Anda di halaman 1dari 19

15 Manfaat Kesehatan, Kecantikan &

Industri Lempung Bentonit


Amazine.co - Online Popular Knowledge

Terdapat beberapa jenis tanah liat atau lempung bentonit (bentonite clay) dan masing-masing
dicirikan oleh unsur-unsur dominan yang hadir dalam setiap jenisnya.

Misalnya, bentonit yang tinggi kalsium dikenal sebagai bentonit kalsium, sedangkan bentonit
tinggi natrium dikenal sebagai bentonit natrium.

Bentonit pada dasarnya merupakan produk sampingan dari letusan gunung berapi dan
terbentuk dalam proses pelapukan abu vulkanik.

Salah satu karakteristik unik dari lempung bentonit adalah kemampuan serap dan
kemampuan muai serta memiliki berbagai sifat obat dan komersial.

Penggunaan Industri dan Komersial

Berikut adalah berbagai kegunaan lempung bentonit untuk industri dan komersial.

1. Salah satu kegunaan bentonit adalah sebagai sealant alami karena sifat yang mudah
berubah bentuk dan kemampuan penyerapannya. Bentonit secara luas digunakan dalam
bidang infrastruktur baik perumahan maupun fasilitas umum lain.
2. Bentonit banyak digunakan dalam pengeboran dan bidang geoteknik. Bentonit juga
memainkan peran utama dalam pembuatan semen, keramik, dan berbagai jenis perekat.

3. Bentonit secara luas digunakan dalam industri pembuatan baja sebagai bahan pengikat
untuk memproduksi pelet taconite.

4. Bentonit memiliki kemampuan menyerap sejumlah besar molekul protein dari larutan
tertentu sehingga luas digunakan dalam proses pembuatan anggur, terutama anggur putih.
Untuk membuat anggur yang lebih baik, protein berlebih dari anggur putih bisa dihilangkan
menggunakan bentonit.

5. Bentonit digunakan untuk membuat cetakan pengecoran logam tahan panas.

6. Bentonit umum digunakan untuk membersihkan kotoran kucing sehingga sangat populer di
kalangan pemilik kucing. Karena urine dan feses dapat dengan mudah melekat pada bubuk
bentonit, membersihkan kotoran menjadi lebih mudah.

7. Berbagai manfaat lain bentonit antara lain digunakan dalam pengecoran pasir, glasir
keramik, pembersih dry cleaning, dan campuran pembuat nozzle mesin roket.

Manfaat Kesehatan dan Kecantikan

Bentonit memiliki berbagai sifat obat dan terapi dan dapat digunakan dalam proses
homeopati dan campuran kosmetik.

Berikut adalah beberapa manfaat pengobatan dan terapi bentonit:

1. Bentonit dikenal sebagai pembersih usus yang efektif dan aman sejak berabad-abad.
Substansi ini membantu menghilangkan zat beracun dari sistem pencernaan dan
meningkatkan keseimbangan bakteri dalam usus.

2. Bentonit juga dikenal mampu mengurangi kepekaan terhadap makanan dengan


meningkatkan efisiensi pencernaan tubuh.

3. Bentonit dipercaya mampu meningkatkan jumlah sel T, memberikan lebih banyak oksigen
dalam aliran darah, dan melawan radikal bebas dalam tubuh.

4. Bentonit lazim digunakan untuk mengobati sakit perut dan keracunan makanan akibat
bakteri.

5. Menambahkan sedikit lempung bentonit dalam bak mandi dapat bertindak meningkatkan
efek relaksasi saat berendam.

6. Bentonit membantu melembutkan dan membersihkan kulit dengan menyerap kotoran dan
minyak serta mengangkat penyumbatan pori-pori.

7. Bentonit juga digunakan dalam perawatan pedikur karena mampu melembutkan kulit kasar
pada kaki, serta membuatnya terlihat bersih dan higienis.
8. Bentonit lazim digunakan untuk mengobati gangguan kulit seperti kulit gatal, jerawat, dan
eksim

anah Liat : Pengertian, Proses, Ciri-ciri


Dan Jenisnya
Advertisement

Sebagian besar dari kita pasti sudah mengetahui apa itu tanah liat. Ya, tanah liat memang
bukanlah sesuatu yang asing dikalangan masyarakat, terutama masyarakat Indonesia. Hal ini
karena tanah liat merupakan jenis tanah yang dapat kita temui banyak di wilayah Indonesia.

Tanah liat disebut juga sebagai tanah lempung. Tanah liat akan dapat kita temukan dengan
warna hitam keabu- abuan. Dinamakan tanah liat mungkin dilihat dari teksturnya yang liat,
sehingga mudah sekali dibentuk- bentuk. Tanah liat atau lempung ini pada dasarnya
merupakan sebuah partikel mineral yag mempunyai kerangka dasar silikat yang mempunyai
ukuran sangat kecil, yakni berdiameter kurang dari 4 mikrometer.

Tanah liat merupakan jenis jenis tanah yang banyak mengandung leburan alumunium atau
silika yang sangat halus. Selain itu, tanah liat ini juga mengandung beberapa unsur lain,
seperti silikon dan juga oksigen. Pada zaman dahulu, tanah liat ini seringkali dijadikan
sebagai mainan anak- anak di pedesaan karena memiliki tekstur tang mudah sekali dibentuk.
Sehingga anak- anak senang bermain dengan menggunakan tanah liat ini.

Proses Terbentuknya Tanah Liat

Tanah liat merupakan jenis tanah yang terbentuk dari proses pelapukan kerak bumi. Kerak
bumi tersebut sebagian disusun oleh batuan feldspatik (yakni batuan yang terdiri dari batuan
granit dan juga batuan beku). Kerak bumi yang melapuk tersebut terdiri atas berbagai unsur
seperti silikon, oksigen dan alumunium sebagai unsur terbanyak. Kemudian aktivitas panas
dari bumi membuat kerak bumi tersebut melapuk yang dilakukan oleh asam karbonat. Proses
inilah yang menjadikan terbentuknya tanah liat.

Ciri- ciri atau Karakteristik Tanah Liat

Tanah liat mempunyai beberapa ciri khusu yang membedakannya dengan jenis tanah lainnya.
Ciri- ciri dari tanah lait antara lain sebagai berikut:

1. Mempunyai sifat liat atau lengket

Ciri yang paling khas yang menandai tanah liat ini dilihat dari sifat tanah liat ini. Tanah liat
umumnya berbentuk sebagai gumpalan yang keras ketika tanah tersebut kering. Namun
ketika tanah tersebut terkena basah oleh air, maka akan terasa lengket. Hal bisa terjadi karena
kandungan jenis mineral lempung yang banyak terkandung dalam tanah tersebut. Sifat
lengket inilah yang membuat tanah liat mudah dijadikan bentuk- bentuk tertentu.

2. Mempunyai sifat yang sulit menyerap air


Satu sifat yang dimiliki oleh tanah liat atau lempung, yakni sulit untuk menyerap air. Karena
jenis tanah ini sulit untuk menyerap air, maka daerah yang memiliki tanah liat ini tidak cocok
digunakan sebagai lahan pertanian. Hal ini karena lahan pertanian sendiri membutuhkan
lapisan tanah yang memiliki sifat mudah menyerap air.

3. Tanah dapat terpecah menjadi butiran- butiran sangat halus saat keadaan kering

Tanah liat meskipun ketika basah bersifat lengket dan butiran tanah satu dengan lainnya
bersifat menyatu, namun ketika dalam keadaan kering tanah ini dapat terpecah- pecah
menjadi butiran- butiran yang halus, bahkan sangat halus menyerupai pasir atau kumpulan
debu.

4. Tanahnya berwarna hitam terang atau hitam keabu- abuan

Tanah liat mempunyai warna tanah yang tidak gelap dan tidak tidak terlalu terang. Dengan
kata lain, tanah liat ini mempunyai warna yang hitam cenderung keabu- abuan.

