Anda di halaman 1dari 9

DAFTAR INDUK DOKUMEN

Unit : Instalsi Sanitasi


No Nama Dokumen
Spo/Kesling/01 Monitoring Kebersihan Lingkungan
Spo/Kesling/02 Penanganan Limbah Gas Berbahaya Dan Beracun
Spo/Kesling/03 Penanganan Limbah Benda Tajam
Spo/Kesling/04 Pengangkutan Limbah Medis
Spo/Kesling/05 Pengikatan Kemasan Limbah Medis
Spo/Kesling/06 Pengolahan Limbah Medis
Spo/Kesling/07 Penanganan Limbah Domestik
Spo/Kesling/08 Penanganan Limbah cair
MONITORING KEBERSIHAN LINGKUNGAN
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/01 1/ 2
-
Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Monitoring kebersihan lingkungan adalah kegiatan pengecekan
kebersihan fisik halaman, taman, dan ruangan di rumah sakit.

TUJUAN 1. Mengetahui status kebersihan di lingkungan Rumah Sakit Islam


Al-Ikhlas Pemalang.
2. Mengetahui hasil kerja petugas kebersihan di lapangan
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Cuci tangan dan gunakan masker
2. Koordinasi dengan kepala ruang/unit/instalasi bahwa akan
melakukan monitoring kebersihan
3. Pantau kebersihan lantai dari debu dan kotoran
4. Pantau kebersihan dinding, plafon, meubelir, perabot dan alat
elektronik di ruangan dari debu, kotoran, sampah dan vektor
penyakit
5. Koordinasi dengan petugas kebersihan untuk area yang kurang
bersih.
6. Buat target waktu pembersihan
7. Pantau kebersihan halaman dan taman dari sampah dan gulma.
8. Koordinasi dengan gardener jika ditemukan kebersihan
kurang.
9. Catat hasil pemantauan
10. Koordinasi dengan IPS-RS jika menemukan kerusakan
11. Cuci tangan

UNIT TERKAIT Sanitarian


PENANGANAN LIMBAH GAS BERBAHAYA DAN
BERACUN
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/02 1/ 2
-
Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Penanganan limbah gas berbahaya dan beracun adalah proses
menangani sisa kegiatan rumah sakit berupa gas meliputi emisi gas
kendaraan dan cerobong generator set yang digunakan.
TUJUAN 1. Mengurangi risiko gangguan kesehatan
2. Menjaga lingkungan rumah sakit
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Cerobong generator set harus lebih tinggi dari bangunan
sekitar
2. Melakukan uji emisi gas buang cerobong genset 1 (satu) tahun
sekali
3. Melakukan uji udara ambien setiap 1 (satu) tahun sekali
4. Melaporkan hasil uji emisi gas dan udara ambien kepada
Direktur Rumah Sakit Islam Al-Ikhlas Pemalang dan Dinas
Lingkungan Hidup setiap tahun.
UNIT TERKAIT Sanitarian
PENANGANAN LIMBAH BENDA TAJAM
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/03 1/ 2
-
Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Penanganan limbahbenda tajam adalah proses menangani sisa
kegiatan pelayanan rumah sakit berupa jarum suntik & spluit,
jarum bedah, pisau skapel, gunting, benang kawat bedah dan
pecahan botol atau kaca.
TUJUAN 1. Mencegah kecelakaan kerja
2. Menjaga lingkungan rumah sakit
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Letakkan savetybox ditempat yang aman dari pengunjung dan
terhindar dari kemungkinan tumpahan cairan.
2. Buang limbah benda tajam ke savetybox atau jerigen yang
disediakan
3. Tutup savetybox atau jerigen yang terisi ¾ bagian
4. Petugas kebersihan mengangkut savetybox ke Tempat
Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun (TPS B3) bersama sampah medis di waktu yang sudah
dijadwalkan.
UNIT TERKAIT 1. Petugas Kebersihan
2. Pelayanan dan Penunjang
PENGANGKUTAN LIMBAH MEDIS
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/04 1/ 2
-
Tanggal Terbit Ditetapkan,
Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Pengangkutan limbah medis adalah pemindahan bahan sisa
pelayanan medis oleh petugas kebersihan dari ruangan penghasil
sampah medis ke Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan
berbahaya dan Beracun (TPS B3) untuk disimpan sebelum
diangkut oleh pihak ketiga untuk dimusnahkan.
TUJUAN 1. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja
2. Mencegah infeksi dari limbah medis
3. Menjaga kelestarian lingkungan rumah sakit
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Lakukan cuci tangan
2. Pakai Alat Pelindung Diri (APD) meliputi gaun pelindung,
sepatu boot, masker, goggle, face shield dan sarung tangan
3. Ambil troli khusus sampah medis dan plastik kuning
4. Informasikan kepala petugas di ruangan bahwa akan dilakukan
pengangkutan limbah medis
5. Ceking sekitar tempat sampah jika ada sampah tercecer
6. Ikat kemasan limbah medis sesuai prosedur
7. Pindahkan kemasan dari tempat sampah ke troli
8. Pasang plastik kuning yang baru pada tempat sampah
9. Angkut sampah medis dari semua ruangan ke TPS B3
10. Pisahkan sampah flabot ke tempat yang disediakan untuk
diolah kembali.
11. Timbang semua sampah medis, masukkan ke TPS B3
12. Gembok pintu TPS, desinfeksi pintu dan troli
13. Lepaskan APD dan cuci tangan
14. Tulis laporan jumlah limbah dan isi cheklis pengangkutan
limbah medis
15. Laporkan kepada sanitarian
UNIT TERKAIT 1. Petugas Kebersihan
2. Sanitarian
PENGIKATAN KEMASAN LIMBAH MEDIS
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/05 1/ 2
-

