diantara sumber agama islam adalah:

a. al qur'an

b. as-sunnah

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM

a. Dalam bidang agama

Karakteristik agama islam dalam visi keagamaannya bersifat toleran, tidak


memaksakan, dan saling menghargai karena dalam pluralitas agama tersebut terdapat unsur
kesamaan yaitu pengabdian kepada tuhan.
b. dalam bidang ibadah

Puisi islam tentang ibadah adalah merupakan sifat, jiwa, dan misi ajaran islam itu sendiri
yang sejalan dengan tugas penciptaan manusia sebagai makhluk yang hanya diperintahkan
agar beribadah kepadanya.

C. dalam bidang akidah

akidah dalam agama islam bukan sekedar keyakinan dalam hati melainkan pada tahap
selanjutnya harus menjadi acuan dan dasar dalam bertingkah laku serta berbuat yang pada
akhirnya menimbulkan masalah.

d. bidang ilmu dan kebudayaan

karakteristik islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan tersebut dapat
pula dilihat dari lima ayat pertama dari surah al alaq. iqra dalam ayat ini bukan hanya berarti
membaca tetapi juga berarti menelaah, mengobservasi, membandingkan, mengukur,
mendeskripsikan, menganalisis, dan menyimpulkan secara induktif, islam dengan demikian
kuatnya mendorong manusia agar memiliki ilmu pengetahuan dengan cara menggunakan
akarnya untuk pikir, merenung, dan sebagainya.

Demikian pentingnya ilmu ini hingga islam memandang bahwa orang menuntut ilmu
sama nilainya dengan jihad dijalan allah.

e. bidang pendidikan
f. bidang kehidupan ekonomi
g. bidang kesehatan
h. bidang politik
i. bidang pekerjaan
j. islam sebagai disiplin ilmu

Dan dari semua itu agama islam memiliki karakteristik tersedia yang tidak dimiliki
oleh agama agama selain agama islam.
MISI AJARAN ISLAM

Ada sejumlah Argumentasi yang dapat digunakan untuk menyatakan bahwa misi
ajaran islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. argumentasi tersebut diantaranya:

a) untuk menunjukkan bahwa islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari
pengertian islam itu sendiri. kata islam makna aslinya masuk dalam perdamaian dan
orang muslim ialah orang yang damai dengan allah dan damai dengan manusia.
b) misi ajaran islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam dapat juga dilihat dari
peran peran yang dimainkan islam dalam menangani berbagai problematika agama,
sosial, ekonomi, politik hukum, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya.
c) misi dalam islam dapat juga dilihat dari misi ajaran yang dibawa dan dipraktikkan
oleh nabi muhammad saw.
d) Misi islam selanjutnya dapat pula dilihat pada kedudukannya sebagai sumber nilai
dan pandangan hidup manusia.
e) misi ajaran islam sebagai pembawa rahmat dapat pula dilihat dari peran yang
dimainkan nya dalam sejarah.
f) juga dapat dilihat dari praktik hubungan islam dengan penganut agama lain.
g)

METEDOLOGI PEMAHAMAN ISLAM

KEGUNAAN METEDOLOGI

Untuk mencapai suatu kemajuan, kejeniusan saja belum cukup, melainkan harus
dilengkapi dengan ketetapan memilih metode yang akan digunakan untuk kerja kerjanya
dalam bidang pengetahuan. metode dan berpikir yang benar tak ubahnya seperti orang yang
berjalan. seorang yang lumpuh sebelah kakinya dan tidak dapat berjalan dengan cepat, tetapi
memilih jalan yang benar akan mencapai tujuannya lebih cepat daripada jago dari yang
mengambil jalan yang terjal lagi berkelok-kelok. betapapun cepat jago lari tersebut, dia akan
datang pada tempat yang dituju, sedangkan orang yang lumpuh sebelah kakinya yang
memilih jalan yang benar akan sampai kepada tujuan dengan segera. selain itu penguasaan
metode yang tepat dapat menyebabkan seorang mengembangkan ilmu yang dimilikinya.
sebaliknya mereka yang tidak menguasai metode hanya akan menjadi konsumen ilmu, dan
bukan menjadi produsen.
STUDI ISLAM

Banyak orang berselisih pendapat apakah islam itu termasuk ke dalam sains atau ilmu
pengetahuan. mengingat sifat dan karakteristik antara ilmu pengetahuan dan agama berbeda.
Ilmu pengetahuan dapat dikritisi sedangkan agama dengan alasan apapun tidak dapat dikritik
karena merupakan ajaran dari tuhan yang memiliki kebenaran yang mutlak tidak relatif.
sehingga muncullah pendapat yang memisahkan atau membedakan antara sains islam dengan
studi islam titik sains islam mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran,
astronomi, matematika, fisika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai islami.
sementara studi islam adalah pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran islam yang
dipraktikkan dalam sejarah dan kehidupan manusia sedangkan pengetahuan agama dalam
pengetahuan yang sepenuhnya diambil dari ajaran ajaran allah dan rasulnya secara murni
tanpa dipengaruhi sejarah, seperti ajaran tentang aqidah ibadah, membaca alquran dan akhlak.