5. Merupakan bahan baku untuk membuat kerajinan tangan berupa gerabah atau tembikar

Karena tanah liat ini memiliki sifat yang lengket, maka tanah liat ini dijadikan sebagai bahan
baku untuk membuat berbagai kerajinan tangan seperti gerabah dan juga tembikar. Untuk
membuat kerajinan seperti ini, tanah liat harus dibakan dalam suhu di atas 10000 derajat
celcius agar dapat mengeras dengan baik.

Jenis- Jenis Tanah Liat

Tidak seperti jenis tanah lainnya, ternyata tanah liat ini dipecah menjadi beberapa jenis lagi.
Sehingga ada beberapa jenis dari tanah liat yang dapat kita temui. Jenis- jenis tanah liat ini
dibedakan menurut beberapa karakteristik. Jenis- jenis tanah liat diantaranya sebagai berikut:

Jenis- jenis tanah liat dilihat dari sifatnya, dibagi menjadi

1. Tanah liat primer

Sponsors Link

Tanah liat primer (tanah liat residu) merupakan jenis tanha liat yang terbentuk dari pelapukan
batuan feldspatik dan dilakukan oleh tenaga endogen yang tidak berpindah dari batuan induk atau
batuan asalnya. Oleh karena jenis tanah ini tidak berpindah tempat, maka tanah ini mempunyai sifat
yang lebih murni. Oleh karena sifatnya yang murni ini, maka tanah liat jenis ini dinamakan tanah liat
primer.

Proses pembentukan tanah liat primer ini dibantu oleh beberapa komponen, diantaranya
adalah tenaga air, dan tenaga uap panas yang keluar dari dalam perut bumi. Tanah liat primer
ini mempunyai beberapa ciri sebagai berikut:

Mempunyai warna putih hingga kusam


Tanah liat primer ini mempunyai warna tanah yang putih kusam. Hal ini terjadi karena tanah
ini tidak terbawa oleh arus air dan tida tercampur dengan bahan organik lainnya seperti
humus, ranting, atau dedaunan yang busuk dan sebagainya. Hal inilah yang membuat tanah
liat primer ini berwarna putih atau putih kusam.

 Memiliki butiran yang kasar


 Biasanya berada pada tempat yang lebih tinggi
 Memiliki sifat tidak plastis
 Mempunyai daya lebut yang tinggi
 Mempunyai sifat daya susut yang kecil
 Mempunyai sifat tahan akan panasnya api

Suhu matang dari tanah liat primer ini berkisar antara 1300 hingga 1400 derajat celcius.
Bahkan ada yang mencapai 1750 derajat celcius. Maka dari itu untuk mematangkan tanah liat
liat primer ini dibutuhkan api yang sangat besar.

2. Tanah liat sekunder

Jenis tanah liat selanjutnya menurut sifatnya adalah tanah liat sekunder. Tanah liat sekunder
atau batuan sedimen (endapan) merupakan jenis tanah liat yang terbentuk dari hasil
pelapukan batuan feldspatik yang berpindah dengan jarak yang jauh dari batuan induknya.
Pelapukan ini terjadi karena disebabkan oleh ttenaga eksogen yang menyebabkan butiran-
butiran dari tanah liat ini menjadi lepas dan mengendap di daerah yang rendah, seperti sungai,
rawa, ataupun tanah danau.

Sponsors Link

Secara umum, tanah liat sekunder ini mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:

 Mempunyai warna yang muda, yakni krem, coklat, abu- abu, merah jambu, kuning, kuning
muda, kuning kecoklatan, kemerah- merahan, hingga kehitam- hitaman. Hal ini karena tanah
liat sekunder ini terbentuk dalam proses yang panjang dan bercampur dengan berbagai jenis
tanah lainnya dan mengendap jadi satu, serta bercampur dengan bahan- bahan pengotor,
maka menghasilkan tanah liat yang berwarna terang seperti ini.
 Mempunyai sifat cenderung berbutir halus

Tanah liat sekunder ini memiliki bentuk butiran- butiran yang halus. Hal ini terjadi karena
tanag liat sekunder ini terbentuk melalui proses yang panjang. Dan dalam proses yang
panjang ini tanah liat ini bercampur dengan tanah jenis lainnya.

 Mempunyai sifat plastis


 Mempunyai sifat kurang murni bila dibandingkan dengan tanah liat primer
 Mempunyai daya susut yang tinggi
 Mempunyai sifat tahan api yang lebih rendar haripada tanah liat primer. Suhu bakar yang
dimiliki oleh tanah liat sekunder ini antar 1200 hingga 1300 derajat celsius, atau yang
tertinggi mencapai 1400 derajat celcius. Atau jika suhu bakar rendah diantara 900 hingga
1180 derajat celsius, atau yang paling tinggi sebesar 1200 derajat celcius.

Itulah beberpa ciri atau karakteristik dari tanah liat primer dan juga tanah liat sekunder.
Selanjutnya dimana dapat kita jumpai tanah liat ini ? Tanah liat ini dapat kita temui ha,pir di
seluruh wilayah Indonesia. Kita dapat dengan menemukan tanah liat ini di wilayah yang
lembab dan banyak mengandung air, seperti sungai, danau, rawa, dan lain sebagainya.

Pemanfaatan Tanah Liat

Tanah liat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manuasia. Beberapa
pemanfaatan yang sering dilakukan oleh manusia menggunakan bahan baku tanah liat ini
adalah untuk membuat batu bata, gerabah, genteng, dan bahan- bahan lainnya.

Batu Lempung : Pengertian, Jenis dan


Manfaatnya
Advertisement

Batuan sedimen merupakan jenis batuan penyusun lapisan kulit bumi yang berasal dari hasil
pelapukan batuan (baca : pelapukan mekanik dan pelapukan kimia ). Keberadaannya hanya
sekitar 5 persen di lapisan terluar kerak bumi. Batuan ini termasuk batuan sekunder yang
karena terbentuk dari jenis- jenis batuan lain yaitu batuan beku dan batuan metamorf.
Terdapat banyak contoh batuan sedimen (baca : batuan endapan). Ada yang mempunyai
struktur butiran kasar, dan ada juga yang berstruktur butiran halus. Salah satu contoh batuan
sedimen yang memiliki ukuran butiran halus yakni batu lempung. Apa itu batu lempung dan
apa saje jenisnya? Berikut adalah uraiannya.

Pengertian batu lempung

Pengertian batu lempung yaitu batuan yang memiliki struktur padat dengan susunan mineral
yang lebih banyak dari batu lanau. Selain itu, batu lempung juga dapat diartikan sebagai salah
satu jenis batuan sedimen yang bersifat liat atau plastis, tersusun dari hidrous aluminium
silikat (mineral lempung) yang ukuran butirannya halus. Ukuran butiran batu lempung
sangatlah halus, yakni tidak lebih dari 0,002 mm.

Mirip dengan batu serpih, batu lempung sangat sulit diteliti. Sangat dibutuhkan analisis
secara kimiawi agar ilmuwan tahu mineral penyusun batu lempung yang banyak mengandung
silika. Silika ini berasal dari feldspar yang banyak di temukan di lapisan kulit bumi. Selain
itu, batu lempung juga memiliki susunan unsur oksida besi yaitu berupa siderit, markit atau
pirit. Mineral karbonat berupa bahan- bahan organik dan anorganik juga ditemukan pada batu
lempung. Mineral- mineral penyusun batu lempung tersebut adalah mineral yang aktif secara
elektrokimiawi. Para pakar harus menggunakan jenis mikroskop elektron untuk melihat jenis
mineral yang terdapat pada batu lempung.

Jenis- Jenis Batu Lempung

Batu lempung mempunyai bentuk yang berbeda satu dengan yang lain. Hal tersebut
dipengaruhi oleh lingkungan tempat pembentukan batu lempung. Batu lempung yang
pembentukannya di lingkungan danau berbeda dengan batu lempung yang terbentuk di laut.
Pada umumnya, batu yang terbentuk di laut akan mengandung fosil binatang laut dan
memiliki lapisan yang tebal. Selain perbedaan yang sudah disebutkan, batu lempung dapat
dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan ada tidaknya proses pengangkutan (transportasi),
yaitu :

1. Transported clay

Disebut transported clay karena batu lempung sudah mengalami pengangkutan dari tempat
terbentuknya. Ada 3 sumber terbentuknya batu lempung yaitu hasil dari abrasi pantai, hasil
dari pelapukan yang mengalami transportasi serta hasil tercampurnya unsur kimia dan bio
kimia. Selama proses transportasi, batu lempung memungkinkan untuk tercampur dengan
mineral halus, diantaranya adalaha oksida besi, kuarsa dan bahan organisme.