Tanggal Terbit Ditetapkan,


Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Pengikatan kemasan limbah medis adalah prosedur yang dilakukan
petugas kebersihan sebelum pengangkutan limbah medis dari ruang
pelayanan ke Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun (TPS B3).
TUJUAN Mencegah limbah medis tercecer
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Pastikan volume paling tinggi limbah yang dimasukkan ke
dalam wadah atau kantong limbah adalah ¾ dari volume total.
2. Tarik plastik secara perlahan sehingga udara dalam kantong
berkurang. Jangan mendorong kantong ke bawah atau
melobanginya untuk mengeluarkan udara
3. Putar ujung atas plastik untuk membentuk kepang tunggal
4. Gunakan kepang plastik untuk membentuk ikatan tunggal
5. Tidak diperbolehkan mengikat dengan model telinga kelinci
6. Cuci tempat sampah sesuai jadwal atau jika terdapat ceceran
cairan tubuh.
7. Pasang plastik kuning yang baru.
UNIT TERKAIT Petugas Kebersihan
PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/06 1/ 2
-

Tanggal Terbit Ditetapkan,


Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Pengolahan limbah medis adalah prosedur yang dilakukan rumah
sakit untuk memusnahkan sisa kegiatan pelayanan medis yang
berbahaya dan beracun.
TUJUAN 1. Mencegah infeksi dan bau dari limbah
2. Menjaga kelestraian lingkungan
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Rumah Sakit memiliki MoU pengolahan limbah medis dengan
pihak ketiga yang memiliki perijinan yang masih berkalu
2. Koordinasi dengan pihak ketiga untuk jadwal pengangkutan
limbah B3
3. Sanitarian memantau proses pengangkutan oleh pihak ketiga
serta APD yang dipakai petugas
4. Laporkan jika tidak sesuai SPO yang berlaku
5. Isi manifets limbah B3 sesuai jumlah limbah yang diangkut
6. Minta manifest lembar ketiga dan keempat.
7. Isi logbook limbah di TPS B3
8. Manifest keenam dikirim pihak ketiga dibulan berikutnya
bersama tagihan invoice.
9. Koordinasi dengan bagian keuangan untuk pembayaran
10. Laporkan ke direktur dibulan selanjutnya
11. Laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup berupa laporan bulanan
logbook limbah 3 (tiga) bulan sekali dengan lampiran manifest
kedua
UNIT TERKAIT Petugas Kebersihan
PENANGANAN LIMBAH DOMESTIK
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/07 1/ 2
-

Tanggal Terbit Ditetapkan,


Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Penanganan limbah domestik adalah proses menangani sisa
kegiatan perkantoran dan rumah tangga yang tidak terkena cairan
tubuh pasien seperti kertas, kemasan makanan dan minuman, sisa
sayuran, sisa makanan dan daun kering
TUJUAN 1. Mencegah limbah domestik tercecer
2. Mencegah bau dan penyebaran vektor penyakit
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Lakukan cuci tangan
2. Pakai Alat Pelindung Diri (APD) meliputi gaun pelindung,
sepatu boot, masker, goggle, face shield dan sarung tangan
3. Ambil troli khusus sampah domestik/ non medis dan plastik
hitam
4. Informasikan kepala petugas di ruangan bahwa akan dilakukan
pengangkutan limbah domestik
5. Ceking sekitar tempat sampah jika ada sampah tercecer
6. Ikat kemasan limbah domestik sesuai prosedur
7. Pindahkan kemasan dari tempat sampah ke troli
8. Pasang plastik hitam yang baru pada tempat sampah
9. Cuci tempat sampah sesuai jadwal
10. Angkut sampah medis dari semua ruangan ke TPS domestik
11. Lepaskan APD dan cuci tangan
12. Isi cheklis pengangkutan limbah medis
13. Laporkan kepada sanitarian
UNIT TERKAIT Petugas Kebersihan
PENANGANAN LIMBAH CAIR
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO/KESLING/08 1/ 2
-

Tanggal Terbit Ditetapkan,


Direktur RSI Al-Ikhlas Pemalang
STANDAR
PROSEDUR 2 September 2017
OPERASIONAL dr. Alviane Tiara Putri, MMR
NIK 910814.08017.2.105
PENGERTIAN Penanganan limbah cair adalah proses menangani sisa kegiatan
pelayanan medis berupa cairan yang terkontaminasi cairan tubuh
pasien, darah, bahan kimia bekas pengujian, oli bekas, serta sisa
spesimen.
TUJUAN Menjaga kelestarian lingkungan
KEBIJAKAN Keputusan Direktur tentang Kebijakan Umum RSI Al-Ikhlas
Pemalang Nomor 270/SK/DIR/RSI-AI/PML/IX/2017 BAB IX
Pasal 67 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya.
PROSEDUR 1. Sisa developer dan fixer instalasi radiologi disimpan di TPS B3
untuk diolah pihak ketiga
2. Oli bekas disimpan di TPS B3
3. Buang limbah cair terkontaminasi ke wastafel atau spoelhoek
4. Pastikan saluran limbah cair tertutup, kedap air dan aliran
lancar
5. Limbah diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
dengan proses aerob anaerob
6. Monitoring inlet dan outlet IPAL setiap hari
7. Lakukan pengujian sampel air di inlet dan outlet IPAL di
laboratorium terakreditasi setiap bulan
8. Laporkan hasil ke direktur
9. Laporkan hasil uji ke Dinas Lingkungan Hidup setiap 3 bulan
sekali dilampirkan hasil uji bersama laporan logbook
pengolahan limbah medis
UNIT TERKAIT Petugas Kebersihan