Anda di halaman 1dari 31

PERAWATAN TALI PUSAT

PADA BAYI BARU LAHIR


1

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan
hidayah-Nya kepada seluruh umat manusia untuk
dijadikan pedoman dan acuan dalam meraih
keselamatan dunia dan akhirat. Shalawat serta salam
semoga tercurah kepada junjungan kita nabi
Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat dan
hidayah-Nya,tidak lupa kepada keluarganya, kepada
para sahabatnya, dan sampai kepada kita selaku
umatnya yang senantiasa meneruskan perjuangannya
demi tegaknya islam di muka bumi ini.
Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Illahi
Rabbi, karena berkat iradah-Nya kami diberikan
kemudahan sehingga kami mampu melalui hambatan-
hambatan yang datang selama penyusunan buku saku
ini, tentunya dengan ridho Allah SWT terwujudlah
Buku Saku ini yang berjudul “PERAWATAN TALI
PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR”
Buku saku ini memang bukan karya yang
sempurna karena kami menyadari masih banyak
kekurangan dalam penulisannya, baik dalam isi,
sistematika, dan teknik penulisannya.Walaupun masih
banyak kekurangan, namun berkat bantuan dari
berbagai pihak, akhirnya buku saku ini dapat
diselesaikan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun dari teman-teman sekalian akan saya
terima dengan senang hati, guna penyempurnaan
dimasa akan datang.
Bengkalis, Januari 2021
Penulis

Megawati Rambah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................1
DAFTAR ISI..................................................3
PERAWATAN TALI PUSAT PADA
BAYI BARU LAHIR
Definisi Perawatan Tali Pusat.....................4
Pentingnya Perawatan Tali Pusat................11
Prinsip-Prinsip Pada Saat Perawatan..........14
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan
Pada Saat Perawatan Tali Pusat..................16
Waktu Perawatan Tali Pusat.......................17
Hal-hal Yang Akan Terjadi Jika
Perawatan Tali Pusat Kurang Baik.............18
Cara Perawatan Tali Pusat..........................20
Penatalaksanaan Perawatan Tali Pusat.......22
KUMPULAN DOA.....................................25
DAFTAR PUSTAKA...................................29
PERAWATAN TALI PUSAT
PADA BAYI BARU LAHIR