METODE MEMAHAMI ISLAM

Sebagai pendapat diajukan untuk metode memahami islam diantaranya metode yang
digunakan oleh ali syari'ati ia mengatakan bahwasanya cara memahami islam adalah salah
satu ialah dengan mengenal allah dan membandingkannya dengan sesembahan agama lain.
cara lainnya ialah dengan mempelajari kitab alquran dan membandingkannya dengan kitab-
kitab samawi lainnya. tetapi ada ada cara lain yaitu dengan mempelajari kepribadian rasul
islam dan membandingkannya dengan tokoh-tokoh besar pembaharuan yang penuh hidup
dalam sejarah. akhirnya ada satu cara lagi ialah dengan dengan mempelajari tokoh-tokoh
islam terkemuka dan membandingkannya dengan tokoh-tokoh utama agama maupun aliran
aliran pemikiran lain.

Selain menggunakan pendekatan komparasi ali syari'ati juga menawarkan cara


memahami islam melalui pendekatan aliran. dalam hubungan ini ia mengatakan bahwa tugas
intelektual hari adalah mempelajari dan memahami islam sebagai aliran pemikiran yang
membangkitkan kehidupan manusia ,perseorangan maupun masyarakat. dan bahwa sebagai
intelektual dia memikul amanah demi masa depan umar untuk bangsa yang lebih baik. dia
harus menyadari tugas ini sebagai tugas pribadi dan apapun bidang studinya dia harus
senantiasa menemukan pemahaman yang segar tentang islam dan tentang tokoh-tokoh
besarnya sesuai dengan bidang masing-masing.
Sedangkan nasrudin razak mengemukakan pendapatnya. ia menawarkan metode
pemahaman islam secara menyeluruh titik menurutnya bahwa memahami islam secara
menyeluruh. menurutnyq adalah penting walaupun tidak secara detail. begitu cara paling
minimal untuk memahami agama paling besar sekarang ini agar menjadi pemeluk agama
yang mantap dan tidak membutuhkan tuh kan sikap hormat bagi pemeluk agama lainnya. dan
untuk memahami islam secara benar nasrudin razak mengajukan 4 cara:

a. Islam harus dipelajari dari sumber yang asli yaitu alquran dan sunnah rasulullah
shallallahu alaihi wasallam
b. Islam harus dipelajari secara menyeluruh sebagai suatu kesatuan yang bulat tidak
secara sebagian saja
c. Islam perlu dipelajari dari keputusan yang ditulis oleh para ulama besar kaum dan
sarjana-sarjana islam karena pada umumnya mereka memiliki pemahaman islam yang
baik
d. Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normatif teologis yang ada dalam alquran
baru kemudian digabungkan dengan kenyataan historis dan sosiologis yang ada di
masyarakat

Selain itu mukti ali juga mengajukan pendapat tentang metode memahami islam
sebagaimana yang dikemukakan ali syari'ati yang menekankan pentingnya melihat islam
secara menyeluruh .Ia juga mengatakan apabila kita melihat islam hanya dari satu segi saja
masih kita hanya akan melihat 1 dimensi dari fenomena fenomena yang multivaset ,
sekalipun kita melihatnya itu betul titik islam menuntut nya harus dipahami secara bulat,
yaitu pemahaman islam yang dilakukan secara komprehensif titik metode lain untuk
memahami islam yang diajukan Mukti Ali adalah metode tipologi . metode ini oleh banyak
sekali ali sosiologi dianggap objektif berisik klarifikasi topik dan tema sesuai dengan tipenya,
lalu dibandingkan dengan topik dan tema yang mempunyai tipe yang sama dari uraian yang
ada di atas dapat kita simpulkan bahwa metode yang ada digunakan dalam memahami islam
secara garis besar ada dua macam. pertama , metode komparasi yaitu suatu cara memahami
agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama islam tersebut dengan
agama lainnya dengan cara demikian akan dihasilkan pemahaman islam yang objektif dan
utuh yang . kedua , metode sintesis yaitu suatu cara memahami islam yang memadukan
antara m ilmiah dengan segala cirinya yang rasional objektif kritis dan seterusnya dengan
metode teologis normative.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN

Memasuki abad ke-20 masehi keadaan dunia ditandai oleh kemajuan yang dicapai
oleh barat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala implikasinya, yaitu
berupa penjajahan mereka atas dunia islam. negara-negara yang dahulu masuk ke dalam
hegemoni islam seperti spanyol, india ,sisilia ,dan sebagainya sudah mulai melepaskan diri
dari islam dan berdiri sendiri sebagai negara yang sepenuhnya berada di luar ideologi islam.
demikian pula negara-negara yang sepenuhnya dikuasai islam juga sudah banyak yang
menjadi jajahan bangsa bangsa lain. negara-negara tersebut antara lain mesir, turki, malaysia ,
dan indonesia .