2. Residual clay

Batu lempung jenis ini merupakan batu lempung yang tidak mengalami pengangkutan atau
masih berada di tempat asalnya. Karakteristik fisiknya dipengaruhi oleh kondisi batuan
induk, cuaca dan aliran air. Jenis batu lempung ini biasanya memiliki kualitas yang lebih baik
dari pada transported clay, serta banyak ditemukan di sekitar batuan induknya.

Jenis- jenis mineral lempung

Seperti yang telah dijelaskan bahwa batu lempung tersusun atas mineral lempung (hidrous
aluminium silikat). Mineral lempung tersebut dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis,
diantaranya adalah :

 Kaolinit

Mineral ini termasuk ke dalam kategori kaolin yang terdiri atas kepingan silika tetrahedra dan
kepingan aluminium oktahedra. Kedua kepingan tersebut terikat satu sama lain sehingga
terbentuk suatu lapisan yang satu kesatuan. Ikatan keduanya merupakan ikatan hidrogen yang
sulit dipisahkan. Karena ikatannya yang kuat, mineral ini tergolong stabil sehingga air tidak
bisa menerobos masuk di antara kedua kepingan tersebut. Ketiadaan air di antara kedua
kepingan tidak dapat menyusutkan atau pun mengembangkan sel satuannya.

 Halloysit

Mineral halloysit mirip dengan kaolinit, akan tetapi ikatannya lebih acak dan bisa terpisahkan
oleh lapisan tunggal molekul air. Jika mineral ini tidak mengandung lapisan tunggal air
karena telah dipanaskan, maka sifat dasar mineral akan berubah. Sifat dasar dari mineral
halloysit yaitu bentuk partikelnya mirip seperti silinder- silinder yang memanjang.

Sponsors Link

 Montmorillonit

Mineral montmorillonit juga disebut dengan smectit, yang merupakan mineral hasil bentukan
satu kepingan aluminium dan dua kepingan silika. Di antara dua kepingan silika terdapat
kepingan oktahedra yang membentuk suatu lapisan yang satu. Montmorillonit terbentuk dari
proses sedimentasi bersuasana basa (alkali) yang sangat silikan. Selain itu, montmorillonit
mempunyai ukuran kristal yang sangat kecil tetapi memiliki gaya tarik terhadap air yang
sangat kuat sehingga air tersebut dapat memisahkan kepingan. Hal tersebut merupakan akibat
kurangnya muatan negatif pada kepingan oktahedran dan lemahnya gaya ikatan van der
Waals pada ujung kepingan silika. Air yang masuk di antara kepingan dapat melunakkan dan
merusak struktur tanah yang mengandung mineral montmorillonit.

 Illit

Bentuk susunan mineral illit terdiri dari kepingan aluminium oktahedra yang berada di antara
dua kepingan silika tetrahedra. Kepingan – kepingan tersebut saling terikat satu sama lain
dengan ikatan antar ion- ion kalium yang terdapat pada setiap kepingan. Ikatan ini tidak lebih
kuat dari pada ikatan hidrogen yang mengikat mineral kaolinit, tetapi lebih kuat dari pada
ikatan ionik yang mengikat mineral montmorillonit. Meski ikatannya tidak terlalu kuat,
susunan mineral illit tidak dapat mengembang akibat dari gerakan air yang berada di antara
kedua kepingannya.

Sponsors Link

Manfaat Batu Lempung

Sifat batu lempung yang liat (plastis) banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan
berbagai jenis benda. Berikut adalah beberapa manfaat dari batu lempung :

 Sebagai bahan dasar keramik – Batu lempung yang dicampur dengan air dan membentuk
tanah liat dapat digunakan untuk membuat keramik. Keramik tersebut dapat berupa ubin
lantai & dinding, gerabah atau porselen. Bahkan pembuatan porselen menggunakan
lempung yang mengandung kaolinit akan menghasilkan produk yang tahan panas (produk
refraktori). Selain keramik, tanah liat dari batu lempung juga dimanfaatkan untuk membuat
semen, batu bata dan agregat ringan lainnya.
 Sebagai bahan dasar kertas – Batu lempung yang memiliki kandungan mineral kaolinit juga
merupakan bahan dasar yang baik untuk pembuatan kertas yang berkualitas tinggi.
 Sebagai penyerap cairan – Batu lempung yang terbentuk dari abu hasil letusan gunung
berapi sering digunakan untuk menyerap cairan yang ada pada kandang binatang ternak.
 Membantu proses pengeboran – Batu lempung yang terbuat dari abu vulkanik juga dapat
dimanfaatkan sebagai lumpur yang membantu pengeboran. Selain itu, dapat juga digunakan
dalam industri palletizing bijih besi.
 EMUNGKINAN  PEMANFAATAN LEMPUNG SEBAGAI BAHAN
KERAMIK DI WILAYAH PT.  BUKIT ASAM TANJUNG ENIM,
KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATRA SELATAN
  
 Oleh :
 Ratih Sukmawardany S.
 Subdit Non Logam
  
  
 ABSTRACT
  
 Exploration area is located subdistricts of Muara Enim Kota, Lawang Kidul,
Tanjungagung, Gunungmegang, Rambang Dangka, Rambang Lubay, Muara Enim
District, South Sumatera Province. The exploration area, geographicaly situated in
the 30 25’ 00’’ – 30 55’ 00’’ south latitude, and 1030 40’ 00’’ – 1040
00Â’ 00Â’Â’ east longitude.
 Most of the rest of the explorated areas is dominated by Alluvium (Qa), which is
consisting of sandstone, silt, and clay. Young vulcanoes unit (Qhv) composed by
pyroclastic breccia, lava deposits, and andesitic tuffaceous. Andesit unit composed by
andesitic igneous rock dyke shape. Kasai Formation (QTk) composed by tuff, tuff
sandstone, tuffaceous sandstone with pumice. Muara Enim Formation (Tmpm)
composed by clay, silt and tuffaceous sandstone. Airbenakat Formation composed by
inter lamination of clay, silt and shale generally limestoneous and carbonaceous.
Talang Akar Formation composed by very coarse to fine sandstone, silt and clay
limestone and shale.
 Structural geology of in the exploration area are faults, anticlines, sinclines, and
joints. Structural condition founded unclear anymore cause the lithology are
weathered.
 The exploration area of Tanjung Enim is composed of much kind of rocks, as sediment igneous rock,
volcanic products and alluvium. In this area beside clay also found sand quartz, bentonite and
feldspar.
 Infered resources of clay deposit in PT.  Bukit Asam area is about of 73.500.000 m3. Clay deposits
probably can usage for raw ceramic material.
 According to geology of resources calculation; invered resources of clay mineral is about of
19.608,247 m3, bentonite about of 168,125 m3, feldspar about of 4.500 m3 and hypotetic resources of
quartz sand about of 770.000 m3
  
  
  