Defenisi
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir
ialah menjaga agar tali pusat tetap kering dan
bersih.Perawatan tali pusat yang benar dan
lepasnya tali pusat dalam minggu pertama secara
bermakna mengurangi insiden infeksi pada
neonatus (Sarwono, 2008).
Tali pusat atau umbilical cord adalah
saluran kehidupan bagi janin selama dalam
kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena
saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari
menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke
janin.Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah
tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan
diikat atau dijepit.
Perawatan tali pusat pada bayi baru lahir
sebaiknya dijaga tetap kering setiap hari untuk
menghindari terjadinya infeksi. Bila sampai
terdapat nanah dan darah berarti terdapat infeksi
dan harus segera diobati (Iis Sinsin, 2008).
Sisa tali pusat yang masih menempel di
perut bayi (umbilical stump), akan mengering
dan biasanya akan terlepas sendiri dalam waktu
1-3 minggu, meskipun ada juga yang baru lepas
setelah 4 minggu. Umumnya orangtua baru agak
takut-takut menangani bayi baru lahirnya, karena
keberadaan si umbilical stump ini.Meski
penampakannya sedikit ‟mengkhawatirkan‟, tetapi
kenyataannya bayi Anda tidak merasa sakit
atau Perawatan tali pusat tersebut sebenarnya
juga sederhana. Yang penting, pastikan tali pusat
dan area sekelilingnya selalu bersih dan
kering.Selalu cuci tangan dengan menggunakan
air bersih dan sabun sebelum membersihkan tali
pusat.Selama ini, standar perawatan tali pusat
yang diajarkan oleh tenaga medis kepada
orangtua baru adalah membersihkan atau
membasuh pangkal tali pusat dengan alkohol.
Rekomendasi terbaru dari WHO adalah cukup
membersihkan pangkal tali pusat dengan
menggunakan air dan sabun, lalu dikering
anginkan hingga benar-benar kering. Penelitian
menunjukkan bahwa tali pusat yang dibersihkan
dengan air dan sabun cenderung lebih cepat
puput (lepas) daripada tali pusat yang dibersihkan
dengan alkohol. (Dian Kartika, 2009)
Tindakan membersihkan tali pusat dengan
alkohol sudah dilarang namun dibeberapa negara
maju masih diterapkan perawatan tali pusat
dengan alkohol.Pertimbangannya, tali pusat yang
dirawat tanpa menggunakan alkohol terkadang
mengeluarkan aroma (tetap tidak menyengat).Hal
inilah yang membuat orangtua merasa khawatir.
Oleh sebab itu orangtua ragu untuk menentukan
cara mana yang akan diterapkan untuk merawat
tali pusat bayi (Susyanto, 2009).
Selama belum tali pusatnya puput,
sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara
dicelupkan ke dalam air. Cukup dilap saja
dengan air hangat.Alasannya, untuk menjaga tali
pusat tetap kering. Jangan khawatir, bayi Anda
tetap wangi meskipun hanya dilap saja selama
seminggu. Bagian yang harus selalu dibersihkan
adalah pangkal tali pusat, bukan atasnya.
Untuk membersihkan pangkal ini, Anda
harus sedikit mengangkat (bukan menarik) tali
pusat. Tenang saja, bayi Anda tidak akan merasa
sakit. Sisa air atau alkohol yang menempel pada
tali pusat dapat dikeringkan dengan
menggunakan kain kasa steril atau kapas. Setelah
itu kering anginkan tali pusat. Anda dapat
mengipas dengan tangan atau meniup-niupnya
untuk mempercepat pengeringan. Tali pusat
harus dibersihkan sedikitnya dua kali sehari.
Tali pusat juga tidak boleh ditutup rapat
dengan apapun, karena akan membuatnya
menjadi lembab. Selain memperlambat puputnya
tali pusat, juga menimbulkan resiko
infeksi.Kalaupun terpaksa ditutup (mungkin
Anda ‟ngeri‟ melihat penampakannya), tutup atau
ikat dengan longgar pada bagian atas tali pusat
dengan kain kasa steril. Pastikan bagian pangkal
tali pusat dapat terkena udara dengan leluasa.
Bila bayi Anda menggunakan popok sekali pakai,
pilihlah yang memang khusus untuk bayi baru
lahir (yang ada lekukan di bagian depan), dan
jangan kenakan celana atau jump-suit pada bayi
Anda, sampai tali pusatnya puput, kenakan saja
popok dan baju atasan. Bila bayi Anda
menggunakan popok kain, jangan masukkan baju
atasannya ke dalam popok. Intinya adalah
membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat
mengering dan lepas. (Susyanto, 2009)
Biarkan tali pusat lepas dengan
sendirinya. Jangan memegang-megang atau
bahkan menariknya meskipun Anda gemas
melihat bagian tali pusat yang ‟menggantung‟ di
perut bayi hanya tinggal selembar benang.
Orangtua dapat menghubungi dokter bila tali
pusat belum juga puput setelah 4 minggu, atau
bila terlihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti;
pangkal tali pusat dan daerah sekitarnya
berwarna merah, keluar cairan yang berbau, ada
darah yang keluar terus- menerus, dan/atau bayi
demam tanpa sebab yang jelas. Setelah tali
pusat, terkadang pusar bayi terlihat menonjol
(bodong). Dalam budaya kita ada anjuran untuk
menempelkan uang logam (binggel) di atas pusar
bayi setelah tali pusatnya puput.
Tujuannya agar pusar anak tidak menonjol
(bodong). Padahal tanpa diberi pemberat pun
(uang logam), lama-lama tonjolan terebut akan
menghilang. (Susyanto, 2009)