menghadapi keadaan yang demikian itu, umat islam mencari sebab-sebabnya . sebab-sebab
tersebut yang utama diantaranya karena umat islam tertinggal dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi serta adanya perpecahan .

dikalangan umat islam paling kurang timbul tiga sikap menghadapi keterbelakangan dalam
bidang ilmu pengetahuan tersebut sebagai berikut.

a. sikap yang didasarkan pada asumsi bahwa ilmu pengetahuan yang berasal dari barat
sebagai ilmu pengetahuan yang sekuler dan harus di tolak
b. sikap yang didasarkan pada asumsi bahwa ilmu pengetahuan yang berasal dari barat
sebagai ilmu yang bersifat netral. karena ilmu tersebut harus diterima apa adanya
tanpa disertai rasa curiga dan sebagainya.
c. Sikap yang di dasarkan pada asumsi bahwa ilmu pengetahuan yang berasal dari barat
sebagai ilmu yang bersikap sekuler dan materialisme. namun dapat diterima oleh umat
islam dengan terlebih dahulu dilakukan proses islamisasi.

Ketiga sikap tersebut satu dan lainnya memiliki pengaruh sendiri sendiri sendiri di
masyarakat dengan segala implikasinya. di dalam bab ini adalah penjabaran lebih lanjut dari
sikap yang ketiga sebagaimana tersebut di atas, yaitu sikap mengislamkan ilmu pengetahuan.

Islamisasi ilmu pengetahuan pada hakikatnya nya adalah suatu upaya untuk
mentransformasikan nilai-nilai keislaman ke dalam berbagai bidang kehidupan manusia
khususnya ilmu pengetahuan dengan islamisasi ilmu pengetahuan dapat diketahui dengan
jelas, Bahwa islam bukan hanya mengatur segi-segi ritualitas dalam arti shalat, puasa, zakat,
dan haji, melainkan sebuah ajaran yang mengintegrasikan segi-segi kehidupan duniawi
termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di tengah-tengah masyarakat yang masih dilanda krisis dalam berbagai bidang
kehidupan seperti sekarang ini islamisasi ilmu pengetahuan semakin dipandang relawan daya
antisipatif nya. di tengah-tengah perdebatan di sekitar setuju atau tidak setuju dengan
islamisasi ilmu pengetahuan tersebut tampaknya islamisasi ilmu pengetahuan tersebut pada
akhirnya merupakan suatu keharusan. lahirnya industri perbankan yang tuliskan syariat
seperti yang dipraktikkan pada bank muamalat indonesia atau (BMI). bank syariah mandiri,
dan sebagainya menunjukkan pentingnya nilai-nilai islam terintegrasi dalam sistem
perekonomian yang dikembangkan masyarakat. demikian pula praktek kehidupan kenegaraan
yang semakin menuntut perlunya ditegakkan asas keadilan, kejujuran, demokrasi,
transparansi, dan sebagainya menunjukkan bahwa nilai-nilai islam perlu diintegrasikan ke
dalam praktik kenegaraan. demikian pula munculnya universitas islam negeri (uin)Yang
ditunjukkan pada upaya mengintergrasikan ilmu agama dan umum, juga merupakan bukti
perlunya program islamisasi ilmu pengetahuan itu dilaksanakan.

B. Kelebihan dan Kekurangan Buku


a. Penulis menggunakan bahasa baku didalam buku ini, sehingga membuat buku
ini mudah dipahami oleh pembaca. Sayangnya didalam penulisan buku ini
masih banya kesalahan dalam penulisan (typo).
b. Sudah memiliki ISBN, sehingga mudah untuk mencari buku ini. Sayang sekali
buku ini kurang menarik bagi saya, karena cover buku yang tidak menarik dan
penulisan yang monoton, tidak ada variasi warna.
c. Buku ini juga banyak mengandung pendapat – pendapat para ahli, sayangnya
buku ini sedikit sekali memuat pendapat para ahli dalam islam, melainkan
lebih banyak mengutip pendapat barat.
C. Saran Bagi Penulis Buku
1. Saran saya untuk penulis buku agar kiranya mendisain cover lebih menarik, dan
menambahkan penekanan warna terhadap kata – kata yang khusus.
2. Agar kiranya penulis juga lebih teliti dalam mengetik kata dalam buku ini, agar tidak
terjadi kesalahan.
3. Agar kiranya penulis lebih banyak menambahkan kutipan dari pendapat ahli islam.
BAB III

SARAN
A. Saran

Saran bagi penulis Critical Book Review agar kiranya lebih banyak memahami buku yang
dikritik, supaya dalam menuliskan kelebihan dan kekurangan buku dapat lebih mendetail
secara keseluruhan, baik itu struktur dan isi dari buku ini.
DAFTAR PUSTAKA
Nata, Abuddin. 2011. Metodologi Studi Islam. Jakarta : Rajawali Press Citra Niaga Buku
Perguruan Tinggi