 SARI
  

 Daerah penyelidikan dan inventarisasi terletak di wilayah Kabupaten Muara Enim, meliputi
Kecamatan, Muara Enim Kota, Lawang Kidul, Tanjungagung, Gunung Megang, Rambang Dangka,
dan Rambang Lubay, Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan secara geografis daerah penyelidikan
terletak antara 3o25’00” – 3o55’00” Lintang Selatan dan 103o40’00” – 104o00’00”
Bujur Timur.
 Daerah penyelidikan tersusun atas Aluvium (Qa), terdiri dari pasir, lanau, dan lempung. Satuan
Gunungapi Muda (Qhv) terdiri dari breksi gunungapi, lava, dan tufa yang bersifat andesit. Andesit
(Qpva), berupa batuan beku yang bersifat andesit, berupa retas. Formasi Kasai (QTk), terdiri dari
tufa, tufa pasiran dan batupasir tufaan yang mengandung batuapung. Formasi Muaraenim (Tmpm),
terdiri dari batulempung, batulanau dan batupasirtufaan. Formasi Airbenakat (Tma), terdiri dari
perselingan batulempung dengan batulanau dan serpih, pada umumnya gampingan dan karbonan.
Formasi Talangakar (Tomt), terdiri dari batupasir sangat kasar sampai halus, batulanau dan
batulempung gampingan serta serpih.
 Struktur yang mempengaruhi daerah petelitian adalah sesar, antiklin, sinklin dan kekar. Kondisi
struktur di lapangan tidak dapat di jumpai dengan jelas karena kondisi litologi suidah banyak
mengalami pelapukan.
 Daerah penyelidikan di Tanjung Enim dan sekitarnya, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera
Selatan secara geologi disusun oleh berbagai macam batuan dari sedimen, beku  hingga produk atau  
hasil gunung api dan aluvium. Dalam hal ini, di daerah penyelidikan selain bahan galian lempung
juga dijumpai keterdapatan pasir kuarsa bentonit dan felspar.
 Endapan lempung di wilayah PT.  Bukit Asam cukup besar, yaitu sekitar 73.500.000 m3 sebagai
interburden penambangan batubara. Sumber daya lempung ini diperkirakan dapat dimanfaatkan
sebagai bahan keramik.
             Sumber daya terhitung merupakan sumber daya tereka. Total sumber daya endapan bahan 
galian lempung di daerah penyelidikan sekitar 19.608,247 m 3. Total jumlah sumber daya endapan
bahan galian bentonit sekitar 168,125 m 3. Total sumber daya endapan felspar sekitar 4.500 m 3 dan
pasir kuarsa sekitar 770.000 m3.

  

  
  
 1. PENDAHULUAN
  
  

  
  

 1.1 Latar Belakang

 Penggunaan keramik dalam industri perumahan akan terus meningkat dengan lajunya pertumbuhan
penduduk. Dengan sumber daya/cadangan bahan baku keramik yang terbatas masih perlunya mencari
daerah lain untuk dieksplorasi.
 Dijumpainya lempung sebagai interburden dalam kegiatan penambangan batubara dalam konsesi PT
Bukit Asam, sebagai buangan tambang (tailing) sangat menarik untuk dieksplorasi dan diuji coba
sebagai bahan baku keramik.
  
 1.2 Maksud dan Tujuan
 Diharapkan dari eksplorasi ini dapat diketahui potensi bahan galian industri di daerah Konsesi PT
Bukit Asam khususnya dan Kabupaten Muara Enim umumnya, terutama kemungkinan penggunaan
lempung sebagai bahan baku keramik. Dengan tujuan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam
rangka pengembangan perekonomian daerah, khususnya dalam bidang industri pertambangan guna
meningkatkan pendapatan asli di daerah.
  
 1.3 Lokasi Daerah Penyelidikam
 Daerah penyelidikan terletak di wilayah Kabupaten Muara Enim, meliputi Kecamatan, Muara Enim
Kota, Lawang Kidul, Tanjungagung, Gunung Megang, Rambang Dangka, dan Rambang Lubay,
Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan secara geografis daerah penyelidikan terletak antara
3o25’00” – 3o55’00” Lintang Selatan dan 103o40’00” – 104o00’00” Bujur Timur
dengan luas wilayah lebih kurang 1.685 km2.
  
  
 2. KEADAAN GEOLOGI
  
 2.1 Geologi Regional
 2.1.1 Tatanan Tektonik
 Daerah penyelidikan merupakan bagian dari Cekungan Palembang, yang terletak di tepi barat bagian
selatan. Cekungan Palembang terbentuk dalam daur susut laut pada zaman Tersier. Tobler, 1906 yang
pertama kali menyusun stratigrafi daerah ini, membagi Cekungan Palembang menjadi 3 formasi
Palembang Bawah, Formasi Palembang Tengah dan Formasi Palembang Atas.
  
 2.1.2 Stratigrafi Regional
 Susunan stratigrafi daerah penyelidikan dari batuan yang tua ke batuan yang lebih muda dapat
diuraikan, sebagai berikut :
  
 Formasi Air Benakat (Tmab).
 Formasi ini merupakan satuan batuan yang tertua di daerah penyelidikan, berumur Miosen Tengah
sampai Miosen Akhir . Formasi Air Benakat ( Spruyt, 1956) adalah nama lain dari Formasi Palembang
Bawah. Penyebaran satuan ini tidk luas, terdapat di sungai Kiahaan, Sungai Liling dan sungai Lengi
singkapan yang jelas sukar ditemukan. Batuannya mengalami pelapukan yang sangat kuat, sehingga
dilapangan mengalami kesukaran dalam membedakan dengan  Formasi lainnya untuk membedakan
dengan Formasi lain  ialah adanya sisipan sisipan batuan yang bersifat gampingan dalam Formasi Air
Benakat ( contoh batupasir gampingan yang terdapat di Sungai Kiahan  dan sungai Selingsing).
 Formasi Air Benakat terdiri dari serpih, batulanau, napal , batupasir yang sebahagian bersifat
gampingan, serpih berwarna kelabu terang-kehijauan, berlapis baik kadang kadang bersifat gampingan.
. Batulanau dan batulempung merupakan perselingan berwarna kelabu terang-kekuningan, coklat,
kuning, karbonatan, glaukonitan, gampingan. Batupasir merupakan sisipan berbutir halus, berwarna
kelabu kehijauan, pemilahan baik, kesarangan jelek sampai sedang.Komponen terdiri dari kuarsa,
felspar, glaukonit dan mika. Fasies pengendapan dari Formasi ini ialah  litoral.
 Formasi Muaraenim (Tmpm). Formasi Muara enim (Spruyit,1956) adalah  nama lain  dari Formasi
Palembang Tengah yang berumur Miosen Akhir sampai Pliosen Awal. Formasi ini terletak selaras di
atas Formasi Air Benakat.Hampir seluruhnya mengalami pelapukan yang sangat kuat. Formasi ini
mengandung lapisan batubara yang cukup tebal (Coal bearing Formation). Formasi ini terdiri dari
batulempung, batulanau dan batupasir tufaan dengan sisipan batubara.
 Formasi Kasai (QTk). Satuan ini  merupakan endapan gunungapi (vulkanis), fasies daratan, berumur
Pliosen Akhir  sampai Plistosen Awal. Formasi Kasai menindih selaras di atas Formasi  Muaraenim.
Litologi terdiri dari tufa, tufa batuapung dan perselingan antara batupasir tufaan berbutir halus dan
lempung tufaan yang mengandung sisa tumbuhan. Setempat dijumpai lensa batubara tipis. Tufa
batuapung berwarna kelabu, putih kekuningan, dengan fragmen batuapung sebesar 3-5 cm. Batupasir
tufaan dan tufa pasiran, berwarna putih, berbutir halus, dengan komposisi terutama kuarsa, felspar dan
gelas. Kadang kadang dijumpai fosil daun  (Cast). Penyebaran satuan ini terdapat di sebelah Barat
Sungai Enim. Sebagai hasil endapan gunungapi formasi ini banyak mengandung konsentrasi lempung
bentonit dan kaolin, berbentuk lensa.
 Aluvium (Qa). Satuan ini terdapat dipinggir sungai Enim. Penyebarannya tidak luas merupakan hasil
endapan sungai, yang sudah dimaaatkan untuk kebun, peladangan dan pemukiman. Satuan ini terdiri
dari kerakal pasir dan lempung berumur Resen.
 Andesit (Qpva). Batuan ini menerobos batuan Formasi Muaraenim yang mengandung batubara
(Muaraenim Coal Formation), sehingga dapat meningkatkan mutu batubara tersebut. Singkapannya
terdapat di Bukit Asam dan di Bukit Malaluteh sebelah Barat Pulau Panggung. Di Bukit Mataluteh
andesit tersebut menerobos batuan Formasi Kasai. Kenampakan dilapangan berupa bongkah (Insitu)
berserakan berukuran 3-4 m . Diduga andesit disini merupakan retas (dyke). Batuan andesit berwarna
kelabu tua, pejal, tekstur  porfiritik. Komposisi mineralnya, terdiri dari hornblende, piroksin, plagioklas
dan mineral gelap, lainnya. Batuan terobosan ini berumur Plistosen.
 Satuan Gunungapi muda (Qhv). Di daerah penelidikan penyebaran satuan  batuan ini hanya sedikit.
Terdapat disebelah Timur-Laut Bukit Merdanau, bagian Hulu sungai Lengi. Proses pelapukan sangat
kuat dan derah ini menjadi daerah hutan serta semak belukar. Litologi terdiri dari breksi dan tufa.
Breksi terutama terdiri dari komponen andesit, batuapung dan massa  dasar tufa pasiran. Tufa berwarna
kelabu, putih kekuningan dengan komposisi terdiri mineral gelas, felspar, hornblende dan sebagainya.
  