Pentingnya Perawatan Tali Pusat Pada Bayi


Salah satu hal yang penting dalam
merawatan bayi baru lahir yakni perawatan tali
pusat yang mana perawatan tali pusat pada bayi
baru lahir ini bertujuan dapat mencegah dan
mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara
dini.Apabila ada perdarahan dari pembuluh darah
tali pusat, perawatan harus memeriksa keadaan
klem (atau ikatan) dan pasang klem kedua dekat
klem pertama (Irene, 2005).
Perawatan tali pusat secara umum
bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan
mempercepat putusnya tali pusat. Infeksi tali
pusat pada dasarnya dapat dicegah dengan
melakukan perawatan tali pusat yang baik dan
benar, yaitu dengan prinsip perawatan kering dan
bersih. Banyak pendapat tentang cara terbaik
untuk merawat tali pusat.
Ujung tali pusat akan mengering dan
putus pada 7 – 10 hari sesudah bayi lahir, bisa
juga 15 – 18 hari atau lebih. Orang tua dianjurkan
untuk meletakkan popok yang dilipat di bawah
area tali pusat dan menggunakan alkohol pada
pusat beberapa kali sehari agar tali pusat dalam
keadaan bersih dan kering. Tali pusat dibersihkan
dengan menggunakan alkohol dimulai disekitar
hubungan antara tali pusat dan kulit.
Untuk meningkatkan proses pengeringan
dan penyembuhan pada saat memandikan bayi
baru lahir tidak dianjurkan untuk di celupkan
dalam bak mandi sampai tali pusat putus dan
umbilikus sembuh.
Orang tua dapat menggunakan metode
sponge bath sampai jaringan granulasi menutupi
bagian tali pusat yang lepas. Penutupan tali pusat
tidak dianjurkan karena akan memperlambat
proses pengeringan.
Warna merah dan pengeluaran bau yang
tidak sedap disekitar umbilikus harus
diperhatikan karena sebagai tanda adanya infeksi
tali pusat dan dilaporkan untuk mendapatkan
perawatan dan pengobatan yang lebih lanjut.
Tujuan tali pusat terbuka atau tidak ditutup
dengan kassa alkohol adalah :
a. Meningkatkan granulasi
b. Memudahkan dan mempercepat pengeringan
pada tali pusat (Sarwono, 2008).

Prinsip-Prinsip Pada Saat Perawatan Tali


Pusat Pada Bayi Baru Lahir
Adapun prinsip-prinsip yang harus kita
perhatikan pada saat perawatan tali pusat pada
bayi baru lahir yaitu:
a. Setelah memandikan bayi, tutuplah pusat bayi
dengan kapas kering dan kasa. Biasanya 5-7
hari tali pusat ini akan lepas sendiri bahkan
tanpa ibu ketahui dimana dan kapan sisa
jaringan tali pusat ini terlepas.
b. Tali pusat ini sebaiknya dijaga tetap kering
setiap hari untuk menghindari terjadinya
infeksi. Bila sampai terdapat nanah dan darah
berarti terdapat infeksi dan harus segera
diobati. Tali pusat yang luka bernanah akan
memudahkan perkembangan kuman-kuman
anaerob, yaitu kuman yang tidak
membutuhkan udara dalam hidupnya.
Biasanya penyakit tetanus neonatorum akan
mengintai tempat tersebut (Iis Sinsin, 2008).
c. Perlu diperhatikan kesegaran tali pusat, ada
tidaknya simpul pada tali pusat. Pada
potongan tali pusat(Corry Matondang, 2007).
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Pada Saat
Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir
Untuk mencegah tali pusat dari infeksi,
maka tali pusat harus tetap bersih dan kering.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut :
a. Selalu cuci tangan sebelum menyentuh
plasenta.
b. Jika tali plasenta kotor atau memiliki banyak
darah kering, bersihkan dengan alkohol 70%
atau minuman alkohol dosis tinggi atau
gentian violet. Bisa juga menggunakan sabun
dan air.
c. Jangan meletakan benda apapun di atas tali
plasenta.
Sisa tali pusat biasanya jatuh sekitar 5-7
hari setelah lahir. Mungkin akan keluar beberapa
tetes darah atau lendir saat tali pusat terlepaa, ini
normal-normal saja. Namun, jika ternyata masih
keluar banyak darah atau muncul nanah, segera
minta bantuan medis (Siti Saleha, 2009).

