Anda di halaman 1dari 5

Nama : Krisianti Ayu Monita

NIM : 160210104017
Kelas : D
Prodi : Pendidikan IPA

TUGAS UAS STATISTIK PENDIDIKAN


1. Uji Binomial
Akan diuji apakah rata-rata jumlah SMP Negeri di Jember setiap tahunnya yang
mendapat bantuan sama dengan 50% sekolah dari total seluruh sekolah , untuk itu diambil
data beberapa periode yang disajikan dalam tabel di bawah ini :
Periode 2013/2014 2014/2015 2015/2016 2016/2017 2017/2018
Jumlah SMP 20 22 23,5 21 19

1.1 Hasil Uji Manual

P(χ) = ( nχ ) P Q
χ χ-n

n!
( nχ ) = χ ! ( n− χ )!
3!
(32 ) = 2! ( 3−2 )!
3x 2x 1
=
2x 1
=3
Hipotesis Uji Binomial
◦ H0: p1 = p2 = 0,05
◦ Ha: p1 ≠ p2 ≠ 0,05
Kriteria Uji
◦ H0 ditolak jika P(x) < α ◦ Ho gagal ditolak atau Ha diterima jika P(x) ≥ α

1.2 Hasil Uji SPSS


Dari output yang diperoleh bahwa banyaknya data yang lebih dari 50 = 5 dengan
proporsi 1,00. Maka selanjutnya akan dilakukan uji hipotesis :
H0 : μ = 50
H1 : μ ≠ 50
Tingkat signifikan alfa = 5%
Statistik uji SPSS diperoleh nilai sig = 0,63
Daerah kritis : H0 > α yaitu 0,63 > 0,05
Kesimpulan :
Oleh karena hasil nilai sig = 0,63 > α , maka H0 diterima yang berarti bahwa rata-rata
sekolah yang menerima bantuan setiap tahunnya sama dengan 50 % dari total semua SMP di
Jember.
2. Uji Chi-Square
Dari suatu penelitian pada penderita penyakit hipertensi dengan variabel pendidikan
dan kelulusan telah disusun hasilnya seperti tabel di bawah ini.
a. Hitung presentase lulus antara ke- 5 tingkat pendidikan !
b. Apakah ada perbedaan proporsi lulus diantara 5 tingkat pendidikan tersebut ?
Pendidikan Lulus Tidak Lulus Jumlah
Tidak sekolah (a)10 (b)1 11
SD (c) 1 (d) 7 8
SMP (e) 8 (f) 2 10
SMA (g) 15 (h) 3 18
Perguruan Tinggi (i) 20 (j) 0 20
Jumlah 54 13 67

2.1 Hasil Uji Manual


a. Persentase antara ke-5 tingkat pendidikan
10
 Tidak sekolah = = 0,90 % lulus
11 x 100 %
1
 SD = = 0,125 % lulus
8 x 100 %
8
 SMP = = 0,8% lulus
10 x 100 %
15
 SMA = = 0,83 lulus
18 x 100 %
20
 Perguruan Tinggi = = 1% lulus
20 x 100 %
( 10+1 ) (10+1+8+15+20)
Ea = = 8,86
67
(11)(13)
Eb = = 2,13
67
( 8 ) (54)
Ec = = 6,44
67
(8)(13)
Ed = = 1,55
67
(10)(54)
Ee = = 8,05
67
(10)(13)
Ef = = 1,94
67
(18)(54)
Eg = = 14,5
67
(18)(13)
Eh = = 3,49
67
(20)(54)
Ei = = 16,1
67
(0)(13)
Ej = =0
67

( 10−8,86 ) ² (1−2,13) ² (1−6,44)² (7−1,55)² (8−8,05)² (2−1,94)²


X2 = + + + + + +
8,86 2,13 6,44 1,55 8,05 1,94
(15−14,5) ² (3−3,49)² (20−16,1) ² (0−0) ²
+ + + = 26,3583
14,5 3,49 16,1 0
Lihat X2 pada tabel
2.2 Hasil Uji SPSS
Sig = 0,00 < α sehingga H0 ditolak

3. Uji t
Seorang guru melakukan penelitian terkait dengan penerapan jenis model pembelajaran
(Discovery Learning) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Populasi dari penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Jember , dimana sampel yang digunakan sebanyak 5
orang siswa yang diambil secara acak dan dianggap sudah dapat mewakili keseluruhan
populasi. Diduga bahwa : “keterampilan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model
pembelajaran Discoveryl Learning adalah 70.
No. Nilai Keterampilan Berfikir
Kristis Dengan Penerapan
Discovery Learning
1. 73
2. 80
3. 81
4. 75
5. 77
Jumla 386
h
Rata- 77,2
rata

Standar deviasi s = 7,071799


Derajat kebebasan = 29
3.1 Hasil Uji Manual
Diket :
Jumlah sampel = 5
Taraf signifikan α = 0,05
Rata-rata = 77,2
μ0 = 70
Derajat kebebasan 29 pada tabel distribusi t diperoleh 2,045.
Jawab :
x−μ 0
T= s
√n
77,2−70
= 7,071799
√5
7,2
= 7,071799
2,23
7,2
=
3,17
= 2,27
Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 2,27 , dengan nilai t tabel untuk
derajat kebebasan 29 adalah sebesar 2,045. Sehingga t hitung berada dalam daerah penolakan
H0 dimana t hitung > dari t tabel (2,27 > 2,045). Jadi , dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai
kemampuan kognitif siswa yang diajar dengan model pembelajaran Discovery Learning tidak
sama dengan 70.
3.2 Hasil Uji SPSS