 2.1.3 Struktur Regional
 Lipatan. Secara regional daerah penyelidikan terletak dalam cekungan Sumatera Selatan .Posisinya
terhadap cekungan terletak di tepi barat bagian Selatan yang terendapkan dalam Zaman Tersier.
Penyebaran Formasi batuan mengikuti arah jurus perlapisan batuan yaitu dengan arah umum Utara
Selatan. Lapisannya miring rata rata ke arah Barat sebesar 15o – 20o.
 Sesar. Identitas sesar di daerah ini sukar dikenali (diamati), karena pelapukan berlangsung sangat kuat.
Tanah penutup tebal. Terdapatnya kelurusan topografi alihan batuan (Offset) dan perubahan arah
kemiringan lapisan batuan, maka dapat untuk menduga adanya sesar.

  
 2.2 Geologi Daerah Penyelidikan
 2.2.1 Morfologi

             Morfologi daerah telitian merupakan suatu daerah dataran bergelombang sedang dan rendah.
Bagian tengah dan utara merupakan daerah dataran bergelombang sedang dan rendah yang terdiri dari
perkampungan, hutan kayu kertas, hutan karet, dan kebon sawit. Sebagian besar bagian utara ini
merupakan hutan kayu kertas, meliputi hampir 60 %, sedangkan untuk kebon sawit dan kayu karet 30
% dan 10 % merupakan pemukiman penduduk.
             Bagian selatan daerah telitian tidak jauh beda dengan bagian utara. Terdiri dari kebon sawit,
hutan kayu kertas, hutan karet, serta pemukiman penduduk. Morfologi bagian selatan daerah telitian ini
juga berupa dataran bergelombang sedang dan rendah.
  
 2.2.2 Stratigrafi

             Stratigrafi daerah telitian mengacu kepada Peta Geologi Lembar Lahat, Sumatera Selatan, Skala
1 : 250.000 oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, 1986, Bandung. Berdasarkan Peta
Geologi Lembar Lahat tersebut, daerah penelitian tersusun atas Formasi :
 Aluvium (Qa) : terdiri dari pasir, lanau, dan lempung. Satuan Gunungapi Muda (Qhv) : terdiri dari
breksi gunungapi, lava dan tufa yang bersifat andesit.Andesit (Qpva) : Batuan beku yang bersifat
andesit, berupa retas. Formasi Kasai (QTk) : terdiri dari tufa, tufa pasiran dan batupasir tufaan yang
mengandung batuapung.Formasi Muaraenim (Tmpm) : terdiri dari batulempung, batulanau dan
batupasirtufaan, Formasi Airbenakat (Tma) : terdiri dari perselingan batulempung dengan batulanau
dan serpih, pada umumnya gampingan dan karbonan.Formasi Talangakar (Tomt) : terdiri dari batupasir
sangat kasar sampai halus, batulanau dan batulempung gampingan serta serpih.
  
 2.2.3 Struktur

             Struktur yang terdapat di daerah telitian adalah struktur sesar, lipatan dan kekar. Struktur lipatan
terdiri dari antiklin dan sinklin. Struktur tersebut tidak  begitu jelas terlihat di lapangan karena litologi
sudah banyak mengalami pelapukan kuat.
  
 2.3 Indikasi Endapan Bahan Galian
 Endapan lempung di lapangan terdapat pada formasi Muaraenim. Formasi Muaraenim terdiri dari
batulempung, batubara dan batupasirtufaan dengan sisipan batubara.
 Endapan Bentonit dijumpai pada formasi Muaraenim yang berselingan dengan endapan lempung.
 Endapan pasir kuarsa di lapangan dijumpai pada formasi Kasai. Dimana formasi Kasai ini terdiri dari
batuan tufa, tufa pasiran, dan batupasir tufaan yang mengandung batuapung.
 Endapan feldspar dijumpai pada formasi Muaraenim merupakan hasil rombakan dari batuan granit,
berwarna coklat kehijauan, berukuran pasir halus sampai kasar.

  
 3. HASIL PENYELIDIKAN
  
 3.1 Endapan Bahan Galian Hasil Penyelidikan
             Daerah penyelidikan di Tanjung Enim dan sekitarnya, Kabupaten Muara Enim, Provinsi
Sumatera Selatan secara geologi disusun oleh berbagai macam batuan dari sedimen, beku,  hingga
produk atau   hasil gunung api dan aluvium. Proses geologi yang berlangsung dengan segala aspek
yang menyertainya memberikan makna bagi kehidupan  manusia. Dalam hal ini, di daerah
penyelidikan selain bahan galian lempung dan pasir kuarsa juga dijumpai keterdapatan bentonit dan
felspar.
  
 3.1.1 Lempung
 Endapan bahan galian lempung di daerah penyelidikan terdapat di formasi Muara Enim. Formasi
Muaraenim terdiri dari batulempung, batubara dan batupasirtufaan dengan sisipan batubara dan
berumur Pliosen Akhir.
 Endapan bahan galian lempung di lapangan terdiri dari endapan lempung yang berlapis dan masif.
Endapan lempung sedimen memperlihatkan adanya perlapisan. Tetapi karena kondisi di lapangan
sudah banyak mengalami pelapukan kuat, sehingga tidak semua dapat diukur jurus dan kemiringannya.
Dari hasil pengukuran jurus dan kemiringan dapat terlihat adanya struktur yang bekerja seperti lipatan
dan sesar. Sedangkan lempung hasil dari pelapukan banyak tersingkap dan dimanfaatkan oleh
penduduk setempat untuk bahan pembuatan batu bata dan genteng.
 Bahan galian lempung yang diselidiki adalah bahan galian lempung secara umum. Pada dasarnya
lempung umum ini mudah ditemukan dan dalam penggunaannya tidak memerlukan spesifikasi atas
proses laboratorium yang kaku. Tetapi analisa laboratorium tetap diperlukan untuk mengetahui mutu
dari bahan galian lempung itu.  Sehingga dapat diarahkan penggunaannya.

             Lokasi keterdapatan endapan lempung di daerah penyelidikan :

 Kecamatan Lawang Kidul


 Endapan lempung di Desa Darmo sudah dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk pembuatan batu
bata. Kenampakannya dari warna cukup bervariasi kuning kemerahan, merah, kuning kecoklatan. Batu
bata yang dihasilkan cukup bagus.
 Endapan bahan galian lempung di desa Penyandingan Enim sudah dimanfaatkan oleh penduduk
setempat sebagai bahan pembuatan batu bata. Lempung di wilayah PTBA, Air Laya, desa Lingga
endapan lempungnya berlapis, berwarna kuning kehijauan, kehitaman. Ketebalan endapan 3 – 4
meter. Berselang  seling antara lempung yang kuning  kehijauan, kehitaman dan lapisan batubara.
Endapan lempung tersingkap dengan jelas karena merupakan overburden dari lapisan batubara yang
dieksploitasi oleh PTBA.
 Endapan bahan galian lempung di Bangko  Barat, desa Tg Raja tidak berbeda jauh dengan yang
terdapat di  Air Laya. Keadaan endapan sudah terbuka karena merupakan interburden dari lapisan
batubara.