Waktu Perawatan Tali Pusat


Waktu untuk melakukan perawatan tali
pusat menurut Sodikin (2009), yaitu :
a. Sehabis mandi pagi atau sore.
b. Sewaktu-waktu bila balutan tali pusat basah
oleh air kencing atau kotoran bayi.
c. Lakukan sampai tali pusat puput atau kering.
Hal-hal yang akan terjadi jika perawatan tali
pusat kurang baik
Menurut Sodikin (2012), Perawatan tali
pusat tidak steril akan mengakibatkan beberapa
gangguan kesehatan pada bayi, diantaranya
tetanus neonatorum dan omfalitis. Untuk
mencegah hal tersebut ibu di tekankan untuk
mengetahui tanda dan gejala adanya infeksi tali
pusat bayi mereka yang dapat disebabkan karena
spora Clostridium tetani dan bakteri stapilokokus,
streptokokus, atau bakteri gram negatif. Tanda
dan gejala infeksi tali pusat pada bayi yaitu bayi
tiba-tiba panas dan tidak mau menetek atau tidak
dapat menyusu karena trismus (sebelumnya bayi
menyusu seperti biasa), adanya mulut yang
mencucu seperti mulut ikan (karpermond),
mudah dan sering kejang disertai sianosis, suhu
meningkat, kuduk kaku, sampai opistotonus.
Kurangnya perawatan tali pusat pada bayi
baru lahir dapat menyebabkan tetanus bayi, yang
ditandai dengan :
1. Tali pusat berwarna merah, basah, dan kotor,
yang kemungkinan tapi pusat bernanah.
2. Kesulitan menyusui
3. Mulut tidak bisa dibuka
4. Kejang-kejang bila disentuh, kena sinar atau
mendengar suara keras
5. Kadang demam (Iis Sinsin, 2008).
Cara Perawatan Tali Pusat
Menurut rekomendasi WHO, untuk
perawatan sehari-hari tali pusat cukup dengan
membersihkan tali pusat dengan air dan
sabun.Penelitian sebelumnya yang dilakukan
Dore membuktikan adanya perbedaan perawatan
antara perawatan tali pusat yang menggunakan
alkohol pembesih dan dibalut kain steril.Ia
menyimpulkan bahwa tali pusat yang dirawat
dengan cara alami lebih cepat dalam waktu
pengeringan dibandingkan perawatan tali pusat
dengan menggunakan alkohol. Penelitian lainnya
yang dilakukan Kurniawati menyimpulkan
bahwa perawatan tali pusat dengan menggunakan
prinsip udara terbuka (tidak menutup tali pusat
menggunakan kassa/pembalut), waktu yang
dibutuhkan untuk mengering lebih cepat
dibandingkan perawatan tali pusat dengan
menggunakan Air Susu Ibu (ASI).
Menurut Surat edaran tentang panduan ini,
pertama kali dipublikasikan pada tahun 2004 dan
sesuai dengan nasihat terbaru berdasarkan bukti
yang ada (Bella, 2016) memberitahukan
perawatan tali pusat dengan menjagalah area
sekitar tali pusat agar tetap bersih dan kering.
Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan
membiarkan daerah ini dan tidak memberikan
apapun setelah mandi pertama kali dalam air
bersih biasa, tepuk-tepuk agar kering dengan
handuk bersih.Lipat kembali popok, pada setiap
kali ganti, sampai tali pusat lepas (Bella, 2016).
Penatalaksanaan Perawatan Tali Pusat
Penatalaksanaan Perawatan Tali Pusat
(Panduan APN, 2010)
Peralatan Yang Dibutuhkan:
1. 2 Air DTT, hangat, (a) untuk membasahi dan
menyabuni, (b) untuk membilas
2. Washlap kering dan basah
3. Sabun bayi
4. Kassa steril
5. 1 set pakaian bayi
Prosedur Perawatan Tali Pusat:
1. Cuci tangan.
2. Dekatkan alat.
3. Siapkan 1 set baju bayi yang tersusun rapi,
yaitu: celana, baju, bedong yang sudah
digelar.
4. Buka bedong bayi.
5. Lepas bungkus tali pusat.
6. Bersihkan/ ceboki dengan washlap 2-3 x dari
bagian muka sampai kaki/ atas ke bawah.
7. Pindahkan bayi ke baju dan bedong yang
bersih.
8. Bersihkan tali pusat, dengan cara:
a. Pegang bagian ujung
b. Basahi dengan washlap dari ujung
melingkar ke batang
c. Disabuni pada bagian batang dan pangkal
d. Bersihkan sampai sisa sabunnya hilang
e. Keringkan sisa air dengan kassa steril
f. Tali pusat tidak dibungkus.
9. Pakaikan popok, ujung atas popok dibawah
tali pusat, dan talikan di pinggir. Keuntungan:
Tali pusatnya tidak lembab, jika pipis tidak
langsung mengenai tali pusat, tetapi ke bagian
popok dulu.
10. Bereskan alat.
11. Cuci tangan.
KUMPULAN DO’A-DO’A
UNTUK BAYI BARU LAHIR
Doa mohon keberkahan untuk bayi/ anak
Dari Abu Musa radliallahu „anhu, beliau
mengatakan,
،‫اه ِإْبَراِىيَن‬
ُ ‫ َف َسَّم‬،‫هلل عَلْيوِ َوسلََّن‬
ُ ‫صَلى ا‬
ّ َّ‫ت ِبِو الَّنِ"بي‬
ُ ‫ َفأَتْي‬،‫غاَلٌم‬
ُ ‫ُوِلَد ِلي‬
َّ‫ َودَ"فَعُو إَِلي‬،‫ َوَد َعا لَُو ِباْلبَ َرَكِت‬،‫َف َّح"َنَكوُ ِبَ"تْمَرٍة‬
“Ketika anakku lahir, aku membawanya ke
hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-
tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan
keberkahan. Kemudian beliau kembalikan
kepadaku. (HR. Bukhari 5467 dan Muslim 2145).
Doa mohon perlindungan dari godan syaitan
Salah satu diantara contoh hal ini adalah apa
yang dipraktekkan oleh istri Imran, yang
merupakan ibunya maryam. Allah menceritakan
kejadian ketika istri Imran melahirkan Maryam,
ْ‫َضَعث‬ ‫عَلُم ِت‬
ْ ‫ثى َوا لَُّه َأ‬R‫ها ُأ َْو‬
َ ‫ح‬Rُ‫َضْع‬ ِّ‫ح َها قَ اَلثْ َرب‬Rْ‫َضَع‬ ‫َفل َّما َو‬
َ‫وَلْيس‬ َ‫َما و‬ َ‫ِوي و‬Rّ‫ِإ‬
َ ‫ح َها ِم‬Rَ‫ك َوُذِر ّي‬
‫ه‬ َ ‫عيُذ َها ِت‬
ِ ‫ِوي ُأ‬Rّ‫ح َها َمْزَيَم َوِإ‬Rُ‫َسَّمْي‬
‫ِوي‬Rّ‫ثى َوِإ‬Rَ‫لُأْو‬Rْ‫ال َّذَكُز َكا‬
ِ‫الشَّْي َطان‬
‫ا َّ ِلز ِجيم‬
“Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya,
diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku
melahirkannya seorang anak perempuan; dan
Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya
itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak
perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai
Dia Maryam dan aku mohon perlindungan
untuknya serta anak-anak keturunannya kepada
(pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang
terkutuk.” (QS. Ali Imran: 36).
Doa dari gangguan ‘ain/ pandangan mata
buruk.
ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah
shallallahu „alaihi wa sallam membacakan doa
perlindungan untuk kedua cucunya.