 Kecamatan Gunung Megang


 Endapan bahan galian lempung di S. Lengi, desa Gunung Megang Dalam, desa
Gunung Megang Luar, Desa Ujan Mas Baru, Desa Ulak Badung, Desa Muara Enim,
dan A.Lengi, desa Kayuara Sakti  mempunyai kesamaan dan sudah dimanfaatkan oleh
penduduk setempat sebagai bahan  baku batu bata dan genteng. Hasilnya cukup
bagus. Sebaran endapan bahan galiannya cukup luas berada pada formasi Muaraenim.
Hampir sebagian besar daerah Kabupaten Muara Enim merupakan wilayah hutan
karet, hutan kayu kertas, kebon kelapa sawit dan terdapat pula sumur – sumur
pertamina.
 Kecamatan Tanjung Agung
 Endapan lempung di desa Seleman berupa endapan lempung yang massif dan liat.
Sudah banyak yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai bahan baku
pembuatan batu bata. Lokasi tidak jauh dari jalan di   sebelah timur dan barat jalan.
 Kecamatan Muara Enim Kota
 Endapan bahan galian lempung di desa Pasar I Muara Enim, dan desa Ujan Mas Baru
tidak terlihat perlapisannya. Kondisi lempung tidak begitu jelas tersingkap. Yang
tersingkap dengan baik dan terbuka terletak di sekitar jalan lintas Sumatera dimana
telah dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai bahan pembuatan batu bata.
Selain merupakan pemukiman penduduk juga terdapat hutan karet, terdapat wilayah
pertamina, dan kebon kelapa
sawit.                                                                                                                                 
                                                
 Kecamatan Rambang Dangka
 Endapan bahan galian lempung di desa Subanjaruji keadaan tidak cukup bagus dan terletak di wilayah
hutan kayu kertas, sehingga tidak tersingkap dengan baik.

 Guna mengetahui sifat fisik dan kimia bahan galian lempung, dalam kaitan dengan mutu, spesifikasi
dan penggunaannya, telah dilakukan pekerjaan analisa keramik untuk satu conto lempung yang diambil
di desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul. Sedangkan conto lempung untuk analisa kimia diambil dari
desa Darmo, desa Tg Raja, wilayah PTBA, Air Laya, desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul; desa
Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang; desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Muara Enim
Kota; desa Ulak Bandung, desa Subanjaruji, Kecamatan Rambang Dangka .
             Berdasarkan hasil analisa kimia didapatkan kandungan SiO 2 antara 57,50%-68,30%; Al2O3
antara 13,10%-18,60%; Fe2O3 antara 0,00%-4,31%; Na2O antara 0,38%-1,69%; dan K2O antara 0,42%-
1,42%. Hasi Analisa Methyl Blue Test menunjukkan kandungan montmorilonit antara 15%-65%.

 Interpretasi atas hasil analisa kimia dan hasil analisa keramik terhadap conto, menunjukkan bahwa
conto lempung di daerah telitian secara keseluruhan bermutu cukup baik dan sudah banyak
dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai bahan pembuatan batu batu dan genteng.
 Ditinjau dari hasil uji penyerapan air dan kuat lentur maka komposisi 1, 2 dan 3 pada pembakaran
dengan suhu 1050oC dapat memenuhi persyaratan mutu body earthenware. Sedangkan pada
pembakaran dengan suhu 1150oC, komposisi 1 dapat masuk ke dalam kategori body stoneware I, hanya
susut bakarnya terlalu besar (>7%), sehingga perlu penambahan bahan lain untuk mengurangi susut.
             Sumber daya tereka.bahan galian lempung di daerah penyelidikan sekitar 153.971.000 m3.
  
 3.1. 2 Bentonit
 Endapan bahan galian bentonit, dijumpai pada formasi Muara Enim dan formasi Kasai. Formasi
Muaraenim..

 Pada umumnya endapan bahan galian bentonit di lapangan berasosiasi dengan


lempung. Kenampakan di lapangan kadang tidak begitu jelas karena sudah mengalami
pelapukan lebih lanjut. Arah sebaran endapan bahan galian bentonit hampir berarah
barat dan tenggara.
 Kecamatan Lawang Kidul
             Di wilayah PTBA Air Laya, desa Tg Raja endapan bahan galian bentonit mempunyai ketebalan
sekitar 0,5 meter sampai 2 meter.
             Keadaan endapan bahan galian bentonit di Kawasan Kebun kayu kertas dan kebun kelapa sawit,
desa Tanjung Lalang tersingkap 0,5 meter dilihat hasil analisanya juga cukup bagus dimana sebelum
diaktifkan 93 % dan setelah diaktifkan 96%, dengan standar bentonit bleaching (tonsil) 97%.    
 Kecamatan Gunung Megang
             Endapan bahan galian bentonit di Bukit Kancil, desa Muara Gulo Baru dan merupakan tanah
milik Kepala Desa Muara Gulo Baru. Keadaan endapan tidak begitu jelas karena merupakan jalan
setapak dan direncanakan untuk pembuatan jalan menembus desa seberang. Lokasi ini terletak di
sekitar kebun kelapa sawit. Dilihat dari hasil analisa bleaching powder sebelum diaktifkan 73% dan
sesuda diaktifkan 77% dengan standar bentonit bleaching (tonsil) 97%. Ini berarti bahwa endapan
bentonit disini cukup bagus.    
 Kecamatan Muara Enim Kota
             Endapan bahan galian bentonit di desa Tungkal berada di wilayah pertamina. Keadaan endapan
tersingkap sebagai tebing jalan dan tersingkap cukup bagus. Dilihat    dari hasil analisa bleaching
powder sebelum diaktifkan 48% dan setelah diaktifkan 85%. Ini menunjukkan bahwa endapan bahan
galian bentonit dapat digunakan setelah diaktifkan sebagai penjernih minyak kelapa sawit.
 Guna mengetahui sifat fisik dan kimia bahan galian bentonit, dalam kaitan denga mutu, spesifikasi dan
penggunaannya, telah dilakukan pekerjaan analisa daya bleaching (“Bleaching Power”) untuk
beberapa conto bentonit yang diambil dari wilayah PTBA, Air Laya, desa Tg Raja dan desa Lingga;
kawasan Kebon Kelapa Sawit, desa Tanjung Lalang, Kecamatan Lawang Kidul; Bukit Kancil, desa
Muara Gulo Baru, Kecamatan Gunung Megang; Di desa Tungkal, Muara Enim Kota. Berdasarkan
hasil analiasa kimia pada conto bentonit didapatkan prosentase senyawa SiO 2 antara 55,00%-73,30%;
Al2O3 antara 14,60%-17,40%; Fe2O3 antara 0,64%-3,96%; Na2O3 antara 0,56%-2,63%; dan K2O antara
0,58%-1,42%. Kandungan montmorillonite antara 20%-65%. Daya bleaching bervariasi ada yang dapat
digunakan langsung tanpa perlu diaktivasi ada yang perlu diaktifasi.

 Berdasarkan hasil evaluasi daya bleaching terhadap syarat mutu bentonit untuk
penjernih minyak kelapa, bentonit dari daerah kawasan kebon kelapa sawit, desa
Tanjung Lalang, Kecamatan Lawang Kidul, dapat digunakan untuk keperluan
penjernih minyak kelapa, dan dapat dikatagorikan masuk mutu I. Hasil perhitungan
sumber daya tereka endapan bentonite sekitar 1.685.000 m3.
  
 3.1.3 Pasir Kuarsa
 Endapan pasir kuarsa di lapangan dijumpai pada formasi Kasai. Dimana formasi Kasai ini terdiri dari
batuan tufa, tufa pasiran, dan batupasir tufaan yang mengandung batuapung dan berumur Plistosen.
 Endapan pasir kuarsa yang dijumpai di lapangan terdiri dari dua macam, yaitu pasir kuarsa yang sudah
mengalami transportasi dan pasir kuarsa yang masih berupa batuan. Pasir kuarsa terletak di atas
endapan lempung. Sedangkan yang sudah tertransport diendapkan pada dasar sungai.

 Pasir kuarsa dapat dimanfaatkan di berbagai bidang industri, tergantung dari sifat fisik dan kimia dari
pasir kuarsa itu sendiri, seperti untuk industri kaca, pengecoran logam dan bata tahan api, bahan
keramik (bahan rangka keramik), dan lain-lain.
             Kecamatan Gunung Megang
             Endapan bahan galian pasir kuarsa di S. Lengi, desa Gunung Megang Dalam berupa pasir lepas.
Yaitu batuan pasir kuarsa yang sudah mengalami transportasi ke sungai. Pasir kuarsa itu sendiri
bersumber dari formasi Kasai di wilayah kebun kelapa sawit yang mengalami transportasi ke sungai
Lengi.
              Endapan bahan galian pasir kuarsa di S. Lekukan, desa Gunung Megang Luar berupa paasir
kuarsa lepas yang sudah terransport ke sungai Lekukan.
 Guna mengetahui mutu dari pasir kuarsa di daerah telitian maka di lakukan analisa kimia dan analisa
butir. Conto pasir kuarsa yan dianalisa diambil dari Desa Gunung Megang Dalam, Di S. Lekukan, Desa
Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang dan Desa Pasar I Muara Enim, Kecamatan Muara
Enim Kota.
 Berdasarkan hasil analiasa kimia pada conto pasirkuarsa didapatkan prosentase senyawa SiO 2 antara
89,50%-95,00%; Al2O3 antara 1,50%-15,30%; Fe2O3 antara 0,41%-1,08%; Na2O3 antara 0,56%-3,00%;
dan K2O antara 0,42%-1,08%. Hasil analisa butir didapatkan kandungan kuarsa antara 72,97%-96,85%.

 Sudah dimanfaatkan oleh penduduk setempat guna dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Luas
sebaran endapan bahan galian pasir kuarsa diperkirakan sekitar 77 ha, jika tebal endapan dasar sungai
diperkirakan 1 m, maka sumber daya hipotetik pasir kuarsa sekitar 770.000 m3.
  
 3.1.4 Felsdpar

 Endapan felspar di daerah telitian terdapat di formasi  Muaraenim. Sebaran felspar


berarah barat-timur. Endapan   bahan galian felspar ini terletak di atas endapan
lempung
 Kecamatan Muara Enim Kota
             Endapan bahan galian felspar di desa Karangraja, Pasar I Muara Enim berupa
endapan masif yang diselingi oleh lempung.  Letaknya di atas endapan lempung,
mempunyai ketebalan 2,5 meter. Penduduk menggunakannya sebagai alat pencuci
gerabah. Dilihat dari hasil analisa mineral butir kandungan mineral felsparnya 98,16%
(hasil analisa butir), kandungan (hasil aanalisaa kimia) SiO2 : 68,40%, Fe2O3 : 1,71%;
K2O + Na2O : 4,64%.
             Kecamatan Rambang Dangka
 Endapan bahan galian felspar di desa Subanjaruji keadaannya tidak jauh berbeda dengan endapan
felspar di Pasar I Muara Enim, Kecamatan Muara Enim Kota. Hanya hasil dari analisa mineral butir
untuk kandungan mineral felspar nya 87,82%, sedangkan berdasarkan analisa kimia kandungann
senyawa SiO2: 72,80%, Fe2O3  : 1,04%; K2O + Na2O : 3,75%.
 Sampel felspar yang diuji berasal dari desa Subanjaruji, Kecamatan Rambang Dangka, dan desa
Karangraja, Pasar I Muara Enim, Kecamatan Muara Enim Kota.
  Pengujian terhadap felspar dilakukan dengan analisa kimia, mineral butir, dan analisa keramik (bakar
dan prototype).
 Berdasarkan hasil analiasa kimia pada conto felspar didapatkan prosentase senyawa SiO 2 antara
68,40%-72,80%; Al2O3 antara 15,00%-15,10%; Fe2O3 antara 1,04%-1,71%; Na2O3 antara 2,06%-
2,25%; dan K2O antara 1,50%-2,58%. Hasil analisa butir didapatkan kandungan felspar antara 87,82%-
98,16%.

 Salah satu contoh felspar dicampur dengan endapan lempung dan diuji coba prototype benda keramik
dan hasilya adalah sebagai berikut :
 Dengan komposisi 50 % Felspar + 50 %  lempung (I), 40 % Felspar + 60 % Lempung (II) dan 30 %
Felspar + 70 % Lempung (III). Ditinjau dari hasil uji penyerapan air dan kuat lentur maka komposisi 1,
2 dan 3 pada pembakaran dengan suhu 1050oC dapat memenuhi persyaratan mutu body earthenware.
Sedangkan pada pembakaran dengan suhu 1150oC, komposisi 1 dapat masuk ke dalam kategori body
stoneware I, hanya susut bakarnya terlalu besar (>7%), sehingga perlu penambahan bahan lain untuk
mengurangi susut.
  
 3.2  Pemanfaatan Lempung sebagai bahan keramik
             Endapan lempung di daerah telitian secara megaskopis cukup bervariasi terkandung di dalam
formasi Muaraenim.
 Endapan lempung di wilayah PTBA
 Di wilayah PT. Bukit Asam, endapan lempungnya merupakan endapan buangan dari penambangan
batu bara.
 Wilayah PT. Bukit Asam yang dilakukan penyelikan adalah Air Laya dan Bangko Barat. Endapan
lempung di Air Laya berwarna kuning kecoklatan, abu-abu hingga kehitaman, masih, berlapis, lunak-
keras, ada yang mempunyai kilap lilin (bentonit), kondisi endapan ada yang hancur dan ada yang
masif,ketebalan cukup bervariasi dari 20cm-4m, berada di bawah lapisan A2, berselang seling dari
endapan lempung yang bersifat betonitan, berwarna kehitaman, lempung pasiran. Sedangkan endapan
lempung di Bangko Barat endapan lempung berada di atas lapisan batu bara A2, berwarna kuning, abu-
abu hingga kehitaman, masif, ketebalan 2-4 m. Di dekat pintu keluar Bangko Barat terdapat penggalian
endapan lempung berwarna kuning kecoklatan yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan batu bata.
 Berdasarkan hasil analisa kimia didapatkan kandunga senyawa senyawa SiO 2 antara 58,80%-65,40%;
Al2O3 antara 13,10%-16,80%; Fe2O3 antara 1,88%-3,40%; Na2O3 antara 0,75%-1,69%; dan K2O antara
0,58%-1,42%. Sumber daya tereka endapan lempung di wilayah PT.BA Bukit Asam diperkirakan
sebesar 73.500.000 m3.
 Endapan lempung di luar wilayah PTBA. Endapan lempung di luar wilayah PT. Bukit Asam
berwarna kuning kecoklatan, abu-abu hingga kehitaman, masih, berlapis, lunak-keras, ada yang 
mempunyai kilap lilin (bentonit), kondisi endapan ada yang hancur dan ada yang masif, ketebalan
cukup bervariasi dari 20cm-4m, banyak yang sudah dimanfaatkan oleh penduduk ssetempat sebagai
bahan pembuatan batu batu dan genteng dan dilihat dari batu bata dan genteng yang dihasilkan cukup
bagus.
 Berdasarkan hasil analisa kimia didapatkan kandungan senyawa senyawa SiO 2 antara 57,50%-68,30%;
Al2O3 antara 14,40%-18,60%; Fe2O3 antara 0,00%-4,31%; Na2O3 antara 0,38%-0,94%; dan K2O antara
0,42%-0,83%. Sumber daya tereka endapan lempung di luar wilayah PT. Bukit Asam diperkirakan
sebesar 80.471.000 m3.
 Dilakukan satu conto analisa keramik untuk endapan lempung dari Desa Darmo, Kecamatan Lawang
Kidul yang dicampur dengan endapan felspar. Ditinjau dari hasil uji penyerapan air dan kuat lentur
maka komposisi 1, 2 dan 3 pada pembakaran dengan suhu 1050oC dapat memenuhi persyaratan mutu
body earthenware. Sedangkan pada pembakaran dengan suhu 1150oC, komposisi 1 dapat masuk ke
dalam kategori body stoneware I, hanya susut bakarnya terlalu besar (>7%), sehingga perlu
penambahan bahan lain untuk mengurangi susut.
  