‫ ِّل‬Rُ‫ه ك‬
ْ R‫ َو ِم‬،‫ ٍة‬Rّ‫هاَم‬
َ ‫ن َو‬
ٍ ‫ ا‬R‫ْي َط‬RR‫ش‬
َ ‫ل‬ ِّ ‫ه ُك‬
ْ ‫ ِم‬،‫ت َّاللِه الَّحامَِّة‬
ِ ‫عي ُذ ُك َما ِتَِكل َما‬ِ ‫ُأ‬
‫ه َلاَّمٍة‬
ٍ ‫عْي‬
َ
“Aku memohon perlindungan dengan kalimat-
kalimat Allah yang sempurna, dari semua
godaan setan dan binatang pengganggu serta
dari pandangan mata buruk”. (HR. Abu Daud
3371, dan dishahihkan al-Albani).
Do’a ini juga berisi permintaan kebaikan
pada anak dan keturunan.
„Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha
Pengasih) berdo‟a:

‫رَت‬
‫ىا‬Rَ‫اج‬
ِ ‫َو‬RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
ْ ‫ه َأس‬
ْ RRRRRRRRRRRRRRRِ‫ ا م‬R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R‫ى‬Rَ‫ة ل‬
ْ RRRRRRRRRRRRRRRَ‫ ا ه‬R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R‫ى‬Rَّ
‫َوُذِر‬
‫ ا‬R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R‫ى‬Rَ‫ياِج‬Rَّ
‫ ز‬RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR‫ُق‬
kami, kepada ‫ ا‬RRRRRRRً‫ه ِإَمام‬
َ R R R R R R R R R R‫حِقي‬Rَّ‫لُم‬Rِْ‫ ا ل‬R R R R R R R R R‫ى‬Rَْ‫ه َوا ْجعل‬
ٍ RRRRRRRُ‫عي‬
ْ ‫َّة َأ‬
anugerahkanlah kami, Rabb “Ya sebagai kami
keturunan dan kami isteri-isteri kami jadikanlah
dan (kami), hati penyenang Al (QS. bertakwa”.
:yang orang-orang bagi imam 74) Furqon
DAFTAR PUSTAKA

APN. (2010). Buku Acuan Asuhan


Persalinan Normal. Jakarta: JNPK-KR
Bobak, I. (2005). Buku Ajar Keperawatan
Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC
Hada, B.N. (2016). Perawatan Tali Pusat
Pada Bayi Baru Lahir.Bekasi : UIA
Matondang., C. (2007). Diagnosis Fisis Pada
Anak. Jakarta: CV. Sagung Seto
Prawirohardjo, S. (2008).Ilmu Kebidanan.
Jakarta: PT. Bina Pustaka
Purnamasari, D.K. dkk.(2009). Perbedaan
Lama Pelepasan Tali Pusat Antara Perawatan
Tertutup Yang Dibiarkan dan Terbuka.
Yogyakarta: UMY
Sinsin, I. (2008). Seri Kesehatan Ibu dan
Anak Masa Kehamilan dan Persalinan. Jakarta:
PT. Gramedia
Sodikin.(2015). Buku Saku Perawatan Tali
Pusat. Jakarta: EGC
Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC
Soleha, S. (2009). Asuhan Kebidanan Pada
Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika
Susyanto.B.E. (2009).Perbedaan Lama
Pelepasan Tali Pusat Antara Perawatan
Tertutup Yang Dibiarkan dan Terbuka.
Yogyakarta: UMY
https://konsultasisyariah.com/18705-doa-
untuk-bayi-yang-baru-lahir.html
https://rumaysho.com/1752-doa-meminta-
anak-yang-sholeh.html