 Ditinjau dari hasil analisa laboratorium dan jumlah sumber daya yang cukup besar tersebut, maka dapat
diperkirakan bahwa endapan lempung yang berada di lokasi PT. Bukit Asam yang merupakan
interburden dari penambangan batu bara sangat menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut dengan analisa
kegunaan yang lebih banyak untuk mengetahui kemungkinan pengembangan  bahan galian di daerah
Kabupaten Muara Enim.
  
 4. KESIMPULAN DAN SARAN
  

 4.1 Kesimpulan:
 -            Endapan lempung di daerah penyelidikan cukup melimpah. Terutama yang terdapat di wilayah
PTBA. Endapan lempung yang di luar wilayah PTBA juga  cukup banyak dan sudah banyak
dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk pembuatan bahan batu bata dan genteng. Berdasarkan
hasil analisa keramik endapan bahan galian lempung di daerah penyelidikan umumnya masuk dalam
earthenware   dengan suhu pembakaran 1050o C dan komposisi 50 % Felspar dan 50 % lempung pada
suhu 115o C masuk kategori body stoneware I. Besar sumber daya tereka endapan lempung adalah
153.971.000 m3.
 -           Endapan bahan  galian bentonit terdapat di formasi Muaraenim Endapan bentonit
keterdapatannya cukup banyak. Hanya tersingkapnya setempat-setempat karena rata-rata terdapat di
wilayah kebun kelapa sawit dan hutan kayu kertas. Besar sumber daya endapan bahan galian bentonit
tereka diperkirakan 1.685.000 m3.
 -           Endapan pasir kuarsa terdapat pada formasi Kasai dan jumlahnya tidak begitu banyak. Rata-rata
pasir kuarsa tertransportaasi ke sungai-sungai. Besaran sumber daya hipotetik yang diperkirakan pasir
kuarsa sekitar 770.000 m3. Sudah dimanfaatkan oleh penduduk sebagai   bahan bangunan.
 -           Endapan feldspar terdapat di formasi Muaraenim. Besar sumber daya tereka endapan felspar yang
dapat dihitung berdasarkan perhitungan geologi (permukaan) 45.000.000 m3.
  
 4.2 Saran :
 -           Endapan lempung yang jumlahnya cukup besar tersebut sebaiknya dilakukan penyelidikan lebih
detail lagi terutama di wilayah PTBA. Dan untuk penyelidikan lebih detail tersebut sebaiknya diadakan
kerjasama dengan pihak PTBA. Dengan penyelidikan lebih detail tersebut akan didapat besaran yang
lebih akurat lagi. Dan ini akan menarik para investor ke daerah tersebut.
 -           Selain penyelidikan di lapangan yang lebih detail lagi juga analisa laboratorium lebih banyak lagi
seperti analisa keramik dan analisa XRD. Karena ini sangat penting untuk mengetahui lebih pasti
kandungan mineral pada bahan galian tersebut dan kualitas dari bahan galian itu sendiri.
 -           Perlu inventarisasi dan evaluasi potensi bahan galian industri di Kabupaten Muara Enim, karena
terbatasnya data potensi bahan galian industri di Kabupaten tersebut, dalam rangka pengembangan
potensi bahan galian industri  dengan tujuan  mendapatkan data p;otensi baru selain di daerah Tanjung
Enim.
  
 DAFTAR PUSTAKA
  

 1. Hadi Purnomo, dkk. 1993, Percontohan Pemanfaatan Lempung Overburden Batubara A1 Asal
PTBA untuk Bahan Bangunan, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Proyek Pengembangan Teknologi
Pengolahan Bahan Galian Pusat Pengembangan Pertambangan Teknologi Mineral, Bandung.
  
 2. Supriyono HS, dkk. April 1992, Percontohan Pemanfaatan Lempung Overburden Batubara A1 Asal
PT Batubara Bukit Asam Untuk Bahan Bangunan, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Proyek
Pengembangan Teknologi Pengolahan Bahan Galian Pusat Pengembangan Pertambangan Teknologi
Mineral, Bandung.
  
 3. Supriyono HS, dkk., 1991, Pengkajian Mutu dan Uji Penggunaan Lempung dalam Skala
Laboratorium Asal PT Batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera
Selatan, Proyek Pengembangan Teknologi Pengolahan Bahan Galian Pusat Pengembangan
Pertambangan Teknologi Mineral, Bandung.
  
 4. Zulfikar, dkk. 1990, Laporan Sementara Penyelidikan Geologi Pendahuluan Terhadap Batumulia
dan bahan Galian Industri di Daerah Kabupaten Muara Enim dan Lahat, Provinsi Sumatera Selatan,
Direktorat Sumberdaya Mineral, Bandung.
  
 5. Rapiloos Kasoep, dkk., 1990, Laporan Hasil Penyelidikan Umum Bahan Galian Industri Di Daerah
Sumatera Selatan, Direktorat Sumberdaya Mineral, Bandung.
  
 6. S. Gafoer T, dkk, 1986, Peta Geologi Lembar Lahat, Sumatera Selatan, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi, Bandung.
  

Lempung sangat menguntungkan dalam teknologi material karena murah


dan ramah lingkungan.

Ilustrasi lempung. (Thinkstockphoto)

Mendapat pengakuan dari dunia internasional sejak tahun 2011 sebagai peneliti lempung
Indonesia, Is Fatimah mengaku ingin terus berinovasi dengan lempung. Lewat penelitian
terbarunya yakni lempung sebagai bahan baku sel surya serta keramik antibakteri, Is Fatimah
berhasil membuktikkan bahwa lempung menjadi bahan yang multiguna.

Ketika ditemui di Universitas Islam Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (9/1), Is
Fatimah banyak bercerita tentang manfaat lempung sebagai aplikasi bahan katalis industri.
Selama ini lempung tidak banyak dimanfaatkan, padahal potensi di Indonesia sangat
melimpah.

Kegunaan lempung di antaranya untuk penjernihan minyak, pengemban katalis, pengembang


TI02 (semi konduktor), hingga mengolah limbah logam berat. "Di Indonesia potensinya
melimpah atau bisa mencapai 150 juta ton, namun pemanfaatannya masih minim. Padahal di
negara barat, sudah banyak digunakan sebagai bahan baku industri bahkan mereka  masih
menggunakan yang sintesis," kata Is Fatimah.

Lempung memiliki banyak sifat menguntungkan dalam teknologi material. Sifatnya yang
berlapis-lapis membuat ukuran lapisan bisa berubah. Tak hanya itu, selain murah, bahan dari
lempung ini ternyata ramah lingkungan.
Soal penelitian tentang lempung dan ekstrak kulit manggis sebagai bahan baku sel surya, saat
ini tengah dalam uji laboratorium. Pasalnya efisiensi cahaya yang dihasilkan masih minim.

Dalam kaitannya dengan sel surya, lempung dimanfaatkan untuk menyangga semi konduktor
yang dilapiskan pada titanium dioksida. Jenis lempung pun juga khusus yakni lempung
montmorillorit.

"Selama ini belum pernah ada yang menggunakan lempung untuk bahan baku sel surya.
Lempung ini untuk meminimalkan penggunaan kimia sintesis. Selain murah juga ramah
lingkungan," tambahnya.

Sedangkan kulit manggis digunakan karena zat warnanya bisa diekstrak dan dimanfaatkan
dalam  eknologi Dye Sensitized Solar Cell. Sementara itu, kaitannya dengan peneltian
keramik antibakteri, ia mengaku tengah dalam proses uji coba. Telah ada permintaan oleh
Kemenristek untuk mengembangkan keramik ini di Indonesia.

(Olivia Lewi Pramesti)